Rabu, 26 November 2014

Rais Aam PBNU Minta Pelajar NU Responsif dan Lebih Friendly

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ma’ruf Amin mengimbau IPNU-IPPNU agar responsif dengan mempersiapkan strategi yang lebih ramah dari segi sosialisasi. Strategi ini perlu ditempuh guna menyebarkan pengaruh pelajar NU ke ranah yang lebih luas.

Marketing friendly yang dikemas dengan kreatif dan inovatif akan mempengaruhi ketertarikan pelajar untuk bergabung dan menjadi bagian dari IPNU-IPPNU yang lahan garapannya berbasis pelajar.

Rais Aam PBNU Minta Pelajar NU Responsif dan Lebih Friendly (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam PBNU Minta Pelajar NU Responsif dan Lebih Friendly (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam PBNU Minta Pelajar NU Responsif dan Lebih Friendly

“Tentunya IPNU-IPPNU harus berani dan siapkan sebaik mungkin strategi branding. Memang sulit dilakukan, akan tetapi jika ide-ide itu tercetus melalui bentuk kegiatan yang menarik minat pelajar, harapan lebih jauh ranah IPNU-IPPNU tidak hanya pada pelajar di madrasah dan pesantren, akan jauh lebih baik jika mampu merambah luas ke sekolah-sekolah umum,” ujar Kiai Ma’ruf kepada PKS Piyungan Taubat di Gedung PBNU lantai 4, Rabu (23/3).

PKS Piyungan Taubat

Ketua Umum MUI ini memaparkan bahwa saat ini kita sedang dalam masa perebutan pengaruh. Berbagai organisasi maupun paham telah mencoba masuk dalam bagian masyarakat melalui pendekatan yang strategis.

PKS Piyungan Taubat

“Maka dari itu menjadi penting bagi IPNU-IPPNU agar bekerja keras menyebarkan pengaruhnya agar dapat diterima masyarakat kita harus mampu menjadi bagian dari mereka yang dikemas melalui media kreatif,” ujarnya.

Ia mengimbau agar kegiatan yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU meski dalam konteks kekinian, tetapi tetap dalam koridornya dan tidak melanggar ajaran agama.

Kiai Ma’ruf menambahkan bahwa sangat diperlukan strategi branding untuk menunjukkan bahwa NU tidak polos.

“Orang awam akan menganggap NU itu polos dan konservatif. Mereka tidak mengetahui bahwa NU itu moderat, berpikir kritis, tidak tekstualis dan tidak liberalis. Singkatnya, saya menyebut itu moderat, dinamis, dan metodologis. Karena itu jelas dalam hal ini IPNU-IPPNU harus turut mengambil peran strategis,” pungkasnya. (Afifah Marwa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock