Sabtu, 06 Januari 2018

Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. “Kalau ada satu orang Yahudi mati, beritanya merebak luar biasa di media massa. Tapi kalau ada orang Islam dalam satu bangsa yang mati beritanya paling cuma dua hari, itu pun di pojok,” demikian kata Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj pada Seminar Lembaga Persahabatan Indonesia-Libya (LPIL), di Hotel Sahid, Jakarta, 9 Januari 2011.

Karena pemberitaan yang tidak seimbang –menurut Kang Said- akhirnya Islam dianggap keras. “Padahal wajah Islam yang sebenarnya adalah sejuk dan damai, seperti di Indonesia ini,” tegas Kang Said kepada PKS Piyungan Taubat.

Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kang Said: Damai Adalah Wajah Islam Sesungguhnya

Kang Said mengatakan bahwa suksesnya dakwah Islam di Indonesia adalah dengan dakwah yang damai, bukan dengan kekerasan. “Walisongo sudah memberikan contoh yang jelas, itu harus kita tiru. Walisongo sukses karena bisa memadukan ajaran dengan tradisi, sehingga tidak terjadi benturan dalam kultur masyarakat,” tambah Kang Said.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga menyayangkan tindakan kekerasan yang dilakukan sebagian kelompok Islam. “Islam tidak mengajarkan kekerasan. Ayat-ayat al Quran tentang perang pun diturunkan ketika kondisi perang. Ayat-ayat itu tidak diwahyukan kepada Rasulullah dalam kondisi aman dan damai. Banyak pihak yang salah menggunakan ayat-ayat al Quran karena tidak memahami asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya) ayat-ayat itu,” papar pria kelahiran Cirebon ini.

PKS Piyungan Taubat

Seminar LPIL yang mengetengahkan tema “Kebijakan Dakwah Menghadapi Islam Phobia” ini juga sekaligus menjadi seremonial pemberangkatan mahasiswa yang mendapat program beasiswa dari Pemerintah Libya. Seminar kali ini juga dihadiri pimpinan 12 ormas Islam anggota LPIL.

Dalam kesempatan ini para pimpinan ormas Islam mengusulkan agar Islam memperkuat jaringan media informasinya. “Merespon apa yang disampaikan Kiai Said, memang kita harus memiliki media informasi yang kuat untuk menyeimbangkan pemberitaan, sehingga Islam tidak selalu tersudut,” ujar perwakilan Al Ittihadiyah yang diamini para peserta seminar lainnya.

Hal ini juga diamini oleh pimpinan Majelis Az Zikra, Ust. Arifin Ilham, “Saya juga sepakat, dakwah yang kita sampaikan memang harus penuh dengan toleransi. Ada tetangga saya non Muslim yang bersikap kurang baik terhadap saya, tapi saya selalu memberinya senyuman. Alhamdulillah akhirnya dia masuk Islam,” cerita Arifin.

12 Ormas itu adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Persis, Al Irsyad Al Islamiyyah, Syarikat Islam Indonesia, Rabithah Alawiyyah, Mathlaul Anwar, Al Ittihadiyah, Ikadi, PITI, BKMT, dan Majelis Az Zikra. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, News PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock