Sabtu, 21 Oktober 2017

PCI NU Rintisan Hongkong Cetak Panduan Ibadah untuk TKI

Hongkong, PKS Piyungan Taubat. Aktivis Fatayat NU, Umi Muawanah, menerjemahkan kitab bahasa Jawa yang ditulis dengan huruf Arab pegon ke dalam bahasa Indonesia. Ia menerjemahkan kitab itu di Hongkong, Cina, untuk pegangan muslimah Indonesia yang bekerja sebagai buruh migran di negeri tirai bambu tersebut.

PCI NU Rintisan Hongkong Cetak Panduan Ibadah untuk TKI (Sumber Gambar : Nu Online)
PCI NU Rintisan Hongkong Cetak Panduan Ibadah untuk TKI (Sumber Gambar : Nu Online)

PCI NU Rintisan Hongkong Cetak Panduan Ibadah untuk TKI

Salah satu kitab yang diterjemahkan adalah Risalatul Mahidl karya Kiai Haji Masruhan Ihsan. Kitab tersebut berisi ruang lingkup haid; hikmahnya haid, warna darah haid, masanya haid, çara mengqodlo Shalat, yang membatalkan saat haid, merawat bayi, cara mandi besar, kehamilan, nifas, wiladah.

Kemudian perempuan berusia 40 tahun, asal Blitar, Jawa Timur, juga menerjemahkan kitab Marah Shalihah, yaag berisi panduan menjadi seorang muslimah yang baik.

PKS Piyungan Taubat

Terjemahan dua kitab tersebut kemudian dicetak PCI NU Rintisan Hongkong bekerjasama dengan Fatayat NU Imza (Imroatu Zahro) Hongkong.

“Buku Marah Shalihah dicetak 200 eksemplar dan Risalah Mahidl 100 eksemplar. Terjemahan Risalah Mahidl sudah tak ada yang di tangan saya (habis, red). Jadi harus cetak lagi minimal 200,” katanya ketika diwawancarai PKS Piyungan Taubat melalui surat elektronik, Senin (24/12).

PKS Piyungan Taubat

Perempuan yang pernah nyantri di Pesantren Darul Ulum, Selotumpuk Wlingi, Blitar, ini merasakan bahwa di Hongkong sangat tepat untuk mengamalkan ilmu pesantren.

“Saya merasakan berjuang dan mengamalkan ilmu di Hongkong lebih mengena dan dan cepat dirasakan. Walau jujur aku bukan orang berilmu, tetapi apa yang kudapat, kuajarkan kepada teman teman,” ujarnya.

Hal itu, Umi rasakan ketika mengetahui kebanyakan buruh migran (sekitar 150.000 orang warga negara Indonesia di Hongkong) bukan berasal dari pesantren sehingga belum paham ruang lingkup haid, nifas, wiladah dan hal-hal yang berhubungan dengan kewanitaan, juga persoalan ibadah.

“Sedang mau belajar keluar rumah tak sempat atau malu,” ujarnya.

Umi yang juga berprofesi sebagaimana kebanyakan, yaitu buruh migran, menyempatkan diri menerjemahkan kitab.

“Harapan saya, semoga buku kecil ini bisa membantu para wanita dan bermanfaat dunia dan akhirat,” pungkasnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, Kajian Islam, Tokoh PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock