Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

Banyuwangi, PKS Piyungan Taubat

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi KH Hisyam Syafaat mengajak Nahdliyin Banyuwangi untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, saat ini tantangan yang dihadapi NU dan NKRI cukup besar, salah satunya muncul pihak yang memisahkan diri secara ideologis dari NKRI dan hendak mengubahnya dengan sistem kenegaraan yang baru.

Kiai Hisyam menyebutkan, salah satu pintu masuk kaum radikal garis keras menyebarkan pengaruhnya di masyarakat melalui majelis-majelis di masjid.

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

“Mereka mendakwahkannya di masjid-masjid dan di mushala-mushala NU yang kosong dan ditinggal jamaahnya,” papar Kiai Hisyam pada acara peringatan hari lahir (harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh PCNU Banyuwangi di Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Mubarak, Sawahan, Genteng, Sabtu (29/5) siang. Pesantren Tahfidz dengan konsep Bambu Quran ini diasuh oleh KH Ahmad Hidayat yang juga bendahara PCNU Banyuwangi.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Hisyam yang pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Tegalsari ini juga mengatakan bahwa warga NU harus menjaga mushala maupun masjidnya dari pengaruh kelompok-kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam. Cara menjaganya adalah dengan melakukan shalat berjamaah di mushala dan masjid tersebut secara rutin.

“Jika orang-orang NU terus shalat jamaah di masjid, mushala yang dekat rumahnya, mereka tidak akan berani datang. Apalagi untuk membid’ah-bid’ahkan ajaran para ulama dan mengajak untuk makar pada NKRI,” tegas Kiai Hisyam.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Hisyam pada kesempatan tersebut juga menceritakan bagaimana kegigihan para pengurus NU di luar Jawa dalam menjaga masjid dan mushala dari kelompok-kelompok garis keras tersebut. “Di Pulau Buru yang dulu menjadi tempat pembuangan PKI, sekarang sudah maju syiar agama Islamnya. Ketua takmir masjid agungnya adalah warga NU,” cerita Kiai Hisyam.

Oleh karena itu, Kiai Hisym meminta kepada Kapolsek Genteng yang hadir dalam acara Harlah ke-93 NU tersebut, tidak hanya mengkhawatirkan PKI sebagai musuh lawan negara, tetapi juga harus memberikan perhatian pada kelompok-kelompok radikal yang mengancam NKRI. “Seharusnya polisi menindak tegas kelompok-kelompok yang ingin memisahkan dengan NKRI,” pungkasnya. (Anang Lukman Afandi/Mahib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Doa PKS Piyungan Taubat

Selasa, 06 Februari 2018

Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan

Tenggarong, PKS Piyungan Taubat. Peresmian gedung kantor PCNU Kab. Kutai Kartanegara dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2013 dihadiri langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Tampak pula Wakil Gubernur Kalimantan Timur Farid Wadjdydan Wakil Bupati Kab Kutai Kartanegara HM Ghufron Yusuf bersama forum komunikasi pimpinan daerah.

Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan

Peresmian dimulai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Wakil Bupati dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan dilanjutkan dengan penguntingan pita. 

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya Ketua PCNU Kab Kutai Kartanegara H Chairul Anwar mengatakan ucapan terima kasih atas partisipasi Pemerintah Daerah yang telah membantu pembangunan Gedung PCNU Kab Kutai kartanegara sebesar 4,5 Milyar melalui bantuan hibah.  

PKS Piyungan Taubat

Bangunan yang terdiri dari 3 lantai tersebut kelak akan dilengkapi dengan pemancar radio yang diberi nama Radio Bintang 9 yang akan menyiarkan dakwah ahlussunnah wal jamaah ke berbagai daerah yang meliputi 18 kecamatan dan di gedung tersebut nanti juga akan didirikan klinik dengan nama klinik Aswaja. 

Segala persyaratan telah dipenuhi, tinggal mencari dokter penanggung jawab sebagai bagian dari pendirian klinik tersebut nantinya akan bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Chairul Anwar

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, IMNU PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Meskipun kongres I Pagar Nusa tinggal 8 hari lagi, sampai saat ini bursa kandidat yang akan memimpin Pagar Nusa sebagai badan otonom NU belum muncul.

“Sejauh ini belum ada wilayah atau cabang yang menyuarakan aspirasinya mendukung calon tertentu,” tutur Ketua Panitia Kongres. H. Fuad Anwar, Selasa.

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Mekanisme pencalonan sampai saat ini juga belum ditentukan, berapa suara minimal yang harus dipenuhi untuk bisa mencalonkan diri.

“Masih terdapat perdebatan bagaimana mekanisme pemilihan ketua umum, melalui one man one vote, sistem ahlul halli wal aqdi atau sistem presidium, ini masih akan dibahas dalam tatib,” tutur Sekretaris Panitia Mujtahidur Ridho.

Edo, panggilan akrab Mujtahirur Ridho menjelaskan ada usulan dari pengurus PBNU yang menginginkan sistem ahlul halli wal aqdi untuk kongres pertama ini.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara pra kongres yang akhirnya forumnya dirubah menjadi kongres, namun tidak diakui oleh PBNU yang diselenggarakan pada 25 September 2005 di Ponpes Ciganjur, terpilih H. Suharbillah.

Kala itu, terdapat 5 kandidat yang bersaing dalam kongres. Dari 72 suara wilayah dan cabang, sebanyak 53 memilih Suharbillah diikuti KH Sayuthi Ghozali 13 suara, Kuncoro 3 suara, Abdul Latif 2 suara dan Abdul Halim 1 suara. Abstain 1 suara dan 1 suara lagi memilih Gus Maksum, pendiri Pagar Nusa yang saat ini sudah meninggal dunia. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat News, Aswaja, IMNU PKS Piyungan Taubat

Senin, 29 Januari 2018

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Mahasiswa Alumni Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang yang berada di Surabaya (IMABAYA) bekerja sama dengan Jam’iyyah Al-Islah megadakan pengajian di daerah Jemurwonosari, Surabaya, Jawa Timur.

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Perngajian pada (22/11) tersebut merupakan kemasan untuk memperingati hari lahir (harlah) kedua lembaga tersebut. IMABAYA memperingati harlah yang ke-29 sementara Jam’iyyah Al-Islah harlah ke-2. Di samping itu dikaitkan juga dengan peringatan Tahun Baru Hijriyyah 1436 H.

Wakil Ketua Jam’iyyah Al-Islah, Supardi, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurut sepengetahuannya, kegiatan bareng antara mahasiswa dan warga Jemurwonosari, nyaris tidak pernah dilakukan.

PKS Piyungan Taubat

Padahal, kata dia, setiap hari warga selalu berbaur dengan mahasiswa yang kuliah di UIN Sunan Ampel, baik yang kost di rumah-rumah penduduk maupun yang nyantri di Pesantren An-Nuriyyah, An-Nur, Darul Arqom, Al-Jihad, dan Luhur Al-Husna.

Secara rinci, Supardi melaporkan kegiatan Jam’iyyah Al-Islah yang sudah dua tahun berjalan, mulai dari majelis zikir, majelis ta’lim, peringatan hari-hari besar Islam (PHBI) sampai wisata religi ke makam para wali, para kiai dan ke beberapa pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Demi peningkatan kualitas warga, Supardi mengharap dan terima kasih jika para mahasiswa bisa hadir di tengah-tengah kami dengan peran mereka yang barang tentu bermanfaat bagi warga,” pintanya.  

Apalagi, kata dia, mahasiswa yang hadir di sini adalah para mutakharrij/alumni pondok-pondok pesantren, utamanya pondok pesantren Tambakberas Jombang, yang pendirinya dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional, yaitu KH. Abdul Wahab Chasbullah.  

Kehadiran IMABAYA seperti malam ini, kata dia, semoga tidak berhenti sampai di sini, tapi

berlanjut di waktu-waktu lain dan bisa bekerja sama di bidang-bidang tertentu, seperti memberikan penyuluhan di majelis ta’lim dan majelis zikir.

“Kami siap sebagai ansor untuk menerima dan membantu mahasiswa sebagai muhajirin, sebagaimana misi hijrah Rasullullah, saling bahu membahu antara muhajirin dan ansor,” katanya.

Dalam acara yang bertajuk ”Dengan Semangat Hijrah Kita Tingkatkan Ukhuwwah Islamiyah” ini dihadiri sekitar 400 warga Jemuwonosari dan para mahasiswa yang tergabung dalam IMABAYA.

Hadir pula salah seorang Pengasuh Pesantren Bahrul ’Ulum Tambakberas KH. Fadhlullah Malik, Msi. Dalam ceramahnya Gus Fad, panggilan akrabnya, menguak perjuangan dan pengorbanan para Muhajirin yang berhijrah bersama Rasulullah Saw.

Ia juga memberikan taushiah tentang manfaat berorganisasi, apalagi organisasi yang sifatnya pengabdian kepada masyarakat seperti IMABAYA.

”Salah satu tujuan IMABAYA didirikan adalah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat demi mewujudkan nilai-nilai Islam yang berpijak pada Aswaja dengan budaya NU (Nahdlatul Uama) yang ada,” katanya.  

Maka, kata dia, di sinilah para almuni pesantren tidak hanya pintar saja, tapi juga harus mencari dan mengejar bagaimana agar kepintarannya itu bermanfaat dan berbarakah baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat lingkungannya. (Ma’ruf Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Makam, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga

Blora, PKS Piyungan Taubat. Liga Santri Nusantara (LSN) Jawa Tengah Region 1 Grup B telah ditutup pada Ahad (17/9) pukul 16.00 WIB. Acara penutupan yang juga berpusat di Stadion Kridosono Blora ini juga dihadiri oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Turut hadir juga Wakil Bupati Blora Ahmad Arif Rahman.

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga

Dalam penutupan LSN di Blora kali ini, Helmy mengutarakan kekagumannya pada laga final di Blora tahun ini. “Bersyukur bahwa dalam final LSN region 1 Jawa Tengah kali ini, saya seperti menonton MU versus City. Sungguh pertandingan yang menurut saya, berskala internasional,” pujinya.

Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ia menyatakan senang, bergembira, sekaligus bangga bahwa ternyata santri merupakan atlet-atlet kebanggaan Indonesia, yang diharapkan nanti dapat mengukir prestasi dalam dunia olahraga di kancah nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa olahraga merupakan suatu hal yang sangat penting.?

“Bahkan dalam perpres yang baru, pendidikan karakter, olahraga merupakan bagian dari olah pikir dan olah hati,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Mantan Menteri Pembangunnan Daerah Tertiggal Dan Transmigrasi ini, menutup pidatonya dengan menyitir pepatah asing yang berkaitan dengan olahraga, “Men sana in corpore sano. Bahwa di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Maka untuk berpikir yang sehat diperlukan pula badan yang sehat terlebih dahulu. Untuk itu, mari kita terus galakkan olahraga terutama di kalangan santri.”?

Laga Final LSN Jateng Region 1 Grup B kali ini dimainkan oleh tim tuan ruamah, An Nur FC Blora melawan tim asal pesantren asuhan Gus Mus, Robin FC Rembang. Namun, Robin FC harus tunduk pada tim tuan rumah dengan menenggak pahitnya kekalahan 1-0.?

Dengan hasil tersebut, An Nur nantinya masih akan ditandingkan dengan pemenang LSN Region 1 Jateng Grup A Manhik FC Kendal di Stadion Gelora Kartini, Jepara, pada 30 September mendatang untuk memperebutkan posisi wakil ketiga dari Jawa Tengah guna melaju mewakili ke Liga Santri Nusantara tingat nasional. (Ulin Nuha Karim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat IMNU PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk

Bandung, PKS Piyungan Taubat 



Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Bandung resmi dibentuk di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cigondewah, Kecamatan Margaasih, Jumat sore (20/10). Pelantikan dilakukan Ketua PCNU Kabupaten Bandung KH Asep Jamaluddin.

Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk

Kiai Asep mengungkapkan kebahagiaannya karena NU Kabupaten Bandung kini memiliki lembaga seni dan budaya. Pasalnya, menurut dia, selama ia aktif sepuluh tahun, ketika menjadi Katib Syuriyah NU, tidak pernah mendengar adanya Lesbumi. 

Menurut dia, Lesbumi sangat penting keberadaannya sebagai pelaksana misi dakwah melalui jalur kebudayaan. Karena NU, memperkuat dan mendakwahkan Islam dengan taktik melengkapi dan menyempurnakan apa yang sudah ada, dan tidak merusak tatanan yang ada. 

“Syekh waliyullah Sunan Kalijaga, mengkreasi wayang, diubah isi wayang itu menjadi isinya Islam. Kenapa NU membolehkan tahlilan, padahal asalnya bukan Islam, karena tahlilan kemudian isinya diganti la ilaha illah, subhanallah. Itu tidak bertolak belakang dengan syariat,” jelasanya. 

Menurut dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati ini, Rasulullah pun pernah memberi contoh dengan mengadopsi budaya jahiliyah yang baik, yaitu wali nikah dalam sebuah perkawinan. 

PKS Piyungan Taubat

Selepas pelantikan, pengurus Lesbumi langsung mengadakan diskusi bertajuk “Lawung Budaya dan Tirakat Sastra” dengan tema “Dasar Pemikiran Islam Sunda dalam perahu Islam Nusantara”. 

Dua narasumber pada kegiatan itu adalah Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto dan Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Barat Asep Salahuddin. Selepas itu diadakan pelatihan menulis dengan narasumber Iip D. Yahya dan Neneng Yant KH. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat AlaNu, IMNU PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pak ustadz, saya ingin menanyakan seputar shalat dua rakaat ketika masuk masjid atau yang dikenal dengan sebutan shalat tahiyyatul masjid. Pertama, apa makna shalat tahiyyatul masjid? Kedua, apabila kita masuk masjid kemudian duduk, apakah anjuran melakukan shalat tahiyyatul masjid gugur? Ketiga, ketika kita masuk masjid mengingat waktunya begitu sempit kemudian kita langsung melakukan shalat qabliyyah, bolehkah kami menggabungkan niat shalat sunah qabliyyah dengan shalat tahiyyatul masjid? Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Ahmad Majid/Pekalongan)

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3)

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Dalam kesempatan kali ini kami akan mencoba untuk menjawab pertanyaan yang ketiga atau yang terakhir. Makna shalat tahiyyatul masjid adalah perwujudan dari salam penghormatan kepada masjid.

PKS Piyungan Taubat

Sedangkan yang dimaksudkan adalah memberikan salam penghormatan kepada Sang Pemilik Masjid, yaitu Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang telah kami jelaskan pada kesempatan sebelumnya. Karena itu maka yang menjadi poin penting adalah adanya shalat ketika masuk masjid sebagai bentuk salam kepada Allah.

PKS Piyungan Taubat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Walhasil bahwa yang diminta (dianjurkan) dari orang yang masuk ke dalam masjid adalah hendaknya ia melakukan shalat di dalamnya sebagai bentuk salam penghormatan kepada Pemiliknya Yang Maha Luhur,” (Lihat Ibnu Abidin, Hasyiyah Raddul Mukhtar, Beirut, Darul Fikr, 1421 H/2000 M, juz II, halaman 18).

Atas dasar penjelasan singkat ini, maka setidaknya dapat dipahami bahwa ketika ada seseorang yang masuk ke dalam masjid kemudian melakukan shalat qabliyyah maka shalat tahiyyatul masjid sudah termasuk di dalamnya. Dengan catatan orang tersebut tidak menafikannya dalam niat ketika takbiratul ihram.

Dari sini kemudian kita bisa memahami pendapat dari para ulama madzhab Syafi’i—sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syaraf An-Nawawi—yang menyatakan bahwa tidak disyaratkan niat shalat tahiyatul masjid.

Karenanya ketika ia shalat dua rakaat dengan niat shalat sunah mutlak atau shalat sunah rawatib atau selainnya, atau bahkan shalat fardlu baik shalat ada`, qadla, atau nadzar maka hal itu sudah dianggap cukup. Konsekuensinya ia mendapat pahala sesuai dengan apa yang diniatkan sekaligus juga mendapatkan pahala tahiyyatul masjid.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama dari kalangan madzhab kami (madzhab Syafi’i) berpendapat bahwa tidak disyaratkan seseorang untuk berniat shalat tahiyyatul masjid dua rakaat, bahkan apabila ia shalat dua rakaat dengan niat shalat sunah mutlaq atau niat shalat dua rakaat shalat sunah rawatib atau selain rawatib, atau shalat fardlu baik shalat ada`, qadla, atau yang dinazdarkan maka hal teresebut dia anggap mencukupi dan ia mendapatkan sesuai dengan niatnya termasuk di dalamnya shalat tahiyyatul masjid. Dalam hal ini tidak ada perselisihan pendapat di antara mereka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz III, halaman 544).

Lebih lanjut, menurut mereka, bahwa ketika seseorang niat shalat fardlu dan tahiyyatul masjid atau niat shalat rawatib dan tahiyyatul masjid, maka keduanya bisa peroleh sekaligus. Atau dengan kata lain mengabungkan niat shalat fardlu dengan tahiyyatul masjid atau shalat rawatib dengan tahiyyatul masjid adalah diperbolehkan dan tetap mendapatkan dua pahala sekaligus.

  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama dari kalangan madzhab kami menyatakan, ‘Begitu juga apabila ia berniat shalat fardli dan shalah tahiyyatul masjid atau berniat shalat rawatib dan tahiyyatul masjid maka keduanya bisa diperoleh semuanya. Dalam hal ini tidak ada perselisihan pedapat di antara mereka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz III, halaman 544).

Lantas apa logika atau argumentasi yang bisa diketengahkan untuk mendukung pandangan tersebut? Salah satu argumen yang bisa diajukan di sini adalah bahwa yang menjadi poin penting atau intinya adalah adanya shalat ketika masuk masjid sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Sedangkan ketika seseorang masuk masjid kemudian langsung menjalakan shalat apakah itu shalat fardlu atau rawatib, maka hal itu telah tercapai. Begitu juga ketika seseorang niat shalat fardlu dan niat tahiyyatul masjid misalnya, keduanya dapat diperoleh. Dengan kata lain mendapatkan pahala keduanya.

(? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Shalat tahiyyatul masjid bisa didapatkan dengan shalat fardlu atau shalat sunah yang lain baik shalat tahiyyatul masjid diniati bersamaan shalat fardlu atau sunah maupun tidak. Sebab, intinya adalah adanya shalat sebelum duduk di masjid dan hal itu sudah terwujud sebagaimana disebutkan. Dan niat shalat tahiyyatul masjid tidak merusak shalat tersebut karena shalat tahiyyatul masjid adalah termasuk sunah yang tidak ditentukan (sunah gharu maqshudah). Berbeda dengan niat shalat fardlu bersamaan dengan shalat sunnah yang sudah ditentukan. Dalam kasus ini shalatnya tidak sah,” (Lihat Jalaluddin Al-Mahali, Syarhu Minhajit Thalibin, dalam Hamisy Hasyiyah Qalyubi wa Umairah, Syarikatu Maktabah wa Mathba’ah Ahmad Said bin Nabhan, juz I, halaman 215).

Berangkat dari penjelasan di atas maka impulannya adalah diperbolehkan menggabungkan niat shalat sunah qabliyyah dengan tahiyyatul masjid. Bahkan seandainya tidak niat tahiyyatul masjid tetap tahiyyatul masjid dapat diraih. Artinya juga mendapatkan pahala shalat qabliyyah sekaligus tahiyyatul masjid.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock