Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aswaja. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Februari 2018

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Sebanyak 14 grup dari kalangan pemuda kabupaten Kudus meramaikan Festival Tongtek yang diselenggarakan oleh IPNU-IPPNU Kudus dan salah satu harian di Kudus. Pada Ahad (5/7) sore menjelang berbuka puasa di depan Matahari Plaza Kudus, mereka menunjukkan kebolehannya memukul bambu yang menimbulkan sebuah irama.

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)
Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus (Sumber Gambar : Nu Online)

Belasan Grup Ramaikan Festival Tongtek IPNU-IPPNU Kudus

Tongtek merupakan seni musik tradisional yang menggunakan kentongan bambu kering. Pada bulan Ramadhan di beberapa daerah di Indonesia, tongtek sudah menjadi tradisi membangunkan warga untuk melaksanakan sahur.

Menurut ketua panitia Sodiqin, festival tongtek digelar khusus untuk membudayakan kembali kesenian tongtek agar semakin kreatif dalam berinovasi di masa depan. ? “Kami memfasilitasi, karena di desa-desa banyak kegiatan tongtek keliling. Di sini bisa menambah banyak pengalaman bagi teman-teman yang biasa membawakan kesenian tongtek,” katanya kepada PKS Piyungan Taubat usai acara.

PKS Piyungan Taubat

Ia berharap acara ini menginspirasi dan memberikan gambaran baru dalam masyarakat supaya menggerakan kegiatan-kegiatan tongtek di desa-desanya, tambah manajer iklan Radar Kudus itu.

Sementara pananggung jawab IPNU-IPPNU Kudus Muhammad Khoirun menyatakan rencananya untuk mengadakan festival ini berkelanjutan setiap tahun.

PKS Piyungan Taubat

“Setelah ini, di IPNU-IPPNU tingkat ranting dan anak cabang akan diadakan acara serupa setiap bulan suci Ramadhan,” ujar koordinator bidang Perekonomian IPNU Kudus itu.

Dalam kesempatan yang sama, Syaiful Anam, salah satu peserta festival menilai bahwa kesenian tongtek memiliki makna-makna tertentu, di antaranya setiap pukulan tongtek terdapat isyarat-isyarat seperti menandakan adanya kematian atau pembunuhan, pencurian, kebakaran, banjir bandang, dan lain-lain.

Bagi Anam, manfaat dari acara festival tongtek adalah pelestarian budaya di zaman modern. Untuk itu, ia mendorong anak muda NU untuk ikut serta mengembangkan tongtek supaya memasyarat dan lebih lestari.

“Saya sebagai warga NU menyarankan kepada masyarakat supaya melestarikan kesenian tongtek. Jangan khawatir kebisingan, karena ? tongtek ini sebagai kesenian yang harus dijaga,” pungkasnya. (M Zidni Nafi’/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, Berita, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Jumat, 02 Februari 2018

2018, PWNU Sumsel Canangkan Ada Muharrik di Tiap Masjid

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Wakil Rais Syuriyah PWNU Sumatera Selatan KH Maman Abdurrahman mencanangkan pada 2018 ini, setiap kabupaten dan kota di Sumsel sudah ada muharrik di tiap-tiap masjid.

2018, PWNU Sumsel Canangkan Ada Muharrik di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)
2018, PWNU Sumsel Canangkan Ada Muharrik di Tiap Masjid (Sumber Gambar : Nu Online)

2018, PWNU Sumsel Canangkan Ada Muharrik di Tiap Masjid

"Saya ingin semua ada," katanya kepada PKS Piyungan Taubat di Jakarta Timur, Sabtu (21/1) malam.

Untuk mensukseskan rencana tersebut, Maman pun berharap kepada PWNU Sumsel baru dan semua badan otonom agar kembali ke masjid karena basis NU ada di masjid.

Melalui masjid, kata dia, pengurus NU bisa menyapa Nahdliyin dan menunjukkan keberadaannya di Sumsel. 

PKS Piyungan Taubat

"Jadi mari kita menyapa warga itu di masjid," ajak pria yang juga Wakil Ketua Lembaga Takmir Masjid PBNU ini.

PKS Piyungan Taubat

Maman mengatakan, dalam hal ubudiyah, hampir 90 persen masyarakat Sumsel penganut Ahlussunnah wal-Jama’ah. Jumlah yang banyak tersebut, diharapkan bisa lebih menenangkan daerah yang disebut dengan Bumi Sriwijaya ini.

"Kita itu memperkuat republik ini agar tetap tenang. Jangan sampai disusupi oleh organisasi lain yang menggangu republik ini," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Maman juga menyinggung perhelatan olahraga terbesar di Asia, Asian Games yang dilaksanakan di dua kota, Jakarta dan Palembang pada Agustus-September 2018.

Menurutnya, PWNU Sumsel sangat mendukung kegiatan yang akan diikuti 45 negara peserta ini. Ansor dan Banser, katanya, akan turut berpartisipasi mengamankan jalannya Aiean Games. (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Meskipun kongres I Pagar Nusa tinggal 8 hari lagi, sampai saat ini bursa kandidat yang akan memimpin Pagar Nusa sebagai badan otonom NU belum muncul.

“Sejauh ini belum ada wilayah atau cabang yang menyuarakan aspirasinya mendukung calon tertentu,” tutur Ketua Panitia Kongres. H. Fuad Anwar, Selasa.

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Mekanisme pencalonan sampai saat ini juga belum ditentukan, berapa suara minimal yang harus dipenuhi untuk bisa mencalonkan diri.

“Masih terdapat perdebatan bagaimana mekanisme pemilihan ketua umum, melalui one man one vote, sistem ahlul halli wal aqdi atau sistem presidium, ini masih akan dibahas dalam tatib,” tutur Sekretaris Panitia Mujtahidur Ridho.

Edo, panggilan akrab Mujtahirur Ridho menjelaskan ada usulan dari pengurus PBNU yang menginginkan sistem ahlul halli wal aqdi untuk kongres pertama ini.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara pra kongres yang akhirnya forumnya dirubah menjadi kongres, namun tidak diakui oleh PBNU yang diselenggarakan pada 25 September 2005 di Ponpes Ciganjur, terpilih H. Suharbillah.

Kala itu, terdapat 5 kandidat yang bersaing dalam kongres. Dari 72 suara wilayah dan cabang, sebanyak 53 memilih Suharbillah diikuti KH Sayuthi Ghozali 13 suara, Kuncoro 3 suara, Abdul Latif 2 suara dan Abdul Halim 1 suara. Abstain 1 suara dan 1 suara lagi memilih Gus Maksum, pendiri Pagar Nusa yang saat ini sudah meninggal dunia. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat News, Aswaja, IMNU PKS Piyungan Taubat

Selasa, 30 Januari 2018

PWNU Jatim: Generasi Milenial Ujung Tombak Dakwah Medsos

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur KH M Hasan Ubaidillah mengatakan, Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) merupakan generasi milenial atau bisa dikatakan sebagai generasi zaman now.

PWNU Jatim: Generasi Milenial Ujung Tombak Dakwah Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Jatim: Generasi Milenial Ujung Tombak Dakwah Medsos (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Jatim: Generasi Milenial Ujung Tombak Dakwah Medsos

Menurut Hasan, generasi milenial merupakan ujung tombak dakwah melalui media sosial yang memiliki peran strategis di masa yang akan datang. 

“Generasi milenial merupakan ujung tombak yang akan memerankan peran strategis ke depan, khususnya dakwah di media sosial,” ujarnya pada kegiatan Madrasah Desain yang digelar PW IPPNU Jatim di gedung PWNU Jatim Sabtu-Ahad (9-10/12).

Ia mengharapkan Madrasah Desain bisa ditransformasikan ke seluruh cabang IPPNU di Indonesia, khususnya di lingkup Jawa Timur. Hal itu dikarenakan program-program positif, khususnya mengenai dakwah Islam Ahlussunnah wal-Jamaah akan mudah diterima oleh masyarakat jika menggunakan media sosial.

PKS Piyungan Taubat

“Melalui dakwah di media sosial akan semakin mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya itu.

Di akhir sambutannya, ia mengharapkan kegiatan yang diikuti perwakilan dari seluruh PC IPPNU Jatim itu tidak hanya berhenti di tataran teoritis, tapi diaplikasikan pada ranah praktis. Juga jangan dilakukan sekali saja, melainkan berkelanjutan. 

PKS Piyungan Taubat

Hal itu, sambungnya, dikarenakan tiap hari terjadi inovasi maupun informasi selalu berkembang di masyarakat.

“Harapannya dengan adanya kegiatan semacam ini bisa menajamkan program-program yang ada melalui media sosial. Sehingga akan selalu update dan up to date. Sehingga kita tidak tertinggal zaman,” tutup Hasan. (Hanan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Aswaja PKS Piyungan Taubat

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

Secara istilah Maulid nabi Muhammad SAW merupakan perayaan kelahiran baginda Nabi SAW, dengan tujuan mengingat sirah beliau untuk menanamkan kecintaan kepadanya, serta mempraktikkan seluruh ajarannya.

Ada sejarah tersendiri dari perayaan Maulid Nabi SAW. Menurut beberapa pendapat orang yang pertama kali mengadakan perayaan maulid Nabi SAWadalah Syaikh bin Muhammad Umar al-Mulla (Abad 6 H) dan kemudian diikuti oleh Raja Irbil (Malik Mudzaffar Abu Sa’id al-Kukkburi bin Buktikin).

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Argumentasi Peringatan Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Argumentasi Peringatan Maulid Nabi

Namun pada hakikatnya perayaan maulid, sudah dilakukan oleh Nabi SAW sebagai shahib maulid itu sendiri. Beliau merayakan kelahirannya dengan berpuasa pada tiap hari senin, tidak dalam bentuk seremoni perayaan maulid Nabi SAW seperti yang dilakukan oleh raja Irbil dan kemudian terlaksan hingga saat ini.

Dibalik dari perayaan maulid Nabi SAW ini sendiri tidaka hanya sekedar perayaan seperti biasanya, namun ada beberapa keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Sebelum itu, didalam perayaan maulid Nabi SAW ada beberapa unsur yang terkandung didalamnya diantaranya kebaikan, atau bahkan unsur syara’ seperti membaca al-Qur’an, shalawat, sedekah, nasihat, silaturrahmi, dan mengingat sejarah Rasulullah SAW dan mensyukuri lahirnya beliau. (Hal: 56)

Adapun keutamaan dan faedah dari perayaan maulid Nabi Muhammad SAW, sebagaimanaberikut: (1) Pembacaan sirah Nabawiyah (2) Pembacaan shalawat Nabi SAW

PKS Piyungan Taubat

(3) Kebaikan sosial (4) Pembacaan al-Qur’an dan lain-lain (5) Memperoleh hikmah dari kisah-kisah orang yang mmengagungkan Maulid Nabi SAWdan (6) Menghadirkan ruh Nabi SAW.

Sedangkan hikmah merayakan Maulid Nabi SAW pada hari Senin adalah:

PKS Piyungan Taubat

Pertama, sebagaimana tertera dalam hadis bahwa Allah SWT menciptakan pepeohonan pada hari Senin, dan hal itu merupakan peringatan besar bahwa penciptaan rezeki-rezeki, makanan-makanan pokok, serta kebutuhan primer yang lainnya.

Kedua, lafadz “rabi” dari pecahan kata rabi’ul awwal merupakan isyarat kebaikan serta tafa’ul (berharapan baik).

Ketiga, bulan Rabi’ adalah paling seimbangnya cuaca bulan diantara beberapa bulan, sedangkan syari’at Nabi SAW adalah paling seimbangnya syari’at diantara beberapa syari’at.

Keempat, Allah SWT menghendaki untuk memuliakan bulan ini dengan kelahiran Nbi SAW.

Mayoritas ummat Islam dipenjuru dunia ini merayakan maulid Nabi Muhammad SAW. Bahkan menjadi rutinitas tahunan yang ditepatkan pada bulan Rabi’ul Awwal namun ada sebagian kelompok Salafi Wahabi yang menolak keras terhadap perayaan Maulid Nabi SAW ini dengan dalih bahwa perayaan semacam ini tidak pernah dilakukan dan dipraktekkan oleh Nabi SAW sendiri bahkan para sahabat, tabi’in, dan semua orang yang hidup akhir era generasi salaf.

Seremonial perayaan Maulid Nabi SAW memang tidak pernah dilakukan oleh Nabi SAW dan sahabatnya. Akan tetapi nilai-nilai serta komponen-komponen yang terkandung didalam perayaan Maulid Nabi SAW ini merupakan anjuran syara’. Perayaan hanyalah sebuah seremonial yang membungkus dan mewadahi serangkaian ibadah-ibadah yang terlaksana didalamnya. (Hal 98)

Melihat dari buku ini ada beberapa poin yang membuat buku ini memang layak untuk dibaca oleh semua kalangan mulai dosen, ustadz, santri, dan para stakeholder yang lain yang ingin tahu tentang dalil-dalil maulid Nabi. Kelebihan lain buku ini adalah bahwa pemaparan dari semua isi serta pokok pemikiran yang ingin disampaikan oleh penulis kepada pembacaa sangat ? jelas alias tidak berbelit-belit sehingga mudah difahami oleh pembacanya dan serasa enak dan mengalir.

Namun, disamping itu, ada beberapa poin kekurangan dari buku ini, yaitu: banyaknya penulisan ayat al-Qur’an serta hadis yang ditulis tanpa harakat atau tanda baca, sehingga membuat sebagian pembaca tidak mengerti apa yang di maksud dari penjelasannya. ? Serta ada beberpa tata bahasa dan penulisan yang kurang tepat. Serta desain sampul yang kurang sempurna. Wallahu’alam.?

Judul : Argumentasi Peringatan Maulid Nabi Bantahan Terhadap Salafi-Wahabi

Penulis : M. Baits Kholili dan M. Faiz Nasir

Penerbit : Surabaya, Pustaka Radja

Cetakan ? : Agustus 2016

Tebal : xii + 114 halaman

Peresensi : Yunidan Halimah, Mahasantri Pesantren Darul Hikam Mangli Kaliwates Jember dan Mahasiswa IAIN Jember.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, Habib, Internasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 28 Januari 2018

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Garut, PKS Piyungan Taubat - Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin menyempatkan hadir dalam acara Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Banser Satkorcab ke-15 Kabupaten Garut di Pesantren As-Saadah Kecamatan Limbangan, Garut. Kiai Ma’ruf memberikan amanat kepada 534 Banser yang baru saja diambil sumpah setianya.

"Banser itu bukan galak, tapi santun. Kita mengajak itu harus dengan cara yang santun agar yang diajak sadar dengan sendirinya. Karena itu yang dilakukan oleh Wali Songo," ujarnya.

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Diklatsar, Ini Amanat Rais Aam PBNU KH Ma’ruf Amin untuk Banser

Kiai Ma’ruf menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jamaah bagi warga NU memiliki karakter khas yang membedakan dengan kelompok-kelompok Islam yang lain yang juga mengaku Ahlussunnah.

"Bagi warga NU itu Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah. Karena ada juga yang Ahlussunnah tapi mengkafirkan Imam Al-Asyari. Itu Wahabi namanya. Itu bukan NU," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Kiai Ma’ruf, Islam Nusantara yang hari ini diwacanakan dan dipegang teguh oleh NU memiliki sifat tidak tekstualis dan juga tidak liberalis.

PKS Piyungan Taubat

"NU itu moderat. Tidak tekstualis seperti Wahabi yang gampang membidahkan. Tapi juga tidak liberalis yang menganggap bahwa teks itu tidak penting. Kalau terlalu tekstualis maka umat Islam tidak akan maju. Karena hukum itu justru banyak lahir dari ijtihad," ujarnya.

Kiai Ma’ruf yang juga masih keturunan Syekh Nawawi Banten menegaskan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah. NKRI merupakan buah hasil dari perjuangan para ulama.

"Pancasila itu dirumuskan oleh para kiai. NU itu pemilik sah NKRI. Karena menurut sejarawan sebelum ada tentara dan polisi, yang membuat gerakan melawan Belanda itu santri yang mencari ilmu di Mekkah. Meskipun kalau NU itu pemilik saham republik ini, tetapi belum menerima deviden," ujar Kiai Ma’ruf yang disambut tepuk tangan hadirin.

Terkait dengan wacana Khilafah Islamiah yang di Indonesia diwacanakan oleh HTI, Kiai Ma’ruf menganggap sudah tidak relevan.

"Khilafah Islam itu hanya sampai pada Khulafaur Rasyidun. Setelah itu bermacam-macam. Sekarang ada yang kerajaan seperti di Arab Saudi atau Republik seperti di Indonesia. Jadi sudah tidak relevan lagi. Kalau kita kembali mengusik dasar negara maka kita akan kembali pada situasi sebelum 1945. Kapan Indoensia majunya," jelasnya. (Muhammad Salim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Aswaja, RMI NU, News PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri

Jakarta, PKS Piyungan Taubat?

Penyelenggaraan Liga Santri Nusantara tahun ini memiliki nuansa tersendiri dibandingkaan tahun-tahun sebelumnya. Keterlibatan sektor privat dan publik serta kehadiran dua media televisi nasional sebagai official media partner LSN 2017 menjadi pembeda dari penyelenggaraan liga santri tahun sebelumnya.

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Mualaf Itu Kini Jadi Direktur Liga Santri

Hal ini tentu tidak terlepas dari kerja sama tim LSN baik di tingkat nasional, region hingga panitia tingkat pesantren. Salah satu yang perlu disebut di sini adalah Cornelius Ariyanto Wibisono. Nama tersebut adalah Direktur Pengembangan Bisnis LSN 2017.?

Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa ada Cornelius di namanya?

Tak salah! Sosok yang akrab dengan nama sapaan Pak Ary adalah seorang mualaf, yang baru 2 tahun ini beralih dari keyakinan lamanya ke iman Islam. Melalui tangan dinginnya, LSN mendapatkan sentuhan managerial ke arah yang lebih profesional.

PKS Piyungan Taubat

Tidak mengherankan memang. Pak Ary memang memiliki segudang pengalaman dalam bidang menejemen. Meraih gelar MBA dalam bidang Human Resources Management dari Phoenix University Arizona Amerika Serikat setelah kuliah 2 tahun, Ary pernah hidup delapan tahun di negeri Paman Sam ketika ia bekerja di markas besar sebuah perusahaan rakasasa minyak, yakni Chevron. Selanjutnya ia bekerja dua tahun di sebuah perusahaan multinasional lainnya di Thailand.

Ada yang menarik ketika ia kembali ke tanah air untuk menduduki jabatan di top management di kantor Chevron Indonesia. Saat itu perusahaan multinasional tersebut sedang melakukan program perampingan pekerja di beberapa lini jabatan kerja. Salah satunya menimpa unit kerja perusahaan minyak tersebut di Riau.

PKS Piyungan Taubat

Alih-alih berdiri di pihak perusahaan, Ary malah melakukan pembelaan terhadap buruh-buruh yang terkena program perberhentian kerja dari perusahaan. Inilah awal persentuhannya yang intensif dengan komunitas Muslim. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pertandingan, Aswaja, Daerah PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock