Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hadits. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji

Suatu ketika Imam Junaid al-Baghdadi mendapat kunjungan dari seseorang yang baru saja pulang menunaikan haji. Meski ritual haji telah ia jalani, orang ini belum menunjukkan perubahan perilaku apa-apa dalam hidupnya.

“Dari mana Anda?” tanya Imam Junaid.

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertanyaan Imam Junaid kepada Orang yang Pulang Haji

”Saya baru saja pulang dari ibadah haji ke Baitullah?” orang itu menimpali.

PKS Piyungan Taubat

”Jadi, Anda benar-benar telah melaksanakan ibadah haji?”

”Tentu, Imam. Saya telah menunaikan haji.”

PKS Piyungan Taubat

”Apakah Anda sudah janji akan meninggalkan dosa-dosa Anda saat meninggalkan rumah untuk pergi haji?”

“Tidak, Imam. Saya tidak pernah memikirkan hal itu.”

“Anda sejatinya tak pernah melangkahkan kaki untuk haji,” tegas Imam Junaid. “Saat Anda berada dalam perjalanan suci dan berhenti di suatu tempat semalaman, apakah Anda memikirkan tentang usaha mencapai kedekatan dengan Allah?”

“Itu semua tak terlintas di benak saya.”

“Berarti Anda tidak pergi menuju Ka’bah, tidak pula pernah mengunjunginya.”

“Saat Anda mengenakan pakaian Ihram dan melepas semua pakaian yang biasa Anda kenakan, apakah Anda sudah berketetapan untuk membuang semua cara dan perilaku buruk Anda, menjadi pribadi lebih baik?” tanya Imam Junaid lagi.

“Tidak, Imam. Saya juga tak pernah berpikir demikian.”?

“Berarti Anda tidak pernah mengenakan pakaian ihram,” Imam Junaid menyayangkan. ”Saat Anda Wuquf (berdiam diri) di padang Arafah dan bersimpuh memohon kepada Allah, apakah Anda merasakan bahwa Anda sedang wuquf dalam Kehadiran Ilahi dan menyaksikan-Nya?”

”Tidak. Saya tak mendapat pengalaman (spiritual) apa-apa.”

Imam Junaid sedikit kaget, ”Baiklah, saat Anda datang ke Muzdalifah, apakah Anda berjanji akan menyerahkan nafsu jamaniah.

“Imam, saya pun tak memikirkan hal itu.”

“Berarti Anda sama sekali tak mengunjungi Muzdalifah.” Lantas Imam Junaid bertanya, “O, kalau begitu, ceritakan kepadaku Keindahan Ilahi apa yang Anda tangkap sekilas saat Thawaf, mengitari Ka’bah.”

“Tidak ada, Imam. Sekilas pun saya tak melihat.”

“Sama artinya Anda tidak mengelilingi Ka’bah sama sekali.” Lalu, “Ketika Sa’i, lari-lari kecil antara Shafa dan Marwa, apakah Anda menyadari tentang hikmah, nilai, dan tujuan jerih payah Anda?”

“Tidak.”

“Berarti Anda tidak melakukan Sa’i.” “Saat Anda menyembelih hewan di lokasi pengurbanan, apakah Anda juga mengurbankan nafsu keegoisan untuk menapaki jalan Allah?”

“Tidak. Saya gagal memperhatikan hal itu, Imam.”

“Artinya, secara faktual Anda tidak mengusahakan pengurbanan apa-apa.” “Lalu, ketika Anda melempar Jumrah, apakah Anda bertekad membuang jauh kawan dan nafsu busukmu?”

“Tidak juga, Imam.”

“Berarti Anda sama sekali tidak melempar Jumrah.”

Dengan nada menyesal, Imam Junaid menyergah, “Pergi, tunaikan haji lagi. Pikirkan dan perhatikan seluruh kewajiban yang ada hingga haji Anda mirip dengan ibadah haji Nabi Ibrahim, pemilik keyakinan dan kesungguhan hati sebagaimana ditegaskan al-Qur’an:

Wa ibrahima l-ladzi waffa. Dan Ibrahim yang telah menyempurnakan janji.” (Mahbib Khoiron)

?

*) Diterjemahkan dari The Meaning of Hajj (www.israonweb.com)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Hadits PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 03 Maret 2018

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Pemerintah perlu melakukan pendekatan kepada pimpinan pondok pesantren (ponpes) dan majelis taklim yang memiliki multimedia sehingga bisa bersinergi untuk menyebarkan narasi moderat. Ini merupakan salah satu rekomendasi workshop tentang Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya di Hotel Milennium, Jakarta, Kamis (24/3) malam.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dan menyebarkan narasi moderat sekaligus menangkal isu-isu hoax dan isu radikalisme. Selain itu, pemerintah didorong untuk memfasilitasi masyarakat guna membuat website, domain, hosting dan desain grafis sebagai medium untuk penyebaran kontra narasi paham radikal terorisme.

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Pertemuan di Hotel Millenium ini juga merekomendasikan agar NU menjadi komando dari komunitas media moderat.

"WhatsApp grup sebagai wadah sharing content antara BNPT dan media moderat. BNPT sebagai content provider bagi media sosial," ujar Abdul Wahab, saat membacakan rekomendasi kelompok 1 sebelum penutupan acara.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini diisi dengan penyampaian materi dan digelar diskusi kelompok untuk melahirkan rekomendasi terkait pencegahan berita hoax radikalisme. Yang menarik, tidak hanya materi dan diskusi yang memperbincangkan soal pemberantasan hoax, doa penutupun juga diselilingi dengan kalimat puitis antihoax. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Jumat, 09 Februari 2018

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 



KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur)menjadi presiden sekitar 22 bulan. Dalam tempo cukup singkat, Gus Dur ini mampu melakukan banyak hal. Di antaranya ia meloloskan buruh migran Indonesia, Siti Zaenab, dari jeratan hukuman mati  terkait kasus pembunuhan di Arab Saudi. 

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Telepon Raja Arab Saudi untuk Tunda Hukum Pancung

Saat itu, upaya yang dilakukan Gus Dur dengan cara langsung menelepon Raja Arab Saudi, yakni meminta untuk membatalkan eksekusi terhadap Siti Zaenab. Atas diplomasi Gus Dur ke Raja Arab itu, hukuman mati terhadap Zaenab pun ditunda. 

Namun, sekitar 14 tahun kemudian seusai Gus Dur dilengserkan dari kursi presiden, tepatnya (14/4/2015) pada pemerintahan Joko Widodo, nyawa Siti Zaenab tak dapat tertolong. Zaenab pun di vonis hukuman mati. 

Kehebatan diplomasi Gus Dur terhadap Raja Arab Saudi tersebut yang membela buruh migran ternyata masih membekas di ingatan Sekretaris Jenderal Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP) Siti Musdah Mulia. 

PKS Piyungan Taubat

Musdah menilai, Gus Dur bukan hanya penggagas tapi juga langsung praktik, bertindak. 

"Seperti kasus TKW ini, Gus Dur tuh langsung telepon raja, " katanya saat mengisi acara Diskusi Publik di aula Griya Pergerakan Gus Dur Jl Taman Amir Hamzah No.8, Jakarta Pusat, Kamis (9 /11) dengan tema " Gus Dur dan Pencegahan Ekstremisme Kekerasan”. 

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, tindakan Gus Dur, bukan model orang yang menghabiskan waktunya untuk berpikir dulu. 

"Ini satu kehebatan Gus Dur yang gak bisa saya lupakan," katanya mengenang. 

Kepedulian Gus Dur terhadap buruh migran, juga dibuktikan dengan menjadikan rumahnya sebagai tempat berteduh untuk sejumlah TKW. 

"Rumahnya jadi tempat berteduh sejumlah TKW di Ciganjur sana," katanya. 

Selain Siti Musdah Mulia, hadir juga menjadi pembicara Wakil Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Ahmad Suaedy, dan Direktur Eksekutif Maarif Institute for Culture and Humanity Fajar Riza Ul Haq. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Hadits PKS Piyungan Taubat

Minggu, 04 Februari 2018

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. 270 mahasiswa baru Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta mengikuti Orientasi Mahasiswa Baru (Ormaba) di kampus berwarna  hijau muda berada di Jalan Lowanu, 47 Sorosutan, Umbul Harjo, Yogyakarta.

Selepas Dzuhur, Selasa (19/9), aula UNU menjadi riuh dengan semangat peserta Ormaba menyanyikan mars Syubanul Wathon, Kader Penggerak NU hingga Sholawat dengan riang.

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)
Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta (Sumber Gambar : Nu Online)

Orientasi Mahasiswa Rasa Pesantren di UNU Yogyakarta

"Shalatullah Salamullah Alla Toha Rasullilah. Shalattullah Sallamullah Alla Yasin Habibillah. Wetan kali, kulon kali. Tengah - tengah tanduran pari. Saiki ngaji, sesuk yo ngaji. Ayo manut poro kiai.  (Timur sungai, barat sungai. Di tengah-tengah tanaman padi. Sekarang ngaji besok ngaji, ayo ikut para kiai," seru peserta Ormaba itu kompak.

Mewakili Rektor UNU Yogyakarta Prof Purwo Santoso, Wakil Rektor II Fahmi Akbar Idries menerangkan, UNU Yogyakarta hadir sebagai lembaga keilmuan untuk mendukung terwujudnya tatanan masyarakat berkeadilan dan demokratis atas dasar Islam.

"UNU ialah universitas dengan nilai-nilai kepesantrenan. Lulusan UNU Insya Allah memiliki kemampuan bahasa Arab dan Inggris hingga kewirausahaan," kata Fahmi.

Menurut dia pula, UNU Yogyakarta telah memiliki sejumlah fakultas dengan beberapa program studi (prodi). Fakultas Teknologi dengan prodi  Informasi, Teknik Informatika, Komputer dan Elektro.

PKS Piyungan Taubat

Lantas Fakultas Industri Halal, Prodi Agrobisnis, Tehknologi Hasil Pertanian dan Farmasi. Selanjutnya Fakultas Dirasah Islamiyyah dengan Prodi Dirasah Islamiyyah. Serta Fakultas Ilmu Pendidikan dengan Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar dan Pendidikan Bahasa Inggris. 

Kemudian Fakultas Ilmu ekonomi memiliki Prodi Akuntansi dan Manajemen. "Ini cukup menggembirakan, angkatan pertama UNU diminati hampir tiga ratus mahasiswa baru," kata Fahmi. 

PKS Piyungan Taubat

Ormaba UNU Yogyakarta mengambil tema Sociopreneurship, Untuk Kemandirian Bangsa, digelar mulai 18 September 2017 dan akan berakhir 20 September 2017. (Gatot Arifianto/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Januari 2018

PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersikap ksatria dalam menghadapi interpelasi DPR pada Selasa, 5 Juni mendatang. Presiden harus datang dan menjawab langsung pertanyaan DPR terkait dukungan pemerintah Indonesia terhadap Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (DK PBB) nomer 1747 tentang program nuklir Iran.

“Presiden harus datang sendiri secara pribadi dan tidak diwakilkan, sebagai tanda ksatria dan gentle (berani). Banyak rakyat yang saat ini merasakan carut-marutnya keadaan, ingin melihat pemimpin yang tegar dan penuh tangung jawab,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Ahad (3/6)

Menurut Hasyim, apabila Presiden mewakilkan dirinya dalam sidang paripurna tersebut, maka akan banyak hal yang tidak terjawab. Pasalnya, dalam tempo 60 hari setelah Resolusi itu dikeluarkan dan Iran tidak mau taat, maka negeri pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad itu bakal menerima sanksi yang lebih berat.

PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Minta Presiden Ksatria Hadapi Interpelasi DPR Soal Nuklir Iran

“Apakah Indonesia akan setuju lagi untuk memberi “hukuman” tehadap Iran demi hubungan mesra dengan George W. Bush (Presiden Amerika Serikat) atau Israel?” gugat Hasyim yang juga Presiden World Conference on Religions for Peace.

Hasyim mempertanyakan sikap Presiden yang tak bersedia menemui Menteri Luar Negeri Iran yang datang langsung dari Afrika Selatan. “Diterimanya Menlu Iran oleh Menko Polhukam Widodo AS, mengapa tidak ada mandat dialog? Apakah ada pembicaraan goodwill antara Presiden Iran dan Presiden RI sewaktu di Jakarta? Itu semua pasti tidak bisa dijelaskan secara memuaskan oleh Menlu,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Terkait pertanggungjawaban Pemerintah terhadap DPR dalam hal dukungan Resolusi 1747 terhadap Iran, Hasyim mengungkapkan, hanya Presiden yang bisa menjelaskan. Menurutnya, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda hanya mampu menjelaskan secara teknis dukungan Pemerintah di DK PBB dan perintah dari Presiden di Jakarta.

Di samping itu, lanjutnya, pertemuan Ketua Ketua DPR RI Agung Laksono dengan Ketua DPR Iran Gholam Ali Haddad Adel, di Teheran, pun perlu penjelasan langsung dari Presiden dalam kata pengantar di Sidang Paripurna DPR RI.

Sebelumnya, Ketua DPR RI Agung Laksono mengatakan bahwa Presiden dipastikan tidak akan hadir ke DPR untuk menjawab interpelasi parlemen soal dukungan pemerintah terhadap Resolusi 1747 itu.

"Saya memang belum membaca suratnya, tetapi beliau (Presiden) sudah pasti tidak bisa hadir, seperti yang disampaikan Mensesneg Hatta Radjasa," kata Agung, di Kendari, Ahad (3/6).

PKS Piyungan Taubat

Di sela-sela kampanye pemilihan walikota Kendari, ia mengatakan Mensesneg mengemukakan Presiden hanya menugaskan Menko Polhukam Widodo AS untuk mewakili pemerintah dalam sidang interpelasi DPR. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti

Mengubur mayit muslim dengan memasukkannya terlebih dahulu ke dalam peti, hukumnya adalah makruh sesuai pendapat mayorits ulama. Kecuali ada beberapa keperluan yang memang mengharuskan penggunaan peti seperti: 1) tanah kuburan yang basah dan mudah gugur. Sehingga tidak mungkin digali terus menerus. 2) kondisi mayat yang sangat rapuh karena terbakar atau musibah lain. 3) banyak binatang buas yang dapat menggali tanah dan mayit bisa aman hanya apabila dimasukkan ke dalam peti.

Ketiga alasan itu masih bisa ditambah lagi jika memang keberadaannya sangat penting dan menghawatirkan si mayit. Hal ini? sebagaimana dalam Nihayatl Muhtaj ila Syarhil Minhaj.

( ? ? ? ? ) ? ? ? ? ( ? ? ? ? ) ? ? ? ? ( ? ? ) ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti (Sumber Gambar : Nu Online)
Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti (Sumber Gambar : Nu Online)

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti

Dan dimakruhkan mdengubur mayit di dalam peti, dengan ijma’ ulama karena hal itu dinilai bid’ah. Kecuali pada bumi yang basah atau sangat lembek...maka tidaklah makruh mengubur mayit dengan peti pada tanah yang tersebut karena maslahah, walaupun mayit sendiri berwashiat demikian. Begitu juga apabila keadaan mayit sangat rapuhnya, karena tersengat atau terbakar yang tidak mungkin mayit bisa utuh kecuali dengan cara dipeti. Atau terkecuali mayat adalah perempuan dan tidak ada muhrim yang dapat menguburkannya sehingga yang tersisa adalah orang lain (yang tidak boleh menyentuhnya) maka mayit boleh dipeti. Dan terakhir jika dikhawatirkan adanya berbagai binatang buas yang menghawatirkan mayat.

Demikianlah makruhnya mengubur mayit menggunakan peti yang telah disepakati mayoritas ulama. Kecuali ada alasan tertentu seperti diterangkan di atas. (Ulil H) ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pesantren, Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan

Sumenep, PKS Piyungan Taubat. Pengelola Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Cabang Bluto dikukuhkan langsung oleh Manager BMT NU Pusat Gapura, Masyudi, di Bluto, Rabu (9/1).

“Apakah saudara siap dilantik sebagai pengelola BMT NU Cabang Bluto?” tanya Masyhudi sebelum membacakan naskah pelantikan.

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan

Empat karyawan BMT NU Cabang Bluto yang akan dilantik dengan kompak menjawab, “Iya.”

PKS Piyungan Taubat

Karyawan BMT NU Cabang Bluto yang dilantik Hakiki menjabat ketua cabang, Anwar Nuris menjabat bagian pembayaran, Badrul Ulum menjabat bagian keuangan, dan Wizaratul Ma’arifah menjabat teller.

Prosesi pelatikan disaksikan Wakil Rais Syuriah PCNU Sumenep sekaligus Mantan Bupati Sumenep KH. Moh. Ramdlan Siraj, Ketua PCNU Sumenep H. A. Pandji Taufiq, Rais Syuriah MWC NU Bluto KH. Sufyan Nawawi, Ketua MWC NU Bluto Ahmad Wari, Pengurus Lembaga dan Badan Otonom NU Bluto, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Sumenep Akhmad Zaini, Kapolsek Bluto Mamat Rachmat, Sekretaris Camat Bluto Wahyu Kurniawan Pribadi, Kepala Sekolah ke Kecamatan Bluto dan puluhan siswa berprestasi.

PKS Piyungan Taubat

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Kajian Sunnah, Hadits PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock