Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Halaqoh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Arafah, PKS Piyungan Taubat. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, haji mabrur adalah mereka yang berhaji yang ditandai sikap cinta serta solidaritas yang tinggi terhadap sesama, saling menghargai dan toleransi terhadap perbedaan.

"Hal itu sejalan dengan pesan Rasulullah dalam khutbah wada 14 abad silam, yang perlu kita ke depankan dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di Indonesia," kata Menag Lukman dalam sambutan selaku Amirul Hajj Indonesia pada pelaksanaan wukuf haji di Arafah, Minggu.

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)
Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi (Sumber Gambar : Nu Online)

Haji Mabrur Ditandai Sikap Solidaritas Tinggi dan Toleransi

Menurut Lukman, manusia ditakdirkan hidup dalam lingkungan masyarakat majemuk, baik dari segi etnis, suku, bahasa dan budaya maupun paham keagamaan.? Terhadap sesama manusia, kata dia, perlu ditumbuhkan solidaritas kemanusiaan (ukhuwah insaniyah), terhadap sesama Muslim kembangkan persaudaraan keislaman (ukhuwah Islamiyah) dan terhadap sesama bangsa rajut persaudaraan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah).

"Pengejawantahan dari ketiga nilai ini merupakan bentuk kemabruran sosial yang perlu dipelopori oleh para haji di Tanah Air nanti," kata dia.

Dengan spirit persaudaraan, kata Lukman, umat manusia agar merajut kebersamaan, mengembangkan kerja sama dalam membangun kehidupan bersama yang maju dan berkeadaban.? Lukman mengatakan, di era digital sekarang, haji memiliki makna lebih mendalam yaitu sebuah jalan kembali dari keterasingan diri ketika terlena berkutat dengan teknologi komunikasi informasi.

PKS Piyungan Taubat

Haji, lanjut dia, ibarat install ulang terhadap segala program yang memengaruhi gerak tubuh dan perjalanan hidup. Waktu berhaji adalah masa perbaikan diri agar kembali berfungsi sesuai tujuan hidup setiap insani, yaitu beribadah dengan segala bentuknya sepenuh hati.? "Wukuf dapat bermakna hibernasi (proses mengistirahatkan diri) untuk mengoptimalkan kembali fungsi rohani dan ragawi," kata dia.

Menurut dia, kesediaan menahan kepenatan dalam melaksanakan rukun Islam kelima ini adalah wujud penegasan diri sebagai hamba yang hanya berserah kepada Sang Maha Kuasa. Kesabaran, berpanas-panas di Arafah adalah energi yang menghubungkan manusia dari berbagai latar belakang ke dalam satu ikatan.

PKS Piyungan Taubat

"Sebesar apapun perbedaan di antara kita, apapun latar belakang kita, dari manapun asal kita, sejatinya semua ingin berkomunikasi dengan pesan yang sama kepada Allah SWT, yakni diakui sebagai seorang Muslim, seorang yang berserah diri kepada ajaran Allah SWT demi mewujudkan keselamatan dan kedamaian," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Nahdlatul Ulama PKS Piyungan Taubat

Kamis, 15 Februari 2018

Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Kekuatan pondok pesantren yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain adalah adanya keseimbangan antara ilmu dengan amaliah. Artinya ada keseimbangan mental spiritual dan fisik dari peserta didiknya.

Demikian disampaikan, Pengasuh Pesantren Denanyar KH Abdussalam Sokhib pada Diskusi dan Bedah Buku ‘Pesantren ? Akar Pendidikan Islam Nusantara’ yang ditulis A Helmy Faishal Zaini, di panggung utama Stand Ekspo Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Ahad (2/8).

Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI

Dikatakan Abdussalam, dengan adanya keseimbangan antara ilmu dan amaliah tersebut, sesuai dengan literatur yang ada di kitab-kitab kuning yang diajarkan di pesantren. Kitab tersebut menjelaskan adanya syariah, tarekat dan hakikat.

PKS Piyungan Taubat

Harus diakui, kata Abdussalam, tantangan pesantren saat ini dan ke depan sangat berat. Akhir-akhir ini marak gerakan radikalisme. "Selama ini pesantren yang paling lantang menjaga keutuhan NKRI. Pesantren sudah teruji bagaimana tetap menjaga keutuhan NKRI. Sehingga pesantren menjadi musuh dari gerakan radikalisme itu sendiri," kata Abdussalam.

Pesantren selama ini memang tidak bergeming pada siapapun. Meski ditekan dari berbagai pihak, pesantren tetap eksis dan mandiri. Tidak mengherankan pesantren menolak berbagai bantuan yang diberikan pemerintah karena dinilai mengikat dan mengintervensi.

PKS Piyungan Taubat

"Pasca reformasi banyak pesantren yang dibantu oleh pemerintah karena mulai paham bagaimana eksistensi pesantren. Tapi masalahnya, justru pesantren sendiri tidak siap karena memang tidak pernah dibantu," katanya.

Tidak heran, lanjutnya, ketika ada ratusan pesantren yang akan menerima bantuan dari pemerintah tidak bisa membuat atau menyiapkan proposal. Bahkan stempel pun mereka tidak punya.

Diskusi dan bedah buku ini selain menampilkan Abdussalam, juga penulisnya Helmy Faishal Zaini yang juga Ketua Fraksi PKB DPR RI, intelektual muda NU Syafiq Hasyim, PhD dan Direktur Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mustaghfirin Amin. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Makam, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Minggu, 11 Februari 2018

Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan

Way Kanan, PKS Piyungan Taubat - Lantunan Shalawat Nariyah mengalun pelan di Masjid Nurul Falah, Dusun V, Kampung Bandar Dalam, Negeri Agung, Way Kanan. Ketua Fatayat Negeri Agung Endang Setia Ningsih memandu sejumlah warga yang menunggu giliran penyembuhan atas penyakit mereka dengan ATS Metode oleh aktivis Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto.

"Saya mengalami masalah datang bulan. Sebulan bisa tiga kali. Alhamdulillah sekarang ada perubahan signifikan," ujar warga Bandar Dalam Ira Musliha, di Blambang Umpu, Jumat (17/3).

Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Gerakan Sosial Ansor dan Fatayat di Way Kanan

Penyembuhan oleh praktisi Hypnosis dan Neo Neuro-Lingusitic Programing yang juga Ketua GP Ansor Way Kanan tersebut, menurut Ira, tidak sakit dan hanya dalam waktu singkat.

"Tangan saya dipandu menepuk pelan bagian sekitar perut saat mengikuti penyembuhan, malam sampai pagi halangan keluar deras. Siangnya halangan mulai berhenti. Dan hingga sekarang sudah tidak ada kendala," ujar Ira lagi.

PKS Piyungan Taubat

Bekerja sama dengan GP Ansor Negeri Agung, dua badan otonom Nahdlatul Ulama (NU) itu berkolaborasi menggelar bakti sosial bersih masjid dan penyembuhan alternatif, Kamis 16 Maret 2017, pukul 08.00-15.00 WIB.

PKS Piyungan Taubat

"Harakah (gerakan) tersebut untuk menunjukkan bahwa Ansor dan Fatayat adalah organisasi yang berbuat dan memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Ketua Ansor Negeri Agung, Ahmad Nursalim didampingi Wakil Ketua Beta Suryadi.

Selain itu, kata Nursalim, upaya ini merupakan bentuk mensyiarkan tradisi NU seperti membaca Sholawat Nariyah, jenis shalawat paling banyak diamalkan olah umat muslim dan diyakini memiliki banyak manfaat atau faedah bagi yang membacanya, seperti dimudahkan rizkinya, dimudahkan urusannya dan dijauhkan dari penyakit dan bahaya.

"Semula dada sesak, pilek, tumit sakit, dan sering sakit kepala. Alhamdulillah ada perubahan signifikan hingga kini setelah kemarin disentuh-sentuh sebentar dan tanpa rasa sakit," ujar pengajar Pendidikan Agama Islam SMP N1 Negeri Agung Muhammad Yudan.

Warga Bandar Dalam lain Boirah mengeluhkan tangan kanannya tidak bisa menggenggam lebih dari satu tahun. Tapi setelah disentuh-sentuh tidak sampai sepuluh menit, ada perubahan dan tangan kirinya sudah bisa untuk menggenggam.

Sejumlah masyarakat yang mengikuti penyembuhan tersebut mengapresiasi positif sehubungan sakit gigi, asam urat, migrain, hingga salah urat bisa sembuh dalam tempo singkat. Dampaknya, masyarakat yang hadir meminta kegiatan tersebut diadakan rutin.

"Tidak menjadi persoalan untuk menggelar bakti sosial bulanan. Insya Allah bulan depan kami siap mengadakan kembali di masjid lain. Tapi kami? berharap masyarakat nantinya juga bisa terlibat dalam pembersihan masjid. Sehingga bisa berjamaah mencari amal," kata Beta menambahkan. (Malikaisa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Berita, Pemurnian Aqidah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

Jemaah Haji Soloraya Tiba di Tanah Air

Solo, PKS Piyungan Taubat. Pekan ini, jemaah haji dari Soloraya mulai tiba di tanah air. Dimulai dari Dua Kloter jemaah haji dari Sukoharjo, Kamis (14/11) lalu, tiba di Bandara Adi Soemarmo Solo. Kedatangan para jemaah ini akan berlangsung beberapa tahap, sampai tanggal 19 November nanti.

Jemaah Haji Soloraya Tiba di Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Jemaah Haji Soloraya Tiba di Tanah Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Jemaah Haji Soloraya Tiba di Tanah Air

“Untuk kedatangan hari Kamis jemaah haji asal Sukoharjo ada dua kloter yaitu kloter 50 bersama dengan jemaah asal Grobogan,” terang Petugas Bagian Pengolahan Data Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Solo, Roqi Setyawan.

Sehari setelahnya, sebanyak 238 jemaah haji asal Klaten yang tergabung dalam kloter 61, juga tiba dengan selamat di Kota Berseri. Koordinator pemulangan haji Klaten, Sunarto, mengatakan pihaknya telah menyiapkan untuk acara menyambut kedatangan jemaah haji.

PKS Piyungan Taubat

Sunarto menambahkan, untuk menyambut para jamaah haji, panitia setempat telah membagi menjadi dua sektor, yakni barat dan timur. Pembagian sektor itu dimaksudkan untuk memudahkan keluarga yang ingin menjemput saudara atau kerabatnya yang pulang haji. “Oleh sebab itu, penjemput bisa menunggu di lokasi yang sudah ditentukan,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Kepulangan para jamaah haji dari wilayah Soloraya ini dijadwalkan akan terus berlangsung, sampai hari Selasa (19/11) nanti. Selain Sukoharjo dan Klaten, nantinya juga akan menyusul para jamaah haji dari Solo, Karanganyar, Sragen, Boyolali dan Wonogiri. (Ajie Najmuddin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Kick Off Liga Santri Nusantara NTB 1 Berlangsung 18 Agustus

Lombok Barat, PKS Piyungan Taubat

Sekretaris Jendral PBNU H Helmy Faishal Zaini dijadwalkan akan membuka kick off Liga Santri Nusantara (LSN) Region NTB 1 yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga di Lapangan Dirgantara TNI AU Rembiga Kota Mataram, NTB, pada 18 Agustus mendatang.

Kick Off Liga Santri Nusantara NTB 1 Berlangsung 18 Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)
Kick Off Liga Santri Nusantara NTB 1 Berlangsung 18 Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)

Kick Off Liga Santri Nusantara NTB 1 Berlangsung 18 Agustus

Hal ini disampaikan Mohammad Jayadi, Koordinator Region NTB 1 pada saat memberikan arahan kepada pelatih klub pesantren. Sejumlah panitia nasional, lanjut Jayadi, juga akan hadir bersama rombongan Sekjen PBNU untuk menyaksikan kicf off LSN Region NTB1.

Sportivitas antarpemain, manajer klub dan atau pelatih diharapkan mengedapankan kejujuran. "Kejujuran ini penting untuk menjaga nama baik pesantren masing-masing, menjaga nama baik panitia Region NTB1, dan menjaga nama baik bersama," harap Jayadi.

PKS Piyungan Taubat

Mengenai data identitas dan usia pemain juga menjadi perhatian khusus pihaknya agar? tidak terjadi diskualifikasi di kemudian hari. "Percuma menang kalau kemudian data palsu dan usia tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Nanti akan didiskualifikasi saat itu juga,"? tegasnya

PKS Piyungan Taubat

Berdasarkan hasil undian, Pondok Pesantren Darussalam Lombok Barat versus Pondok Pesantren Mahimulmunir Lombok Tengah akan tampil sebagai pemain pembuka pada acara kick off mendatang. (Hadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pahlawan, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 30 Desember 2017

Wakil Bupati: Madrasah Diniyah Benteng Atasi Dekadensi Moral

Tegal, PKS Piyungan Taubat - Wakil Bupati Tegal Umi Azizah menyebut madrasah diniyah sebagai benteng untuk mengatasi dekadensi moral yang semakin hari semakin menghawatirkan. Karena madrasah diniyah merupakan lembaga yang masih bisa dipercaya mendidik moral anak bangsa.

Hal itu dikatakan Umi Azizah saat melakukan monitoring pelaksanaan ujian akhir bersama Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Kabupaten Tegal di MDTA Islamiyah Desa Kabunan Kecamatan Dukuhwaru, Selasa (18/4) kemarin.

Wakil Bupati: Madrasah Diniyah Benteng Atasi Dekadensi Moral (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Bupati: Madrasah Diniyah Benteng Atasi Dekadensi Moral (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Bupati: Madrasah Diniyah Benteng Atasi Dekadensi Moral

Selain MDT Islamiyah Kabunan, Wakil Bupati juga berkenan untuk mengunjungi MDT At-Taqwa Desa Slawi Kulon Kecamatan Slawi. Monitoring didampingi tim dari Kementerian Agama Kabupaten Tegal Haryono dan FKDT Kabupaten Tegal.

PKS Piyungan Taubat

"Karena itu pendidikan di madrasah diniyah harus bisa berjalan secara optimal. Selain pemberian pelajaran secara teori, murid madrasah juga harus diberi contoh akhlak yang baik," ujar Umi.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Umi Azizah yang juga Ketua Muslimat NU Tegal, perkembangan teknologi memaksa anak-anak kecil umur usia SD sudah terbiasa memegang telepon genggam dengan fasilitas internet.

"Di samping kekhawatiran tidak bisa mengontrol akses internet, dikhawatirkan juga anak-anak menjadi sulit berkomunikasi dengan teman dan lingkungan sekitarnya," ungkap Umi.

Wakil Bupati juga mengingatkan bahwa program 18-21 harus dikawal guna memberi kesempatan anak-anak untuk belajar dan berinteraksi dengan orang tua.

"Mulai Pukul 18.00 s.d. 21.00 Wib, orang tua diharapkan mempunyai waktu untuk mendampingi anak-anak belajar dan bercengkerama dengan anggota keluarga," harap Umi.

Kepala Seksi PD Pontren Kemenag Tegal H Mujahidin Nurburhan melalui stafnya Haryono mengatakan, peserta ujian akhir madrasah diniyah takmiliyah berjumlah 12.000 peserta.

"Jumlah ini jauh lebih sedikit dibanding jumlah peserta ujian sekolah dasar yang mencapai kurang lebih 45.000 peserta," katanya.

Hal ini, lanjutnya, mengindikasikan bahwa masih banyak anak usia sekolah dasar yang tidak mengikuti pendidikan di madrasah diniyah. Padahal program Pemkab Tegal yang mewajibkan ijasah madrasah diniyah sebagai syarat masuk ke SLTP akan segera diberlakukan.

"Program ini akan berlaku efektif mulai tahun 2020. Untuk itu, perlu kerja keras agar program ini benar-benar bisa berjalan pada tahun 2020," pungkasnya. (Hasan/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Jumat, 29 Desember 2017

Habib Luthfy: Malas Tulis Profil, Banyak Kiai Lokal Berjasa Terlupakan

Pekalongan, PKS Piyungan Taubat - Banyak teladan para ulama, kiai, dan tokoh masyarakat Pekalongan yang semasa hidupnya memiliki andil besar terhadap bangsa yang tidak tertulis sehingga generasi sekarang kematian obor. Mereka kehilangan jejak sejarah yang sangat penting bagi kehidupan bangsa yang disebabkan oleh sedikitnya literatur sebagai referensi atau memang karena malas untuk menulis.

Keprihatinan itu disampaikan Rais Am Idaroh Aliah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya dalam acara khotmatul kubro ke-2 yang diselenggarakan oleh Jamaah Muqoddam dan Munajat (Jamumu) NU Ranting Landungsari Kota Pekalongan, Senin (10/10).

Habib Luthfy: Malas Tulis Profil, Banyak Kiai Lokal Berjasa Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Luthfy: Malas Tulis Profil, Banyak Kiai Lokal Berjasa Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Luthfy: Malas Tulis Profil, Banyak Kiai Lokal Berjasa Terlupakan

Kegagapan masyarakat masa kini yang tidak kenal lagi dengan tokoh-tokoh yang berjasa bagi masyarakat sendiri menjadikan masyarakat tidak lagi kenal dan tahu akan jasa-jasa besarnya yang diakibatkan oleh minimnya penulis dan sumber literatur yang ada.

"Kita ini punya banyak tokoh, masyarakat Landungsari ini punya banyak tokoh yang luar biasa. Tetapi, sangat sedikit tulisan mengenai tokoh-tokoh itu, sangat sedikit yang mau menuliskannya," ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Habib Luthfy mengimbau agar generasi sekarang tidak ‘kepaten obor’. Ia menganjurkan penggalakan penulisan tentang tokoh-tokoh lokal. Sebab menurutnya, tanpa sumber tertulis maka sejarah hanya akan menjadi cerita omong kosong.

Habib Luthfy memperkirakan, saat ini ada 25 orang hafizhul Quran yang dimakamkan di makam Landungsari. Tetapi sangat sedikit yang diketahui siapa saja para huffadz itu karena hampir tidak ditemukan profil para huffadz yang pernah jaya di masanya.

PKS Piyungan Taubat

Jamumu adalah kelompok gerakan membaca Al-Quran serta munajat di Ranting NU Landungsari Kota Pekalongan. Gerakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyemarakkan syiar Al-Quran di tengah masyarakat dengan tujuan agar tradisi membaca Al-Quran mampu kembali dihidupkan hingga tiap tiap keluarga.

Selain kegiatan khataman, Jamumu juga melakukan penggalangan dana sosial yang dialokasikan bagi seluruh anggota masyarakat yang terkena musibah. Penggalangan dana ini sekaligus menjadi bagian upaya dakwah sosial dalam rangka mempererat tali silaturrahim antarwarga. (Abdul Muiz/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock