Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label News. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Januari 2018

Jaringan Gusdurian Bincang Strategi Media Masa Gus Dur

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Komunitas pecinta KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menamakan diri Jaringan Gusdurian, Jumat (2/11) malam, kembali menggelar diskusi rutin. Kali ini tema yang diangkat adalah “Gus Dur dan Strategi Media Masa”.

Jaringan Gusdurian Bincang Strategi Media Masa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Jaringan Gusdurian Bincang Strategi Media Masa Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Jaringan Gusdurian Bincang Strategi Media Masa Gus Dur

Berdasarkan undangan yang PKS Piyungan Taubat terima, forum yang diselenggarakan saban Jumat pertama tiap bulan ini dimulai pukul 18.00 WIB di Aula The Wahid Institute, Jl Taman Amir Hamzah 8, Pegangsaan, Menteng, Jakarta Pusat. Acara dibuka bagi masyarakat umum.

Akan hadir sebagai narasumber seorang jurnalis Tempo Wahyu Muryadi. Koordinator Sekretariat Nasional Jaringan Gusdurian Alissa Wahid juga dijadwalkan turut mendampingi peserta yang terdiri dari para aktivis dan pelajar lintas kalangan ini.

PKS Piyungan Taubat

Alissa Wahid dalam sebuah kesempatan menyatakan, Forum Jumatan bukan wadah untuk memuja atau mengultuskan Gus Dur. Menurutnya, forum justru ditujukan bagi proses pengembangan segenap gagasan dan perjuangan Presiden RI keempat ini.

PKS Piyungan Taubat

Putri sulung Gus Dur ini berharap, pertemuan rutin dapat menjadi ajang saling berdialog dan silaturahmi antarindividu atau komunitas demi kemaslahatan dan kemajuan bangsa secara umum. Selain membahas Gus Dur, Jaringan Gusdurian juga menanggapi berbagai persoalan mutakhir di Tanah Air.

 

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis   : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat News PKS Piyungan Taubat

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Meskipun kongres I Pagar Nusa tinggal 8 hari lagi, sampai saat ini bursa kandidat yang akan memimpin Pagar Nusa sebagai badan otonom NU belum muncul.

“Sejauh ini belum ada wilayah atau cabang yang menyuarakan aspirasinya mendukung calon tertentu,” tutur Ketua Panitia Kongres. H. Fuad Anwar, Selasa.

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Mekanisme pencalonan sampai saat ini juga belum ditentukan, berapa suara minimal yang harus dipenuhi untuk bisa mencalonkan diri.

“Masih terdapat perdebatan bagaimana mekanisme pemilihan ketua umum, melalui one man one vote, sistem ahlul halli wal aqdi atau sistem presidium, ini masih akan dibahas dalam tatib,” tutur Sekretaris Panitia Mujtahidur Ridho.

Edo, panggilan akrab Mujtahirur Ridho menjelaskan ada usulan dari pengurus PBNU yang menginginkan sistem ahlul halli wal aqdi untuk kongres pertama ini.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara pra kongres yang akhirnya forumnya dirubah menjadi kongres, namun tidak diakui oleh PBNU yang diselenggarakan pada 25 September 2005 di Ponpes Ciganjur, terpilih H. Suharbillah.

Kala itu, terdapat 5 kandidat yang bersaing dalam kongres. Dari 72 suara wilayah dan cabang, sebanyak 53 memilih Suharbillah diikuti KH Sayuthi Ghozali 13 suara, Kuncoro 3 suara, Abdul Latif 2 suara dan Abdul Halim 1 suara. Abstain 1 suara dan 1 suara lagi memilih Gus Maksum, pendiri Pagar Nusa yang saat ini sudah meninggal dunia. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat News, Aswaja, IMNU PKS Piyungan Taubat

Minggu, 28 Januari 2018

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Garut, PKS Piyungan Taubat - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyempatkan hadir dalam acara Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Satkorcab ke-15 Kabupaten Garut di Pesantren As-Saadah Kecamatan Limbangan, Garut. Kiai Ma’ruf memberikan amanat kepada 534 Banser yang baru saja diambil sumpah setianya.

"Banser itu bukan galak, tapi santun. Kita mengajak itu harus dengan cara yang santun agar yang diajak sadar dengan sendirinya. Karena itu yang dilakukan oleh Wali Songo," ujarnya.

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah bagi warga NU memiliki karakter khas yang membedakan dengan kelompok-kelompok Islam yang lain yang juga mengaku Ahlussunnah.

"Bagi warga NU itu Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Karena ada juga yang Ahlussunnah tapi mengkafirkan Imam Al-Asyari. Itu Wahabi namanya. Itu bukan NU," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Kiai Ma’ruf, Islam Nusantara yang hari ini diwacanakan dan dipegang teguh oleh NU memiliki sifat tidak tekstualis dan juga tidak liberalis.

PKS Piyungan Taubat

"NU itu moderat. Tidak tekstualis seperti Wahabi yang gampang membidahkan. Tapi juga tidak liberalis yang menganggap bahwa teks itu tidak penting. Kalau terlalu tekstualis maka umat Islam tidak akan maju. Karena hukum itu justru banyak lahir dari ijtihad," ujarnya.

Kiai Ma’ruf yang juga masih keturunan Syekh Nawawi Banten menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. NKRI merupakan buah hasil dari perjuangan para ulama.

"Pancasila itu dirumuskan oleh para kiai. NU itu pemilik sah NKRI. Karena menurut sejarawan sebelum ada tentara dan polisi, yang membuat gerakan melawan Belanda itu santri yang mencari ilmu di Mekkah. Meskipun kalau NU itu pemilik saham republik ini, tetapi belum menerima deviden," ujar Kiai Ma’ruf yang disambut tepuk tangan hadirin.

Terkait dengan wacana Khilafah Islamiah yang di Indonesia diwacanakan oleh HTI, Kiai Ma’ruf menganggap sudah tidak relevan.

"Khilafah Islam itu hanya sampai pada Khulafaur Rasyidun. Setelah itu bermacam-macam. Sekarang ada yang kerajaan seperti di Arab Saudi atau Republik seperti di Indonesia. Jadi sudah tidak relevan lagi. Kalau kita kembali mengusik dasar negara maka kita akan kembali pada situasi sebelum 1945. Kapan Indoensia majunya," jelasnya. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, RMI NU, News PKS Piyungan Taubat

Kamis, 25 Januari 2018

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendorong upaya rasionalisasi kurikulum 2013 yang tengah melewati uji publik. Upaya rasionalisasi kurikulum menjadi sebuah keniscayaan dalam menentukan arah pendidikan ke depan.

Demikisan disampaikan Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU seusai mengikuti pengajian Tasawuf oleh bersama KH SAid Aqil Siroj di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/1) malam.

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru

Menurut Farida, rasionalisasi kurikulum berupa penyesuaian materi kurikulum dengan batas kemampuan dan kebutuhan para siswa. Sejumlah riset bisa dijadikan panduan untuk mengukur kesesuaian bobot materi ajar dengan kemampuan peserta didik.

PKS Piyungan Taubat

“Jangan sampai kurikulum menetapkan materi untuk tingkat SMP diberikan kepada tingkat SD; materi SMA diajarkan kepada siswa SMP,” tambahnya.

Perhatian terhadap bobot materi pelajaran, menjadi acuan utama dalam memperbaiki kurikulum pendidikan di Indonesia. Karena, sebuah kurikulum akan gagal ketika bobot materi yang tertuang dalam kurikulum tidak sebanding dengan kemampuan para siswa, imbuh Farida.

PKS Piyungan Taubat

Farida menyatakan, kurikulum bahkan sudah gagal di tengah jalan saat para siswa tertekan karena beban materi di luar kemampuan mereka. Dampaknya, mereka enggan masuk ke dalam kelas yang selanjutnya berpengaruh pada suasana dan keseriusan belajar.

Masalah bobot materi bahan ajar, laik menjadi perhatian dalam merumuskan kurikulum. Selain menekan para siswa, penerapan kurikulum dengan menuangkan bobot materi di luar kesanggupan siswa, akan menyulitkan para guru, tandas Farida.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Santri, News PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Januari 2018

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Meski sebetulnya hari lahir Gus Dur jatuh pada tanggal 7 September atau pada hari keempat bulan kedelapan tarikh Hijriah (4 Sya’ban), namun masyarakat Indonesia tetap merayakan Harlah Gus Dur tanggal 4 Agustus. Sebab, sebagaimana yang tertulis dalam buku The Authorized Biography of Abdurrahman Wahid karangan Greg Barton, Gus Dur beserta keluarga dan teman-temannya pun merayakan ulang tahun Gus Dur pada 4 Agustus.

Pada 4 Agustus 2017, warganet membuat tagar #HarlahGusDur untuk merayakannya, dan hingga selama beberapa jam jadi trending topic di jagat Twitter Indonesia. Perayaan Harlah ke-77 Gus Dur, Jumat (4/08) malam, di Rumah Pergerakan Griya Gus Dur, Menteng, Jakarta Pusat berjalan dengan meriah sekaligus khidmat, dengan diisi pembacaan Tahlil, pentas musik, musikalisasi puisi, dan cerita tentang Gus Dur oleh Wahid M. Maryanto, teman dekat Gus Dur.

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Misteri di Balik Kegemaran Gus Dur Menggerak-gerakkan Telunjuknya

Wahid M. Maryanto atau yang akrab dipanggil Pak Acun mengisahkan, ada satu kebiasaan yang bahkan menjadi ciri khas Gus Dur, yakni menggerak-gerakkan telunjuk. Baik sedang diam maupun ketika ngobrol, kata Pak Acun, Gus Dur selalu menggerak-gerakkan telunjuknya.

PKS Piyungan Taubat

“Saya pernah punya niat, bagaimana ketika Gus Dur menggerak-gerakkan telunjuknya, terus saya pegang,” seloroh Pak Acun, yang kemudian disambut tawa hadirin. Pak Acun adalah salah satu orang yang sering menemani aktivitas Gus Dur di berbagai tempat, termasuk saat Presiden RI ke-4 itu mengisi program rutin Radio 68H di Jakarta Timur.

PKS Piyungan Taubat

Pak Acun mengungkapkan bahwa gerak telunjuk Gus Dur adalah dzikir. Gerak telunjuk Gus Dur itu, kata Pak Acun, menuliskan atau melukiskan lafal basmalah.

“Beliau sedang menuliskan huruf-huruf dalam bacaan bismillahirrahminirrahim. Hal itu juga sebagai klarifikasi atas tuduhan kepada Gus Dur yang dibilang jarang shalat. Mana mungkin Gus Dur jarang shalat sedangkan di setiap saat beliau selalu berdzikir dengan menggerak-gerakkan telunjuknya? Klarifikasi atas tuduhan-tuduhan kepada Gus Dur, dulu sering disampaikan di Radio 68 dalam sesi Kongkow bareng Gus Dur,” tutur Pak Acun.

Malam itu, Pak Acun menceritakan banyak hal tentang Gus Dur, antara lain sosok Gus Dur sebagai presiden yang kere, yang dompetnya kosong, dan sabar akan kemiskinan, tentu di luar guyonan-guyonannya.

Acara perayaan Harlah Gus Dur ke-77 itu disambut oleh putri bungsu Gus Dur, Inayah Wulandari dan dipungkasi dengan iringan lagu-lagu kebangsaan oleh musisi-musisi jalanan. (Wahyu Noerhadi/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat News, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim

Surabaya, PKS Piyungan Taubat

Wakil Presiden Jusuf Kalla dipastikan akan meresmikan gedung baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, di Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya pada 1 September mendatang.



Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim

Hal tersebut dikatakan Sekretaris PWNU Jatim Masyhudi Muchtar usai rapat khusus gabungan Syuriah dengan Tanfidziyah PWNU Jatim di Surabaya, Rabu (15/8) kemarin. Rapat tersebut juga membahas persiapan Konferwil NU Jatim di Pondok Pesantren Zainul Hasan, Probolinggo, 2-4 Nopember mendatang.

“Karena saat ini warga NU yang menempati posisi paling tinggi di pemerintahan kan Pak Jusuf Kalla. Tapi, ini tidak ada kaitannya dengan (Pemilu) 2009, jauh dari itu,” ujar Masyhudi.

PKS Piyungan Taubat

Kantor PWNU Jatim dengan 3 lantai itu ditempati seluruh lembaga, badan otonom, unit-unit usaha, ruang pertemuan, musala, perpustakaan, ruang rapat dan ruang pertemuan besar. Letaknya hanya dipisah jalan dengan Masjid Al-Akbar Surabaya.

PKS Piyungan Taubat

PWNU, menurut Masyhudi, akan menyambut maksimal prosesi peresmian yang akan ditandai dengan penandatanganan prasasti tersebut. Selain mengundang seluruh Pengurus Cabang NU se-Jatim, PWNU juga akan mengundang para bupati/walikota dan seluruh jajaran Pem Provinsi Jatim serta para tokoh partai politik.

“Soal acara tambahan, belum dipastikan bentuknya, yang jelas sayang kalau momen penting itu dilewatkan begitu saja. Tentunya nanti akan ada acara yang bisa semakin merekatkan hubungan sesama warga NU yang ada di mana-mana,” imbuh alumnus Ponpes Tebuireng itu.

Ia menambahkan, usai meresmikan kantor baru tersebut, Wapres Kalla bersama pimpinan PWNU Jatim akan menuju Pesantren Tebuireng, Jombang. (sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tegal, Syariah, News PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Jadwal perhelatan Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, masih lebih dari lima bulan lagi. Namun sejumlah nama sudah menyatakan siap maju dalam bursa pencalonan ketua umum pada forum tertinggi di NU tersebut.

Katib Syuriah PWNU DKI Jakarta KH Zuhri Yaqub mengaku memiliki harapan untuk kemajuan Nahdlatul Ulama, baik di sektor ekonomi maupun penguatan kaderisasi umat. Ketika ditanya kesiapannya maju atau tidak pada Muktamar NU pada Agustus mendatang, sembari tersenyum ia menjawab, "Iya, saya mau maju, akan tetapi saya lebih mementingkan pengabdian saya kepada NU dan umat."

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Betawi Ini Siap Maju di Muktamar Ke-33 NU

Menurut kiai kelahiran Tanah Betawi ini, yang terpenting saat ini adalah mengabdi kepada NU sebagaimana yang telah diperjuangkan para pendiri dan pejuang NU, juga memikirkan bagaimana agar warga NU bias lebih sejahtera.

PKS Piyungan Taubat

"Mengabdi untuk NU itu lebih penting bagi saya ketimbang maju pada Muktamar 2015. Untuk mengabdi, kita sudah diberikan contoh oleh pendiri dan pejuang NU, sekarang harus lebih memikirkan bagaimana warga NU lebih sejahtera," jelas Zuhri, di kediamannya di Jalan Duri Kosambi, Jakarta Barat, Selasa (17/2).

PKS Piyungan Taubat

Selain Zuhri, nama lain sudah lebih dahulu menyampaikan ke media terkait kesediaannya maju di Muktamar ke-33 NU, di antaranya Ketum PBNU KH Said Aqil Siroj dan pengasuh Pesantren Tebuireng KH Salahuddin Wahid (Gus Sholah).

Muktamar ke-33 NU yang bakal digelar di Jombang, 1-5 Agustus 2015, ini akan menjadi sejarah baru perhalatan akbar tersebut terselenggara di kabupaten kelahiran para pendiri NU. Dalam forum itu, para muktamirin diwacanakan akan menerapkan sistem Ahlul Halli wal Aqdi atau semacam tim formatur dalam proses penetapan pemimpin. (Junaidi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul, News PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock