Subang, PKS Piyungan Taubat. Luas wilayah Indonesia lebih banyak lautan dibanding daratan. Dengan kondisi semacam ini, Nahdlatul Ulama semestinya mempunyai lembaga khusus yang menangani persoalan kelautan. Demikian disampaikan A Hisyam Karim, Ketua Pengurus Ranting NU Caracas, Kalijati, Subang, Jawa Barat.
| NU Diusulan Miliki Lembaga Kelautan (Sumber Gambar : Nu Online) |
NU Diusulan Miliki Lembaga Kelautan
"Sebagai negara maritim, bagusnya NU punya lembaga khusus yang menangani kelautan karena wilayah kita lebih banyak laut daripada darat. Dulu kan Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) juga waktu jadi Presiden bikin Depertamen Kelautan dan Perikanan karena beliau tahu laut ini penting," ungkapnya usai Ngaji Pasaran NU Caracas di Pesantren Al-Mukhtariyyah, Selasa (8/7) malam.Menurut mahasiswa Pascasarjana STAINU Jakarta ini, laut Nusantara adalah anugerah dari Allah untuk bisa dimanfaatkan dengan baik, seperti sebagai sumber mata pencaharian para nelayan yang mayoritas adalah warga NU, eksplorasi energi, dan lainnya. Agar terfokus ia mengatakan mestinya NU melembagakannya.
PKS Piyungan Taubat
"Bukan hanya itu, laut atau maritim juga mempengaruhi dalam pembentukan sebuah kebudayaan, makanya dalam kajian budaya ada budaya maritim dan budaya kontinental," tambahnyaPKS Piyungan Taubat
Hisyam mencontohkan, salah satu ciri atau karakteristik budaya maritim adalah tidak ada hak cipta dalam sebuah karya dan sebaliknya hak cipta merupakan budaya kontinental."Jadi royaltinya maritim sifatnya moril, kalau kontinental sifatnya materiil. Coba kalau wayang, lenong, lagu, syair atau kitab? karya ulama Nusantara ada hak ciptanya, keturunannya bisa jadi kaya raya karena punya royalti," selorohnya.
Untuk itu, Hisyam mengharapkan agar ke depan NU bisa mempunyai lembaga kemaritiman dan bisa membentuk peradaban dari jalur kelautan sebagaimana jargon Jalesveva Jayamahe (Di Atas Lautan Kita Berjaya). (Aiz Luthfi/Mahbib)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKS Piyungan Taubat Lomba PKS Piyungan Taubat
