Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nasional. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

Sukoharjo, PKS Piyungan Taubat. Islam merupakan agama yang penuh kedamaian. Di Negeri Indonesia yang tercinta ini, Umat Islam juga berperan besar dalam menjaga kedamaian bangsa ini.

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech: Mereka Merasa Senang dan Aman Berdampingan dengan Islam

“Alhamdulillah negara Indonesia termasuk negara yang masih dijaga keselamatannya. Maka mari dijaga tenan (dijaga betul). Kalau Umat Islam bersatu, Insya Allah yang diluar Islam pun akan merasa senang. Jejer (berdampingan) orang Islam mereka merasa senang dan aman,” kata Habib Syech bin Abdul Qadir As-Segaf di depan ribuan jamaah yang menghadiri acara Pengajian Akbar di Solobaru Sukoharjo Jawa Tengah, Selasa (5/5) malam.

Habib Syech juga berpesan untuk menyemarakkan kampung-kampung dengan membaca Al-Qur’an dan sholawat.

PKS Piyungan Taubat

“Kita semarakkan dengan baca al-Qur’an dan sholawat. Zaman dahulu, di kampung-kampung waktu maghrib tidak ada yang keluyuran, mengaji al-Qur’an dan shalat berjamaah sekeluarga. Sekarang setelah maghrib malah ngobrol bersama di depan rumah,” ujar Pengasuh Majelis Ahbabul Musthofa itu.

Dikatakan lebih lanjut oleh Habib Syech, televisi juga ikut menjadi salah satu penyebab anak-anak tidak mengaji di waktu maghrib. “Siaran televisi memang dibikin bagus waktu maghrib, membuat anak lupa untuk mengaji,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Di akhir ceramah, Habib Syech mendoakan para pemuda-pemudi agar menjadi pemuda-pemudi dan pemimpin surga.

Dalam acara pengajian akbar tersebut, turut hadir Rais Syuriah PBNU KH Hasyim Muzadi dan para pengurus NU se-Soloraya. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 09 Februari 2018

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung

Bandung, PKS Piyungan Taubat. Tim Pelajar Antiradikalisme (PAR) melakukan sosialisasi mengenai bahaya radikalisme di kalangan pelajar di Kecamatan Regol Kota Bandung, Kota Bandung, Sabtu, (27/1).

Ketua Harian Tim PAR Ahmad Regi Maulana mengatakan sosialisasi ini adalah bentuk nyata atas keprihatinan PAR terhadap paham radikal di kalangan pelajar.

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Pelajar Antiradikalisme di Kota Bandung

"Maka pada acara masa kesetiaan anggota (Makesta) Pimpinan Anak Cabang (Pac) Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Regol Tim PAR kembali hadir untuk mengingatkan bahaya paham radikalisme di kalangan pelajar yang dapat merusak generasi muda saat ini," kata dia.

Ia menambahkan sosialisasi langsung kepada pelajar sangatlah efektif guna mencegah serta mengikis paham radikalisme dikalangan pelajar serta terciptanya suasana yang interaktif dan menyenangkan untuk pelajar itu sendiri.

"Tatap muka seperti ini kan sangat efektif sekali menurut saya," bebernya.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap Tim PAR  dapat menjadi media komunikasi dikalangan pelajar dalam menangkal paham-paham radikalisme yang mencoba merusak masa depan bangsa, serta kedepan kegiatan seperti ini akan sering dilakukan oleh Tim PAR.

"Kita sih berharapnya Tim PAR ini bisa menjadi media komunikasi bagi pelajar, bahkan menjadi solusi dalam menangkal paham-paham radikalisme, dan kedepannya kegiatan seperti ini akan sering kita lakukan," pungkasnya. (Ridwan Abdul Malik/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Nasional PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah

Batam, PKS Piyungan Taubat. Tim kerja PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa mengizinkan para relawan pendamping desa yang dibentuk oleh NU direkrut oleh pemerintah. Meski demikian ditegaskan sejak awal pembentukan relawan NU di tiap ranting itu tidak terkait dengan program pemerintah.

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Masalah Relawan Desa NU Direkrut Pemerintah

Ketua Pengurus Pusat Lakpesdam NU yang juga ketua tim kerja PBNU untuk pemberdayaan masyarakat desa Yahya Ma’shum mengatakan, Surat Edaran PBNU kepada PCNU di kabupaten/kota untuk membentuk relawan pendamping desa di setiap pengurus ranting NU dirancang jauh sebelum Kementerian Desa dan PDT meluncurkan program pendamping desa.

Soal peristilahan yang mirip, menurut Yahya itu wajar saja. “Istilah ‘pendamping’ adalah nomenklatur umum, sudah lebih dulu digunakan oleh ormas dan LSM. Tapi yang membedakan kita dengan pemerintah yakni ada kata ‘relawan’nya,” kata Yahya di sesi akhir Rakernas V Lakpesdam NU di Batam, Kamis (16/4).

PKS Piyungan Taubat

Menurut Yahya, relawan desa bekerja secara swadaya dan mandiri. Tugas relawan pendamping desa yang dibentuk oleh NU adalah memberikan pendidikan dan informasi terkait dengan persoalan pembangunan, bukan hanya soal undang undang desa.

PKS Piyungan Taubat

“Relawan pendamping desa ini akan menginformasikan kepada warga NU melalui pranata sosial yang sudah ada di NU. Seperti melalui jamah tahlil, yasinan, diba’iyah, atau kelompok tani. Jadi kita tidak menggunakan pranata yang baru,” ujarnya.

“Kita juga akan melakukan advokasi bagaimana dana desa yang dialokasikan benar-benar memenuhi kebutuhan kelompok masyarakat, yang diantaranya adalah warga NU,” tambahnya

Para peserta Rakernas dari berbagai daerah menanyakan, bagaimana jika relawan direkrut oleh pemerintah? Menurut Yahya, PBNU mengizinkan para relawan pendamping desa NU ikut bergabung menjadi relawan desa yang direkrut secara resmi oleh pemerintah sesuai ketentuan yang berlaku. “Malah bagus itu. Berarti performance kita diakui oleh pemerintah,” kata Yahya.

“Apa kita bisa ke sana (menjadi pendamping desa yang direkrut oleh pemerintah) itu terserah. Yang jelas program NU relawan pendamping desa NU ini tidak ada hubungannya dengan pemerintah,” tambahnya.

Dalam forum itu seorang peserta Rakernas dari Maluku menyampaikan pertanyaan dari daerah-daerah mengenai Surat Edaran PBNU yang mensyaratkan relawan pendamping desa NU harus memenuhi kualifikasi pendidikan S1.

“Sudah kita pikirkan masak-masak. Kenapa harus S1? Agar relawan pendamping desa kita ini mempunyai kepercayaan tinggi. Agar ita tidak direndahkan, kita equal. Kita ingin mendobrak stigma yang tidak menguntungkan kita,” kata Yahya. Para peserta Rakernas dalam kesempatan itu memastikan bahwa di tiap ranting NU telah mempunyai calon kader relasan pendamping desa yang telah menempuh pendidikan setingkat S1.

Sesi terakhir Rakernas V Lakpesdam di Batam memang secara khusus membahas mengenai desa, khususnya terkat dengan implementasi UU Desa dan Alokasi Dana Desa (ADD). Salah satu narasumber Eman A. Rahman sebelumnya menjelaskan berbagai perkembangan terbaru terkait dana desa itu. Beberapa kelurahan, misalnya mengajukan diri untuk berubah status menjadi desa agar bisa mendapatkan dana desa itu. (A. Khoirul Anam)

?

Foto: Yahya Mashum memberikan penghargaan kepada PC dan PW Lakpesdam yang dinilai telah sukses melakukan program penembangan sumberdaya manusia dan kaderisasi NU.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Santri, Nasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj akan menyampaikan pidato kebudayaan di PBNU Jakarta Selasa malam (31/1) ini. ? Pidato tersebut dalam rangka peringatan Harlah ke-91 NU dengan tema “Budaya sebagai Infrastruktur Penguatan Paham Keagamaan”.

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj Sampaikan Pidato Kebudayaan Malam Ini

Menurut Ketua Panitia Harlah ke-91 NU, Masduki Baidlowi, Kiai Said akan menyampaikan Islam Nusantara, budaya, dan masalah kemasyarakatan seperti menyinggung masalah ekonomi dan lain-lain. “Intinya Kiai Said akan menyampaiakan kerangka berpikir gerakan keagamaan melalui budaya. Dan itu harus diperkuat,” katanya di gedung PBNU, Senin (30/1).

Ia menambahkan, tema tersebut diusung dengan beberapa pertimbangan, di antaranya NU ingin menegaskan kembali strategi dakwah Islam yang berhasil tersebar dan dipeluk penduduk Nusantara.?

“Bahwa Islam menyebar ke Nusantara dari abad ke-9, berhasil diterima dengan gencar pada abad 12 dan 13 menggunakan kebudayaan lokal sebagai pemahaman keagamaan,” katanya di gedung PBNU, Jakarta pada Senin (30/1). ?

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, contoh konkret dakwah dengan budaya adalah wayang. Wayang dipakai sebagai jalan nilai Islam. Cerita pewayangan yang berkembang kemudian dimasuki nilai-nilai keislaman sehingga diterima masyarakat lokal. Begitu juga ? tahlilan.

Selain pidato Kiai Said, Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin akan berceramah.?

PKS Piyungan Taubat

Harlah tersebut akan dihadiri Kepala Kepolisian Jenderal Tito Karnavian dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Juga dimeriahkan pelawak Cak Lontokng, penyair D Zawawi Imron, beberapa musisi, dan Nahdliyin. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Budaya, Nasional PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Kelompok sufistik yang bergerak secara massif di kota dan di desa menampilkan wajah Islam yang rahmatan lil alamin. Majelis zikir, jamaah Selawat, dan perkumpulan Barzanjian menjauhkan umat Islam dari pemahaman sempit beragama yang berujung pada kekerasan atas nama agama.

Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Majelis Zikir dan Barzanjian Bendung Radikalisme

“Katakanlah jamaah sufi yang diprakarsai Habib Syekh dan Habib Luthfi. Gerakan keduanya sangat dahsyat. Karena, keduanya mengajarkan antikekerasan kepada warga dengan pendekatan popular,” kata Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang H Noor Ahmad di Pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang desa Gemiring Lor kecamatan Nalumsari kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Ahad (24/11). 

Di Jakarta, meski budaya hedonis membabi buta, jamaah serupa juga luar biasa. Hal ini jelas bukan lantaran para haba’ib tidak punya pekerjaan. Namun itu merupakan solusi terbesar untuk membendung radikalisme, tegas H Noor Ahmad dalam seminar bersama kiai se-Jepara dengan tajuk “Pesantren Sebagai Benteng Antisipasi Deradikalisme”.

PKS Piyungan Taubat

H Noor Ahmad yang juga Ketua Umum Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) melanjutkan, dengan eksistensi kelompok sufi niscaya mata rantai radikalisme terputus. Setidaknya, gerakan-gerakan susupan yang radikal itu tidak akan besar.

Sedangkan Bupati Jepara H Ahmad Marzuqi dalam sambutannya mengharapkan forum itu berdampak luar di masyarakat. “Pencerahan yang diberikan pembicara menjadi antisipasi bagi para kiai dan santri.”

PKS Piyungan Taubat

Catatan dalam seminar itu harus disebarkan kepada para santri dan masyarakat. Sehingga radikalisme berkurang di masyarakat, pungkas Marzuqi. (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Nasional PKS Piyungan Taubat

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko

Kenitra, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka kunjungan muhibah, segenap rombongan KH Sholahudin Wahid ? yang tiba di Maroko pada hari Jumat (5/4) langsung disambut hangat oleh Duta Besar Republik Indonesia Untuk ? Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja dan sebagian besar mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Maroko.

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko

Dalam acara penyambutan ini juga diisi dengan acara diskusi atau tausiyah bersama KH Sholahudin Wahid pengasuh pondok pesantren Tebuireng yang bertempat di Wisma Duta Indonesia.?

Sebelum acara dibuka H. Husnul Amal selaku sekretaris pribadi Dubes RI H. Tosari Widjaja sekaligus pembawa acara menyampaikan bahwa kunjungan rombongan Gus Sholah (panggilan akrab KH Sholahudin Wahid ) tidak bisa lepas dari peran almarhumah Mahsusoh Ujiati istri Dubes H. Tosari Widjaja yang semasa hidupnya pernah meminta Gus Sholah untuk berkunjung ke Maroko, hanya saja baru saat ini Gus Sholah baru bisa meluangkan waktunya.

PKS Piyungan Taubat

Dubes RI Untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja dalam sambutannya berharap semoga kedatangan rombongan ini mampu memperkuat hubungan kerjasama antara Indonesia dan Maroko khususnya dalam pendidikan Islam.?

Di dalam tausiyahnya Gus Sholah banyak sekali memberikan motifasi kepada para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indoensia (PPI) Maroko agar bisa memanfaatkan waktunya sebaik mungkin serta belajar untuk berfikir secara luas. Agar cakrawala berfikir mahasiswa tidak jumud.?

PKS Piyungan Taubat

Di sisi lain Gus Sholah juga berbicara mengenai keadaan yang sedang terjadi di Indonesia, mulai dari ? kemasyarakatan, keekonomian, kepemerintahan, dan yang sangat menarik adalah ketika beliau berbicara mengenai pendidikan yang ada di Indonesia.

"Penyebab ? dari kemunduran pendidikan yang ada di indonesia ? dikarenakan oleh pihak pengajar yang tidak memahami konsep pendidikan secara benar, karena makna pendidikan yang sebenarnya adalah transfer of knowledge yang di bungkus dengan nilai-nilai sopan santun bukan hanya menyalurkan ilmu saja lalu lepas tangan."

Gus Sholah juga berpendapat bahwa ada tiga factor yang harus diperhatikan dalam metode pendidikan. Yang pertama guru menguasai dan benar-benar mendalami materi, yang ke dua guru sudah pernah mendapatkan pelatihan pengajaran dan yang ke tiga guru harus mampu memilki akhlak yang baik dan harus di salurkan ke siswa didik.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat muslim di Indonesia, khususnya para santri, jangan pernah mendikotomikan antara ilmu agama dan ilmu umum.?

“Jangan ? pernah mengatakan bahwa ilmu agama adalah ilmu ukhrowi dan ilmu umum adalah ilmu duniawi, karena semuanya adalah sama dan wajib untuk dipelajari, semisal ketika ilmu umum ? di orientasikan untuk menolong orang lain maka itu juga di sebut dengan ilmu ukhrowi, jadi saya pesankan ? bahwa santri harus mempelajari kedua-duanya.”

? Acara ini juga dimeriahkan dengan group sholawat rebana yang dibawakan oleh mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibnu Tofail Kenitra, Maroko.

Hadir pula segenap jajran home staf dan lokal staf KBRI Rabat, para mahasiswa Indonesia dan masyarakat Indonesia yang ada di maroko.

Kontributor: Nizar Presto

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 29 Desember 2017

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Way Kanan, PKS Piyungan Taubat. Organisasi akan aktif dan dinamis jika ditopang individu-individu yang memahami dan mau mempraktikkan pengabdian. Karena itu, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Way Kanan akan memberikan “Syahadah Bintang Sembilan” kepada para kader penuh pengabdian.

Ketua PC GP Ansor Way Kanan Gatot Arifianto di Blambangan Umpu, Rabu (17/12) mengatakan, salah satu ciri pengabdian itu adalah kader yang membuat organisasi pemuda Nahdlatul Ulama (NU) di ujung utara Provinsi Lampung ini menjadi hidup.

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Way Kanan Beri “Syahadah Bintang Sembilan” untuk Kader Pengabdi

Menurut dia, pemberian Syahadah Bintang Sembilan merupakan apresiasi atas energi, semangat, senyum, dan keringat diberikan para kader yang terlibat aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh pimpinan cabang. Juga kegiatan yang dihelat institusi lain.

PKS Piyungan Taubat

Untuk yang disebut terakhir, menurut Gatot, harus kegiatan yang menopang eksistensi dan membuat pergerakan Ansor di daerah yang berada di selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur Provinsi Sumateras Selatan ini, menjadi dinamis.

PKS Piyungan Taubat

"Kader yang sekali terlibat dalam kegiatan maka akan mendapatkan Syahadah Bintang Satu. Dua kali terlibat dalam kegiatan mendapat Syahadah Bintang Dua. Begitu seterusnya hingga Syahadah Bintang Sembilan," ujar pemilik gelar adat Lampung Ratu Ulangan itu menjelaskan.

Gatot menambahkan, Syahadah Bintang Sembilan ialah piagam didesain berlatar belakang Bung Tomo serta KH Hasyim Asyary berikut wasiatnya: "Siapa yang mau mengurusi NU saya anggap ia santriku. Siapa yang jadi santriku saya doakan husnul khotimah beserta anak cucunya."

“Secara sederhana, desain tersebut juga ingin mengatakan hubungan NU dan Indonesia yang jelas melalui Resolusi Jihad,” tegasnya.

Syahadah tersebut, menurut alumni Pendidikan Kader Penggerak NU (PKPNU) Way Kanan angkatan pertama itu pula, bakal menjadi report keaktifan kader yang nantinya sebagai acuan bagi pimpinan cabang untuk memajukan kader.

"Tidak ada makan siang gratis. Karena itu, yang bisa ikut kaderisasi Ansor lanjutan baik Kursus Banser Lanjutan atau Susbalan dan Pendidikan Kader Lanjutan atau PKL ialah yang sudah mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan," kata dia menerangkan.

Wakasatkorcab Banser Way Kanan yang mendapat amanah memimpin Ansor setempat pada 7 Oktober 2014 itu menegaskan, sesuai peraturan berlaku, Ansor adalah organisasi kader.

"Semakin banyak yang mendapatkan Syahadah Bintang Sembilan akan semakin bagus karena menandakan banyaknya kader yang aktif. Kader-kader aktif itulah tulang punggung Ansor mendatang. Tidak boleh orang yang tidak aktif mendadak Ansor, sok-sokan mau mengurus Ansor," demikian Gatot Arifianto. (Heri Amanudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Nasional PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock