Senin, 27 November 2017

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Para santri dan pelajar yang menempuh pendidikan di pesantren nantinya diharapkan menjadi penerus Nahdlatul Ulama (NU). Karenanya membekali mereka dengan materi Aswaja dan NU adalah jawaban nyata agar kelak menjadi kader andalan.

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar di Pesantren Harus Kenal NU Sejak Dini

Ketua Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas Jombang KH Irfan Sholeh merasa prihatin kalau kemudian ada pelajar yang terlibat dalam gerakan Islam garis keras ataupun kiri.?

"Kami sangat tidak ingin bila ada santri maupun pelajar alumni pesantren ini yang keluar dari Nahdlatul Ulama," kata Gus Irfan, sapaan akrabnya, Sabtu (4/4).

PKS Piyungan Taubat

Apalagi seperti diketahui para pimpinan dan pengasuh pesantren Tambakberas adalah aktivis NU. Bahkan KH Abdul Wahab Chasbullah yang nota bene salah seorang pengasuh pesantren ini adalah di antara pendiri NU bersama sejumlah kiai lain.

Karenanya mengenalkan NU sejak dini adalah sebuah jawaban bagi ketersediaan kader dan penerus NU di masa mendatang. "Saya sangat bangga kalau sejak dini para pelajar di sekolah ini bisa dikenalkan keberadaan NU," tegaskanya. Karenanya Gus Irfan sangat berterima kasih atas itikad baik kepengurusan IPNU dan IPPNU Jombang yang telah mendirikan kepengurusan komisariat IPNU dan IPPNU di MTsN Bahrul Ulum.

PKS Piyungan Taubat

Hal yang sama disampaikan Kepala MTsN Bahrul Ulum Muhammad Syuaib. Baginya, NU identik dengan pesantren Tambakberas. "Karena pendiri NU adalah dari pesantren ini," terangnya. Selaku pimpinan sekolah, ia merasa sangat berdosa kalau para siswa dan siswinya tidak kenal dengan baik keberadaan NU. "Karena itu para pelajar di MTsN Tambakberas harus aktif di IPNU dan IPPNU," ungkapnya.

Apa yang disampaikan KH Irfan Sholeh dan Muhammad Syuaib sebagai mata rangkai dari kegiatan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) di MTsN Bahrul Ulum. Kegiatan berlangsung dua hari yakni hari Kamis (2/4) serta Sabtu (4/4) diikuti sedikitnya 680 pelajar di GOR pesantren setempat.?

Hadir sebagai pemateri antara lain KH Taufiq Abdul Jalil yang mengupas tentang Aswaja NU, juga Dr H Ainur Rofiq yang menyampaikan materi ke-NUan. Sedangkan rekan dari IPNU dan IPPNU Jombang memberikan materi seputar organisasi pelajar tersebut, organisasi serta kepemimpinan. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Pendidikan, Amalan PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock