Pekalongan, PKS Piyungan Taubat - Banyak teladan para ulama, kiai, dan tokoh masyarakat Pekalongan yang semasa hidupnya memiliki andil besar terhadap bangsa yang tidak tertulis sehingga generasi sekarang kematian obor. Mereka kehilangan jejak sejarah yang sangat penting bagi kehidupan bangsa yang disebabkan oleh sedikitnya literatur sebagai referensi atau memang karena malas untuk menulis.
Keprihatinan itu disampaikan Rais Am Idaroh Aliah Jamiyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) Habib Luthfi bin Yahya dalam acara khotmatul kubro ke-2 yang diselenggarakan oleh Jamaah Muqoddam dan Munajat (Jamumu) NU Ranting Landungsari Kota Pekalongan, Senin (10/10).
| Habib Luthfy: Malas Tulis Profil, Banyak Kiai Lokal Berjasa Terlupakan (Sumber Gambar : Nu Online) |
Habib Luthfy: Malas Tulis Profil, Banyak Kiai Lokal Berjasa Terlupakan
Kegagapan masyarakat masa kini yang tidak kenal lagi dengan tokoh-tokoh yang berjasa bagi masyarakat sendiri menjadikan masyarakat tidak lagi kenal dan tahu akan jasa-jasa besarnya yang diakibatkan oleh minimnya penulis dan sumber literatur yang ada."Kita ini punya banyak tokoh, masyarakat Landungsari ini punya banyak tokoh yang luar biasa. Tetapi, sangat sedikit tulisan mengenai tokoh-tokoh itu, sangat sedikit yang mau menuliskannya," ujarnya.
PKS Piyungan Taubat
Habib Luthfy mengimbau agar generasi sekarang tidak ‘kepaten obor’. Ia menganjurkan penggalakan penulisan tentang tokoh-tokoh lokal. Sebab menurutnya, tanpa sumber tertulis maka sejarah hanya akan menjadi cerita omong kosong.Habib Luthfy memperkirakan, saat ini ada 25 orang hafizhul Quran yang dimakamkan di makam Landungsari. Tetapi sangat sedikit yang diketahui siapa saja para huffadz itu karena hampir tidak ditemukan profil para huffadz yang pernah jaya di masanya.
PKS Piyungan Taubat
Jamumu adalah kelompok gerakan membaca Al-Quran serta munajat di Ranting NU Landungsari Kota Pekalongan. Gerakan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyemarakkan syiar Al-Quran di tengah masyarakat dengan tujuan agar tradisi membaca Al-Quran mampu kembali dihidupkan hingga tiap tiap keluarga.Selain kegiatan khataman, Jamumu juga melakukan penggalangan dana sosial yang dialokasikan bagi seluruh anggota masyarakat yang terkena musibah. Penggalangan dana ini sekaligus menjadi bagian upaya dakwah sosial dalam rangka mempererat tali silaturrahim antarwarga. (Abdul Muiz/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKS Piyungan Taubat Halaqoh PKS Piyungan Taubat
