Semarang, PKS Piyungan Taubat. Ilmu falak merupakan jembatan bagi dunia pesantren untuk memasuki dunia teknologi modern. Sejalan dengan meninggalnya para ahli ilmu falak, maka program kaderisasi menjadi sangat penting agar disiplin ilmu ini tidak mengalami kepunahan.
| Ilmu Falak Jembatan Masuk Dunia Modern (Sumber Gambar : Nu Online) |
Ilmu Falak Jembatan Masuk Dunia Modern
Hal tersebut dikatakan Abdul Munim DZ, Direktur dan Pimpinan Redaksi PKS Piyungan Taubat, saat memberikan materi tentang ”Sistem Pelaporan Rukyat Online” di hadapan para peserta Pendidikan dan PelatIhan (Diklat) Nasional Pelaksana Rukyat Nahdlatul Ulama di komplek Masjid Agung Semarang, Jawa Tengah, Rabu (20/12) malam.Dikatakan Muin’im, hampir seluruh tradisi keilmuan pesantren berkaitan dengan metafisika. Hanya bidang ilmu falak dan ilmu tib (kedokteran) yang berkaitan dengan bidang fisika.”Sudah selayaknya para ahli falak selalu melakukan berbagai? eskperimen guna mpengembangan ilmu? tergolong sepi peminat ini. Maka publikaksi menjadi sangat penting untuk memberikan apresiasi pada masyarakat tentang disiplin ini, kata Mun’im, didampingi Manajer IT PKS Piyungan Taubat Ardyan Novanto Arnowo.
PKS Piyungan Taubat
Untuk itu sangat diharapkan jika para pengurus LFNU dan ahli falak NU pada umumnya selalu mengirimkan hasil pemikirannya dari berbagai eksperimen yang dilakukan ke PKS Piyungan Taubat untuk agar bisa mendinamisir dan memodernisir perkembangan ilmu falak di lingkungan NU. "Bila pasokan bahan terjamin, maka sangat mungkin PKS Piyungan Taubat membuka rubrik khusus tentang falakiyah" kata Munim.Apalagi dengan semakin lengkapnya teknologi pengindraan yang dimiliki LFNU, maka teknologi informasi yang sudah tersedia di PKS Piyungan Taubat bisa menjadi penunjang yang sangat penting.
PKS Piyungan Taubat
"PP LFNU mau menggunakan fasiltas teleconfrence yang ada di PKS Piyungan Taubat setiap saat pelatihan dan seminar atau penkajian seperti ini bisa diselenggarakan dengan biaaya sangat murah dan bisa diikuti oleh seluruh wilayah dan cabang dengan jumlah peserta yang lebih banyak," kata Munim optimis. (nam)Dari Nu Online: nu.or.idPKS Piyungan Taubat Santri, Cerita PKS Piyungan Taubat
