Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahlussunnah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan

Karanganyar, PKS Piyungan Taubat. Gerakan Pemuda Ansor dan Barisan Serbaguna (Banser) se-Kabupaten Karanganyar siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta mencegah paham yang bertentangan dengan Pancasila.?

"Kami menyatakan setia pada Pancasila dan NKRI sampai darah penghabisan. Sikap ini, juga merupakan instruksi serempak di seluruh Indonesia dari Pimpinan Pusat GP Ansor," kata Ketua GP Ansor Karanganyar, Suwanto di sela-sela acara Apel Kesetiaan Pancasila dan NKRI, di Taman Pancasila, Karanganyar Jawa Tengah, Rabu (1/6).

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua Ansor Karanganyar: Kami Setia Pancasila sampai Darah Penghabisan

Selain itu, Iwan sapaan akrab Suwanto mengungkapkan beberapa waktu terakhir ada pihak-pihak yang secara terang-terangan menentang Pancasila. Bahkan ada yang ingin mengubah Indonesia menjadi negara khilafah.

"Untuk menyikapi hal itu, kami pemuda NU siap menjadi garda terdepan untuk menjaga keutuhan NKRI," tegasnya.

Kepala Kesbangpol Karanganyar, Indrayanto dalam sambutannya mengapresiasi kepedulian GP Ansor dan Banser Karanganyar. Kesadaran kolektif masyarakat diperlukan untuk menjaga keutuhan NKRI.

PKS Piyungan Taubat

Apel kesetiaan Pancasila dan NKRI tersebut diikuti lebih dari 200 anggota Ansor-Banser se-Kabupaten Karanganyar. (Ahmad Rosidi/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Rabu, 07 Februari 2018

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat telah menghasilkan berbagai rekomendasi. 

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria

Ketua Panitia Munas Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat ditemui PKS Piyungan Taubat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (15/1) mengatakan bahwa PBNU tengah menindaklanjuti hasil Munas Konbes NU 2017 tersebut. 

Menurut Robikin, ada beberapa hal yang sedang dipersiapkan, seperti sosialisasi baik ke internal NU dan badan otonomnya secara struktural, serta sosialisasi ke eksternal seperti eksekutif, legislatif dan para pemangku kebijakan lainnya. 

Sementara untuk mewujudkan rekomendasi hasil Munas Konbes NU 2017, khususnya terkait reforma agraria, Robikin mengatakan PBNU tengah menyusun tim khusus.

PKS Piyungan Taubat

"Karena berkaitan langsung dengan kebutuhan warga," katanya. 

PKS Piyungan Taubat

Adapun susunan sementara tim khusus terdiri atas Ketua KH Mochammad Maksum Machfoedz, Wakil Ketua H Robikin Emhas, dan Sekretaris Masduki Baedowi. 

Menurut Robikin, selain internal PBNU, tim khusus juga akan melibatkan pihak-pihak lain yang mempunyai perhatian terhadap persoalan reforma agraria seperti Institut Pertanian Bogor (IPB). 

"Mereka (IPB) juga akan kita libatkan," katanya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Kajian Sunnah, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat

Nur Hakimah Ismawati akhirnya dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo periode 2016-2018. Dia terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XVI IPPNU Probolinggo di kantor PCNU setempat, Ahad (22/5) sore.

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo

Dalam Konfercab tersebut, Nur Hakimah terpilih setelah memperoleh 19 suara. Sementara kandidat lain Luluk Ma’rifah hanya mengantongi 9 suara. Atas hasil tersebut, dia akan memimpin PC IPPNU Kabupaten Probolinggo 3 tahun ke depan.

Konfercab PC IPPNU Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah beserta segenap perwakilan lembaga dan badan otonom, Wakil Ketua PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Khoirun Nisa dan Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo periode 2014-2016 Lika Kurniawati.

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi berpesan, melalui Konfercab ini hendaknya siapa pun yang nantinya terpilih bisa membawa organisasi IPPNU yang baik, mengayomi, berbuat untuk generasi muda dan tentunya kepentingan Bangsa dan Negara.

PKS Piyungan Taubat

“Kader IPPNU merupakan generasi kader Muslimat NU. Pada saatnya nanti keberadaanya amat dibutuhkan oleh Muslimat dan NU, karena perempuan merupakan sekolah yang pertama bagi anak-anaknya, ibu yang baik berasal dari generasi yang baik, generasi yang baik itu melalui regenerasi yang mumpuni dan sudah ditempa dalam berorganisasi yang bermutu dan berdaya saing,” katanya.

Menurut Kiai Abdul Hadi, sebagaimana lembaga dan banom lainnya, IPPNU juga memiliki peran penting dalam turut membentuk kepribadian pemudinya tentunya melalui kaderisasi yang intens. Kaderisasi IPPNU menjadi penentu terjaga tidaknya generasi NU kedepan dalam upaya memperjuangkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sesuai dengan garisnya.

“Kita berharap seluruh pengurus PC IPPNU bisa menjalankan roda organisasi dengan sebaik-baiknya dengan berlandaskan pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, dengan mengingat terus visi-misi organisasinya,” harapnya.

Sementara Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh para pengurus IPPNU di Kabupaten Probolinggo. “Mudah-mudahan kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Mohon doa dan dukungannya supaya program yang dijalankan bisa sesuai dengan harapan semua pelajar,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 16 Januari 2018

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB

Mataram, PKS Piyungan Taubat 

Di antara rangkaian kegiatan yang mengiringi perhelatan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 di Mataram, Nusa Tenggara Barat, ialah Pembacaan Shalawat Badar di Taman Sangkareang, Mataram, NTB, Rabu (22 /11).

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tegaskan Prinsip NU di Hadapan Belasan Ribu Nahdliyin NTB

Turut mengikuti pembacaan Shalawat Badar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Mustasyar PBNU TGH Muhammad Turmudzi Badauiddin, Wakil Ketua Umum PBNU H Mochammad Maksum Machfoedz, Sekretaris Jenderal PBNU H Helmy Faisal Zaini, Sejumlah Pengurus PBNU, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) H Imam Nahrowi, Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh, dan belasan ribu Nahdliyin yang memadati jalan Pejanggik. 

Seusai Pembacaan Shalawat Badar, Kiai Said Aqil Siroj menegaskan tentang prinsip Nahdlatul Ulama yang moderat dan antiradikal. 

Menurut Kiai Said, Allah memerintahkan Nabi Muhammad agar membangun umat yang moderat, tidak radikal, apalagi teroris. 

PKS Piyungan Taubat

"Maka kalau kita betul-betul mengaku menjadi umat Nabi Muhammad tidak boleh radikal, tidak boleh ekstrem, tidak boleh menjadi teroris," tegas Kiai Said seusai mengikuti Pembacaan Shalawat Badar 

Kiai kelahiran Kempek, Cirebon ini mengatakan, NU yang didirikan oleh para ulama, terutama Hadratussyekh KH Hasyim Asyari mengajarkan kepada kita bahwa prinsip NU adalah tawassuth dan tasamuh, yakni moderat dan toleran. 

PKS Piyungan Taubat

Mbah Hasyim, lanjutnya, menginginkan semua bersaudara, baik melalui ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathoniyah, dan ukhuwah insaniyah. 

Selama ada NU, yang prinsipnya membangun persaudaraan, katanya, maka umat Islam Indonesia akan dihargai oleh seluruh umat di dunia. Seluruh negara di dunia akan menghormati Indonesia 

"Karena Indonesia umat Islamnya tidak radikal, yaitu moderat dan toleran," jelas Kiai berumur 64 tahun ini. 

Agenda Pembacaan Shalawat Badar ini dilaksanakan seusai Pawai Taaruf dari Masjid Islamic Center Mataram, Nusa Tenggara Barat hingga Taman Sangkareang, Mataram dan Pengibaran Bendera NU yang dianugerahi oleh Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai bendera terbesar. (Husni Sahal/Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Lomba, Cerita PKS Piyungan Taubat

Senin, 15 Januari 2018

Merampok Anggota DPR

Sekawanan perampok suatu sore memergoki seorang pria berdasi yang menenteng tas sedang berjalan sendirian di kawasan Senayan. Mangsa empuk telah datang, jangan sampai disia-siakan, pikir mereka.

Sang pria dicegat, dan moncong senjata pun ditodongkan. “Berhenti! Serahkan semua uangmu! Cepat!!!”

Merampok Anggota DPR (Sumber Gambar : Nu Online)
Merampok Anggota DPR (Sumber Gambar : Nu Online)

Merampok Anggota DPR

Pria klimis itu gemetar, tapi masih berusaha membela diri, “Kalian jangan macam-macam. Kalian tidak tahu sedang berhadapan dengan siapa. Saya ini anggota DPR. Pejabat wakil rakyat!!!”

“Hehe... Kalau begitu serahkan uang kami,” sahut perampok sembari menempelkan belati ke lehernya. (Mahbib)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Gus Dur dan Keseteraan Gender

Sosok KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memberikan inspirasi banyak orang. Hal ini erat kaitannya dengan perjuangan beliau dalam membela kaum minoritas. Pemikiran ulama asal Jombang itu telah memberi warna tersendiri dalam wacana kebangsaan selama ini.

Gus Dur dikenal sebagai kiai yang memperjuangkan dan menegakkan isu-isu demokrasi, pluralisme dan HAM. Tidak banyak orang yang dapat konsisten seperti halnya dilakukan oleh Gus Dur. Pemikiran dan perjuangannya didekasikan untuk kaum lemah, termasuk kaum perempuan. selama ini perempuan mengalami diskriminasi dalam berbagai bidang.?

Gus Dur dan Keseteraan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur dan Keseteraan Gender (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur dan Keseteraan Gender

Buku bertajuk Gus Dur di Mata Perempuan ini mengulas sosok feminisme Gus Dur. Buku ini mengeksplorasi pendapat para tokoh perempuan tentang Gus Dur. Para penulis yang semuanya perempuan ini menceritakan pengalaman apa yang mereka saksikan tentang pemikiran Gus Dur terkait kesetaraan dan pembebasan perempuan.?

PKS Piyungan Taubat

Pandangan-pandangan Gus Dur tentang toleransi dan demokrasi sudah sering disinggung. Namun pandangannya tentang gender dan kesetaraan masih belum banyak yang mengulas. Pandanganya mengenai kedudukan perempuan menunjukkan bahwa dirinya memang serius dalam melakukan pembebasan. Karena perempuan adalah semacam titik masuk dari berbagai pemikiran mengenai pembebasan dan kemanusiaan.

Tidak sekadar wacana, pembelaan Gus Dur terhadap perempuan dilakukan dalam berbagai sikap dan tuturan. Misalnya, Gus Dur ikut serta menolak Rancangan Undang-undang Pornografi dan Pornoaksi. Karena RUU tersebut justru berpotensi menjebak perempuan dalam dilema peran sosial.?

Perjuangan terhadap perempuan juga terlihat ketika Gus Dur menjabat sebagai presiden ke-4. Gus Dur memelopori terbitnya inpres presiden nomor 9 tahun 2000 mengenai pengarusutamaan gender. Pada perkembangannya inpres ini ditingkatkan menjadi UU Keadilan dan Kesetaraan Gender. ?

PKS Piyungan Taubat

Kepedulian Terhadap Perempuan

Bagi keluarga, Gus Dur adalah orang yang betul-betul menerapkan kesetaraan, bukan sekedar gaya hidup. Baginya, kesetaraan berangkat dari ruh hak asasi manusia yang sama. Sebagai adik kandung Gus Dur, Aisyah Baidhowi menitikberatkan pada kiprah dan pemikiran Gus Dur tentang perempuan di Nahdlatul Ulama (NU). Sejak Gus Dur terpilih pada Muktamar Situbondo 1984 sebagai Ketua Tanfidziyah PBNU, Gus Dur selalu mendorong Muslimat untuk memperhatikan dan okus pada masalah-masalah kemasyarakatan yang lain, bukan hanya isu perempuan. Gus Dur juga selalu menasehatkan jangan berkutat di internal organisasi tetapi harus berani ekspansi, bekerjasama dengan organisasi-organisasi masyarakat di luar. (Halaman 52)

Ala’i Nadjib menuliskan Gus Dur di Mata Keluarga Inti. Tulisan ini berisi hasil wawancara Nadjib dengan istri dan anak-anak Gus Dur. Nadjib memotret kehidupan Gus Dur dalam keluarga. Terutama perhatian Gus Dur terhadap kesehatan reproduksi. Berdasarkan wawancara itu banyak yang disimak mengenai sikap Gus Dur sebagai seorang suami sekaligus bapak dari empat putrinya. Pola pendidikan yang diberikan kepada keluarganya adalah pendidikan yang membebaskan dan bertanggung jawab.

Pemikiran feminis Gus Dur terhadap perempuan tergambar melalui pandangannya terhadap ketimpangan relasi gender. Diskriminasi merupakan persoalan utama untuk membangun keharmonisan relasi gender.

Selain peduli terhadap perdamaian, pluralisme, demokrasi, dan pembelaan terhadap kaum minoritas. Gus Dur juga peduli terhadap hak asasi perempuan Indonesia. Gus Dur memiliki pemikiran-pemikiran yang sangat fundamental bagi terwujudnya kesetaraan hak antara perempuan dan laki-laki.

Jika dicermati, perjalanan karier dan kecendekiawanan Gus Dur juga tidak bisa lepas dari perempuan. Selain istri, Gus Dur memiliki empat putri. Bahkan, publik mengenal salah satu putri Gus Dur Yeni Wahid sebagai salah seorang tokoh politik masa kini. Di mata keluarga Gus Dur sebagai sosok pemimpin yang demokratis.?

Apabila ditelisik, pemikiran Gus Dur yang sdah maju pada eranya tentang kesetaraan sebenarnya telah tumbuh dari keluarga inti beliau, ayah dan ibunya. KH. Wahid Hasyim merupakan pelopor sekolah hakim perempuan pertama pada tahun 1950-an, saat beliau menjadi Menteri Agama.

Gus Dur adalah belantara makna yang seakan tak pernah habis digali. Sudah tak terhitung kajian dilakukan terhadap sosok dan pemikirannya dalam berbagai dimensi. Namun, buku ini memiliki keunikan dan kelebihan dibanding dengan karya-karya lainnya.

Buku ini berawal dari cita-cita Fatayat untuk mendokumentasikan, pandangan dan pengalaman perempuan terhadap sosok dan perjuangan Gus Dur. Buku ini terbit tidak lepas dari upaya Fatayat NU, sebagai organisasi gerakan perempuan di bawah Nahdlatul Ulama (NU). untuk terus menerus mengkampanyekan pemikiran feminisme yang berakar pada khasanah pemikiran dan tradisi keindonesian.

Data buku

Judul buku : Gus Dur di Mata Perempuan?

Editor : Ala’i Nadjib

Penerbit : Gading, Yogyakarta

Cetakan : 2014

Tebal: 296 Halaman

ISBN : 978-602-14913-9-3

Peresensi : Ahmad Suhendra El-Bughury, reporter majalah Bangkit PWNU DIY



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Dalam upaya mengakuisisi data hilal secara kasat mata guna penentuan Ramadhan 1438 H, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama telah menyiapkan tak kurang dari 125 titik rukyah hilal. Titik pemantauan ini tersebar luas di segenap pelosok Nusantara, mulai dari pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Irian hingga ke pulau-pulau kecil seperti Halmahera.

Seluruh titik ini dikelola oleh pengurus cabang atau pengurus wilayah NU yang berkompeten dan berada dalam cabang atau wilayah tersebut. Semuanya berada di dalam koordinasi Lembaga Falakiyah PBNU.

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU di Jawa Timur menyebar di Pantai Pancur (Banyuwangi), Pantai Serang (Blitar), Bukit Banjarsari (Blitar), Satuan Radar AURI Kabuh (Jombang), Pantai Tanjung Mulya (Bawean), Stasiun LAPAN Watukosek (Pasuruan), Pantai Tanjung Garindo Ambat Tlanakan (Pamekasan), Pantai Gebang (Bangkalan), Pelabuhan Taddan (Sampang), Pos Observasi Bulan Bukit Condrodipo (Gresik), Pos Observasi Bulan Sunan Drajat Tanjung Kodok (Lamongan), Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Paciran (Lamongan), Watoe Dhakon Observatory (Ponorogo), Gunung Sekekep Pulung (Ponorogo), Bukit Sadeng (Jember), Bukit Wonocolo Kedewan (Bojonegoro), Masjid MAN Kandangan (Kediri).

Sementara di Jawa Barat, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan di Pantai Gebang (Cirebon), Pantai Santolo (Garut), Gunung Babakan (Banjar), Pos Observasi Bulan Cibeas Pelabuhan Ratu (Sukabumi), Kompleks Observatorium Bosscha (Lembang), Pantai Eretan (Indramayu), Pos Observasi Bulan Cidadap Pelabuhan Ratu (Sukabumi).

PKS Piyungan Taubat

Di Jawa Tengah, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan Pantai Kartini (Jepara), Pos Observasi Bulan Pedalen (Kebumen), Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang), Gedung UMK (Kudus), Pantai Karangjahe (Rembang). Sedangkan di Yogyakarta, tim rukyatul hilal LFNU mengamati bulan di Pos Observasi Bulan Belabelu (Bantul) dan Watu Amben Bukit Brambang (Gunung Kidul).

PKS Piyungan Taubat

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU juga memantau di Pos Observasi Bulan Kalianda (Lampung Selatan), Pantai Selalau Kerui (Pesisir Barat), dan Dataran Tinggi Lemong (Pesisir Barat).

Selebihnya mereka tersebar di Masjid Al Musariin/Pesantren Al-Hidayah Basmol (Jakarta Barat), Pantai Takisung (Palaihari), Gedung Bank Kalsel (Banjarmasin), Gedung Hisab Rukyat (Kubu Raya), Kantor Gubernur Sumatera Utara (Medan), Pantai Binasi (Tapanuli Tengah), Mall GTC Tanjung Bunga (Makassar), Gedung Observasi Hilal BMKG (Ternate), dan Pantai Loang Baloq (Mataram). (Marufin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock