Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Sistem Kupon Subsidi Pupuk Masih Simpang Siur

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Sistem penyaluran subsisi pupuk melalui kupon ternyata belum menjadi keputusan pemerintah. Menyusul spekulasi seputar efektifitas sistem baru itu serta usulan beberapa pakar ekonomi untuk menyerahkan harga pupuk kepada mekanisme pasar alias mencabut subsidi, dikatakan, sistem itu hanyalah rencana alternatif Departemen Pertanian (Deptan) agar subsidi pupuk yang diberikan tidak salah sasaran.

"Kupon pupuk itu masih salah satu opsi yang disampaikan Deptan untuk mengatasi masalah pupuk di petani. Jadi, itu masih wacana dan belum menjadi putusan Presiden, apalagi dilaksanakan," kata Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla, Jumat (8/12) siang usai sholat Jumat di mesjid Baiturahmin di Kompleks Istana Wapres, Jakarta.

Sistem Kupon Subsidi Pupuk Masih Simpang Siur (Sumber Gambar : Nu Online)
Sistem Kupon Subsidi Pupuk Masih Simpang Siur (Sumber Gambar : Nu Online)

Sistem Kupon Subsidi Pupuk Masih Simpang Siur

Sebelumnya, Menko Perekonomian Boediono mengungkapkan rencana sistem voucher untuk distribusi pupuk bersubsidi pada tahun 2007 dalam rapat gabungan komisi IV dan VI DPR dengan pemerintah baru-baru ini. Tujuan pembagian langsung pupuk lewat sistem kupon ini dilakukan pemerintah dengan tujuan mencegah terjadi kelangkaan pupuk dan peningkatan anggaran subsidi pupuk.

Uji coba ini akan dilakukan menjelang akhir masa tanam pertama 2007. Hasil uji coba, kata Boediono, akan dievaluasi secara menyeluruh pada pertengahan 2007, baik yang terkait dengan kebijakan pupuk secara umum, jumlah kebutuhan pupuk yang sebenarnya, irama tanam, dan pasokan pupuknya.

Kesimpangsiuran informasi mengenai kebijakan pupuk ini juga terjadi saat Menteri pertanian (Mentan) membatalkan rencana kenaikan HET pupuk pada Januari 2007 sebesar 50% setelah menteri mendengarkan instruksi presiden agar mencari solusi terbaik perpupukan nasional. (nam)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sunnah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta, menunjukkan kepeduliannya terhadap gerakan antokorupsi melalui karya. Mereka mengikutsertakan film dokumenter dengan semangat antikorupsi itu pada festival antikorupsi yang digagas Komisi Pemberantas Korupsi di UGM, Selasa-Kamis (9/12).

Film karya pelajar SMK Ma‘arif NU 1 yang beralamat di jalan HOS Cokroaminoto TR III/133 Tompeyan, Tegalrejo, Kota Yogyakarta ini, diputar di stand PWNU Yogyakarta di UGM. Film berdurasi 10 menit ini, diperankan oleh 13 siswa-siswi SMK Ma‘arif 1.

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM (Sumber Gambar : Nu Online)

Film Antikorupsi Pelajar SMK Ma‘arif NU 1 Yogyakarta Diputar di UGM

Karya mereka ini mengisahkan seorang siswa yang mencuri makanan di Warung Kejujuran yang disediakan sekolah untuk melatih kejujuran siswa. Siswa yang terbukti mencuri ini akhirnya dijatuhkan sanksi atas perbuatannya.

PKS Piyungan Taubat

"Dengan film yang kami buat ini walaupun masih bisa dibilang amatiran, tetapi kami bertujuan agar menggugah penonton dalam menyadarkan para pejabat-pejabat agar tidak menyengsarakan rakyat kecil," kata salah seorang pemerannya, Arya Bima Saputra. (Ahmad Syaefudin/Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Sunnah, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Senin, 22 Januari 2018

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

Bondowoso,PKS Piyungan Taubat. Pengurus Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda  (GP) Ansor Bondowoso Ustadz Salam menjelaskan, bahwa paham radikalisme agama tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi di negara- negara lain, dengan pengaruh secara global.

Di Indonesia, kata dia, paham tersebut tersebar berangkat dari pemahan agama dangkal seperti memahami ayat secara tektualis.

Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)
Islam Radikal Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal (Sumber Gambar : Nu Online)

"Islam Radikal" Berangkat dari Pemahaman Agama Dangkal

“Maka hal ini pemahaman agama secara mendalam itu sangat perlu tentunya," terangnya pada workshop “Deradikalisasi Agama” dan “Akreditasi GP Ansor” di Aula Kantor Pimpinan Cabang (PC) Nahdlatul Ulama Jl.KH. Agus Salim No. 85 Belindungan Kabupaten Bondowoso Jawa Timur Ahad (20/9).

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, jika dibiarkan, paham Islam radikal sangat membahayakan pada keamanan Republik Indonesia (NKRI) dan ajaran Islam Ahlus Sunnah wal Jamaah atau NU atau Islam Nusantara. Karena itu, ia mengimbau supaya jangan boleh berleha-leha membiarkan benih- benih paham radikalisme agama yang tumbuh di Bondowoso

“Tapi sepanjang Nahdlatul Ulama dan seluruh Banom-banom kuat, pesantren kuat, insya Allah ruang gerak radikalisme sempit,"tambahannya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, dengan workshop tersebut peran Ansor secara internal harus memperkuat basis keilmuan, semakin meneguhkan keislaman yang damai, toleran, moderat. Sementara secara eksternal, Ansor harus memberikan pemahan kepada publik tentang Islam secara teks yang dibarengi secara kontektual.

Workshop tersebut merupakan kegiatan PC GP Ansor se-Jawa Timur. Kegiatan itu telah dilakukan dengan melibatkan sebelas Pimpina Cabang. Tahap kedua melibatkan empat belas Pimpin Cabang.

Turut hadir dalam acara tersebut Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Bondowoso, Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur, Kodim 0822 Bondowoso, serta Pimpinan Ranting (PR) GP Ansor dan Pimpinan Anak Cabang (PAC)GP Ansor Se-Bondowoso.

Akreditasi GP Ansor

Pimpian Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum mengatakan, pada workshop deradikalisasi, dimanfaatkan sebagai ajang akreditasi PC-PC.

Manfaat akreditasi itu, kata dia, untuk mengetahui kegiatan yang sudah dilakukan PC. Dari kegiatan tersebut bisa diketahui tolok ukur kinerja pengurusnya. “Supaya Ansor tetap berjalan secara struktrul dan berjalan secara operasional," tambahnya.

Workshop tersebut dibuka H.Yasin dari Pimpinan Wilayah (PW) Rijalul Ansor Jawa Timur. Workshop terbagi menjadi dua sesi. Pada sesi pertama mengundang narasumber dari Kodim 0822 yang diwakili Handoko dan Gus H. Yasin dengan moderator Noval.

Sementara sesi kedua dengan narasumber dari Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur Habibullah Maksum dan Bakron Hadi dengan moderator Ustd Salam. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Fragmen, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 19 Januari 2018

Puncak Harlah Digelar di Tugu Proklamasi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Puncak peringatan hari lahir ke-52 tahun Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dengan tema Mengembalikan Kedaulatan di Tangan Rakyat, akan digelar di Tugu proklamasi, Jakarta, Sabtu (28/4) mulai pagi hingga malam ini.

Menurut Ketua Panitia Zaini Mustakim, puncak harlah menggelar sejumlah acara, diantaranya Festival Marawis se-DKI Jakarta mulai pukul 09.00-12.00; Parade Musik Pergerakan, mulai pukul 13.00-15.00.

Puncak Harlah Digelar di Tugu Proklamasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Puncak Harlah Digelar di Tugu Proklamasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Puncak Harlah Digelar di Tugu Proklamasi

“Parade musik pergerakan merupakan apresiasi PMII kepada seni musik, khusunya band-band indie. Jadi, tidak hanya pikiran dan gerakan, tapi apresiasi seni budaya,” jelas Zaini.

PKS Piyungan Taubat

Pukul 15.30-17.00, penandatanganan kesepakatan antara PB PMII dengan Kementerian Kehutanan untuk penanaman pohon di seluruh Indonesia.

Malam harinya akan digelar orasi kebudayaan. Didaulat sebagai orator diantaranya Ali Masykur Musa dan Hary Tanoe Sudibyo. Kemudian dilanjutkan pemberian penghargaan kepada tiga pendiri PMII yang masih hidup diantaranya KH Nuril Huda, KH Chalid Mawardi dan Ir. Hilman Badrudinsyah.

PKS Piyungan Taubat

Selepas itu, akan digelar tari dari berbagai daerah diantarnya tari Saman dari Aceh, Gendhing Sriwijaya dari Sumatera Selatan, Gandrung dari Banyuwangi (Jawa Timur), Rinjani dari Nusa Tenggara Barat.

“Para penari itu adalah kader-kader PMII,” terang Zaini.

Aktivis PMII asal Malang ini menambahkan, puncak harlah ini akan dihadiri Pengurus PBNU, Kementerian Pemuda dan Olah Raga, serta para kader organisasi yang didirikan 17 April 1960 ini.

Redaktur : Sudarto Murtaufiq

Penulis    : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 09 Januari 2018

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Bondowoso, PKS Piyungan Taubat - Ruqyah massal diikuti puluhan santri di mushalla Pesantren Assaadah Gang KH Abdul Majid Purbosari RT 29 RW 06 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Kota Bondowoso Jawa Timur Sabtu (19/8) malam. Praktisi Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Bondowoso Ustadz Imam Supriyadi menjelaskan, ruqyah massal merupakan amanah, yang harus dilaksanakan.

"Ini bentuk pengabdian kami kepada jamaah dan jamiyah Nahdlatul ulama," jelasnya.

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Pengasuh Pesantren Assaadah Ustadz Taufiq mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap jamaah pondok pesantren yang diasuhnya dan sekaligus ingin menggandeng JRA Bondowoso.

PKS Piyungan Taubat

Lanjutnya, ini juga dalam rangka membentengi aqidah ahlussunah wal jamaah. “Kami tidak ingin jamaah kita ini justru mendapatkan pelayanan pengobatan dari mereka yang akidahnya bertentangan dengan ahlussunah wal jamaah.”

PKS Piyungan Taubat

Di mushalla Pesantren Assaadah tampak puluhan jamaah malam itu serius mempraktikkan bacaan yang berasal dari ayat-ayat Al-Quran  yang dipandu oleh praktisi JRA. Bahkan sebagian dari mereka yang masih kesakitan hingga muntah-muntah mendapatkan pengobatan khusus.

"Pasien kami beri herbal serbuk daun bidara dan cairan habbatussauda untuk diminum," kata Ustadz Imam.

Di tempat yang sama, Ketua JRA Bondowoso Ustadz Ahmad Basri mengatakan, ke depan pihaknya akan menggandeng berbagai pihak untuk menggalakkan ruqyah.

"Ini cara kami untuk hadir di tengah-tengah jamiyah ahlussunah wal jamaah," jelas Ustadz Basri. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi

Pamekasan, PKS Piyungan Taubat 

Meski bulan kelahiran Nabi Muhammad berhimpitan dengan akhir tahun, rupanya semangat dalam bershalawat masih terus membumi. Utamanya acara bagi kalangan siswa di sekolah.

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Tradisi Muludan Kuatkan Keteladanan Nabi

Salah satu contohnya kegiatan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) MTs-MA Az-Zubair Pamekasan, Desa Larangan Tokol, Kecamatan Tlanakan, dalam acara maulid nabi semarak dihadiri jajaran dewan guru, Sabtu (31/12).

"Ini sebagai upaya belajar meneladani Rasulullah, apalagi siswa masih memiliki benteng kesegaran dalam mencari ilmu, tentu dirasa tepat perayaan maulid ini juga melibatkan semua pihak pengurus yayasan dan siswa," terang Moh. Zayyadi salah seorang dewan guru. 

Acara semakin berkhitmad karena diawali dengan pembukaan langsung oleh guru sesepuh, yaitu Kyai Sibaweh. Kemudian berlanjut pada pembacaan ayat suci Al- Quran. Sementara Sholawat Nabi yang diiringi rebana berlanjut pada acara terakhir.

PKS Piyungan Taubat

Pengasuh yayasan Az-Zubair Mahrus Ali sekaligus sebagai penceramah memastikan kegiatan Maulid Nabi yang digelar oleh siswa akan tercipta sebuah karakter kecintaan pada sang Rasul.

"Perayaan Maulid Nabi ini untuk  meneladani sikap Nabi Muhammad dengan tujuan menanamkan rasa cinta para ummatnya. Apalagi kalian yang masih menjadi siswa, tentu harus banyak tau sejarah Nabu Muhammad," pinta Kiai Mahrus Ali dalam ceramahnya. 

Kiai Mahrus Ali melanjutkan, karena setiap muslim bisa dikatakan harus wajib memahami sejarah Nabi Muhanmad yakni dengan mengenal sifat-sifatnya dan perjuangannya. 

"Sehingga kalian akan menjadi generasi bangsa yang memiliki karakter dan keagamaan yang baik," motivasinya.

Tidak hanya itu, Kiai.Mahrus Ali juga menyampaikan pentingnya Ukhwah Islamiyah, sebagaimana peran ummat islam menjaga silaturrahmi antar sesama, demi persatuan dan kesatuan bangsa.

PKS Piyungan Taubat

"Kita harus mencotoh Nabi Muhammad SAW, baik dari sikap, perilaku, dan perbuatan. Nabi Muhammad SAW merupakan sosok dan suri tauladan yang terbaik bagi segenap alam. (Hairul Anam/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Nahdlatul Ulama, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Senin, 01 Januari 2018

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

Melbourne, PKS Piyungan Taubat. Museum Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Surabaya akan segera memiliki katalog online. Dengan katalog yang bisa diakses secara terbuka ini, koleksi museum akan diketahui lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dari seluruh dunia.

Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

“Dengan katalog online ini, warga NU bisa mengetahui koleksi apa yang sudah ada dan apa yang belum,” ujar Direktur Museum NU Achmad Muhibbin Zuhri. “Jika mereka memiliki dokumen kakek atau kiai tertentu yang menjadi tokoh NU di daerahnya, bisa segera dikirim secara online,” sambungnya.

Sistem katalog online ini akan segera dirasakan manfaatnya berkat kerjasama dengan Fasnetgama Training Center. Bertempat di KJRI Melbourne, Selasa (17/12), berlangsung penandatanganan MoU antara Direktur Museum NU dan Direktur Fasnetgama.

PKS Piyungan Taubat

“Fasnet memiliki software katalog online yang diperlukan oleh Museum NU,” ujar Direktur Fasnetgama Muhammad Nur Rizal. “Dengan software tersebut memungkinkan museum menjadi hub bagi seluruh perpustakaan pesantren yang dimiliki oleh NU. Kami sangat senang dan bangga dengan kerjasama ini,“

Lanjut kandidat Ph.D bidang IT di Monash University itu.

Achmad Muhibbin yang kebetulan sedang berkunjung ke Victoria dalam rangka tugas dari kampus UIN Sunan Ampel, sangat terkejut sekaligus berbahagia dengan terwujudnya MoU itu. “Sungguh ini merupakan sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah, semoga menjadi berkah bagi semuanya,” ujarnya tanpa bisa menutupi rasa harunya.

PKS Piyungan Taubat

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Konjen Melbourne Irmawan Emir Wisnandar, Konsul Muda Pensosbud Vitrio Naldi, dan Ketua Tanfidziyah PCINU Australia dan New Zealand (ANZ) Mokhamad Nur.

“Saya menyambut baik kerjasama semacam ini,” kata Emir Wisnandar. “Sudah saatnya wajah Islam Indonesia yang moderat seperti yang ditampilkan oleh NU diketahui secara lebih luas. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar layanan online Museum NU ini segera dilengkapi dengan bahasa internasional.”

Dengan adanya katalog online ini, terbuka peluang bagi pelajar NU dari seluruh dunia untuk ikut melengkapi koleksi Museum. Sebagai pewaris keilmuan para ulama yang terus tersambung (sanad) dari mulai Nabi Muhammad hingga saat ini, NU perlu memiliki sejarah perkembangan Islam moderat yang komprehensif. “Saya kebetulan aktif dalam jejaring PCINU seluruh dunia, insyaallah akan saya kampanyekan ajakan ini begitu layanan online di museum sudah siap,” ujar Mokhamad Nur dengan penuh semangat.

Sementara Badrus Sholeh yang menjadi pendamping Achmad Muhibbin selama di Victoria menyatakan, “Sudah saatnya para santri mendapatkan alternatif lain di luar politik praktis, agar cakrawala berpikirnya semakin luas. Sistem online ini memungkinkan mereka mendapatkan horison pemikiran dari seluruh dunia. NU dan pesantren adalah citra Islam yang terbuka dan selalu mau belajar. Kita bukan kelompok yang statis, ekslusif dan jumud. Bantuan teknologi ini salah satu upaya kita mewujudkan wajah Islam yang rahmatan lil alamain.”

(Iip Yahya, kontributor PKS Piyungan Taubat untuk Australia dan New Zealand/Anam).

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Kajian PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock