Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Pemerintah perlu melakukan pendekatan kepada pimpinan pondok pesantren (ponpes) dan majelis taklim yang memiliki multimedia sehingga bisa bersinergi untuk menyebarkan narasi moderat. Ini merupakan salah satu rekomendasi workshop tentang Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya di Hotel Milennium, Jakarta, Kamis (24/3) malam.

Sinergi tersebut dinilai penting untuk memperkuat dan menyebarkan narasi moderat sekaligus menangkal isu-isu hoax dan isu radikalisme. Selain itu, pemerintah didorong untuk memfasilitasi masyarakat guna membuat website, domain, hosting dan desain grafis sebagai medium untuk penyebaran kontra narasi paham radikal terorisme.

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)
Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax (Sumber Gambar : Nu Online)

Ponpes dan Majelis Taklim Perlu Dilibatkan dalam Kampanye Anti-Hoax

Pertemuan di Hotel Millenium ini juga merekomendasikan agar NU menjadi komando dari komunitas media moderat.

"WhatsApp grup sebagai wadah sharing content antara BNPT dan media moderat. BNPT sebagai content provider bagi media sosial," ujar Abdul Wahab, saat membacakan rekomendasi kelompok 1 sebelum penutupan acara.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Acara yang dihadiri oleh 200 peserta ini diisi dengan penyampaian materi dan digelar diskusi kelompok untuk melahirkan rekomendasi terkait pencegahan berita hoax radikalisme. Yang menarik, tidak hanya materi dan diskusi yang memperbincangkan soal pemberantasan hoax, doa penutupun juga diselilingi dengan kalimat puitis antihoax. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Tiga PR Besar NU Menurut Helmy Faishal Zaini

H. Helmy Faishal Zaini, mantan menteri PDT dipercaya menjadi sekretaris jenderal PBNU periode 2015-2020. Dengan pengalamannya dalam berbagai bidang dan jaringannya yang luas, ia diharapkan mampu turut menjalankan bisi, misi, dan program yang menjadi amanat NU sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia yang mengayomi puluhan juta pengikutnya. Bagaimana ia melihat NU ke depan, berikut wawancara dengan Mukafi Niam di ruang kerjanya di lt3 gedung PBNU, Jum’at (28/8).

Sebagai orang yang diberi amanah untuk menjalankan peran sekjen PBNU, bagaimana Mas Helmy melihat NU ke depan?.
Tiga PR Besar NU Menurut Helmy Faishal Zaini (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga PR Besar NU Menurut Helmy Faishal Zaini (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga PR Besar NU Menurut Helmy Faishal Zaini

Ada tiga hal yang menurut saya menjadi PR besar yang akan terus relevan dengan perkembangan dunia yang dinamis. Pertama adalah langkah yang disebut deradikalisasi. Ini meliputi tiga level, yaitu level fikrah, kedua, haraqah, ketiga amaliahnya. Upaya deradikalisasi harus dimulai dari perspektif pikirannya atau pada manhaj-nya. Kalau haraqah harus ada aksi kegiatannya sedangkan pada tataran amaliah dengan menjaga tradisi yang sudah ada. Ini pekerjaan yang menjadi fokus kita. Banyak orang berpikir dan berharap terhadap NU tentang ini. 

Selanjutnya apa? . Pekerjaan rumah kedua adalah mengambil anak muda. Ini kan generasi indie, ada anak band, Superman is Dead dan lainnya yang menurut saya punya grass root yang kuat. Mereka harus tahu bagaimana itu NU dan mereka jumlahnya besar. Jadi sangat penting bagaimana kita membuat pola transformasi yang bisa masuk ke lapis anak muda tersebut. Mereka juga harus jadi NU, paling tidak punya kesadaran tentang NU. 

PKS Piyungan Taubat

Yang ketiga apa Mas?. Pekerjaan ketiga adalah karena ini organisasi ulama, maka harus punya perencanaan yang matang dalam konteks memproduksi para ulama pewaris nabi. Ulama yang ideal adalah yang mewarisi sifat-sifat kenabian. Dalam konteks leadership-nya, amanah, fathanah, siddiq, dan tabligh. 

PKS Piyungan Taubat

Dulu kita punya pola pengembangan kader keulamaan. Ini kan dalam tanda petik meng-upgrade atau mensosialisasikan ide-ide besar NU itu apa, agar mereka satu pemahaman dan satu visi. Ini tugasnya syuriyah yang dijalankan oleh tanfidziyah. 

Mengenai rekomendasi dan program hasil muktamar bagaimana?. Adapun pekerjaan yang bersifat rekomendasi dan program muktamar, kita akan konsen pada tiga hal. Pendidikan dengan fokus pada pendidikan menengah dan tinggi. Kedua bidang kesehatan dengan memberikan fasilitasi ruang pelayanan kesehatan pada warga NU, dan ketiga pada pengembangan ekonomi kerakyatan. 

Apa langkah dalam pengembangan ekonomi kerakyatan?. Ekonomi kerakyatan ini kita definisikan dalam dua basis. Pertama adalah basis produksi yang berasal dari sektor voluntary, yang bersifat partisipasif, yaitu zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Bagaimana hal ini dikelola secara baik sehingga menghasilkan sesuatu untuk pengembangan pendidikan, keagamaan, kemudian layanan sosial. Ke depan bisa untuk mengembangkan rumah sakit, beasiswa, dll. Ini harus dikelola secara baik.

Model kedua, yang sifatnya reguler, dengan mengembangkan investasi berbasis komunitas unggulan yang dimiliki pesantren. Ini misalnya yang dilakukan oleh pesantrennya Al Ittifaq di Ciwidey Bandung. Kemudian yang dilakukan oleh Kiai Nawawi Sidogiri dengan pengembangan BMT Sidogiri. Pola ini yang harus dikembangkan di pesantren-pesantren lain sebagai pusat produksi dan pertumbuhan ekonomi. Ini kalimatnya kan sederhana tetapi rumit dalam pelaksanaannya. Bisa menjalankan ini saja sudah luar biasa. 

Anda mulai terlibat di NU sejak IPNU, pola pengkaderan dulu kan berbeda dengan sekarang seiring dengan perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup?. Saya mulai berorganisasi dari di IPNU tingkat PAC dan PC Cirebon, sempat juga menjadi anggota PMII, juga di Ansor. 

Untuk strategi dakwah, yang bersifat akidah tak bisa kompromi, tetapi soal cara bisa berkompromi. Ini yang dilakukan oleh Walisongo. Kalau dulu tantangannya ketika mendakwahkan Islam Aswaja adalah berhadapan dengan adat budaya lokal yang sudah mengakar, dan mereka berhasil. Sekarang tantangannya adalah masyarakat baru yang modern. Kalau menggunakan teknologi lama sudah tidak bisa. Sekarang dakwah harus lewat Twitter, FB, Instagram dan media sosial lainnya. Sudah harus pakai periskop. Kesadaran beberapa kiai, ulama, dan muballigh yang masuk ke sosmed itu luar biasa. Di NU ada Gus Mus, ada Gus Ali, ada Yusuf Mansur, ada Anwar Zahid. Kalau kita lihat follower-nya, mereka adalah orang yang tidak terjamah pesantren. Ini yang saya maksud sebagai penjaring. 

Di lingkungan anak muda yang aktif di ranah sosial media ada Ahmad Sahal, ada Syafiq Hasyim, ada Syafiq Allielha, ada Ulil Abshar, meskipun menjadi kontroversi. Kita harus melihat mereka sebagai potensi anak muda yang bisa masuk ke dunia baru itu, yang oleh beberapa yang lain tidak masuk. Jadi ini sifatnya berbagi tugas saja, karena ada fakta bahwa jumlah warga yang masih tradisional di pedesaan masih sangat banyak. Pola lama harus tetap dikembangkan. 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kyai, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan saat ini toleransi yang ada di dunia sedang menghadapi cobaan. Karena itu, NU terus berjuang untuk menumbuhkan toleransi baik antar agama maupun diantara aliran dalam satu agama.



Toleransi sedang Menghadapi Cobaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi sedang Menghadapi Cobaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan

Hal ini disampaikannya ketika memberikan sambutan pada puncak acara Global Peace Festival yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10).

“Toleransi harus ditumbuhkan antara muslim dengan non muslim maupun antara muslim dengan muslim lainnya,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengisahkan KH Wahid Hasyim, ayah Gus Dur merupakan salah satu dari tim sembilan yang merumuskan pembentukan negara ini. Mereka sepakat untuk membentuk negara bangsa yang tidak didasarkan atas agama, meskipun umat Islam mayoritas di Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah sangat mendukung kampanye perdamaian, baik antara sesama manusia maupun perdamaian antar negara.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan rakyat Indonesia sepakat membentuk sebuah negara karena ingin hidup dalam damai, lepas dari penjajahan bangsa lain.

“Para pendiri negara ini, sebagaimana tercermin dalam UUD 1945 sepakat ikut melaksanakanketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi,” katanya.

Karena itu, UUD memberi jaminan kepada warga negara untuk melaksanakan keyakinannya, serta memiliki berbagai macam hak lainnya yang dilindungi UU. “Tak ada tempat yang tak toleran dalam konstitusi kita,” tegasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tokoh, Pendidikan, Makam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 18 Januari 2018

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan

Lamongan, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) IPNU IPPNU Universitas Islam Lamongan (Unisla) menggelar aksi bakti sosial di Yayasan Panti Asuhan Siti Masyithoh Kecamatan Mantup, Lamongan, Ahad (15/2). Acara tersebut dalam rangkaian acara peringatan harlah ke-89 NU, ke-60 IPNU dan ke-61 IPPNU.

“Bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan dan sosial,” ujar Afifurrohman Ketua IPNU Unisla.

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan (Sumber Gambar : Nu Online)
PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan (Sumber Gambar : Nu Online)

PKPT IPNU-IPPNU Unisla Gelar Baksos di Panti Asuhan

Acara yang dibuka pukul  09.00 WIB tersebut diikuti anggota IPNU-IPPNU dan anak–anak panti asuhan, mereka sangat antusias dan merasa senang. Anak–anak panti juga diberi motivasi training, dan diberi keyakinan agar mempunyai mimpi dan cita-cita yang tinggi. 

PKS Piyungan Taubat

“Hidup itu harus punya motivasi, harus punya harapan dan mimpi yang besar, karena Allah menciptakan manusia dalam kondisi sebaik-baiknya,” kata motivator Zainul Asyhari, S.Pd.I.

Selain itu, Ketua IPPNU Unisla Wellaika Pristya mengharapkan, bantuan yang disalurkan ke anak–anak panti dapat bermanfaat dan dipergunakan sesuai kebutuahan anak-anak.

PKS Piyungan Taubat

“Saya juga mengharap ke pemerintah Kabupaten Lamongan, supaya mengawal dengan teliti bantuan sosial yang disalurkan ke pihak yayasan panti asuhan karena rawan adanya penyelewengan,” imbuh Wella.

Sementara itu, Dewi, Ketua Panitia Kegiatan Baksos mengatakan, tidak hanya baksos saja, puncak dari kegiatan ini yakni menggelar motivasi training dan hypnoterapi ke sekolah-sekolah, dan memberi motivasi pelajar-pelajar yang akan menghadapi UN 2015. (Asyhari/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Humor Islam, Pendidikan PKS Piyungan Taubat

Senin, 15 Januari 2018

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

Solo, PKS Piyungan Taubat

Wakil Presiden M. Jusuf Kalla mengimbau Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK). JK ingin BLK mampu memenuhi kebutuhan tenaga kerja terampil di dunia industri. 

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres JK Minta Menaker Genjot Pelatihan Vokasi

"Saya mengapresiasi pelatihan bergabung dengan produksi atau sebaliknya," ujar Wapres JK saat mengahdiiri forum silaturrahmi Pengurus dan mahasiswa Politeknik Akademi Teknik Mesin Industri (ATMI) di Solo, Jawa Tengah, Selasa (7/11).

Menurut Wapres JK kalangan mahasiswa maupun peserta pelatihan vokasi tidak boleh hanya dibekali teori. Tapi juga harus mampu mempraktekkan dan menjalankan proses produksi.

"Perkembangan teknologi dewasa ini sangar luar biasa. Pendidikan harus mendahului industri," katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, setiap negara membutuhkan industri karena industri mampu menyediakan banyak lapangan kerja. Selain itu keterlibatan dunia industri dalam menggalakkan pendidikan dan pelatihan vokasi juga sangat penting.

"Apabila ingin mendidik, bukan hanya menggabungkan teori dan praktik, tapi dengan produksi juga," ungkap JK.

Forum Silaturrahmi Pengurus dan Mahasiswa ATMI tersebut juga dihadiri oleh Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir, dan Menteri Perindusterian Airlangga Hartanto. 

"ATMI bisa menjadi contoh untuk memperbaiki kualitas BLK di daerah lain," imbuh JK.

PKS Piyungan Taubat

Menanggapi hal ini, Hanif mengungkapkan saat ini Kemnaker tengah menggenjot pelatihan vokasi di BLK dan terus membenahi sarana dan prasarana pelatihan. Kemnaker terus melakukan percepatan peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja melalui program Reorientasi, Revitalisasi, dan Rebranding (3R) BLK.

Melalui 3R, kurikulum BLK disusun melibatkan professional. Peralatan diperbaiki. Peserta mendapatkan sertifikasi keahlian. Dengan demikian, alumni BLK memiliki kompetensi yang sesuai kebutuhan industry.

“Untuk mempercepat peningkatan daya saing dan kompetensi tenaga kerja saya telah menetapkan 3 Balai Besar Pengembangan Pelatihan Kerja dalam program 3R tahap pertama yaitu BBPLK Bekasi, BBPLK Serang, dan BBPLK Bandung.” ungkap Menaker.

Selain itu, Kemnaker juga menjadikan program pemagangan nasional yang diselenggarakan di lingkungan industri sebagai salah satu program unggulan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja. Proses pemagangan yang dijalani peserta magangan mengacu kepada suatu jabatan tertentu di dunia kerja. 

Sehingga diharapkan setelah proses magang selesai alumni magang bisa langsung terserap pasar kerja karena kompetensi yang dimiliki sudah sesuai dengan standar kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri. (Red: Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Pendidikan, PonPes PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti

Mengubur mayit muslim dengan memasukkannya terlebih dahulu ke dalam peti, hukumnya adalah makruh sesuai pendapat mayorits ulama. Kecuali ada beberapa keperluan yang memang mengharuskan penggunaan peti seperti: 1) tanah kuburan yang basah dan mudah gugur. Sehingga tidak mungkin digali terus menerus. 2) kondisi mayat yang sangat rapuh karena terbakar atau musibah lain. 3) banyak binatang buas yang dapat menggali tanah dan mayit bisa aman hanya apabila dimasukkan ke dalam peti.

Ketiga alasan itu masih bisa ditambah lagi jika memang keberadaannya sangat penting dan menghawatirkan si mayit. Hal ini? sebagaimana dalam Nihayatl Muhtaj ila Syarhil Minhaj.

( ? ? ? ? ) ? ? ? ? ( ? ? ? ? ) ? ? ? ? ( ? ? ) ? ? ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? .

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti (Sumber Gambar : Nu Online)
Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti (Sumber Gambar : Nu Online)

Makruhnya Mengubur Mayit dengan Peti

Dan dimakruhkan mdengubur mayit di dalam peti, dengan ijma’ ulama karena hal itu dinilai bid’ah. Kecuali pada bumi yang basah atau sangat lembek...maka tidaklah makruh mengubur mayit dengan peti pada tanah yang tersebut karena maslahah, walaupun mayit sendiri berwashiat demikian. Begitu juga apabila keadaan mayit sangat rapuhnya, karena tersengat atau terbakar yang tidak mungkin mayit bisa utuh kecuali dengan cara dipeti. Atau terkecuali mayat adalah perempuan dan tidak ada muhrim yang dapat menguburkannya sehingga yang tersisa adalah orang lain (yang tidak boleh menyentuhnya) maka mayit boleh dipeti. Dan terakhir jika dikhawatirkan adanya berbagai binatang buas yang menghawatirkan mayat.

Demikianlah makruhnya mengubur mayit menggunakan peti yang telah disepakati mayoritas ulama. Kecuali ada alasan tertentu seperti diterangkan di atas. (Ulil H) ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pesantren, Pendidikan, Hadits PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 30 Desember 2017

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun

Kebumen, PKS Piyungan Taubat?



Rais ‘Aam PBNU KH Maruf Amin menginstruksikan para pengurus NU di tingkat Wilayah, Cabang, hingga Ranting, untuk bergerak bersama dalam memperkuat tradisi amaliah Nahdliyin, termasuk memperkuat madrasah diniyah.?

Instruksi itu disampaikan pada Halaqah Syuriyah PCNU dan Pengasuh Pondok Pesantren di bekas Karesidenan Kedu, yaitu daerah Magelang, Kebumen dan Banyumas (Dulangmas), di Pondok Pesantren Al-Huda, Kebumen, Ahad (3/9).

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam: NU Tolak FDS Harus dengan Gerakan Santun

"NU sebagai jamiyah harus mampu mengorganisir jamaahnya. NU punya tanggung jawab keummatan, tanggung jawab kenegaraan dan tanggung jawab kebangsaan,” katanya.?

Menurut dia, yang konsisten dalam menjaga itu semua adalah pesantren dan madrasah diniyah. Karena itu, ia mendorong pemerintah untuk memperkuat madrasah diniyah.?

“Kebijakan FDS ini kita memang kecolongan, tahu tahu ada Permendikbud, judulnya, penguatan karakter di sekolah, tetapi isinya adalah sekolah lima hari. Saya sudah sampaikan ke presiden, bahwa kebijakan tersebut ditolak umat. Jika diteruskan akan menimbulkan konflik di tengah masyarakat,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kini, lanjutnya, Permendikbud itu akan direvisi dalam Perpres. Ia menduga, dalam Perpres itu, FDS akan diterapkan secara opsional. Jadi, nanti Pemda boleh memilih menerapkan atau tidak.?

Dengan demikian, NU harus kerja keras dengan harakah (gerakan) layyinan yang santun. NU tidak bergerak dengan intimidasi, tidak memaksakan, tapi mendorong kesadaran bersama.?

“PCNU dan PWNU harus melobi bupati dan gubernurnya untuk menolak kebijakan tersebut. Di Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, NTB sudah mulai menolak. Entah ini Jawa Tengah, katanya gubernurnya termasuk penggagas FDS. PCNU-PCNU-nya harus bergerak, meloby bupati-wali kota untuk menolak kebijakan penerapan FDS. (Abdul Malik/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pendidikan, Sholawat, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock