Gunung Kidul, PKS Piyungan Taubat. Untuk manambah asupan pengetahuan soal keagamaan, masyarakat dusun Jatiayu, kecamatan Karangmojo, kabupaten Gunung kidul mengadakan pertemuan setiap malam Ahad. Pada pertemuan yang berlangsung Sabtu (29/8) malam, masyarakat Jatiayu ini mengundang beberapa Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran (STAISPA) untuk berdiskusi dan ngaji bersama.
| Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo (Sumber Gambar : Nu Online) |
Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Ngaji Bersama Warga Karangmojo
Salah satu Mahasiswa STAISPA Danang Tri Atmojo mengatakan, pada mulanya mahasiswa Pandanaran diminta untuk ceramah keagamaan. Namun, mengingat majelis ini terhitung tidak sedikit anak muda yang hadir, maka kami diminta untuk mengisi majelis ini dengan ngaji dan diskusi bersama."Pada pertemuan kali ini, kami dan masyarakat setempat membicarakan soal ‘Doa dan Optimisme.’ Sebagai pembuka, kami mencoba memaparkan perihal keteguhan, keikhlasan dan kesabaran Nabi Ibrahim dalam bermunajat kepada Allah sehingga dikaruniai seorang anak yang saleh," tutur salah satu santri pesantren Pandanaran ini.
PKS Piyungan Taubat
Kami, kata Danang, mencoba menyuguhkan kisah Nabi Ibrahim lantaran momennya pas dengan pelaksanaan Haji. Sementara, dalam kisah Nabi Ibrahim, selain perihal doa juga terdapat banyak hal yang menarik untuk didiskusian.PKS Piyungan Taubat
"Dari kisah Nabi Ibrahim, kita juga dapat memetik beberapa pelajaran. Di antaranya, relasi suami-istri dalam membangun keluarga yang indah dan baik, serta soal Ismail putra Ibrahim tentang kesalehan dan jiwa mudanya yang patut diteladani, dan lain sebagainya," kata Danang.Dalam kesempatan ini, dikutip pula beberapa hal dari hikmahnhya Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam kitabnya al-Hikam terkait "Doa". (Anwar Kurniawan/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Hikmah, Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat
