Sumedang, PKS Piyungan Taubat
Pesantren Al-Hikamussalafiyyah Sumedang, Jawa Barat, memiliki grup musik yang cukup unik. Para personelnya tak menggunakan instrumen musik apapun untuk menghasilkan nada-nada. Untuk mengiringi syair lagu yang dibawakan, mereka mengandalkan kolaborasi suara dari mulut para personel.
| Nada dan Dakwah, Grup Musik Akapela dari Pesantren Al-Hikamussalafiyyah (Sumber Gambar : Nu Online) |
Nada dan Dakwah, Grup Musik Akapela dari Pesantren Al-Hikamussalafiyyah
Jenis musik yang dikenal dengan istilah akapela atau beatbox ini antara lain tampil memeriahkan pelantikan Pengurus Komisariat IPNU-IPPNU MTs dan MA Plus Al-Hikam di Aula MA Plus Al-Hikam, Senin (8/2) lalu. Seni ini lebih mengendepankan keahlian mulut dalam menciptakan nada atau notasi yang harmonis.Grup musik bernama “Nada dan Dakwah Al-Hikam” ini digawangi tujuh personel, yaitu Arizal, Anwar, Raghib, Teguh, Chacha, Anggih, dan Tobiin. Mereka semua santri Pondok Pesantren Al-Hikamussalafiyyah. Inilah alasan mengama grup ini diberi nama Al-Hikam.
PKS Piyungan Taubat
Minggu kemarin grup nada dan dakwah Al-Hikam ini mengikuti turnamen se-Jawa Barat yang dilaksanakan di kampus STAI Sebelas April Sumedang. Gurp musik para santri ini pun sukses meraih juara kedua.Manajer grup Nada dan Dakwah Al-Hikam, Mohammad Sholeh Nahru Ulumudin mengatakan bahwa grup ini dibangun atas dasar kewajiban amar maruf nahi munkar. Pesan dakwah disampaikan melalui seni yang sesuai dengan tuntutan zaman. Grup tersebut bisa juga diundang dalam berbagai acara, seperti pesta pernikahan, khitanan, hajatan, dan sejenisnya. (Ayi Abdul Kohar/Mahbib)
PKS Piyungan Taubat
Dari Nu Online: nu.or.idPKS Piyungan Taubat Pahlawan, Quote, Amalan PKS Piyungan Taubat
