Jumat, 08 Januari 2016

Ketum PBNU: Soal Sekolah Lima Hari Bukan Polemik NU-Muhammadiyah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan, pihaknya menolak Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23/2017 tentang Hari Sekolah karena akan mematikan lembaga pendidikan keagamaan yang sudah berlangsung di masyarakat. Ia membantah penolakan ini lantaran Mendikbud Muhadjir Effendy berlatar belakang Muhammadiyah.

"Ada yang menuduh ini konflik antara NU dan Muhammadiyah. Bukan. Ini bukan antara NU dan Muhammadiyah. Menterinya Pak Marsudi (ketua PBNU) pun tetap (kebijakan tersebut) saya lawan," katanya, Jumat (7/7) malam, pada acara halal bihalal PBNU di Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta.

Ketum PBNU: Soal Sekolah Lima Hari Bukan Polemik NU-Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU: Soal Sekolah Lima Hari Bukan Polemik NU-Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU: Soal Sekolah Lima Hari Bukan Polemik NU-Muhammadiyah

Menurutnya, madrasah diniyah yang umumnya diselenggarakan pada sore hari telah menyumbang tumbuhnya wawasan Ahlussunnah wal Jamaah, termasuk paham moderat dan nilai-nilai kebangsaan, pada anak-anak sekian lama. Pemberlakuan sekolah lima hari potensial menghilangkan kontribusi tersebut.

PKS Piyungan Taubat

“Sifat wajib bagi Allah yang berjulah 20 hanya ada di madrasah (diniyah). Kalau pelajaran agama di sekolah paling cuma doa-doa,” tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga menyatakan tidak ada kopromi lagi untuk persoalan ini, termasuk apabila kebijakan itu dikatakan akan dilaksanakan secara bertahap, opsional, atau disempurnakan. “Tidak ada diskusi lagi. Pokoknya (Permendikbud Nomor 23/2017) harus dicabut,” paparnya.

Pada Jumat sore, sebanyak 14 organisasi massaIslam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) juga menolak Perendikbud tersebut. Pasalnya, kebijakan itu akan menutup madrasah diniyah di desa-desa yang jumlahnya sekitar 76 ribu lebih. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock