Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IMNU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Maret 2018

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

Banyuwangi, PKS Piyungan Taubat

Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyuwangi KH Hisyam Syafaat mengajak Nahdliyin Banyuwangi untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurutnya, saat ini tantangan yang dihadapi NU dan NKRI cukup besar, salah satunya muncul pihak yang memisahkan diri secara ideologis dari NKRI dan hendak mengubahnya dengan sistem kenegaraan yang baru.

Kiai Hisyam menyebutkan, salah satu pintu masuk kaum radikal garis keras menyebarkan pengaruhnya di masyarakat melalui majelis-majelis di masjid.

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais PCNU Banyuwangi: Jaga Masjid dari Kelompok Garis Keras

“Mereka mendakwahkannya di masjid-masjid dan di mushala-mushala NU yang kosong dan ditinggal jamaahnya,” papar Kiai Hisyam pada acara peringatan hari lahir (harlah) ke-93 Nahdlatul Ulama yang diselenggarakan oleh PCNU Banyuwangi di Pesantren Tahfidzul Qur’an al-Mubarak, Sawahan, Genteng, Sabtu (29/5) siang. Pesantren Tahfidz dengan konsep Bambu Quran ini diasuh oleh KH Ahmad Hidayat yang juga bendahara PCNU Banyuwangi.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Hisyam yang pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Blokagung Tegalsari ini juga mengatakan bahwa warga NU harus menjaga mushala maupun masjidnya dari pengaruh kelompok-kelompok garis keras yang mengatasnamakan Islam. Cara menjaganya adalah dengan melakukan shalat berjamaah di mushala dan masjid tersebut secara rutin.

“Jika orang-orang NU terus shalat jamaah di masjid, mushala yang dekat rumahnya, mereka tidak akan berani datang. Apalagi untuk membid’ah-bid’ahkan ajaran para ulama dan mengajak untuk makar pada NKRI,” tegas Kiai Hisyam.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Hisyam pada kesempatan tersebut juga menceritakan bagaimana kegigihan para pengurus NU di luar Jawa dalam menjaga masjid dan mushala dari kelompok-kelompok garis keras tersebut. “Di Pulau Buru yang dulu menjadi tempat pembuangan PKI, sekarang sudah maju syiar agama Islamnya. Ketua takmir masjid agungnya adalah warga NU,” cerita Kiai Hisyam.

Oleh karena itu, Kiai Hisym meminta kepada Kapolsek Genteng yang hadir dalam acara Harlah ke-93 NU tersebut, tidak hanya mengkhawatirkan PKI sebagai musuh lawan negara, tetapi juga harus memberikan perhatian pada kelompok-kelompok radikal yang mengancam NKRI. “Seharusnya polisi menindak tegas kelompok-kelompok yang ingin memisahkan dengan NKRI,” pungkasnya. (Anang Lukman Afandi/Mahib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Doa PKS Piyungan Taubat

Selasa, 06 Februari 2018

Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan

Tenggarong, PKS Piyungan Taubat. Peresmian gedung kantor PCNU Kab. Kutai Kartanegara dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2013 dihadiri langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Tampak pula Wakil Gubernur Kalimantan Timur Farid Wadjdydan Wakil Bupati Kab Kutai Kartanegara HM Ghufron Yusuf bersama forum komunikasi pimpinan daerah.

Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan

Peresmian dimulai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Wakil Bupati dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan dilanjutkan dengan penguntingan pita. 

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya Ketua PCNU Kab Kutai Kartanegara H Chairul Anwar mengatakan ucapan terima kasih atas partisipasi Pemerintah Daerah yang telah membantu pembangunan Gedung PCNU Kab Kutai kartanegara sebesar 4,5 Milyar melalui bantuan hibah.  

PKS Piyungan Taubat

Bangunan yang terdiri dari 3 lantai tersebut kelak akan dilengkapi dengan pemancar radio yang diberi nama Radio Bintang 9 yang akan menyiarkan dakwah ahlussunnah wal jamaah ke berbagai daerah yang meliputi 18 kecamatan dan di gedung tersebut nanti juga akan didirikan klinik dengan nama klinik Aswaja. 

Segala persyaratan telah dipenuhi, tinggal mencari dokter penanggung jawab sebagai bagian dari pendirian klinik tersebut nantinya akan bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Chairul Anwar

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, IMNU PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Meskipun kongres I Pagar Nusa tinggal 8 hari lagi, sampai saat ini bursa kandidat yang akan memimpin Pagar Nusa sebagai badan otonom NU belum muncul.

“Sejauh ini belum ada wilayah atau cabang yang menyuarakan aspirasinya mendukung calon tertentu,” tutur Ketua Panitia Kongres. H. Fuad Anwar, Selasa.

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)
Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi (Sumber Gambar : Nu Online)

Bursa Kandidat Ketua Umum Pagar Nusa masih Sepi

Mekanisme pencalonan sampai saat ini juga belum ditentukan, berapa suara minimal yang harus dipenuhi untuk bisa mencalonkan diri.

“Masih terdapat perdebatan bagaimana mekanisme pemilihan ketua umum, melalui one man one vote, sistem ahlul halli wal aqdi atau sistem presidium, ini masih akan dibahas dalam tatib,” tutur Sekretaris Panitia Mujtahidur Ridho.

Edo, panggilan akrab Mujtahirur Ridho menjelaskan ada usulan dari pengurus PBNU yang menginginkan sistem ahlul halli wal aqdi untuk kongres pertama ini.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara pra kongres yang akhirnya forumnya dirubah menjadi kongres, namun tidak diakui oleh PBNU yang diselenggarakan pada 25 September 2005 di Ponpes Ciganjur, terpilih H. Suharbillah.

Kala itu, terdapat 5 kandidat yang bersaing dalam kongres. Dari 72 suara wilayah dan cabang, sebanyak 53 memilih Suharbillah diikuti KH Sayuthi Ghozali 13 suara, Kuncoro 3 suara, Abdul Latif 2 suara dan Abdul Halim 1 suara. Abstain 1 suara dan 1 suara lagi memilih Gus Maksum, pendiri Pagar Nusa yang saat ini sudah meninggal dunia. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat News, Aswaja, IMNU PKS Piyungan Taubat

Senin, 29 Januari 2018

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Mahasiswa Alumni Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang yang berada di Surabaya (IMABAYA) bekerja sama dengan Jam’iyyah Al-Islah megadakan pengajian di daerah Jemurwonosari, Surabaya, Jawa Timur.

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Perngajian pada (22/11) tersebut merupakan kemasan untuk memperingati hari lahir (harlah) kedua lembaga tersebut. IMABAYA memperingati harlah yang ke-29 sementara Jam’iyyah Al-Islah harlah ke-2. Di samping itu dikaitkan juga dengan peringatan Tahun Baru Hijriyyah 1436 H.

Wakil Ketua Jam’iyyah Al-Islah, Supardi, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurut sepengetahuannya, kegiatan bareng antara mahasiswa dan warga Jemurwonosari, nyaris tidak pernah dilakukan.

PKS Piyungan Taubat

Padahal, kata dia, setiap hari warga selalu berbaur dengan mahasiswa yang kuliah di UIN Sunan Ampel, baik yang kost di rumah-rumah penduduk maupun yang nyantri di Pesantren An-Nuriyyah, An-Nur, Darul Arqom, Al-Jihad, dan Luhur Al-Husna.

Secara rinci, Supardi melaporkan kegiatan Jam’iyyah Al-Islah yang sudah dua tahun berjalan, mulai dari majelis zikir, majelis ta’lim, peringatan hari-hari besar Islam (PHBI) sampai wisata religi ke makam para wali, para kiai dan ke beberapa pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Demi peningkatan kualitas warga, Supardi mengharap dan terima kasih jika para mahasiswa bisa hadir di tengah-tengah kami dengan peran mereka yang barang tentu bermanfaat bagi warga,” pintanya.  

Apalagi, kata dia, mahasiswa yang hadir di sini adalah para mutakharrij/alumni pondok-pondok pesantren, utamanya pondok pesantren Tambakberas Jombang, yang pendirinya dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional, yaitu KH. Abdul Wahab Chasbullah.  

Kehadiran IMABAYA seperti malam ini, kata dia, semoga tidak berhenti sampai di sini, tapi

berlanjut di waktu-waktu lain dan bisa bekerja sama di bidang-bidang tertentu, seperti memberikan penyuluhan di majelis ta’lim dan majelis zikir.

“Kami siap sebagai ansor untuk menerima dan membantu mahasiswa sebagai muhajirin, sebagaimana misi hijrah Rasullullah, saling bahu membahu antara muhajirin dan ansor,” katanya.

Dalam acara yang bertajuk ”Dengan Semangat Hijrah Kita Tingkatkan Ukhuwwah Islamiyah” ini dihadiri sekitar 400 warga Jemuwonosari dan para mahasiswa yang tergabung dalam IMABAYA.

Hadir pula salah seorang Pengasuh Pesantren Bahrul ’Ulum Tambakberas KH. Fadhlullah Malik, Msi. Dalam ceramahnya Gus Fad, panggilan akrabnya, menguak perjuangan dan pengorbanan para Muhajirin yang berhijrah bersama Rasulullah Saw.

Ia juga memberikan taushiah tentang manfaat berorganisasi, apalagi organisasi yang sifatnya pengabdian kepada masyarakat seperti IMABAYA.

”Salah satu tujuan IMABAYA didirikan adalah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat demi mewujudkan nilai-nilai Islam yang berpijak pada Aswaja dengan budaya NU (Nahdlatul Uama) yang ada,” katanya.  

Maka, kata dia, di sinilah para almuni pesantren tidak hanya pintar saja, tapi juga harus mencari dan mengejar bagaimana agar kepintarannya itu bermanfaat dan berbarakah baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat lingkungannya. (Ma’ruf Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Makam, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga

Blora, PKS Piyungan Taubat. Liga Santri Nusantara (LSN) Jawa Tengah Region 1 Grup B telah ditutup pada Ahad (17/9) pukul 16.00 WIB. Acara penutupan yang juga berpusat di Stadion Kridosono Blora ini juga dihadiri oleh Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini. Turut hadir juga Wakil Bupati Blora Ahmad Arif Rahman.

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Berharap Santri Ukir Prestasi di Dunia Olahraga

Dalam penutupan LSN di Blora kali ini, Helmy mengutarakan kekagumannya pada laga final di Blora tahun ini. “Bersyukur bahwa dalam final LSN region 1 Jawa Tengah kali ini, saya seperti menonton MU versus City. Sungguh pertandingan yang menurut saya, berskala internasional,” pujinya.

Atas nama Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, ia menyatakan senang, bergembira, sekaligus bangga bahwa ternyata santri merupakan atlet-atlet kebanggaan Indonesia, yang diharapkan nanti dapat mengukir prestasi dalam dunia olahraga di kancah nasional. Ia juga mengungkapkan bahwa olahraga merupakan suatu hal yang sangat penting.?

“Bahkan dalam perpres yang baru, pendidikan karakter, olahraga merupakan bagian dari olah pikir dan olah hati,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Mantan Menteri Pembangunnan Daerah Tertiggal Dan Transmigrasi ini, menutup pidatonya dengan menyitir pepatah asing yang berkaitan dengan olahraga, “Men sana in corpore sano. Bahwa di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat. Maka untuk berpikir yang sehat diperlukan pula badan yang sehat terlebih dahulu. Untuk itu, mari kita terus galakkan olahraga terutama di kalangan santri.”?

Laga Final LSN Jateng Region 1 Grup B kali ini dimainkan oleh tim tuan ruamah, An Nur FC Blora melawan tim asal pesantren asuhan Gus Mus, Robin FC Rembang. Namun, Robin FC harus tunduk pada tim tuan rumah dengan menenggak pahitnya kekalahan 1-0.?

Dengan hasil tersebut, An Nur nantinya masih akan ditandingkan dengan pemenang LSN Region 1 Jateng Grup A Manhik FC Kendal di Stadion Gelora Kartini, Jepara, pada 30 September mendatang untuk memperebutkan posisi wakil ketiga dari Jawa Tengah guna melaju mewakili ke Liga Santri Nusantara tingat nasional. (Ulin Nuha Karim/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat IMNU PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk

Bandung, PKS Piyungan Taubat 



Lembaga Seni Budaya Muslim Indonesia (Lesbumi) NU Kabupaten Bandung resmi dibentuk di Pondok Pesantren Darul Ma’arif Cigondewah, Kecamatan Margaasih, Jumat sore (20/10). Pelantikan dilakukan Ketua PCNU Kabupaten Bandung KH Asep Jamaluddin.

Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Lesbumi NU Kabupaten Bandung Dibentuk

Kiai Asep mengungkapkan kebahagiaannya karena NU Kabupaten Bandung kini memiliki lembaga seni dan budaya. Pasalnya, menurut dia, selama ia aktif sepuluh tahun, ketika menjadi Katib Syuriyah NU, tidak pernah mendengar adanya Lesbumi. 

Menurut dia, Lesbumi sangat penting keberadaannya sebagai pelaksana misi dakwah melalui jalur kebudayaan. Karena NU, memperkuat dan mendakwahkan Islam dengan taktik melengkapi dan menyempurnakan apa yang sudah ada, dan tidak merusak tatanan yang ada. 

“Syekh waliyullah Sunan Kalijaga, mengkreasi wayang, diubah isi wayang itu menjadi isinya Islam. Kenapa NU membolehkan tahlilan, padahal asalnya bukan Islam, karena tahlilan kemudian isinya diganti la ilaha illah, subhanallah. Itu tidak bertolak belakang dengan syariat,” jelasanya. 

Menurut dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati ini, Rasulullah pun pernah memberi contoh dengan mengadopsi budaya jahiliyah yang baik, yaitu wali nikah dalam sebuah perkawinan. 

PKS Piyungan Taubat

Selepas pelantikan, pengurus Lesbumi langsung mengadakan diskusi bertajuk “Lawung Budaya dan Tirakat Sastra” dengan tema “Dasar Pemikiran Islam Sunda dalam perahu Islam Nusantara”. 

Dua narasumber pada kegiatan itu adalah Ketua Lesbumi PBNU KH Agus Sunyoto dan Ketua Lakpesdam PWNU Jawa Barat Asep Salahuddin. Selepas itu diadakan pelatihan menulis dengan narasumber Iip D. Yahya dan Neneng Yant KH. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat AlaNu, IMNU PKS Piyungan Taubat

Minggu, 07 Januari 2018

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3)

Assalamu ‘alaikum wr. wb.

Pak ustadz, saya ingin menanyakan seputar shalat dua rakaat ketika masuk masjid atau yang dikenal dengan sebutan shalat tahiyyatul masjid. Pertama, apa makna shalat tahiyyatul masjid? Kedua, apabila kita masuk masjid kemudian duduk, apakah anjuran melakukan shalat tahiyyatul masjid gugur? Ketiga, ketika kita masuk masjid mengingat waktunya begitu sempit kemudian kita langsung melakukan shalat qabliyyah, bolehkah kami menggabungkan niat shalat sunah qabliyyah dengan shalat tahiyyatul masjid? Atas penjelasannya saya ucapkan terima kasih. Wassalamu ’alaikum wr. wb. (Ahmad Majid/Pekalongan)

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3) (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3) (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Sunah Qabliyyah Tanpa Shalat Tahiyyatul Masjid (3)

Jawaban

Assalamu ’alaikum wr. wb.

Penanya yang budiman, semoga selalu dirahmati Allah swt. Dalam kesempatan kali ini kami akan mencoba untuk menjawab pertanyaan yang ketiga atau yang terakhir. Makna shalat tahiyyatul masjid adalah perwujudan dari salam penghormatan kepada masjid.

PKS Piyungan Taubat

Sedangkan yang dimaksudkan adalah memberikan salam penghormatan kepada Sang Pemilik Masjid, yaitu Allah SWT. Hal ini sebagaimana yang telah kami jelaskan pada kesempatan sebelumnya. Karena itu maka yang menjadi poin penting adalah adanya shalat ketika masuk masjid sebagai bentuk salam kepada Allah.

PKS Piyungan Taubat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Walhasil bahwa yang diminta (dianjurkan) dari orang yang masuk ke dalam masjid adalah hendaknya ia melakukan shalat di dalamnya sebagai bentuk salam penghormatan kepada Pemiliknya Yang Maha Luhur,” (Lihat Ibnu Abidin, Hasyiyah Raddul Mukhtar, Beirut, Darul Fikr, 1421 H/2000 M, juz II, halaman 18).

Atas dasar penjelasan singkat ini, maka setidaknya dapat dipahami bahwa ketika ada seseorang yang masuk ke dalam masjid kemudian melakukan shalat qabliyyah maka shalat tahiyyatul masjid sudah termasuk di dalamnya. Dengan catatan orang tersebut tidak menafikannya dalam niat ketika takbiratul ihram.

Dari sini kemudian kita bisa memahami pendapat dari para ulama madzhab Syafi’i—sebagaimana dikemukakan oleh Muhyiddin Syaraf An-Nawawi—yang menyatakan bahwa tidak disyaratkan niat shalat tahiyatul masjid.

Karenanya ketika ia shalat dua rakaat dengan niat shalat sunah mutlak atau shalat sunah rawatib atau selainnya, atau bahkan shalat fardlu baik shalat ada`, qadla, atau nadzar maka hal itu sudah dianggap cukup. Konsekuensinya ia mendapat pahala sesuai dengan apa yang diniatkan sekaligus juga mendapatkan pahala tahiyyatul masjid.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama dari kalangan madzhab kami (madzhab Syafi’i) berpendapat bahwa tidak disyaratkan seseorang untuk berniat shalat tahiyyatul masjid dua rakaat, bahkan apabila ia shalat dua rakaat dengan niat shalat sunah mutlaq atau niat shalat dua rakaat shalat sunah rawatib atau selain rawatib, atau shalat fardlu baik shalat ada`, qadla, atau yang dinazdarkan maka hal teresebut dia anggap mencukupi dan ia mendapatkan sesuai dengan niatnya termasuk di dalamnya shalat tahiyyatul masjid. Dalam hal ini tidak ada perselisihan pendapat di antara mereka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, Jeddah, Maktabah Al-Irsyad, juz III, halaman 544).

Lebih lanjut, menurut mereka, bahwa ketika seseorang niat shalat fardlu dan tahiyyatul masjid atau niat shalat rawatib dan tahiyyatul masjid, maka keduanya bisa peroleh sekaligus. Atau dengan kata lain mengabungkan niat shalat fardlu dengan tahiyyatul masjid atau shalat rawatib dengan tahiyyatul masjid adalah diperbolehkan dan tetap mendapatkan dua pahala sekaligus.

  ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Para ulama dari kalangan madzhab kami menyatakan, ‘Begitu juga apabila ia berniat shalat fardli dan shalah tahiyyatul masjid atau berniat shalat rawatib dan tahiyyatul masjid maka keduanya bisa diperoleh semuanya. Dalam hal ini tidak ada perselisihan pedapat di antara mereka,” (Lihat Muhyiddin Syaraf An-Nawawi, Al-Majmu’ Syarhul Muhadzdzab, juz III, halaman 544).

Lantas apa logika atau argumentasi yang bisa diketengahkan untuk mendukung pandangan tersebut? Salah satu argumen yang bisa diajukan di sini adalah bahwa yang menjadi poin penting atau intinya adalah adanya shalat ketika masuk masjid sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Sedangkan ketika seseorang masuk masjid kemudian langsung menjalakan shalat apakah itu shalat fardlu atau rawatib, maka hal itu telah tercapai. Begitu juga ketika seseorang niat shalat fardlu dan niat tahiyyatul masjid misalnya, keduanya dapat diperoleh. Dengan kata lain mendapatkan pahala keduanya.

(? ? ? ? ? ) ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Shalat tahiyyatul masjid bisa didapatkan dengan shalat fardlu atau shalat sunah yang lain baik shalat tahiyyatul masjid diniati bersamaan shalat fardlu atau sunah maupun tidak. Sebab, intinya adalah adanya shalat sebelum duduk di masjid dan hal itu sudah terwujud sebagaimana disebutkan. Dan niat shalat tahiyyatul masjid tidak merusak shalat tersebut karena shalat tahiyyatul masjid adalah termasuk sunah yang tidak ditentukan (sunah gharu maqshudah). Berbeda dengan niat shalat fardlu bersamaan dengan shalat sunnah yang sudah ditentukan. Dalam kasus ini shalatnya tidak sah,” (Lihat Jalaluddin Al-Mahali, Syarhu Minhajit Thalibin, dalam Hamisy Hasyiyah Qalyubi wa Umairah, Syarikatu Maktabah wa Mathba’ah Ahmad Said bin Nabhan, juz I, halaman 215).

Berangkat dari penjelasan di atas maka impulannya adalah diperbolehkan menggabungkan niat shalat sunah qabliyyah dengan tahiyyatul masjid. Bahkan seandainya tidak niat tahiyyatul masjid tetap tahiyyatul masjid dapat diraih. Artinya juga mendapatkan pahala shalat qabliyyah sekaligus tahiyyatul masjid.

Demikian jawaban yang dapat kami kemukakan. Semoga bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka dalam menerima saran dan kritik dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq,

Wassalamu ’alaikum wr. wb.


(Mahbub Ma’afi Ramdlan)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Nahdlatul Ulama, IMNU PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba

Pontianak, PKS Piyungan Taubat 

Kota Pontianak telah lama masuk dalam deretan papan atas dalam penggunaan narkoba. Bahkan, pernah masuk peringkat lima besar di Indonesia dalam pemakaian dan perdagangannya. Tak hanya itu, Pontianak dikenal pula sebagai tempat memproduksi “barang haram” tersebut.

Untuk menangkal penyebaran dan penggunan narkoba di kalangan pelajar, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama Cabang (IPNU) Kota Pontianak, menggelar sosialisasi bahaya narkoba kepada ratusan pelajar madrasah aliyah dan tsanawiyah di Yayasan Al-Mujtahid Jalan Parwasal Pontianak Utara, Sabtu (3/11) pagi.

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Kota Pontianak Sosialisasi Bahaya Narkoba

Dengan mengangkat tema “Manifesto pelajar dan santri dalam mewujudkan Narkoba menjadi musuh bersama”. IPNU Kota Pontianak menaruh harapan generasi muda yang mendapat pencerahan akan bahaya barang haram tersebut menularkan kepada rekan yang lain untuk tidak mendekati obat terlarang apalagi mengkonsumsinya.

PKS Piyungan Taubat

Sosialisasi yang sedianya akan dihadiri perwakilan dari BNN Kota Pontianak tetap berjalan meski tak ada satu pun perwakilan yang hadir. Padahal surat audiensi telah dikirim kepada BNN Kota Pontianak.

Ketua IPNU Kota Pontianak M. Dardiri kepada wartawan mengatakan sosialisasi hanya menghadirkan pemateri dari Napza Universitas Tanjungpura dan dari internal IPNU Kota Pontianak.

PKS Piyungan Taubat

IPNU sebagai organisasi pelajar yang merupakan badan otonum dari Nahdlatul Ulama kepeduliannya tak hanya sebatas pada pendidikna agama. Namun sosial masyarakat juga turut menjadi perhatian.

M. Dardiri juga ikut menyikapi terhadap hukum Indonesia yang meringankan terhadap pelaku narkoba. “Sudah jelas narkoba merusak generasi muda. Telah banyak bukti residivis narkoba banyak yang kembali ke alamnya setelah keluar dari hukuman. Tapi kenapa pemerintah malah meringankan hukuman kepada mereka,” ungkapnya.

Dardiri mengakui, tak mudah melakukan penyelamatan generasi muda dari bahaya obat terlarang, akan tetapi setidaknya dengan gerakan banyak organisasi menyentuh pelajar dan generasi muda dapat mengurangi penyebaran narkoba.

“Saya sepakat, generasi muda adalah asset bangsa yang harus diselamatkan, bukan hanya dari bahaya pergaulan dan seks komersial. Namun juga dari bahaya narkoba,” pungkasnya.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ubay KPI

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Budaya, Pertandingan PKS Piyungan Taubat

Selasa, 26 Desember 2017

Jangan Pilih Pemimpin yang Benci Tradisi NU!

Subang, PKS Piyungan Taubat. Menyambut Pemilihan Umum (Pemilu) 2014 dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), KH Manarul Hidayat menghimbau warga NU tidak memilih pemimpin yang ‘membenci’ tradisi keagamaan yang sudah melekat dalam diri warga Nahdliyin.

Jangan Pilih Pemimpin yang Benci Tradisi NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Jangan Pilih Pemimpin yang Benci Tradisi NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Jangan Pilih Pemimpin yang Benci Tradisi NU!

“Jangan pilih pemimpin yang benci sama maulidan, rajaban, tahlilan, dan tradisi NU lainnya!” kata Kiai Manarul dalam pidatonya di acara halal bihalal warga NU Kabupaten Subang, Jum`at (16/8) kemarin.

Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Kantor PCNU Subang tersebut, Pengasuh Pesantren Al-Mahbubiyyah Jakarta ini mengingatkan agar warga NU mampu selektif dalam memilih pemimpin, jangan sampai tertipu dengan berbagai macam iming-iming yang ditawarkan, karena jika sampai salah pilih, yakni memilih pemimpin yang tidak menyukai tradisi NU, maka perlahan-lahan tradisi NU akan hilang dari bumi nusantara ini.

PKS Piyungan Taubat

“Saya mendapat informasi dari seorang teman itu sudah ada orang yang berani merampas dan merebut uang yasinan, uang yasinan direbut karena yasinan dianggapnya bid`ah, padahal Imam Syafi`i sudah menjelaskan bahwa bid`ah itu ada yang hasanah ada yang sayyiah, jadi rakyat saja sudah berani apalagi kalau jadi pemimpin, kalau yang semacam ini dibiarkan, apa yang akan terjadi 5 tahun, 10 tahun, 30 tahun mendatang?” papar Ketua Asosiasi Bina Haji & Umroh Nahdlatul Ulama (Asbihu NU) itu

Menurut Kiai Manarul, NU bukanlah lembaga politik, namun sikap politik NU adalah selalu memperjuangkan nilai dan cita-cita Ahlussunah Waljamaah serta kemerdekaan Republik Indonesia, untuk itu dia berpesan agar warga NU dapat memilih pemimpin yang peduli dengan cita-cita dan perjuangan NU tersebut.

PKS Piyungan Taubat

“Siapa yang peduli dengan NU, maka warga NU wajib dukung, jangan mendukung kepada pihak yang justru bertolak belakang dengan cita-cita NU,” pungkasnya terkait pelaksanaan pemilihan? Bupati Kabupaten Subang yang siap digelar pada tanggal 8 September 2013 mendatang.

Redaktur? ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor : Aiz Luthfi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Jadwal Kajian, IMNU PKS Piyungan Taubat

Senin, 25 Desember 2017

Habib Syech Pimpin Ribuan Warga Gemakan Ya Lal Wathan

Metro, PKS Piyungan Taubat. Ribuan warga memenuhi Lapangan Mulyojati Kota Metro, Lampung, Kamis (20/4). Habib Syech Bin Abdul Qadir Assegaf hadir di Lampung dalam rangka Nusantara Bershalawat yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren Raudlatul Quran Kota Metro.

Habib Syech Pimpin Ribuan Warga Gemakan Ya Lal Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)
Habib Syech Pimpin Ribuan Warga Gemakan Ya Lal Wathan (Sumber Gambar : Nu Online)

Habib Syech Pimpin Ribuan Warga Gemakan Ya Lal Wathan

Gelaran Akbar ini merupakan ungkapan wujud syukur atas telah dua windu berdirinya Pondok Pesantren Penghafal Quran Asuhan KH Ali Qomaruddin Al-Hafidz ini. Sesaat setelah Habib Syech naik panggung, ia mengajak seluruh jamaah yang berasal dari seluruh penjuru Provinsi Lampung mengumandangkan lagu karya KH Wahab Hasbullah, Ya Lal Wathan.

Seluruh Jamaah pun larut serta dengan semangat melantunkan lagu yang syairnya berisi tentang cinta tanah air tersebut. Setelah lagu tersebut, lagu tentang Nahdlatul Ulama juga digemakan oleh Habib asal Solo ini dan diikuti oleh para syekhermania, Group Pecinta Habib Syech.

Ribuan Bendera merah putih dan Bendera NU dalam berbagai ukuran nampak dikibar-kibarkan oleh para syekhermania ditengah ribuan jamaah yang hadir.

PKS Piyungan Taubat

Nasionalisme dan Suasana Religius juga terasa sekali dengan dikumandangkannya lagu Indonesia Raya dan banyak syair shalawat pada acara yang dirangkai dengan pengukuhan pengurus Syekhermania Provinsi Lampung ini.

Pada kesempatan tersebut Habib Syech berharap shalawat dapat terus dikumandangkan di Bumi Lampung Ruwai Jurai. Dengan syafaat Rasulullah melalui shalawat Nabi, Ia juga mendoakan seluruh warga Provinsi Lampung diberikan keberkahan dalam hidup.

Wabilkhusus, Habib Syech juga mendoakan para santri di Pondok Pesantren Asuhan Ketua PCNU Kota Metro yang berjumlah lebih dari seribu santri tersebut bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat dan menjadi anak yang sholeh dan sholehah.

Hal ini diamini oleh Mustasyar PCNU Kota Metro KH. Syamsuddin Tohir yang memberikan mauidzotul hasanah disela-sela kegiatan shalawat tersebut. Ia mengingatkan Pentingnya memiliki anak yang sholeh dan sholehah yang mendoakan orang tuanya.

"Tidak ada orang yang melebihi bahagianya orang tua yang memiliki anak sholeh dan sholekhah," tegas Kiai yang juga pernah menjadi Rais Syuriyah Kota Metro ini. Anak yang sholeh lanjutnya, akan senantiasa mengirimkan doa bagi orang tuanya baik selama hidup didunia dan juga saat sudah berada di alam qubur.

PKS Piyungan Taubat

"Jika ingin menjadikan anak yang sholeh dan sholekhah, Pesantren Raudlatul Quran jawabannya," pungkasnya. Menutup Kegiatan yang bertema Bershalawat Untuk Merekatkan Bangsa ini kembali Habib Syech dan Seluruh Jamaah bersama-sama melantunkan lagu Ya Lalwathan. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 23 Desember 2017

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

Rembang, PKS Piyungan Taubat - Susunan kepengurusan Pimpinan Cabang Rijalul Ansor Kabupaten Rembang masa khidmat 2017-2019 yang terdiri atas para kiai muda dikukuhkan di masjid Al-Marjan Kecamatan Sumber Kabupaten Rembang, Ahad (11/6). Pengukuhan di malam ganjil ini ditandai dengan khataman 101 Al-Quran.

Ketua GP Ansor Rembang Hanies Cholil Barro mengatakan, para? kiai muda NU dulunya telah mewariskan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), berikut dengan keberagamannya.

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Rijalul Ansor Rembang Dikukuhkan Melalui 101 Khataman Al-Quran

“Dan tentunya ini perlu kita jaga bersama-sama," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia menambahkan, tugas besar dan berat sudah menanti, yaitu menjaga negara dari serangan garis keras di luar NU, yang sedang berusaha mengingkari konstitusi.

PKS Piyungan Taubat

"Tugas kita saat ini sangat besar dan luar biasa beratnya. Pasalnya kelompok-kelompok di luar NU, berusaha untuk mengingkari konstitusi baik Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, Undang-undang Dasar 1945 dan NKRI sudah semakin gencar dan merajalela," katanya.

Ia mengajak kiai-kiai muda NU untuk bergerak bersama dalam barisan Rijalul Ansor. Hal tersebut sebagai upaya untuk melestarikan warisan ulama dan para pendahulu. Meski demikian, gerakan yang dilakukan tetap dalam satu komando dengan kepengurusan di atasnya baik Pimpinan Wilayah (PW) di tingkat provinsi dan Pimpinan Pusat (PP) pimpinan tingkat nasional.

Ketua GP Ansor Kecamatan Sumber Sumarlan menjelaskan, dalam kegiatan yang bersamaan dengan peringatan malam Nuzulul Quran juga diisi pembacaan Al-Quran sebanyak 101 khataman dari 16 ranting di wilayah PAC GP Ansor Kecamatan Sumber. Pengajian umum kali ini menghadirkan pembicara KH Amir Machmud dari Kecamatan Pamotan.(Ahmad Asmui/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Internasional PKS Piyungan Taubat

Selasa, 19 Desember 2017

Persiapan Panitia LSN Jatim 1 Maksimal

Trenggalek, PKS Piyungan Taubat - Panitia Nasional Liga Santri Nusantara menilai kesiapan Kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah kompetisi Liga Santri region Jawa Timur 1 sejauh ini sudah maksimal. Hal ini disampaikan setelah panitia nasional meninjau langsung kesiapan Stadion Menak Sopal Trenggalek sebagai tempat berlangsungnya pembukaan dan kompetisi yang akan digelar pada 17 September mendatang, Senin (7/8) siang.

Hal ini diungkapkan M Khoirudin Abbas, Senin (7/8) siang di lokasi. Khoirudin didampingi koordinator Regional Habib Mustofa, panitia pelaksana Khotamil Anam, melihat kesiapan fasilitas stadion. Mereka memeriksa ruang ganti yang biasanya dipergunakan para pemain saat pertandingan serta menginjakkan kaki di rumput hijau lapangan.

Persiapan Panitia LSN Jatim 1 Maksimal (Sumber Gambar : Nu Online)
Persiapan Panitia LSN Jatim 1 Maksimal (Sumber Gambar : Nu Online)

Persiapan Panitia LSN Jatim 1 Maksimal

Stadion Menak Sopal memiliki rumput yang berstandar nasional dan pernah menyandang predikat terbaik ketiga di Jawa Timur setelah stadion Gelora Bung Tomo Surabaya dan Pamekasan.

PKS Piyungan Taubat

Habib Mustofa menjelaskan, stadion ini mampu menampung 10.000 orang. Pihaknya optimis, stadion ini dapat menampung lebih banyak lagi penonton.

PKS Piyungan Taubat

"Dijadwalkan Menpora Imam Nahrawi akan hadir di stadion ini untuk membuka Kickoff liga santri. Saya akan pastikan lebih dari lima belas ribu penonton akan berbondong-bondong menuju stadion Trengalek ini," kata Habib Mustofa.

Sebelum meninjau stadion, M Khoiruddin Abbas melakukan pertemuan dengan Bupati Trenggalek Emil Elistianto Dardak di Pendopo Kabupaten. "LSN ini adalah progam dari Kemenpora untuk memajukan persepakbolaan Indonesia dengan harapan LSN bisa mewujudkan bintang sepak bola dunia dari Pesantren," kata Khoirudin di hadapan Bupati Emil.

Pada kesempatan itu, Emil kembali menegaskan kesiapan Kabupaten Trenggalek sebagai tuan rumah LSN. Emil yang dibesarkan dalam kultur NU memiliki tanggung jawab untuk bersama-sama memajukan dan mendukung sepakbola santri. "Saya itu juga dari keluarga NU. LSN ini merupakan kegiatan positif memasyarakatkan santri dan sepakbola," ungkapnya.

Sementara itu mengenai acara pembukaan, Ketua Umum Forum Shalawat Jaljalud Bumi Trengalek, Gus Badar akan turut meramaikan acara dengan mengerahkan 10.000 anggotanya.

"Kita adalah santri yang cinta kepada shalawat. Semoga dengan shalawat akan mendapatkan syafaat baginda Rasulullah Muhammad SAW. Karena kita juga bagian dari santri maka kita akan hadir dan memeriahkan acara ini," kata Gus Badar. (Zaenal Faizin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pesantren, IMNU PKS Piyungan Taubat

Rabu, 13 Desember 2017

Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Peserta Musyawarah Nasional Alim Ulama NU 2014 memandang Islam sebagai agama mewajibkan umatnya untuk membentuk sebuah pemerintahan dan mengangkat pemimpin yang menegakkan hukum agar tidak terjadi chaos (nashbul imamah). Namun, Islam tidak menunjuk satu bentuk negara dan sistem pemerintahan tertentu.

Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)
Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah (Sumber Gambar : Nu Online)

Sikap Final NU Atas Sistem Khilafah

Berkaca pada khazanah sumber hukum dan sejarah Islam, agama Islam memberikan wewenang penuh kepada umatnya untuk mengatur dan merancang sistem pemerintahan sesuai kondisi zaman, tempat, dan kesiapan pranatanya.

“Bagi Islam, negara dan pemerintahan dianggap sah bukan karena bentuknya, tetapi substansinya. Dengan kata lain, Islam mengukur keabsahan bentuk sebuah negara sejauhmana negara secara konstitusional dan pemerintah sebagai penyelenggara negara melindungi dan menjamin warganya mengamalkan ajaran agamanya,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Ishomuddin, pemimpin sidang komisi Diniyah yang membacakan hasil musyawarah sedikitnya 40 kiai NU yang datang dari setiap provinsi di Indonesia, Sabtu (1/11) malam.

PKS Piyungan Taubat

Forum ini juga membahas hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan khilafah. Mereka menyangsikan kualitas hadits tersebut. “Mengingat hadits ini diriwayatkan oleh Habib bin Salim, seorang rawi yang kredibiltasnya diragukan di kalangan ahli hadits,” kata Katib Aam PBNU Malik Madani.

PKS Piyungan Taubat

Forum para kiai ini juga menegaskan, Islam melihat substansi negara dengan teritorialnya sebagai tempat yang kondusif bagi kemakmuran, kesejahteraan, dan keadilan bagi warganya. Mereka menggunakan ungkapan, Al-‘ibratu bil Jauhar la bil Mazhhar (Yang menjadi pegangan pokok adalah substansi, bukan simbol atau penampakan lahiriyah).

Khilafah itu memang fakta sejarah, pernah dipraktikkan di masa Al-Khulafa’ur Rasidyun yang sesuai dengan eranya di mana kehidupan manusia belum berada di bawah naungan negara bangsa (nation state).

“Pasalnya, perangkat pemerintahan dan kesiapan masyarakat saat era khilafah masih sederhana. Pada saat itu belum ada birokrasi yang tersusun rapi seperti sekarang, sehingga dibutuhkan orang dengan kemampuan lebih dalam pelbagai hal untuk menjadi khalifah. Sementara sekarang, kondisi masyarakat dan kesiapan pranata pemerintahan yang terus berkembang, menuntut bentuk pemerintahan yang berbeda lagi,” kata Rais Syuriyah PBNU KH Masdar Mas’udi dalam forum.

Peserta musyawarah menegaskan, upaya memperjuangkan khilafah sebagai bentuk masyarakat ideal menjadi sebuah utopia. Dengan demikian, memperjuangkan tegaknya nilai-nilai substantif ajaran Islam seperti keadilan, kesejahteraan, dan kemakmuran dalam sebuah bentuk apapun negara, jauh lebih penting daripada memperjuangkan tegaknya simbol-simbol negara Islam yang bersifat partikular.

Untuk itu. Dalam konteks bentuk pemerintahan Indonesia, peserta musyawarah mendorong pemerintah dan mewajibkan umat Islam untuk menangkal setiap jalan dan upaya munculnya gerakan yang mengancam NKRI. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, IMNU PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Mesir Cari Jalur Damai Palestina-Israel

Kairo, PKS Piyungan Taubat. Di tengah serangan dan ancaman Israel ke Gaza lewat udara dan laut, Pemerintah Mesir menunjukkan upayanya dalam berkomunikasi dengan negara-negara Arab dan dunia internasional untuk membantu menciptakan jalur damai di Gaza.?

Serangan Israel yang sudah memasuki hari kelima, ini memakan korban yang tidak sedikit. Seperti dilaporkan Al Mashry Al Yaum (19/11), dalam serangan terakhir kemarin, 11 orang Palestina meninggal dunia dari satu keluarga, 6 di antaranya adalah anak-anak dan 3 perempuan. Jumlah total korban meninggal dari hari pertama adalah 69 wafat dan 680 korban luka-luka.

Mesir Cari Jalur Damai Palestina-Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesir Cari Jalur Damai Palestina-Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesir Cari Jalur Damai Palestina-Israel

Kemarin Presiden Mursi bertemu dengan utusan Hamas yang dipimpin oleh Khalid Masy’al, Kepala Urusan Politik Gerakan Hamas dan utusan dari Gerakan Jihad Islam (Harakah Jihad Islamy) yang dipimpin oleh Sekjen Ramadhan Syalah. Ketiga pihak mencari jalan untuk mewujudkan perdamaian di Gaza, lapor harian yang terbit di Kairo tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Badan intejelen Mesir melakukan komunikasi dan pertemuan dengan kelompok perlawanan Palestina dan Khalid Masy’al di Kairo dan meminta Hamas dengan jaminan dari Dewan Keamanan PBB yang diawasi langsung oleh Washington untuk menerima dan melaksanakan gencatan senjata dengan beberapa syarat dari Hamas.?

PKS Piyungan Taubat

Syarat tersebut antara lain menghentikan perlawanan dan politik pembunuhan (ightiyal) dan menghilangkan tembok perbatasan di Gaza. Sementara Israel memberikan syarat, Hamas dan kelompok perlawanan menghentikan penyerangan dari Gaza untuk mencapai jalur damai.

Israel dikabarkan tengah intens berkomunikasi dengan pihak Mesir. Kesepahaman sudah tercapai antara dua belah pihak, seperti yang dilangsir oleh harian Prancis.

Tim keamanan dari Angkatan Bersenjata Mesir telah sampai di Sinai Utara. Mereka mendapatkan tugas dari Presiden Mursi untuk melakukan pengawasan dan survey guna mengetahui daya dan kemampuan Provinsi Sinai Utara untuk mengangkut warga Palestina yang terluka dalam eskalasi serangan Israel ke wilayah Gaza.

Sejumlah kelompok Islam di Mesir mengumumkan keberangkatan sebagian besar anggota kelompok salafi jihadis di Sinai ke Gaza untuk turut bergabung dengan kelompok perlawanan Palestina. Para pimpinan salafis jihadis di Kairo kemarin rapat, membahas rencana keberangkatan anggotanya dalam gelombang kedua.?

Pernyataan di atas muncul setelah Ikhwanul Muslimin menyatakan 10 pemuda anggotanya sudah berangkat ke Gaza.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Abdul Majid

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, IMNU PKS Piyungan Taubat

Kamis, 30 November 2017

Peringati Harlah, PCINU Turki Rekatkan Budaya Indonesia-Turki

Kayseri, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki bekerja sama dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Kayseri akan menghelat Pengajian Akbar dan Rampak Budaya Indonesia-Turki pada 2-4 Februari 2015 di Kayseri, Turki. Perayaan ini merupaka bagian dari usaha memeriahkan Hari Lahir ke-89 NU menurut hitungan kalender masehi.

Acara ini juga menjadi ajang silaturahim bagi tokoh Islam serta komunitas-komunitas Islam Indonesia dan Turki. Seluruh rangkaian acara tersebut diharapkan mampu menjadi sarana berkumpulnya tidak hanya warga NU tetapi juga seluruh unsur masyarakat di Turki guna memupuk semangat dan menyelaraskan ukhuwah bersama.

Peringati Harlah, PCINU Turki Rekatkan Budaya Indonesia-Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, PCINU Turki Rekatkan Budaya Indonesia-Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, PCINU Turki Rekatkan Budaya Indonesia-Turki

Bagi PCINU Turki, acara Harlah tahun ini adalah kali ketiga setelah sebelumnya dilaksanakan di Konya dan Ankara. Cabang istimewa NU yang terbentuk pada tanggal 3 Juni 2012 melalui Musyawarah Perdana Komunitas Warga Nahdliyyin di Turki (KWNT) ini berupaya terus mengemban tugas untuk memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang damai dan santun.

PKS Piyungan Taubat

Ketua panitia Deo Ramadhan menjelaskan, di samping untuk memperingati 89 NU dan memperkenalkannya ke khalayak, acara ini juga menyediakan ruang silaturahim bagi warga Nahdliyin di Turki dan sekaligus berkarya untuk mempromosikan Islam dan budaya Indonsia di khalayak Turki.

“Acara kita ini akan dilaksanakan selama tiga hari dengan kegiatan-kegiatan seperti pembacaan shalawat dibaiyyah, penampilan budaya Islam Indonesia, napak tilas ke jejak-jejak peradaban Islam di kota Kayseri, seminar budaya dan Islam yang akan diisi oleh tokoh dari kedua negara, dan evaluasi internal kinerja tanfidliyyah,” tambah Deo Ramadhan saat dihubungi Selasa (30/12/14) petang waktu setempat.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga menerangkan, acara seperti ini adalah demi membangun dan sekaligus membina hubungan baik antar komunitas-komunitas Islam di Turki. “Jalinan kerja sama yang sudah terbangun selama tiga tahun PCINU Turki berkiprah di Turki harus tetap dibina dengan berbagai kegiatan bertajuk keagamaan dan kebudayaan seperti ini,” tuturnya.

Duta Besar Indonesia untuk Turki, Wardana yang juga mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia, mengapresiasi dengan antusias kegiatan tersebut. Ia mendukung bentuk acara yang mempromosikan Islam Indonesia yang ramah.

“Bentuk-bentuk gerakan radikalisme dan fundementalisme Islam di Indonesia sudah sangat mencemaskan. Ini justru akan melemahkan dan mencoreng Islam itu sendiri,” pesan Dubes saat audiensi bersama perwakilan PCINU Turki di Kedutaan Besar Indonesia di Ankara.

Kita, lanjur Wardana, harus ekstra hati-hati karena mereka akan mengintai dan menyebarkan agen khusus untuk meringkus sebanyak mungkin jamaah dan anggota mereka. “Salah satunya juga akan terjadi di Turki. Makanya jangan sampai itu terjadi. Kita harus bergerak preventif,” paparnya. (Bernando J. Sujibto/ Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, IMNU, Internasional PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kabupaten Tasikmalaya menginisiasi dakwh kreatif, melalui pembelajaran internet pada anakmuda khususnya, dan masyarakat pada umumnya.

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU Tasik Inisiasi Dakwah Kreatif

"Dakwah kreatif lewat internet. Kami belajar menulis, belajar seluk beluk internet. Internet kini sudah masuk ke saku anak-anak muda. Bahaya kalau mereka tidak bisa mengambil manfaat, jadi konsumen saja," jelas Fikry Syamsie kepada PKS Piyungan Taubat siang tadi (6/11).

Fikry mengaku, awalnya rekan-rekan IPNU ragu dengan mewujudkan program dakwah kreatif, tapi karena terus didesak keadaan, maka dilaksanakan juga. PC IPNU Kabupaten Tasikmalaya menggalang sepulah aktivis IPNU untuk menyiapkan peluncuran program tersebut.?

PKS Piyungan Taubat

Berbekal semangat dan cita-cita, peluncuran program Dakwah Kreatif digelar, di Pondok Pesantren Manarul Hikam, Kampung Tampiaan Ciseda Desa Sukaasih Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, 14 Oktober 2012. 150 orang dari 24 pesantren menghadiri peluncuran acara tersebut. Para peserta rata-rata berumur 15-22 tahun. Sebagian mereka anggota IPNU atau IPPNU, santri pesantren dan sebagian sekolah umum. Yang bersarung, bercelana, yang pakai kerudung berkumpul, tekun duduk dari pukul delapan hingga lima sore, menerima materi dan indormasi. Mereka betah duduk lesehan di ubin, memandangi layar kecil dibentangkang di aula pesantren.?

PKS Piyungan Taubat

“Kegiatan seperti ini merupakan kegiatan yang pertama kali buat saya, meskipun tadinya saya kira ini adalah acara yang klasik, tapi setelah saya diam beberapa saat banyak ilmu yang saya dapat terutama dalam bidang teknologi,”

Sementara itu, KH Chobir ketua RMI Jawa Barat, yang hadir dalam acara tersebut, mengingatkan pada peserta bahwa yang paling penting adalah bagaimana kita memilih teknologi yang mana yang menguntungkan bagi kita.?

"Kuncinya adalah mencari dan belajar dan terus belajar karena orang yang berilmu tidak pernah berhenti untuk belajar, karena semakin ilmu itu digali semakin kita tidak tahu, jadi filosofinya ilmu itu adalah rendah hati. Nabi Muhammad SAW bersabda orang yang pintar dan banyak ilmunya dan dia merasa pintar maka dia itulah yang termasuk orang bodoh," jelas Kiai Chobir yang juga salah satu pengasuh Pesantren Cipasung.?

Sementara itu, Ketua PC IPNU Kab. Tasikmalaya Fahmi Siddiq mengatakan, sebetulnya acara tersebut bermula dari obrolan ringan di antara rekan-rekan IPNU dan para santri. "Kita sering para santri dan anak-anak remaja ngobrol tentang status di facebook, tapi kita lebih banyak main-main saja. Eman-eman kalau tidak ditemani. Sebetulnya kata kuncinya yang menemani, dakwah terlalu berat, meski akhirnya kita pakai juga. Semoga kami belum terlambat," paparnya.

Program IPNU tersebut didukung oleh Pengurus Cabang NU Kab. Tasikmalaya, Pikiran Rakyat, dan pesantren. "Kami Senang semua mendukung. Tapi kami juga deg-degan, cemas dengan sikap konsistensi rekan-rekan," ujar Fikry Syamsie.

Penulis: Hamzah Sahal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Ubudiyah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 24 November 2017

Syahdunya Maulid Nabi di Turki

"Ya Nabi salam alaika

Ya Rasul salam alaika

Ya Habib salam alaika

Syahdunya Maulid Nabi di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Syahdunya Maulid Nabi di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Syahdunya Maulid Nabi di Turki

Shalawatullah alaika"

Bunyi rebana menggaung disetiap sudut ruang. Mulut yang mengalunkan sholawat berpacu dengan hati yang khusyuk. Mereka yang hadir merapal puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Ahad (26/1) menjadi hari istimewa bagi warga Nahdliyin di Turki. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki melangsungkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

PKS Piyungan Taubat

Acara yang dilaksanakan di dalam gedung PASIAD, Istanbul, ini dihadiri Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul Abdullah Hariadi Kusumaningprang, perwakilan PASIAD Mucahit Bey, serta perwakilan organisasi kemitraan di Istanbul.

Dalam sambutannya, Abdullah Hariadi menyatakan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan mahasiswa Indonesia di Istanbul selama itu bernilai positif. Ke depan ia berjanji akan mengadakan perayaan-perayaan Islam lain. “Tolong diingatkan kalau saya lupa,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Datang pula memenuhi undangan “saudara jauh” dari PCINU Mesir. Dalam kesempatan ini, Ustadz Farid dari PCINU Mesir bersama Ustad Ulin Nuha dari PCINU Turki berkolaborasi membacakan barzanji. Kesyahduan bertambah ketika Ustadz Ulin membacakan arti lafal-lafal barzanji secara menggebu dari bait ke bait.

“Mereka yang anti dengan barzanji ini berarti belum memahami isi dari barzanji,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Ustad Ahmad Ginanjar Sya’ban, pengurus Syuriah PCINU Mesir, berkenan membagikan ilmunya tentang maulid. Menurut dia, momen maulid Nabi ini sungguh tepat dilaksanakan di bumi Turki, mengingat barzanji juga berasal dari Kurdi, salah satu etnis penyusun bangsa Turki.

Saat itu barzanji dibacakan untuk membakar semangat tentara Islam menghadapi pasukan salib. Barzanji yang berisikan sirah nabawi dan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW terbukti ampuh mengobarkan semangat jihad di dada tentara muslim. Setahun setelah pembacaan barzanji, tentara yang dipimpin oleh Salahuddin Al Ayyubi tersebut memenangi pertempuran.

Ustad Ginanjar juga menggambarkan keadaan di awal perkembangan Islam. Waktu itu bangsa arab dikenal sebagai bangsa tanpa peradaban. Bangsa yang jahil, amoral dan dipandang sebelah mata dibanding dengan dua kekuatan besar yang berkuasa, Romawi dan Persia. Kedatangan Nabi Muhammad benar-benar membalikkan keadaan. Hingga akhirnya dua negeri adi daya tersebut jatuh dalam kekuasaan islam.

Dia lalu mengibaratkan dengan keadaan sekarang. “Maaf, bukannya rasis. Misal saja di Papua terlahir seorang pembaharu.” Sontak hadirin tertawa. Pasalnya di sampingnya duduk wakil syuriah PCINU Turki yang lahir di Papua. “Kemudian Papua menjadi kuat hingga melahap kawasan-kawasan di sekitarnya. Australia, Filipina, hingga China menjadi propinsi di bawah Papua. Bahkan kemudian bahasa-bahasa mereka digantikan dengan bahasa Papua. Demikian lah keadaan Arab pada waktu itu.”

Acara maulid Nabi ini juga disiarkan melalui radio online PCINU Turki di www.pcinuturki.com/radio. (Ridho Ash-Shiddiqy/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Kajian PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar

Ketika kaum Nabi Nuh alaihissalam tidak mau menaati ajakan beliau untuk beriman kepada Allah mereka diberi azab oleh Allah berupa kekeringan dan mandulnya kaum perempuan selama empat puluh tahun. Hal itu menjadikan hancurnya ternak dan tanaman mereka. Setelah keadaan ini berlangsung lama mereka mendatangi Nabi Nuh untuk meminta pertolongan.

Oleh Nabi Nuh mereka diminta untuk beristighfar, meminta ampun dari dosa kekufuran dan kemusyrikan, kepada Allah. Bila mereka mau beristighfar, Nabi Nuh menjanjikan bahwa Allah akan menurunkan hujan yang deras dari langit, memberi limpahan harta dan keturunan, serta menjadikan kebun-kebun dan sungai-sungai yang dpat menghidupi mereka.

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar dari Kisah Nabi Nuh: Manfaat Istighfar

Penjelasan di atas disampaikan oleh para ulama mufassir dalam berbagai kitab tafsir ketika mereka menafsirkan ayat 10–12 dari Surat Nuh.

? ? ? ? ? ?. ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

“Maka aku (Nabi Nuh) katakan, ‘minta ampunlah kalian kepada Tuhan kalian, sesungguhnya Ia maha pengampun. Maka Dia akan menurunkan hujan yang deras dari langit kepada kalian. Dan Ia akan menganugerahkan kepada kalian harta dan anak-anak, serta menjadikan bagi kalian kebun-kebun dan sungai-sungai.”

Atas dasar ayat ini para ulama menyimpulkan bahwa istighfar merupakan sebab terbesar diturunkannya hujan dan diperolehnya berbagai macam rezeki serta bertambah dan berkembangnya keberkahan.

Suatu ketika ada orang yang mengadu kepada Imam Hasan al-Bashri perihal kegersangan yang melanda daerahnya. Orang yang lain mengadu perihal sedikitnya hasil bumi yang ia peroleh. Yang lain lagi mengadu perihal sulitnya mendapat keturunan. Dan yang lainnya mengadu perihal kefakirannya. Kepada semua orang ini Imam Hasan menganjurkan untuk memperbanyak beristighfar kepada Allah. Ia ditanya, “Orang-orang datang kepadamu dengan berbagai hajat, mengapa engkau perintahkan mereka semua untuk beristighfar?” Imam Hasan al-Bashri menjawabnya dengan membaca ayat di atas. (Yazid Muttaqin)

Sumber: Tafsir Al-Munir, Wahbah Az-Zuhaili dan kitab tafsir lainnya.



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hikmah, RMI NU, IMNU PKS Piyungan Taubat

Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak masyarakat untuk gemar berzakat melalui Lembaga Amil Zakat dan Infaq Shadaqah Nahdlatul Ulama? (LAZISNU).

"Saya menandatangani kartu anggota (zakat) LAZISNU atas nama saya pribadi. Mari budayakan gemar berzakat," kata Jusuf Kalla dalam pembukaan acara peluncuran NU Care di Hotel Syahid, Jakarta, Kamis (25/2) malam.

Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Ajak Masyarakat Berzakat ke LAZISNU

Wapres mengungkapkan, zakat berbeda dari pajak. Jika pajak adalah kewajiban warga negara, sementara zakat adalah kewajiban Muslim yang bernilai ibadah. Zakat yang diwajibkan bagi umat Islam tak hanya zakat fitrah tetapi juga zakat harta yang mencakup zakat penghasilan, zakat perdagangan, zakat pertanian, zakat ternak, zakat hasil pertambangan, serta zakat hasil laut dan zakat benda temuan.

PKS Piyungan Taubat

"Para kiai harus aktif mengampanyekan, supaya umat yang berzakat semakin banyak," sarannya mustasyar PBNU ini.

LAZISNU, kata Jusuf Kalla, harus meningkatkan kepercayaan dan simpati masyarakat agar banyak dermawan yang menunaikan zakatnya. Terlebih, imbuhnya, banyak pesantren, masjid, madrasah, majelis talim dan madrasah yang selama ini dibina jamaah NU dan berhak mendapat bantuan (mustahiq) zakat.

PKS Piyungan Taubat

"Di Indonesia terdapat sekitar 800 ribu masjid dan mushalla, 30 ribu pesantren dan puluhan ribu lembaga pendidikan Islam lainnya," paparnya.

Budaya zakat, menurutnya, juga akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kesenjangan ekonomi di negeri ini. Selain itu, para kiai juga selayaknya mampu memotivasi masyarakat untuk giat berusaha dan bekerja. Karena mereka yang berzakat tentu harus mampu mandiri dan mengelola penghasilannya.

Sementara Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengungkapkan, para kiai NU selama ini telah turut membantu menjaga harmoni dan mengupayakan pemerataan kesejahteraan, melalui peningkatan pendidikan masyarakat di pesantren, serta pemberdayaan masyarakat di pedesaan.

"Kita harus meningkatkan kepedulian pada fakir miskin. Pemerataan kesejahteraan harus diupayakan, agar kekayaan tak hanya bertumpuk di satu golongan tertentu saja," tandasnya. (Malik Mughni/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Hikmah, IMNU PKS Piyungan Taubat

Jumat, 17 November 2017

PCNU Kudus Launching Radio Buana Kartika FM

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) ? Kudus ? me-launching Radio Buana Kartika (RBK) FM di aula kantor NU Kudus Sabtu (19/1) kemarin. Mustasyar PBNU KH.Sya’roni Ahmadi, Waketum PBNU H. As’ad Said Ali, Bupati Kudus H. Musthofa dan Rais PCNU KH Ulil Albab Arwani menandatangani prasasti peresmian radio komunitas yang berfrekwensi 107.5 FM ini.

PCNU Kudus Launching Radio Buana Kartika FM (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kudus Launching Radio Buana Kartika FM (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kudus Launching Radio Buana Kartika FM

Direktur RBK FM H Fathul Anam mengatakan radio komunitas ini untuk mensyiarkan informasi dan dakwah Islam dalam upaya penguatan ideologi Ahlussunnnah wal Jamaah dan wawasan kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“RBK akan menitikberatkan pada penyiaran nada dan dakwah sehingga bisa dinikmati warga masyarakat dan Nahdliyyin khususnya,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia menjelaskan perangkat exciter pemancar RBK FM ini telah tersertifikasi oleh kementrian komunikasi dan informasi di Jakarta.?

PKS Piyungan Taubat

“Dengan tersertifikasi ini, kita akan semakin mantap mengembangkan radio ini untuk kepentingan Nahdlatul Ulama,” tandas Fathul Anam.?

Ia mengajak stakeholder PCNU mulai lembaga, banom dan warga NU bisa memanfaatkan radio komunitas yang ? dipancarkan dari jl Pramuka no 20 Kudus ini.

“Silahkan warga NU memanfaatkan radio ini untuk kebaikan kita bersama,” tambahnya.

Ketua PCNU KH Chusnan Ms mengatakan pendirian RBK FM ini merupakan realisasi dari impian dan program kerja NU Kudus.?

“NU bisa membuktikan busa mendirikan radio komunitas dari NU untuk semua,” tandasnya.

Ia menambahkan radio ini akan menjadi media dakwah, media pendidikan dan media pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia khususnya warga NU.

“Dengan dorongan para kiai, kita optimis radio ini akan mampu meningkat dan memberi manfaat bagi orang lain,” tegasnya.

Pada acara tersebut Mustasyar PBNU KH Sya’roni ? hadir menyampaikan Mauidhah Hasanah sementara Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan Bupati Kudus H Musthofa mencoba siaran di ruang Studio RBK FM. Keduanya mengucapkan selamat dan selamat atas berdirinya radio komunitas Buana Kartika FM.

Dalam ceramahnya KH Syaroni Ahmadi mengajak dalam mensyiarkan kebaikan tidak disampaikan secara berlebihan. Dengan demikian masyarakat akan selalu senang terhadap kebaikan tersebut.

“Sampaikan dengan kalem-kalem saja, jangan muluk-muluk nanti bisa keweleh (kecele) di kemudian hari,” ujarnya.?

KH.Sya’roni mengatakan sudah banyak kejadian para tokoh pejabat yang terlalu berlebihan akhirnya kecele di hadapan masyarakat. Ulama kharismatik ini mencontohkan seorang menteri yang memamerkan mobil secara berlebihan yang kemudian mengalami kecelakaan. ?

Dalam kesempatan itu, mbah Sya’roni menyampaikan kiat agar selalu disenangi masyarakat. Ia menuturkan Nabi Muhammad memberi pengarahan supaya berlaku zuhud kepada dunia yang fana, pasti dicintai Allah dan tidak memiliki keinginan terhadap ? sesuatu yang disenangi masyarakat.

“Tidak usah kepinginan, nanti akan dicintai masyarakat,” tandas pengasuh pengajian Jum’at pagi Masjid Al Aqsho Menara Kudus ini seraya mengutip sebuah hadits nabi.

Selain itu, Mbah Sya’roni berpesan dalam penyiaran berita yang ringan-ringan saja. Bila ada berita atau hikmah yang bagus sertailah dengan kalimat “Insya Allah”.

“Misal berita dari NU akan mendapat mobil, kita harus menyampaikannya dengan Insya Allah NU akan menerima mobil,” selorohnya memberi contoh yang disambut gerr pengunjung.

Meski meminta ? kalem, mbah Sya’roni tidak melarang penyampaian secara intermezo atau guyon. Dalam kitab Albarjanji, kutipnya, Nabi pernah menyampaikan dengan guyon tetapi apa yang disampaikan pasti benar.

“Boleh intermezo asal tidak menyimpang,” tegas ulama kharismatik asal Kudus ini.

Mbah Sya’roni bercerita pada suatu hari Nabi ketemu seorang ? ibu tua sekali yang berharap ingin masuk surga bersamanya. Namun Nabi menjawab dalam guyon surga tidak ada orang sepuh seperti ibu.

“Tentu saja kaget ibu tua tadi. Tapi Nabi menimpali lagi bahwa di surga tidak ada orang sepuh, tapi ibu bisa masuk surga kembali menjadi muda lagi,” tuturnya lagi.

Ia mengapresiasi berdirinya radio Buana kartika yang berjargon ‘Dari NU untuk semua’. “Kita harus bersyukur supaya radio ini diberkahi oleh Allah dan dicintai masyarakat,” harapnya di depan semua pengurus yang hadir.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam, IMNU PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock