Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Santri. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 Februari 2018

Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis

Jombang, PKS Piyungan Taubat. GP Ansor bersama badan otonom NU lainnya terlihat kompak menggelar pengobatan gratis. Pengobatan gratis digelar dalam rangka mnyongsong Konferensi cabang NU Jombang disambut ratusan warga NU dari berbagai pelosok desa.

Kegiatan Banom NU yang melibatkan Fatayat NU, IPNU- IPPNU, PMII, RSNU juga menggandeng Ikatan Naturopatis Indonesia Dewan Pengurus Daerah Jawa Timur (IKNI DPD Jatim)  Buddhist Education Centre(BEC), Perhimpunan Persahabatan Indonesia Tiongkok(PPIT), Pembina Iman Tauhid Islam (PITI) Jombang, Perhimpunan Indonesia Tionghoa Jombang, di gelar di Halaman Stikes Annajiah Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. 

Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Konfercab NU, Banom Gelar Pengobatan Gratis

”Kegiatan ini digelar menyongsong gawe Konfercab NU, disamping untuk membantu masyarakat yang butuh pengobatan melalui pijat tradisional,” ujar Dahril Kamal, ketua panitia pelaksana membeberkan.

PKS Piyungan Taubat

Pengobatan yang diberikan, lanjut Gus Aril biasa dipanggil, salah satunya adalah pijet taero (tulang), pijet elektrik (Diambo), pijet refleksi, pijat akupuntur (tusuk jarum). Yang diikuti tidak kurang sekitar 500 warga NU dari pelosok desa.

PKS Piyungan Taubat

”Sejak pagi mereka sudah mengantri, antusias warga mengikuti pengobatan tradisional ini sangat besar,” tandasnya.

Disamping pengobatan dengan metode Traditional Chinese Medicine (TCM) nampak ratusan warga antusias mencoba pijak refleksi, tusuk jarum serta Aero. ”Rasanya cukup bugar usai dipijat tulang,” ujar Fathul hidayat salah satu warga asal Kesamben usai menikmati pijatan.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Jombang Sholahul ’Am Notobuwono mengatakan melihat antusias warga, kegiatan sosial ini rencananya akan dilakukan kembali. 

”Ini atas kerjasama temen temen Tionghoa yang juga peduli terhadap warga yang membutuhkan pengobatan, doakan kita bisa kembali bisa menggelar lagi,” ujarnya.

Disamping pengobatan secara tradisional, pihaknya lanjut salah satu pengasuh PP Bahrul Ulum ini menambahkan, sebenanrnya juga menggandeng Ikatan Dokter dan RSNU. ”Semuanya kita libatkan untuk membantu masyarakat, tadi juga ada donor darah yang ditangani PMI, pesertanya juga cukup banyak,” pungkasnya.

 Redaktur: Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Cerita PKS Piyungan Taubat

Kamis, 15 Februari 2018

Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme

Jember, PKS Piyungan Taubat. Hj Erma Fatmawati mendorong Fatayat NU Jember untuk terus melakukan penguatan paham Aswaja NU di masyarakat. Dengan cinta tanah air, kader Fatayat NU Jember memperkecil pintu masuk paham-paham radikal dan kejahatan korupsi.

Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Laporkan Kejahatan Korupsi, Fatayat NU Jember Merawat Nasionalisme

“Sejak zaman Belanda, NU telah menunjukkan sikap nasionalismenya yang tinggi, dan sampai kapanpun harus tetap dipertahankan,” kata Hj Erma di hadapan 45 peserta Latihan Kader Dasar Fatayat NU di aula PCNU Jember, Sabtu (20/9).

Ia juga mengajak anggota Fatayat NU untuk menjadi pioner dalam menjaga nasionalisme dengan memperluas wawasan kebangsaan dan menghayati nilai-nilai Islam.

PKS Piyungan Taubat

Di dalam Islam sudah jelas, mencintai  tanah air adalah sebagian dari iman. "Fatayat adalah bagian dari NU. Mari bekerja dengan benar, laporkan kejahatan korupsi, itu sudah termasuk menjaga nasionalisme," ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Ketua Fatayat NU Jember Rahmah Saidah menegaskan pentingnya kader NU untuk  memperluas wawasan, terutama terkait dengan NU dan kebangsaan.

"Yang juga penting kita sikapi adalah pasar bebas Asia tahun depan. Kita berharap anggota muslimat juga tahu dan paham soal itu," ujar Rahmah. (Aryudi A Razaq/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tegal, Santri PKS Piyungan Taubat

Senin, 12 Februari 2018

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko

Maroko, PKS Piyungan Taubat. Kiai NU yang mewakili Indonesia, Ahmad Najib Afandi berhasil meraih penghargaan penulisan makalah terbaik dalam The International Academic Center of ? Sufi and Aesthetic Studies (IACSAS) yang berlangsung di kota Fes, Maroko, (9-12/5).?

Pengasuh Pesantren asy- Syafiiyyah, Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jawa Barat itu, menerima penghargaan dari Direktur IACSAS, Syeikh Dr Aziz ? al-Chubaeti, usai memaparkan makalah berjudul "Pengaruh Tasawuf ? Maroko terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia" di hadapan perwakilan dari 40 negara.

Gus Najib, demikian akrab disapa, berhasil membentangkan data pengaruh tasawuf Maroko terhadap keberagamaan di Indonesia.

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko

"Diantara bukti persambungan antara tasawuf Indonesia dengan tasawuf Maroko –yang selama ini sering dilupakan--baik melalui hubungan guru dan murid dan hubungan budaya, juga faktor lainnya. Ibrahim Harakat dalam bukunya Pengantar Sejarah Ilmu di Maroko, bahwa setelah berdirinya Maroko di wilayah Afrika yang subur dengan ulamanya telah membuka akses mereka untuk ekspansi ke Timur (masyriq) untuk berdakwah dengan membawa karya-karya monumentalnya sehingga tersebarlah mereka di wilayah Timur sampai memiliki banyak murid," tutur mantan wakil sekretaris Pengurus Pusat Maarif ? NU itu.

Dengan data tersebut, Gus Najib meyakini bahwa perjalanan ulama-ulama Maroko sampai ke Jawa setelah pertemuan mereka dengan orang Jawa di Tanah Suci, Mekah. Hal itu, katanya, dapat dibuktikan dengan banyaknya ulama yang dimakamkan di Jawa dengan nama Syeikh al-Maghribi.

PKS Piyungan Taubat

Sementara, bukti adanya hubungan intelektual secara langsung dengan ulama Maroko adalah banyaknya pelajar Indonesia yang pernah berguru kepada ulama Maroko, seperti Syeikh Abdul Hadi (Abad IX) dari kerajaan Buton yang berguru kepada Syeikh Said al Maghribi, Syeikh Muhamad ? Nafis Al-Banjari (1710-1812 M) murid dari Syeikh Abdurahman bin Abdul Aziz al Maghribi ketika di Makkah, yang pendapatnya banyak dipakai oleh Syeikh Ihsan Jampes Kediri dalam karya fenomenalnya Sirajuttalibin.

Gus Najib memaparkan, sisi lain yang jelas menjadi bukti persambungan dan pengaruh tasawuf ? Maroko di Indonesia adalah karya para sufi ? Maroko, seperti, Asyifa karya Qadi Iyad, Dalail Khaerat karya Syeikh al-Jazuli, Jawahirul Maani dan Shalawat al-Fatih karya Syeikh Attijani.

"Selanjutnya banyak tarekat yang didirikan oleh ulama Maroko, kini besar di Indonesia, seperti As-Sadziliyah, At-tijaniyah, Al-Ahmadiyah (Ahmad bin Idris al - Maghribi (1760-1837 M)," kata Gus Najib.

Tasawuf Indonesia sebenarnya memiliki persambungan dengan banyak negara. Kurdi melalui Syeikh Amin al-Kurdi dengan kitabnya Tanwirul Qulub. India melalui karya Syeikh Burhanpuri dengan karyanya Tuhfat Al Mursalah yang menjadi referensi awal lahirnya tasawuf ? falsafi di Indonesia.

“Demikian juga dengan Persia melalui kitab "Syuab Al-Iman" karya al-Mulaibari yang dikomentari oleh Syeikh Nawawi Banten dengan nama Qamiut Tughyan,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Namun, dari sekian sumber tasawuf Indonesia itu, semuanya memiliki validitas referensi yang menjamin ke-sunah-an tasawuf Indonesia. Dengan sumber-sumber yang Islam natural itu, semestinya sudah menjamin segala praktik tasawuf dan tarekat di Indonesia tidak akan menyimpang dari syariat dan akidah. "Dan, dengan keragaman sumber itu pula, seharusnya menjadikan kuatnya kebhinekaan tasawuf dan Islam Indonesia," tegasnya.

"Bukti lain yang menguatkan adanya hubungan Islam Indonesia dengan Maroko, adanya persamaan ornamen ukiran kayu (yang kaya warna) di atap di sejumlah masjid di Maroko dengan yang ada di bangunan warisan budaya Indonesia, seperti, Masjid Sunan Gunung Jati dan Masjid Said Naum, Kebon Kacang, Jakarta. Juga lainnya," pungkas pria yang juga rektor Sekolah Tinggi Islam al-Hikmah Brebes itu. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Bagi mayoritas kalangan muda NU, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) adalah sosok yang paling inspiratif sekaligus memberikan energi yang luar biasa untuk berproses pada dunia yang mereka pilih di kemudian hari.

Saya termasuk pengagum berat beliau. Kekaguman tersebut diawali oleh perkenalan nama beliau yang seringkali di diskusikan oleh almarhum ayah saya, M. Ichsan, ketika saya baru akan lulus SD.

Sebagai kiai kampung dan aktivis NU tingkat desa di Blora, rumah kami hampir tiap malam selalu kedatangan orang-orang yang berbincang hingga tengah malam. Masih terlalu kecil bagi saya untuk mengikuti pembicaraan mereka. Namun dari obrolan malam ke malam tersebut, selalu ada satu nama yang disebut, Gus Dur. Ritual obrolan para aktivis kampung tersebut berlanjut hingga saya SMA.

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur Sang Pembela Kaum Pekerja

Belakangan, setelah ayah saya meninggal, saya baru sadar bahwa yang mereka bicarakan adalah seputar pergerakan kritik melawan Orde Baru. Saya mengetahuinya dari arsip yang ditinggalkan ayah, di situ ada tulisan-tulisan opini Gus Dur di beberapa media, termasuk Tempo. Sebagian besar dalam bentuk fotocopy.

PKS Piyungan Taubat

Juga ada beberapa coretan tangan, seperti penanda kode diskusi. Arsip tersebut sekaligus menjawab rasa ingin tahu saya di masa kecil perihal ayah saya, M. Ichsan, yang bolak-balik berurusan dengan aparat ABRI, Koramil, Korem, dan Kodim.

PKS Piyungan Taubat

Sebagai PNS rendahan, tentu sangat riskan bagi ayah saya untuk menunjukkan sikap oposan terhadap Orba. Tapi sikap tersebut dipilih secara sadar, karena sebagai ta’dzim kepada pimpinan. Sikap kepatuhan seorang ketua MWC NU terhadap ketua umum PBNU. Bukan saja dipilih secara sadar, bahkan melibatkan kiai-kiai langgar dan pemuda desa untuk mendukung pilihan yang diambil oleh pimpinan besar—oposan atas Orba!

Risikonya, ayah tak kunjung naik pangkat, hampir dipecat, rumah dilempar molotov, hingga suatu ketika kami sekeluarga pergi ke luar kota, lalu sepulangnya kami mendapati rumah kami sudah berganti cat berwarna kuning.

Perkenalan saya dengan sosok Gus Dur berlanjut secara intensif ketika saya kuliah di Jogja, melalui tulisan-tulisan beliau tentunya. Ada satu konsistensi yang tidak pernah pudar dari sosok KH Aburahman Wahid tersebut. Yakni, pembelaannya terhadap hak-hak kaum minoritas dan lemah secara politik. Perlawanan terhadap hegemoni Orde baru beliau lakukan ketika tidak banyak orang berani memulainya.

Saat itu, jangan pernah berharap bisa memiliki karir yang bagus di birokrasi atau swasta bila mengaku sebagai orang NU. Ini salah satu dampak opisisi Gus Dur terhadap Soeharto di saat belum ada tokoh publik sentral berani melakukannya.

Sikap oposan Gus Dur tersebut menghalangi peluang anak muda NU untuk meniti profesi di pemerintahan. Tetapi, perlu dicatat, langkah tersebut menjadi pemantik reproduksi kader yang paling massif dalam sejarah perjalanan NU, bahkan mungkin belum ada satu pun ormas yang mengalaminya.

Mulai saat itu, anak-anak muda NU aktif di dunia pergerakan. Bahkan dunia LSM saat itu penuh riuh dengan anak-anak muda NU. Tentu ini pergerakan sosial besar yang tidak bisa dilepaskan dari sosok Gus Dur.

Sosok Gus Dur seperti hadir dalam setiap perjalanan hidup saya, dari masa kecil, hidup di dunia pergerakan kampus, hingga suatu ketika saya akhirnya benar-benar bertemu langsung dengan beliau.

Saat itu tahun 2004, untuk keperluan melamar beasiswa S2 saya menyengajakan diri sowan Gus Dur ke PBNU. Saya minta restu, tapi beliau malah mentertawakan saya. “Kalau minta restu, kamu salah alamat. Lebih baik datang ke kiai-kiai kampung yang lebih sholeh. Kalau datang ke saya itu untuk minta rekomendasi saja,” kata Gus Dur.

Tentu saja ini sangat mengejutkan saya. Sebagai orang biasa dan bukan darah biru pesantren atau grade pertama NU, tentu saya tidak akan berani untuk minta rekomendasi tertulis dari Gus Dur. Tapi beliau malah menawarkan diri. Tidak itu saja, beliau juga langsung menelpon Pak Mahfud MD dan Pak Alw Shihab untuk menerima saya dan memberikan rekomendasi tertulis.

Luar biasa! Saya mendapatkan rekomendasi tertulis dari ketiga tokoh tersebut.

Ketika akhirnya saya bekerja di International Labour Organization (ILO), hingga sekarang, saya baru merasakan kehadiran Gus Dur di ‘dunia lain’, dunia yang selama ini tidak terlalu tampak di muka publik seperti pembelaan terhadap keyakinan minoritas. Gus Dur ternyata memiliki rekam jejak yang luar biasa terkait pembelaannya terhadap kelas pekerja/buruh! Pembelaan ini dilakukan Gus Dur secara konsisten jauh hari sebelum beliau menjadi Presiden RI hingga menjelang akhir hayat beliau.

Dalam catatan aktivis buruh Muchtar Pakpahan, misalnya, Abdurrahman Wahid menjadi salah satu tokoh sentral dalam pertemuan nasional aktivis buruh pada tahun 1992. Saat itu karena kebijakan penyeragaman dan kontrol Orde Baru, hanya ada satu organisasi buruh yang dibolehkan oleh pemerintah, yakni SPSI. Menjadi penjamin dan inisiator pertemuan di luar mainstream seperti itu tentu bukan perkara yang mudah bagi Gus Dur.

Menurut kesaksian Muchtar Pakpahan, arena pertemuan buruh tersebut sudah dikepung oleh tentara. Dari pembicaraan Handy Talky (HT) Muchtar mendengar inteljen melapor ke atasan bahwa “di dalam arena selalu ada gajah yang tak pergi-pergi.” Sosok tersebut adalah Gus Dur. Ternyata pertemuan tersebut tidak jadi dibubarkan dan melahirkan organisasi buruh baru, yakni SBSI.

Sejak saat itu Muchtar dan SBSI yang dipimpinnya dicap sebagai organisasi terlarang, diperlakukan seperti Orba memperlakukan PKI. Gus Dur seringkali memberikan perlindungan kepada aktivis-aktivis buruh yang dikejar-kejar aparat Orba saat itu. Bahkan, Muchtar Pakpahan seperti mendapat waktu khusus di PBNU karena setiap saat berdiskusi dan melaporkan perkembangan kepada Gus Dur yang saat itu menjadi Ketua Umum PBNU.

Perhatian Abdurrahman Wahid terhadap kelas pekerja tidak redup ketika ia berhasil menduduki kursi kepresidenan. Pada masa Gus Dur, setiap tahun gaji PNS mengalami kenaikan. Tidak hanya itu saja, Gus Dur juga menaikkan gaji guru hingga 150%. Saat itu guru merupakan PNS yang paling dipandang sebelah mata, karena gajinya paling kecil.

Kebijakan Gus Dur memberikan pijakan atas upaya profesionalisasi guru di masa kemudian. Saat ini bisa kita lihat, guru merupakan profesi yang menjanjikan semenjak ada kebijakan tunjangan profesi melalui sertifikasi guru. Guru yang tersertifikasi bisa bergaji lebih besar meski ia belum berstatus PNS.

Selanjutnya, Gus Dur sebenarnya layak disebut sebagai Bapak Jaminan Sosial Indonesia. Saat itu Indonesia terkenal sebagai salah satu dari sedikit negara di dunia yang tanpa jaminan sosial bagi warga negaranya.

Dalam kapasitasnya sebagai Kepala Negara, Abdurrahman Wahid dalam Sidang Tahunan MPR RI Tahun 2000 mencetuskan perlunya bagi Indonesia untuk mengembangkan konsep Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN). Kini setelah 14 tahun berlalu, akhirnya rakyat Indonesia memiliki jaminan nasional dengan diberlakukannya UU BPJS per 1 Januari 2014.

Tentu ini merupakan salah warisan dari Gus Dur yang memberikan pondasi bagi perlindungan kesehatan yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia. Bila dulu hanya orang-orang kaya saja yang memiliki jaminan sosial, sebentar lagi kelas buruh pun mendapatkan jaminan yang sama dari negara.

Gus Dur juga tercatat sebagai Presiden RI yang paling peduli terhadap nasib buruh migran atau lebih dikenal sebagai TKI. Gus Dur selalu menempatkan 1 nyawa warga negara yang terancam di luar negeri sebagai pertaruhan martabat bangsa.

Tahun 1999, ketika seorang TKI asal Bangkalan Madura mendapatkan ancaman hukuman mati di Arab Saudi, Gus Dur selaku Presiden RI turun tangan langsung dengan menulis surat resmi kepada Raja Arab Saudi untuk keringanan hukuman. Bahkan Gus Dur juga menelpon langsung Sang Raja. Akhirnya hukuman mati dibatalkan oleh Raja, diperingan dengan hukuman lainnya.

Pembelaan Gus Dur terhadap TKI tidak berhenti setelah beliau dilengserkan dari kursi kepresidenan. Beliau pernah menampung puluhan TKI yang dideportasi dari Malaysia dan tidak mendapatkan gaji. Bukan saja menampung mereka, Gus Dur bahkan melakukan lobi langsung untuk menyelesaikan gaji TKI yang tidak dibayar.

Pembelaan terhadap TKI dari ancaman hukuman mati juga pernah dilakukan oleh Gus Dur ketika seorang TKI asal Lombok Tengah, Adi bin Asnawi mendapat vonis hukuman gantung dari pengadilan Malaysia. Mendapatkan laporan dari keluarga Adi, Gus Dur langsung bertolak ke Malaysia untuk menemui langsung Perdana Menteri Malaysia saat itu, Abdullah Badawi, guna memperingan hukuman. Akhirnya Adi bisa menghirup udara tanah air pada tanggal 9 Januari 2010, satu minggu setelah Gus Dur wafat. Adi tidak sempat mengucapkan terima kasih secara langsung kepada Gus Dur. ?

Satu hal lagi yang tidak banyak diketahui oleh publik adalah pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak pekerja rumah tangga (PRT) atau lebih sering disebut sebagai pembantu tersebut. Seorang aktivis kawakan advokasi PRT, Lita Anggraini, pernah menuturkan kepada saya bahwa Gus Dur memberikan dukungan atas perjuangan PRT untuk mendapatkan pengakuan sebagai pekerja. Gus Dur bahkan menyumbang perangkat komputer kepada LSM tersebut ketika harga komputer masih belum terjangkau.

Pembelaan Gus Dur terhadap hak-hak PRT juga beliau tunjukkan secara langsung dengan datang ke kantor ILO Jakarta pada tahun 2005. Saat itu beliau datang untuk menegaskan betapa sentralnya peran PRT dalam bagi sektor ketenagakerjaan. Ironisnya PRT masih mengalami diskriminasi dan tidak diakui sebagai pekerja. Ini tentu sesuatu yang sangat berarti bagi PRT, di saat banyak aktivis sekaliber aktivis HAM sekalipun yang masih tidak terbuka terhadap pembelaan PRT, Gus Dur melakukan pembelaan secara konsisten.

Akhirul kalam, dari sekelumit jejak rekamnya tersebut, Gus Dur sebenarnya layak menyandang gelar sebagai Bapak Buruh Nasional, bukan saja tokoh pluralisme seperti yang kita kenal. Terima kasih Gus, semoga kami dapat mewarisi sedikit perjuanganmu. Hanya itu yang bisa kita lakukan, bukan?

IRHAM ALI SAIFUDDIN, adalah GUSDURian dan bekerja di ILO

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Meme Islam, Fragmen PKS Piyungan Taubat

Kamis, 25 Januari 2018

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendorong upaya rasionalisasi kurikulum 2013 yang tengah melewati uji publik. Upaya rasionalisasi kurikulum menjadi sebuah keniscayaan dalam menentukan arah pendidikan ke depan.

Demikisan disampaikan Farida Farichah, Ketua Umum PP IPPNU seusai mengikuti pengajian Tasawuf oleh bersama KH SAid Aqil Siroj di Kantor PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (28/1) malam.

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Dorong Rasionalisasi Kurikulum Baru

Menurut Farida, rasionalisasi kurikulum berupa penyesuaian materi kurikulum dengan batas kemampuan dan kebutuhan para siswa. Sejumlah riset bisa dijadikan panduan untuk mengukur kesesuaian bobot materi ajar dengan kemampuan peserta didik.

PKS Piyungan Taubat

“Jangan sampai kurikulum menetapkan materi untuk tingkat SMP diberikan kepada tingkat SD; materi SMA diajarkan kepada siswa SMP,” tambahnya.

Perhatian terhadap bobot materi pelajaran, menjadi acuan utama dalam memperbaiki kurikulum pendidikan di Indonesia. Karena, sebuah kurikulum akan gagal ketika bobot materi yang tertuang dalam kurikulum tidak sebanding dengan kemampuan para siswa, imbuh Farida.

PKS Piyungan Taubat

Farida menyatakan, kurikulum bahkan sudah gagal di tengah jalan saat para siswa tertekan karena beban materi di luar kemampuan mereka. Dampaknya, mereka enggan masuk ke dalam kelas yang selanjutnya berpengaruh pada suasana dan keseriusan belajar.

Masalah bobot materi bahan ajar, laik menjadi perhatian dalam merumuskan kurikulum. Selain menekan para siswa, penerapan kurikulum dengan menuangkan bobot materi di luar kesanggupan siswa, akan menyulitkan para guru, tandas Farida.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Santri, News PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Polisi Israel dalam kondisi siaga tinggi untuk mencegah kemungkinan bentrokan Yahudi dan Muslim yang memperingati hari besar agama mereka, Yom Kippur dan Idul Adha, yang tumpang tindih tahun ini, seperti dilaporkan oleh al arabiya.?

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi

Juru bicara Kepolisian Luba Samri mengatakan pasukan polisi dikerahkan di seluruh Israel. Ada minoritas besar Muslim di empat kota Israel penting: Yerusalem, kota kembar Tel Aviv Jaffa - Yafo dalam bahasa Ibrani - dan juga di Haifa dan Acre.?

Yom Kippur, hari suci Yudaisme, dimulai saat matahari terbenam Jumat dan berakhir pada Sabtu malam.?

PKS Piyungan Taubat

Idul Adha, liburan tiga hari yang dimulai Sabtu, adalah kesempatan untuk perayaan keluarga dan acara. Ini memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan anaknya sesuai dengan kehendak Allah. (mukafi niam)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Daerah, Santri PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah

Batam, PKS Piyungan Taubat. Tim kerja PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa mengizinkan para relawan pendamping desa yang dibentuk oleh NU direkrut oleh pemerintah. Meski demikian ditegaskan sejak awal pembentukan relawan NU di tiap ranting itu tidak terkait dengan program pemerintah.

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah

Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU yang juga ketua tim kerja PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa Yahya Ma’shum mengatakan, Surat Edaran PBNU kepada PCNU di kabupaten/kota untuk membentuk relawan pendamping desa di setiap pengurus ranting NU dirancang jauh sebelum Kementerian Desa dan PDT meluncurkan program pendamping desa.

Soal peristilahan yang mirip, menurut Yahya itu wajar saja. “Istilah ‘pendamping’ adalah nomenklatur umum, sudah lebih dulu digunakan oleh ormas dan LSM. Tapi yang membedakan kita dengan pemerintah yakni ada kata ‘relawan’nya,” kata Yahya di sesi akhir Rakernas V Lakpesdam NU di Batam, Kamis (16/4).

PKS Piyungan Taubat

Menurut Yahya, relawan desa bekerja secara swadaya dan mandiri. Tugas relawan pendamping desa yang dibentuk oleh NU adalah memberikan pendidikan dan informasi terkait dengan persoalan pembangunan, bukan hanya soal undang undang desa.

PKS Piyungan Taubat

“Relawan pendamping desa ini akan menginformasikan kepada warga NU melalui pranata sosial yang sudah ada di NU. Seperti melalui jamah tahlil, yasinan, diba’iyah, atau kelompok tani. Jadi kita tidak menggunakan pranata yang baru,” ujarnya.

“Kita juga akan melakukan advokasi bagaimana dana desa yang dialokasikan benar-benar memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat, yang diantaranya adalah warga NU,” tambahnya

Para peserta Rakernas dari berbagai daerah menanyakan, bagaimana jika relawan direkrut oleh pemerintah? Menurut Yahya, PBNU mengizinkan para relawan pendamping desa NU ikut bergabung menjadi relawan desa yang direkrut secara resmi oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. “Malah bagus itu. Berarti performance kita diakui oleh pemerintah,” kata Yahya.

“Apa kita bisa ke sana (menjadi pendamping desa yang direkrut oleh pemerintah) itu terserah. Yang jelas program NU relawan pendamping desa NU ini tidak ada hubungannya dengan pemerintah,” tambahnya.

Dalam forum itu seorang peserta Rakernas dari Maluku menyampaikan pertanyaan dari daerah-daerah mengenai Surat Edaran PBNU yang mensyaratkan relawan pendamping desa NU harus memenuhi kualifikasi pendidikan S1.

“Sudah kita pikirkan masak-masak. Kenapa harus S1? Agar relawan pendamping desa kita ini mempunyai kepercayaan tinggi. Agar ita tidak direndahkan, kita equal. Kita ingin mendobrak stigma yang tidak menguntungkan kita,” kata Yahya. Para peserta Rakernas dalam kesempatan itu memastikan bahwa di tiap ranting NU telah mempunyai calon kader relasan pendamping desa yang telah menempuh pendidikan setingkat S1.

Sesi terakhir Rakernas V Lakpesdam di Batam memang secara khusus membahas mengenai desa, khususnya terkat dengan implementasi UU Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD). Salah satu narasumber Eman A. Rahman sebelumnya menjelaskan berbagai perkembangan terbaru terkait dana desa itu. Beberapa kelurahan, misalnya mengajukan diri untuk berubah status menjadi desa agar bisa mendapatkan dana desa itu. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Yahya Mashum memberikan penghargaan kepada PC dan PW Lakpesdam yang dinilai telah sukses melakukan program penembangan sumberdaya manusia dan kaderisasi NU.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Santri, Nasional PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock