Alkisah, suatu hari Muhammad bin Harun Ar-Rasyid yang lebih dikenal dengan panggilan Al-Mu’tashim Billah bersama beberapa prajurit melewati gurun tandus. Di tengah jalan Penguasa Bani Abbasiyah yang terdidik dalam sekolah militer dengan disiplin ketat ini berhadapan dengan singa gurun.
Mereka berhenti sejenak. Al-Mu’tashim mengamati semua prajuritnya. Matanya tertuju kepada salah seorang pengawal yang bersenjata lengkap dan tampak gagah di antara lainnya.
| Khalifah Al-Mu’tashim Billah dan Prajurit Gagah yang Pengecut (Sumber Gambar : Nu Online) |
Khalifah Al-Mu’tashim Billah dan Prajurit Gagah yang Pengecut
“Kau sehat kan?” kata Al-Mu’tashim kepadanya.PKS Piyungan Taubat
“Wahai amirul mukminin, mohon maaf. Saya sedang tidak fit. Semalam kurang tidur,” jawab prajurit tersebut yang mengerti ke mana arah pertanyaan Al-Mu’tashim.Mendengar jawaban begitu, mereka mendadak terpingkal-pingkal. (Alhafiz K)
PKS Piyungan Taubat
*) Dikutip dari Akhbaruz Zhiraf wal Mutamajinin karya Ibnul Jauzi. Judul dibuat oleh pengutip.Dari Nu Online: nu.or.id
PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat
