Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Quote. Tampilkan semua postingan

Minggu, 04 Februari 2018

Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua PBNU H Imam Aziz mengaku kagum terhadap pemikiran Rais Aam PBNU KH MA Sahal Mahfud yang wafat Januari lalu. Menurutnya, kiai yang tak pernah mengenyam pendidikan formal ini telah melakukan terobosan dalam bidang fiqih.

H Imam Aziz yang pengurus pusat keluarga Mathali’ul Falah mengatakan, sosok Mbah Sahal tidak terlalu populer. Namun, Mbah Sahal mampu membuktikan kehebatannya, salah satunya dengan mendapatkan gelar doktor kehormatan untuk bidang fiqih pada tahun 2006.

Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)
Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail (Sumber Gambar : Nu Online)

Imam Azis: Mbah Sahal Lakukan Terobosan Bahtsul Masail

“Karena sosok kiai, ia jarang tampil di publik. Namun, ia mengubah cara pandang dan cara kerja bahstul masail NU yang sering didasarkan hanya pada teks saja. Kiai sahal sudah memulai cara kerja ilmu dengan memecahkan masalah di masyarakat. Inilah yang perlu dikaji baik secara akademik dan nonakademik,” kata Ketua PBNU H Imam Aziz.

PKS Piyungan Taubat

Imam mengatakan hal tersebut pada forum bedah buku “Belajar dari Kiai Sahal” oleh Pengurus Pusat Keluarga Mathali’ul Falah (KMF) Kajen bersama KMF Yogyakarta dan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta di Convention Hall Center UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (19/5) pagi. Buku ini memuat kumpulan tulisan perihal pemikiran keagamaan dan sosial Mbah Sahal.

PKS Piyungan Taubat

“Acara bedah buku ini merupakan rangkaian peringatan 100 hari KH Ahmad Sahal Mahfudz. Pertama diselenggarakan di Sekolah Tinggi Mathaliul Falah, Pati,” kata ketua panitia Sarjoko yang juga alumni Mathaliul Falah.

Bedah buku ini menghadirkan pembicara Ulil Abshar Abdalla, Moch Nur Ichwan, H Waryono Abdul Ghafur. Forum yang dihadiri mahasiswa di Yogyakarta ini menghadirkan putra Mbah Sahal, H Abdul Ghaffar Rozin, sebagai pembicara kunci.

Secara pemikiran, menurut Abdul Ghaffar Rozin, Mbah Sahal banyak dikenal melalui tulisan-tulisannya. Ide-ide yang dikeluarkan Mbah Sahal, lanjutnya, banyak menginspirasi orang lain. (Nur Sholikhin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Quote PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

Ketua PWNU Jateng: Perbedaan itu Indah karena Sunnatullah

Semarang, PKS Piyungan Taubat. Keberagamaan di Tanah Air merupakan kenyataan yang diciptakan Allah. Berbagai perbedaan tak seharusnya memicu perpecahan. Sebaliknya, ragam suku, ras, bahasa, bahkan agama mesti menjadi kekayaan untuk kemajuan hidup besama.

Ketua PWNU Jateng: Perbedaan itu Indah karena Sunnatullah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PWNU Jateng: Perbedaan itu Indah karena Sunnatullah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PWNU Jateng: Perbedaan itu Indah karena Sunnatullah

Hal ini muncul dalam seminar bertajuk "Merajut Toleransi dalam Negara Pluralis" yang digelar Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Tengah bekerja sama dengan pemerintah provinsi setempat, di auditorium Masjid Agung Jawa Tengah.

"Perbedaan harus ditata dengan baik. Perbedaan terlihat indah karena bagian dari sunnatullah? (hukum Allah), ditambah me-manage perbedaan agar tidak salah tempat," ungkap Ketua PWNU Jateng H Abu Hafsin saat mengisi acara tersebut, , Senin (30/3).

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, manusia merupakan makhluk yang bisa menjalin persaudaraan dengan manusia lain, tanpa tersekat oleh perbedaan agama. Hal ini sesuai dengan pesan universal yang disampaikan al-Quran bahwa manusia adalah wakil Tuhan (khalifah) di muka bumi. Kita mengenal ukhwah insaniyyah sebagai persaudaraan manusia dan ukhwah wathaniyyah sebagai persaudaraan sebangsa untuk bersama-sama memakmurkan bumi.

Untuk tetap menjaga persaudaraan sesama ini, imbuh Abu, kita tidak bisa mengedepankan simbolisme dan formalisme masing-masing agama. Terbukti para pendiri republik ini, temasuk sesepuh NU, memahami agama dengan toleran, moderat, berimbang dan mengedepankan keadilan sehingga tujuh kata yang sebelumnya ada dalam sila pertama dihapuskan karena tak mendapat persetujuan khususnya kalangan nonmuslim.

PKS Piyungan Taubat

“Selanjutnya, pada Munas Alim Ulama NU (1984), NU secara resmi mengumumkan dan menjadikan Pancasila seabgai ideologi negara merupakan bentuk final,” kata pria yang sehari-hari mengajar di UIN Walisongo ini.

Perbedaan suku, bahasa, dialek, agama, atau madzhab tidak semestinya menjadi penghalang untuk bersatu. Ini menjadi kekayaan bangsa yang harus dipupuk. "Baik Pancasila maupun UUD 1945 sama sekali tidak melarang ajaran agama masuk mewarnai kehidupan politik maupun hukum di Indonesia," tutur Abu.

Tampak hadir Dr KH. Abu Hapsin (Ketua PWNU Jawa Tengah), Dr. Suranto (Dosen Sekolah Tinggi Agama Budha), (Ketua Seminari Tinggi Kenthungan Yogyakarta), dan Dr. Munir (UIN Walisongo).

Ketua PKC PMII Jateng Ibnu Ngakil menuturkan bahwa seminar kali ini merupakan bagian dari rangkaian menyambut hari lahir PMII ke-55. Sebelumnya, Ahad (29/3) pihaknya telah mengumpulkan seluruh cabang se-Jateng untuk menyosialisasikan hasil keputusan PB PMII di gedung PWNU Jateng. (M. Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Quote PKS Piyungan Taubat

Kamis, 25 Januari 2018

Madrasah Diniyah Kian Diakui

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Keberadaan Madrasah Diniyah (Madin), Taman Pendidikan Al Quran (TPQ), dan Pondok Pesantren (Ponpes) kian mendapat pengakuan dari pemerintah. Pengakuan didapat setelah melalui perjuangan keras tanpa henti dan pantang putus asa.

Demikian dikatakan Kepala Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kabid PD Pontren) Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Tengah Solikhin dalam sambutan Workshop Peningkatan Mutu Tenaga Pendidik dan Pembuatan Lembaga Pendidikan pada Pendidikan Agama Islam Kemenag Brebes, Jawa Tengah di Hotel Anggraeni Jatibarang, Rabu (23/10).

Madrasah Diniyah Kian Diakui (Sumber Gambar : Nu Online)
Madrasah Diniyah Kian Diakui (Sumber Gambar : Nu Online)

Madrasah Diniyah Kian Diakui

“Proses mendapatkan pengakuan dari pemerintah cukup berat. Untuk itu perlu adanya penguatan kelembagaan dan peningkatan kualitas,” kata Sholikhin.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Solikhin, ketiga lembaga yang memiliki misi utama menata akhlak generasi bangsa saat ini sangat diidolakan orang tua. Apalagi, dekadensi moral makin parah melanda generasi muda.

Rasul diturunkan ke dunia untuk menyempurnakan akhlak. Di era sekarang Madin, TPQ, dan Pesantren berkonsentrasi meneruskan peletakan landasan akhlak yang luar biasa, lanjut Solikhin didampingi Kepala Kemenag Brebes Imam Hidayat. 

PKS Piyungan Taubat

Pengakuan pemerintah antara lain, program Perkemahan Pramuka Santri, Musabaqoh Qiraatul Kutub (MQK) atau Musabaqoh Pembacan Kitab Kuning, Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (Porsadin), dan Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI). Semuanya sudah mendapat pengakuan nasional dan mendapat anggaran dari pemerintah. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Quote PKS Piyungan Taubat

Rabu, 17 Januari 2018

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog

Ponorogo, PKS Piyungan Taubat - Kedatangan Menpora RI H Imam Nahrawi dalam rangka membuka Kickoff Liga Santri Nusantara (LSN) Region Jawa Timur I di stadion Batoro Katong Kabupaten Ponorogo, Kamis (28/8) sore, disambut oleh tari-tarian dan pertunjukan Reog Ponorogo. Menpora berkesempatan menaiki topeng berbentuk kepala singa dengan mahkota yang terbuat dari burung merak itu.

Setelah berada di atas kepala reog, sambil diiringi jathilan, warok, dan tabuhan gamelan, Nahrawi kemudian dibawa ke tengah lapangan stadion sambil melambaikan tangan kepada para santri dan penonton yang memenuhi sudut Stadion Batoro Katong.

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka LSN Jatim I di Ponorogo, Menpora Naik Reog

Ia tampak senang saat berada di atas kepala singa yang menjadi simbol kekuatan kesenian itu. Para juru warta tidak ingin ketinggalan mengabadikan momen langka tersebut. Mereka berebut mengambil gambar dari berbagai sudut.

“Terima kasih banyak. Saya sangat senang. Sampai sini (stadion) langsung disambut oleh kesenian Reog Ponorogo,” ujar Menpora.

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Reog Ponorogo dibawakan oleh oleh 6-8 pria gagah berani dengan pakaian serba hitam yang dipoles warna-warni. Sementara 6-8 gadis dengan keanggunannya membawakan tarian tradisional khas kesenian Reog. Selain itu, Menpora bersama para hadirin juga disuguhi atraksi dari pendekar Pagar Nusa yang menunjukkan kebolehan dalam ilmu beladiri dan tenaga dalam.

Bupati Ponorogo H Ipong Muclissoni berterima kasih atas kehadiran Menpora RI di Kota Reog ini. Ia mengatakan, Ponorogo dikenal sebagai kabupaten seribu pesantren.

“Pak Menteri, di Ponorogo ini ada sekitar 200 lebih pesantren. Bila Jombang dikenal dengan kota santri, maka Ponorogo pun sebenarnya merupakan kota santri,” kata H Ipong di hadapan Menpora.

Terkait pelaksanaan LSN di Ponorogo, Ipong mengapresiasi kerja sama antara Pemkab Ponorogo dan Panitia Pelaksana LSN. Bahkan LSN Region Jatim I dapat dirangkai dengan Piala Bupati Ponorogo U 18. Ia optimis LSN dapat berjalan sesuai harapan dan mampu menjadi media untuk pembinaan sepakbola santri pesantren.

Tampak hadir pada pembukaan LSN Region Jatim I yang meliputi Madiun, Magetan, Ngawi, Ponorogo, Trenggalek, dan Pacitan, Ketua PP RMI NU KH Abdul Ghoffar Rozin, Koordinator Nasional Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi, Pengurus PCNU Ponorogo, Ketua RMI Ponorogo Gus Munir, Koordinator LSN Region Habib Mustofa, para kiai, para gus, dan para ribuan santri dari pesantren peserta LSN. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Quote PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 13 Januari 2018

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel

Kairo, PKS Piyungan Taubat?

PCINU Mesir kedatangan tamu spesial, yaitu Hakam Mabruri dan istrinya Rofingatul Islamiyah pada kegiatan Lailatul Ijtima Kamis, 26 Oktober lalu. Ia tiba dua hari sebelumnya.?

Hakam dan istrinya tiba di Mesir setelah perjalanan keliling duniaa selama 10 bulan. Mereka berdua memulai perjalanan spektakulernya ini dimulai sejak tanggal 17 Desember 2016, dan dilepaskan secara resmi di Stadion Kanjuruhan kota Malang, Jawa Timur.

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel (Sumber Gambar : Nu Online)
Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel (Sumber Gambar : Nu Online)

Suami GP Ansor Istri Fatayat, Kini Tiba di Mesir dengan Ontel

Pasutri asli Malang itu dengan gagah berani memiliki visi dan misi yang besar dalam perjalanan ini, yaitu mendemonstrasikan Islam sebagai agama yang mengajarkan rahmatan lil alamin yang dikemas dalam slogan Muslim for Peace.?

Hakam yang merupakan anggota GP Ansor dan istrinya anggota Fatayat itu beranggapan bahwa sementara ini banyak orang dalam skala internasional menilai Islam adalah agama yang sarat dengan kekerasan dan tindakan barbar.?

Oleh karenanya, dalam perjalanannya mereka selalu menginformasikan dan mempromosikan Islam yang damai kepada setiap orang yabg ditemuinya. Terhitung mereka sudah masuk dan melewati 6 negara dalam perjalanannya ini, di antaranya: Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Jordania, dan Mesir.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara Lailatul Ijtima PCINU Mesir, yang berisi kegiatan rutinan Yasinan, Tahlilan, dan pembacaan maulid Shimtu adh-Dhurar, Hakam Mabruri dan istri menjelaskan bahwa kegiatan yang oleh banyak orang dianggap sangat berani bahkan nekat ini diniati dan diupayakan dengan kepasrahan yang penuh kepada Allah SWT.?

Karena sudah pasti dalam perjalanannya yang panjang itu, mereka berdua akan menemui banyak tantangan-tantangan dan hambatan yang berbeda-beda.?

PKS Piyungan Taubat

"Saya dengan istri hanya bismillah saja dan pasrah kepada Allah SWT. untuk perjalanan ini. Selain itu juga, dengan melihat banyak ragam suku dan budaya di berbagai negara, kita merasakan begitu besar kuasanya Allah SWT dalam menciptakan perbedaan dan keanekaragaman hidup, sehingga kita bisa saling mengenal dan bershilaturrahim," jelasnya ketika ditanya oleh satu warga NU di Mesir.

Bak gayung bersambut, warga NU di Mesir menyambut dengan antusias dan menyimak pasutri pemberani ini dalam menceritakan pengalaman-pengalamannya.?

Bahkan dalam waktu dekat di Kairo, warga NU Mesir akan mengadakan ngetrip bareng bersamanya dengan berkeliling Kairo memakai sepeda ontel, sambil menikmati indahnya Piramida Mesir dan destinasi-destinasi wisata Mesir. (Ilman M. Abdul Haq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Doa, Quote PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri

Pati, PKS Piyungan Taubat. Asosiasi pesantren NU atau Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah bersama Yayasan Pantau Jakarta dan Perpustakaan Al-Mutamakkin Kajen menggelar kelas menulis santri (KMS) selama tiga hari, 14-16 Januari 2015.

RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri

Acara yang berlangsung di Perpustakaan Al-Mutamakkin ini diikuti santri dari berbagai pesantren di beberapa kabupaten, seperti Kudus, Rembang, Lasem dan Pati. Hadir sebagai narasumber Ketua Yayasan Pantau Imam Shofwan; aktivis muda NU, Munawir Aziz; dan wartawan Suara Merdeka, Zaky Amali.

Para peserta disuguhi sejumlah materi dasar jurnalistik, antara lain cara meliput peristiwa, teknik wawancara, menuliskan liputan, artikel, dan opini. Selain teori, para santri tersebut juga mendapatkan pengalaman praktik lapangan, termasuk kunjungan ke kantor redaksi Jawa Pos Grup. Kunjungan pada akhir KMS ini akan menunjukkan kepada santri bagaimana news room itu dikelola, rapat redaksi dan proses keredaksian di sebuah media.

PKS Piyungan Taubat

Ketua RMINU Jateng KH. Abdul Ghaffar Rozien menjelaskan, memasuki suasana perang wacana (ghazwatul fikr), penting bagi para santri untuk mengikuti kelas kali ini. "Ini permulaan sebuah program yang lebih besar dan perlu kita jaga kontinuitasnya ke depan. Kami memiliki harapan yang besar atas output pelatihan ini," ungkap Gus Rozien, sapaan akrabnya.

Menurut Imam, kelas menulis tiga hari tersebut ikut merangsang santri untuk membaca dan menulis di dunia jurnalistik. Imam mengaku kembali ke dunia pesantren setelah 10 tahun mengabdikan diri di Jakarta. Pelatihan ini merupakan KMS yang pertama dari rangkaian kelas-kelas berikutnya dalam dua bulan ke depan, yakni ke Yogyakarta, Pasuruan, Jombang dan Guluk-guluk.

PKS Piyungan Taubat

Hal ini, tambah Imam, sebagai balas budinya atas dunia pesantren yang telah mengenalkannya dengan dunia jurnalistik. Ia berharap, setelah KMS selesai para santri di masing-masing pesantrennya bisa membuat komunitas kecil untuk mengembangkan dunia jurnalistik dan sebagai tambahan bekal ilmu ketika telah kembali kepada masyarakat.  

KMS ini juga merupakan kegiatan untuk menyemarakkan peringatan haul pertama almaghfurullah KH MA. Sahal Mahfudh. (M. Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Quote, Daerah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP

Ponorogo, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur menunjuk Pimpinan Cabang GP Ansor Ponorogo menjadi tuan rumah sosialisasi database Sistem Manajemen Gerakan Pemuda Ansor (Si-GAP), Selasa (29/10).

PC GP Ansor Ponorogo ditunjuk tuan rumah Si-GAP untuk kawasan Mataraman Barat, meliputi Ngawi, Magetan, Ponorogo, Pacitan dan Trenggalek, bertempat di ruang rapat PCNU Ponorogo.

GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Ponorogo Tuan Rumah Database Si-GAP

Masing-masing Pimpinan Cabang mengikutsertakan ketua, sekretaris, dan staf administrasi untuk mendapat pembekalan teknis pengisian database Si-GAP oleh Tim Sosialisasi Si-GAP PW GP Ansor Jawa Timur.

PKS Piyungan Taubat

Hadir pada kesempatan itu Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Timur H. Rudi Al-Wahid untuk memberikan pengarahan. Dalam sambutannya pria yang beberapa bulan lalu melepaskan jabatannya sebagai ketua PC GP Ansor Ngawi ini menegaskan pentingnya pendataan anggota sebagai salah satu syarat eksistensi sebuah PC.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu pria yang akrab dipanggil Kaji Rudi itu juga mengingatkan hak dan kewajiban PC untuk memiliki 5 hal untuk dapat dinyatakan sebagai organisasi yang sehat sehat menurut PO GP Ansor.

Kelima hal itu adalah sistem keanggotaan, Majlis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, LKMS, LKP dan Banser. Pada akhir sambutannya Kaji Rudi menghimbau semua PC untuk terlibat aktif untuk melaksanakan pendataan anggota demi eksistensi organisasi GP Ansor di wilayah kerjanya.

Setelah acara pembukaan yang dipandu Idam Mustofa Pjs Ketua PC GP Ansor Ponorogo, para staf administrasi mendapat bimbingan teknis pengisian database si-GAP dari Abid Mahfudz selaku fasilitator.

Ketersediaan fasilitas hot spot di kantor PCNU Ponorogo memudahkan para peserta mengoperasikan aplikasi Si-GAP. Dalam suasana santai tapi serius pembekalan kali dinilai sukses. Tentu saja keberhasilan pendataan anggota tergantung pada keseriusan masing-masing PC melaksanakannya di lapangan. (Idam Mustofa/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Quote PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock