Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fragmen. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Lembaga Taklif wan Nasyr PBNU menilai ekonomi Indonesia yang tumbuh dengan baik telah meningkatkan jumlah penduduk kelas menengah dan perubahan masyarakat desa ke perkotaan. Karena itu diperlukan sentuhan dakwah yang tepat dan sesuai segmen mereka, khususnya bagi remaja, siswa, mahasiswa, ataupun karyawan pemula.

LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah (Sumber Gambar : Nu Online)
LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah (Sumber Gambar : Nu Online)

LTN Institute, Upaya Dakwah NU ke Masyarakat Kelas Menengah

Untuk mewujudkan hal tersebut lembaga yang membidangi informasi dan penerbitan NU ini mengadakan LTN Institute, sebuah kursus pelatihan dan keterampilan berbasis IT. Materi kursus tersebut meliputi media sosial, video jurnalistik, e-marketing, dan beberapa materi pelatihan lainnya yang bersertifikat.

Sabtu (11/3), bertempat di gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta telah dibuka pelatihan pertama dengan fokus materi Video Jurnalistik dengan pemateri senior yang merupakan praktisi di bidang video dan pertelevisian. Peserta tampak sangat antusias. Keseriusan mereka terlihat saat memasuki sesi pengambilan objek, pengeditan, dan penampilan hasil.

PKS Piyungan Taubat

"Insya Allah acara ini akan diduplikasi ke LTN tingkat wilayah dan cabang yang akan disinergikan dengan banom terkait secara nasional. Mohon doa restu untuk istiqamah dan keberlanjutannya," kata Hari Usmayadi, Ketua LTN PBNU dalam kesempatan Kick Off LTN Institute tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Pelatihan yang berlangsung seharian penuh ini dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars NU. “Semoga menjadi tonggak awal dakwah NU dengan pola memberikan solusi kepada target dakwah remaja dan pemuda yang sedang aktif sebagai siswa maupun mahasiswa perkuliahan umum di era digital saat ini,” tambah Usmayadi. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen PKS Piyungan Taubat

Rabu, 14 Februari 2018

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sudah menapaki usia yang ke-53 tahun. Seperti manusia, usia PMII ini sudah tidak muda lagi. Usia yang semestinya cukup matang bagi sebuah organisasi dalam melibatkan diri dan merancang bangun perjalanan bangsa Indoensia.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader untuk merefleksikan kembali demi menata fondasi PMII sebagai organisasi kader dan pergerakan yang betul-betul pergerakan.

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

"Pada Harlah PMII ke-53 kali ini harus dijadikan momentum untuk menyemarakkan kembali kagiatan-kegiatan kaderisasi di Jawa Timur,"kata Bendahara Umum PKC PMII Jatim, Rusman Hadi, di Surabaya, Selasa (2/4).

PKS Piyungan Taubat

Sehingga, menurut dia, peringatan Harlah PMII tidak sekadar bersifat rutinitas tahunan belaka. Menyemarakkan kegiatan kaderisasi sangat urgen. Sebab, kader merupakan ujung tombak sekaligus tulang punggung keberlangsungan sebuah organisasi.

PKS Piyungan Taubat

Mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep ini menyadari, di usianya yang ke-53 ini, PMII masih lebih banyak mampu melahirkan kader-kader politisi. Sementara ruang-ruang lain bisa dikatakan masih sangat sedikit yang dijamah.

"Jadi saat inilah momentum untuk melahirkan kader-kader PMII yang siap berkompetisi dalam banyak lini, tidak hanya pada ruang politik semata,"tegasnya.

Bagi dia, pengembangan potensi kader akan menjadi jawaban terhadap kebutuhan organisasi di masa sekarang dan akan datang.

Ia mencontohkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PKC PMII Jatim. "Ini dalam rangka menantang para kader untuk berkarya, meningkatkan kemampuan, agar jati diri mahasiswa sebagai agen intelektual muncul,"tandasnya.

Pada momentum Harlah ke-53 ini, PKC PMII Jawa Timur menggelar LKTIM berhadiah total Rp 16,5 juta plus tropy bagi tiga pemenang dan tiga juara harapan. Hingga H-3 batas akhir penyetoran naskah LKTIM (batas akhir pada tanggal 5 April), baru belasan naskah yang masuk ke panitia.

"Pada hari terakhir, tanggal 5 April nanti insya Allah mencapai lebih 40 naskah peserta yang masuk, ini sudah banyak yang menghubungi, "kata Sekretaris Panitia LKTIM Anang Romli.

Rusman Hadi menambahkan, menggalakkan kegiatan kaderisasi tersebut, juga dalam rangka menguatkan mentalitas dan moralitas kader di tengah krisis moral yang melanda bangsa kita.

"Harapannya, PMII mampu melahirkan kader profesional yang bermoral, kader politik yg bermoral tak seperti para penguasa sekarang yang cenderung korup,"pungkasnya.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, Lomba, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Minggu, 04 Februari 2018

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. 270 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru (Ormaba) di kampus berwarna  hijau muda berada di Jalan Lowanu, 47 Sorosutan, Umbul Harjo, Yogyakarta.

Selepas Dzuhur, Selasa (19/9), aula UNU menjadi riuh dengan semangat peserta Ormaba menyanyikan mars Syubanul Wathon, Kader Penggerak NU hingga Sholawat dengan riang.

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta

"Shalatullah Salamullah Alla Toha Rasullilah. Shalattullah Sallamullah Alla Yasin Habibillah. Wetan kali, kulon kali. Tengah - tengah tanduran pari. Saiki ngaji, sesuk yo ngaji. Ayo manut poro kiai.  (Timur sungai, barat sungai. Di tengah-tengah tanaman padi. Sekarang ngaji besok ngaji, ayo ikut para kiai," seru peserta Ormaba itu kompak.

Mewakili Rektor UNU Yogyakarta Prof Purwo Santoso, Wakil Rektor II Fahmi Akbar Idries menerangkan, UNU Yogyakarta hadir sebagai lembaga keilmuan untuk mendukung terwujudnya tatanan masyarakat berkeadilan dan demokratis atas dasar Islam.

"UNU ialah universitas dengan nilai-nilai kepesantrenan. Lulusan UNU Insya Allah memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris hingga kewirausahaan," kata Fahmi.

Menurut dia pula, UNU Yogyakarta telah memiliki sejumlah fakultas dengan beberapa program studi (prodi). Fakultas Teknologi dengan prodi  Informasi, Teknik Informatika, Komputer dan Elektro.

PKS Piyungan Taubat

Lantas Fakultas Industri Halal, Prodi Agrobisnis, Tehknologi Hasil Pertanian dan Farmasi. Selanjutnya Fakultas Dirasah Islamiyyah dengan Prodi Dirasah Islamiyyah. Serta Fakultas Ilmu Pendidikan dengan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Pendidikan Bahasa Inggris. 

Kemudian Fakultas Ilmu ekonomi memiliki Prodi Akuntansi dan Manajemen. "Ini cukup menggembirakan, angkatan pertama UNU diminati hampir tiga ratus mahasiswa baru," kata Fahmi. 

PKS Piyungan Taubat

Ormaba UNU Yogyakarta mengambil tema Sociopreneurship, Untuk Kemandirian Bangsa, digelar mulai 18 September 2017 dan akan berakhir 20 September 2017. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Bagi mayoritas kalangan muda NU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang paling inspiratif sekaligus memberikan energi yang luar biasa untuk berproses pada dunia yang mereka pilih di kemudian hari.

Saya termasuk pengagum berat beliau. Kekaguman tersebut diawali oleh perkenalan nama beliau yang seringkali di diskusikan oleh almarhum ayah saya, M. Ichsan, ketika saya baru akan lulus SD.

Sebagai kiai kampung dan aktivis NU tingkat desa di Blora, rumah kami hampir tiap malam selalu kedatangan orang-orang yang berbincang hingga tengah malam. Masih terlalu kecil bagi saya untuk mengikuti pembicaraan mereka. Namun dari obrolan malam ke malam tersebut, selalu ada satu nama yang disebut, Gus Dur. Ritual obrolan para aktivis kampung tersebut berlanjut hingga saya SMA.

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Belakangan, setelah ayah saya meninggal, saya baru sadar bahwa yang mereka bicarakan adalah seputar pergerakan kritik melawan Orde Baru. Saya mengetahuinya dari arsip yang ditinggalkan ayah, di situ ada tulisan-tulisan opini Gus Dur di beberapa media, termasuk Tempo. Sebagian besar dalam bentuk fotocopy.

PKS Piyungan Taubat

Juga ada beberapa coretan tangan, seperti penanda kode diskusi. Arsip tersebut sekaligus menjawab rasa ingin tahu saya di masa kecil perihal ayah saya, M. Ichsan, yang bolak-balik berurusan dengan aparat ABRI, Koramil, Korem, dan Kodim.

PKS Piyungan Taubat

Sebagai PNS rendahan, tentu sangat riskan bagi ayah saya untuk menunjukkan sikap oposan terhadap Orba. Tapi sikap tersebut dipilih secara sadar, karena sebagai ta’dzim kepada pimpinan. Sikap kepatuhan seorang ketua MWC NU terhadap ketua umum PBNU. Bukan saja dipilih secara sadar, bahkan melibatkan kiai-kiai langgar dan pemuda desa untuk mendukung pilihan yang diambil oleh pimpinan besar—oposan atas Orba!

Risikonya, ayah tak kunjung naik pangkat, hampir dipecat, rumah dilempar molotov, hingga suatu ketika kami sekeluarga pergi ke luar kota, lalu sepulangnya kami mendapati rumah kami sudah berganti cat berwarna kuning.

Perkenalan saya dengan sosok Gus Dur berlanjut secara intensif ketika saya kuliah di Jogja, melalui tulisan-tulisan beliau tentunya. Ada satu konsistensi yang tidak pernah pudar dari sosok KH Aburahman Wahid tersebut. Yakni, pembelaannya terhadap hak-hak kaum minoritas dan lemah secara politik. Perlawanan terhadap hegemoni Orde baru beliau lakukan ketika tidak banyak orang berani memulainya.

Saat itu, jangan pernah berharap bisa memiliki karir yang bagus di birokrasi atau swasta bila mengaku sebagai orang NU. Ini salah satu dampak opisisi Gus Dur terhadap Soeharto di saat belum ada tokoh publik sentral berani melakukannya.

Sikap oposan Gus Dur tersebut menghalangi peluang anak muda NU untuk meniti profesi di pemerintahan. Tetapi, perlu dicatat, langkah tersebut menjadi pemantik reproduksi kader yang paling massif dalam sejarah perjalanan NU, bahkan mungkin belum ada satu pun ormas yang mengalaminya.

Mulai saat itu, anak-anak muda NU aktif di dunia pergerakan. Bahkan dunia LSM saat itu penuh riuh dengan anak-anak muda NU. Tentu ini pergerakan sosial besar yang tidak bisa dilepaskan dari sosok Gus Dur.

Sosok Gus Dur seperti hadir dalam setiap perjalanan hidup saya, dari masa kecil, hidup di dunia pergerakan kampus, hingga suatu ketika saya akhirnya benar-benar bertemu langsung dengan beliau.

Saat itu tahun 2004, untuk keperluan melamar beasiswa S2 saya menyengajakan diri sowan Gus Dur ke PBNU. Saya minta restu, tapi beliau malah mentertawakan saya. “Kalau minta restu, kamu salah alamat. Lebih baik datang ke kiai-kiai kampung yang lebih sholeh. Kalau datang ke saya itu untuk minta rekomendasi saja,” kata Gus Dur.

Tentu saja ini sangat mengejutkan saya. Sebagai orang biasa dan bukan darah biru pesantren atau grade pertama NU, tentu saya tidak akan berani untuk minta rekomendasi tertulis dari Gus Dur. Tapi beliau malah menawarkan diri. Tidak itu saja, beliau juga langsung menelpon Pak Mahfud MD dan Pak Alw Shihab untuk menerima saya dan memberikan rekomendasi tertulis.

Luar biasa! Saya mendapatkan rekomendasi tertulis dari ketiga tokoh tersebut.

Ketika akhirnya saya bekerja di International Labour Organization (ILO), hingga sekarang, saya baru merasakan kehadiran Gus Dur di ‘dunia lain’, dunia yang selama ini tidak terlalu tampak di muka publik seperti pembelaan terhadap keyakinan minoritas. Gus Dur ternyata memiliki rekam jejak yang luar biasa terkait pembelaannya terhadap kelas pekerja/buruh! Pembelaan ini dilakukan Gus Dur secara konsisten jauh hari sebelum beliau menjadi Presiden RI hingga menjelang akhir hayat beliau.

Dalam catatan aktivis buruh Muchtar Pakpahan, misalnya, Abdurrahman Wahid menjadi salah satu tokoh sentral dalam pertemuan nasional aktivis buruh pada tahun 1992. Saat itu karena kebijakan penyeragaman dan kontrol Orde Baru, hanya ada satu organisasi buruh yang dibolehkan oleh pemerintah, yakni SPSI. Menjadi penjamin dan inisiator pertemuan di luar mainstream seperti itu tentu bukan perkara yang mudah bagi Gus Dur.

Menurut kesaksian Muchtar Pakpahan, arena pertemuan buruh tersebut sudah dikepung oleh tentara. Dari pembicaraan Handy Talky (HT) Muchtar mendengar inteljen melapor ke atasan bahwa “di dalam arena selalu ada gajah yang tak pergi-pergi.” Sosok tersebut adalah Gus Dur. Ternyata pertemuan tersebut tidak jadi dibubarkan dan melahirkan organisasi buruh baru, yakni SBSI.

Sejak saat itu Muchtar dan SBSI yang dipimpinnya dicap sebagai organisasi terlarang, diperlakukan seperti Orba memperlakukan PKI. Gus Dur seringkali memberikan perlindungan kepada aktivis-aktivis buruh yang dikejar-kejar aparat Orba saat itu. Bahkan, Muchtar Pakpahan seperti mendapat waktu khusus di PBNU karena setiap saat berdiskusi dan melaporkan perkembangan kepada Gus Dur yang saat itu menjadi Ketua Umum PBNU.

Perhatian Abdurrahman Wahid terhadap kelas pekerja tidak redup ketika ia berhasil menduduki kursi kepresidenan. Pada masa Gus Dur, setiap tahun gaji PNS mengalami kenaikan. Tidak hanya itu saja, Gus Dur juga menaikkan gaji guru hingga 150%. Saat itu guru merupakan PNS yang paling dipandang sebelah mata, karena gajinya paling kecil.

Kebijakan Gus Dur memberikan pijakan atas upaya profesionalisasi guru di masa kemudian. Saat ini bisa kita lihat, guru merupakan profesi yang menjanjikan semenjak ada kebijakan tunjangan profesi melalui sertifikasi guru. Guru yang tersertifikasi bisa bergaji lebih besar meski ia belum berstatus PNS.

Selanjutnya, Gus Dur sebenarnya layak disebut sebagai Bapak Jaminan Sosial Indonesia. Saat itu Indonesia terkenal sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang tanpa jaminan sosial bagi warga negaranya.

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara, Abdurrahman Wahid dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2000 mencetuskan perlunya bagi Indonesia untuk mengembangkan konsep Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Kini setelah 14 tahun berlalu, akhirnya rakyat Indonesia memiliki jaminan nasional dengan diberlakukannya UU BPJS per 1 Januari 2014.

Tentu ini merupakan salah warisan dari Gus Dur yang memberikan pondasi bagi perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Bila dulu hanya orang-orang kaya saja yang memiliki jaminan sosial, sebentar lagi kelas buruh pun mendapatkan jaminan yang sama dari negara.

Gus Dur juga tercatat sebagai Presiden RI yang paling peduli terhadap nasib buruh migran atau lebih dikenal sebagai TKI. Gus Dur selalu menempatkan 1 nyawa warga negara yang terancam di luar negeri sebagai pertaruhan martabat bangsa.

Tahun 1999, ketika seorang TKI asal Bangkalan Madura mendapatkan ancaman hukuman mati di Arab Saudi, Gus Dur selaku Presiden RI turun tangan langsung dengan menulis surat resmi kepada Raja Arab Saudi untuk keringanan hukuman. Bahkan Gus Dur juga menelpon langsung Sang Raja. Akhirnya hukuman mati dibatalkan oleh Raja, diperingan dengan hukuman lainnya.

Pembelaan Gus Dur terhadap TKI tidak berhenti setelah beliau dilengserkan dari kursi kepresidenan. Beliau pernah menampung puluhan TKI yang dideportasi dari Malaysia dan tidak mendapatkan gaji. Bukan saja menampung mereka, Gus Dur bahkan melakukan lobi langsung untuk menyelesaikan gaji TKI yang tidak dibayar.

Pembelaan terhadap TKI dari ancaman hukuman mati juga pernah dilakukan oleh Gus Dur ketika seorang TKI asal Lombok Tengah, Adi bin Asnawi mendapat vonis hukuman gantung dari pengadilan Malaysia. Mendapatkan laporan dari keluarga Adi, Gus Dur langsung bertolak ke Malaysia untuk menemui langsung Perdana Menteri Malaysia saat itu, Abdullah Badawi, guna memperingan hukuman. Akhirnya Adi bisa menghirup udara tanah air pada tanggal 9 Januari 2010, satu minggu setelah Gus Dur wafat. Adi tidak sempat mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Gus Dur. ?

Satu hal lagi yang tidak banyak diketahui oleh publik adalah pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak pekerja rumah tangga (PRT) atau lebih sering disebut sebagai pembantu tersebut. Seorang aktivis kawakan advokasi PRT, Lita Anggraini, pernah menuturkan kepada saya bahwa Gus Dur memberikan dukungan atas perjuangan PRT untuk mendapatkan pengakuan sebagai pekerja. Gus Dur bahkan menyumbang perangkat komputer kepada LSM tersebut ketika harga komputer masih belum terjangkau.

Pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak PRT juga beliau tunjukkan secara langsung dengan datang ke kantor ILO Jakarta pada tahun 2005. Saat itu beliau datang untuk menegaskan betapa sentralnya peran PRT dalam bagi sektor ketenagakerjaan. Ironisnya PRT masih mengalami diskriminasi dan tidak diakui sebagai pekerja. Ini tentu sesuatu yang sangat berarti bagi PRT, di saat banyak aktivis sekaliber aktivis HAM sekalipun yang masih tidak terbuka terhadap pembelaan PRT, Gus Dur melakukan pembelaan secara konsisten.

Akhirul kalam, dari sekelumit jejak rekamnya tersebut, Gus Dur sebenarnya layak menyandang gelar sebagai Bapak Buruh Nasional, bukan saja tokoh pluralisme seperti yang kita kenal. Terima kasih Gus, semoga kami dapat mewarisi sedikit perjuanganmu. Hanya itu yang bisa kita lakukan, bukan?

IRHAM ALI SAIFUDDIN, adalah GUSDURian dan bekerja di ILO

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Meme Islam, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siroj memiliki kegiatan yang sangat padat. Acara yang dihadiri pun bervariasi, mulai dari pelantikan pengurus NU dari tingkat cabang hingga wilayah, pengajian, seminar, sampai acara pernikahan.?

Kegiatan tersebut tempatnya tidak hanya acara di dalam kota, tetapi juga di luar kota, tak jarang di desa, bahkan luar negeri. Oleh karena itu, butuh tubuh yang kuat dan semangat yang tinggi untuk menghadiri acara-acara tersebut.

Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui (Sumber Gambar : Nu Online)
Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui (Sumber Gambar : Nu Online)

Sisi Lain Kiai Said yang Jarang Anda Ketahui

Sekretaris pribadi KH Said Aqil Siroj Muhammad Sofwan menuturkan, Kiai Said memiliki fisik yang luar biasa. “Tubuh Kiai Said kuat. Mobilitasnya tinggi,” kata Sofwan di gedung PBNU, Senin (3/4).?

Dalam satu hari, cerita Sofwan, Kiai Said bisa menghadiri acara di beberapa tempat. Bahkan, sehari ia pernah melakukan lima kali perjalanan pesawat. Saking padat aktivitasnya, lanjut Sofwan, Kiai Said memiliki tiga kamar, yaitu kamar di rumah, di mobil, dan di pesawat. ? ?

“Penerbangan paling padet itu lima kali sehari. (Penerbangan) Surabaya ke Batam, Batam-Medan, ? Medan-Aceh, Aceh-Pidi, dan Aceh-Jakarta. Ini terjadi saat kejadian bencana Pidi (Aceh),” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Sofwan, Kiai Said tidak menganggap simbol-simbol kearaban sebagai simbol kesalehan. Namun demikian, ia sangat hormat dan bahkan tidak segan-segan untuk mencium tangan seorang habib yang notabennya adalah keturunan Arab.

PKS Piyungan Taubat

“Beliau sangat hormat dengan habaib yang berilmu dan berakhlak seperti Habib Luthfi. Beliau juga mencium tangan Habib Luthfi dan bahkan duduk di bawah (sementara Habib Luthfi duduk di kursi),” terangnya.

Sisi lain yang tidak banyak orang tahu tentang Kiai Said, lanjut Sofwan, adalah ia memiliki kekuatan hafalan yang sangat tinggi. Ia bisa hafal meski hanya baru sekali membaca sebuah buku, terutama bidang sejarah.?

“Ingatan beliau sangat luar biasa. Riyadlohnya (latian menghafalnya) ya dari kebiasaan dzikir (yang dilakukan sehari-hari), ” katanya. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat



Dalam hadits yang tertulis pada Kitab Daqoiqul Akhbar Rasulullah menjelaskan bahwa alam kubur memberikan peringatan kepada makhluk di dunia khususnya manusia tentang apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapinya.

Kehidupan seputar alam kubur tersebut dibahas oleh Ketua MWCNU Kecamatan Adiluwih Pringsewu H Basirun Nasir saat menjadi pemateri Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu, Ahad (24/4).

Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur

"Ada lima peringatan yang diberikan oleh alam kubur kepada manusia dan harus dipersiapkan agar dalam alam kubur kita mendapat ketenangan," katanya.

Yang pertama alam kubur mengingatkan bahwa kita manusia akan sendiri selama di dalam kubur. "Yang bisa menemani dan menghibur kesendirian tersebut adalah bacaan Al-Quran yang telah kita baca selama hidup di dunia," jelasnya.?

Selain bacaan Quran yang dilakukan sendiri, bacaan dan doa dari orang yang ditujukan kepada si mayit juga akan dapat menerangi semasa di alam kubur, katanya menambahkan.

PKS Piyungan Taubat

Yang kedua lanjutnya, alam kubur merupakan rumah yang sangat gelap dan yang dapat meneranginya adalah shalat malam. "Shalat malam di sini bukan hanya tahajud saja namun shalat shalat seperti tarawih dan witir juga merupakan shalat malam," terangnya

PKS Piyungan Taubat

Yang ketiga, alam kubur merupakan rumah tanah tanpa alas dan yang dapat menjadi alas para ahli kubur adalah amal shaleh selama di dunia.

Yang keempat, alam kubur merupakan tempat penuh dengan siksa yang diibaratkan dengan kalajengking.?

"Untuk menghindari siksa kubur Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk banyak banyak membaca lafadz Basmalah khususnya di setiap kegiatan yang akan kita lakukan," katanya.

Dan yang terakhir, alam kubur merupakan tempat di mana Malaikat Munkar dan Nakir menanyakan ketauhidan. "Agar kita dapat menjawab pertanyaan para malaikat, perbanyaklah membaca tahlil berupa Lailaaha illallah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Fragmen, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Januari 2018

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

Bondowoso,PKS Piyungan Taubat. Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda  (GP) Ansor Bondowoso Ustadz Salam menjelaskan, bahwa paham radikalisme agama tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara- negara lain, dengan pengaruh secara global.

Di Indonesia, kata dia, paham tersebut tersebar berangkat dari pemahan agama dangkal seperti memahami ayat secara tektualis.

Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

“Maka hal ini pemahaman agama secara mendalam itu sangat perlu tentunya," terangnya pada workshop “Deradikalisasi Agama” dan “Akreditasi GP Ansor” di Aula Kantor Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Jl.KH. Agus Salim No. 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Ahad (20/9).

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, jika dibiarkan, paham Islam radikal sangat membahayakan pada keamanan Republik Indonesia (NKRI) dan ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah atau NU atau Islam Nusantara. Karena itu, ia mengimbau supaya jangan boleh berleha-leha membiarkan benih- benih paham radikalisme agama yang tumbuh di Bondowoso

“Tapi sepanjang Nahdlatul Ulama dan seluruh Banom-banom kuat, pesantren kuat, insya Allah ruang gerak radikalisme sempit,"tambahannya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, dengan workshop tersebut peran Ansor secara internal harus memperkuat basis keilmuan, semakin meneguhkan keislaman yang damai, toleran, moderat. Sementara secara eksternal, Ansor harus memberikan pemahan kepada publik tentang Islam secara teks yang dibarengi secara kontektual.

Workshop tersebut merupakan kegiatan PC GP Ansor se-Jawa Timur. Kegiatan itu telah dilakukan dengan melibatkan sebelas Pimpina Cabang. Tahap kedua melibatkan empat belas Pimpin Cabang.

Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Kodim 0822 Bondowoso, serta Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor dan Pimpinan Anak Cabang (PAC)GP Ansor Se-Bondowoso.

Akreditasi GP Ansor

Pimpian Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum mengatakan, pada workshop deradikalisasi, dimanfaatkan sebagai ajang akreditasi PC-PC.

Manfaat akreditasi itu, kata dia, untuk mengetahui kegiatan yang sudah dilakukan PC. Dari kegiatan tersebut bisa diketahui tolok ukur kinerja pengurusnya. “Supaya Ansor tetap berjalan secara struktrul dan berjalan secara operasional," tambahnya.

Workshop tersebut dibuka H.Yasin dari Pimpinan Wilayah (PW) Rijalul Ansor Jawa Timur. Workshop terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengundang narasumber dari Kodim 0822 yang diwakili Handoko dan Gus H. Yasin dengan moderator Noval.

Sementara sesi kedua dengan narasumber dari Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum dan Bakron Hadi dengan moderator Ustd Salam. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Fragmen, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock