Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Amalan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Januari 2018

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Probolinggo, PKS Piyungan Taubat - Kegiatan turba (turun ke bawah) yang dilaksanakan oleh Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, Ahad (3/12) terasa dari biasanya. Pasalnya dalam turba ke Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Lumbang yang digelar di aula MI NU Al-Hidayah Desa Lumbang Kecamatan Lumbang ini juga dilakukan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kegiatan ini diikuti oleh semua pengurus Muslimat NU di Kabupaten Probolinggo. Terdiri atas 10 orang dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo, 11 orang Ketua PAC Muslimat NU, 11 orang Ketua Ranting Muslimat NU di Kecamatan Lumbang beserta 100 orang Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)
Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo (Sumber Gambar : Nu Online)

Turba, Wujud Kekompakan dan Kebersamaan Pengurus Muslimat NU Probolinggo

Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj Nurhayati mengatakan, turba ini merupakan agenda kegiatan rutin pertemuan Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sekaligus silaturahmi Muslimat NU terhadap anggota dari tingkat PAC sampai Ranting Muslimat NU se-Kecamatan Lumbang.

PKS Piyungan Taubat

“Kebetulan kali ini kami juga melaksanakan kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai wujud kebersamaan dan menghormati serta merayakan kelahiran Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Nurhayati, agenda utama dalam turba ini adalah silaturahmi. Serta pembinaan terhadap anggota agar lebih semangat dan terus berjuang untuk kepentingan umat sebagai media syiar Islam melalui kegiatan Muslimatan NU .

PKS Piyungan Taubat

“Fokus dari turba ini adalah kebersamaan merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW, pemantapan pembinaan anggota serta memberikan sports dan motivasi dukungan agar anggota majelis taklim lebih semangat tulus dan ikhlas menggerakkan roda organisasi Muslimat NU sebagai amal makruf nahi mungkar. Agar bisa diterima amal keberadaan Muslimat NU di semua bidang pembangunan yang ada di lingkungan masyarakat,” jelasnya.

Nurhayati menyampaikan dalam organisasi tidak ada kata berhenti, cuti, mengundurkan diri. Dalam berorganisasi berjuang membangun organisasi tidak harus kader Muslimat NU harus pintar, karena banyak pengurus pintar tapi tidak mau. Oleh karena itu membangun organisasi Muslimat NU itu mereka kader yang mau membangun dan peduli.

“Kunci persaudaraan dari Muslimat NU yang utama ta’aruf dan silaturahmi. Yang kedua ta’awun tolong menolong dan kepedulian. Yang ketiga tasamuh, persamaan derajat dan umat Islam NU  itu sama,” tegasnya.

Lebih lanjut Nurhayati menambahkan bahwa pengurus Muslimat NU harus mengaktifkan amal  infaq dan sedekah digerakkan untuk beramal lebih banyak, sadar dan peduli untuk meningkatkan amal maruf nahi mungkar. “Terpenting lagi, mengajak aktif rutin amal sedekah lewat majelis taklim Muslimat NU,” pungkasnya.

Ketua Muslimat NU Kecamatan Lumbang Sanipah Suparman menyampaikan bahwa turba ini bisa menjadi wadah dalam memberikan semangat anggota agar kegiatan yang ada di tiap ranting lebih dioptimalkan, lebih peduli dan merasa menjadikan nilai persaudaraan berjuang untuk kepentingan umat Islam.

“Lebih meningkatkan amal ibadah, amal jariyah, peduli lingkungan sekitar bagi mereka yang tidak mampu dan kemiskinan perbaikan akhlak. Yang utama sebagai modal majunya pembangunan,” katanya.

Ketua MWCNU Lumbang Ustadz Saiful Arif  menyampaikan hikmah dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW serta teladan yang harus dilakukan oleh umat Islam seperti yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Dalam kesempatan ini Hj Latifah dari Muslimat NU Kabupaten Probolinggo juga menyampaikan taushiyah Maulid Nabi Muhammad SAW dengan topik keteladanan Nabi Muhammad SAW.

“Rasulullah mempunyai 3 pegangan meliputi salam, senyum dan sapa. Teladan beliau menghadiri undangan tidak boleh memilih kaya dan miskin. Pemantapan ibadah, amal kebaikan, keikhlasan, harus tulus disampaikan permohonan terhadap Allah SWT. Ta’aruff kita kebaikan yang harus kita contoh, yang tidak baik kita abaikan agar menjadikan bekal iman kita lebih baik sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad SAW,” katanya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Amalan, Ulama PKS Piyungan Taubat

Jumat, 29 Desember 2017

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI

Depok, PKS Piyungan Taubat. Untuk memotivasi kalangan santri dan pelajar NU melanjutkan kuliah di Universitas Indonesia (UI), Forum Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UI atau Forluni PMII UI sejak 2014 telah merancang program khusus Sanlat Supercamp "Road to UI" yang merupakan inovasi atas Pesantren Kilat (Sanlat) Sukses Masuk PTN yang dilaksanakan Forluni PMII UI sejak 2012. ?

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni PMII Fasilitasi Santri Masuk Kampus UI

Selain memberikan materi tes masuk UI dan PTN (perguruan tinggi negeri) lain, manajemen Sanlat juga membekali peserta dengan motivasi spiritual, pengembangan karakter dan wawasan kebangsaan. Program Sanlat Supercamp 2014 lalu berhasil meluluskan 9 siswa dari total 14 peserta Sanlat, 5 siswa diantaranya berhasil diterima di UI.

"Dari 9 peserta yang lulus, 5 peserta di antaranya adalah santri lulusan pesantren yaitu 2 orang dari Pesantren Al Hamidiyah Depok dan masing-masing 1 orang dari Pesantren Al Itqon Jakarta Barat, Pesantren SMK Arrahman Depok, dan Pesantren An Nawawi Magelang," papar Alfanny.

PKS Piyungan Taubat

Untuk Sanlat 2015, manajemen Sanlat akan mengadakan Try Out Seleksi sanlat dengan pola tes SIMAK UI pada Sabtu, 18 April 2015 di Pusat Studi Jepang Kampus UI Depok.? Bagi santri atau pelajar NU yang ingin mengikuti Sanlat, dapat mengetahui informasi tentang sanlat dan proses seleksinya di website www.sanlat.forluni.com.

PKS Piyungan Taubat

"Tidak ada alasan kalangan santri enggan berkuliah di UI, karena pemerintah sudah menyediakan banyak beasiswa khususnya beasiswa bidik misi.? Persaingan yang ketat untuk masuk UI juga bukan alasan, karena dengan disiplin belajar dan doa, banyak santri yang sudah kuliah di UI," urai Alfanny, Ketua Umum Forum Alumni PMII UI. (Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Amalan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 30 November 2017

Berguru ke Mbah Hasyim, "Luru Ilmu Kanthi Lelaku"

Nama Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy’ari (Mbah Hasyim) di kalangan nahdliyyin tidak asing lagi. Di samping sebagai pendiri organisasi Nahdlatul Ulama (NU) pada tahun 1926, Mbah Hasyim juga didaulat sebagai Ra’is Akbar NU hingga wafat di tahun 1947. Sebuah posisi tertinggi dalam organisasi NU.?

Buku baru berjudul Berguru Ke Sang Kiai; Pemikiran Pendidikan KH. M. Hasyim Asy’ari yang ditulis Mukani ini sebagai sebuah bentuk pengakuan terhadap kehebatan sosok Mbah Hasyim. Buku ini pada awalnya adalah hasil penelitian tesis di IAIN/UIN Sunan Ampel Surabaya. Karya ini menjadikan 23 tulisan Mbah Hasyim sebagai sumber primer. Baik dalam bentuk kitab ataupun risalah.

Berguru ke Mbah Hasyim, Luru Ilmu Kanthi Lelaku (Sumber Gambar : Nu Online)
Berguru ke Mbah Hasyim, Luru Ilmu Kanthi Lelaku (Sumber Gambar : Nu Online)

Berguru ke Mbah Hasyim, "Luru Ilmu Kanthi Lelaku"

Sebagai sosok asli Jombang, nama Mbah Hasyim sudah ditulis dengan tinta emas dalam sejarah perjuangan Indonesia meraih kemerdekaan. Tidak hanya mampu mendirikan NU, juga mendirikan Pesantren Tebuireng. Kedua “warisan” ini sampai sekarang masih eksis dalam berkontribusi demi pembangunan Indonesia.?

Tidak heran jika sudah puluhan buku ditulis untuk mengkaji sosok kakek Gus Dur ini. Termasuk juga puluhan penelitian. Baik skripsi, tesis ataupun disertasi. Itu semua membuat nama Mbah Hasyim semakin dikenal luas di masyarakat. Tidak hanya Indonesia, tapi juga dunia internasional.?

Hal ini tidak berlebihan. James J. Fox, guru besar antropologi di Australian National University (ANU), adalah orang yang pertama kali menyebut bahwa Mbah Hasyim layak diberi gelar waliyullah. Jadi, gelar itu bukan warga NU yang pertama kali memberikan.?

Begitu juga dengan “tuduhan” bahwa Mbah Hasyim seorang tradisionalis. Pendapat ini sangat tidak tepat. Karena menurut Howard M. Federspiel, guru besar di McGill University Kanada, Mbah Hasyim termasuk orang yang tidak menolak modernisasi. Tetapi, agaknya, sebagai seorang yang tertarik kepada modernisasi, meski dalam sistem di komunitasnya sendiri (hal. 14).

PKS Piyungan Taubat

Pembelajaran Aplikatif

Di samping berhasil menjadi pendidik yang perlu diteladani, Mbah Hasyim juga menulis puluhan kitab dan risalah. Karya-karya itu hingga sekarang masih dijadikan referensi dalam berbagai pengajian-pengajian kitab kuning di dunia pesantren seluruh Nusantara. Karya kelima Mukani ini mampu merekam dengan baik butiran-butiran pemikiran Mbah Hasyim dalam bidang pendidikan.

PKS Piyungan Taubat

Dalam khazanah pengembangan dunia intelektual, buku ini mampu hadir sebagai salah satu referensi utama bagi pengelola, pengambil kebijakan, pendidik, peserta didik dan stakeholders di Indonesia dalam memajukan pendidikan. Terutama pendidikan yang berorientasi pada aspek religius-etis dan afinitas ilmiah dengan kajian Islam.?

Dalam buku ini dipaparkan kunci sukses Mbah Hasyim dalam mengkonsep pendidikan Indonesia adalah model luru ilmu kanthi lelaku. Berdasar pendekatan ini, seorang pendidik dan peserta didik tidak sekedar berteori. Namun langsung belajar secara aplikatif di masyarakat. Itu semua harus dimulai dari diri sendiri (hal. 52).

Sebagai contoh adalah dalam menanamkan nilai nasionalisme dalam jiwa peserta didik. Tidak sekedar melalui penataran, seminar, workshop ataupun acara formal lainnya. Fatwa jihad untuk mengadakan perlawanan kepada bangsa penjajah sebagai aksi nyatanya. Bahwa, umat Islam dalam radius 60 kilometer wajib hukumnya untuk mengangkat senjata melawan kolonialisme Belanda yang hendak merebut kemerdekaan Indonesia. Jika gugur di medan perang, dihukumi mati syahid.

Fatwa ini kemudian yang mengilhami Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945. Justru dari resolusi yang dikeluarkan para ulama NU inilah meletus pertempuran 10 November 1945 di Surabaya yang sangat heroik itu. Meski, banyak sejarah belum menulisnya secara proporsional.?

Dalam membentengi keimanan umat Islam di Indonesia sebagai contoh kedua. Mbah Hasyim tidak sekedar menulis teori dalam kitab yang tebal. Ketegasan Mbah Hasyim dalam menolak saikere kolonialisme Jepang sebagai bukti nyatanya. Meski Mbah Hasyim harus menerima siksaan fisik di penjara Jombang, Mojokerto dan lalu dipindah ke Kalisosok Surabaya.?

Melalui buku ini, sebenarnya Mbah Hasyim memberikan kerangka konsepsional yang fundamental bagi pendidikan Indonesia. Langkah lebih teknis operasional memang harus tetap dikaji ulang untuk mengimplementasikan pemikiran pendidikan Mbah Hasyim ini.?

Mbah Hasyim, dalam buku ini, digambarkan sebagai sosok yang menghargai keberagaman. Pendidikan tidak boleh melakukan diskriminasi. Motivasi peserta didik dalam mencari ilmu juga harus bersih dari unsur materialisme. Karena mencari ilmu adalah perintah agama (hal. 127).

Sebagai seorang pendidik, guru dan dosen dituntut untuk selalu mengembangkan kompetensi yang dimiliki. Terutama dalam tradisi literer. Artinya, guru dan dosen dituntut mampu menulis materi pembelajaran. Karya ini yang akan dijadikan pedoman bagi peserta didik dalam pembelajaran (hal. 138).?

Pada tataran kurikulum, Mbah Hasyim menekankan tidak sekedar kecerdasan intelektual (IQ). Namun juga sikap baik dan keterampilan dibenahi dari diri peserta didik. Keseimbangan IQ, EQ dan SQ menjadi sebuah keniscayaan. Materi yang dibelajarkan tidak sekedar ilmu agama, namun juga ilmu-ilmu umum.?

Lingkungan pendidikan juga harus dikelola dengan baik. Keluarga, sekolah dan masyarakat merupakan tiga lingkungan pendidikan yang sangat berpengaruh bagi keberhasilan peserta didik. Namun, ketiganya tetap berpangkal kepada proses pendidikan dalam keluarga. Terutama pentingnya sosok ibu dalam mendidik anak-anaknya (hal. 155).?

Melalui buku ini, sebenarnya Mbah Hasyim memberikan kerangka konsepsional yang fundamental bagi pendidikan Indonesia. Langkah lebih teknis operasional memang harus tetap dikaji ulang untuk mengimplementasikan pemikiran pendidikan Mbah Hasyim ini.?

Sosok pendiri NU ini pada titik tertentu hendak melakukan balancing terhadap dunia pendidikan di Indonesia. Tidak sekedar aspek formalitas, tetapi juga subtansi dari makna pendidikan harus diinternalisasikan dan diimplementasikan dalam kehidupan peserta didik. Pada ujungnya, diharapkan pendidikan Indonesia mampu melahirkan “produk” yang tidak hanya memiliki intelektual (pinter), tetapi juga memiliki integritas moral yang baik (bener).

Info Buku

Judul? : Berguru Ke Sang Kiai, Pemikiran Pendidikan KH. M. Hasyim Asy’ari

Penulis: Mukani

Prolog: Prof. Dr. Nur Ahid, M.Ag.

ISBN : 978-602-6827-08-1

Cet: I, Mei 2016

Tebal : 271 + xvi ? ? ? ? ?

Penerbit: Kalimedia, Yogyakarta

Peresensi:? Jumari, Dosen Fakultas Tarbiyah, Universitas Hasyim Asy’ari Tebuireng Jombang.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Amalan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 28 November 2017

NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Daftar pemilih tetap (DPT) yang rencananya ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 4 November 2013 dinilai belum sepenuhnya valid dan akurat. Karena kompleksnya persoalan, proses pemutakhiran seyogianya melibatkan semua pihak, termasuk ormas Islam seperti NU.

NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Diminta Bantu Pecahkan Masalah DPT

Imbauan ini disampaikan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri Irman dalam “Dialog Mencari Solusi Kisruh DPT Bersama PBNU” di auditorium utama kantor PBNU, Jakarta, Kamis (31/10).

Hadir pula sebagai pembicara Ketua KPU Husni Kamil Malik, anggota Bawaslu Daniel Zuhron, Wakil Ketua Komisi II DPR Arif Wibowo, dan Koordinator Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) M Afifuddin.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Irman, DPT bisa dikatakan benar-benar akurat ketika ada kesesuaian data antara Daftar Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4) Kemendagri dan DPT yang ditetapkan KPU. Sementara saat ini, ada sekitar 20,3 juta nama yang ada dalam DPT tapi tidak tercantum dalam DP4.

Irman menilai sejumlah kesalahan data ini “wajar”, mengingat banyaknya nama penduduk yang harus dicatat, luasnya wilayah Indonesia, dan kesiapan KPU yang tergolong singkat. Karena itu, kerja sama dari pihak-pihak terkait sangat dibutuhkan.

PKS Piyungan Taubat

Daniel Zuhron dalam kesempatan yang sama juga meminta PBNU berpartisipasi dalam upaya pemutakhiran DPT agar akurasi dan validitas data dapat dipertanggungjawabankan. “PBNU dan organisasi masyarakat lain perlu turut menangani jumlah DPT bermasalah yang begitu besar yang barang kali bisa disentuh dengan pendekatan sosio-kultural,” katanya.

Dalam sambutan pengantar, Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menegaskan bahwa pemilu 2014 harus berjalan sukses. Sebagai masyarakat sipil, NU akan selalu mengawasi dan membantu karena hal ini menyangkut hak konstitusional warga dan legitimasi kepemimpinan.

“Kami juga meminta anak muda NU yang ada di Depdagri, KPU, agar dapat mengemban tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Selaku Ketua KPU, Husni Kamil lebih banyak menyoroti kesulitan-kesulitan teknis yang dihadapi KPU selama di lapangan. Menurut dia, persoalan akurasi DPT juga berhubungan dengan masalah kebudayaan masyarakat di daerah tertentu, yang tak dapat diselesaikan hanya mengandalkan variabel data administrasi.

“Saya berterima kasih, masalah yang menyangkut kedaulatan negara ini dapat difasilitasi PBNU sebagai organisasi terbesar di Indonesia,” tuturnya. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Amalan PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Para santri dan pelajar yang menempuh pendidikan di pesantren nantinya diharapkan menjadi penerus Nahdlatul Ulama (NU). Karenanya membekali mereka dengan materi Aswaja dan NU adalah jawaban nyata agar kelak menjadi kader andalan.

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Irfan Sholeh merasa prihatin kalau kemudian ada pelajar yang terlibat dalam gerakan Islam garis keras ataupun kiri.?

"Kami sangat tidak ingin bila ada santri maupun pelajar alumni pesantren ini yang keluar dari Nahdlatul Ulama," kata Gus Irfan, sapaan akrabnya, Sabtu (4/4).

PKS Piyungan Taubat

Apalagi seperti diketahui para pimpinan dan pengasuh pesantren Tambakberas adalah aktivis NU. Bahkan KH Abdul Wahab Chasbullah yang nota bene salah seorang pengasuh pesantren ini adalah di antara pendiri NU bersama sejumlah kiai lain.

Karenanya mengenalkan NU sejak dini adalah sebuah jawaban bagi ketersediaan kader dan penerus NU di masa mendatang. "Saya sangat bangga kalau sejak dini para pelajar di sekolah ini bisa dikenalkan keberadaan NU," tegaskanya. Karenanya Gus Irfan sangat berterima kasih atas itikad baik kepengurusan IPNU dan IPPNU Jombang yang telah mendirikan kepengurusan komisariat IPNU dan IPPNU di MTsN Bahrul Ulum.

PKS Piyungan Taubat

Hal yang sama disampaikan Kepala MTsN Bahrul Ulum Muhammad Syuaib. Baginya, NU identik dengan pesantren Tambakberas. "Karena pendiri NU adalah dari pesantren ini," terangnya. Selaku pimpinan sekolah, ia merasa sangat berdosa kalau para siswa dan siswinya tidak kenal dengan baik keberadaan NU. "Karena itu para pelajar di MTsN Tambakberas harus aktif di IPNU dan IPPNU," ungkapnya.

Apa yang disampaikan KH Irfan Sholeh dan Muhammad Syuaib sebagai mata rangkai dari kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di MTsN Bahrul Ulum. Kegiatan berlangsung dua hari yakni hari Kamis (2/4) serta Sabtu (4/4) diikuti sedikitnya 680 pelajar di GOR pesantren setempat.?

Hadir sebagai pemateri antara lain KH Taufiq Abdul Jalil yang mengupas tentang Aswaja NU, juga Dr H Ainur Rofiq yang menyampaikan materi ke-NUan. Sedangkan rekan dari IPNU dan IPPNU Jombang memberikan materi seputar organisasi pelajar tersebut, organisasi serta kepemimpinan. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Pendidikan, Amalan PKS Piyungan Taubat

PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD

Majalengka, PKS Piyungan Taubat. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Majalengka mengadakan pelatihan kader dasar (PKD) tingkat Kabupaten Majalengka dengan tema membentuk kesadaran kader yang berkeadaban, beradab, dan menyejarah yang berlangsung dari Jumat-Senin, (16-19/9) bertempat di aula PCNU Majalengka.

PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Majalengka Tekankan Keadaban Kader dalam PKD

Ketua panitia Wanding Ahmad Nurdin kegiatan ini untuk menggalang kembali para kader PMII pemula. dari tiap kader PMII diharuskan untuk mensinergikan program dari gerakan membaca ke analisis.

“Sebenarnya kegiatan mahasiswa yaitu membaca dan melihat (analisis, red) karena mahasiswa bagian struktur yang tertinggi dalam pengetahuan. Selain itu, kegiatan ini untuk melahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah,” ujar guru Penjas itu.

Lanjut Wanding, selain itu, mahasiswa merupakan struktur tertinggi dalam bagian ilmu pengetahuan begitu juga PMII salah satu pergerakan maka inilah minatur lahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah,” kata Alumi PMII ini

“Selain itu, gerakan mahasiswa dan segala merupakan struktur tertinggi dalam bagian ilmu pengetahuan begitu juga PMII salah satu pergerakan maka inilah minatur lahirnya peradaban manusia maju dan menyejarah,” kata laki-laki berkacamata ini. (Tata Irawan/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Amalan, Tegal PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Susianah Affandi mengatakan, kelompok ekstremis menyasar anak-anak sebagai target perekrutan. Alasannya, anak-anak dinilai masih polos dan belum bisa menyaring mana konten yang mengandung unsur ektrimisme-radikalisme dan mana yang tidak.

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

KPAI Jelaskan Kenapa Anak Mudah Terkena Paham Radikalisme

“Karena mereka kan masih polos dan mereka tidak bisa menolak,” kata Susianah selepas mengisi acara Halaqah Pencegahan Anak dari Gerakan Radikal di Jakarta, Selasa (29/8).

Menurut dia, pemerintah seharusnya melakukan sosialisasi kepada para orang tua tentang ideologi radikalisme dan ekstremisme. Sehingga mereka sadar dan mawas diri akan bahaya gerakan-gerakan yang mengarah kepada terorisme.

“Yang harus dilakukan adalah penguatan ketahanan keluarga,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Wakil Ketua Lembaga Kemaslahatan Keluarga Nahdlatul Ulama (LKKNU) itu menyebutkan, anak-anak yang terpapar radikalisme biasanya berasal dari keluarga yang bermasalah seperti orang tuanya bercerai, keluarganya tidak harmonis, dan keluarga yang miskin.

Selain itu, kelompok ekstremis dan radikalis, imbuh Susianah, melakukan propaganda kepada anak-anak dengan menyuguhkan pengertian jihad yang keliru. Mereka menafsirkan jihad dengan dengan perang melawan non-muslim. Maka dari itu, yang paling rentan terhadap radikalisme adalah anak-anak.

“Nilai-nilai itu (pengertian jihad yang keliru) hanya bisa masuk secara mudah kepada orang-orang yang belum punya filter pendidikan, pengalaman, dan sosio kultur,” ucapya. ?





PKS Piyungan Taubat

Anak sudah terpapar radikalisme

Susianah menjelaskan, seandainya ada anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme maka pemerintah seharusnya tidak melakukan upaya-upaya yang represif dan menggunakan pendekatan hukum.?

“Jadi bukan pendekatan represif. Kalau menggunakan represif maka akan menularkan virus dendam kepada anak,” jelasnya.

Ia lebih sepakat apabila pemerintah melakukan program rehabilitasi dan kesejahteraan kepada anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme, yaitu dengan menanamkan pemahaman Islam yang damai.

Di lain pihak, masyarakat juga harus diberikan pendidikan terkait dengan anak-anak yang sudah terpapar radikalisme dan terorisme. Sehingga masyarakat juga bisa ikut serta dalam proses rehabilitasi terhadap anak yang sudah terpapar tersebut. (Muchlishon Rochmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Amalan, Syariah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock