Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Muhammad Nasir berpesan kepada para rektor dan pengelola yayasan? perguruan tinggi NU (PTNU) untuk memegang kuat komitmen dan integritas dalam memajukan kampus masing-masing.
"Tanpa kedua hal ini susah kita memenuhi perguruan tinggi yang diharapkan," ujarnya di hadapan sekitar 75 pimpinan PTNU dari berbagai daerah di kantor PBNU, Jakarta, Senin (16/3) malam.
| Menristek Dikti Ingatkan PTNU soal Komitmen dan Integritas (Sumber Gambar : Nu Online) |
Menristek Dikti Ingatkan PTNU soal Komitmen dan Integritas
Nasir mengaku sering melakukan pertemuan dengan NU terkait perguruan tinggi. Hingga kini ia belum menerima laporan perkembangan capaian PTNU. Ia juga bertanya tentang kualitas 23 PTNU yang baru berdiri dan kerap didengung-dengungkan.PKS Piyungan Taubat
Menurutnya, kemajuan PTNU mesti memiliki ukuran dan target yang jelas. Hal itu terkait misalnya, mutu program studi, jumlah dosen, kelayakan sumber daya manusia, infrastruktur, dan lainnya.PKS Piyungan Taubat
Sebelumnya, Ketua Pengurus Pusat Lajnah Perguruan Tinggi NU (LPTNU) H Noor Achmad mengatakan, kebijakan-kebijakan Kemenristek Dikti belakangan menciptakan kesulitan-kesulitan di pihak PTNU, bahkan cenderung mengancam eksistensi khususnya perguruan tinggi swasta.Hal yang senada juga diungkapkan Rektor Universitas Islam Malang (Unisma) Masykuri Bakri dan Rektor Universitas Islam Nusantara Bandung Didin Wahidin. Bagi Masykuri, persyaratan-persyaratan yang ditetapkan Kemenristek Dikti seperti soal akreditasi, dosen, dan administrasi lainnya cukup menjerat.
"Menurut saya kebijakan sekarang itu? berbasis sanksi, bukan kebijakan berbaisis mengajak, mengayomi, membantu," tambah Didin. (Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKS Piyungan Taubat Cerita, Kajian Sunnah, Daerah PKS Piyungan Taubat
