Senin, 12 Februari 2018

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko

Maroko, PKS Piyungan Taubat. Kiai NU yang mewakili Indonesia, Ahmad Najib Afandi berhasil meraih penghargaan penulisan makalah terbaik dalam The International Academic Center of ? Sufi and Aesthetic Studies (IACSAS) yang berlangsung di kota Fes, Maroko, (9-12/5).?

Pengasuh Pesantren asy- Syafiiyyah, Kedungwungu Krangkeng Indramayu Jawa Barat itu, menerima penghargaan dari Direktur IACSAS, Syeikh Dr Aziz ? al-Chubaeti, usai memaparkan makalah berjudul "Pengaruh Tasawuf ? Maroko terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia" di hadapan perwakilan dari 40 negara.

Gus Najib, demikian akrab disapa, berhasil membentangkan data pengaruh tasawuf Maroko terhadap keberagamaan di Indonesia.

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai NU Raih Penghargaan Konferensi Sufi Internasional di Maroko

"Diantara bukti persambungan antara tasawuf Indonesia dengan tasawuf Maroko –yang selama ini sering dilupakan--baik melalui hubungan guru dan murid dan hubungan budaya, juga faktor lainnya. Ibrahim Harakat dalam bukunya Pengantar Sejarah Ilmu di Maroko, bahwa setelah berdirinya Maroko di wilayah Afrika yang subur dengan ulamanya telah membuka akses mereka untuk ekspansi ke Timur (masyriq) untuk berdakwah dengan membawa karya-karya monumentalnya sehingga tersebarlah mereka di wilayah Timur sampai memiliki banyak murid," tutur mantan wakil sekretaris Pengurus Pusat Maarif ? NU itu.

Dengan data tersebut, Gus Najib meyakini bahwa perjalanan ulama-ulama Maroko sampai ke Jawa setelah pertemuan mereka dengan orang Jawa di Tanah Suci, Mekah. Hal itu, katanya, dapat dibuktikan dengan banyaknya ulama yang dimakamkan di Jawa dengan nama Syeikh al-Maghribi.

PKS Piyungan Taubat

Sementara, bukti adanya hubungan intelektual secara langsung dengan ulama Maroko adalah banyaknya pelajar Indonesia yang pernah berguru kepada ulama Maroko, seperti Syeikh Abdul Hadi (Abad IX) dari kerajaan Buton yang berguru kepada Syeikh Said al Maghribi, Syeikh Muhamad ? Nafis Al-Banjari (1710-1812 M) murid dari Syeikh Abdurahman bin Abdul Aziz al Maghribi ketika di Makkah, yang pendapatnya banyak dipakai oleh Syeikh Ihsan Jampes Kediri dalam karya fenomenalnya Sirajuttalibin.

Gus Najib memaparkan, sisi lain yang jelas menjadi bukti persambungan dan pengaruh tasawuf ? Maroko di Indonesia adalah karya para sufi ? Maroko, seperti, Asyifa karya Qadi Iyad, Dalail Khaerat karya Syeikh al-Jazuli, Jawahirul Maani dan Shalawat al-Fatih karya Syeikh Attijani.

"Selanjutnya banyak tarekat yang didirikan oleh ulama Maroko, kini besar di Indonesia, seperti As-Sadziliyah, At-tijaniyah, Al-Ahmadiyah (Ahmad bin Idris al - Maghribi (1760-1837 M)," kata Gus Najib.

Tasawuf Indonesia sebenarnya memiliki persambungan dengan banyak negara. Kurdi melalui Syeikh Amin al-Kurdi dengan kitabnya Tanwirul Qulub. India melalui karya Syeikh Burhanpuri dengan karyanya Tuhfat Al Mursalah yang menjadi referensi awal lahirnya tasawuf ? falsafi di Indonesia.

“Demikian juga dengan Persia melalui kitab "Syuab Al-Iman" karya al-Mulaibari yang dikomentari oleh Syeikh Nawawi Banten dengan nama Qamiut Tughyan,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Namun, dari sekian sumber tasawuf Indonesia itu, semuanya memiliki validitas referensi yang menjamin ke-sunah-an tasawuf Indonesia. Dengan sumber-sumber yang Islam natural itu, semestinya sudah menjamin segala praktik tasawuf dan tarekat di Indonesia tidak akan menyimpang dari syariat dan akidah. "Dan, dengan keragaman sumber itu pula, seharusnya menjadikan kuatnya kebhinekaan tasawuf dan Islam Indonesia," tegasnya.

"Bukti lain yang menguatkan adanya hubungan Islam Indonesia dengan Maroko, adanya persamaan ornamen ukiran kayu (yang kaya warna) di atap di sejumlah masjid di Maroko dengan yang ada di bangunan warisan budaya Indonesia, seperti, Masjid Sunan Gunung Jati dan Masjid Said Naum, Kebon Kacang, Jakarta. Juga lainnya," pungkas pria yang juga rektor Sekolah Tinggi Islam al-Hikmah Brebes itu. (Red-Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Santri, Pesantren PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock