Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bahtsul Masail. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Februari 2018

Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus

Jember, PKS Piyungan Taubat. Secara resmi Jember telah memiliki IAIN. Ini ditandai dengan peresmian perubahan status Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Jember menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember oleh  Menteri Agama RI, Lukman Hakim Saifuddin di Aula IAIN Jember, Kamis (23/4). 

Peresmian tersebut merupakan puncak dari seluruh rangkaian saremonial perubahan status  IAIN Jember. Sebelumnya, launching tranformasi status telah dilakukan oleh Presiden Jokowi di Istana Negara Desember 2014. Rektor IAIN Jember, Babun Suharto juga sudah dilantik oleh Menteri Agama RI, Maret 2015 lalu.

Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Tekankan Pentingnya Keberadaan Pesantren Kampus

Dalam kesempatan yang sama, Menag juga meresmikan peresmian gedung Mahad Al-Jami’ah Syaifuddin Zuhri di kompleks IAIN Jember. Dalam sambutannya, Menag Lukman Hakim menekankan pentingnya keberadaan pesantren kampus (Mahad Al-Jami’ah) pada lembaga Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). 

PKS Piyungan Taubat

Sehingga, lanjutnya, menjadi ciri khas tersendiri (karakter) sebagai lembaga pendidikan tinggi, apalagi jika dibandingkan dengan lembaga perguruan tinggi umum lainnya. 

"Keberadaan Mahad Al-Jami’ah pada lembaga PTKIN  sangat berguna khususnya untuk pembinaan mahasiswa dan peningkatan kultur akademik," ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Menteri Lukman Hakim, penyelenggaraan Mahad Al-Jami’ah dapat dilakukan secara kreatif dengan memaksimalkan sumber daya yang dimiliki serta melibatkan stakeholders perguruan tinggi, bahkan dalam penyelenggaraannya kelak,  bisa diterapkan syarat berupa kewajiban bagi mahasiswa baru untuk bisa nyantri minimal selama satu tahun. 

"Ini supaya nuansa kesantrian mahaiswa lebih kental," tukasnya. (Aryudi A. Razaq/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Berita PKS Piyungan Taubat

Selasa, 13 Februari 2018

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran

Makassar, PKS Piyungan Taubat. Muslimat NU Kota Makassar menyerahkan bantuan sejumlah 50 paket sembako kepada korban kebakaran di jalan Kandea kota Makassar, Jumat (21/5). Mereka turut prihatin atas musibah kebakaran pada Kamis (14/5) lalu yang membuat 40 kepala rumah tangga kehilangan tempat tinggal.

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Makassar Bantu Korban Kebakaran

Ketua Muslimat NU Makassar Hj Syukriah Ahmad memimpin lansung penyerahan bantuan. Ia mengajak masyarakat yang sedang tertimpa musibah untuk bersabar.

"Kami warga Muslimat NU Kota Makassar sangat prihatin dan turut merasakan kesedihan masyarakat yang tertimpa musibah ini," kata Hj Syukriah.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, bantuan ini secara materi tidak seberapa nilainya. Namun ia berharap sedikit upaya ini bisa meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah.

Setiap paketnya memuat beras, gula dan teh. Muslimat NU Makassar menyerahkan langsung kepada panitia penerimaan bantuan kebakaran. (Rahman Hasanuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Sejarah, Doa PKS Piyungan Taubat

Selasa, 06 Februari 2018

Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara?

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Rais Syuriyah PBNU KH Ahmad Ishomuddin mengungkapkan bahwa konsep Islam Nusantara yang digulirkan oleh Nahdlatul Ulama disambut baik, disetujui, dan siap diterapkan oleh ulama moderat dari seluruh penjuru dunia muslim yang ikut menghadiri kegiatan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) di Jakarta Convention Centre, Jakarta (9-11/5) bertajuk Islam Nusantara: Inspirasi Peradaban Dunia

Meskipun pada awalnya menuai penolakan dari sebagian kecil tokoh muslim di negeri kita yang enggan melakukan klarifikasi kepada PBNU dan sebenarnya tidak tahu menahu atau gagal paham dengan esensi Islam Nusantara.

Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Penerimaan Konsep Islam Nusantara oleh Ulama Mancanegara?

Gus Ishom menilai bahwa sikap penolakan ini merupakan ciri khas sebagian umat Islam di negeri kita yang cenderung lebih suka menerima apa saja yang datang dari luar negeri, seperti HTI misalnya, meskipun tidak tahu apa manfaat dan bahayanya, dari pada apa yang murni digagas oleh tokoh-tokoh muslim nasionalis yang paling berpengaruh di negeri sendiri.

"Para peserta Isomil banyak berharap kepada NU sebagai organisasi umat Islam terbesar di dunia untuk proaktif bekerja sama dalam mewujudkan perdamaian di seluruh wilayah muslim di Timur Tengah yang terus dilanda konflik dan peperangan yang sangat merugikan umat Islam, namun menguntungkan negara-negara Barat seperti Amerika dan sekutu-sekutunya," jelas Gus Ishom kepada PKS Piyungan Taubat lewat pesan singkatnya, Selasa (10/5).

Menurutnya, keutuhan NKRI yang terjaga dengan baik tidak terlepas dari peran besar warga NU yang sangat menaati para kiai mereka dalam hal pentingnya mencintai dan membela tanah air (nasionalisme/al-wathaniyyah) dan kepatuhan terhadap ajaran agama. 

PKS Piyungan Taubat

"Keutuhan, kedamaian, dan persatuan umat Islam dan non-muslim di seluruh penjuru Indonesia yang dibangun atas darus salam bukan darul Islam dengan dasar Pancasila itu sangatlah layak diteladani oleh umat manusia di seluruh dunia, baik di Barat maupun di Timur, terutama negara-negara muslim di Timur Tengah," tegasnya.

Oleh karena itu, imbuhnya, umat Islam wajib membangun kesadaran beragama yang lebih positif, menciptakan solidaritas, mewujudkan persatuan di bawah kepemimpinan setiap ulamanya untuk mencegah terjadinya setiap kekerasan, pertikaian dan pertumpahan darah atas nama agama. 

“Karena yang demikian itu justru merusak citra ajaran Islam dan menodai kehormatan umat Islam di hadapan non muslim di seluruh penjuru dunia, serta menciptakan ketegangan, kekerasan dan kecurigaan terhadap umat Islam sendiri,” tutur Ishom.

PKS Piyungan Taubat

Dia berharap agar umat Islam Indonesia, terutama para tokohnya, agar tidak tergesa-gesa menolak konsep Islam Nusantara yang tiada lain adalah Islam Ahlussunnah wal-Jamaah an-Nahdliyyah yang mencita-citakan terwujudnya Islam rahmatan lil-alamin melalui prinsip-prinsip keadilan, moderasi, toleransi, dan keseimbangan.

“Sebagaimana yang selalu diperjuangkan oleh para pendiri dan para kiai NU sepanjang hayatnya," tandasnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Selasa, 30 Januari 2018

CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Setelah bekerja keras hampir satu tahun, akhirnya modul penanggulangan bencana ala NU yang berbasiskan pesantren dan masyarakat difinalisasi dalam wokshop ke 3 yang diselenggarakan mulai 18-20 Juni di Bandung,

Program Manager Community Based Disaster Risk Management Nahdlatul Ulama (CBDRMNU) Avianto Muhtadi menjelaskan bahwa konsep penanganan bencana yang dikembangkan oleh NU lebih bersifat preventif, bukan emergency response.

Untuk menyusun modul ini, tim CBDRMNU telah melakukan survey ke tiga pesantren percontohan, melakukan ToT kepada para santri dan selanjutnya para santri juga sudah memberikan pelatihan kepada masyarakat di sekitarnya. Masing-masing tahapan tersebut memberikan masukan yang sangat berharga dalam penyusunan modul.

CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

CBDRMNU Finalisasi Modul Penanggulangan Bencana

Pesantren percontohan juga dipilih berdasarkan karakteristik kerawanan bencana yang berbeda. Pesantren Assidiqiyah Jakarta dipilih mewakili ancaman bencana banjir dan kebakaran. Pesantren Darussalam Watucongol dipilih mewakili ancaman bencana gunung berapi sedangkan Pesantren Nurul Islam dipilih mewakili ancaman bencana tanah longsor.

Ketua Banser DKI ini menjelaskan penanganan bencana berbasis komunitas yang dikembangkan oleh NU ini melibatkan tiga fihak dimasing-masing lokasi, yaitu pesantren, PCNU setempat dan masyarakat. Karena itu, dalam workshop ini masing-masing kelompok diwakili oleh 2 orang.

Dalam pertemuan finalisasi ini, masih terdapat masukan dari tiga pesantren yang menjadi proyek percontohan. Untuk Ponpes Assiddiqiyah mereka membuat program pengurukan dan pembersihan kali. Untuk pesantren Nurul Islam mereka meminta adanya reboisasi guna mencegah terjadinya banjir sedangkan Ponpes Darussalam Watucongol meminta dibuatkan jalur evakuasi.?

PKS Piyungan Taubat

Avianto menjelaskan sejauh ini AusAid sebagai penyandang dana untuk program ini telah berkomitmen untuk membantu program awal penanggulangan bencana yang diusulkan oleh masing-masing pesantren, namun dana yang diberikan sifatnya hanya sebagai pancingan. Selanjutnya pesantren dan masyarakat diharapkan dapat mengembangkannya upaya penanggulangan bencana ini dengan melibatkan elemen masyarakat lainnya seperti Satlak dan Pemda setempat.

PKS Piyungan Taubat

“Mereka kita jadikan ujung tombak NU dalam penanggulangan bencana berbasis pesantren. Kita tidak hanya berwacana dalam kelas, tatapi action langsung di lapangan, Sasat ini sudah 500 orang santri dan masyarakat yang sudah dilatih menangani bencana,” tandasnya.

Kendala yang masih dihadapi saat ini adalah status kelambagaan yang menaunginya karena dalam NU, belum ada lembaga khusus yang menanganinya “Mereka menanyakan bagaimana kelembagaannya, dimana keterlibatan PCNU dan pesantren serta masyarakat sementara NU tidak memiliki lembaga khusus ini,” tuturnya.

Modul yang rencananya akan dikembangkan ke 15 pesantren ini materinya berisi pengenalan bencana, preparedness, aspek teologis, penyadaran lewat moral dan akhlak, sama apa yang harus dilakukan, dan pengorganisasian masyarakat.

Hadir dalam acara tersebut 18 orang yang mewakili tiga lokasi rawan bencana sedangkan para pembicara datang dari PBNU, ITB dan LSM peduli bencana dan lingkungan seperti ACF dan Walhi. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Bahtsul Masail, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu

Pangkalpinang, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Wilayah Nahdlathul Ulama (PWNU) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan mengadakan Pemberian Santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa, pada? Sabtu mendatang, 19 Juli 2014, bertempat di Kantor sekretariat PWNU Kepulauan Bangka Belitung, Pangkalpinang.

Demikian dikatakan M. Harjuna, ketua panitia kegiatan disela-sela? Bazar Ramadhan Pasar Murah Sembako, Senin, 14 Juli 2014.? Sebanyak 100 anak-anak yatim piatu dan 100 orang kaum dhuafa di sekita Kota Pangkalpinang akan menerima santunan berupa uang dan paket lebaran.

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

PWNU Bangka Belitung Santuni Yatim Piatu

“Kegiatan ini merupakan salah satu bukti kepedulian PWNU Kepulauan Bangka Belitung terhadap masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi sehingga dapat membantu meringankan beban hidup mereka,”? ujar M. Harjuna yang juga mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Syeikh Abdurrahman Shiddik, Pangkalpinang.

PKS Piyungan Taubat

“Pemberian santunan nanti akan diserahkan langsung oleh Ketua PWNU Kepulauan Bangka Belitung Haji? Agus Erwin, dan dihadiri para habaib, pengurus ranting dan cabang diwilayah Pulau Bangka,” lanjutnya.

PKS Piyungan Taubat

Salah seorang pengurus PWNU Kepulauan Bangka Belitung, Drs. Ruslan, mengatakan bahwa pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu dan kaum dhuafa ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Ramadhan PWNU Kepulauan Bangka Belitung tahun 1435 Hijriyah.? ?

Kegiatan lainnya adalah Bazar Ramadhan berupa pasar murah sembako yang telah dimulai pada tanggal 04 Juli 2014 lalu, dan rangkaian kegiatan tersebut akan ditutup pada tanggal 27 Juli 2014 nanti atau satu hari sebelum hari raya Idul Fitri.

“Sembako yang dijual disini harganya jauh lebih murah dari harga dipasaran, seperti gandum satu kgnya Rp 9000,-, minyak goreng merk fortune satu liter Rp 11.500,-, satu lusin mie instant Rp 9.000,-, gula pasir satu kilo Rp 10.500,-, dan beras pulen 5 kg dijual Rp 44.000,” kata Drs. Ruslan. (Hardi Alqadry/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Warta, Kiai, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Sebagai perkumpulan yang mewadahi para pelajar Nahdlatul Ulama, IPNU dan IPPNU selayaknya sering menjalin komunikasi kepada para pengurus Badan Otonom NU lainnya yang lebih dewasa.?

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tanfidziyyah NU cabang Kudus, H Abdul Hadi pada pembukaan peringatan Hari Lahir IPNU ke-61 dan IPPNU ke-60 di aula Gedung NU Kudus Selasa, (24/2).

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Harlah, Ini Pesan Ketua NU Kudus Kepada IPNU-IPPNU

Usai menghaturkan ucapan selamat hari kelahiran beserta doa harapan, Abdul Hadi kemudian memberikan beberapa pesan kepada ratusan pengurus IPNU-IPPNU se-kabupaten Kudus yang hadir pada acara tersebut.

PKS Piyungan Taubat

“Pengurus IPNU-IPPNU harus sering-sering silaturrahim dan konsultasi kepada NU, LP Ma’arif, juga kepada sesama pimpinan IPNU-IPPNU, jangan sampai putus,” ujar Abdul Hadi.?

Disampaikannya, bahwa ketika IPNU-IPPNU menghadapi masalah, apapun itu, sebaiknya disampaikan saja. Menurutnya, NU dan Banom sudah sepantasnya saling terbuka dan membantu.

PKS Piyungan Taubat

Di ulang tahun ini, diharapkan agar IPNU bersama IPPNU semakin mampu menjalankan tugas dengan disiplin dan tertata rapi. “Buatlah kegiatan yang sederhana saja, yang terjangkau, tapi terorganisir dengan baik,” paparnya.

Menurutnya, IPNU-IPPNU juga harus menjalankan organisasi dengan transparansi yang maksimal, sedari administrasi hingga persoalan dana. Organisasi dijalankan dengan ikhlas untuk kepentingan meningkatkan kualitas dan kuantitas NU.

Perayaan Harlah diresmikan dengan pemotongan tumpeng oleh KH M Ulil Albab, Rois Syuriah NU Kudus dan diserahkan kepada pengurus IPNU dan IPPNU Kudus, Joni Prabowo dan Septiyanti.?

Acara dilanjutkan dengan sarasehan bersama alumni dan nonton bareng video dokumentasi perjalanan IPNU-IPPNU Kudus dari masa ke masa. Terakhir, dibacakan doa manaqib. (Istahiyyah/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Sholawat PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 20 Januari 2018

Banser Kobar Masuk Penjara Karena Jual Jamu Tradisional

Kotawaringin Barat, PKS Piyungan Taubat 



Nasib naas dialami Warioboro (53) warga Karang Mulya, Pangkalan Banteng, Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Ia masuk jeruji besi Mapolsek Pangkalan Banteng hanya karena menjual jamu tradisional yang diberi nama Jamu Klanceng.

Warioboro adalah satu dari sekian banyak anggota Barisan Serbaguna (Banser) yang sangat aktif di Kobar. Untuk menghidupi keluarga, ia membantu istrinya membuat jamu seduh yang merupakan warisan turun-temurun racikan dari orang tuanya. 

Banser Kobar Masuk Penjara Karena Jual Jamu Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Kobar Masuk Penjara Karena Jual Jamu Tradisional (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Kobar Masuk Penjara Karena Jual Jamu Tradisional

Pekerjaan itu dilakoninya selama puluhan hingga kini karena ternyata banyak pelanggan yang cocok. Karena banyaknya permintaan, banyak pelanggan yang memintanya untuk memproduksi lebih banyak serta mengurus izin usahanya.

"Meskipun saya miskin, tapi saya ingin rezeki yang halal dan berkah. Kalau yang saya lakukan ini dianggap salah, ya saya terima, toh saya juga punya surat izin dari kecamatan," ucap Wario sambil sesekali menyeka air matanya, Kamis (14/12).

PKS Piyungan Taubat

Menanggapi persoalan ini, Kepala Satuan Koordinator Cabang (Kasatkorcab) Kobar, Muhammad Rozikin ikut memberikan dukungan kepada anggotanya. Bahkan, mereka juga siap pasang badan dalam kasus ini.

"Kami wajib memberikan dukungan penuh. Apalagi dalam kasus ini belum tentu dia salah," ujar Rozikin kepada PKS Piyungan Taubat.

Kepala Satuan Provos (Kasat Provos) yang juga Kabiro Rendikal Barisan Serba Guna (Banser) Kotawaringin Barat, Bin Maruf, juga siap mendukung penuh kepada Warioboro.

"Perkembangan kasus ini selalu kami pantau. Warioboro adalah anggota Banser yang selalu aktif dalam kegiatan. Maka hal ini juga menjadi kewajiban kami untuk membantunya," tegasnya.

Seperti yang dilansir banyak media sebelumnya, kasus yang menimpa Warioboro ini terjadi pada November lalu. Meski sudah mengantongi Izin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) dari kecamatan, tapi masih dianggap salah oleh pihak kepolisian. Karena itu, ia harus meringkuk di sel tahanan Polsek Arut Selatan sebagai titipan dari Polsek Pangkalan Banteng. (Suhud Masud/Abdullah Alawi) 

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Bahtsul Masail, Habib PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock