Sabtu, 03 Juni 2017

Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Semenjak lahir pada 1919 M yang didirikan oleh KH Raden Asnawi, Madrasah Qudsiyyah sudah meluluskan ribuan santrinya. Hingga menjelang satu abad berdirinya kini, banyak hal yang dipersiapkan oleh pihak Qudsiyyah, salah satunya adalah Ikatan Alumni Qudsiyyah (IKAQ).

Sebagaimana disampaikan Dr Ihsan, Ketua IKAQ, ia mengajak kepada alumni diberbagai daerah untuk berpartisipasi dalam mengadakan kegiatan dalam rangka satu abad Madrasah Qudsiyyah, membantu sesuai bidang masing-masing.

Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Qudsiyyah Kudus Songsong Satu Abad

Pihaknya menjelaskan, banyak kegiatan yang akan disiapkan dalam rangka peringatan satu abad Madrasah yang didirikan oleh salah satu pendiri Nahdlatul Ulama itu.

PKS Piyungan Taubat

“Penulisan buku satu abad pengajian akbar, lomba, dakwah keliling, bazar, halaqoh, sepeda santai, dan lain sebagainya,” ungkapnya saat menyampaikan sambutan dalam Halalbihalal IKAQ di halaman MTs Qudsiyyah, Kamis (30/7) siang.

“Oleh karena itu, dalam rangka menyongsong satu abad ini, kami harap kepada semua alumni Qudsiyyah dimohon partisipasinya agar pelaksanaan peringatan satu abad Qudsiyyah bisa sukses sesuai dengan harapan para masyayikh (guru-guru sepuh),” tambah dosen STAIN Kudus yang juga Wakil PCNU Kudus itu.

PKS Piyungan Taubat

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Yayasan Pendidikan Islam Qudsiyyah (YAPIQ) KH Nadjib Hassan dalam sambutannya menegaskan, bahwa Halalbihalal bukanlah puncak dari kegiatan alumni, tetapi peran besar dari alumni adalah bagaimana menjaga keutuhan terutama di dalam menjaga aqidah Aswaja NU.

“Jangan sampai setelah keluar dari Qudsiyyah mengikuti aliran-aliran yang bertentangan dengan Aswaja NU. Kita itu punya Guru Besar yang namanya Mbah Sya’roni Ahmadi (Mustasyar PBNU), kenapa mengikuti guru-guru aneh yang tidak jelas sanad keilmuannya,” jelasnya.

Peran yang tidak kalah penting, lanjut Kiai Nadjib, mengangkat perekonomian para alumni. “Untuk itu, dua pokok tugas yakni aqidah dan perekonomian yang sangat penting diperhatikan untuk saat ini,” ujar mantan Ketua Paguyuban Pemangku Makam Auliya (PPMA) se-Jawa itu. (M Zidni Nafi’/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, RMI NU, Pesantren PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock