Sumenep, PKS Piyungan Taubat. Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdul Malik Madani berharap penanganan kasus di Sampang tidak menimbulkan masalah baru menyusul wacana relokasi warga Syiah.?
“Jika mereka (warga Syiah) dipindah, bisa jadi malah akan memicu konflik lagi di tempat mereka (yang baru). Ini hanya akan menjadi preseden buruk yang akan berulang,” tuturnya?
| Penanganan Kasus Sampang Diharap Tak Timbulkan Masalah Baru (Sumber Gambar : Nu Online) |
Penanganan Kasus Sampang Diharap Tak Timbulkan Masalah Baru
Saat menghadiri acara halal bi halal dan bahtsul masail yang diselenggarakan PCNU Sumenep akhir pekan lalu.PKS Piyungan Taubat
Dalam ceramahnya, KH Malik Madani menyinggung aksi-aksi kekerasan yang dipicu oleh hal-hal yang berbau suku, agama, ras, dan antar-golongan. Khusus menyikapi kasus di Sampang ini, sebagai langkah ansipatif, ia meminta untuk tidak menyederhanakan masalah “Jangan mudah menyederhanakan masalah,” ungkapnya.Apapun motif yang melatari penyerangan dan pembakaran rumah warga Syiah di Sampang yang jelas sangat merugikan penganut faham Ahlussunah wal Jamaah. Menurutnya, kekerasan yang menimpa warga Syiah di Sampang justru menumbuhkan simpati dari masyarakat.?
PKS Piyungan Taubat
“Ujung-ujungnya, mereka (warga Syiah) terkesan sebagai orang yang di dzalimi dan kita (penganut Aswaja) menjadi kaum yang dzalim,” paparnya.Katib Aam menambahkan, dalam menyelesaikan konflik di Sampang dibutuhkan penyadaran dan pencerahan pada warga di akar rumput. Selain itu, perlu ketegasan dan kepekaan negara untuk mengidentifikasi dan mengantisipasi problem sosial-keagamaan yang berpotensi menjadi konflik.
Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam
Kontrubutor: M. Kamil Akhyari
Dari Nu Online: nu.or.id
PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat
