Kamis, 05 Juni 2014

Rais ‘Aam Ingatkan Seluruh Pengurus tentang Garis NU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Rais ‘Aam PBNU KH Ma’ruf Amin mengingatkan kepada para pengurus di lingkungan Nahdlatul Ulama tentang dua aspek organisasi, yakni pemikiran (fikrah nahdliyah) dan gerakan (harakah nahdliyah). Menurutnya, keduanya menjadi garis atau pegangan yang harus dipedomani warga NU.

Rais ‘Aam Ingatkan Seluruh Pengurus tentang Garis NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais ‘Aam Ingatkan Seluruh Pengurus tentang Garis NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais ‘Aam Ingatkan Seluruh Pengurus tentang Garis NU

Pada aspek pemikiran, menurut Kiai Ma’ruf, NU memegang apa yang ia sebut dengan tawassuthiyah (moderasi), tathawwuriyah (dinamisasi), dan manhajiyah (metodologi). “Moderat artinya tidak terlalu tekstual, juga tidak terlalu liberal,” katanya saat membuka Rapat Kerja Nasional II yang diikuti seluruh pengurus harian lembaga dan badan otonom NU di auditorium gedung PBNU, Jakarta, Sabtu (19/11).

Ia mencontohkan pemikiran para pengusung khilafah sebagai cara pandang tekstual yang menganggap seolah tak ada perubahan dalam sejarah kehidupan ini. Sebaliknya, orang-orang liberal menganggap semua berubah sehingga terkesan menggampangkan agama. “NU tak sepakat dengan pandangan ini. NU meyakini ada yang tsabitat (tetap), ada juga yang mutaghayyirat (berubah),”jelasnya.

Karena itu, NU adalah organisasi yang berpikir dinamis sebagaimana jargon al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah (melestarikan tradisi lama yang baik dan mengambil hal baru yang lebih baik). Dalam proses dinamisasi tersebut, menurut Kiai Ma’ruf, NU harus berpedoman dengan metodologi atau manhaj.

PKS Piyungan Taubat

Gerakan NU

Dari sisi gerakan, jelas Kiai Ma’ruf yang juga ketua MUI pusat ini, NU mengedepankan himayah (perlindungan) dan ishlahiyyah (perbaikan). NU harus menjaga ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang mengedepankan sikap-sikap toleran, moderat, dan adil.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga mendorong NU untuk melakukan perbaikan-perbaikan. “Al-muhafadhah ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah. Menurut saya ini kurang inovatif, hanya menjaga dan mengambil,” katanya. Moto ini baginya mesti ditambah dengan al-ishlah ila ma ghairil ashlah (memperbaiki apa yang belum menjadi lebih baik).

“Tapi yang lebih baik juga enggak seterusnya baik. Baik hari ini belum tentu baik nanti. Jadi harus ditambahi lagi ‘tsummal ashlah fal ashlah (perbaikan terus menerus),” katanya yang juga mengutip Imam Izzuddin Abdus Salam yang mengatakan bahwa orang yang mengabaikan inovasi berarti tak paham soal keutamaan perbaikan.

Kiai Ma’ruf menyebut garis-garis tersebut dengan sebutan mabadi nadhliyat (dasar-dasar ke-NU-an). Secara teknis dasar-dasar itu juga bisa dilakukan dengan merujuk Qanun Asasi, Khiththah Nahdliyah, dan produk-produk kesepakatan yang dihasilkan forum resmi NU seperti Muktamar dan Munas atau Konbes.?

La yunkaru fi mujma’ ‘alaih, tidak ada pengingkaran pada hal-hal yang sudah disepakati,” tegasnya. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Fragmen, Santri PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock