Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Syariah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Februari 2018

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah

Jombang, PKS Piyungan Taubat?

Meski bercucuran keringat, Bustomi (7) warga Dusun Gondang Legi Desa Gondang Manis Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang masih terlihat bersemangat. Bersama teman sejawatnya, siswa kelas II SDN Gondang Manis ini terpaksa harus naik turun tangga dan melewati jembatan darurat penyeberangan sungai, agar tetap bisa sampai di sekolah.

Tangga dan jembatan darurat yang terbuat dari bambu menjadi satu satunya jalan alternatif untuk bisa sampai di tempat belajar yakni SDN I ? Gondang Manis, hal ini setelah jembatan permanen yang melintas di atas sungai Konto di Desa Gondang Manis yang menghubungkan dusun Gondanglegi dan Dusun Gondang Manis ambrol diterjang derasnya air beberapa bulan lalu. “Dulu lewat jembatan yang ambrol itu, kalau airnya tinggi dan deras terpaksa harus memutar jauh,” ujarnya sambil menunjuk puing-puing jembatan yang ambrol.?

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah

Setiap pagi dan siang, puluhan siswa SDN dan MI dari Dusun Gondanglegi terpaksa harus berkeringat naik turun tangga yang tingginya tidak kurang lima meter, mencapai dasar sungai. Kemudian menyeberang dan naik tangga lagi untuk bisa sampai di seberang sungai. ”Sudah biasa, setiap pagi naik turun tangga dan melewati jembatan menyeberang sungai,” imbuh lelaki kecil dengan baju putih dan celana merah seragam khas SD.

Kepala Dusun Gondanglegi Desa Gondang Manis Bandarkedungmulyo, Sukiat mengatakan ada sebanyak 40 warganya yang sekolah di SDN dan juga Madrasah di Gondang Manis. Karena sekolah itu satu-satunya yang terdekat.”Setelah jembatan ambrol, pas air deras dan debit tinggi seringkali kita antar-jemput dengan kendaraan umum dan jalannya memutar cukup jauh," ? bebernya.

Dikatakan Sukiat, untuk antar-jemput bagi masyarat desa sudah lazim, yang terpenting anak-anak bisa tetap sekolah. Namun yang cukup merepotkan adalah antar jemput bagi siswa TK. “Karena yang sekolah tidak hanya anak-anak, orang tuanya ikut sekolah juga. Dan dari dusun sini ada 18 anak yang sekolah TK di seberang sana,” imbuhnya.?

Baik Bustomi maupun Kadus Sukiat berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang berada di Dusun Gondang Legi Desa Gondang Manis tersebut, agar jembatan yang merupakan satu-satunya jalur transportasi untuk ke sekolah dan ke kantor Desa Gondang Manis serta transportasi ekonomi warga bisa kembali normal. ”Kalau tidak ada jembatan, warga harus berputar cukup jauh hanya untuk bisa sampai ke sekolah atau ke kantor desa,” pungkasnya.? (Muslim Abdurrahman)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Kajian PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Minggu, 18 Februari 2018

Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru

Kenitra, PKS Piyungan Taubat. Setelah 21 mahasiswa STAINU Jakarta menyelesaikan program Kelas Internasional di Maroko pada hari Rabu (2/01/13) kerjasama Kementrian Agama RI Direktorat PD. Pontren, STAINU Jakarta dan Universitas Ibnu Thufail, dimalam terahirnya di Maroko mereka mengadakan haflatul wada (malam perpisahan) dengan mengundang anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, anggota Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko dan mahasiswa Universitas Ibn. Thufail serta? sejumlah warga setempat.?

Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru

Acara tersebut dimulai selepas sholat maghrib berjamaah di wisma STAINU Kenitra dengan diisi pembacaan sholawat dan dibaiyah. Mendengarkan bacaan dibaiyah merupakan hal yang tidak asing lagi oleh sebagian warga Maroko dan sejumlah mahasiswa Universitas Ibn. Thufail, pasalnya kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutinan yang dibaca setiap malam Jumat dengan dihadiri oleh sejumlah warga setempat dan mahasiswa Ibn. Thufail, Kenitra.?

Dalam hal ini, Bahtiar Ali Basa salah satu mahasiswa STAINU program kelas internasional mendapatkan kesempatan untuk memimpin berlangsungnya acara tersebut dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Nuriz Zain, salah satu mahasiswa kelas internasional yang meraih nila tertinggi di Universitas Ibn. Thufail, Kenitra-Maroko.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya acara diisi dengan sambutan-sambutan. Muanif Ridwan, selaku Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko menyampaikan ribuan terimakasih atas dedikasi dan loyalitasnya terhadap PCINU Maroko, Ia juga menyampaikan rasa bangganya atas terjalinnya kerjasama yang baik selama di Maroko.?

Hal senada juga di sampaikan oleh Dewan Mustasyar PCINU Maroko Prabowo Wiratmoko Jati, Ia menambahkan semoga dalam perjalanannya ke tanah air selamat sampai tujuan serta tetap menjalin komunikasi yang baik meski terpisah oleh ruang dan waktu yang berbeda sebagaimana yang disampaikan pula oleh Afif Husen mewakili pengurus PPI Maroko.

PKS Piyungan Taubat

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr Nasrullah Jasam selaku perwakilan dari STAINU Jakarta, mengawali sambutannya ia memberikan apresiasi atas pembacaan dibaiyah yang menjadi agenda rutinan mereka hingga bisa diterima dan dibacakan bersama sejumlah warga Maroko.?

"Hal ini perlu di jaga dan dilestarikan karena, ketika Ia masih menjadi mahasiswa di Maroko untuk bisa membaca dibaiyah harus mencari tempat yang jauh dari keramaian terlebih dahulu," ujarnya.?

Ia juga meyampaikan bahwa didalam belajar tidak perlu membutuhkan waktu yang lama yang terpenting sungguh-sungguh. “Meski waktu yang ? dijalani hanya setahun tapi jika dijalani dengan sungguh-sungguh pasti akan berhasil dan mendapatkan ilmu yang banyak,” katanya.

Sore sebelum acara ini, Dr Nasrullah Jassam juga memberikan sambutan pada acara yang sama bertempat di Majlis Ilmi, Kenitra. Melihat mahasiswa STAINU Jakarta yang aktif dan fasih berbicara bahasa Arab pada acara perpisahan di Majlis Ilmi membuatnya semakin yakin bahwa keberadaan mereka selama kurang lebih setahun di Universitas Ibn. Thufail telah menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Pada saat yang sama semua mahasiswa juga mendapatkan Syahadah Taqdiriyah dari Ketua Majlis Ilmi, Kenitra.?

Sementara Muhammad Iqbal mewakili mahasiswa STAINU Jakarta menyampaikan ribuan terimakasih kepada semuanya telah hadir dan semua pihak yang telah membantu mereka selama belajar di Maroko. Sambutan ini kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCINU Maroko Alvian Iqbal Zahasfan, SSI dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta foto bersama. Tak lama kemudian tiba-tiba suara sesenggukan terdengar dari dalam ruanagan yang disusul dengan suara sesenggukan lainnya. Yah, mereka adalah mahasiswa dari universitas ibn. Thufail, Kenitra. Suara tangispun semakin terdengar keras mengheningkan ruangan, merekapun terus menangis seolah tidak rela dengan kepulangan mahasiswa STAINU Jakarta.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, Syariah PKS Piyungan Taubat

Senin, 12 Februari 2018

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

Tasikmalaya,? PKS Piyungan Taubat. Pada era banjirnya informasi yang masuk dan gerakan radikal yang mulai kelihatan, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya memberikan perhatian khusus untuk menjaga tradisi agar masyarakat memiliki pegangan. PCNU Tasikmalaya berupaya untuk menyemarakkan tradisi Aswaja dengan melibatkan pemuda dan remaja setempat.

Ketua Panitia Konfercab XVI PCNU Kabupaten Tasikmalaya H Tatang Sunarya mengatakan, gerakan-gerakan ormas yang mencoba menyebarkan paham radikalisme mulai masuk di tengah-tengah warga NU. Mereka sedikit-banyak mengubah segala tradisi dan pemikiran warga. Ini membuat pengurus harian NU Tasikmalaya resah.

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Gerakan Ekstrem Mulai Tampak, PCNU Tasikmalaya Gelorakan Tradisi Aswaja

“Seperti halnya dulu di masjid-masjid kampung itu marhabaan, dibaan, pengajian dan memakmurkan masjid itu gampang dijumpai dan kaum muda menjadi aktornya. Namun susah kita mencari hal-hal seperti itu sekarang,” kata Tatang ketika ditemui PKS Piyungan Taubat di Kantor PCNU Kabupaten Tasikmlaya, Senin (26/12).

Sekretaris PCNU Kabupaten Tasikmalya ini melanjutkan, di era global ini apapun bisa masuk tanpa ada filter seperti isu-isu yang berseliweran di media sosial. Tak sedikit orang koar-koar tak jelas dan termakan isu sehingga membuatnya tak karuan mencaci sana-sini dan membabi buta. Bahkan paham-paham radikal dan sebagainya sangat deras masuk ke tengah masyarakat.

Hal-hal semacam ini terjadi karena tak kuatnya basis keilmuan dan pemahaman terhadap aqidah Ahlussunnah wal Jamaah dengan mantap. Kelemahan inilah yang membuat mereka mudah terbakar emosi.

PKS Piyungan Taubat

Karenanya pembinaan-pembinaan itu sangat dibutuhkan. PCNU Tasikmalaya memilih pembinaan itu dalam bentuk syiar terhadap tradisi dan lewat cara yang massif mengikuti cara global sekarang harus dilakukan.

Konfercab yang akan dilaksanakan di Pesantren Cipasung, Kamis (29/12) kali ini menitikberatkan pada hal-hal itu. Panitia mengusung tema Menjaga Tradisi dan Memperkokoh Aqidah Aswaja di Tengah Tantangan Global.?

PKS Piyungan Taubat

“Tema ini menjadi PR besar buat kami. Dalam persidangan nanti kami berharap ditemukan keputusan-keputusan terbaik untuk menjadikan Tasikmalaya sebagai kota santri lahir dan batin,” kata Tatang. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Internasional, Sejarah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan The Community of SantEgidio, lembaga yang berbasis di Eropa, Selasa (14/11) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

MOU tersebut ditandatangani oleh Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, sementara dari pihak The Community of SantEgidio ditandatangani oleh Marco Impagliazzo. 

MoU ini berisi tentang Interfaith dialoge, Peace and Reconciliation, Education of Young Generations, Culture of Tolerance and Tigetherness, Humanity, and Prevention Drug Abuse

Hadir pada MoU tersebut Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini, Rais Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU M Ali Yusuf, dan lain-lain. 

PKS Piyungan Taubat

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, kerja sama ini hanya melanjutkan dari para pemimpin NU dulu. Menurutnya, sejak zaman KH Abdurrahman Wahid MoU ini sudah terjalin. 

"Melanjutkan saja," katanya. 

Ia menjelaskan, tujuan dari MoU ini untuk membuat harmoni antara seluruh makhluk Allah di muka bumi. Oleh karena itu, setiap ada persoalan, katanya, bisa diselesaikan dengan dialog. 

"Bagaimana kita bisa dunia ini agar damai," katanya. 

Hubungan dari kerja sama ini pun, menurutnya, sering mengangkat isu-isu kemanusiaan yang  terjadi di belahan dunia. "Kita ikut terlibat untuk menyampaikan saran-saran terhadap isu-isu dunia tentang kemanusiaan," pungkasnya. 

PKS Piyungan Taubat

The Community of SantEgidio sendiri merupakan sebuah komunitas internasional untuk perdamaian dunia yang berbasis di Eropa. Mereka juga melakukan berbagai macam edukasi kemanusiaan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Kajian PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk

Pati, PKS Piyungan Taubat. Usaha krupuk Al Barokah salah satu usaha yang ada di Pondok Pesantren Al-Islah Desa Kadilangu, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dengan ketrampilan yang masih terbilang ala kadarnya, tapi krupuk produksi pesantren ini sangatlah digemari masyarakat. Pasalnya permintaan akan berbagai jenis krupuk Al-Barokah semakin meningkat diberbagai penjuru daerah di Pati.

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk

Produksi krupuk Al Barokah menjadi sebuah dinamika kecil dalam kehidupan anak pondok yang mencari ilmu disitu. Selain ilmu keagamaan juga para santri pondok juga dibekali ilmu kewirausahaan yang ditanam dalam kurikulum pendidikan pondok.

Salah satu santri Pondok Al-Islah Ahmad Basuki mengatakan, santri pondok al Islah selain diajari ilmu agama juga diajarai ilmu kewirausahaan. Banyak santri lulusan dari pondok ini mempunyai usaha mandiri ketika sudah keluar dari pondok. Daintaranya ada yang menjadi pengusaha pembudidayaan ikan lele, ternak kambing, ikan hias, ternak ayam petelur dan produsen krupuk seperti yang ada di pondok al Islah ini.

Dia membenarkan tentang kurikulum pondok yang ditanamkan kepada santri tidak hanya ilmu agama saja yang didapat, melainkan ilmu kewirausahaan yang nantinya akan menjadi dasar pemikiran santri pondok untuk mengembangkan ketrampilan ? yang didapat dari pondok. usaha yang dikelola pondok pesantren ini adalah murni dari usaha pribadi pengelola pondok. Jadi tidak ada campur tangan dari pihak lain dalam membina dan mengelola usaha yang ada di pesantren.

PKS Piyungan Taubat

"Dengan penanaman skill dan ketrampilan, akan menumbuhkan minat santri dalam mengolah pikiranya untuk menjadi seorang pengusaha," ungkap Basuki, Senin (5/9).

Pesantren ini lebih mengarahkan santrinya untuk menjadi seorang pengusaha daripada menjadi seorang pegawai maupun karyawan swasta. Karena dengan menjadi pengusaha akan menciptakan ladang berkah yang bisa memberikan pekerjaan bagi orang lain. (Hasanuddin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Nusantara PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

JATMAN DKI Lakukan Sosialisasi Program di Muktamar XII JATMAN

Pekalongan, PKS Piyungan Taubat. Pengurus JATMAN (Jamiyyah Ahlith Thariqah al-Mutabarah an-Nahdliyyah) DKI Jakarta memaksimalkan waktu muktamar dengan mengadakan rapat konsolidasi dan sosialisasi program di Pekalongan.

Rapat yang dihelat di Wisma 16, Desa Wonopringgo ini dihadiri oleh seluruh pengurus wustha, syubiyah dan perwakilan 12 thariqah di Jakarta.

JATMAN DKI Lakukan Sosialisasi Program di Muktamar XII JATMAN (Sumber Gambar : Nu Online)
JATMAN DKI Lakukan Sosialisasi Program di Muktamar XII JATMAN (Sumber Gambar : Nu Online)

JATMAN DKI Lakukan Sosialisasi Program di Muktamar XII JATMAN

Dalam arahannya, Mudir JATMAN DKI Jakarta, KH Wahfiudin Sakam menjelaskan 3 peran yang perlu dilakukan pengurus. Peran pertama adalah menjadi pribadi yang bersyukur karena telah mendapat hidayah menempuh jalan thariqah.

"Bukan hanya sebagai salik namun juga diamanahkan sebagai pengurus untuk mengibarkan bendera thariqah di tengah-tengah masyarakat perkotaan yang cenderung materialistik. Secara sadar menjadi pengurus adalah peran kedua," jelas wakil talqin TQN Suryalaya ini.

PKS Piyungan Taubat

"Setelah menjadi pribadi yang bersyukur, menjadi pengurus untuk mengembangkan dakwah thariqah, maka kita harus membimbing mereka. Kita berperan sebagai mentor," lanjut Kiai Wahfiudin.

Sementara itu Rais JATMAN DKI Jakarta, KH Hamdan Rasyid menyampaikan, belajar thariqah itu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dan menjadi pengurus untuk mengajak masyarakat berthariqah. "Semoga JATMAN  bisa terbentuk hingga kecamatan dan desa-desa," ujarnya.

Katib KH Lukmanul Hakim mengingatkan semua thariqah yang bergabung bisa membuat rantai silsilah kemursyidan untuk dikirimkan ke pusat.

PKS Piyungan Taubat

Beberapa masukan dari pengurus syubiyah antara lain, kunjungan dari wustha ke setiap perwakilan, pertemuan rutin untuk membahas tantangan-tantangan yang muncul serta adanya pedoman sosialisasi thariqah.

Wakil Ketua MATAN (Mahasiswa Ahlith Thariqah al-Mutabarah an-Nahdliyyah), Idris Wasahuwa ikut berbagi kisah program yang dikerjakan. Ia menyampaikan jika tantangan yang disampaikan JATMAN tidak jauh beda dengan yang dialaminya.

Pengurus MATAN membuat program yang menyasar mahasiswa, sesuai dengan dunia mereka. "Salah satu program kita adalah Cafe Sufi. Kita mengajak mahasiswa mendekat kepada thariqah dengan menyimak kajian thariqah di cafe-cafe dekat kampus," ungkapnya.

MATAN juga serius melakukan kaderisasi dengan menyelenggarakan program Suluk MATAN. Menghadapi tantangan-tantangan yang disampaikan oleh pengurus syubiyah, JATMAN DKI Jakarta akan fokus dalam pengembangan kualitas SDM pengurus dengan menyelenggarakan Pelatihan Dakwah Transfirmatif.

Sementara itu untuk menggarap masyarakat umum, JATMAN akan memperbanyak penyelenggaraan kursus tasawuf di berbagai wilayah. (Nugraha Romadhan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Polisi Israel dalam kondisi siaga tinggi untuk mencegah kemungkinan bentrokan Yahudi dan Muslim yang memperingati hari besar agama mereka, Yom Kippur dan Idul Adha, yang tumpang tindih tahun ini, seperti dilaporkan oleh al arabiya.?

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Besar Yahudi dan Idul Adha Berbarengan, Polisi Israel Siaga Tinggi

Juru bicara Kepolisian Luba Samri mengatakan pasukan polisi dikerahkan di seluruh Israel. Ada minoritas besar Muslim di empat kota Israel penting: Yerusalem, kota kembar Tel Aviv Jaffa - Yafo dalam bahasa Ibrani - dan juga di Haifa dan Acre.?

Yom Kippur, hari suci Yudaisme, dimulai saat matahari terbenam Jumat dan berakhir pada Sabtu malam.?

PKS Piyungan Taubat

Idul Adha, liburan tiga hari yang dimulai Sabtu, adalah kesempatan untuk perayaan keluarga dan acara. Ini memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan anaknya sesuai dengan kehendak Allah. (mukafi niam)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Daerah, Santri PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock