Kamis, 10 Agustus 2017

Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah

Di balik riuh gemuruh kegiatan yang menebar spanduk “Muktamar Khilafah”, ternyata menyisakan kisah tentang kebohongan publik. Para pengumpul massa menghalalkan segala cara untuk menunjukkan kepada pihak-pihak tertentu bahwa upaya mereka seakan mendapatkan dukungan masyarakat.

Ahad, 26 Mei 2013 lalu, di Gelora 10 Nopember Tambaksari Subaya, ribuan manusia memeriahkan pembukaan Muktamar Khilafah (MK) yang digelar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) DPD Jawa Timur. Sebagaimana dilansir di situs berita HTI, acara tersebut diikuti oleh peserta yang berasal dari 31 kota/ Kabupaten se-Jawa Timur.

Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Diajak Pengajian, Ternyata Jamaah Muslimat Dibawa ke Muktamar Khilafah

Mereka melaporkan bahwa beragam latar belakang peserta ikut serta dalam acara tersebut, mulai dari ulama, kiai, dosen, pelajar, pengusaha, mubalighah, kelompok pengajian, dan berbagai elemen masyarakat. Beberapa media massa juga ikut memberitakan kemeriahan dari kegiatan tersebut.

Lain daripada itu, ternyata warga NU yang selama ini getol membela Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), malah kecolongan. Hal ini terjadi di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. 4 bus Muslimat NU dari Kabupaten Nganjuk mengikuti acara di Tambaksari tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Astagfifullah, kemana orang NU, umatnya dicolong di siang hari tidak tahu. Konon katanya pengajian, ternyata ..

PKS Piyungan Taubat

Ternyata, modus yang digunakan adalah pertama, melalui iming-iming gratis kendaraan. Ada pengajian akbar, tanpa menyebutkan pengajian apa, kelompok siapa, asal mau ya gratis kendaraan dan makan. Karena memang orang NU biasa ngaji, ada informasi sedemikian itu ya ikut saja, tanpa melihat siapa mereka.

Kedua, pengurus HTI menugaskan juru masak atau apalah, pokoknya anak buahnya, untuk mencari massa dan diajak pengajian. Kemudian mereka menugaskan istri si-HTI untuk menguatkan lagi. Mungkin biar kelihatan banyak, nyuri jamaah dianggap sah bagi mereka.

Segala cara ditempuh. Dimana-mana selalu begitu…

Ini merupakan hal yang sangat memilukan, bagi warga Nahdliyin. Ini warning bagi pengurus NU utamanya, dan warga NU pada umumnya. NKRI harga mati…!

Toha Mahsun

Warga NU Nganjuk, Jawa Timur

 

Foto lustrasi: Pengajian Muslimat NU (Red:Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock