Jumat, 24 November 2017

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar

Jombang, PKS Piyungan Taubat - Hasil deteksi kepolisian di Kabupaten Jombang mengungkap setidaknya ada tiga titik yang menjadi lokasi sarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar). Tiga lokasi tersebut adalah di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto; kawasan Jombang Kota, dan utara Sungai Brantas.

Seperti yang dinyatakan Ketua MUI Jombang KH Kholil Dahlan, bahwa di tiga titik tersebut Gafatar sudah eksis cukup lama. ”Di Jombang berdasarkan informasi yang kami terima, memang sudah ada indikasi gerakan Gafatar di sejumlah titik. Mereka telah lama tinggal dan menjadi warga setempat di Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto, Kecamatan Jombang Kota, dan wilayah utara sungai,” katanya, Rabu (13/1).

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)
Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar (Sumber Gambar : Nu Online)

Tiga Titik di Jombang Jadi Sarang Kelompok Gafatar

MUI memfatwakan sesat terhadap penyebaran ajaran yang dibawa Gafatar. Kelompok tersebut mempercayai nabi lain setelah Nabi Muhammad SAW. Gafatar juga tidak mewajibkan tiga rukun Islam seperti salat lima waktu, puasa dan haji. Mereka hanya mengutamakan berdzikir sebagai ganti berbagai macam urusan ubudiyah yang lain.

Bahkan MUI menjelaskan bahwa Gafatar bukan saja berbeda secara aqidah dan syariat, namun juga pada konteks berbangsa dan bernegara mereka mengancam NKRI. ”Ternyata mereka punya misi mendirikan negara Islam di Indonesia. Ini juga bertentangan dengan ideologi negara,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Salah satu anggota Gafatar yang teridentifikasi adalah Rudiono asal warga Dusun Ngumpul Desa Ngumpul, Kecamatan Jogoroto. Pria yang sehari-harinya berjualan tahu goreng hingga ke luar kota itu diduga sebagai salah satu anggota Gafatar. Ada indikasi Rudiono telah meninggalkan Jogoroto.

Ketua RT 03 RW 05 desa setempat, Sunari menegaskan bahwa Rudiono sudah lama pindah tanpa meminta surat pengantar pindah rumah, juga tidak pamit kepada keluarganya. ”Terakhir setelah menjual rumahnya sekitar empat bulan yang lalu, Rudiono mendadak pergi bersama istri dan dua orang anaknya,” terangnya. (Syamsul Arifin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock