Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lomba. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Februari 2018

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Bantul, PKS Piyungan Taubat

Ihsan,? pemain kesebelasan Pondok Pesantren Al-Falah memiliki kecepatan gerak yang sering merepotkan pertahanan lawan. Sisi kiri kesebelasan Assalam Bangkalan misalnya, pada pertandingan babak 8 besar mampu ditembusnya. Kemudian bola ia umpan ke Darius yang langsung menyambutnya dengan tendangan ke arah gawang. Gol. Belum genap satu menit babak kedua, Assalam kebobolan.

Pemain nomor punggung 8 tersebut bersama Darius bernomor punggung 11 menjadi andalan tim asal Kabupaten Bandung tersebut. Termasuk dalam semifinal Seri Nasional Liga Santri Nusantara 2016 melawan kesebelasan Pesantren Nur Iman Mlangi Sabtu siang (29/10) di stadion Sultan Agung Bantul, Yogyakarta.? Hal itu diakui pelatihnya sendiri.

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)
Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola (Sumber Gambar : Nu Online)

Keseharian Santri sebagai Strategi Sepak Bola

Selain mengandalkan kecepatan dua pemain tersebut, Al-Falah, lanjut Arif, menerapkan strategi keseharian santri di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Kebersamaa, kompak dan daya juang tinggi, itu kita tanamkan. Tidak mudah menyerah, saling cover di lapangan, tidak saling menyalahkan dan saling peduli. Jadi, konsep keseharian di pesantren, saling tegur, saling ngingetin dipakai di lapangan juga,” jelasnya.? ?

Manajer Kompetisi LSN 2016 Kusnaeni menilai Al-Falah adalah tim yang memiliki kerja saama yang baik. Lini depan dan tengah tertata dengan baik.

PKS Piyungan Taubat

Meski demikian, tim ini, tak punya riwayat menang banyak, tapi konsisten menang tipis sampai ke semifinal. (Abdullah Alawi)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Pemurnian Aqidah, PonPes PKS Piyungan Taubat

Jumat, 16 Februari 2018

Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai

Pasaman Barat, PKS Piyungan Taubat. Sebanyak 15 orang Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Pasaman Barat, Sumatera Barat diturunkan untuk mencari korban yang terbawa arus sungai di jembatan Sungai Tinagar Sungai Paku, Nagari Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat, Ahad (21/5). Korban bernama Sukadi (30) hanyut ketik hendak pergi ke ladang jagungnya.

Menurut Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Pasaman Barat Ahmd Tomari Santoso, peristiwa hanyutnya korban diperkirakan sekitar pukul 7.30 WIB saat korban melintasi jembatan. Korban yang tengah mengendarai sepeda motor, tiba-tiba air sungai meluap ? deras dari arah hulu yang menghanyutkannya.?

Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Pasaman Barat Turun Tangan Cari Korban Arus Sungai

“Banser yang mendapatkan informasi adanya korban hanyut, langsung menginstruksi pada Banser terdekat. Sekitar pukul 10.30 WIB, sedikitnya 15 orang Banser turut mencari korban bersama masyarakat, menyusuri hiliran sungai,” kata Ahmad Tomari menyebutkan.

Dikatakan, upaya pencarian korban tidak terlalu lama. Pukul 12.00 WIB, korban berhasil ditemukan. Namun sepeda motor yang dikendarainya belum berhasil ditemukan hingga sore.

PKS Piyungan Taubat

“Korban pagi itu hendak pergi ke kebun jagungnya. Dia tidak menyangka kalau arus sungai yang meluap tiba-tiba. Memang semalam hujan deras turun. Paginya hujan sudah berhenti,” kata Ahmad Tomari.

Ketua PC GP Ansor Pasaman Barat Djafrinal Effendi menyampaikan terima kasih kepada kesigapan Banser untuk membantu korban.

PKS Piyungan Taubat

“Kehadiran Banser memang seperti itu. Hadir di kala masyarakat mendapat bencana dan membutuhkan bantuan,” kata Djafrinal menambahkan. (Armaidi Tanjung/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba PKS Piyungan Taubat

Rabu, 14 Februari 2018

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia sudah menapaki usia yang ke-53 tahun. Seperti manusia, usia PMII ini sudah tidak muda lagi. Usia yang semestinya cukup matang bagi sebuah organisasi dalam melibatkan diri dan merancang bangun perjalanan bangsa Indoensia.

Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Jawa Timur mengajak seluruh kader untuk merefleksikan kembali demi menata fondasi PMII sebagai organisasi kader dan pergerakan yang betul-betul pergerakan.

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Momentum PMII Semarakkan Kegiatan Kaderisasi

"Pada Harlah PMII ke-53 kali ini harus dijadikan momentum untuk menyemarakkan kembali kagiatan-kegiatan kaderisasi di Jawa Timur,"kata Bendahara Umum PKC PMII Jatim, Rusman Hadi, di Surabaya, Selasa (2/4).

PKS Piyungan Taubat

Sehingga, menurut dia, peringatan Harlah PMII tidak sekadar bersifat rutinitas tahunan belaka. Menyemarakkan kegiatan kaderisasi sangat urgen. Sebab, kader merupakan ujung tombak sekaligus tulang punggung keberlangsungan sebuah organisasi.

PKS Piyungan Taubat

Mantan Ketua Umum PC PMII Sumenep ini menyadari, di usianya yang ke-53 ini, PMII masih lebih banyak mampu melahirkan kader-kader politisi. Sementara ruang-ruang lain bisa dikatakan masih sangat sedikit yang dijamah.

"Jadi saat inilah momentum untuk melahirkan kader-kader PMII yang siap berkompetisi dalam banyak lini, tidak hanya pada ruang politik semata,"tegasnya.

Bagi dia, pengembangan potensi kader akan menjadi jawaban terhadap kebutuhan organisasi di masa sekarang dan akan datang.

Ia mencontohkan Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa (LKTIM) tingkat Jawa Timur yang diselenggarakan oleh PKC PMII Jatim. "Ini dalam rangka menantang para kader untuk berkarya, meningkatkan kemampuan, agar jati diri mahasiswa sebagai agen intelektual muncul,"tandasnya.

Pada momentum Harlah ke-53 ini, PKC PMII Jawa Timur menggelar LKTIM berhadiah total Rp 16,5 juta plus tropy bagi tiga pemenang dan tiga juara harapan. Hingga H-3 batas akhir penyetoran naskah LKTIM (batas akhir pada tanggal 5 April), baru belasan naskah yang masuk ke panitia.

"Pada hari terakhir, tanggal 5 April nanti insya Allah mencapai lebih 40 naskah peserta yang masuk, ini sudah banyak yang menghubungi, "kata Sekretaris Panitia LKTIM Anang Romli.

Rusman Hadi menambahkan, menggalakkan kegiatan kaderisasi tersebut, juga dalam rangka menguatkan mentalitas dan moralitas kader di tengah krisis moral yang melanda bangsa kita.

"Harapannya, PMII mampu melahirkan kader profesional yang bermoral, kader politik yg bermoral tak seperti para penguasa sekarang yang cenderung korup,"pungkasnya.

Kontributor: Abdul Hady JM

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, Lomba, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 10 Februari 2018

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

KH Bisri Mustofa (1914-1977) selain diakui sebagai kiai penulis dan penerjemah kitab yang cukup produktif. Ia juga merupakan orator (muballigh) ulung yang sering mengisi pengajian di berbagai daerah dalam pelbagai kesempatan. Karena penyampaian materi ceramahnya yang menarik, pidatonya diminati khalayak luas.

Meski permintaan ceramah di luar daerah begitu padat namun Kiai Bisri karena kasih sayang dan kecintaanya yang besar kepada para santrinya, penulis Tafsir Al-Ibris ini senantiasa berusaha agar kegiatan dakwah di masyarakat tidak mengganggu aktivitasnya dalam mengajar santri di pesantren.? ?

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

Seperti pernah disampaikan putranya, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam suatu pidatonya, kendati jadwal sudah diatur, ada saja permintaan atau undangan dari panitia pengajian yang kadang-kadang waktunya berbenturan dengan jadwal Kiai Bisri mengajar santri di pesantren. Sekali lagi, sebetulnya sudah menjadi prinsip bagi menantu Mbah Kiai Kholil Harun Kasingan Rembang tersebut bahwa jadwal mengajar santri di pondok pesantren yang diasuhnya jangan sampai absen atau kosong. Sehingga, beliau mengatur agar saat mengisi pengajian di masyarakat tidak berbarengan dengan jadwal mengajar di pesantren. ?

Ketika undangan ceramah ternyata bersamaan dengan jadwal ngajar di pesantren, Kiai Bisri selalu berkata kepada mereka dengan terang-terangan bahwa beliau dengan terpaksa menolak karena tidak mau mengecewakan para santri yang sudah dititipkan orang tuanya kepadanya yang pada saat bersamaan mereka berhak mendapatkan pelajaran.

PKS Piyungan Taubat

Tapi tamu pengundang terkadang tidak menyerah dalam membujuk supaya sahabat karib KH Mahrus Ali Lirboyo ini berkenan dapat rawuh sesuai waktu yang ditargetkan panitia, sementara mereka tidak sabar bila menunggu waktu-waktu longgar yang tentu sulit didapatkan karena padatnya agenda mengisi pengajian di tempat lain.

Agar maksudnya tercapai, pihak pengundang umumnya mengajukan alasan, "Kiai, bukankah para santri sudah setiap hari belajar dengan panjenengan, jadi kesempatan mereka masih begitu banyak, sementara kesempatan untuk kami masyarakat yang jauh hanya sekali-kali saja dapat memperoleh pengajian dari Kiai Bisri."

PKS Piyungan Taubat

Akhirnya karena didesak dan atas dasar alasan di atas, Kiai Bisri Mustofa pun mengalah dan bersedia memenuhi undangan ceramah dari perwakilan penitia tersebut.

Dalam sebuah acara pengajian di daerah Cirebon di sela-sela pembicaraannya, Mbah Bisri berdoa memohon pada Allah agar pahala ngajinya di tempat itu supaya diberikan kepada santrinya di pondok yang malam itu beliau tinggalkan. "Pengajian saya di tempat ini meninggalkan jadwal ngaji bersama santri di pondok, maka dari itu pahala ngajiku di sini berikanlah ya Allah kepada santri-santriku di pondok yang saya tinggalkan," doa Mbah Bisri. (M. Haromain)

Cerita ini pernah dikisahkan KH A Mustofa Bisri dalam sambutan acara Peringatan Satu Abad Pesantren Lirboyo di Aula Al-Muktamar, Kediri, Jawa Timur, tahun 2010.



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Meme Islam, Lomba PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Februari 2018

ISIS Ledakkan Masjid Bersejarah di Mosul

Mosul, PKS Piyungan Taubat. Militan ISIS pada Rabu meledakkan Masjid Agung al-Nuri dan menara condongnya yang terkenal di Mosul. Hal ini seperti dinyatakan militer Irak. Sementara pasukan Irak berusaha mengusir kelompok tersebut dari kota terdekatnya.

Dari masjid abad pertengahan itu pula tiga tahun lalu pemimpin ISIS Abu Bakr al-Baghdadi mendeklarasikan "kekhalifahan" yang mencakup wilayah Suriah dan Irak.

ISIS Ledakkan Masjid Bersejarah di Mosul (Sumber Gambar : Nu Online)
ISIS Ledakkan Masjid Bersejarah di Mosul (Sumber Gambar : Nu Online)

ISIS Ledakkan Masjid Bersejarah di Mosul

"Meledakkan menara al-Hadba dan masjid al-Nuri sama dengan pengakuan resmi kekalahan," kata Perdana Menteri Irak Haider Al-Abadi dalam tanggapan singkat di lamannya.

Warga Irak menyebut menara condong 45 meter itu al-Hadba atau "si bungkuk". Bendera hitam Baghdadi berkibar di atasnya sejak Juni 2014.

Kantor berita ISIS, Amaq, menuduh pesawat Amerika Serikat menghancurkan masjid itu, pengakuan dengan cepat dibantah pasukan gabungan pimpinan Amerika Serikat (AS) yang memerangi kelompok tersebut.

PKS Piyungan Taubat

"Kami tidak menyerang daerah itu," kata juru bicara pasukan gabungan pimpinan AS, Kolonel Angkatan Udara John Dorrian kepada Reuters melalui telepon.

"Tanggung jawab atas kehancuran ini diletakkan sepenuhnya kepada ISIS," kata Mayor Jenderal Angkatan Darat AS Joseph Martin dalam sebuah pernyataan.

PKS Piyungan Taubat

Kantor media untuk militer Irak membagikan sebuah gambar yang diambil dari udara yang menunjukkan masjid yang sebagian besar rata dengan tanah dan menyusut menjadi puing reruntuhan di antara rumah-rumah kecil di Kota Tua, distrik bersejarah tempat para petempur berada dalam kepungan.

Masjid tersebut hancur ketika pasukan unit anti-terorisme Irak (Counter Terrorism Service/CTS), yang sedang berusaha memasuki Kota Tua Mosul, berada dalam jarak 50 meter dari tempat itu menurut pernyataan militer Irak.

Juru bicara militer Irak memberikan perkiraan waktu ledakan sekitar pukul 21.35 waktu setempat (01.35 WIB, Kamis). "Ini kejahatan terhadap rakyat Mosul dan seluruh Irak, dan merupakan contoh mengapa kelompok brutal itu harus dimusnahkan," kata Mayor Jenderal AS, Martin.

Pasukan Irak mengatakan pada Rabu bahwa mereka telah mulai bergerak menuju masjid. "Ini tidak akan menghalangi kami untuk mengusir mereka, tidak, membunuh mereka bukan mengusir mereka, di dalam Kota Tua," kata Letnan Jenderal Abdul Ghani al-Assadi, komandan tinggi CTS di Mosul dalam sebuah video yang diunggah melalui aplikasi perpesanan.

Pasukan Irak pada Selasa telah mengepung benteng kelompok tersebut di Kota Tua, distrik terakhir di bawah kontrol kelompok ISIS di Mosul.

Baghdadi memproklamasikan dirinya sebagai "khalifah", atau penguasa semua Muslim, dari mimbar masjid itu pada 4 Juli 2014, setelah gerilyawan menguasai sebagian besar wilayah Irak dan Suriah.

Pidato Baghdadi dari masjid itu merupakan pengungkapan pertama dirinya ke dunia, dan siaran rekamannya itu hingga hari ini adalah satu-satunya rekaman video berisi pernyataan dirinya sebagai "khalifah". (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta, menunjukkan kepeduliannya terhadap gerakan antokorupsi melalui karya. Mereka mengikutsertakan film dokumenter dengan semangat antikorupsi itu pada festival antikorupsi yang digagas Komisi Pemberantas Korupsi di UGM, Selasa-Kamis (9/12).

Film karya pelajar SMK Ma‘arif NU 1 yang beralamat di jalan HOS Cokroaminoto TR III/133 Tompeyan, Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini, diputar di stand PWNU Yogyakarta di UGM. Film berdurasi 10 menit ini, diperankan oleh 13 siswa-siswi SMK Ma‘arif 1.

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM

Karya mereka ini mengisahkan seorang siswa yang mencuri makanan di Warung Kejujuran yang disediakan sekolah untuk melatih kejujuran siswa. Siswa yang terbukti mencuri ini akhirnya dijatuhkan sanksi atas perbuatannya.

PKS Piyungan Taubat

"Dengan film yang kami buat ini walaupun masih bisa dibilang amatiran, tetapi kami bertujuan agar menggugah penonton dalam menyadarkan para pejabat-pejabat agar tidak menyengsarakan rakyat kecil," kata salah seorang pemerannya, Arya Bima Saputra. (Ahmad Syaefudin/Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Sunnah, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

Banom NU Kubu Raya Syukuran Hari Santri

Kubu Raya, PKS Piyungan Taubat. Sejumlah Banom NU Kabupaten Kubu Raya mengadakan syukuran atas penetapan Hari Santri Nasional (HSN) di Pesantren Nahdlatul Atfal Sui Ambawang Kubu Raya. ?

Banom NU Kubu Raya Syukuran Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Banom NU Kubu Raya Syukuran Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Banom NU Kubu Raya Syukuran Hari Santri

Khaoruddin Zakki, ketua panitia Pelaksana mengatakan sebagian besar warga NU adalah santri baik dari pendiri, tokoh-tokoh yang membesarkan NU dan Pengurus NU adalah kalangan sarungan (santri) selayaknya bersyukur atas penetapan Hari Santri Nasional (HSN), hari ini merupakan momentum para santri karena sudah mempunyai hari yang istimewa.?

"Jadikan hari ini sebagai momentum mengenang perjuangan ulama NU membela negara sehingga timbullah Resolusi Jihad yang bertepatan pada 22 Oktober,” katanya, Kamis (22 Oktober 2015).?

PKS Piyungan Taubat

Kagiatan ini merupakan inisiatif dari GP Ansor Kubu Raya, PMII Kubu Raya, IPNU Kubu Raya, IPPNU Kubu Raya, Forum Komunikasi Remaja Masjid se-Indonesia wilayah Kubu Raya, dan ini salah satu bentuk rasa syukur kita atas penetapan HSN oleh Presiden Indonesia. ?

"Kita persiapkan acara ini selama 1 minggu, walaupun waktu yang sedemian singkat, tapi dengan bantuan yang luar biasa dari sabahat-sahabat sehingga acara ini berjalan dengan lacara," ujar Khairuddin.

PKS Piyungan Taubat

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kubu Raya (PCNU) Ust. Abdussalam mengatakan, momentum Hari Santri Nasional bukan sebagai ajang pengkotak-kotakan atau sebagai pembanggaan diri (riya) santri, tapi Hari Santri Nasional ini jadikan sebagai teladan baik dalam memperjuangkan NU dan Negara Indonesia.

Ust. Abdussalam menjelaskan, perjuangan santri dalam merebut dan mempertahankan negara Indonesia tidaklah mudah seperti sekarang ini, inilah salah sati bentuk apresiasi pemerintah terhadap perjuangan pondok pesantren dan terutama kaum santri yang telah membela NKRI dari penjajah. ? ?

"Melawan penjajah adalah jihad, membela tanah air adalah jihad, ujar Ust. Abdussalam. (Firman/Mukafi Niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock