Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertandingan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Februari 2018

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

KH Bisri Mustofa (1914-1977) selain diakui sebagai kiai penulis dan penerjemah kitab yang cukup produktif. Ia juga merupakan orator (muballigh) ulung yang sering mengisi pengajian di berbagai daerah dalam pelbagai kesempatan. Karena penyampaian materi ceramahnya yang menarik, pidatonya diminati khalayak luas.

Meski permintaan ceramah di luar daerah begitu padat namun Kiai Bisri karena kasih sayang dan kecintaanya yang besar kepada para santrinya, penulis Tafsir Al-Ibris ini senantiasa berusaha agar kegiatan dakwah di masyarakat tidak mengganggu aktivitasnya dalam mengajar santri di pesantren.? ?

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Pahala Ceramah Mbah Bisri Musthofa untuk Para Santrinya

Seperti pernah disampaikan putranya, KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus) dalam suatu pidatonya, kendati jadwal sudah diatur, ada saja permintaan atau undangan dari panitia pengajian yang kadang-kadang waktunya berbenturan dengan jadwal Kiai Bisri mengajar santri di pesantren. Sekali lagi, sebetulnya sudah menjadi prinsip bagi menantu Mbah Kiai Kholil Harun Kasingan Rembang tersebut bahwa jadwal mengajar santri di pondok pesantren yang diasuhnya jangan sampai absen atau kosong. Sehingga, beliau mengatur agar saat mengisi pengajian di masyarakat tidak berbarengan dengan jadwal mengajar di pesantren. ?

Ketika undangan ceramah ternyata bersamaan dengan jadwal ngajar di pesantren, Kiai Bisri selalu berkata kepada mereka dengan terang-terangan bahwa beliau dengan terpaksa menolak karena tidak mau mengecewakan para santri yang sudah dititipkan orang tuanya kepadanya yang pada saat bersamaan mereka berhak mendapatkan pelajaran.

PKS Piyungan Taubat

Tapi tamu pengundang terkadang tidak menyerah dalam membujuk supaya sahabat karib KH Mahrus Ali Lirboyo ini berkenan dapat rawuh sesuai waktu yang ditargetkan panitia, sementara mereka tidak sabar bila menunggu waktu-waktu longgar yang tentu sulit didapatkan karena padatnya agenda mengisi pengajian di tempat lain.

Agar maksudnya tercapai, pihak pengundang umumnya mengajukan alasan, "Kiai, bukankah para santri sudah setiap hari belajar dengan panjenengan, jadi kesempatan mereka masih begitu banyak, sementara kesempatan untuk kami masyarakat yang jauh hanya sekali-kali saja dapat memperoleh pengajian dari Kiai Bisri."

PKS Piyungan Taubat

Akhirnya karena didesak dan atas dasar alasan di atas, Kiai Bisri Mustofa pun mengalah dan bersedia memenuhi undangan ceramah dari perwakilan penitia tersebut.

Dalam sebuah acara pengajian di daerah Cirebon di sela-sela pembicaraannya, Mbah Bisri berdoa memohon pada Allah agar pahala ngajinya di tempat itu supaya diberikan kepada santrinya di pondok yang malam itu beliau tinggalkan. "Pengajian saya di tempat ini meninggalkan jadwal ngaji bersama santri di pondok, maka dari itu pahala ngajiku di sini berikanlah ya Allah kepada santri-santriku di pondok yang saya tinggalkan," doa Mbah Bisri. (M. Haromain)

Cerita ini pernah dikisahkan KH A Mustofa Bisri dalam sambutan acara Peringatan Satu Abad Pesantren Lirboyo di Aula Al-Muktamar, Kediri, Jawa Timur, tahun 2010.



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Meme Islam, Lomba PKS Piyungan Taubat

Kamis, 08 Februari 2018

Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren

Tegal, PKS Piyungan Taubat. Pondok Pesantren Attauhidiyah Giren Talang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengha resmi menjadi wisata religi. Pesantren asuhan KH Achmad Saidi bin Said bin Armia ini memang sudah dikenal luas hingga ke mancanegara. Bahkan Presiden RI Joko Widodo pun juga pernah melakukan Tarkhim ke pesantren tersebut Juni 2016 lalu.

Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren (Sumber Gambar : Nu Online)
Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren (Sumber Gambar : Nu Online)

Jadi Wisata Religi, Ini Konsep yang Dikembangkan Pesantren Giren

Selain memiliki sejumlah situs ziarah, keberadaan Pondok Pesantren At-Tauhidiyyah diharapkan mampu memperkuat wisata religi di Kabupaten Tegal melalui sejumlah agenda peribadatan rutin tahunan maupun yang bersifat khusus atau memiliki keunikan dan nilai religi tersendiri yang mungkin tidak dijumpai di tempat lain.

Pengasuh Pesantren Attauhidiyah Giren, KH Achmad Saidi menuturkan, melalui konsep pengembangan wisata religi ini pihaknya akan menghadirkan taman keilmuan, pusat kajian dan pengembangan Islam dengan melibatkan para kiai dan santri yang siap membantu masyarakat mendalami ilmu Al-Quran, hadits, tafsir, filsafat, dan lain sebagainya.

"Taman ilmu ini juga kami sediakan bagi mereka yang ingin belajar membaca dan menulis Al-Quran", katanya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Humas Pesantren At-Tauhidiyyah Ahmad Suyanto menambahkan, dengan diresmikannya desa wisata religi ini pihaknya berharap Dukuh Giren bisa menjadi Islamic Center dan pusat pendidikan keagamaan. 

"Pesantren telah mempersiapkan takhasus atau kelas-kelas khusus untuk belajar agama, kemudian pelajaran dan kedisiplinan pesantren pun turut diperketat," ujarnya

Dia menjelaskan bahwa wisata religi ini bukan seperti wisata pada umumnya, tapi lebih mengkhususkan pada pendalaman ilmu keagamaan. Selain itu, desa wisata religi Giren berlaku untuk umum dan terbuka bagi semua kalangan tanpa terkecuali. 

"Wisata disini juga memiliki beberapa alternatif waktu kunjungan, antara lain malam Ahad dan malam Kamis.Kemudian bagi masyarakat yang ingin belajar lebih dalam tentang ilmu keagamaan, bisa mondok (bermukim) di pesantren", katanya. (Hasan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Pemurnian Aqidah, Kajian Islam PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Penyelenggaraan Liga Santri Nusantara tahun ini memiliki nuansa tersendiri dibandingkaan tahun-tahun sebelumnya. Keterlibatan sektor privat dan publik serta kehadiran dua media televisi nasional sebagai official media partner LSN 2017 menjadi pembeda dari penyelenggaraan liga santri tahun sebelumnya.

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri

Hal ini tentu tidak terlepas dari kerja sama tim LSN baik di tingkat nasional, region hingga panitia tingkat pesantren. Salah satu yang perlu disebut di sini adalah Cornelius Ariyanto Wibisono. Nama tersebut adalah Direktur Pengembangan Bisnis LSN 2017.?

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa ada Cornelius di namanya?

Tak salah! Sosok yang akrab dengan nama sapaan Pak Ary adalah seorang mualaf, yang baru 2 tahun ini beralih dari keyakinan lamanya ke iman Islam. Melalui tangan dinginnya, LSN mendapatkan sentuhan managerial ke arah yang lebih profesional.

PKS Piyungan Taubat

Tidak mengherankan memang. Pak Ary memang memiliki segudang pengalaman dalam bidang menejemen. Meraih gelar MBA dalam bidang Human Resources Management dari Phoenix University Arizona Amerika Serikat setelah kuliah 2 tahun, Ary pernah hidup delapan tahun di negeri Paman Sam ketika ia bekerja di markas besar sebuah perusahaan rakasasa minyak, yakni Chevron. Selanjutnya ia bekerja dua tahun di sebuah perusahaan multinasional lainnya di Thailand.

Ada yang menarik ketika ia kembali ke tanah air untuk menduduki jabatan di top management di kantor Chevron Indonesia. Saat itu perusahaan multinasional tersebut sedang melakukan program perampingan pekerja di beberapa lini jabatan kerja. Salah satunya menimpa unit kerja perusahaan minyak tersebut di Riau.

PKS Piyungan Taubat

Alih-alih berdiri di pihak perusahaan, Ary malah melakukan pembelaan terhadap buruh-buruh yang terkena program perberhentian kerja dari perusahaan. Inilah awal persentuhannya yang intensif dengan komunitas Muslim. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Aswaja, Daerah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 03 Januari 2018

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Seorang ulama menurut Rais Aam PBNU KH Maruf Amin memiliki tanggung jawab yang kompleks. Selain harus membina umat atau bangsa, ulama juga harus memikirkan keselamatan negara dari gangguan-gangguan orang tak bertanggung jawab.

Persoalan keumatan, kebangsaan dan kenegaraan belakangan ini kian beragam pula, sehingga peran ulama dalam hal ini harus benar-benar maksimal.

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Tanggung Jawab Ulama Menurut Rais Aam PBNU

Misalnya keberadaan sejumlah kelompok yang mencoba memecah belah bangsa sebab sebuah perbedaan pandangan, ditambah lagi kelompok lain yang hendak merusak tatanan kenegaraan karena sebuah pandangan sistem kenegaraan yang berbeda.

Demikian disampaikan Kiai Makruf saat memberikan taushiyah dalam kegiatan Haul ke-38 salah satu tokoh Nahdlatul Ulama (NU) KH Bisri Syansuri di halaman Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Selasa (27/3) lalu.

PKS Piyungan Taubat

Tanggung jawab tersebut, kata kiai yang juga Ketua Umum MUI Pusat ini, telah diajarkan Nabi Muhammad SAW pada masanya, bahkan saat mau wafat pun salah satu yang dipikirkan adalah keselamatan umatnya. Karenanya, ulama sebagai pewaris perjuangan nabi sudah seharusnya mencontoh segala ucapan dan sikap para nabi.?

"Rasulullah saat mau wafat, salah satu yang diingat adalah umat, jadi umat itu menjadi tanggung jawab ulama karena ulama pewaris para Nabi," ujarnya.

Demikian juga peran NU, organisasi kemasyarakatan bentukan para ulama ini memiliki peran yang sama. "NU adalah kumpulan para ulama, maka masalah keumatan dan kebangsaan merupakan tanggung jawab NU," imbuh Kiai Makruf.

Namun demikian saat ini tantangan ulama kian besar. "Belakangan ini ada banyak kelompok yang bermacam-macam, baik dari yang berupaya untuk mengubah akidah, syariah juga sistem negara," lanjutnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba

Pontianak, PKS Piyungan Taubat 

Kota Pontianak telah lama masuk dalam deretan papan atas dalam penggunaan narkoba. Bahkan, pernah masuk peringkat lima besar di Indonesia dalam pemakaian dan perdagangannya. Tak hanya itu, Pontianak dikenal pula sebagai tempat memproduksi “barang haram” tersebut.

Untuk menangkal penyebaran dan penggunan narkoba di kalangan pelajar, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Cabang (IPNU) Kota Pontianak, menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada ratusan pelajar madrasah aliyah dan tsanawiyah di Yayasan Al-Mujtahid Jalan Parwasal Pontianak Utara, Sabtu (3/11) pagi.

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba

Dengan mengangkat tema “Manifesto pelajar dan santri dalam mewujudkan Narkoba menjadi musuh bersama”. IPNU Kota Pontianak menaruh harapan generasi muda yang mendapat pencerahan akan bahaya barang haram tersebut menularkan kepada rekan yang lain untuk tidak mendekati obat terlarang apalagi mengkonsumsinya.

PKS Piyungan Taubat

Sosialisasi yang sedianya akan dihadiri perwakilan dari BNN Kota Pontianak tetap berjalan meski tak ada satu pun perwakilan yang hadir. Padahal surat audiensi telah dikirim kepada BNN Kota Pontianak.

Ketua IPNU Kota Pontianak M. Dardiri kepada wartawan mengatakan sosialisasi hanya menghadirkan pemateri dari Napza Universitas Tanjungpura dan dari internal IPNU Kota Pontianak.

PKS Piyungan Taubat

IPNU sebagai organisasi pelajar yang merupakan badan otonum dari Nahdlatul Ulama kepeduliannya tak hanya sebatas pada pendidikna agama. Namun sosial masyarakat juga turut menjadi perhatian.

M. Dardiri juga ikut menyikapi terhadap hukum Indonesia yang meringankan terhadap pelaku narkoba. “Sudah jelas narkoba merusak generasi muda. Telah banyak bukti residivis narkoba banyak yang kembali ke alamnya setelah keluar dari hukuman. Tapi kenapa pemerintah malah meringankan hukuman kepada mereka,” ungkapnya.

Dardiri mengakui, tak mudah melakukan penyelamatan generasi muda dari bahaya obat terlarang, akan tetapi setidaknya dengan gerakan banyak organisasi menyentuh pelajar dan generasi muda dapat mengurangi penyebaran narkoba.

“Saya sepakat, generasi muda adalah asset bangsa yang harus diselamatkan, bukan hanya dari bahaya pergaulan dan seks komersial. Namun juga dari bahaya narkoba,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ubay KPI

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Budaya, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 14 Desember 2017

NU Kudus Santuni 1.321 Yatim 595 Faqir Miskin

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Kudus membagikan santunan kepada 1.321 yatama (yatim) dan 595 faqir miskin, pada Kamis-Jum’at (24-25/7). Santunan bagi yatama diserahkaan melalui Madrasah Ibtidaiyah Nahdlatul Ulama (MINU) se-Kabupaten Kudus.

?

Ketua Panitia Santunan Sya’roni Suyanto mengatakan jumlah 1.321 anak yatim ini yang menerima santunan berasal dari siswa-siswi madrasah atau sekolah di lingkungan Ma’arif NU Kudus. Sedangkan santunan fuqoro masakin diberikan kepada mereka dari 6 desa tertentu yang dipandang layak menerimanya.

NU Kudus Santuni 1.321 Yatim 595 Faqir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Kudus Santuni 1.321 Yatim 595 Faqir Miskin (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Kudus Santuni 1.321 Yatim 595 Faqir Miskin

?

“Masing-masing penerima rahtawu (gebog) 150 orang dan pelajar dhu’afa 73 anak, kayuapu (bae) 100 orang, ngeseng (undaan) 100 orang, payaman dan gulang (mejobo) 123 orang, janggalan (kota) 19 orang dan masyarakat sekitar kantor NU Kudus 30 orang. Pembagiannya langsung didistribusikan ke desa tersebut melalui PRNU setempat,” terangnya dalam acara penyerahan santunan secara simbolis di kantor NU Kudus Kamis (24/7).

PKS Piyungan Taubat

Sya’roni melaporkan dana santunan yang dibagikan merupakan hasil penerimaan zakat, infaq dan shodaqoh para muzakki dan dermawan di Kudus yang terkumpul sebesar Rp 149.050.000,.

PKS Piyungan Taubat

“Semua dibagikan habis secara tunai dengan rincian santunan yatama Rp 70.000/anak, siswa siswi dhuafa Rp 60.000/anak dan fuqoro masakin Rp 100.000/orang,” jelasnya.

?

Ia menambahkan, kegiatan santunan ini dilaksanakan setiap bulan Ramadhan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian NU kepada? anak yatim dan fuqoro masakin. “Semoga gerakan NU ini mampu memberikan kebahagiaan anak yatim dan fuqoro masakin,” harap Sya’roni.

Ketua PCNU Kudus H Abdul Hadi dalam sambutannya mengatakan sangat berterima kasih kepada muzakki dan para dermawan yang telah memberikan kepercayaan dan berpartisipasi memberikan zakat,infaq shodaqoh melalui NU sehingga dapat berbagi kebahagian serta membangun peradaban yang rahmatal lilalamin.

?

“Ke depan program santunan ini akan dikembangkan dan diberdayakan oleh LAZISNU Kudus yang mulai merintis dan menata dengan program-program unggulan di bidang pendidikan, ketrampilan, kewirausahaan dan tanggap darurat dan kepedulian,” tandasnya.(Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Kamis, 07 Desember 2017

HPN DKI Berupaya Perkuat Basis Pengusaha Nahdliyin di Ibu Kota

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ibu Kota Jakarta merupakan pusat bisnis dan perkantoran. Mereka yang terlalu sibuk dengan pekerjaannya serta para pegawai yang telah memasuki masa pensiun terkadang bingung ingin mengaktualisasikan jiwa bisnis mereka.?

HPN DKI Berupaya Perkuat Basis Pengusaha Nahdliyin di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)
HPN DKI Berupaya Perkuat Basis Pengusaha Nahdliyin di Ibu Kota (Sumber Gambar : Nu Online)

HPN DKI Berupaya Perkuat Basis Pengusaha Nahdliyin di Ibu Kota

Hal ini menjadi perhatian Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Pengusaha Nadliyin (HPN) DKI Jakarta untuk menarik mereka bergabung di organisasi para saudagar NU ini.

“Kami akan meyakinkan kepada mereka bahwa para pengusaha memerlukan tali kuat berupa organisasi. Tujuan kami tidak lain memberikan semaksimal mungkin tenaga dan pikiran kita untuk memberdayakan warga NU,” ujar Ketua DPW HPN DKI Jakarta, Bambang Adi S ketika berkunjung ke Kantor Redaksi PKS Piyungan Taubat, Rabu (9/11) usai rapat konsolidasi HPN Pusat.

Dari sisi memperkuat basis pengusaha Nahdliyin, lanjut Bambang, HPN akan kesulitan jika hanya menjaring orang-orang yang sudah jelas aktif di NU. Karena menurutnya, tidak banyak warga NU yang terjun ke dunia bisnis meskipun jumlah Nahdliyin yang menjadi pengusaha juga tidak sedikit.

Sebab itu, imbuhnya, pihaknya akan menggandeng mereka dari sisi nasab atau keturunan. “Banyak dari mereka yang dulu ternyata keluarganya aktif di NU, namun mereka justru kurang tahu NU dikarenakan berbagai hal atau mungkin selama ini karena NU kurang merangkul mereka,” kata Bambang.

PKS Piyungan Taubat

Perjuangan ini menurutnya tidak mudah, tetapi juga tidak sulit karena HPN mempunyai misi mulia untuk mewujudkan pemberdayaan umat lewat aktivitas bisnis dan usaha di berbagai bidang sesuai potensi warga NU.

Bambang menegaskan, jika para pengusaha yang tergabung dalam HPN ini hanya bertujuan mencari keuntungan, dia memastikan bahwa orang tersebut akan gugur dengan sendirinya.?

“Karena di HPN ini, semua anggota mempunyai misi memberdayakan umat dengan berbagai keahlian dan akses yang dimiliki. HPN berupaya maksimal untuk menyediakan tenaga, pikiran, edukasi bisnis, pengembangan dan marketing produk, serta modal untuk warga NU,” tutur Bambang yang didampingi oleh Sekretaris Umum HPN DKI Jakarta Iswandi F. Tanjung. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Kyai, Pertandingan, Internasional PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock