Minggu, 20 Agustus 2017

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Tak hanya Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Puteri Nahdlatul Ulama (IPPNU) pun turut memprotes langkah pemerintah yang akan meliburkan sejumlah sekolah di Bogor, Jawa Barat, dalam rangka menyambut kedatangan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush ke Indonesia 20 Nopember Senin (20/11) mendatang.

“Ini (peliburan sekolah, Red) jelas merugikan anak-anak sekolah. Padahal kalau dilihat kaitannya, kedatangan Bush dan aktifitas di sekolah nyaris tidak ada hubungannya, walaupun alasannya demi keamanan,” kata Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) IPPNU, Wafa Patria Umma kepada PKS Piyungan Taubat, di Jakarta, Rabu (8/11) malam.

Sebagaimana diberitakan situs ini, sedikitnya ada empat sekolah yang berada di dekat Istana Bogor dan Kebun Raya Bogor akan diliburkan demi keamanan dalam rangka menyambut orang nomer satu di negeri Paman Sam tersebut. Selain itu, sekolah yang terletak di Jalan Juanda, yaitu SMPN 1 dan SMAN 1 juga akan diliburkan. Sekolah Regina Pacis yang lokasinya tepat di seberang pintu utama Istana Bogor pun bernasib sama.

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Ada Hubungan Bush dengan Sekolah

Tak hanya itu. Selama Bush mengadakan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yuhoyono di Istana Bogor, jalan-jalan di seputar Istana Bogor ditutup selama 10 jam mulai pukul 10.00. Bahkan, para pedagang diusir dari tempat dagangannya karena alasan pengamanan. Kawasan itu mesti steril dari kesibukan lalu lalang kendaraan.

Pemerintah juga harus membangun setidaknya dua landasan helikopter (helipad) baru, yakni di lapangan Pusat Konservasi Tanaman (PKT) di Kebun Raya Bogor (KRB) dan di GOR Pajajaran. Helikopter Blackhawk yang membawa Bush akan mendarat di Kebun Raya, sedangkan mobilnya akan didaratkan dengan helikopter Cynnox di GOR Pajajaran.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Wafa, demikian panggilan akrab Wafa Patria Umma, langkah dan kebijakan pemerintah itu jelas berlebihan, apalagi sampai harus mengorbankan aktifitas belajar mengajar di sekolah. “Memperketat keamanan sih sah-sah saja. Itu bisa dipahami. Tapi kalau harus meliburkan aktifitas sejumlah sekolah, apa alasannya?” gugat Wafa. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat IMNU, Bahtsul Masail, Aswaja PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat PKS Piyungan Taubat.

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock