H Imam Aziz yang pengurus pusat keluarga Mathali’ul Falah mengatakan, sosok Mbah Sahal tidak terlalu populer. Namun, Mbah Sahal mampu membuktikan kehebatannya, salah satunya dengan mendapatkan gelar doktor kehormatan untuk bidang fiqih pada tahun 2006.
| Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online) |
Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail
“Karena sosok kiai, ia jarang tampil di publik. Namun, ia mengubah cara pandang dan cara kerja bahstul masail NU yang sering didasarkan hanya pada teks saja. Kiai sahal sudah memulai cara kerja ilmu dengan memecahkan masalah di masyarakat. Inilah yang perlu dikaji baik secara akademik dan nonakademik,” kata Ketua PBNU H Imam Aziz.PKS Piyungan Taubat
Imam mengatakan hal tersebut pada forum bedah buku “Belajar dari Kiai Sahal” oleh Pengurus Pusat Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) Kajen bersama KMF Yogyakarta dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Convention Hall Center UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (19/5) pagi. Buku ini memuat kumpulan tulisan perihal pemikiran keagamaan dan sosial Mbah Sahal.PKS Piyungan Taubat
“Acara bedah buku ini merupakan rangkaian peringatan 100 hari KH Ahmad Sahal Mahfudz. Pertama diselenggarakan di Sekolah Tinggi Mathaliul Falah, Pati,” kata ketua panitia Sarjoko yang juga alumni Mathaliul Falah.Bedah buku ini menghadirkan pembicara Ulil Abshar Abdalla, Moch Nur Ichwan, H Waryono Abdul Ghafur. Forum yang dihadiri mahasiswa di Yogyakarta ini menghadirkan putra Mbah Sahal, H Abdul Ghaffar Rozin, sebagai pembicara kunci.
Secara pemikiran, menurut Abdul Ghaffar Rozin, Mbah Sahal banyak dikenal melalui tulisan-tulisannya. Ide-ide yang dikeluarkan Mbah Sahal, lanjutnya, banyak menginspirasi orang lain. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)
Dari Nu Online: nu.or.id
PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Quote PKS Piyungan Taubat
