Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tegal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 Februari 2018

Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme

Jember, PKS Piyungan Taubat. Hj Erma Fatmawati mendorong Fatayat NU Jember untuk terus melakukan penguatan paham Aswaja NU di masyarakat. Dengan cinta tanah air, kader Fatayat NU Jember memperkecil pintu masuk paham-paham radikal dan kejahatan korupsi.

Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme

“Sejak zaman Belanda, NU telah menunjukkan sikap nasionalismenya yang tinggi, dan sampai kapanpun harus tetap dipertahankan,” kata Hj Erma di hadapan 45 peserta Latihan Kader Dasar Fatayat NU di aula PCNU Jember, Sabtu (20/9).

Ia juga mengajak anggota Fatayat NU untuk menjadi pioner dalam menjaga nasionalisme dengan memperluas wawasan kebangsaan dan menghayati nilai-nilai Islam.

PKS Piyungan Taubat

Di dalam Islam sudah jelas, mencintai  tanah air adalah sebagian dari iman. "Fatayat adalah bagian dari NU. Mari bekerja dengan benar, laporkan kejahatan korupsi, itu sudah termasuk menjaga nasionalisme," ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Ketua Fatayat NU Jember Rahmah Saidah menegaskan pentingnya kader NU untuk  memperluas wawasan, terutama terkait dengan NU dan kebangsaan.

"Yang juga penting kita sikapi adalah pasar bebas Asia tahun depan. Kita berharap anggota muslimat juga tahu dan paham soal itu," ujar Rahmah. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tegal, Santri PKS Piyungan Taubat

Minggu, 11 Februari 2018

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Diakui atau tidak, pondok pesantren telah sejak lama mengajarkan serta membudayakan minat baca dan belajar. Tak hanya itu. Tradisi menulis pun seakan telah menjadi tradisi di lembaga pendidikan tradisional khas Indonesia itu.

Tak berlebihan jika Wakil Presiden Jusuf Kalla menyarankan agar sistem pendidikan dan tradisi membaca serta menulis di pesantren patut dijadikan contoh. Karena, menurutnya, seminar-seminar bertema pengembangan minat membaca kerap diadakan, namun belum banyak menghasilkan minat belajar bagi para siswa.

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres: Tumbuhkan Minat Baca, ke Pesantren Saja

"Kalau mau belajar soal bagaimana mengharuskan membaca, nggak perlu ke luar negeri, pergi saja ke pesantren," ujar Wapres Kalla saat membuka Seminar Nasional bertajuk “Sosialisasi Pengembangan Budaya Minat Baca dan Pembinaan Perpustakaan Nasional” di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (12/7).

Di pesantren, tutur Wapres Kalla, para santri, tiap hari wajib membaca kitab-kitab kuning dengan penuh khusyuk, tentang materi-materi keagamaan ataupun sastra. Hal itulah yang merupakan dasar bagi pengembangan minat baca di pesantren.

"Bahkan sambil terkantuk-kantuk, santri tetap baca. Mereka nurut (patuh) pada ustad, ustad nurut pada kiai, kiai nurut pada kiai khos-nya. Pak Mendiknas (Menteri Pendidikan Nasional, red) harus jadi kiai khos-nya," ujar Wapres Kalla disambut tawa peserta seminar, termasuk Mendiknas Bambang Sudibyo.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengungkapkan, sebaiknya Mendiknas membuat aturan mengenai keharusan untuk membaca. Para siswa diwajibkan untuk membaca dan mengetahui pelajaran-pelajaran yang harus dia ketahui dari buku, bukan sekadar menumbuhkan minat membaca.

"Kalau minat saja, kalau anaknya tidak mau, bagaimana. Yang penting itu harus membaca, karena dari keharusan akan menjadi kebiasaan," tandasnya.

Karena itu, Wapres berharap, seminar yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional itu tidak hanya membicarakan pentingnya membaca, tapi bagaimana membuat aturan soal keharusan membaca. (rif/dtc)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Tegal PKS Piyungan Taubat

Kamis, 18 Januari 2018

Anggota Formatur Pembentukan Pengurus NU Pertama

Banyuwangi sebagai salah satu basis masyarakat santri di Tapal Kuda (pesisir timur pulau Jawa) menyimpan berbagai kisah heroik yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas. Dan sebagai daerah yang cukup jauh dari pusat kekuasaan, Banyuwangi menyimpan kharismanya sendiri. Banyuwangi merupakan salah satu daerah yang terkenal dengan kesaktian para kyainya. Salah satu di antara kyai-kyai sakti tersebut adalah KH Saleh Lateng, salah seorang pendekar sakti keturunan raja-raja Palembang Sumatera.

Sejarah Keluarga. Pada kisaran perempat perteama abad ke-19, Kerajaan Palembang Darussalam telah kehilangan kendali atas wilayahnya sendiri. Sultan Najamuddin dibuang oleh Belanda ke Banda Aceh dan pemerintahan palembang dikendalikan oleh seorang Residen Belanda. Banyak para bangsawan menyingkir keluar daerah, salah satunya adalah Kiagus Abdurrakhman, kakek Kyai Saleh Lateng. Kiagus Abdurrakhman ini kemudian menetap di Sumenep dan menikah dengan seorang perempuan setempat bernama Najihah. Pernikahan ini dikaruniai tiga orang anak. Namun hanya seorang yang kemudian meneruskan silsilah keturuanan, yakni Kiagus Abdul Hadi –ayahanda Kyai Saleh, yang kemudian pindah dan menetap di Banyuwangi.

Anggota Formatur Pembentukan Pengurus NU Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Anggota Formatur Pembentukan Pengurus NU Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Anggota Formatur Pembentukan Pengurus NU Pertama

Terlahir di Kampung Mandar Kota Banyuwangi pada hari Ahad, 6 Ramadhan 1278 H. bertepatan dengan 07 Maret 1862 M. dengan nama Kiagus Muhammad Saleh. Ibunya berasal dari Panderejo Banyuwangi bernama Aisyah. Nama Kyai Saleh ini yang terkenal selama hidup hingga sepeninggalnya. Meski setelah berhaji, namanya berganti menjadi H Muhammad Syamsuddin, namun dalam keseharian Beliau selalu menuliskan namanya dengan Saleh saja. Dengan demikian ia tetap dikenal oleh masyarakat sebagai Kyai Saleh saja.

PKS Piyungan Taubat

Banyuwangi pada masa kecil Kiagus Muhammad Saleh berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, baik dari sisi material maupun secara spiritual. Rakyat miskin akibat penjajahan dan suasana pertengkaran antar kelompok masyarakat menjadikan suasana semakin menakutkan. Gank-gank yang terbukti tidak berdaya melawan kekuatan asing, saling terlibat permusuhan dan pertikaian untuk menaikkan gengsi pribadi dan golongan. Belum lagi hasutan politik adu domba Belanda yang menjadikan kondisi ini terus berlarut-larut.

Kendati terlahir di tengah kemerosotan moral masyarakat, namun masa kecil Kiagus Muhammad Saleh dilalui dengan cara-cara sangat islami. Sedari kecil Muhammad Saleh belajar mengaji kepada ibu dan bapaknya, serta lingkungan keluarganya. Pada usia remaja Saleh mulai belajar mengaji ke luar daerah. Pada usia 15 tahun, Saleh mondok di Kyai Mas Ahmad, Kebon Dalem, Surabaya. Tak lama kemudian, ia meneruskan pelajarannya ke Bangkalan Madura, kepada Kyai Kholil. Di Bangkalan ini, Saleh menjadi khodim (pelayan) Kyai Kholil. Termasuk bersedia menemani anak Kyai kholil, Hasan mencari uang, untuk keperluan berangkat Haji.

PKS Piyungan Taubat

Selama di bangkalan ini pula Saleh belajar berbagai ilmu, termasuk ilmu-ilmu kesaktian yang kelak akan digunakan secara langsung untuk memperbaiki masyarakatnya. Selain di Bangkalan, Saleh juga meneruskan pencarian ilmunya hingga ke Bali, yakni kepada Tuan Guru Muhammad Said Jembrana, Bali.?

Selepas menuntut ilmu di Bali, Saleh bertekad meneruskan pelajarannya ke Tanah Suci. Saleh menghabiskan masa belajarnya di Mekkah selama enam tahun sebelum diminta pulang oleh gurunya, Kyai Kholil Bangkalan. Kala itu, selain belajar, Saleh juga telah mengembangkan ilmunya kepada para pelajar lainnya di sana. Saleh telah membuka pengajian di Mekkah dengan menggunakan empat bahasa. Namun Saleh meminta waktu satu tahun lagi untuk Belajar di sana. Permintaan ini pun diijinkan oleh gurunya tersebut.

Setahun kemudian, kira-kira tahun 1900 M. sekitar umur 38 tahun, Kiagus Saleh kembali ke kampung halamannya di Banyuwangi. Kiagus Saleh kemudian menetap di kampung Lateng Banyuwangi, dan selanjutnya terkenal sebagai Kyai Saleh Lateng. Kyai Saleh secara resmi mendapatkan ijin mengajar di langgarnya di Lateng dari Bupati Banyuwangi, Koesoemonegoro pada 4 Maret 1909 M. Dari sinilah Beliau mulai mengabdikan dirinya untuk perbaikan kualitas masyarakat Banyuwangi. Sedikit-demi sedikit, wilayah dakwahnya semakin meluas hingga ke seluruh penjuru Banyuwangi.

Dalam pengajaran kepada murid-muridnya, Kyai Saleh Lateng sangat menjunjung sikap tegas terhadap penjajahan. Ia sering berpesan kepada santri-santrinya untuk berusaha keras menjadi orang pintar agar tidak terus dijajah oleh bangsa lain. Selain mengajarkan ilmu-ilmu agama, Kyai Saleh juga mengajarkan kesaktian-kesaktian yang dipelajarinya sejak mondok di Bangkalan. Dengan demikian, murid-murid Kyai Saleh bukan hanya terdiri dari kaum santri yang taat beribadah. Melainkan juga para jagoan dan bromocorah-bromocorah setempat yang ingin menambah kesaktian. Sehingga banyak sekali algojo dan tanjak seblang di seluruh wilayah Banyuwangi yang menjadi santrinya.

Dari sinilah kemudian Kyai Saleh lateng muncul sebagai tokoh pemersatu masyarakat Blambangan. Kelompok-kelompok yang tadinya bertikai, mulai disatukan dengan alasan sesama murid dari lateng dilarang saling bermusuhan. Lambat laun para jagoan lokal dan para penyamun jalanan mulai menghentikan operasinya, karena mematuhi perintah Kyai Saleh Lateng. Semboyan “satu guru jangan saling mengganggu” rupanya mampu meredam perpecahan di antara masyarakat Banyuwangi kala itu. Sebagai sesama murid Kyai Saleh Lateng, mereka mulai menghentikan pertikaian dan permusuhan.

Kepada masyarakatnya, Kyai Saleh sangat mengayomi dan membuka konsultasi seluas-luasnya. Mengedepankan saling silaturrahim dan mendamaikan mereka yang sedang terlibat pertengkaran. Dengan demikian berangsur-angsur terbangunlah persatuan dan kesatuan Banyuwangi.

Kehidupan Keorganisasian. Sebagai salah satu tokoh kunci persatuan masyarakat Banyuwangi, Kyai Saleh memegang peranan cukup penting dalam membidani kelahiran Nahdlatul Ulama (NU), terutama di Wilayah Blambangan. Demi menyambung perjuangan keagamaan dan perjuangan kemerdekaan pada taraf yang lebih luas, Kyai Saleh bergabung dengan para ulama dari daerah lain. Baik melalui jaringan pertemanan sewaktu masih menjadi santri di Surabaya dan Madura maupun jalinan persaudaraan dengan teman-temannya selama menuntut Ilmu di Tanah Suci.

Dalam berorganisasi, Kyai Saleh Lateng bergabung dengan Sarekat Islam. Pada tahun 1913 Beliau memimpin Rapat Umum Sarekat Islam yang diadakan di Kawedanan Glenmere Banyuwangi. Selanjutnya, pada 16 Rajab 1344 H. bertepatan dengan 31 Januari 1926 M. bersama dengan tokoh-tokoh ulama Nusantara lainnya, Kyai Saleh Lateng juga merupakan salah seorang yang naik di atas panggung (podium) untuk turut memberikan kontribusi dan dukungan pada pertemuan Komite Hijaz.

Pada hari yang kemudian dikenal sebagai hari kelahiran Nahdlatul Ulama ini, Kyai Saleh Lateng ditunjuk oleh KH Hasyim Asy’ari dan KH Wahab Hasbullah untuk menjadi anggota Muassis-Mukhtasar (formatur) pembentukan pengurus Nahdlatul Ulama yang pertama.?

Sikap Anti Penjajahan. Dalam mendidik para santri dan masyarakatnya untuk menentang penjajahan, Kyai Saleh Lateng bersikap keras. Beliau memilih sikap konfrontatif hingga melarang anak-anaknya belajar di sekolah-sekolah yang didirikan oleh pemerintah penjajahan. Kyai Saleh melarang keluarga dan para santrinya untuk memakai celana, melepas Kopyah dan mengikuti kebiasaan-kebiasaan Belanda. Kyai Saleh juga mengutus beberapa anaknya ke medan perang gerilya dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Selama masa-masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan, Kyai Saleh aktif mengikuti perkembangan perjuangan rakyat Indonesia melalui siaran Radio Republik Indonesia (RRI) dan surat kabar. Hal ini dilakukan untuk mengecek keberadaan santri-santrinya yang sedang dikirim ke garis depan pertempuran dan medan gerilya. Kyai Saleh menyokong perjuangan bersenjata melalui dukungan dana dan doa kepada santri-santrinya yang akan dikirim ke medan laga.

Karena tindakan-tindakannya membantu perjuangan kemerdekaan, Kyai Saleh juga sempat menghadapi kejaran Belanda dan harus menghindar keluar dari Lateng ke Pakistaji. Di sinilah, Beliau bertemu dengan salah seorang anggota pasukan yang pernah dipimpinnya. Anggota pasukan ini juga sedang di kejar-kejar oleh intel Belanda. Kyai Saleh pun kemudian menolongnya. Anggota inilah yang kemudian menceritakan bahwa sebenarnya, Kyai Saleh Lateng terlibat secara langsung di garis depan ketika memimpin sepasukan laskar rakyat dalam penyerbuan terbuka (saat berkumandangnya Resolusi Jihad) ke Surabaya.

Kyai Saleh lateng juga termasuk orang yang sangat tegas dalam menolak kompromi dengan pemerintah penjajah. Pernah pada masa-masa akhir penjajahan Belanda di Indonesia, Kyai Saleh ditawari oleh bantuan oleh Belanda untuk pembangunan pesantrennya. Bahkan konon, Van Der Plass sendiri yang datang menemui Beliau. Namun bantuan ini ditolak mentah-mentah oleh Kyai Saleh.?

Kyai Shaleh juga memiliki andil dalam pembentukan awal awal kementrian Republik Indonesia. Menurut cerita, suatu ketika, Menteri Agama Republik Indonesia pertama KHA Wahid Hasyim mencari kitab yang akan digunakan sebagai pedoman pembentukan organ kementrian. Konon menteri agama mencarinya ke seluruh pondok pesantren kenalannya, namun belum juga menemukannya.

Maka KHA Wahid Hasyim kemudian mengutus seorang kurir untuk menanyakannya kepada Kyai Saleh Lateng yang pada waktu itu masih berada di tempat persembunyian di Pakisaji Kabat. Kurir tersebut meminta dengan membeli atau mengganti harga atas kitab tersebut. Maka Kyai Saleh Lateng pun kemudian memberikan kitab bernama Mu’jamul Buldan tersebut dengan bersedia menerima separo harga dari harga semestinya. Kitab ini merupakan salah satu sumbangan Kyai Saleh Lateng dalam pembangunan organ Departemen Agama Republik Indonesia.?

Kehidupan Bermasyarakat. Sebagai seorang ulama yang telah dididik dalam norma-norma agama yang kuat, baik di lingkungan keluarga maupun di pesantren, Kyai Saleh selalu mengamalkan prinsip-prinsip pergaulan islami dalam bermasyarakat. Beliau memiliki sikap yang tegas dan berani dalam menyatakan kebenaran dan keadilan. Bahkan meski sering hal tersebut dianggap merugikan.

Sifat budi baik lainnya adalah, Kyai Saleh tidak memilih-milih dalam pergaulan kemasyarakatan. Beliau banyak memiliki santri dari berbagai kalangan, baik dari masyarakat santri yang taat maupun dari kelompok keluarga para bromocorah. Termasuk pula, Kyai Saleh tidak membeda-bedakan tingkat ekonomi para muridnya. Kyai Saleh tidak membedakan antara santri anak orang kaya, pejabat dan rakyat miskin kebanyakan.

Sebagaimana umumnya para ulama, Kyai Saleh sangat gemar membaca al-Qur’an ketika sedang sendirian dan sedang tidak mengajar santri. Kyai Saleh juga senantiasa mentradisikan pengadaan peringatan-peringatan hari besar Islam. Termasuk peringatan Haul gurunya, Kyai Kholil Bangkalan.



Kebiasaan-kebiasaan amar ma’ruf nahi mungkar dan disertai dengan keteladanan dalam mentradisikan kebajikan serta tolong-menolong antar sesama senantiasa melekat dalam diri Beliau, hingga akhir hayatnya.

Kyai Saleh Lateng berpulang ke Rahmatullah pada malam Rabu, tanggal 29 Dzulqo’dah 1371 H. bertepatan dengan 20 Agusrus 1952 dalam usia 93 tahun. Atas Izin bupati Banyuwangi, Usman, maka jenazahnya disemayamkan pada jarak kurang lebih sepuluh meter di sebelah selatan langgar, tempat Beliau biasa memberikan pengajian kepada santri-santrinya.

Dan untuk mengenang jasa-jasa beliau, maka pada tahun 1956 DPRD Kabupaten Banyuwangi menyepakati adanya seruas jalan dengan nama Jalan Kyai Saleh Lateng. Meski jasad Kyai Saleh Lateng telah tertimbun di tanah, namun jasa-jasanya senantiasa dikenang oleh seluruh masyarakat, dan perjuangannya akan senantiasa dilanjutkan oleh santri-santri penerusnya. Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa-dosanya dan melimpahkan rahmat untuk kemuliaan ruhnya. Amin Wallahu Alam bisshowab. (Disadur dari buku Biografi Kyai Saleh, karya H. Abd, Manan Syah). Syaifullah AminDari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tegal PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim

Surabaya, PKS Piyungan Taubat

Wakil Presiden Jusuf Kalla dipastikan akan meresmikan gedung baru Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, di Jalan Masjid Al-Akbar Timur 9 Surabaya pada 1 September mendatang.



Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Resmikan Kantor PWNU Jatim

Hal tersebut dikatakan Sekretaris PWNU Jatim Masyhudi Muchtar usai rapat khusus gabungan Syuriah dengan Tanfidziyah PWNU Jatim di Surabaya, Rabu (15/8) kemarin. Rapat tersebut juga membahas persiapan Konferwil NU Jatim di Pondok Pesantren Zainul Hasan, Probolinggo, 2-4 Nopember mendatang.

“Karena saat ini warga NU yang menempati posisi paling tinggi di pemerintahan kan Pak Jusuf Kalla. Tapi, ini tidak ada kaitannya dengan (Pemilu) 2009, jauh dari itu,” ujar Masyhudi.

PKS Piyungan Taubat

Kantor PWNU Jatim dengan 3 lantai itu ditempati seluruh lembaga, badan otonom, unit-unit usaha, ruang pertemuan, musala, perpustakaan, ruang rapat dan ruang pertemuan besar. Letaknya hanya dipisah jalan dengan Masjid Al-Akbar Surabaya.

PKS Piyungan Taubat

PWNU, menurut Masyhudi, akan menyambut maksimal prosesi peresmian yang akan ditandai dengan penandatanganan prasasti tersebut. Selain mengundang seluruh Pengurus Cabang NU se-Jatim, PWNU juga akan mengundang para bupati/walikota dan seluruh jajaran Pem Provinsi Jatim serta para tokoh partai politik.

“Soal acara tambahan, belum dipastikan bentuknya, yang jelas sayang kalau momen penting itu dilewatkan begitu saja. Tentunya nanti akan ada acara yang bisa semakin merekatkan hubungan sesama warga NU yang ada di mana-mana,” imbuh alumnus Ponpes Tebuireng itu.

Ia menambahkan, usai meresmikan kantor baru tersebut, Wapres Kalla bersama pimpinan PWNU Jatim akan menuju Pesantren Tebuireng, Jombang. (sbh)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tegal, Syariah, News PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

16 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri Selama 2017

Jerusalem, PKS Piyungan Taubat. Enam belas dari 55 tentara Israel yang meninggal tahun 2017 melakukan bunuh diri. Data ini terungkap dari laporan Channel 12 berdasarkan statistik tentara, Selasa (2/1), seperti dikutip kantor berita Anadolu.

16 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri Selama 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
16 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri Selama 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

16 Tentara Israel Tewas Bunuh Diri Selama 2017

Dua belas lainnya meninggal dalam kecelakaan mobil, sembilan oleh tembakan persahabatan, sementara yang lainnya meninggal karena penyakit, serangan oleh militan Palestina dan kecelakaan di pangkalan sendiri.

Pada tahun 2016, 41 tentara tewas, termasuk 15 orang yang bunuh diri. Tentara mengklaim bunuh diri menurun 50 persen dibandingkan dengan awal tahun 2000an.

Namun, jumlah keseluruhan kerugian meningkat lebih dari 30 persen karena 41 tentara tewas pada 2016. Pada 2015, 36 tentara tewas.

PKS Piyungan Taubat

Channel 12 dan Anadolu tidak merincin alasan para tentara ini bunuh diri, apakah karena faktor psikologis, untuk tujuan militer, atau lainnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Tegal PKS Piyungan Taubat

Senin, 01 Januari 2018

STAINU Jakarta Bantu Koordinasi Terbentuknya PCINU Thailand Selatan

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Di sela kunjungan ke STAINU Jakarta, Rabu (29/4) rombongan muslim Thailand Selatan, yakni Pattani, Yala, dan Naratiwat yang dipimpin oleh Dr H Alee Mateh, Lc, MA (Ahli Jawatan Majlis Agama Islam) juga berkunjung ke PBNU dalam rangka silaturrahim dan diskusi tentang perkembangan Islam di Thailand.

STAINU Jakarta Bantu Koordinasi Terbentuknya PCINU Thailand Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)
STAINU Jakarta Bantu Koordinasi Terbentuknya PCINU Thailand Selatan (Sumber Gambar : Nu Online)

STAINU Jakarta Bantu Koordinasi Terbentuknya PCINU Thailand Selatan

Dalam kunjungan ini, STAINU Jakarta juga berupaya membantu dalam mengkoordinasikan tentang rencana membentuk Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Thailand Selatan. Keterangan ini disampaikan dalam rilis yang diterima PKS Piyungan Taubat, Kamis (30/4).

Dalam kesempatan itu, rombongan diterima oleh Sekjend PBNU, Dr H Marshudi Syuhud. Dalam sambutannya, Marsudi menyambut baik kerjasama pendidikan antara lembaga perguruan tinggi NU dengan muslim di Thailand Selatan, salah satunya dengan STAINU Jakarta.?

PKS Piyungan Taubat

“Sesungguhnya tantangan ideologi Islam transnasional yang cenderung radikal serta dalam rangka menebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin adalah tantangan umat Islam di dunia. Tentu kami menyambut baik untuk membentuk PCINU Thailand Selatan,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Hadir dalam penyambutan dan diskusi terbatas tersebut; Sulthon Fathoni, M.Si (wakil Sekjend PBNU/Sekretaris BP3T NU), Andi Najmi, MH (Ketua Lembaga Bantuan Hukum NU), Imam Bukhori, MPd (Puka I), A Nurul Huda, MPd (Puka III), Aris Adi Leksono, MPd (Puka IV) STAINU Jakarta.?

Kegiatan kunjungan ini diakhiri dengan pemutaran film peran NU dalam Khidmah Kebangsaan dan Keumatan di ruang Media Center PBNU Jl Kramat Raya 164 Jakarta Pusat. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tegal PKS Piyungan Taubat

Jumat, 22 Desember 2017

Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan

Banten, PKS Piyungan Taubat. Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menilai halaqah ulama yang kerap digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) punya peran penting dalam mendinginkan situasi politik nasional yang kian dinamis.

"Halaqah ulama menjadi penting untuk ikut mendinginkan situasi politik yang terjadi," ujarnya dihadapan peserta Silaturahim dan Dialog Kebangsaan Ulama, Pengasuh Pondok Pesantren, Syuriah PCNU se-Banten, di Pesantren An-Nawawi, Tanara, Serang, Rabu (8/2).

Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Suhu Politik Memanas, Kapolri: Peran Ulama Mendinginkan

Di era demokrasi yang terbuka ini, kata Kapolri, dapat memberikan dampak positif tetapi juga dampak negatif. Dampak positifnya adalah terjadinya mekanisme check and balance di dalam sistem pemerintahan. Sedangkan dampak negatifnya adalah kebebasan yang begitu terbuka, sehingga menjadi ancaman keamanan Negara.

NU lanjut Kapolri, memiliki wajah tersendiri. NU dalam perjalanannya mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, namun tidak meninggalkan local wisdom (kearifan lokal). NU menurutnya, mampu mengambil peran memberikan pengaruh secara internasional terkait Islam Nusantara, yang oleh pandangan Kapolri sebagai Islam yang ramah, penuh toleransi, damai.

"NU menampilkan wajah Islam yang pengembangannya dengan kata-kata (word) – cara-cara yang santun, bukan dengan pedang (sword)- perang, layaknya perkembangan Islam di kawasan Timur Tengah," tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap ke depan NU semakin solid dengan Polri. Bila perlu, kata Kapolri, dibuatkan MoU (Memorandum of Understanding) antara Polri dan NU agar kerjasamanya semakin strategis.

Dalam tataran operasionalisasi, dirinya telah menginstruksikan kepada seluruh tingkatan di jajaran Polri untuk memperkuat peran NU, termasuk Muhammadiyah. Jadi, tegas Kapolri, kegiatan silaturahmi/halaqah di setiap daerah harus didukung. (Tan Malika/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Nahdlatul, Tegal PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock