Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Meme Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Februari 2018

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Pada saat sekarang ini yang dibutuhkan adalah sensitifitas kita agar lebih tajam lagi. Misalnya DIY saat ini belum turun hujan. Padahal dulu bulan September, Oktober, November sudah hujan. Salah satunya ini akibat dari pemanasan global (global warming). Pada kondisi seperti ini, ketika alam mulai dirusak oleh tangan-tangan manusia, maka alam sebenarnya sedang mengingatkan kepada penghuni alam, yaitu manusia.

Demikian pernyataan yang di sampaikan oleh Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama Hj Khofifah Indar Parawansa yang juga menjabat sebagai Menteri Sosial RI dalam acara Pelantikan dan Rapat Kerja PW Muslimat Nahdlatul Ulama DIY Masa Khidmat 2015-2020 di Asrama Haji DIY, Ahad (1/11) lalu.

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemarau Panjang, Peringatan Alam kepada Penghuni Alam

Khofifah menyampaikan, bahwa ada saudara kita yang berada di wilayah Equator memiliki musim yang berbeda. Ternyata memiliki perbandingan dua kali musim kemarau dan satu kali musim hujan. Jadi Riau itu dapat dua kali kemarau dan satu kali hujan.?

PKS Piyungan Taubat

“Sekarang yang terjadi di Riau yaitu kebakaran hutan. Entah di bakar atau terbakar masih dalam proses pengumpulan data. Dan untuk dapat memadamkan api jika kekuatan manusia saja tidak cukup. Ternyata yang dapat memadamkan api adalah kalau ada hujan dengan intensitas yang cukup. Alhamdulillah dalam 3 hari kemarin jarak pandang di Riau sudah mencapai 6000 M – 8000 M. Artinya sudah normal,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

“Nah sekarang apa yang dapat di lakukan? Belum terlambat kalau kita sama-sama sholat Istisqo’ secara berjama’ah, Memohon hujan yang barokah. Hujan yang menyelamatkan, jangan hujan yang membuat petaka baru,” imbuhnya. (Muhlisin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Anti Hoax, Pemurnian Aqidah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 14 Februari 2018

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU "Go International"

Semarang, PKS Piyungan Taubat. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang Jawa Timur, 1-5 Agustus mendatang, mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia”. Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, NU akan mengekspor pemikiran ulama NU ke tingkat dunia.

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU Go International (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU Go International (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU "Go International"

“Saatnya pemikiran NU go international. Kita akan mengekspor Islam Nusantara ini ke tingkat dunia, terutama dunia Islam yang saat ini tidak karuan,” katanya saat menghadiri Rapimnas Pencak Silat NU Pagar Nusa di Semarang, Jum’at (27/3).

Dalam hal keilmuan, ulama NU banyak belajar dari Timur Tengah. Beberapa karya besar ulama Timur Tengah juga dipelajari di pesantren-pesantren. Namun menurut, Kang Said, ulama Timur Tengah perlu belajar ke NU.

PKS Piyungan Taubat

“Banyak ulama Timur Tengah yang keilmuannya mumpuni dan punya karya berjilid-jilid, namun tidak bisa berbuat apa-apa ketika negaranya sedang perang saudara dan menewaskan ribuan orang,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut alumni Ummul Qurra Makkah itu, para ulama Timur Tengah baru dalam tahap tafaqquh fid din atau mendalami ilmu-ilmu agama, belum bisa yundziru qoumahum atau melakukan pembinaan terhadap umat.

“Dalam hal membimbing umat, ulama timur tengah perlu belajar ke Indonesia, belajar ke NU,” katanya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Meme Islam, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 10 Februari 2018

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

KH Bisri Mustofa (1914-1977) selain diakui sebagai kiai penulis dan penerjemah kitab yang cukup produktif. Ia juga merupakan orator (muballigh) ulung yang sering mengisi pengajian di berbagai daerah dalam pelbagai kesempatan. Karena penyampaian materi ceramahnya yang menarik, pidatonya diminati khalayak luas.

Meski permintaan ceramah di luar daerah begitu padat namun Kiai Bisri karena kasih sayang dan kecintaanya yang besar kepada para santrinya, penulis Tafsir Al-Ibris ini senantiasa berusaha agar kegiatan dakwah di masyarakat tidak mengganggu aktivitasnya dalam mengajar santri di pesantren.? ?

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

Seperti pernah disampaikan putranya, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam suatu pidatonya, kendati jadwal sudah diatur, ada saja permintaan atau undangan dari panitia pengajian yang kadang-kadang waktunya berbenturan dengan jadwal Kiai Bisri mengajar santri di pesantren. Sekali lagi, sebetulnya sudah menjadi prinsip bagi menantu Mbah Kiai Kholil Harun Kasingan Rembang tersebut bahwa jadwal mengajar santri di pondok pesantren yang diasuhnya jangan sampai absen atau kosong. Sehingga, beliau mengatur agar saat mengisi pengajian di masyarakat tidak berbarengan dengan jadwal mengajar di pesantren. ?

Ketika undangan ceramah ternyata bersamaan dengan jadwal ngajar di pesantren, Kiai Bisri selalu berkata kepada mereka dengan terang-terangan bahwa beliau dengan terpaksa menolak karena tidak mau mengecewakan para santri yang sudah dititipkan orang tuanya kepadanya yang pada saat bersamaan mereka berhak mendapatkan pelajaran.

PKS Piyungan Taubat

Tapi tamu pengundang terkadang tidak menyerah dalam membujuk supaya sahabat karib KH Mahrus Ali Lirboyo ini berkenan dapat rawuh sesuai waktu yang ditargetkan panitia, sementara mereka tidak sabar bila menunggu waktu-waktu longgar yang tentu sulit didapatkan karena padatnya agenda mengisi pengajian di tempat lain.

Agar maksudnya tercapai, pihak pengundang umumnya mengajukan alasan, "Kiai, bukankah para santri sudah setiap hari belajar dengan panjenengan, jadi kesempatan mereka masih begitu banyak, sementara kesempatan untuk kami masyarakat yang jauh hanya sekali-kali saja dapat memperoleh pengajian dari Kiai Bisri."

PKS Piyungan Taubat

Akhirnya karena didesak dan atas dasar alasan di atas, Kiai Bisri Mustofa pun mengalah dan bersedia memenuhi undangan ceramah dari perwakilan penitia tersebut.

Dalam sebuah acara pengajian di daerah Cirebon di sela-sela pembicaraannya, Mbah Bisri berdoa memohon pada Allah agar pahala ngajinya di tempat itu supaya diberikan kepada santrinya di pondok yang malam itu beliau tinggalkan. "Pengajian saya di tempat ini meninggalkan jadwal ngaji bersama santri di pondok, maka dari itu pahala ngajiku di sini berikanlah ya Allah kepada santri-santriku di pondok yang saya tinggalkan," doa Mbah Bisri. (M. Haromain)

Cerita ini pernah dikisahkan KH A Mustofa Bisri dalam sambutan acara Peringatan Satu Abad Pesantren Lirboyo di Aula Al-Muktamar, Kediri, Jawa Timur, tahun 2010.



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Meme Islam, Lomba PKS Piyungan Taubat

Rabu, 07 Februari 2018

IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah

Pangandaran, PKS Piyungan Taubat. Sebanyak 700 jamaah memenuhi pesantren Islahiyah Wonoharjo, Pangandaran, Ahad (26/10) malam. Mereka membaca sholawat dan doa bersama pada malam tasyakuran tahun baru Hijriyah yang digagas IPNU Pangandaran. Seratus penabuh rebana yang membuka sholawatan, menambah meriah malam pergantian tahun.

IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Pangandaran Gelar Tasyakuran Tahun Baru Hijriyah

Ketua IPNU Pangandaran Arif Rahman Hakim mengatakan, kegiatan ini merupakan upaya mensyiarkan dakwah Aswaja NU. “Kita ingin membumikan sholawat di kabupaten yang baru terbentuk ini.”

Sementara pengasuh pesantren Islahiyah KH Irfanuddin pada malam tasyakuran yang bertajuk “Indonesia Bershalawat, Indonesia Selamat” mengapresiasi para pengurus IPNU-IPPNU Pangandaran yang menginisiasi kegiatan ini.

PKS Piyungan Taubat

“Semoga ke depan agenda sholawat bisa diadakan secara rutin bulanan oleh pengurus IPNU-IPPNU Pangandaran,” kata Kiai Irfan. (Aris Purnama Arvat/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Senin, 05 Februari 2018

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura

Kotabumi, PKS Piyungan Taubat -

Bupati Lampung Utara (Lampura) Agung Ilmu Mangkunegara meminta Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat masa khidmah 2016-2021 berperan aktif dalam pembangunan daerah.

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati: NU Harus Berperan Aktif Untuk Lampura

“Saya berharap peran aktif keluarga besar NU beserta segenap kaum Nahdiyin untuk turut memberikan kesejukan dan kedamaian dihati umat,” kata mantan Ketua KNPI Kabupaten Way Kanan itu, di Kotabumi, Kamis (27/10).

Menurut Bupati Agung, saat ini berbagai permasalahan sosial keagamaan banyak bermunculan di masyarakat.

"Hal tersebut tentunya perlu diantisipasi sedini mungkin, agar tidak menghambat kelancaran beribadah," ujar dia lagi.

PKS Piyungan Taubat

Bupati juga meminta agar seluruh tokoh dan kader NU potensial diberdayakan bagi organisasi.

"NU kedepan harus bisa bersinergi dengan pemerintahan, menjadi gas atau rem untuk daerah kita lebih baik," pungkas bupati. (Gatot Arifianto/Abdullah Alawi)

?

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, Doa, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Bagi mayoritas kalangan muda NU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang paling inspiratif sekaligus memberikan energi yang luar biasa untuk berproses pada dunia yang mereka pilih di kemudian hari.

Saya termasuk pengagum berat beliau. Kekaguman tersebut diawali oleh perkenalan nama beliau yang seringkali di diskusikan oleh almarhum ayah saya, M. Ichsan, ketika saya baru akan lulus SD.

Sebagai kiai kampung dan aktivis NU tingkat desa di Blora, rumah kami hampir tiap malam selalu kedatangan orang-orang yang berbincang hingga tengah malam. Masih terlalu kecil bagi saya untuk mengikuti pembicaraan mereka. Namun dari obrolan malam ke malam tersebut, selalu ada satu nama yang disebut, Gus Dur. Ritual obrolan para aktivis kampung tersebut berlanjut hingga saya SMA.

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Belakangan, setelah ayah saya meninggal, saya baru sadar bahwa yang mereka bicarakan adalah seputar pergerakan kritik melawan Orde Baru. Saya mengetahuinya dari arsip yang ditinggalkan ayah, di situ ada tulisan-tulisan opini Gus Dur di beberapa media, termasuk Tempo. Sebagian besar dalam bentuk fotocopy.

PKS Piyungan Taubat

Juga ada beberapa coretan tangan, seperti penanda kode diskusi. Arsip tersebut sekaligus menjawab rasa ingin tahu saya di masa kecil perihal ayah saya, M. Ichsan, yang bolak-balik berurusan dengan aparat ABRI, Koramil, Korem, dan Kodim.

PKS Piyungan Taubat

Sebagai PNS rendahan, tentu sangat riskan bagi ayah saya untuk menunjukkan sikap oposan terhadap Orba. Tapi sikap tersebut dipilih secara sadar, karena sebagai ta’dzim kepada pimpinan. Sikap kepatuhan seorang ketua MWC NU terhadap ketua umum PBNU. Bukan saja dipilih secara sadar, bahkan melibatkan kiai-kiai langgar dan pemuda desa untuk mendukung pilihan yang diambil oleh pimpinan besar—oposan atas Orba!

Risikonya, ayah tak kunjung naik pangkat, hampir dipecat, rumah dilempar molotov, hingga suatu ketika kami sekeluarga pergi ke luar kota, lalu sepulangnya kami mendapati rumah kami sudah berganti cat berwarna kuning.

Perkenalan saya dengan sosok Gus Dur berlanjut secara intensif ketika saya kuliah di Jogja, melalui tulisan-tulisan beliau tentunya. Ada satu konsistensi yang tidak pernah pudar dari sosok KH Aburahman Wahid tersebut. Yakni, pembelaannya terhadap hak-hak kaum minoritas dan lemah secara politik. Perlawanan terhadap hegemoni Orde baru beliau lakukan ketika tidak banyak orang berani memulainya.

Saat itu, jangan pernah berharap bisa memiliki karir yang bagus di birokrasi atau swasta bila mengaku sebagai orang NU. Ini salah satu dampak opisisi Gus Dur terhadap Soeharto di saat belum ada tokoh publik sentral berani melakukannya.

Sikap oposan Gus Dur tersebut menghalangi peluang anak muda NU untuk meniti profesi di pemerintahan. Tetapi, perlu dicatat, langkah tersebut menjadi pemantik reproduksi kader yang paling massif dalam sejarah perjalanan NU, bahkan mungkin belum ada satu pun ormas yang mengalaminya.

Mulai saat itu, anak-anak muda NU aktif di dunia pergerakan. Bahkan dunia LSM saat itu penuh riuh dengan anak-anak muda NU. Tentu ini pergerakan sosial besar yang tidak bisa dilepaskan dari sosok Gus Dur.

Sosok Gus Dur seperti hadir dalam setiap perjalanan hidup saya, dari masa kecil, hidup di dunia pergerakan kampus, hingga suatu ketika saya akhirnya benar-benar bertemu langsung dengan beliau.

Saat itu tahun 2004, untuk keperluan melamar beasiswa S2 saya menyengajakan diri sowan Gus Dur ke PBNU. Saya minta restu, tapi beliau malah mentertawakan saya. “Kalau minta restu, kamu salah alamat. Lebih baik datang ke kiai-kiai kampung yang lebih sholeh. Kalau datang ke saya itu untuk minta rekomendasi saja,” kata Gus Dur.

Tentu saja ini sangat mengejutkan saya. Sebagai orang biasa dan bukan darah biru pesantren atau grade pertama NU, tentu saya tidak akan berani untuk minta rekomendasi tertulis dari Gus Dur. Tapi beliau malah menawarkan diri. Tidak itu saja, beliau juga langsung menelpon Pak Mahfud MD dan Pak Alw Shihab untuk menerima saya dan memberikan rekomendasi tertulis.

Luar biasa! Saya mendapatkan rekomendasi tertulis dari ketiga tokoh tersebut.

Ketika akhirnya saya bekerja di International Labour Organization (ILO), hingga sekarang, saya baru merasakan kehadiran Gus Dur di ‘dunia lain’, dunia yang selama ini tidak terlalu tampak di muka publik seperti pembelaan terhadap keyakinan minoritas. Gus Dur ternyata memiliki rekam jejak yang luar biasa terkait pembelaannya terhadap kelas pekerja/buruh! Pembelaan ini dilakukan Gus Dur secara konsisten jauh hari sebelum beliau menjadi Presiden RI hingga menjelang akhir hayat beliau.

Dalam catatan aktivis buruh Muchtar Pakpahan, misalnya, Abdurrahman Wahid menjadi salah satu tokoh sentral dalam pertemuan nasional aktivis buruh pada tahun 1992. Saat itu karena kebijakan penyeragaman dan kontrol Orde Baru, hanya ada satu organisasi buruh yang dibolehkan oleh pemerintah, yakni SPSI. Menjadi penjamin dan inisiator pertemuan di luar mainstream seperti itu tentu bukan perkara yang mudah bagi Gus Dur.

Menurut kesaksian Muchtar Pakpahan, arena pertemuan buruh tersebut sudah dikepung oleh tentara. Dari pembicaraan Handy Talky (HT) Muchtar mendengar inteljen melapor ke atasan bahwa “di dalam arena selalu ada gajah yang tak pergi-pergi.” Sosok tersebut adalah Gus Dur. Ternyata pertemuan tersebut tidak jadi dibubarkan dan melahirkan organisasi buruh baru, yakni SBSI.

Sejak saat itu Muchtar dan SBSI yang dipimpinnya dicap sebagai organisasi terlarang, diperlakukan seperti Orba memperlakukan PKI. Gus Dur seringkali memberikan perlindungan kepada aktivis-aktivis buruh yang dikejar-kejar aparat Orba saat itu. Bahkan, Muchtar Pakpahan seperti mendapat waktu khusus di PBNU karena setiap saat berdiskusi dan melaporkan perkembangan kepada Gus Dur yang saat itu menjadi Ketua Umum PBNU.

Perhatian Abdurrahman Wahid terhadap kelas pekerja tidak redup ketika ia berhasil menduduki kursi kepresidenan. Pada masa Gus Dur, setiap tahun gaji PNS mengalami kenaikan. Tidak hanya itu saja, Gus Dur juga menaikkan gaji guru hingga 150%. Saat itu guru merupakan PNS yang paling dipandang sebelah mata, karena gajinya paling kecil.

Kebijakan Gus Dur memberikan pijakan atas upaya profesionalisasi guru di masa kemudian. Saat ini bisa kita lihat, guru merupakan profesi yang menjanjikan semenjak ada kebijakan tunjangan profesi melalui sertifikasi guru. Guru yang tersertifikasi bisa bergaji lebih besar meski ia belum berstatus PNS.

Selanjutnya, Gus Dur sebenarnya layak disebut sebagai Bapak Jaminan Sosial Indonesia. Saat itu Indonesia terkenal sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang tanpa jaminan sosial bagi warga negaranya.

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara, Abdurrahman Wahid dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2000 mencetuskan perlunya bagi Indonesia untuk mengembangkan konsep Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Kini setelah 14 tahun berlalu, akhirnya rakyat Indonesia memiliki jaminan nasional dengan diberlakukannya UU BPJS per 1 Januari 2014.

Tentu ini merupakan salah warisan dari Gus Dur yang memberikan pondasi bagi perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Bila dulu hanya orang-orang kaya saja yang memiliki jaminan sosial, sebentar lagi kelas buruh pun mendapatkan jaminan yang sama dari negara.

Gus Dur juga tercatat sebagai Presiden RI yang paling peduli terhadap nasib buruh migran atau lebih dikenal sebagai TKI. Gus Dur selalu menempatkan 1 nyawa warga negara yang terancam di luar negeri sebagai pertaruhan martabat bangsa.

Tahun 1999, ketika seorang TKI asal Bangkalan Madura mendapatkan ancaman hukuman mati di Arab Saudi, Gus Dur selaku Presiden RI turun tangan langsung dengan menulis surat resmi kepada Raja Arab Saudi untuk keringanan hukuman. Bahkan Gus Dur juga menelpon langsung Sang Raja. Akhirnya hukuman mati dibatalkan oleh Raja, diperingan dengan hukuman lainnya.

Pembelaan Gus Dur terhadap TKI tidak berhenti setelah beliau dilengserkan dari kursi kepresidenan. Beliau pernah menampung puluhan TKI yang dideportasi dari Malaysia dan tidak mendapatkan gaji. Bukan saja menampung mereka, Gus Dur bahkan melakukan lobi langsung untuk menyelesaikan gaji TKI yang tidak dibayar.

Pembelaan terhadap TKI dari ancaman hukuman mati juga pernah dilakukan oleh Gus Dur ketika seorang TKI asal Lombok Tengah, Adi bin Asnawi mendapat vonis hukuman gantung dari pengadilan Malaysia. Mendapatkan laporan dari keluarga Adi, Gus Dur langsung bertolak ke Malaysia untuk menemui langsung Perdana Menteri Malaysia saat itu, Abdullah Badawi, guna memperingan hukuman. Akhirnya Adi bisa menghirup udara tanah air pada tanggal 9 Januari 2010, satu minggu setelah Gus Dur wafat. Adi tidak sempat mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Gus Dur. ?

Satu hal lagi yang tidak banyak diketahui oleh publik adalah pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak pekerja rumah tangga (PRT) atau lebih sering disebut sebagai pembantu tersebut. Seorang aktivis kawakan advokasi PRT, Lita Anggraini, pernah menuturkan kepada saya bahwa Gus Dur memberikan dukungan atas perjuangan PRT untuk mendapatkan pengakuan sebagai pekerja. Gus Dur bahkan menyumbang perangkat komputer kepada LSM tersebut ketika harga komputer masih belum terjangkau.

Pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak PRT juga beliau tunjukkan secara langsung dengan datang ke kantor ILO Jakarta pada tahun 2005. Saat itu beliau datang untuk menegaskan betapa sentralnya peran PRT dalam bagi sektor ketenagakerjaan. Ironisnya PRT masih mengalami diskriminasi dan tidak diakui sebagai pekerja. Ini tentu sesuatu yang sangat berarti bagi PRT, di saat banyak aktivis sekaliber aktivis HAM sekalipun yang masih tidak terbuka terhadap pembelaan PRT, Gus Dur melakukan pembelaan secara konsisten.

Akhirul kalam, dari sekelumit jejak rekamnya tersebut, Gus Dur sebenarnya layak menyandang gelar sebagai Bapak Buruh Nasional, bukan saja tokoh pluralisme seperti yang kita kenal. Terima kasih Gus, semoga kami dapat mewarisi sedikit perjuanganmu. Hanya itu yang bisa kita lakukan, bukan?

IRHAM ALI SAIFUDDIN, adalah GUSDURian dan bekerja di ILO

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Meme Islam, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda

Kendal, PKS Piyungan Taubat 



Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal menggelar Shalat Ghaib dan doa bersama untuk almarhum Miftahul Huda yang meninggal pada Senin, (22/1). Almarhum merupakan anggota Satkorcab Banser Grobogan yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Banyumanik, Semarang, Ahad (21/1) malam.

GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Patebon Shalat Ghaib untuk Miftahul Huda

"Kami selaku pengurus GP Ansor Patebon ikut merasa kehilangan atas wafatnya Sahabat Miftahul Huda. Peristiwa wafatnya almarhum yang terjadi dalam perjalanan pulang usai mengikuti Pendidikan Kader Lanjutan (PKL) dan Susbalan Muadalah di PC GP Ansor Kabupaten Semarang menandakan betapa kuat kecintaan almarhum terhadap  organisasi," kata Ketua PAC GP Ansor Patebon Akhmad Sodiq.

Sodiq mengatakan, Shalat Ghaib yang digelar segenap pengurus dan anggota PAC GP Ansor Patebon ini dilaksanakan sesuai dengan instruksi dari PW GP Ansor Jawa Tengah dan sekaligus  bentuk solidaritas kami untuk mendoakan almarhum.

"PAC GP Ansor Patebon menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya beliau. Teriring doa, semoga almarhum husnul khotimah, diampuni seluruh dosa kesalahannya, dan diterima seluruh amal kebaikannya. Amiin," pungkasnya. (Muhammad Kridaanto/Abdullah Alawi)

 

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Jadwal Kajian, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock