Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Rabu, 14 Februari 2018

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU "Go International"

Semarang, PKS Piyungan Taubat. Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang Jawa Timur, 1-5 Agustus mendatang, mengambil tema “Meneguhkan Islam Nusantara untuk peradaban Indonesia dan dunia”. Menurut Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, NU akan mengekspor pemikiran ulama NU ke tingkat dunia.

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU Go International (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU Go International (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Said Aqil Siroj: Saatnya NU "Go International"

“Saatnya pemikiran NU go international. Kita akan mengekspor Islam Nusantara ini ke tingkat dunia, terutama dunia Islam yang saat ini tidak karuan,” katanya saat menghadiri Rapimnas Pencak Silat NU Pagar Nusa di Semarang, Jum’at (27/3).

Dalam hal keilmuan, ulama NU banyak belajar dari Timur Tengah. Beberapa karya besar ulama Timur Tengah juga dipelajari di pesantren-pesantren. Namun menurut, Kang Said, ulama Timur Tengah perlu belajar ke NU.

PKS Piyungan Taubat

“Banyak ulama Timur Tengah yang keilmuannya mumpuni dan punya karya berjilid-jilid, namun tidak bisa berbuat apa-apa ketika negaranya sedang perang saudara dan menewaskan ribuan orang,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut alumni Ummul Qurra Makkah itu, para ulama Timur Tengah baru dalam tahap tafaqquh fid din atau mendalami ilmu-ilmu agama, belum bisa yundziru qoumahum atau melakukan pembinaan terhadap umat.

“Dalam hal membimbing umat, ulama timur tengah perlu belajar ke Indonesia, belajar ke NU,” katanya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Meme Islam, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Selasa, 06 Februari 2018

Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Lakpesdam NU beserta beberapa organisasi lainnya yang tergabung dalam Lembaga Kajian Pengembangan Sumber Daya Manusia (LK PSDM) berinisiatif untuk menyelenggarakan Program ? Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) dan Inklusi Sosial. Menag Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa kementerian yang dipimpinnya menyambut baik dan siap bekerjasama dalam pelaksanaannya.

Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Sambut Baik Program Inklusi Sosial Lakpesdam

“Kementerian Agama siap bekerja sama dan membantu LK PSDM. Apalagi apa yang diperjuangkan LK PSDM adalah masyarakat yang membutuhkan bantuan, perhatian, dan pelayanan” terang Menag saat menerima LK PSDM lintas organisasi ? di Ruang Kerja Menag, Gedung Kemenag Lapangan Banteng Jakarta, Kamis (04/02). Tidak kurang 12 orang dari berbagai organisasi yang hadir, yakni: Rumadi (Ketua Lakpesdam NU), Ahmad Suaedy, Dadi Darmadi, Marzuki Wahid, dan B Ertanto (TAF), Saduddin Sabilurrosad, Abdullah Ubaid, Ulfi, Nino Rambo W Lodang (Yasalti), Veryanto Sitohang (Aliansi Sumut Bersatu), Tedi Kholiluddin (Elsa Semarang), dan Afif Toha (Satu Nama). Demikian dilaporkan oleh laman kemenag.go.id

Sementara ikut mendampingi Menag, Pgs. Kepala Pusat Kerukunan Umat Beragama Mudhofir, Kepala Pusat Litbang Kehidupan Keagamaan Muharrom Marzuki, dan Kasubdit Pendidikan Diniyah Ahmad Jayadi. Mereka berdiskusi tentang Program Pengembangan Wawasan Keulama’an (PPWK) dan Inklusi Sosial.

Mewakili rombongan, Rumadi mempresentasikan PPWK dan Inklusi Sosial. Menurutnya, PPWK bertujuan mencetak tokoh agama atau memberi pengetahuan kepada calon ulama dan pengasuh Pondok Pesantren untuk memahami berbagai macam problem kehidupan. Selain itu, juga memberi pembekalan agar mereka mampu menterjemahkan doktrin agama dalam misi kemanusiaan dan keadilan sosial, di tengah arus globalisasi.?

“Kami atas nama Lakpesdam NU, bekerja sama dengan PBNU, STAINU Jakarta (Pasca Sarjana Jurusan Kajian Islam Nusantara), PCNU se-Indonesia maupun ormas lain, agar mampu mengembangkan wawasan dan gerakan yang mengayomi dan membimbing,” tutur Rumadi.

PKS Piyungan Taubat

Sedang, Inklusi Sosial adalah sebuah upaya untuk meminimalisir diskriminasi atas nama agama dan kepercayaan. Program ini, lanjut Rumadi, bukan atas nama agama, tapi lebih pada sosial kemasyarakatan dan kewarganegaraan. “Jadi, bukan hanya Islam, Kristen, namun juga agama dan kepercayaan minoritas yang tersisih secara sosial,” terangnya.?

Ditambahkan Rumadi, para aktivis yang tergabung dalam LK PSDM ini ? banyak yang melakukan penelitian di daerah konflik, di mana, dukungan negara belum memadai. Karenanya, Rumadi berharap, Kemenag dengan kekuatan dan legal formalnya, berkenan mendukung dan membantu. “Dukungan itu mungkin bisa berbentuk surat dukungan, agar warga minoritas bisa mendapatkan surat nikah, surat kelahiran, KTP, dan lain sebagainya” tutur Rumadi.

PKS Piyungan Taubat

Menag Lukman menegaskan bahwa Kementerian Agama siap membantu hal-hal yang dibutuhkan, sesuai kewenangannya. Hanya saja, Kemenag bekerja berdasar legalitas sehingga Menag meminta agar tim LK PSDM bisa membuat surat resmi sekaligus menginformasikan daerah mana saja yang membutuhkan surat dukungan seperti itu. “Apa yang kita lakukan ini adalah masa depan kita bersama. Saya sepakat ini tidak hanya masalah teologi, namun masalah sosial dan kewarganegaraan. Banyak masalah, tidak hanya di Islam, namun hampir di semua agama, nah, itulah tantang kita,” ujar Menag.?

“Karenanya, RUU PUB itu kami pandang tepat dan semoga saja mampu menjadi terobosan hukum yang solutif bagi Bangsa tercinta ini,” tandasnya. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Islam, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Jumat, 12 Januari 2018

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Dalam upaya mengakuisisi data hilal secara kasat mata guna penentuan Ramadhan 1438 H, Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama telah menyiapkan tak kurang dari 125 titik rukyah hilal. Titik pemantauan ini tersebar luas di segenap pelosok Nusantara, mulai dari pulau-pulau besar seperti Jawa, Sumatra, Sulawesi, Kalimantan dan Irian hingga ke pulau-pulau kecil seperti Halmahera.

Seluruh titik ini dikelola oleh pengurus cabang atau pengurus wilayah NU yang berkompeten dan berada dalam cabang atau wilayah tersebut. Semuanya berada di dalam koordinasi Lembaga Falakiyah PBNU.

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)
Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H (Sumber Gambar : Nu Online)

Lembaga Falakiyah NU Siapkan 125 Titik Rukyatul Hilal Untuk Penentuan Ramadhan 1438 H

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU di Jawa Timur menyebar di Pantai Pancur (Banyuwangi), Pantai Serang (Blitar), Bukit Banjarsari (Blitar), Satuan Radar AURI Kabuh (Jombang), Pantai Tanjung Mulya (Bawean), Stasiun LAPAN Watukosek (Pasuruan), Pantai Tanjung Garindo Ambat Tlanakan (Pamekasan), Pantai Gebang (Bangkalan), Pelabuhan Taddan (Sampang), Pos Observasi Bulan Bukit Condrodipo (Gresik), Pos Observasi Bulan Sunan Drajat Tanjung Kodok (Lamongan), Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin Paciran (Lamongan), Watoe Dhakon Observatory (Ponorogo), Gunung Sekekep Pulung (Ponorogo), Bukit Sadeng (Jember), Bukit Wonocolo Kedewan (Bojonegoro), Masjid MAN Kandangan (Kediri).

Sementara di Jawa Barat, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan di Pantai Gebang (Cirebon), Pantai Santolo (Garut), Gunung Babakan (Banjar), Pos Observasi Bulan Cibeas Pelabuhan Ratu (Sukabumi), Kompleks Observatorium Bosscha (Lembang), Pantai Eretan (Indramayu), Pos Observasi Bulan Cidadap Pelabuhan Ratu (Sukabumi).

PKS Piyungan Taubat

Di Jawa Tengah, tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU melakukan pantauan Pantai Kartini (Jepara), Pos Observasi Bulan Pedalen (Kebumen), Masjid Agung Jawa Tengah (Semarang), Gedung UMK (Kudus), Pantai Karangjahe (Rembang). Sedangkan di Yogyakarta, tim rukyatul hilal LFNU mengamati bulan di Pos Observasi Bulan Belabelu (Bantul) dan Watu Amben Bukit Brambang (Gunung Kidul).

PKS Piyungan Taubat

Tim rukyatul hilal Lembaga Falakiyah NU juga memantau di Pos Observasi Bulan Kalianda (Lampung Selatan), Pantai Selalau Kerui (Pesisir Barat), dan Dataran Tinggi Lemong (Pesisir Barat).

Selebihnya mereka tersebar di Masjid Al Musariin/Pesantren Al-Hidayah Basmol (Jakarta Barat), Pantai Takisung (Palaihari), Gedung Bank Kalsel (Banjarmasin), Gedung Hisab Rukyat (Kubu Raya), Kantor Gubernur Sumatera Utara (Medan), Pantai Binasi (Tapanuli Tengah), Mall GTC Tanjung Bunga (Makassar), Gedung Observasi Hilal BMKG (Ternate), dan Pantai Loang Baloq (Mataram). (Marufin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia

Ciamis, PKS Piyungan Taubat. Bantuan Sosial (Bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) Non Tunai dipastikan menjangkau seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia awal Juni 2017. Perluasan jangkauan ini dalam rangka percepatan kenaikan indeks keuangan inklusif hingga 75 persen di tahun 2019 mendatang.?

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Awal Juni, PKH Non-Tunai Kemensos Jangkau Seluruh Daerah di Indonesia

"Paling cepat akhir Mei 2017 semua kabupaten/kota seluruh Indonesia sudah menerima secara non tunai," ungkap Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saat penyaluran sejumlah bansos di Pendopo Bupati Kabupaten Ciamis, Senin (1/5).?

Khofifah menerangkan, perluasan tersebut mencakup kabupaten/kota yang secara geografis berada di wilayah perbatasan, kepulauan, dan terluar Indonesia. Sebelumnya terobosan penyaluran bansos melalui perbankan ini hanya menyentuh 98 kota dan 200 kabupaten.?

Terkait sarana prasarana beserta infrastruktur pendukung, kata Khofifah, Kementerian Sosial bersama Himpunan Bank Negara (Himbara) telah mempersiapkannya. Termasuk diantaranya berkoordinasi dengan PT Telkom terkait ketersediaan jaringan internet.?

"Untuk menjangkau wilayah-wilayah kepulauan, kami (Kemensos-red) bekerjasama dengan BRI melalui Layanan Teras Kapal BRI. Sementara untuk daerah-daerah terpencil ada fasilitas layanan gerak yang menerapkan sistem jemput bola," tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, perluasan jangkauan ini sejalan dengan nawacita butir kelima yaitu meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Dikenalkannya masyarakat kurang mampu dengan industri jasa keuangan bank tidak sekedar untuk mengambil bansos yang disalurkan pemerintah

Lebih dari itu, lanjut Khofifah, masyarakat dikenalkan dengan apa itu kegunaan rekening, produk perbankan, perencanan keuangan keluarga, manfaat menabung, dan lain sebagainya, termasuk berbagai risiko yang mungkin terjadi.?

"Saat ini angka literasi atau pengetahuan masyarakat Indonesia tentang keuangan masih rendah terutama di wilayah pinggiran. Alhasil, akses masyarakat ke perbankan masih didominasi masyarakat perkotaan," ujarnya.?

PKS Piyungan Taubat

Diungkapkan, tradisi masyarakat untuk menabung masih bersifat tradisional. Tidak sedikit yang masih menyimpan uang dibawah tempat tidur atau tempat tertentu di dalam rumah mereka. Akibat yang paling buruk karena rendahnya literasi tersebut, banyak masyarakat terjebak rentenir atau investasi bodong.?

"Dengan diperkenalkan berbagai produk perbankan, masyarakat diajari untuk menabung dan mengakses permodalan yang lebih aman dan menguntungkan," imbuhnya.?

PKH Dongkrak IPM Indonesia

Sementara itu, Khofifah menuturkan PKH merupakan program pengentasan kemiskinan yang efektif dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).?

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tahun 2016, IPM Indonesia telah mencapai 70,18. Angka ini meningkat sebesar 0,63 poin dibandingkan dengan IPM Indonesia pada tahun 2015 yang sebesar 69,55.

Demikian pula dengan status pembangunan manusia di Indonesia yang meningkat dari “sedang” menjadi “tinggi”. IPM Indonesia pada tahun 2016 tumbuh sebesar 0,91 persen dibandingkan tahun 2015.

"Komplementaritas Bansos PKH dengan bantuan sosial dan program subsidi lainnya berdampak signifikan dalam percepatan penanganan kemiskinan di Indonesia," tuturnya.?

"Saya optimistis, IPM akan semakin meningkat. Terlebih di tahun 2017 ini bantuan sosial disalurkan secara non tunai. Dan di tahun 2018 mendatang, jumlah KPM pun meningkat dari sebelumnya 6 Juta KPM menjadi 10 juta KPM," tambahnya.?

Dalam kunjungan ke Kabupaten Ciamis, Khofifah menyalurkan bansos senilai Rp175 miliar. Bantuan tersebut terdiri dari PKH Non Tunai, beras sejahtera (Rastra), Bansos UEP-KUBE, Bantuan Keserasian Sosial, Bansos Disabilitas, dan Bansos Lanjut Usia. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Cerita, Olahraga PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Kiai Ma’ruf Tanggapi Penceramah yang Ditolak Masyarakat

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin mengatakan, para dai atau penceramah yang ditolak masyarakat beberapa terakhir ini disebabkan karena dakwahnya yang tidak sesuai dengan dakwah dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

“Itu karena dakwah yang menimbulkan masalah sehingga terjadi penolakan,” kata Kiai Ma’ruf di Jakarta, Senin (13/11) malam.

Oleh sebab itu, peraih gelar profesor dari UIN Malang mengajak para dai untuk berkomitmen bahwa hubungan antara Islam dan negara itu sudah selesai dan tidak perlu diotak-atik lagi. Selain itu, dai atau penceramah juga harus menggunakan cara-cara yang santun dan lembut.

Kiai Ma’ruf Tanggapi Penceramah yang Ditolak Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf Tanggapi Penceramah yang Ditolak Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf Tanggapi Penceramah yang Ditolak Masyarakat

“Tetapi hasilnya tetap optimal,” ucapnya.

Kiai Ma’ruf menegaskan seorang dai harus memegang komitmen kebangsaan dan juga komitmen keislaman. Tidak boleh salah satunya karena keduanya itu sejalan dan tidak perlu dibenturkan lagi.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengajak kepada para dai dan penceramah untuk berdakwah dan membicarakan hal-hal yang menyangkut soal kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat.

“Yang kita bicarakan bagaimana agar membangun masyarakat yang lebih baik, lebih sejahtera, lebih tenteram, lebih damai, arahnya ke sana," jelasnya.

Kiai Ma’ruf menambahkan, seorang dari juga harus menguasai peta dakwah agar ketika berdakwah mereka memiliki panduan yang jelas. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Olahraga PKS Piyungan Taubat

Rabu, 27 Desember 2017

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Kepada Yth. Presiden Republik Indonesia

Ir. H. Joko Widodo

di Jakarta

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Jerman Kirim Surat Terbuka Soal Pemberantasan Korupsi Jokowi

Assalamu’alaikum Wr. Wb.,

Bapak Presiden yang kami hormati, kami ingin menyampaikan aspirasi masyarakat pecinta Indonesia bersih dan adil mengenai perkembangan penegakan hukum dan pemberantasan kejahatan korupsi di era Bapak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kita semua ingat bahwa reformasi bergulir untuk memperkuat sistem demokrasi yang ditopang oleh supremasi hukum yang berkeadilan sosial. Ini adalah visi kebangsaan dan cita-cita luhur yang tidak bisa ditawar-tawar.

Melihat perkembangan akhir-akhir ini, kami merasa terpukul dengan tidak adanya langkah kongkret dari pemimpin tertinggi negara dalam memperkuat perjuangan melawan kejahatan korupsi yang telah menghancurkan negeri ini dari berbagai aspek: sosial, politik, ekonomi dan mental. Oleh karena itu kami mengingatkan –jika memang Bapak Presiden sedang lupa– dan menyeru agar Bapak sebagai pemimpin tertinggi Republik Indonesia untuk,

PKS Piyungan Taubat

(1) berada di garis terdepan memimpin langsung pemberantasan korupsi di Indonesia;

(2) tegas menolak berkompromi dengan segala macam jenis praktek korupsi dan oknum-oknumnya;

PKS Piyungan Taubat

(3) menghentikan kriminalisasi terhadap para pegiat anti korupsi;

(4) segera melakukan reformasi mendasar pada Kepolisian Republik Indonesia; dan

(5) mengembalikan dan menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan Demikian surat ini kami buat. Besar harapan kami Bapak Presiden segera melakukan langkah kongkret untuk menyelamatkan masa depan anak bangsa dari cengkraman kejahatan korupsi.Wassalamu’alaikum Wr. Wb.,

Berlin, 6 Maret 2015

Komunitas Nahdlatul Ulama (NU) Jerman

Hormat kami,

Munirul Ikhwan & Zacky Khairul Umam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Olahraga, Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

Masih Mempersoalkan Sayyidina?

Oleh M Nasirul Haq

--Pada acara pembukaan Muktamar ‘tetangga kita’ yang berlangsung di Makassar, 3-7 Agustus 2015 lalu, terjadi kegaduhan yang membuat kita isykal (penuh tanda tanya). Pasalnya mereka meneriaki seorang Pembawa Acara (MC) yang mengucapkan lafadz "Sayyidina Muhammad".

Masih Mempersoalkan Sayyidina? (Sumber Gambar : Nu Online)
Masih Mempersoalkan Sayyidina? (Sumber Gambar : Nu Online)

Masih Mempersoalkan Sayyidina?

Seperti diberitakan, peserta Muktamar berteriak. Situasi sempat gaduh lantaran mereka saling bicara satu sama lain. Padahal di panggung utama sudah hadir Presiden RI, H Joko Widodo. 

Bahkan beberapa tokoh mereka saat diwawancarai tentang ucapan Sayyidina tersebut jawabannya kurang memuaskan. Nampaknya mereka tidak terbiasa dengan ucapan yang  mempunyai arti penghormatan atas Kanjeng Nabi Muhammad tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Saya ingin menjelaskan kebolehan mengucapkan lafadz "Sayyidina" kepada Nabi Muhammad SAW. Kita harus tahu apa arti kalimat Sayyid, dijelaskan dalam kitab "Ghoytsus Sahabah" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah halaman 39, dijelaskan bahwa:

PKS Piyungan Taubat

"Kata Sayyid jika dimaknai secara mutlak, maka yang dimaksud adalah Allah. Akan tetapi jika dikehendaki makna lain maka bisa bermakna:

1. Orang yang diikuti di kaumnya.

2. Orang yang banyak pengikutnya.

3. Orang yang mulia di antara relasinya."

Sementara pada halaman 37 disebutkan: "Orang yang memimpin selainnya dengan berbagai kegiatan dan menunjukkan tinggi pangkatnya".

Sedangkan di dalam Kitab "Ghoyatul Muna" halaman 32, Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah menyebutkan: "Sayyid ialah orang yang memimpin kaumnya atau yang banyak pengikutnya."

Dan masih banyak lagi makna lainnya. Dari sini kita mulai bisa mengerti makna beberapa Hadits yang ada lafadz Sayyid, misalnya:

-? ? ? ? ?

"Hasan dan Husein adalah pemimpin pemuda Ahli Surga"

-? ? ? ? ? ? ? ?

"Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat"

-? ? ?

"Aku adalah pemimpin alam"

-? ? ; ? ? ?

Pada hadits ini Khottobi berkomentar tidak apa-apa mengatakan Sayyid untuk memuliakan seseorang, akan tetapi makruh jika dikatakan pada orang tercela.

Sementara dalam Kitab Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dalam catatan kaki halaman 4 nomor 2, dikatakan bahwa: "Memutlakkan kata Sayyid pada selain Allah itu boleh".

Dalam kitab Roddul Mukhtar diterangkan: "Disunnahkan mengucapkan Sayyid karena Ziyadah Ikhbar Waqi itu menunjukkan tatakrama dan itu lebih baik dari meninggalkannya".

Lalu selanjutnya jika mereka para Muktamirin bertendensi dengan dua hadits yaitu:

1. ? ? ? ?

2. ? ? ?

Maka saya akan menjawab dari kitab "Ghoyatul Muna" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah dijelaskan pada halaman 32:

"Adapun hadits yang mengatakan "Jangan kau men-sayyid-kan aku dalam Shalat", Hadits ini adalah Hadits yang tidak sah matan dan sanadnya, adapun matannya gugur menurut Ahli Hadits, sementara matannya lafadz ? itu tidak benar secara Nahwu karena yang benar lafadznya ? ? sedangkan Rasulullah SAW adalah paling fasihnya orang orang Arab."

Sementara dalam Kitab "Maqosid Hasanah" halaman 463 dikatakan:

"Hadits ini merupakan Hadits Maudlu (palsu), itu tanggapan Al-Hafidzb As-Sakhowi bahwa hadits ini tidak ada asal usulnya dan salah dalam lafadznya."

Sementara Hadits yang kedua akan saya jawab dari kitab "Zadul Labib" karya Sayyidi Syeikh Muhammad Baatiyah juz 1 halaman 9:

"Adapun Hadits yang diriwayatkan dari Abu Dawud dan Ahmad dari Hadits Nabi SAW ? ? ? yang dimaksud Siyadah disini adalah Siyadah secara mutlak, maka pahamilah dan diteliti betul".

Jika anda masih mempertanyakan mengapa dalam Shalawat Ibrahimiyah pada Tahiyyat ditambah Sayyidina dan pada Tasyahhud tidak ada Sayyidina? Saya jawab: Mengatakan Sayyidina ini bertujuan memuliakan beliau. Dan perlu diingat memuliakan dan tatakrama itu lebih baik dari pada mengikuti perintah seperti Sayyidina Ali yang enggan menghapus kalimat "Rasulullah" dan berkata: 

"Aku tak akan menghapusmu selamanya". Pada saat itu Rasulullah tidak menyalahkan Sayyidina Ali. Begitu juga Hadits Dlohhak dari Ibnu Abbas, bahwa dulu orang menyebut "Ya Muhammad", "Ya Abal Qosim", lalu Allah melarang demi memuliakan beliau.

Sementara jika yang anda permasalahkan dari ayat ? ? ; ? ? 

? maka jawaban saya dari Kitab "Ibanatul Ahkam" juz 1 halaman 346:

"Bahwa kalimat Sayyid itu memiliki dua makna: Yang pertama tiada satupun yang mengungguli, dialah yang dituju manusia dalam segala hajat dan keinginan mereka. Sementara makna kedua yaitu yg tidak memiliki pencernaan yang mana ia tidak makan dan tidak minum".

Sementara dalam Syahadat, Ulama dalam memberikan penghormatan beragam dan jika tidak ada kata Sayyid-nya pastilah ada kata pujian lain pada kata sebelum dan sesudahnya. Itu terbukti setelah kata Muhammad dalam Syahadat ada kata pemuliaannya yaitu gelar "Utusan Allah", disanding dengan lafadz Allah yang sekaligus pencipta alam semesta. Bukankah Allah tidak akan menyandingkan namanya kecuali dengan kekasihnya? Dalam Kaidah Fiqih sangat mashur sekali:

"? ? ? ? ?".

"Menjaga tatakrama lebih utama dari ittiba (melaksanakan perintah)". Wallahu’alam bisshowab...

M Nasirul Haq, Mahasiswa Fakultas Syariah, Imam Shafie College Hadhramaut Yaman.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Olahraga, Ulama PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock