Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ubudiyah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang

Sawahlunto, PKS Piyungan Taubat. Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengatakan Peraturan Pemerintah Penggnti Undang-undang (Perppu) tentang hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual segera disahkan menjadi Undang-Undang (UU).

"Proses pembahasan di tingkat fraksi sudah selesai dilaksanakan, tinggal menunggu pengesahan yang diperkirakan selesai pada Agustus 2016," kata dia di Sawahlunto, usai melantik Laskar Anti Narkoba Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Barat (Sumbar) di Sawahlunto, Kamis (4/8).

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang

Setelah disahkan, jelasnya, maka pelaku kejahatan seksual yang korbannya mengalami trauma sangat dalam atau mengalami infeksi saluran hingga menyebabkan hilangnya nyawa korban akan diberikan hukuman tambahan berupa penghilangan fungsi ereksi organ vital atau biasa disebut dengan kebiri.

Hukuman tersebut juga akan diberlakukan jika pelaku kejahatan tersebut merupakan orang-orang terdekat korban atau orang yang memiliki profesi terhormat seperti pendidik atau oknum pejabat publik.

"Selain hukuman tambahan, pelaku kekerasan seksual juga dapat diberikan hukuman pemberatan seperti hukuman mati dan kurungan seumur hidup yang seluruhnya akan ditentukan oleh putusan majelis hakim sesuai tingkat kejahatan yang dilakukannya," tambah dia.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, proses pemberian hukuman pemberatan dan hukuman tambahan tersebut sangat tergantung pada proses pembuktian oleh penyidik, antara lain kondisi korban serta latar belakang pelakunya.

Selain hukuman kebiri, lanjutnya jenis hukuman tambahan yang bisa dijatuhkan dapat berupa pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual kepada khalayak ramai serta pemasangan alat deteksi keberadaan pelaku dimana saja berada.

"Sehingga masyarakat dapat mewaspadai kehadirannya dan bisa melapor jika tindakan pelaku sudah mengarah pada perbuatan kekerasan seksual, disamping menimbulkan efek jera bagi pelaku-pelakunya," ujar dia.

PKS Piyungan Taubat

Disinggung mengenai kegiatan Laskar Anti Narkoba yang ia lantik tersebut, dia mengatakan hal itu merupakan bentuk kepedulian organisasi Muslimat NU dalam menyikapi status darurat narkoba di negara ini.

"Laskar tersebut akan bekerja secara aktif dalam membantu tugas-tugas lembaga pemerintah yang mengurusi penyalahgunaan narkoba, salah satunya dengan memberikan penyuluhan serta deteksi dini indikasi penyalahgunaannya mulai dari lingkungan keluarga masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit pada kesempatan itu mengemukakan pihaknya mencatat sebanyak 30 persen korban penyalahgunaan narkoba di provinsi itu, berasal dari kalangan anak-anak usia sekolah.?

Disamping itu, jelasnya, fakta lain yang tidak kalah mengejutkan adalah terjadinya peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS akibat berkembangnya prilaku lesbian gay biseksual dan trangender (LGBT) di Sumatera Barat.

Berdasarkan penelitian ahli, lanjutnya, prilaku tersebut mampu menularkan virus mematikan itu lebih cepat dari penggunaan narkoba memakai jarum suntik.

"Jika menggunakan narkoba menggunakan jarum suntik membutuhkan waktu lima tahun menularkan virus kepada pengguna, maka prilaku LGBT bisa menularkan dalam waktu lebih singkat," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Makam, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Ponorogo, PKS Piyungan Taubat

Berselang dua hari setelah diantik, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) Ponorogo mendapat kehormatan untuk mengikuti apel siaga bencana. Apel bertajuk “Apel Gelar Pasukan Satgas Bencana Alam Tahun 2017” ini digelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Ponorogo didukung Kodim dan Polres setempat.

Apel dipimpin Wakil Bupati H. Sudjarno, Rabu (26/7) di lapangan Tengger Desa Slahung Kecamatan Slahung. Kali ini LPBINU Ponorogo mendelegasikan satu kompi relawan dipimpin langsung Ketuanya Ahmad Subeki beserta jajara pengurus harian.

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Ponorogo Libatkan LPBINU Tanggulangi Bencana Sejak Dini

Kepada awak media, Sudjarno mengungkapkan keinginan kuat Pemkab Ponorogo beserta seluruh aparat dan komponen masyarakat untuk mengantisipasi bencana alam sejak dini.

PKS Piyungan Taubat

“Saat ini di Ponorogo mulai terjadi bencana alam, utamanya kebakaran hutan. Bahkan, semua musim di sini ada ancaman bencana. Kita sudah koordinasi dengan pemerintah pusat. Yang terpenting, kita harus selalu selalu siaga, maka hari ini kita gelar apel ini. Kita sadari, SDM kita masih kurang, untuk itu seluruh komponen masyarakat akan kita ajak berperan serta,” katanya usai memimpin apel.

PKS Piyungan Taubat

Perlu diketahui, PCNU Ponorogo resmi melantik LPBINU dalam forum pembukaan rapat kerja, Sabtu (22/7), di Hotel Sukowati Sarangan Magetan. PCNU menunjuk Ahmad Subeki atau yang akrab dipanggil Kalibek sebagai ketua untuk masa khidmat 2017-2019. Mantan Kasatkorcab Banser Ponorogo yang masih aktif di Satkorwil dan Satkornas Banser ini didampingi mantan Sekretaris PW IPNU Jawa Timur Novi Trihartanto sebagai sekretaris.

Selain terdapat wakil Sekretaris, bendahara dan para wakilnya, jajaran pengurus harian juga terdiri dari 6 orang direktur yang membawahi bidang dan relawan. Tak kurang dari 100 orang yang berasal dari para aktivis GP Ansor, Banser, Pagar Nusa, LAZISNU, IPNU, dan IPPNU dilibatkan sebagai pengurus bidang dan relawan.

Ke depan Ahmad Subeki mengungkapkan komitmennya untuk membawa LPBINU menjadi lembaga yang profesional dan akan selalu membangun sinergi dengan lembaga-lembaga lain dan Banom NU.

“Kami tegaskan, LPBINU ini adalah bapaknya penanganan bencana oleh PCNU, adapun lembaga-lembaga di bawah Banom lain adalah anak-cucunya. Untuk itu kita harus membangun sinergi agar tampil profesional,” kata Kalibek berkelakar, disambut gelak tawa para relawan LPBINU.

Berbekal Renstra dan Renop yang disusun saat raker, Ahad (23/7), untuk tahap awal LPBINU akan membenahi administrasi kelembagaan dan mengadakan audiensi dengan para pemangku kepentingan. (Idham/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Meme Islam, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Senin, 15 Januari 2018

PCNU Pringsewu Luncurkan Program "Jihad Pagi"

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Pengurus baru PCNU Pringsewu melalui Mustasyar KH Sujadi mengungkapkan, bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan meluncurkan program ‘jihad pagi’ (ngaji ahad pagi). Hal ini dikemukakan Kiai Sujadi dalam rapat koordinasi perdana seluruh pengurus yang berlangsung di Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (15/2).

PCNU Pringsewu Luncurkan Program Jihad Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Luncurkan Program Jihad Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Luncurkan Program "Jihad Pagi"

“Kepengurusan yang telah terbentuk ini diharapkan dapat berkoordinasi dengan maksimal. Koordinasi yang maksimal dapat dilakukan dengan meningkatkan intensitas komunikasi dan pertemuan diantaranya lewat program jihad pagi ini,” terang kiai yang juga Bupati Pringsewu ini.

Program jihad pagi ini, tambahnya, akan dimulai pekan depan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi seluruh pengurus untuk berdiskusi dan berkoordinasi. Dengan intensitas koordinasi yang meningkat, ? tentunya ide, ? gagasan, dan permasalahan yang muncul akan dapat di selesaikan dengan baik. "Kalau sering kumpul, ide dan gagasan kan akan muncul " ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Dia menambahkan, bahwa program ini akan dilaksanakan tiap hari pukul 06.00 WIB dan tidak terbatas untuk pengurus NU saja namun terbuka luas bagi kaum muslimin dan muslimat yang ingin mendalami Ilmu agama dengan ngaji bersama.

Disamping itu, Kiai Sujadi juga mengajak seluruh pengurus untuk memaksimalkan sumber daya yang ada. "Maksimalkan sumber daya, jangan selalu terjebak dengan sumber dana,” ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Hal ini diamini oleh Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Ridwan Syuaib dengan berpesan kepada seluruh pengurus untuk memberdayakan SDM dan kader NU disegala sektor untuk bersama sama berkhidmah di NU.?

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pringsewu, H Taufiqurrahim, M.Pd.I menjelaskan, kepengurusan baru yang telah terbentuk ini akan segera bekerja dengan skala prioritas yang telah diputuskan pada konfercab beberapa lalu dan akan lebih dipertajam lagi pada musyawarah kerja (muker) yang akan di laksanakan dalam waktu dekat ini.?

Kepengurusan hasil Konfercab ke-2 PCNU dan telah disahkan melalui Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor: 477/A.II.04.d/12/2014 ini siap untuk berkhidmah kepada umat. Pada rapat perdana itu, juga telah disepakati pembentukan kepengurusan baru berbagai lembaga dan lajnah seperti LP Ma’arif, ? Lazisnu, ? LTNNU, dan lain lainnya.?

“Pada muker nanti, akan diadakan pelantikan kepengurusan yang akan dihadiri oleh PBNU,” terang Taufiqurrahim. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Pahlawan, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 09 Januari 2018

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Bondowoso, PKS Piyungan Taubat - Ruqyah massal diikuti puluhan santri di mushalla Pesantren Assaadah Gang KH Abdul Majid Purbosari RT 29 RW 06 Kelurahan Kota Kulon Kecamatan Kota Bondowoso Jawa Timur Sabtu (19/8) malam. Praktisi Jamiyah Ruqyah Aswaja (JRA) Bondowoso Ustadz Imam Supriyadi menjelaskan, ruqyah massal merupakan amanah, yang harus dilaksanakan.

"Ini bentuk pengabdian kami kepada jamaah dan jamiyah Nahdlatul ulama," jelasnya.

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)
Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal (Sumber Gambar : Nu Online)

Jamiyah Ruqyah Aswaja Bondowoso dan Pesantren Assaadah Gelar Ruqyah Massal

Pengasuh Pesantren Assaadah Ustadz Taufiq mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap jamaah pondok pesantren yang diasuhnya dan sekaligus ingin menggandeng JRA Bondowoso.

PKS Piyungan Taubat

Lanjutnya, ini juga dalam rangka membentengi aqidah ahlussunah wal jamaah. “Kami tidak ingin jamaah kita ini justru mendapatkan pelayanan pengobatan dari mereka yang akidahnya bertentangan dengan ahlussunah wal jamaah.”

PKS Piyungan Taubat

Di mushalla Pesantren Assaadah tampak puluhan jamaah malam itu serius mempraktikkan bacaan yang berasal dari ayat-ayat Al-Quran  yang dipandu oleh praktisi JRA. Bahkan sebagian dari mereka yang masih kesakitan hingga muntah-muntah mendapatkan pengobatan khusus.

"Pasien kami beri herbal serbuk daun bidara dan cairan habbatussauda untuk diminum," kata Ustadz Imam.

Di tempat yang sama, Ketua JRA Bondowoso Ustadz Ahmad Basri mengatakan, ke depan pihaknya akan menggandeng berbagai pihak untuk menggalakkan ruqyah.

"Ini cara kami untuk hadir di tengah-tengah jamiyah ahlussunah wal jamaah," jelas Ustadz Basri. (Ade Nurwahyudi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Sunnah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga

Bandung, PKS Piyungan Taubat. Sebagai bentuk mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam yang peka terhadap keseimbangan lingkungan, puluhan santri Pesantren Al-Wafa, Ciluenyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, bersama-sama membersihkan saluran air warga di sekitar pesantren setempat. Kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat hubungan antara santri dan warga sekitar.

Menurut salah satu santri Muhammad Nur Soleh, kerja bakti yang berlangsung Ahad (28/9) tersebut sekitar merupakan cara yang baik dan penting. “Untuk memupuk rasa kepedulian terhadap lingkungan masyarakat, sebagai salah satu upaya kedekatan dengan masyarakat,” terangnya.

Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersama Pengasuh, Santri Kerja Bakti Bersihkan Saluran Air Warga

Selain itu, ia berpandangan bahwa kerja bakti ini sebagai upaya untuk menerapkan nilai-nilai kebersihan pada diri santri dan menyiapkan diri santri ketika nanti terjuang langsung ke masyarakat. “Bagi masyarakat ketika saluran air bersih dari tumpukan, maka dapat mengurangi resiko datangnya penyakit,” tambah Soleh.

PKS Piyungan Taubat

Senada dengan Soleh, Eko Agus Purwanto menilai hubungan antara pesantren dengan warga sekitar memang haruslah erat, apalagi santri Al-Wafa tidak semua berasal dari Jawa Barat. Ia mengungkapkan, selama tinggal di Pesantren Al-Wafa’ kedekatan warga sangat kelihatan, misalnya terkadang warga mengundang santri untuk menghadiri acara-acara yang diselenggarakan warga. “Itu tentu bentuk apresiasi dan kepedulian warga kepada santri,” ungka Eko Santri asal Poso, Sulawesi Tengah.

PKS Piyungan Taubat

Eko berharap dengan bersihkannya saluran air tersebut, airnya dapat digunakan memudahkan irigasi sawah, terciptanya lingkungan yang bersih, baik untuk pesantren maupun warga sekitar.

“Ke depannya, saya berharap terjadinya silturahmi yang baik, saling menguntungkan, terciptanya keamanan baik dilingkungan pesantren maupun warga sekitar,” pungkas santri pesantren asuhan KH Rachmat Syafe’i, pengurus Syuriah PWNU Jawa Barat.

Dari pantauan PKS Piyungan Taubat,  saat kerja bakti berlangsung, KH. Rachmat Syafe’i turun langsung bersama santri-santrinya untuk membersihkan saluran air warga Cibiruhilir, Kecamatan Cileunyi, kabupaten Bandung. (Muhammad Zidni Nafi’/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Jumat ketiga (10/4) kemarin, Sekolah Menulis Sanggar Komunitas Penulis Muda Tebuireng (Kepoedang) Jilid III mendatangkan penulis dan editor ternama, M. Iqbal Dawami. Di Perpustakaan A. Wahid Hasyim Tebuireng, penulis buku "Hidup, Cinta dan Bahagia" itu menyampaikan materi "Menulis Buku Islam Populer".

Setelah memaparkan materi di depan 25 peserta, M. Iqbal Dawami memberikan waktu untuk praktek menulis bagi para peserta. "Teori saja tidak cukup, maka dari itu langsung saja kita praktek", ungkap pria yang pernah menjadi editor di Penerbit Bentang Pustaka dari 2012 hingga 2014 itu.

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Menulis di Perpustakaan A. Wahid Hasyim

Dalam 30 menit terakhir sebelum pertemuan usai, para peserta dibebaskan untuk mencari tempat di sekitar perpustakaan. Hal yang harus mereka tulis adalah satu dari sekian pengalaman menarik mereka di pesantren.

"Santri sebenarnya itu punya keunggulan di bidang bahan karena pengalaman mereka banyak di pesantren itu", ungkap pria yang sekarang sibuk sebagai editor freelance itu.

Karya-karya para peserta akan diketik dan diedit yang kemudian akan diterbitkan. Tulisan-tulisan tersebut, sebagai kenang-kenangan Sekolah Menulis Jilid III. Hal ini bertujuan untuk memberikan semangat kepada para peserta untuk terus berkarya di bidang tulis menulis. "Tuh kan duduk-duduk bisa nulis buku", celetuk M. Iqbal disambut tawa peserta.

PKS Piyungan Taubat

Menurut M. Iqbal, dunia kepenulisan buku era sekarang membutuhkan para santri yang memiliki ilmu mendalam tentang agama. Penulis produk pesantren diharapkan kehadirannya untuk bisa bersaing bahkan menggeser para penulis buku Islam yang menyajikan buku ala kadarnya, dan tidak memiliki kajian yang kurang mendalam.? (tebuireng.org/anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Minggu, 10 Desember 2017

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah

Judul : Kemuliaan Umat Muhammad

Penulis : Dr Muhammad Alawi Al-Maliky Al-Hasani

Penerbit : Cakrawala Publishing, Jakarta *

Cetakan: I, 1427 H / 2006 M

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengejar Berbagai Keutamaan dalam Beribadah

Tebal : x + 410 halaman

Peresensi: Muhammad Said Hasyim**

PKS Piyungan Taubat



Syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW terbilang paling mudah dibanding syariat nabi-nabi sebelumnya. Rasulullah tidak diutus untuk mempersulit umatnya, namun sebaliknya untuk mempermudah segala urusan yang dihadapi umatnya. Beliau bersabda: “Berilah kabar gembira dan janganlah kalian menjadikan takut, mudahkanlah dan janganlah kalian persulit.” (HR Bukhari-Muslim)

PKS Piyungan Taubat

Allah SWT telah memberikan banyak perintah yang sungguh berat kepada Bani Israel, namun sudah tidak berlaku untuk umat Muhammad. Misalnya, jika pakaian mereka terkena najis maka bagian tang terkena najis itu harus dibuang, sementara umat Muhammad diberikan ajaran untuk menyucikan pakaian dan anggota badan dari najis. Ada tata cara bersuci yang tidak memberatkan yang diajarkan kepada umat Muhammad, tidak harus dengan air, namun dalam keadaan tertentu bisa dengan benda lain yang bisa menyucikan. Misalnya lagi, bagi Bani Israel hukuman terhadap semua bentuk pembunuhan atau penganiayaan adalah qisash, namun umat Muhammad bisa menggantinya dengan denda tertentu (diyat) dengan syarat-syarat tertentu.

Ada pula cara bertaubat bagi Bani Israel yang telah berbuat dosa-dosa berat yakni dengan bunuh diri, atau memotong lidah bagi yang berdusta, atau memotong kemaluan bagi yang berzina. Tapi ini tidak berlaku untuk umat Muhammad. Rasulullah SAW mengajarkan tata cara bertaubat yang manusiawi namun tetap memunculkan efek jera sehingga para pelakunya enggan untuk melakukan kesalahan serupa.

Demikianlah berbagai keistimewaan umat Muhammad dipaparkan secara indah dalam buku Kemuliaan Umat Muhammad (Khashaish Ummah Muhammad) yang ditulis oleh Dr Muhammad Alawi Al-Maliky Al-Hasani.

Jika umat terdahulu diharuskan melakukan ibadah di tempat-tempat tertentu seperti di kuil atau gereja, maka bagi umat Muhammad shalat tidak harus dilakukan di satu tempat tertentu; Bumi ini adalah masjid buat umat Muhammad. Allah juga menghalalkan berbagai jenis makanan baik hewani maupun nabati yang baik-baik, kecuali beberapa jenis saja. Berbeda dengan Bani Israil yang dilarang memakan beberapa binatang ternak seperti onta, angsa, dan itik.

Sedikitnya ada empat belas keistimewaan yang dimiliki oleh umat Muhammad dalam buku Kemuliaan Umat Muhammad tersebut. Keempatbelas kemuliaan ini tidak dimiliki oleh umat-umat sebelumnya. Dijelaskan pula, ada banyak kabar gembira bagi umat Muhammad. Bagi mereka yang hidup belakangan, yang tidak semasa dengan Rasulullah SAW tidak kalah istimewanya dibanding dengan para Sahabat Nabi. Rasulullah SAW bersabda: ”Beruntunglah bagi orang-orang yang melihatku dan beriman kepadaku, dan beruntunglah –Rasulullah mengulang sebanyak 7 kali– bagi orang-orang yang tidak melihatku namun beriman kepadaku.”

Lebih dari separuh bagian buku yang ditulis oleh Dr Muhammad Alawi ini menjelaskan keutamaan-keutamaan menjalankan beberapa perintah Rasulullah SAW seperti berbagai gerakan dan doa-doa dalam shalat, keutamaan zakat dan haji, beberapa keutamaan ibadah-ibadah lain yang kita lakukan seperti berwudlu, menjawab azan, mendirikan masjid, serta berbagai bentuk perbuatan baik yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW seperti membesuk orang sakit, memberikan pinjaman, memenuhi kebutuhan orang yang sedang tertimpa musibah, dan menepati janji.

Hemat kami, buku ini sangat berguna untuk umat Islam yang ingin memperdalam ilmu agama dan memberikan semangat untuk mengamalkan beberapa ibadah dan perbuatan yang dinilai baik oleh umat Muhammad SAW. Dipaparkan pula beberapa keutamaan shalat sunnah seperti shalat Dhuha, shalat istikharah dan doa-doannya, shalat hajat, shalat tasbih, dua rakaat shalat seteleh wudhu, juga shalat untuk memperkuat hafalan.

Buku ini diawali dengan penjelasan yang sangat gamblang tentang definisi hadits dhaif, atau hadits-hadits yang dinilai lemah periwayatannya. Beberapa kelompok kecil umat Islam memang sangat ”anti” dengan hadits dhaif ini karena takut menjalankan perbuatan bid’ah, namun sebaliknya dalam buku ini dijelaskan bahwa hadits dhaif tetap perlu diamalkan jika berkaitan dengan fadhailul a’mal atau keutamaan-keutamaan dalam menjalankan ibadah, dan tidak dijadikan sebagai landasan dalam masalah-masalah yang berkaitan dengan akidah dan hukum.

Jangan menolak hadits-hadits dhaif karena penolakan itu berarti angkuh dan tidak melakukan upaya ikhtiyathi atau kehati-hatian dalam memenerima ajaran yang telah diriwayatkan sampai kini. Dalam buku ini dirinci beberapa persyaratan penggunaan hadits dhaif yang perlu diketahui umat Islam sebagai pegangan dalam menjalankan ibadah sehari-hari.

Buku ini setebal 410 halaman ini diakhiri dengan pengetahuan seputar alam barzakh, hari kebangkitan, balasan amal-perbuatan selama hidup di dunia dan penjelasan mengenai syafaat Nabi Muhammad yang diberikan kepada umatnya pada Hari Akhir kelak. Sebelumnya juga terdapat bab khusus seputar definisi dan keutamaan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Beberapa keutamaan beribadah yang dipaparkan dalam buku ini menunjukkan betapa besarnya kasih sayang Allah SWT kepada Rasulullah SAW dan umatnya.

** Penulis adalah alumnus Universitas Darul Ulum, Hudaidah, Yaman



* Alamat lengkap dan kantor pemasaran: Cakrawala Publishing Jl. Palem Raya. No. 57 Jakarta 12260. Telp (021) 70602394-5853238. Web: http://www.penerbitcakrawala.com/ Email: cakrawalapublish@cbn.net.id
Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Humor Islam, Berita, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock