Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ulama. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda

Amsterdam, PKS Piyungan Taubat. Selain diikuti para pemakalah, mahasiswa dari banyak negara, konferensi internasional tentang Islam Nusantara yang digelar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Belanda juga diikuti lima duta besar RI dari Belanda, Lebanon, Arab Saudi, Aljazair, dan Azerbaijan. Simak komentar mereka tentang acara yang digelar di Vrije Universiteit Amsterdam, Belanda, seperti yang dilaporkan Hamzah Sahal dari PKS Piyungan Taubat, Senin (27/3).

H.E. I Gusti Agung Wesaka Puja, Dubes RI untuk Belanda:

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Pendapat Lima Dubes terkait Konferensi Islam Nusantara di Belanda

Pertama, seminar Islam di Belanda ini prakarsa yang sangat baik di saat situasi politik di Belanda yang dewasa ini menunjukkan nuansa yang sangat lain dari wajah Islam yang disampaikan oleh sebagian politisi Belanda yang ekstrem kanan. Kita berkepentingan untuk meluruskan perskpektif mereka tentang Islam.

Kedua, ini sebuah acara penting untuk mengumpulkan tokoh-tokoh Muslim, peneliti dunia Islam dan tokoh NU dari berbagai negara.?

PKS Piyungan Taubat

Ketiga, dalam konteks sosial budaya, acara ini memberikan semacam wahana di mana kita bisa menunjukkan pemikiran, budaya, praktik hidup bangsa Indonesia di depan publik di Belanda.

Agus Maftuh, Dubes RI untuk Arab Saudi:

Saya senang lihat NU di luar negeri. Saya senang lihat batik NU, dengar mereka bicara di muka umum, hingga bertukar humor. Saya senang sekali. Ini jalan untuk membuka syiar Islam damai yang belakangan tertutup oleh konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Chozin Chumaidi, Dubes ? RI untuk Libanon:?

Rasa syukur dan bangga pada yang digelar Belanda. Acara ini menguatkan jaringan Islam Sunni yang moderat. Islam ala Aswaja yang moderat. Acara ini tidak boleh berhenti, semuanya harus mendukung. PBNU, masyarakat, dan pemerintah Indonesia. Ini baru permulaan, belum mekar. Tugas kita memekarkan tumbuhan yang sudah ditanam anak-anak muda di PCINU Belanda.

PKS Piyungan Taubat

Safira Rosa Masrucha, Dubes RI untuk Aljazair:

Saya melihat orang segitu banyak enjoy semua. Dari banyak kalangan, dari banyak negeri. Mereka datang menikmati tradisi Islam dan Islam tradisi yang berkembang di Indonesia. Acara begini adalah kebutuhan mendesak, perlu dikembang ke depan.

Husnan Bey Fananie, Dubes RI untuk Azerbaijan:

Ini bukan sekadar acara. Ini momentum untuk yang memperkenalkan Islam di Indonesia. Dunia belum tahu Islam di Indonesia seperti apa. Banyak yang membayangkan kayak di Timur Tengah. Kita multibudaya yang tidak ada di negeri Muslim lain dan damai dengan segala dinamikanya.?

Seminar ini kerja taktis dan diplomatis yang sangat jitu dalam menghadapi persepsi jelek tentang Islam. Islam sebagai inspirasi damai di Indonesia harus disuarakan dengan lantang dan konsisten. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Internasional, Doa PKS Piyungan Taubat

Senin, 05 Februari 2018

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat

Kudus,PKS Piyungan Taubat

Dalam rangka uri-uri (menjaga) seni tradisi, Forum Komunikasi Terbang Papat (FKTP) Kecamatan Gebog Kudus mengadakan festival di Masjid At-Taqwa Desa Gondosari Sabtu (4/4) malam. Kegiatan bertema “Menebar shalawat, menuai syafaat itu”, diikuti 22 kelompok terbang papat dari sejumlah desa di kecamatan tersebut.

Masing-masing kelompok yang terdiri dari lima orang ini membawakan sebuah lagu shalawat dari syair kitab Albarzanji dengan iringan tetabuhan empat terbang dan satu jidur selama 10 menit. Bahkan para penabuh yang sebagian besar berusia tua, masih semangat menabuh terbang secara rancak dan kompak.

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat (Sumber Gambar : Nu Online)
Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat (Sumber Gambar : Nu Online)

Uri-uri Tradisi, 22 Grup Ikuti Festival Terbang Papat

 

Ketua FKTP Kecamatan Gebog Ulil Abror menjelaskan festival ini merupakan salah satu bentuk menjaga seni terbang papat supaya tetap eksis dan syiar di tengah-tengah masyarakat. "FKTP mendorong seni terbang papat ini bangkit dan berkembang dengan melahirkan generasi baru,"katanya.

 

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, hampir setiap desa banyak yang memiliki jam’iyah (kelompok) terbang papat, namun kurang terkoordinasikan sehingga belakangan keberadaannya hampir punah.

PKS Piyungan Taubat

"Karenanya, kita agendakan rutin kegiatan semacam ini di tingkat kecamatan yang waktunya insidental atau setiap tahun sekali untuk nguri-nguri seni ini," katanya.

 

Ketua FKTP Kudus Cholid Seif saat membuka acara mengatakan terbang papat ini menjadi seni tradisi khas seni Islami Kudus. Bahkan disamping tercatat dalam rekor MURI pada tahun 2012 lalu, seni ini ternyata termasuk maha karya tingkat internasional.

 

"Makanya festival ini telah dikembangkan menjadi program FKTP seluruh kecamatan di Kudus sebagai ikhtiar untuk melestarikan terbang papat yang semakin langka ini," tandasnya singkat. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Habib, Doa PKS Piyungan Taubat

Jumat, 19 Januari 2018

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 



Meski wafat tujuh tahun lalu, KH Abdurrahman Wahid masih terus hadir, kendati hanya cerita atau kutipan pembicaraannya, tulisannya, dan pemikirannya. Seperti hari ini, Jumat (4/8), Gus Dur diungkapkan warga dunia maya hingga merajai trending topic di media sosial Twitter dengan tagar #HarlahGusDur.  

Saat berita ini ditulis, tagar tersebut menempati urutan pertama di Twitter Indonesia. Warga dunia maya ada yang ngetwitt ungkapan pribadi tentang Gus Dur, ungkapan Gus Dur sendiri, menautkan foto bersama Gus Dur, video, atau quote Gus Dur.   

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)
#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter (Sumber Gambar : Nu Online)

#HarlahGusDur Ramaikan Jagat Twitter

Dedi Mulyadi misalnya, melalui akun ?@DediMulyadi71, ngetwit dengan mencantumkan foto bersama Gus Dur. Bupati Purwakarta itu mengatakan, “Beliau tidak pergi, senantiasa ada di hati, menyejukan lewat petuahnya, menebar bahagia dengan humornya #HarlahGusDur.”

Akun Pengagum Gusdur? @KangMishbah1, melakukn kultwitt. Pada twitt ketujuh ia mengatakan, “Pkaian bliau yaitu kjujuran. Prinsip ksukaannya adalh kterbukaan. Smua klompok bliau rangkul, trmasuk yg dlu prnah mmukul #HarlahGusDur”.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Ulil Abshar Hadrawi, Gus Dur masih dibicarakan orang karena ia fenomenal. Pemikiran dan tindakan Gus Dur selalu menjadi teladan. Pemikirannya berusia panjang karena bersumber dari hati yang jernih. Tema-temanya sepanjang masa, seperti tema kemanusiaan. 

“Dia tidak hanya mikirin NU, tapi yang lebih besar, yaitu bangsa dan dunia,” katanya di gedung PBNU, Jakarta.  

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri juga turut serta pada ngetwitt bareng harlah Gus DUr ke-77 tersebut. Kiai yang akrab disapa Gus Mus itu ngetwitt: “Semakin tinggi ilmu seseorang, maka semakin besar rasa toleransinya. "K. H. Abdurrahman Wahid" #HarlahGusDur”. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Ulama, Internasional PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

Subang, PKS Piyungan Taubat. Puluhan pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) Al-Huda Pungangan, Subang, Jawa Barat, mengikuti study tour yang diselenggarakan madrasah setempat ke beberapa lokasi di Jakarta, Sabtu (28/2).

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Sejarah Lewat “Study Tour” (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Sejarah Lewat “Study Tour”

"Kami harap anak-anak dapat menikmati study tour ini sehingga mulai pekan besok mereka bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan fresh," ungkap Dedi Setiawan, salah satu guru yang ditunjuk sebagai koordinator kegiatan.

Dedi yang juga Wakil Sekretaris LTN PCNU Subang itu menambahkan, lokasi tujuan study tour ini adalah Museum Fatahillah, Monumen Nasional (Monas), dan Masjid Istiqlal.

PKS Piyungan Taubat

"Mereka kita minta untuk menulis seputar sejarah dan kondisinya pada masa kini, tujuannya sekaligus agar anak-anak gemar dan punya keterampilan menulis," imbuhnya

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Muhammad Heryadi, Kepala MTs Al-Huda Pungangan menyampaikan keinginannya untuk mengubah paradigma anak-anak, karena selama ini ada anggapan bahwa tempat belajar terbatas hanya di kelas saja.

"Kita ingin menyampaikan kepada anak-anak bahwa belajar itu bukan hanya di kelas saja, semua tempat adalah sekolah, tempat belajar yang bisa kita petik ilmunya jadi tidak dibatasi ruang dan waktu," pungkas Ketua IPNU Subang periode 2000-2004 itu. (Aiz Luthfi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat PonPes, AlaSantri, Ulama PKS Piyungan Taubat

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Ahad (3/12) terasa dari biasanya. Pasalnya dalam turba ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Lumbang yang digelar di aula MI NU Al-Hidayah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang ini juga dilakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 10 orang dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, 11 orang Ketua PAC Muslimat NU, 11 orang Ketua Ranting Muslimat NU di Kecamatan Lumbang beserta 100 orang Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurhayati mengatakan, turba ini merupakan agenda kegiatan rutin pertemuan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus silaturahmi Muslimat NU terhadap anggota dari tingkat PAC sampai Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

PKS Piyungan Taubat

“Kebetulan kali ini kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kebersamaan dan menghormati serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Nurhayati, agenda utama dalam turba ini adalah silaturahmi. Serta pembinaan terhadap anggota agar lebih semangat dan terus berjuang untuk kepentingan umat sebagai media syiar Islam melalui kegiatan Muslimatan NU .

PKS Piyungan Taubat

“Fokus dari turba ini adalah kebersamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemantapan pembinaan anggota serta memberikan sports dan motivasi dukungan agar anggota majelis taklim lebih semangat tulus dan ikhlas menggerakkan roda organisasi Muslimat NU sebagai amal makruf nahi mungkar. Agar bisa diterima amal keberadaan Muslimat NU di semua bidang pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Nurhayati menyampaikan dalam organisasi tidak ada kata berhenti, cuti, mengundurkan diri. Dalam berorganisasi berjuang membangun organisasi tidak harus kader Muslimat NU harus pintar, karena banyak pengurus pintar tapi tidak mau. Oleh karena itu membangun organisasi Muslimat NU itu mereka kader yang mau membangun dan peduli.

“Kunci persaudaraan dari Muslimat NU yang utama ta’aruf dan silaturahmi. Yang kedua ta’awun tolong menolong dan kepedulian. Yang ketiga tasamuh, persamaan derajat dan umat Islam NU  itu sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurhayati menambahkan bahwa pengurus Muslimat NU harus mengaktifkan amal  infaq dan sedekah digerakkan untuk beramal lebih banyak, sadar dan peduli untuk meningkatkan amal maruf nahi mungkar. “Terpenting lagi, mengajak aktif rutin amal sedekah lewat majelis taklim Muslimat NU,” pungkasnya.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Lumbang Sanipah Suparman menyampaikan bahwa turba ini bisa menjadi wadah dalam memberikan semangat anggota agar kegiatan yang ada di tiap ranting lebih dioptimalkan, lebih peduli dan merasa menjadikan nilai persaudaraan berjuang untuk kepentingan umat Islam.

“Lebih meningkatkan amal ibadah, amal jariyah, peduli lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mampu dan kemiskinan perbaikan akhlak. Yang utama sebagai modal majunya pembangunan,” katanya.

Ketua MWCNU Lumbang Ustadz Saiful Arif  menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta teladan yang harus dilakukan oleh umat Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini Hj Latifah dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan taushiyah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan topik keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mempunyai 3 pegangan meliputi salam, senyum dan sapa. Teladan beliau menghadiri undangan tidak boleh memilih kaya dan miskin. Pemantapan ibadah, amal kebaikan, keikhlasan, harus tulus disampaikan permohonan terhadap Allah SWT. Ta’aruff kita kebaikan yang harus kita contoh, yang tidak baik kita abaikan agar menjadikan bekal iman kita lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Amalan, Ulama PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Wisuda IV Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan digelar Selasa, (29/9/2015) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII Jakarta Timur. Tahun 2015 ini, STAINU Jakarta berhasil mencetak lulusan mahasiswa Pascasarjana Program Magister Kajian Islam Nusantara untuk pertama kalinya. Lulusan angkatan pertama untuk konsentrasi ini sebanyak 45 mahasiswa.

“Sebanyak mahsiswa tersebut telah melalui rangkaian penelitian serius tentang khazanah Islam di Nusantara di berbagai daerah,” ujar Asisten Direktur Pascasarjana STAINU Jakarta, Dr Muhammad Ulinnuha Husnan, MA, Jum’at (25/9) di Jakarta.

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama

Ulinnuha juga menerangkan, seluruh hasil riset mahasiswa ini dibukukan dengan mendapat ISBN dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). “Sehingga bisa dipublikasikan dan diakses secara luas,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, dari tingkat D3 dan S1, STAINU Jakarta juga berhasil mencetak lulusan sebanyak 333 mahasiswa dari tiga program studi (prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Perbankan Syariah, dan Ahwalul Syaksiyah.

“Rinciannya, prodi Perbankan Syariah 57 orang, Ahwalul Syaksiyah 19 orang, sedangkan PAI sebanyak 265 orang. Jadi Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister tahun 2015 ini total meluluskan 386 mahasiswa,” ujar salah satu dosen STAINU Jakarta, Fariz Alniezar, M.Hum.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara wisuda nanti, lanjut Fariz, akan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj serta orasi ilmiah dari Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin, dan tokoh-tokoh penting lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Ulama PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Kiai Said Aqil Siroj bertemu Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Ahmed Amr Ahmed Moawad di Kedutaan Mesir, Jakarta, Ahad (26/2).

Pertemuan tokoh dua negara tersebut membahas beberapa hal termasuk agenda Kiai Said yang diundang untuk berceramah di Universitas Al-Azhar Kairo.

Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Al Azhar Mesir Undang Ketum PBNU

“Kehormatan bagi kami Muslim Indonesia dapat kesempatan berbicara di depan para cendikia Mesir, utamanya di hadapan para alim Al-Azhar,” kata Kiai Said kepada Ahmed.

Menurut Kiai Said, kesempatan berkunjung ke Mesir akan dimanfaatkan untuk menjalin kerja sama di bidang pendidikan, sehingga transmisi keilmuan Islam antara Indonesia dan Mesir semakin kuat dan terjaga.

PKS Piyungan Taubat

“Ahlussunnah wal Jamaah itu mereferensi kepada ulama Sunni di Mekkah, Madinah dan Al-Azhar, di era ini Al-Azhar dan Nahdlatul Ulama memegang peran strategis,” kata kiai said.

PKS Piyungan Taubat

Di samping itu Kiai Said juga akan menyampaikan komitmen NU bersama-sama masyarakat dunia untuk mengupayakan perdamaian dunia Islam. Masyarakat Mesir yang punya basis peradaban punya kesamaan dengan Muslim Indonesia.

“Perdamaian dunia Islam perlu kita dorong bersama-sama sehingga beberapa negara mayoritas muslim yang saat ini masih berkonflik dapat secepatnya menyadari dan melakukan recovery,” ujar Kiai Said.

Atas harapan Kiai Said, Ahmed menyambut baik dan berharap misi NU ke Mesir berjalan baik dan berhasil.

“Kita sekarang silaturahim agar hubungan dan harapan kita berjalan dengan baik,” kata Ahmed. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Hikmah, News PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock