Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pahlawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Januari 2018

Saat Muslim Austria Terdiskriminasi karena Isu Terorisme

Sejumlah dosen dari tanah air mendapat kesempatan mengunjungi Austria dalam rangka studi. Zaimatus Sadiyah Lc, MA, dosen Pendidikan Bahasa Arab STAIN Kudus, menceritakan sekelumit pengalamannya di sana kepada PKS Piyungan Taubat.

Saat berada di Austria, rombongan berkesempatan untuk bertemu Dr. Fuad Sanac, President of Muslim Community (MC) di Austria. Dengan diantar Prof. Lohlker, rombongan bersama menuju kantor MC dengan berjalan kaki. Kira-kira 20 menit waktu yang diperlukan untuk menempuh perjalanan dari apartemen ke kantor MC. Bule-bule di Austria memang sangat suka berjalan kaki, dan jalannya juga sangat cepat, mungkin untuk menghangatkan badan apalagi di musim dingin. Kalau tidak bergerak, rasanya tambah dingin.

Saat Muslim Austria Terdiskriminasi karena Isu Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Muslim Austria Terdiskriminasi karena Isu Terorisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Muslim Austria Terdiskriminasi karena Isu Terorisme

Banyak hal didapatkan dalam dialog tersebut. Terutama terkait dengan isu yang sedang hangat yakni tentang draf undang-undang yang mengatur komunitas muslim di Austria. Sebagaimana diketahui, Islam merupakan salah satu agama yang diakui secara resmi di negara ini, karenanya perkembangannya cukup menggembirakan.

PKS Piyungan Taubat

"Pemerintah memberikan kesempatan umat Islam membangun masjid, mendirikan lembaga pendidikan dan juga melakukan ritual keagamaan lain," kata alumnus Madrasah Aliyah Program Keagamaan Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur ini. Tidak ada diskriminasi antara penduduk muslim dengan penduduk beragama lain, lanjutnya.

PKS Piyungan Taubat

"Namun, harmoni kehidupan di Wina mulai terusik karena isu terorisme yang seringkali dikaitkan dengan Islam," tandas Zaimatus Sadiyah yang juga jebolan Universitas Al-Azhar Mesir. Tentu saja hal tersebut tidak lepas dari propaganda pihak luar yang mencoba mendiskreditkan Islam dan menjadikannya sebagai agama yang identik dengan teror.

Rupanya pemerintah Austria juga mulai terusik dengan isu ini, sehingga menyusun draf perubahan undang-undang tentang Islam. Perlu diketahui bahwa undang-undang yang mengatur umat Islam di Austria sudah berusia lebih dari 100 tahun. "Selama itu tidak ada masalah yang muncul hingga berakibat pada perubahan undang-undang tersebut," ungkap lulusan UGM Kajian Timur Tengah ini.

"Ada tiga hal yang sangat mengusik umat Islam dan mengandung unsur diskriminasi," katanya sembari memerinci. Pertama, aturan yang melarang umat Islam di Austria untuk menerima bantuan finansial dari luar negeri, baik dari negara Arab maupun lainnya. Kedua, aturan bahwa imam masjid yang juga berperan sebagai seorang mufti bagi jamaahnya harus merupakan lulusan sekolah Islam di Austria. Ketiga, penetapan standar terjemahan al-Quran ke dalam bahasa Jerman.

Selain terorisme, isu peningkatan jumlah penduduk muslim Austria secara signifikan dari tahun ke tahun juga menjadi catatan tersendiri bagi pemerintah. Menurut Mr. Farouq yang sempat ditemui di kantor IRPA (semacam Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah di Indonesia yang dikelola oleh umat Islam dengan subsidi dari pemerintah Austria), selain imigrasi, faktor utama peningkatan jumlah penduduk muslim secara signifikan tersebut adalah paradigma berpikir yang berbeda antara umat Islam dengan orang Barat khususnya masalah keturuanan.

"Umat Islam rata-rata menikah di usia yang relatif muda dan mempunyai banyak keturunan," terangnya. Selain karena mengikuti sunnah Rasulullah SAW, menikah juga salah satu bentuk ikhtiar untuk keberlajutan hidup manusia, lanjutnya.

Sebaliknya, bule di Austria rata-rata menikah di usia "mapan" dan mungkin hanya mempunyai satu anak. Karena itu, wajar jika jumlah penduduk muslim di Austria kian tahun semakin bertambah. Bahkan, sebuah surat kabar lokal di Wina menulis tentang perkiraan jumlah muslim di Austria pada tahun 2046 akan meningkat menjadi 24 % dari jumlah total pendudukAustria (saat ini jumlah penduduk muslim 600.000 jiwa atau setara dengan 6% dari total penduduk).

"Jika itu terbukti benar, maka siap-siap saja Eropa menjadi benua Eurab alias Eropa Arab," katanya sumringah. Tapi kendati demikian, tentunya bukan hanya kuantitas yang dipikirkan, namun kualitas generasi Islam yang cemerlanglah yang dinantikan akan lahir di berbagai belahan bumi manapun.

Jaminan Produk Halal

Hal lain yang menarik untuk diceritakan adalah jaminan bagi konsumen muslim terkait penyediaan makanan halal. "Jika ingin aman mengonsumsi makanan di sini sangat gampang, cari saja kedai-kedai makanan yang rata-rata dimiliki orang Turki dan Mesir," katanya berbagi tips. Cara menandainya pun mudah, biasanya mereka menjual kebab. "Kadang saat kita datang mereka langsung mengatakan ‘halal... halal’," terangnya.

Menurut Dr. Aminah Syakir, direktur IRPA, untuk mendapatkan daging halal, kaum muslimin bisa membelinya di beberapa supermarket umum yang menyediakan produk bersertifikat halal atau supermarket khusus milik warga muslim. "Rata-rata umat Islam di sini sudah sangat akrab dengan tempat tersebut. Bahkan dalam satu kesempatan kami pernah berkunjung ke pasar tradisional yang seluruh penjualnya adalah warga muslim Austria," ungkapnya. Ada toko khusus baju-baju khas Turki, lapak pedagang sayuran, buah, ikan, ayam, daging dan sebagainya. "Sungguh sangat menarik," katanya.

Sayang sekali jaminan halal bagi konsumen muslim semacam ini belum didapatkan secara utuh di Indonesia. Entah di mana letak permasalahannya. Rasanya kita mungkin tidak terlalu memperhatikan kehalalan makanan yang dimakan di sejumlah warung atau kedai. Padahal bisa jadi makan tersebut tidak memenuhi krteria halal dan thayyib sebagaimana yang disyariatkan dalam agama. "Karenanya perlu ada regulasi yang mendukung hal ini, agar kaum muslimin bisa mendapatkan jaminan untuk selalu mengonsumsi makanan sesuai syariat, sehingga konsumen merasa tenang dan pedagang juga senang," harapnya.

Zaimatus Sadiyah jadi teringat saat awal pulang dari Australia tahun 2009. "Saya sempat tidak memasak daging ayam ataupun sapi beberapa waktu lamanya karena tidak tahu harus beli di mana dan kepada siapa," terangnya. Bingung menjadi hal mendasar untuk mencari penjual daging halal. Perasaan ragu muncul karena selama satu setengah tahun bersama keluarga tinggal di negeri Kanguru dalam rangka mendampingi suami tugas belajar, selalu membeli daging ayam atau sapi di toko khusus halal meat yang mudah didapatkan di sekitar tempat tinggal. Selain mudah dan murah, yang terpenting adalah jaminan kehalalan daging dari majelis ulama setempat.

"Kemudahan dan jaminan rasa aman inilah yang belum saya dan juga mayoritas kaum muslim dapatkan di negara kita," sergahnya. Namun, akhirnya ia secara pribadi berikhtiar melalui simbol-simbol keagamaan yang melekat pada penjual, misalnya yang penting penjualnya mengenakan peci atau kerudung, dan syukur-syukur sudah berpredikat haji atau hajjah.

"Ya, dua simbol itu sebenarnya tidak menjamin, tapi paling tidak sebagai kriteria minimum dalam ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan dapur," ungkapnya. Karena bagaimanapun juga sesekali ingin masak rawon ataupun soto khas Jawa Timur, dua menu favorit keluarga yang sulit ditemukan di tempat tinggal saat ini, Kota Semarang. (Syaifullah/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 18 Januari 2018

MWCNU Pringsewu Siap Menjadi Percontohan Organisasi Sehat

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat

Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mendapat giliran visitasi Tim PCNU Kabupaten Pringsewu, Ahad (12/6), dalam rangka Penilaian Lomba MWCNU dan Ranting NU sehat. Kegiatan ini dilaksanakan di kantor kesekretariatan MWCNU setempat yang berlokasi di Desa Waluyojati, Kecamatan Pringsewu.

Sebelum dilakukan penilaian, dalam visitasi yang dirangkai dengan kegiatan Safari Ramadhan ini, seluruh pengurus MWCNU dan pengurus Ranting NU se-Kecamatan Pringsewu mendapat pengarahan dari Ketua PCNU Pringsewu H Taufiqurrohim yang menyampaikan beberapa hal terkait penguatan organisasi.

MWCNU Pringsewu Siap Menjadi Percontohan Organisasi Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
MWCNU Pringsewu Siap Menjadi Percontohan Organisasi Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

MWCNU Pringsewu Siap Menjadi Percontohan Organisasi Sehat

Dalam pengarahannya, Taufiq mengingatkan kepada seluruh pengurus di seluruh tingkatan untuk berkhidmah di NU tanpa pamrih. "Banyak PR yang harus dikerjakan dalam berkhidmah di NU. Lakukan dengan ikhlas dan jangan berharap RP," jelasnya disambut senyum para pengurus MWCNU dan 15 Ranting yang ada.

PKS Piyungan Taubat

Hal ini senada dengan Sekretaris MWCNU Pringsewu Mustanir. Di sela sela penilaian administrasi kantor, ia dan seluruh pengurus NU di Kecamatan Pringsewu siap untuk berkhidmah membesarkan NU tanpa pamrih. "Meski tidak ada imbalan materi kami akan siap dan akan menjadikan MWCNU Pringsewu jamiyyah yang sehat," tegasnya.

Keseriusan ini ditunjukkan dengan persiapan yang matang dalam perlombaan MWCNU Sehat. "Dari sisi administrasi, alhamdulillah sudah terlihat tertib dan dari sisi kegiatan atau program kerja kami sudah melaksanakannya," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia berupaya semaksimal mungkin untuk tahun 2016 ini MWCNU Pringsewu akan mampu mendapat predikat sebagai MWCNU terbaik dari 9 MWC NU lain di Kabupaten Pringsewu.

Selain pengurus MWCNU dan seluruh Ranting NU, hadir juga pada kesempatan tersebut ketua banom dan lembaga NU di Kecamatan Pringsewu. Suasana kegiatan lebih khidmah dengan diisi tahtimul qur’an oleh setiap pengurus yang hadir. (Muhammad Faizin/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Senin, 15 Januari 2018

PCNU Pringsewu Luncurkan Program "Jihad Pagi"

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat. Pengurus baru PCNU Pringsewu melalui Mustasyar KH Sujadi mengungkapkan, bahwa dalam waktu dekat ini pihaknya akan meluncurkan program ‘jihad pagi’ (ngaji ahad pagi). Hal ini dikemukakan Kiai Sujadi dalam rapat koordinasi perdana seluruh pengurus yang berlangsung di Aula Gedung NU Kabupaten Pringsewu, Ahad (15/2).

PCNU Pringsewu Luncurkan Program Jihad Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Pringsewu Luncurkan Program Jihad Pagi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Pringsewu Luncurkan Program "Jihad Pagi"

“Kepengurusan yang telah terbentuk ini diharapkan dapat berkoordinasi dengan maksimal. Koordinasi yang maksimal dapat dilakukan dengan meningkatkan intensitas komunikasi dan pertemuan diantaranya lewat program jihad pagi ini,” terang kiai yang juga Bupati Pringsewu ini.

Program jihad pagi ini, tambahnya, akan dimulai pekan depan ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi seluruh pengurus untuk berdiskusi dan berkoordinasi. Dengan intensitas koordinasi yang meningkat, ? tentunya ide, ? gagasan, dan permasalahan yang muncul akan dapat di selesaikan dengan baik. "Kalau sering kumpul, ide dan gagasan kan akan muncul " ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Dia menambahkan, bahwa program ini akan dilaksanakan tiap hari pukul 06.00 WIB dan tidak terbatas untuk pengurus NU saja namun terbuka luas bagi kaum muslimin dan muslimat yang ingin mendalami Ilmu agama dengan ngaji bersama.

Disamping itu, Kiai Sujadi juga mengajak seluruh pengurus untuk memaksimalkan sumber daya yang ada. "Maksimalkan sumber daya, jangan selalu terjebak dengan sumber dana,” ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Hal ini diamini oleh Rais Syuriyah PCNU Pringsewu KH Ridwan Syuaib dengan berpesan kepada seluruh pengurus untuk memberdayakan SDM dan kader NU disegala sektor untuk bersama sama berkhidmah di NU.?

Sementara itu, Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Pringsewu, H Taufiqurrahim, M.Pd.I menjelaskan, kepengurusan baru yang telah terbentuk ini akan segera bekerja dengan skala prioritas yang telah diputuskan pada konfercab beberapa lalu dan akan lebih dipertajam lagi pada musyawarah kerja (muker) yang akan di laksanakan dalam waktu dekat ini.?

Kepengurusan hasil Konfercab ke-2 PCNU dan telah disahkan melalui Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor: 477/A.II.04.d/12/2014 ini siap untuk berkhidmah kepada umat. Pada rapat perdana itu, juga telah disepakati pembentukan kepengurusan baru berbagai lembaga dan lajnah seperti LP Ma’arif, ? Lazisnu, ? LTNNU, dan lain lainnya.?

“Pada muker nanti, akan diadakan pelantikan kepengurusan yang akan dihadiri oleh PBNU,” terang Taufiqurrahim. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Pahlawan, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Kick Off Liga Santri Nusantara NTB 1 Berlangsung 18 Agustus

Lombok Barat, PKS Piyungan Taubat

Sekretaris Jendral PBNU H Helmy Faishal Zaini dijadwalkan akan membuka kick off Liga Santri Nusantara (LSN) Region NTB 1 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga di Lapangan Dirgantara TNI AU Rembiga Kota Mataram, NTB, pada 18 Agustus mendatang.

Kick Off Liga Santri Nusantara NTB 1 Berlangsung 18 Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kick Off Liga Santri Nusantara NTB 1 Berlangsung 18 Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kick Off Liga Santri Nusantara NTB 1 Berlangsung 18 Agustus

Hal ini disampaikan Mohammad Jayadi, Koordinator Region NTB 1 pada saat memberikan arahan kepada pelatih klub pesantren. Sejumlah panitia nasional, lanjut Jayadi, juga akan hadir bersama rombongan Sekjen PBNU untuk menyaksikan kicf off LSN Region NTB1.

Sportivitas antarpemain, manajer klub dan atau pelatih diharapkan mengedapankan kejujuran. "Kejujuran ini penting untuk menjaga nama baik pesantren masing-masing, menjaga nama baik panitia Region NTB1, dan menjaga nama baik bersama," harap Jayadi.

PKS Piyungan Taubat

Mengenai data identitas dan usia pemain juga menjadi perhatian khusus pihaknya agar? tidak terjadi diskualifikasi di kemudian hari. "Percuma menang kalau kemudian data palsu dan usia tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Nanti akan didiskualifikasi saat itu juga,"? tegasnya

PKS Piyungan Taubat

Berdasarkan hasil undian, Pondok Pesantren Darussalam Lombok Barat versus Pondok Pesantren Mahimulmunir Lombok Tengah akan tampil sebagai pemain pembuka pada acara kick off mendatang. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pahlawan, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Minggu, 31 Desember 2017

Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI

Pacitan, PKS Piyungan Taubat. Ketua PCNU Pacitan KH Mahmud menyampaikan bahwa menjadi anggota Barisan Ansor Serbaguna atau Banser merupakan salah satu bentuk pengabdian yang mulia kepada Nahdlatul Ulama (NU) dan kepada negara Indonesia. ?

"Walaupun saudara tidak dibayar oleh negara. Namun yang kita harapkan adalah berkah, yang kita harapkan adalah kebaikan dari Allah SWT," tutur Kiai Mahmud saat membuka Pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) Banser yang diadakan Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Kecamatan Arjosari, Pacitan, Jumat (3/3).

Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanpa Pamrih, Banser Setia Menjaga NKRI

Mengikuti Diklatsar, lanjut Kiai Mahmud, merupakan sebuah bentuk rasa keimanan. Karena dalam Diklatsar ini, peserta akan dilatih tentang bagaimana cara mencintai negara, bagaimana menjadi pelayan ulama, dan bagaimana menegakkan dan mempertahankan berdirinya NKRI.

"Tanpa kita warga NU khususnya, rasanya sulit menjaga negara ini menjadi negara yang ayem tenteram dan gemah ripah loh jinawi seperti pada saat ini," tuturnya di hadapan 73 peserta Diklatsar.

PKS Piyungan Taubat

Ditegaskan oleh Kiai Mahmud, bahwa dalam sepanjang kesejarahahanya, NU tidak pernah sekalipun menjadi pemberontak terhadap negaranya. Justeru NU menjadi yang terdepan dalam menjaga keutuhan dan keberagaman bangsa Indonesia.

Kiai Mahmud mengucapkan selamat dan sukses untuk para peserta Diklatsar Banser. Ia berpesan agar kedepannya para anggota Banser NU diharapkan dapat menjadi pengawal ulama dan turut serta menjaga keutuhan NKRI.

PKS Piyungan Taubat

Iapun mendoakan agar kelak para anggota Banser menjadi orang yang bermartabat "Semoga Allah selalu meridhoi perjalanan kita sekalian," tutupnya.

Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang diadakan oleh Pimpinan Anak Cabang GP Ansor Arjosari digelar di lapangan Desa Jetis Kidul, Kecamatan Arjosari, Pacitan. Diklatsar akan berlangsung hingga Ahad (5/3).

Peserta Diklatsar akan menerima beberapa materi seperti, Ke-NUan dan Ke-Aswajaan, Materi Kebangsaan dan PBB, lalu lintas, Kedaruratan bencana, dasar-dasar bela diri, dan Ilmu kanuragan.

Tampak hadir dalam acara pembukaan Diklatsar, jajaran pengurus PC GP Ansor Pacitan, ketua MWCNU Arjosari H Busro Hawatif, Ketua PAC GP Ansor Arjosari H Hamka Hakim, Kapolsek Arjosari dan tamu undangan lainnya.

Wakil Bupati Pacitan H Yudi Sumbogo yang hadir pada kesempatan itu, didaulat menyematkan tanda peserta, kepada dua orang peserta yang berasal dari Arjosari. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, AlaSantri, Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Minggu, 24 Desember 2017

Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor

Brebes, PKS Piyungan Taubat?

Ketua Bidang Kaderisasi Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor M Rizqon Halal Syah Aji menyerukan kepada anggota Ansor dan Banser untuk menjadikan masjid dan mushola sebagai markasnya. Menurut dia, hal itu perlu dilakukan karena telah terjadi gerakan radikalisme yang menggerogoti Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).?

Sikap Ansor harus tegas, tetap menjaga Kiai dan NU yang berarti menjaga NKRI. Masjid dan mushola adalah lambang keunggulan Islam dan harus menjadi pusat kegiatan dan konsolidasi serta membangun kekuatan keimanan maupun pertahanan NKRI.?

Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadikan Masjid dan Mushola sebagai Markas GP Ansor

“Bangsa yang berdaulat, jangan seenaknya diinjak-injak dengan mengatasnamakan jihad dan agama. Maka mari jadikan masjid dan mushola sebagai markas Ansor, jangan sampai diduduki mereka,” seru Rizqon saat menyampaikan sambutan Ansor bersholawat dalam rangka Hari Jadi ke-338 Kabupaten Brebes di Lapak Bawang Hj Tiroh Desa Klampok Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes, Kamis malam (21/1/16).

Ansor, lanjutnya, wajib menjaga kiai dan NU yang berarti pula menjaga kedaulatan NKRI. Bagi Ansor, NKRI adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi. “Ansor tidak takut!” teriak Rizqon sambil mengepalkan tangan menonjok angkasa.

Menghendaki umat untuk bertakwa, sambungnya, tidak perlu dengan tindakan-tindakan teror dan kekerasan. Justru dengan pendekatan budaya, perkembangan dan kemajuan Islam bisa jaya. Terbukti Walisongo telah sukses mengembangkan Islam di tanah jawa antara lain lewat kesenian gamelan, gending jawa. “Maka tidak keliru kalau Ansor bersholawat kali ini juga mengundang Ki Dalang Enthus Susmono dengan wayang santrinya,” ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Hal senada disampaikan Ketua PC GP Ansor Brebes Ahmad Munsip menyatakan, Ansor diharapkan mampu menjadi garda terdepan, dan penjaga kiai. Sedari dulu, Ansor sebagai penolong umat, tidak takut dengan tindakan anarkisme, apalagi terorisme. “Lawan teroris, Ansor tidak takut, ? siap berada di garda terdepan,” tandasnya.

Wakil Rais Syuriah PBNU KH Subhan Makmun menandaskan, keimanan tanpa keamanan tidak akan kokoh. Untuk itu, sangat penting menjaga keamanan dan menciptakan kedamaian ditengah masyarakat agar umat ayem dan khusyu beribadah.?

Ketua Panitia Zaenal Mutaqin menjelaskan, Ansor bersholawat digelar dalam rangka memperingati hari jadi ke-338 Kabupaten Brebes. Kegiatan tersebut dimeriahkan dengan pertunjukan Wayang Santri dengan dalang Ki Enthus Susmono dari Tegal lengkap dengan grup music Satria Laras.?

PKS Piyungan Taubat

Dalam penampilannya, dalang Ki Enthus Susmono mengambil lakon Lupit Jaga Putri. Dalang yang juga Bupati Tegal tersebut, tampil sangat kocak sehingga membuat para pengunjung betah hingga acara klar pukul 02.00 dini hari.

"Alhamdulillah, kami bisa berkontribusi dalam pembangunan rohani, lewat ansor bersholawat," kata ketua panitia Zaenal Mutaqin.

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE mengapresiasi kegiatan Ansor Bersholawat. Karena disamping bisa mensyiarkan agama juga menjalin silaturahmi dengan seluruh kalangan masyarakat. Bupati juga mengajak kepada para pemuda Brebes yang sudah berumur di atas 17 tahun agar bergabung dengan Ansor. “Bapak, Ibu, kalau punya anak laki-laki di atas 17 tahun silakan bergabung dengan Ansor. Jangan ikut-ikutan organisasi yang tidak jelas,” saran Idza.

Menurut Bupati, kita semua berkwajiban menjaga moral anak bangsa. Ansor juga diharapkan menjadi motivator dalam pembangunan daerah dengan menguatkan karakter pemuda ke jalan yang lurus. “Ayo Kerja, mari bangun Kabupaten Brebes,” ajaknya penuh semangat. (wasdiun/abdullah alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nusantara, Humor Islam, Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 19 Desember 2017

Tingkatkan Standar, Asrama Haji Medan Setara Hotel Bintang Tiga

Medan, PKS Piyungan Taubat. Ada yang berbeda di kompleks Unit Pelaksana Teknis (UPT) Asrama Haji Embarkasi Medan. Di salah satu sudut kompleks, saat ini telah berdiri gedung revitaslisasi asrama haji. Gedung yang diberi nama Madinah Al-Munawwarah ini baru saja diresmikan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (13/05) siang seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Tingkatkan Standar, Asrama Haji Medan Setara Hotel Bintang Tiga (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Standar, Asrama Haji Medan Setara Hotel Bintang Tiga (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Standar, Asrama Haji Medan Setara Hotel Bintang Tiga

Kepala UPT Asrama Haji Medan Sutrisno mengatakan gedung Madinah Al-Munawwarah setara bintang tiga. Gedung seluas 10.120 meter persegi ini dilengkapi dengan beragam fasilitas yang akan membuat nyaman para pengguna.

“Tahun 2014, asrama haji Medan mendapat kucuran dana SBSN untuk pembangunan gedung revitalisasi senilai 74 miliar dan pembangunannya sampai Februari 2015,” terang Sutrisno dalam laporannya saat peresmian Gedung Revitalisasi UPT Asrama Haji Embarkasi Medan, Jumat (13/05).

Gedung megah lima lantai ini dilengkapi 4 lift dan memiliki beragam fasilitas. Lantai 1, terdiri dari: kamar VIP (1), Superior (1), Standard (46), serta ruang fitness dan restorasi. Lantai 2, terdiri dari: kamar VVIP (1), VIP (2), Superior (1), standard plus (3), standard (46).

PKS Piyungan Taubat

Lantai 3, terdiri dari: VIP (3), Superior (1), standard plus (3), standard (47). Lantai 4, terdiri dari: kamar standard (31), dan aula berkapasitas 500 orang. “Lantai 5 digunakan untuk aula dengan kapasitas 200 orang,” terang Sutrisno.

Pada musim haji tahun lalu, menurut Sutrisno, gedung ini belum bisa digunakan untuk jamaah karena belum dialiri listrik. Gedung mulai teraliri lsitrik pada awal Februari 2016 dan pertama kali digunakan pada 30 Maret 2016 untuk kegiatan Rapat Evaluasi Peningkatan Asrama Haji sekaligus milad pertama UPT Asrama Haji Embarkasi Indonesia.

“Keberadaan asrama haji ini tidak hanya untuk kepentingan jamaah haji sebelum masa maupun saat operasional, tetapi juga di luar musim haji kegiatan pelestarian haji mabrur, syiar dakwah Islam, pengembangan budaya Islam, dan segala bentuk kegiatan keagamaan selalu bergema di asrama haji ini,” kata Sutrisno.

Sutrisno berharap ke depan Asrama Haji bisa menjadi pusat pengembangan Islam di Sumut. Peresmian Gedung Madinah Al Munawwarah juga diharapkan dapat mensosialisasikan keberadaan asrama haji embarkasi Medan sebagai UPT Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah. “Mengubah stigma masyarakat bahwa asrama haji ala kadarnya menjadi pelayanan yang standar dengan hotel bintang 3,” tuturnya.

“Peresmian ini juga untuk mensosialisasikan bahwa tempat penginapan bagi jamaah haji tahun ini menggunakan standar pelayanan setara hotel bintang 3,” tambahnya.

PKS Piyungan Taubat

“Bambu lebih indah bila dianyam * Bambu dianyam oleh Pak Lurah. Asrama Haji indah, bersih dan nyaman * Tempatnya nyaman harganya murah.” Red Mukafi Niam?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ulama, Pahlawan PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock