Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Humor Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Assalamualaikum wr.wb

Redaksi Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat yang dirahmati Allah. Saya punya teman perempuan di tempat bekerja. Ia berhias sedemikian rupa. Yang saya tanyakan, bolehkah merapikan alis? Kalau alis dicukur habis bagaimana? Apakah itu termasuk mengubah ciptaan Allah? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr.wb. (Syukur/Jakarta)

Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah merahmati Anda di mana pun berada. Bentuk dan gaya berhias mengalami perubahan yang sangat cepat. Gaya berhias ditentukan kadang oleh mode yang sedang tren, kenyamanan yang bersangkutan, atau motif lainnya.

PKS Piyungan Taubat

Penanya yang budiman, alis sebagaimana tubuh secara keseluruhan merupakan perhiasan wajah yang Allah karuniakan kepada manusia. Karenanya kita diwajibkan merawat perhiasan yang telah Allah berikan. Di samping perawatan kita juga harus merapikan anugerah-Nya.

Namun demikian ada sejumlah rambu-rambu yang mesti dipatuhi dalam hal merawat tubuh. Misalnya seperti hadits Rasulullah SAW sebagai berikut.

PKS Piyungan Taubat

«? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang membantu menyambung rambut, perempuan yang menajamkan gigi, perempuan yang membantu menajamkan gigi, perempuan yang menato tubuh, perempuan yang membantu menato tubuh, perempuan yang mencabut alis, perempuan yang merenggangkan gigi demi berhias yang mana mengubah ciptaan Allah.”

Perihal hadits di atas, ada baiknya kita menyimak pandangan Syekh Ahmad bin Ghanim yang bermadzhab Maliki. Menurutnya, mencukur bulu alis harus dibedakan dari “menyambung rambut” seperti disebutkan di dalam hadits.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -: «? ? ? ? ? ?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dari keterangan larangan menyambung rambut ini, kita dapat memahami ketidakharaman untuk menghilangkan bulu sebagian alis atau alis secara keseluruhan. Ini yang disebut tarjih, tadqiq, tahfif. Berikut ini tambahan keterangannya.

Ibnu Rusyd mengatakan, pendapat yang membolehkannya ditolak karena menyalahi dalil. Dalil yang mengharamkannya jelas disebut di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut....” “Mencabut alis” adalah mencabut bulu alis hingga tipis dan indah. Tetapi riwayat dari Sayidatina Aisyah RA membolehkan penghilangan bulu alis dan bulu di wajah. Pendapat terakhir ini sesuai dengan keterangan yang lalu yaitu pendapat yang mu‘tamad membolehkan pencukuran seluruh bulu perempuan kecuali rambut. Larangan di dalam hadits ini bisa dimengerti bagi perempuan yang dilarang untuk berhias seperti perempuan yang ditinggal wafat suaminya dan perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana.

Khalil berkata, perempuan yang ditinggal wafat suaminya meskipun belum dewasa, meskipun ahli kitab, perlu meninggalkan aktivitas berhias. Demikian juga perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana. Tiada halangan untuk menakwil dalil yang memiliki sejumlah kemungkinan makna ketika ada isyarat yang mencegah salah satu makna. Mencabut bulu alis di sini tidak bisa dikatakan sebagai kategori “mengubah ciptaan Allah”. Hemat kami, tidak semua “mengubah ciptaan Allah” itu dilarang. Coba perhatikan, sesuatu yang memang fitrahnya seperti berkhitan, memotong kuku, mencukur rambut, mengebiri hewan yang boleh dimakan, dan banyak lagi contoh lainnya, diperbolehkan. (Lihat Ahmad bin Ghanim An-Nafrawi Al-Azhari Al-Maliki [wafat 1126 H], Al-Fawakihud Dawani ala Risalah Ibni Zaid Al-Qairuwani, Darul Fikr, Beirut).

Pada prinsipnya Islam memang tidak mengharamkan laki-laki maupun perempuan untuk berhias. Karena Allah memang menitipkan tubuh kita sebagai anugerah-Nya untuk dijaga dan dirawat. Sejauh tidak melanggar rambu-rambu yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, berhias sangat dianjurkan karena Islam menyukai kerapian baik rambut, kuku, kumis, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk masalah mencukur bulu alis untuk kerapian perlu juga mempertimbangkan aspek kepantasan. Jangan sampai melebihi batas seperti mencukur habis alis hingga bulu di atas mata itu yang menjadi perhiasan wajah kehilangan fungsinya. Bukan kerapian yang didapat, justru keburukan keburukan yang ada.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga jawaban ini bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, RMI NU, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Februari 2018

Jadwal Putaran Akhir Fase Grup Liga Santri Nusantara

Bandung, PKS Piyungan Taubat

Memasuki hari ketiga, beberapa kesebelasan akan melewati laga menentukan lolos dan tidaknya ke babak selanjutnya. Sementara, beberapa tim telah dipastikan lolos dan dipastikan gagal. Inilah jadwal putaran final atau seri nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 yang berlangsung di kota Bandung.  

Senin, 29 Januari 2018

NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz

Tangerang, PKS Piyungan Taubat. NU-CARE LAZISNU Tangerang Selatan akan membuka stand di Bintaro Xchange, Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan. Stand yang digelar untuk mengenalkan program-program tersebut berada di tengah-tengah pagelaran BritAmaX Tangsel Jazz Festival 2016 pada Sabtu 12 November mendatang.

“Tujuan utama NU-CARE LAZISNU Tangsel buka stand di acara BritaAmaX Tangsel Jazz Festival 2016 adalah untuk menggalang dana dalam rangka santunan anak yatim yang dibungkus dengan acara makan bersama di McD Perempatan Duren tanggal 13 November,” papar Sekretaris LAZISNU Tangsel, Rizky Subagia kepada PKS Piyungan Taubat pada Rabu (9/11) malam.

Waktu

Jadwal Putaran Akhir Fase Grup Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadwal Putaran Akhir Fase Grup Liga Santri Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadwal Putaran Akhir Fase Grup Liga Santri Nusantara

Tempat

Pertandingan

Grup

07:30 WIB

PKS Piyungan Taubat

Stadion Siliwangi

Babussalam FC Rohul vs Al Madaniyah

PKS Piyungan Taubat

Grup D

07:30 WIB

Stadion Brigif

DDI Kaballangan vs Ruhul Islam Anak Bangsa (RIAB)

Grup D

07:30 WIB

Stadion Pusdikif

Minhajussalam Subulussalam vs Darul Hikmah

Grup H

07:30 WIB

Stadion Lodaya

Al Kahfi vs Nurul Khaeraat

Grup H

09:00 WIB

Stadion Siliwangi

Assalam vs Al Ikhlas

Grup C

09:00 WIB

Stadion Brigif

Alkhairaat Bintauna FC vs Nurul Iman

Grup C

09:00 WIB

Stadion Pusdikif

Nurul Jadid vs Al-Anshor

Grup G

09:00 WIB

Stadion Lodaya

AIAI vs Mamba’ul Hikmah

Grup G

10:30 WIB

Stadion Siliwangi

Darul Huda vs Hamzan Wadi

Grup A

10:30 WIB

Stadion Brigif

Nurul Fauzi vs Walisongo

Grup A

10:30 WIB

Stadion  Pusdikif

Mambaul Ma’arif vs Al-Ijtihad

Grup E

10:30 WIB

Stadion Lodaya

Asshidiqiyah vs Al-Mujtahid

Grup E

13: 30 WIB

Stadion Siliwangi

Alhusaeni vs Al Huda

NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz (Sumber Gambar : Nu Online)
NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz (Sumber Gambar : Nu Online)

NU-CARE LAZISNU Tangsel Kenalkan Program di Festival Jazz

(Baca: http://www.nu.or.id/post/read/72630/peringati-hari-pahlawan-lazisnu-tangsel-adakan-santunan-anak-yatim)

Rizky menambahkan hal yang tak kalah penting melalui pembukaan stand di Bintaro XChange adalah mengenalkan kepada masyarakat Tangsel khususnya tentang adanya NU-CARE LAZISNU.

“NU-CARE Tangsel juga akan mengenalkan program Tabungan Berkah salah satu program andalan kami saat ini,” kata Rizky seraya menambahkan Tabungan Berkah dari NU-CARE LAZISNU Tangsel sangat mudah karena hanya dengan mengisi donasi melalui kencleng (kaleng) yang disediakan NU-CARE LAZISNU Tangsel. Jumlah donasi pun menyesuaikan minat dan kemampuan donatur.?

PKS Piyungan Taubat

Melalui rilis yang diterima PKS Piyungan Taubat, Promotor BritaAmaX Tangsel Jazz Festival 2016 Dinni Deniasti Atiek mengatakan BritAmaX Tangsel Jazz Festival merupakan pagelaran musik jazz terbesar di Kota Tangerang Selatan.?

Didukung Pemerintah Kota Tangerang Selatan, acara yang diadakan selama satu hari itu akan diisi oleh penampilan artis jazz papan atas Indonesia seperti Glenn Fredly, Iga Mawarni, Fariz RM, Jeffrey Tahalele, Rio Moreno Latin Combo, Amelia Ong, KSP Band, Alsa Quartet, Tiyo Alibasjah dan Ginda Bestari.?

Acara yang pada tahun ini memasuki tahun ketiga, akan diisi dengan bazaar dan produk kreatif warga Tangsel. Selain panggung utama, panitia menyiapkan dua panggung yang dinamakan “BritAmaX Jawara dan Blandongan” yang akan menjadi panggung bagi ? musisi jazz mempertontonkan skill kecanggihan bermusik mereka.

Dari sisi konsep penyelenggaraan acara pada tahun ini berbeda dengan konsep tahun 2015 lalu. Tahun ini TJF mengusung konsep jazz family, jazz yang dapat ditonton oleh seluruh anggota keluarga, mulai anak hingga kakeknya. Selain itu juga jazz yang lebih akrab, hangat, dan memasyarakat. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

PKS Piyungan Taubat

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 27 Januari 2018

Pesan Kiai Asep Usai Kembali Didapuk Jadi Ketum Pergunu

Mojokerto, PKS Piyungan Taubat. Selesai sudah acara demi acara Kongres II Persatuan Guru NU (Pergunu) melaksanakan agenda lima tahunan, Sabtu (29/10). Selesainya acara kongres ditandai dengan penutupan dan pernyataan atas kesediaan KH Asep Saifuddin Chalim sebagai Ketua Umum Pergunu masa khidmat 2016-2021.

Pesan Kiai Asep Usai Kembali Didapuk Jadi Ketum Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesan Kiai Asep Usai Kembali Didapuk Jadi Ketum Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesan Kiai Asep Usai Kembali Didapuk Jadi Ketum Pergunu

Kongres Pergunu kali ini terasa istimewa karena dihadiri dua pucuk pimpinan NU. Pembukaan hadir KH Said Aqil Siroj Ketua Umum PBNU dan ditutup oleh KH Maruf Amin Rais Aam PBNU.

Dihadapan Rais Aam, Kiai Asep mengatakan akan mengadakan Rakernas setiap tahun. Untuk tahun pertama akan dilaksanakan di Ponpes Amanatul Ummah tapi di tahun berikutnya akan dilaksanakan di beberapa PW Pergunu di luar jawa.?

"Organisasi yang unggul dan maju salah satu caranya yaitu seringnya melakukan rapat, rakernas akan dilaksanakan di luar jawa dan rakernas nantinya akan mengundang cabang tidak hanya wilayah saja," kata Kiai Asep disambut tepuk tangan.

Tidak hanya itu, Ketum terpilih ini berjanji tidak akan membebankan Pimpinan Wilayah Pergunu. "Mereka cukup menjadi panitia lokal, soal konsumsi dan transportasi akan ditanggung oleh Pimpinan Pusat," ucar putra KH Abdul Chalim pendiri NU asal Cirebon, Jabar ini.

PKS Piyungan Taubat

Dengan tegas Kiai Asep mengatakan Pergunu dalam lima tahun masa kepemimpinannya tidak akan menopang diri pada PBNU tapi Pergunu harus berbeda dengan Banom lain. Pergunu harus menggagas berbagai program produktif supaya menjadi penopang bagi PBNU.?

PKS Piyungan Taubat

"Mari kita dengan segala upaya terus meningkatkan kualitas diri kita sebagai guru, ujung tompak dari pendidikan NU dan bangsa Indonesia ini," pungkas Kiai Asep. (Rof Maulana/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat

Nur Hakimah Ismawati akhirnya dipercaya sebagai Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Probolinggo periode 2016-2018. Dia terpilih dalam Konferensi Cabang (Konfercab) XVI IPPNU Probolinggo di kantor PCNU setempat, Ahad (22/5) sore.

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Nur Hakimah Ismawati Pimpin IPPNU Probolinggo

Dalam Konfercab tersebut, Nur Hakimah terpilih setelah memperoleh 19 suara. Sementara kandidat lain Luluk Ma’rifah hanya mengantongi 9 suara. Atas hasil tersebut, dia akan memimpin PC IPPNU Kabupaten Probolinggo 3 tahun ke depan.

Konfercab PC IPPNU Kabupaten Probolinggo ini dihadiri oleh Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah beserta segenap perwakilan lembaga dan badan otonom, Wakil Ketua PW IPPNU Provinsi Jawa Timur Khoirun Nisa dan Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo periode 2014-2016 Lika Kurniawati.

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi berpesan, melalui Konfercab ini hendaknya siapa pun yang nantinya terpilih bisa membawa organisasi IPPNU yang baik, mengayomi, berbuat untuk generasi muda dan tentunya kepentingan Bangsa dan Negara.

PKS Piyungan Taubat

“Kader IPPNU merupakan generasi kader Muslimat NU. Pada saatnya nanti keberadaanya amat dibutuhkan oleh Muslimat dan NU, karena perempuan merupakan sekolah yang pertama bagi anak-anaknya, ibu yang baik berasal dari generasi yang baik, generasi yang baik itu melalui regenerasi yang mumpuni dan sudah ditempa dalam berorganisasi yang bermutu dan berdaya saing,” katanya.

Menurut Kiai Abdul Hadi, sebagaimana lembaga dan banom lainnya, IPPNU juga memiliki peran penting dalam turut membentuk kepribadian pemudinya tentunya melalui kaderisasi yang intens. Kaderisasi IPPNU menjadi penentu terjaga tidaknya generasi NU kedepan dalam upaya memperjuangkan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja) sesuai dengan garisnya.

“Kita berharap seluruh pengurus PC IPPNU bisa menjalankan roda organisasi dengan sebaik-baiknya dengan berlandaskan pada Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga, dengan mengingat terus visi-misi organisasinya,” harapnya.

Sementara Ketua PC IPPNU Kabupaten Probolinggo Nur Hakimah Ismawati menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan oleh para pengurus IPPNU di Kabupaten Probolinggo. “Mudah-mudahan kami dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya. Mohon doa dan dukungannya supaya program yang dijalankan bisa sesuai dengan harapan semua pelajar,” katanya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Januari 2018

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Meski sebetulnya hari lahir Gus Dur jatuh pada tanggal 7 September atau pada hari keempat bulan kedelapan tarikh Hijriah (4 Sya’ban), namun masyarakat Indonesia tetap merayakan Harlah Gus Dur tanggal 4 Agustus. Sebab, sebagaimana yang tertulis dalam buku The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid karangan Greg Barton, Gus Dur beserta keluarga dan teman-temannya pun merayakan ulang tahun Gus Dur pada 4 Agustus.

Pada 4 Agustus 2017, warganet membuat tagar #HarlahGusDur untuk merayakannya, dan hingga selama beberapa jam jadi trending topic di jagat Twitter Indonesia. Perayaan Harlah ke-77 Gus Dur, Jumat (4/08) malam, di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Menteng, Jakarta Pusat berjalan dengan meriah sekaligus khidmat, dengan diisi pembacaan Tahlil, pentas musik, musikalisasi puisi, dan cerita tentang Gus Dur oleh Wahid M. Maryanto, teman dekat Gus Dur.

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya

Wahid M. Maryanto atau yang akrab dipanggil Pak Acun mengisahkan, ada satu kebiasaan yang bahkan menjadi ciri khas Gus Dur, yakni menggerak-gerakkan telunjuk. Baik sedang diam maupun ketika ngobrol, kata Pak Acun, Gus Dur selalu menggerak-gerakkan telunjuknya.

PKS Piyungan Taubat

“Saya pernah punya niat, bagaimana ketika Gus Dur menggerak-gerakkan telunjuknya, terus saya pegang,” seloroh Pak Acun, yang kemudian disambut tawa hadirin. Pak Acun adalah salah satu orang yang sering menemani aktivitas Gus Dur di berbagai tempat, termasuk saat Presiden RI ke-4 itu mengisi program rutin Radio 68H di Jakarta Timur.

PKS Piyungan Taubat

Pak Acun mengungkapkan bahwa gerak telunjuk Gus Dur adalah dzikir. Gerak telunjuk Gus Dur itu, kata Pak Acun, menuliskan atau melukiskan lafal basmalah.

“Beliau sedang menuliskan huruf-huruf dalam bacaan bismillahirrahminirrahim. Hal itu juga sebagai klarifikasi atas tuduhan kepada Gus Dur yang dibilang jarang shalat. Mana mungkin Gus Dur jarang shalat sedangkan di setiap saat beliau selalu berdzikir dengan menggerak-gerakkan telunjuknya? Klarifikasi atas tuduhan-tuduhan kepada Gus Dur, dulu sering disampaikan di Radio 68 dalam sesi Kongkow bareng Gus Dur,” tutur Pak Acun.

Malam itu, Pak Acun menceritakan banyak hal tentang Gus Dur, antara lain sosok Gus Dur sebagai presiden yang kere, yang dompetnya kosong, dan sabar akan kemiskinan, tentu di luar guyonan-guyonannya.

Acara perayaan Harlah Gus Dur ke-77 itu disambut oleh putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari dan dipungkasi dengan iringan lagu-lagu kebangsaan oleh musisi-musisi jalanan. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat News, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

Bondowoso,PKS Piyungan Taubat. Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda  (GP) Ansor Bondowoso Ustadz Salam menjelaskan, bahwa paham radikalisme agama tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara- negara lain, dengan pengaruh secara global.

Di Indonesia, kata dia, paham tersebut tersebar berangkat dari pemahan agama dangkal seperti memahami ayat secara tektualis.

Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

“Maka hal ini pemahaman agama secara mendalam itu sangat perlu tentunya," terangnya pada workshop “Deradikalisasi Agama” dan “Akreditasi GP Ansor” di Aula Kantor Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Jl.KH. Agus Salim No. 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Ahad (20/9).

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, jika dibiarkan, paham Islam radikal sangat membahayakan pada keamanan Republik Indonesia (NKRI) dan ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah atau NU atau Islam Nusantara. Karena itu, ia mengimbau supaya jangan boleh berleha-leha membiarkan benih- benih paham radikalisme agama yang tumbuh di Bondowoso

“Tapi sepanjang Nahdlatul Ulama dan seluruh Banom-banom kuat, pesantren kuat, insya Allah ruang gerak radikalisme sempit,"tambahannya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, dengan workshop tersebut peran Ansor secara internal harus memperkuat basis keilmuan, semakin meneguhkan keislaman yang damai, toleran, moderat. Sementara secara eksternal, Ansor harus memberikan pemahan kepada publik tentang Islam secara teks yang dibarengi secara kontektual.

Workshop tersebut merupakan kegiatan PC GP Ansor se-Jawa Timur. Kegiatan itu telah dilakukan dengan melibatkan sebelas Pimpina Cabang. Tahap kedua melibatkan empat belas Pimpin Cabang.

Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Kodim 0822 Bondowoso, serta Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor dan Pimpinan Anak Cabang (PAC)GP Ansor Se-Bondowoso.

Akreditasi GP Ansor

Pimpian Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum mengatakan, pada workshop deradikalisasi, dimanfaatkan sebagai ajang akreditasi PC-PC.

Manfaat akreditasi itu, kata dia, untuk mengetahui kegiatan yang sudah dilakukan PC. Dari kegiatan tersebut bisa diketahui tolok ukur kinerja pengurusnya. “Supaya Ansor tetap berjalan secara struktrul dan berjalan secara operasional," tambahnya.

Workshop tersebut dibuka H.Yasin dari Pimpinan Wilayah (PW) Rijalul Ansor Jawa Timur. Workshop terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengundang narasumber dari Kodim 0822 yang diwakili Handoko dan Gus H. Yasin dengan moderator Noval.

Sementara sesi kedua dengan narasumber dari Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum dan Bakron Hadi dengan moderator Ustd Salam. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Fragmen, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock