“Siapa yang berani menceburkan diri ke dalam danau, saya berikan uang sebesar Rp.20 juta,” kata salah seorang konglomerat membuka sayembara.
Danau yang luas di Riau itu terkenal dihuni banyak buaya. Karenanya tidak ada satupun seorang warga yang menyambut sayembara tersebut.
| Danau Penuh Buaya (Sumber Gambar : Nu Online) |
Danau Penuh Buaya
“Biyuuur,” tiba-tiba seorang pria beranak dua tercebur di tepi danau. Segera setelah itu buaya-buaya danau di sekitarnya mulai mendekat. Pria tersebut panik dan pucat. Ia lantas berusaha kembali naik ke darat dengan tergopoh-gopoh.Sesuai janji, konglomerat ini menyerahkan hadiah kepada pria tersebut. “Kok Anda berani sekali padahal buaya-buaya di sini sangat ganas?”
PKS Piyungan Taubat
PKS Piyungan Taubat
“Saya sendiri tidak berani. Saya tidak sengaja. Tetapi saat duduk-duduk saya didorong oleh orang di belakang saya hingga tercebur,” kata pria tersebut menunjuk orang yang di belakangnya.Di belakang pria itu berdiri seorang perempuan yang tidak lain adalah istrinya.
Cerita ini dituturkan oleh KH D Zawawi Imron di PKS Piyungan Taubat, Jakarta, 31 Januari 2017. (Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKS Piyungan Taubat Fragmen PKS Piyungan Taubat
