Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Maret 2018

Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib

Judul: Biografi Kiai Abdul Mujib Abbas

Penulis : Moh. Syuaib Nur Aly, Wasid, Ahmad Dkk

Pengantar: KH Maimoen Zubaer

Meneladani Jejak  Kiai Abdul Mujib (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneladani Jejak Kiai Abdul Mujib

Penerbit: Pustaka Edia, Surabaya

Cetakan: I, Juni 2012

Tebal: xx + 135 hlm.

Peresensi: Ach. Tirmidzi Munahwan*

PKS Piyungan Taubat

Kiai adalah sosok atau figur yang selalu mendapat keistimewaan, kepercayaan, dan penghormatan dari masyarakat khususnya dari kalangan para santri. Dari kealiman dan ilmu yang dimiliki oleh para kiai, bisa mampu mempengarui masyarakat dan para santri-santrinya untuk mengikuti apa yang diperintahkan oleh kiai. Seorang kiai tentunya tidak hanya bisa berfatwa dengan lisan saja untuk mempengarui banyak orang, namun ia memberikan contoh terlebih dahulu dengan amal perbuatannya. Inilah menunjukkan bahwa, betapa hormat dan istimewanya seorang kiai yang selalu dihormati, disegani oleh banyak kalangan.?

PKS Piyungan Taubat

Peran dan perjuangan kiai sangatlah besar, khususnya pada bangsa Indonesia. Kiai juga ikut andil dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Republik Indonesia, dengan semangat pengorbanan dan keikhlasan para kiai demi bumi pertiwi ini, akhirnya negara kita ini merdeka dan bebas dari jajahan Belanda. Selain berjuang untuk negara, kiai juga mepunyai tugas yang tidak kalah pentingnya, yakni sebagai pengasuh Pondok Pesantren, yang tugasnya mendidik para santri-santrinya. Tugas paling berat bagi seorang kiai adalah, bagaimana mendidik para santri-santrinya untuk menjadi orang yang baik, ? taat beribadah, berprilaku adil, dan jujur. Hal semacam inilah yang diberikan dan ditanamkan oleh Kiai Abdul Mujib Abbas pada santri-santrinya semasa hidupnya.

Kiai Abdul Mujib lahir di Buduran Sidoarjo, beliau adalah putra Kiai Abbas dan ibu Nyai Khodijah. Kalau dirunut dari silsilahnya, beliau masih mempunyai hubungan darah dengan Kiai Wahab Hasbullah (salah satu pendiri NU), dari jalur ibunya. Mulai sejak umur 17 tahun, Kiai Abdul Mujib selalu mendapat bimbingan langsung oleh sang ayah (Kiai Abbas), dan mendapat pengawasan pula oleh ibunya Nyai Khodijah. Dengan gemblengan langsung dari sang ayah, Kiai Abdul Mujib adalah sosok yang cukup cerdas dan serius dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ketekunan dan ketelatenan Kiai Abbas dalam mendidik sang buah hati, turut memberikan pengaruh yang besar terhadap putra-putrinya, dengan harapan kelak menjadi pemimpin dan pengayom umat dimasa-masa yang akan datang.

Dengan semangat dan diiringi dengan penuh kesabaran dalam mencari ilmu, Kiai Abdul Mujib termasuk sosok yang ulet dan haus ilmu. Beliau memulai belajar ilmu kebeberapa pesantren. Pada tahun 1950, pada waktu itu Kiai Abdul Mujib genap usia 18 tahun, oleh sang ayah dititipkan ke Peasantren Darul Ulum Rejoso Jombang asuhan Kiai Romli Tanim seorang kiai yang dikenal sebagai salah satu mursyid tarekat Qadariyah wa Naqsabandiyah, dan sebagai seorang kiai penghafal al-Qur’an (hafidh al-Qur’an). Di Pesantren Darul Ulum inilah, awal mulanya Kiai Abdul Mujib menimba berbagai macam ilmu agama.

Setelah menempuh ilmu selama satu tahun di Pesantren Darul Ulum Jombang, Kiai Abdul Mujib melanjutkan pengembaraannya lagi ke Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata Pamekasan Madura, yang diasuh oleh Kiai Abdul Majid. Meskipun jarak lebih jauh dari pondok sebelumnya, dan berbeda kultur tidaklah membuat ? Kiai Abdul Mujib patah semangat dalam mencari ilmu. Prinsip Kiai Abdul Mujib dalam berproses mencari ilmu tidak mengenal jauh dekat tempat pondok yang beliau tempuh, apalagi hingga perbedaan kultur. Menurut Kiai Abdul Mujib, belajar ilmu tidak dibatasi dengan faktor jauh dekatnya pondok yang beliau tempuh dan perbedaan kultur, melainkan sejauh mana ia belajar dengan istiqamah, dengan harapan apa yang dicita-catakan bisa tercapai, dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat barakah .

Buku biografi lengkap Kiai Abdul Mujib Abbas ini, di dalamnya mengulas tuntas sejarah perjalanan hingga perjuangannya sebagai pengasuh Pesantren al-Khoziny Buduran Sidoarjo. Menurut pengakuan para santri-santrinya yang diantaranya, KH Abdullah Syamsul Arifin yang pangilan akrabnya Gus Aab sekaligus yang memberikan epilog dalam buku ini, Kiai Abdul Mujib adalah sosok kiai yang benar-benar ulama. Karena dua prasyarat esensial yang harus dimiliki oleh seseorang disebut ulama, yaitu kesalehan yang total dan ketakwaan yang tinggi serta menjadi pewaris para Nabi, telah dimiliki oleh sosok Kiai Abdul Mujib (hal.123).

Meskipun disebut sebagai ulama besar, Kiai Abdul Mujib tetap tidak menampakan sebagai kiai besar. Ia tetap berpenampilan sederhana, bergaul dengan siapapun saja termasuk dengan santri-santrinya. Dan yang patut kita teladani dari Kiai Abdul Mujib adalah, istiqamahnya melakukan shalat berjama’ah bersama santri-santrinya, walaupun dalam kondisi apapun beliau tetap tidak pernah meninggalkan sholat berjama’ah.

Kehadiran buku biografi Kiai Abdul Mujib ini, sangatlah penting untuk dibaca khususnya oleh para santri maupun alumni Pesantren al-Khoziny. Dengan bahasa yang komunikatif, sistematis, dan dilengkapi dengan data-data yang akurat buku ini enak dibaca. Akhirnya dengan membaca buku ini, pembaca bisa mampu meneladani prilaku yang selama ini dilakukan oleh para kiai-kiai, seperti prilaku yang di lakukan oleh Kiai Abdul Mujib Abbas. Wallhu a’lam?

* Peresensi adalah Dosen Sekolah Tinggi Islam Blambangan (STIB) Banyuwangi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Berita, Anti Hoax, Kajian PKS Piyungan Taubat

Jumat, 23 Februari 2018

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah

Jombang, PKS Piyungan Taubat?

Meski bercucuran keringat, Bustomi (7) warga Dusun Gondang Legi Desa Gondang Manis Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang masih terlihat bersemangat. Bersama teman sejawatnya, siswa kelas II SDN Gondang Manis ini terpaksa harus naik turun tangga dan melewati jembatan darurat penyeberangan sungai, agar tetap bisa sampai di sekolah.

Tangga dan jembatan darurat yang terbuat dari bambu menjadi satu satunya jalan alternatif untuk bisa sampai di tempat belajar yakni SDN I ? Gondang Manis, hal ini setelah jembatan permanen yang melintas di atas sungai Konto di Desa Gondang Manis yang menghubungkan dusun Gondanglegi dan Dusun Gondang Manis ambrol diterjang derasnya air beberapa bulan lalu. “Dulu lewat jembatan yang ambrol itu, kalau airnya tinggi dan deras terpaksa harus memutar jauh,” ujarnya sambil menunjuk puing-puing jembatan yang ambrol.?

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Naik Turun Tangga Jembatan Darurat, Demi Tetap Sekolah

Setiap pagi dan siang, puluhan siswa SDN dan MI dari Dusun Gondanglegi terpaksa harus berkeringat naik turun tangga yang tingginya tidak kurang lima meter, mencapai dasar sungai. Kemudian menyeberang dan naik tangga lagi untuk bisa sampai di seberang sungai. ”Sudah biasa, setiap pagi naik turun tangga dan melewati jembatan menyeberang sungai,” imbuh lelaki kecil dengan baju putih dan celana merah seragam khas SD.

Kepala Dusun Gondanglegi Desa Gondang Manis Bandarkedungmulyo, Sukiat mengatakan ada sebanyak 40 warganya yang sekolah di SDN dan juga Madrasah di Gondang Manis. Karena sekolah itu satu-satunya yang terdekat.”Setelah jembatan ambrol, pas air deras dan debit tinggi seringkali kita antar-jemput dengan kendaraan umum dan jalannya memutar cukup jauh," ? bebernya.

Dikatakan Sukiat, untuk antar-jemput bagi masyarat desa sudah lazim, yang terpenting anak-anak bisa tetap sekolah. Namun yang cukup merepotkan adalah antar jemput bagi siswa TK. “Karena yang sekolah tidak hanya anak-anak, orang tuanya ikut sekolah juga. Dan dari dusun sini ada 18 anak yang sekolah TK di seberang sana,” imbuhnya.?

Baik Bustomi maupun Kadus Sukiat berharap pemerintah segera membangun jembatan permanen yang berada di Dusun Gondang Legi Desa Gondang Manis tersebut, agar jembatan yang merupakan satu-satunya jalur transportasi untuk ke sekolah dan ke kantor Desa Gondang Manis serta transportasi ekonomi warga bisa kembali normal. ”Kalau tidak ada jembatan, warga harus berputar cukup jauh hanya untuk bisa sampai ke sekolah atau ke kantor desa,” pungkasnya.? (Muslim Abdurrahman)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Kajian PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Rabu, 21 Februari 2018

10.000 Nahdliyin Se-Jateng Bakal Banjiri Apel Akbar di Kebumen Pekan Ini

Kebumen, PKS Piyungan Taubat. Sekitar 10 ribu warga Nahdlatul Ulama (NU) se-Jawa Tengah akan menggelar Istighotsah dan Apel Kesetiaan terhadap NKRI dan Pancasila sebagai Dasar Negara, Sabtu-Ahad (15-16/4) di Pantai Petanahan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.?

10.000 Nahdliyin Se-Jateng Bakal Banjiri Apel Akbar di Kebumen Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
10.000 Nahdliyin Se-Jateng Bakal Banjiri Apel Akbar di Kebumen Pekan Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

10.000 Nahdliyin Se-Jateng Bakal Banjiri Apel Akbar di Kebumen Pekan Ini

Panitia penyelenggara mengatakan, kader-kader NU di Jawa Tengah dipandang perlu untuk mempertegas komitmen tersebut demi keutuhan NKRI dan siap berada di garda terdepan jika NKRI ini mendapat gangguan dari sejumlah pihak yang cenderung anti Pancasila dan NKRI.?

"Selama ini kami mungkin terlihat diam, namun kali ini kami akan buktikan bahwa kami selalu bergerak ? demi agama bangsa dan negera, kami akan tunjukan bahwa NU tidak akan tinggal diam demi NKRI ini,” kata ? M. Muzammil Ketua Panitia Istighosah dan Apel Akbar PWNU Jawa Tengah, di Purwokerto, Kamis (13/4).

Ia mengatakan, gerakan terorisme oleh kelompok-kelompok radikalisme berbaju agama yang anti NKRI dan Pancasila di sejumlah daerah termasuk yang terbaru di Polres Banyumas yang menyerang tiga orang polisi, sudah sangat mengkhawatirkan.?

PKS Piyungan Taubat

"Oleh karna itu sudah saatnya kami harus bersikap tegas dan meminta pemerintah juga demikian terhadap kelompok radikalis tersebut termasuk kepada Ormas-ormas yang jelas jelas anti NKRI dan Pancasila,” kata Muzammil.

Ia menyatakan, acara apel akbar kader NU se-Jawa Tengah itu diadakan secara spontanitas melihat perkembangan yang terjadi akhir-akhir ini. "Acara akan kita awali dengan doa bersama pada Sabtu malam di tepi Pantai Petanahan dan Ahad paginya kita akan Apel Kesetiaan para kader,” kata Muzammil yang juga salah satu Wakil Ketua PWNU Jawa Tengah.

Segenap Panitia meminta doa restu kepada seluruh Kiai NU di Jawa Tengah umumnya dan di Kabupaten Kebumen khususnya atas acara yang cukup mendadak tersebut. "Jadi mohon doa restu dan mohon maaf kalau acara ini mengejutkan terutama bagi warga di Kabupaten Kebumen,” terang Muzammil yang juga mengundang Pangdam IV Diponegoro dan Kapolda Jawa Tengah.

"Sejumlah perwakilan kader ? luar Jawa Tengah juga akan hadir sebagai undangan khusus seperti dari Yogyakarta, Jatim, DKI Jakarta, Jabar, Sumsel, Lampung dan sejumlah wilayah lain,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Sekretaris Panitia Kholison Syafii, pada kesempatan yang sama mengatakan, meminta kepada seluruh Kader NU di Jawa Tengah untuk hadir pada acara tersebut. "Ini instruksi kepada seluruh kader di Jawa Tengah untuk segera mempersiapkan diri hadir pada acara tersebut. Ini sangat penting untuk keutuhan bangsa dan negara kita,” kata Kholison.

Ia mengatakan, selain puluhan ribu Kader Penggerak NU yang diwajibkan hadir pada acara tersebut, para Rais Syuriyah dan Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang NU (PCNU) se Jawa Tengah, ketua-ketua Lembaga dan Ketua Banom PWNU Jateng juga diminta untuk hadir.?

Pemilihan tempat di Kabupaten Kebumen menurutnya karena pertimbangan strategis dan lokasi yang dipandang mampu untuk menampung kader dalam jumlah banyak, pantai adalah pilihan tepat sebab mengandung makna filosofi yang dalam,Tanah Air kita.

Sementara itu, Gus Hasan, Ketua PCNU Kabupaten Banyumas mengatakan siap untuk mengirimkan seluruh Kader Penggeraknya ke Kebumen ."Tidak ada kata lain kecuali siap menjalankan tugas sebagai kader. Kami dari Banyumas sudah berikrar untuk mempertahankan keutuhan NKRI sampai titik darah penghabisan,” kata Gus Hasan. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Kajian PKS Piyungan Taubat

Minggu, 18 Februari 2018

Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru

Kenitra, PKS Piyungan Taubat. Setelah 21 mahasiswa STAINU Jakarta menyelesaikan program Kelas Internasional di Maroko pada hari Rabu (2/01/13) kerjasama Kementrian Agama RI Direktorat PD. Pontren, STAINU Jakarta dan Universitas Ibnu Thufail, dimalam terahirnya di Maroko mereka mengadakan haflatul wada (malam perpisahan) dengan mengundang anggota Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Maroko, anggota Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Maroko dan mahasiswa Universitas Ibn. Thufail serta? sejumlah warga setempat.?

Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru (Sumber Gambar : Nu Online)
Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru (Sumber Gambar : Nu Online)

Perpisahan Mahasiswa STAINU Jakarta Berlangsung Haru

Acara tersebut dimulai selepas sholat maghrib berjamaah di wisma STAINU Kenitra dengan diisi pembacaan sholawat dan dibaiyah. Mendengarkan bacaan dibaiyah merupakan hal yang tidak asing lagi oleh sebagian warga Maroko dan sejumlah mahasiswa Universitas Ibn. Thufail, pasalnya kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutinan yang dibaca setiap malam Jumat dengan dihadiri oleh sejumlah warga setempat dan mahasiswa Ibn. Thufail, Kenitra.?

Dalam hal ini, Bahtiar Ali Basa salah satu mahasiswa STAINU program kelas internasional mendapatkan kesempatan untuk memimpin berlangsungnya acara tersebut dan ditutup dengan doa yang dipimpin oleh Nuriz Zain, salah satu mahasiswa kelas internasional yang meraih nila tertinggi di Universitas Ibn. Thufail, Kenitra-Maroko.

PKS Piyungan Taubat

Selanjutnya acara diisi dengan sambutan-sambutan. Muanif Ridwan, selaku Ketua Tanfidziyah PCINU Maroko menyampaikan ribuan terimakasih atas dedikasi dan loyalitasnya terhadap PCINU Maroko, Ia juga menyampaikan rasa bangganya atas terjalinnya kerjasama yang baik selama di Maroko.?

Hal senada juga di sampaikan oleh Dewan Mustasyar PCINU Maroko Prabowo Wiratmoko Jati, Ia menambahkan semoga dalam perjalanannya ke tanah air selamat sampai tujuan serta tetap menjalin komunikasi yang baik meski terpisah oleh ruang dan waktu yang berbeda sebagaimana yang disampaikan pula oleh Afif Husen mewakili pengurus PPI Maroko.

PKS Piyungan Taubat

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dr Nasrullah Jasam selaku perwakilan dari STAINU Jakarta, mengawali sambutannya ia memberikan apresiasi atas pembacaan dibaiyah yang menjadi agenda rutinan mereka hingga bisa diterima dan dibacakan bersama sejumlah warga Maroko.?

"Hal ini perlu di jaga dan dilestarikan karena, ketika Ia masih menjadi mahasiswa di Maroko untuk bisa membaca dibaiyah harus mencari tempat yang jauh dari keramaian terlebih dahulu," ujarnya.?

Ia juga meyampaikan bahwa didalam belajar tidak perlu membutuhkan waktu yang lama yang terpenting sungguh-sungguh. “Meski waktu yang ? dijalani hanya setahun tapi jika dijalani dengan sungguh-sungguh pasti akan berhasil dan mendapatkan ilmu yang banyak,” katanya.

Sore sebelum acara ini, Dr Nasrullah Jassam juga memberikan sambutan pada acara yang sama bertempat di Majlis Ilmi, Kenitra. Melihat mahasiswa STAINU Jakarta yang aktif dan fasih berbicara bahasa Arab pada acara perpisahan di Majlis Ilmi membuatnya semakin yakin bahwa keberadaan mereka selama kurang lebih setahun di Universitas Ibn. Thufail telah menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya. Pada saat yang sama semua mahasiswa juga mendapatkan Syahadah Taqdiriyah dari Ketua Majlis Ilmi, Kenitra.?

Sementara Muhammad Iqbal mewakili mahasiswa STAINU Jakarta menyampaikan ribuan terimakasih kepada semuanya telah hadir dan semua pihak yang telah membantu mereka selama belajar di Maroko. Sambutan ini kemudian diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Rais Syuriyah PCINU Maroko Alvian Iqbal Zahasfan, SSI dan dilanjutkan dengan ramah tamah serta foto bersama. Tak lama kemudian tiba-tiba suara sesenggukan terdengar dari dalam ruanagan yang disusul dengan suara sesenggukan lainnya. Yah, mereka adalah mahasiswa dari universitas ibn. Thufail, Kenitra. Suara tangispun semakin terdengar keras mengheningkan ruangan, merekapun terus menangis seolah tidak rela dengan kepulangan mahasiswa STAINU Jakarta.

Redaktur ? : Mukafi Niam

Kontributor: Kusnadi El-Ghezwa

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, Syariah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 06 Februari 2018

Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan

Tenggarong, PKS Piyungan Taubat. Peresmian gedung kantor PCNU Kab. Kutai Kartanegara dilaksanakan pada tanggal 25 Februari 2013 dihadiri langsung Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj.

Tampak pula Wakil Gubernur Kalimantan Timur Farid Wadjdydan Wakil Bupati Kab Kutai Kartanegara HM Ghufron Yusuf bersama forum komunikasi pimpinan daerah.

Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Gedung Kantor PCNU Kutai Kartanegara Diresmikan

Peresmian dimulai dengan penandatanganan batu prasasti oleh Wakil Bupati dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj dan dilanjutkan dengan penguntingan pita. 

PKS Piyungan Taubat

Dalam sambutannya Ketua PCNU Kab Kutai Kartanegara H Chairul Anwar mengatakan ucapan terima kasih atas partisipasi Pemerintah Daerah yang telah membantu pembangunan Gedung PCNU Kab Kutai kartanegara sebesar 4,5 Milyar melalui bantuan hibah.  

PKS Piyungan Taubat

Bangunan yang terdiri dari 3 lantai tersebut kelak akan dilengkapi dengan pemancar radio yang diberi nama Radio Bintang 9 yang akan menyiarkan dakwah ahlussunnah wal jamaah ke berbagai daerah yang meliputi 18 kecamatan dan di gedung tersebut nanti juga akan didirikan klinik dengan nama klinik Aswaja. 

Segala persyaratan telah dipenuhi, tinggal mencari dokter penanggung jawab sebagai bagian dari pendirian klinik tersebut nantinya akan bermanfaat untuk masyarakat di sekitarnya. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Chairul Anwar

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, IMNU PKS Piyungan Taubat

Kamis, 01 Februari 2018

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

Jakarta, PKS Piyungan Taubat 

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MOU) dengan The Community of SantEgidio, lembaga yang berbasis di Eropa, Selasa (14/11) di Gedung PBNU, Jakarta Pusat.

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)
Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa (Sumber Gambar : Nu Online)

Komitmen Perdamaian Dunia, PBNU Gandeng Lembaga Eropa

MOU tersebut ditandatangani oleh Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud, sementara dari pihak The Community of SantEgidio ditandatangani oleh Marco Impagliazzo. 

MoU ini berisi tentang Interfaith dialoge, Peace and Reconciliation, Education of Young Generations, Culture of Tolerance and Tigetherness, Humanity, and Prevention Drug Abuse

Hadir pada MoU tersebut Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faisal Zaini, Rais Wakil Sekretaris Jenderal PBNU Imam Pituduh, Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim PBNU M Ali Yusuf, dan lain-lain. 

PKS Piyungan Taubat

Ketua PBNU KH Marsudi Syuhud mengatakan, kerja sama ini hanya melanjutkan dari para pemimpin NU dulu. Menurutnya, sejak zaman KH Abdurrahman Wahid MoU ini sudah terjalin. 

"Melanjutkan saja," katanya. 

Ia menjelaskan, tujuan dari MoU ini untuk membuat harmoni antara seluruh makhluk Allah di muka bumi. Oleh karena itu, setiap ada persoalan, katanya, bisa diselesaikan dengan dialog. 

"Bagaimana kita bisa dunia ini agar damai," katanya. 

Hubungan dari kerja sama ini pun, menurutnya, sering mengangkat isu-isu kemanusiaan yang  terjadi di belahan dunia. "Kita ikut terlibat untuk menyampaikan saran-saran terhadap isu-isu dunia tentang kemanusiaan," pungkasnya. 

PKS Piyungan Taubat

The Community of SantEgidio sendiri merupakan sebuah komunitas internasional untuk perdamaian dunia yang berbasis di Eropa. Mereka juga melakukan berbagai macam edukasi kemanusiaan. (Husni Sahal/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Syariah, Kajian PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja

Bogor, PKS Piyungan Taubat. Bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia mengikuti Training Leadership Dakwah Transformatif Aswaja.

Kegiatan yang berlangsung Selasa-Kamis, (12-14) ini menghadirkan narasumber diantaranya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, KH Mujib Qulyubi, MH, Pembantu Ketua IV STAINU Jakarta, Aris Adi Leksono, KH Wafiudin Sakam, dan Nugroho Ramadhan.

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja

Dalam keterangannya, KH Mujib Qulyubi mengatakan, kegiatan ini penting untuk mempertajam sisi spiritualitas mahasiswa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia sebagai sebuah keunggulan tersendiri.

PKS Piyungan Taubat

“Selain itu, leadership juga menjadi modal penting untuk pengembangan potensi diri. Karena kedisiplinan, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan dampak dari jiwa kepemimpinan yang terbentuk melalui pelatihan secara berkelanjutan,” papar Mujib.

PKS Piyungan Taubat

Katib Syuriyah PBNU ini juga menuturkan, dengan modal ketajaman spiritual dan leadership tersebut, mahasiswa dari kedua kampus kepunyaan NU itu akan mampu berperan sebagai penggerak Aswaja di tengah masyarakat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, Makam, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

LSN Region Nusa Tenggara 1 Dipusatkan di Loteng dan Mataram

Mataram, PKS Piyungan Taubat - Liga Santri Nusantara (LSN) Region Nusa Tenggara 1 akan dihelat mulai 25 Agustus 2017. Sistem pertandingan akan memakai setengah kompetisi agar peserta klub Pesantren bisa bermain dengan lebih dari satu kali.

Hal ini disampaikan oleh Kooreg LSN Region Nusra1 H Jamhur kepada PKS Piyungan Taubat di Kota Mataram, Sabtu (5/8).

LSN Region Nusa Tenggara 1 Dipusatkan di Loteng dan Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)
LSN Region Nusa Tenggara 1 Dipusatkan di Loteng dan Mataram (Sumber Gambar : Nu Online)

LSN Region Nusa Tenggara 1 Dipusatkan di Loteng dan Mataram

Menurutnya, tahun lalu peserta bermain sekali langsung gugur. Kali ini berbeda arena dengan sistem setengah kompetisi sehingga tentu peserta tidak langsung gugur dan ada harapan lagi.

PKS Piyungan Taubat

Tetapi bukan itu tujuannya. Menurutnya, yang terpenting dan lebih penting baginya adalah melalui LSN ini ada nilai edukasi bagi santri khususnya di bidang olahraga sepakbola.

Ia juga menyebutkan dengan sistem ini akan memakan waktu lebih lama. Oleh karenanya pihaknya akan membagi dua kelompok dengan dua titik lapangan akan dipakai, yaitu Lombok Tengah dan Kota Mataram.

PKS Piyungan Taubat

Ia juga memastikan kompetisi sepakbola nasional ini akan dipusatkan di NTB dengan menggunakan stadion GOR Mataram.

"Insya Allah kick off nasional nanti akan dipusatkan di NTB dan kami akan minta semua santri peserta klub untuk hadir memeriahkan dan insya Allah akan dibuka oleh Wapres H Jusuf Kalla dan Menpora RI H Imam Nahrawi," katanya. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Kajian PKS Piyungan Taubat

Senin, 01 Januari 2018

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

Melbourne, PKS Piyungan Taubat. Museum Nahdlatul Ulama yang berlokasi di Surabaya akan segera memiliki katalog online. Dengan katalog yang bisa diakses secara terbuka ini, koleksi museum akan diketahui lebih luas, tidak hanya di Indonesia tetapi juga dari seluruh dunia.

Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)
Museum NU Segera Miliki Katalog Online (Sumber Gambar : Nu Online)

Museum NU Segera Miliki Katalog Online

“Dengan katalog online ini, warga NU bisa mengetahui koleksi apa yang sudah ada dan apa yang belum,” ujar Direktur Museum NU Achmad Muhibbin Zuhri. “Jika mereka memiliki dokumen kakek atau kiai tertentu yang menjadi tokoh NU di daerahnya, bisa segera dikirim secara online,” sambungnya.

Sistem katalog online ini akan segera dirasakan manfaatnya berkat kerjasama dengan Fasnetgama Training Center. Bertempat di KJRI Melbourne, Selasa (17/12), berlangsung penandatanganan MoU antara Direktur Museum NU dan Direktur Fasnetgama.

PKS Piyungan Taubat

“Fasnet memiliki software katalog online yang diperlukan oleh Museum NU,” ujar Direktur Fasnetgama Muhammad Nur Rizal. “Dengan software tersebut memungkinkan museum menjadi hub bagi seluruh perpustakaan pesantren yang dimiliki oleh NU. Kami sangat senang dan bangga dengan kerjasama ini,“

Lanjut kandidat Ph.D bidang IT di Monash University itu.

Achmad Muhibbin yang kebetulan sedang berkunjung ke Victoria dalam rangka tugas dari kampus UIN Sunan Ampel, sangat terkejut sekaligus berbahagia dengan terwujudnya MoU itu. “Sungguh ini merupakan sesuatu yang tidak pernah saya bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah, semoga menjadi berkah bagi semuanya,” ujarnya tanpa bisa menutupi rasa harunya.

PKS Piyungan Taubat

Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Konjen Melbourne Irmawan Emir Wisnandar, Konsul Muda Pensosbud Vitrio Naldi, dan Ketua Tanfidziyah PCINU Australia dan New Zealand (ANZ) Mokhamad Nur.

“Saya menyambut baik kerjasama semacam ini,” kata Emir Wisnandar. “Sudah saatnya wajah Islam Indonesia yang moderat seperti yang ditampilkan oleh NU diketahui secara lebih luas. Oleh karena itu, saya sangat berharap agar layanan online Museum NU ini segera dilengkapi dengan bahasa internasional.”

Dengan adanya katalog online ini, terbuka peluang bagi pelajar NU dari seluruh dunia untuk ikut melengkapi koleksi Museum. Sebagai pewaris keilmuan para ulama yang terus tersambung (sanad) dari mulai Nabi Muhammad hingga saat ini, NU perlu memiliki sejarah perkembangan Islam moderat yang komprehensif. “Saya kebetulan aktif dalam jejaring PCINU seluruh dunia, insyaallah akan saya kampanyekan ajakan ini begitu layanan online di museum sudah siap,” ujar Mokhamad Nur dengan penuh semangat.

Sementara Badrus Sholeh yang menjadi pendamping Achmad Muhibbin selama di Victoria menyatakan, “Sudah saatnya para santri mendapatkan alternatif lain di luar politik praktis, agar cakrawala berpikirnya semakin luas. Sistem online ini memungkinkan mereka mendapatkan horison pemikiran dari seluruh dunia. NU dan pesantren adalah citra Islam yang terbuka dan selalu mau belajar. Kita bukan kelompok yang statis, ekslusif dan jumud. Bantuan teknologi ini salah satu upaya kita mewujudkan wajah Islam yang rahmatan lil alamain.”

(Iip Yahya, kontributor PKS Piyungan Taubat untuk Australia dan New Zealand/Anam).

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sunnah, Kajian PKS Piyungan Taubat

Selasa, 19 Desember 2017

PCNU Kudus Kukuhkan LTMNU Kaliwungu

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kudus mengukuhkan pengurus Lembaga Takmir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) Kecamatan Kaliwungu periode 2013-2018. Pengukuhan dilakukan Ketua PCNU KH Chusnan Ms dalam acara peringatan Isra’ Mi’raj dan Harlah ke-90 NU di gedung MWC NU Kaliwungu, Ahad Siang (9/6).

Dalam sambutannya, Ketua PCNU KH Chusnan Ms mengajak? untuk menjaga dan memakmurkan masjid, musholla dan madrasah NU. Masjid merupakan aset NU yang didirikan dan dirawat warga Nahdliyin.

PCNU Kudus Kukuhkan LTMNU Kaliwungu (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kudus Kukuhkan LTMNU Kaliwungu (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kudus Kukuhkan LTMNU Kaliwungu

“Peringatan harlah NU ini kita jadikan momentum memakmurkan pesantren, masjid, dan mushala dengan meningkatkan harakah (gerakan) penguatan Islam Ahlussunnah wal-Jamaah,” tandasnya.

PKS Piyungan Taubat

KH Chusnan mengingatkan sekarang ini semakin banyak kelompok di luar NU yang ingin mengincar masjid-masjid maupun mushala. Biasanya, kata KH Chusnan, kelompok ini menetap sebagai tenaga kebersihan masjid kemudian secara perlahan menghilangkan simbol-simbol masjid NU seperti kentongan, jidur maupun seruan-seruan i’tikaf.

“Makanya kita warga NU harus menjaga dan makmurkan masjid melalui kegiatan-kegiatan atau amalan-amalan Aswaja,” tambahnya di depan ribuan Nahdliyin yang hadir.

PKS Piyungan Taubat

Kepada pengurus LTMNU, KH Chusnan berharap segara menggerakkan kepengurusan pada tingkatan ranting serta menata kemasjidan di daerah masing-masing.

Sekretaris MWC NU Kaliwungu H. Noor Kholis mengatakan kepengurusan LTMNU terbentuk berdasar keputusan pengurus MWC pada tanggal 28 Mei 2013 lalu. Setelah dikukuhkan ini, program jangka pendek LTMNU adalah mendata dan membuat papan nama masjid NU.

“LTMNU akan segera menjalankan program papanisasi masjid-masjid NU sebagai upaya menjaga dan penguatan aset NU yang berharga ini,” jelasnya kepada PKS Piyungan Taubat.

Kepengurusan LTMNU Kaliwungu Kudus yang dikukuhkan itu terdiri dari Ketua? H Sumadi, Wakil Ketua Sodiq dan Zamroni, Sekretaris H Masrukin. Sedang? Wakil Noor Yadi, Bendahara H Tumirin. Disamping pengurus harian, komposisi kepengurusan dilengkapi departemen-departemen penguatan organisasi, peningkatan peran sosial ekonomi, kerjasama kelembagaan, dan pelatihan pemberdayaan ubudiah.

Redaktur? ? ? ? ? : Abdullah Alawi

Kontributor? : Qomarul Adib

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat RMI NU, Kajian PKS Piyungan Taubat

Jumat, 15 Desember 2017

Lagi, NU Kota Malang Cetak Kader Dakwah

Malang, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) mengadakan Workshop Training of Trainer (ToT) Aswaja. Acara ini akan dilaksanakan selama dua hari, Sabtu-Ahad (8-9/2), di Auditorium Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang milik KH Hasyim Muzadi.

Lagi, NU Kota Malang Cetak Kader Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Lagi, NU Kota Malang Cetak Kader Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Lagi, NU Kota Malang Cetak Kader Dakwah

Hadir dalam forum ini tidak kurang dari 40 orang peserta yang terdiri dari para kiai, gus dan asatidz dari daerah Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu. Karena kegiatan ini difokuskan pada kajian Aswaja berbasis pada Al-Qur’an dan Hadits dan Kitab Kuning, maka semua yang hadir merupakan Kiai, Gus, Ustadz atau para santri Senior.

“Tiada lain harapan kami atas terselenggaranya kegiatan semacam ini adalah semoga menjadi sebuah usaha untuk mempertahankan dan membela ajaran Ahlussunnah wal Jamaah di Indonesia dan khususnya kota malang,” kata Gus Ishroqun Naja, Ketua PCNU Kota Malang dalam sambutannya.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara yang bertemakan “Revitalisasi nilai-nilai Aswaja ditengah Tantangan Islam Transnasional” ini hadir sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama yang berkompeten dalam kajian Ahlussunnah Wal Jamaah. Seperti KH Muchit Muzadi (Jember), KH Marzuqi Mustamar (Malang), Muhammad Idrus Ramli (Jember) dan juga Wakil Walikota Malang Sutiadji, yang sebelumnya merupakan salah seorang Pengurus NU Kota Malang.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan kader-kader dakwah NU yang baru. Dimana hal tersebut dimaksudkan untuk membentengi masyarakat dari gerakan-gerakan transnasional. Oleh karenanya fokus kajiannya adalah mempelajari dalil-dalil dari Al-Qur’an dan Hadits tentang prinsip-prinsip yang selama ini dipegang oleh Nahdlatul Ulama yang sering dipermasalahkan oleh gerakan lain. Seperti amaliah, i’tiqad dan konsep berbangsa dan bernegara yang selama ini dipegang oleh NU.

“Kami berharap agar 40 orang kiai, gus atau ustadz yang hadir dalam forum ini nantinya mau menjadi ujung tombak dakwah Nahdlatul Ulama setelah kembali ke tempatnya masing-masing. Termasuk kepada para mahasiswa PTUN untuk di kota malang,” kata Gus Ish.

“Karena kita tahu, bahwa sebagian besar dari mereka sebenarnya anak-anak kita. Abnaa’una. Tapi pemikirannya masih labil dan pengetahuannya masih kurang. Adalah tugas kita untuk melindungi mereka,” tambahnya.

Memang, selepas kegiatan ini para alumni yang rata-rata orang pesantren diharapkan mampu menjadi melaksanakan dakwah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

Setelah sesi pembukaan selesai, kemudian dilanjutkan diskusi panel bersama KH Marzuki Mustamar dan KH Muhammad Idrus Ramli selama 45 menit. Diskusi membahas masalah aqidah, amaliah dan pandangan Islam tentang tradisi masyarakat. Diadakan selama 2 (dua) hari, KH Marzuqi Mustamar dan Idrus Ramli menjadi nara sumber utama pada hari pertama.

Pada hari kedua, diskusi diisi oleh KH Abdullah Syamsul Arifin dari Jember bersama Kiai Badruddin, Dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan pembahasan Tashawuf. Kegiatan berakhir dengan menghasilkan tindak lanjut (follow UP) pembentukan? Aswaja Centre Kota Malang. (Ahmad Nur Kholis/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Kajian PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 09 Desember 2017

Peringati Hari Olahraga, MTs Darul Ulum Gelar Jalan Sehat

Jepara, PKS Piyungan Taubat. Dalam rangka memperingati Hari Olahraga yang diperingati setiap 9 September, MTs Darul Ulum Desa Purwogondo Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara Jawa Tengah menggelar kegiatan jalan sehat, Sabtu (14/9).

Kegiatan ini diikuti 900 lebih siswa, 60 guru-karyawan, dan 10 mahasiswa PPL Universitas Nahdlatul Ulama (UNISNU) Jepara dengan rute mulai halaman madrasah-desa Robayan-Kriyan dan berakhir di madrasah.

Peringati Hari Olahraga, MTs Darul Ulum Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Hari Olahraga, MTs Darul Ulum Gelar Jalan Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Hari Olahraga, MTs Darul Ulum Gelar Jalan Sehat

Selain memeringati hari olahraga, kegiatan jalan sehat dimaksudkan sebagai kegiatan alternatif yang menyegarkan pikiran para siswa dalam kejenuhan kegaiatn belajar mengajar, kata Wakil kepala sekolah bidang kesiswaan Sholikhul Hadi.?

PKS Piyungan Taubat

“Jalan sehat merupakan pembelajaran di luar kelas. Tujuannya tidak lain untuk menyegarkan ? pikiran serta wahana rekreasi para siswa,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan yang sebelumnya diawali dari khitobah dari siswa, tidak dipungut biaya. Doorprizenya, lanjut Solikhul, juga tidak mewah. Doorprizenya terdiri dari kupon belanja di koperasi madrasah. 20 lembar kupon bernilai Rp. 2.000, 10 lembar kupon bernilai Rp. 3000, dan 2 lembar kupon Rp. 5.000.

Ia mengungkapkan kupon belanja di koperasi ditukarkan usai kegiatan jalan sehat. Dalam kesempatan itu, pihak madrasah juga mengumumkan hasil lomba Keindahan, Ketertiban dan Kelengkapan Kelas (K3). (Syaiful Mustaqim/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 Desember 2017

Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat

Bandung, PKS Piyungan Taubat 



Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pacet sedang membangun gedung sekretariat di Desa Pangauban sejak enam bulan lalu atau pada Mei tahun ini. Hingga saat ini, pembangunan masih terus berlangsung dan masih belum rampung.  

Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)

Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat

Sekretaris MWCNU Engan Abdul Wahid menceritakan, pembangunan gedung tersebut dimulai masa kepengurusan periode 2015-2020 di bawah kepemimpinan Rais Syuriyah MCNU KH Masluh Sakandari dan Ketua MWCNU KH Abdul Ghani. 

“Sebelumnya, MWCNU mengontrak sebuah rumah di Wanir, desa Maruyung, sebagai sekretariat. Kemudian pada Konferensi Wakil Cabang tahun 2015, para pengurus NU Pacet bertekad untuk membuat sekretariat milik sendiri,” katanya ketika ditemui di lokasi sekretariat itu, Desa Pangauban, Sabtu (18/11). 

(Baca: Sowan PBNU, NU Pacet Rencanakan Pelatihan Muharrik Masjid)

PKS Piyungan Taubat

Lalu, pada Musyawarah Kerja MWCNU di pondok pesantren Asyiroji Sinapeul, beberapa bulan setelah Konfercam, para pengurus memutuskan hanya memprioritaskan tiga program, pertama, membangun gedung sekretariat, kedua, merestrukturiasi kepengurusan, ketiga, turba ke Ranting-Ranting melalui pengajian. 

Tokoh NU Pacet, lanjut Engan, yaitu KH Didin Saepudin Ibad merespon cita-cita pembangunan kantor dengan mewakafkan tempatnya seluas 280 m persegi beberapa bulan selepas Muskercam. 

PKS Piyungan Taubat

“Beliau memang selalu support untuk NU Pacet,” tambahnya menjelaskan Kiai Didin yang merupakan pimpinan pondok pesantren Baiturrosyad, Mustasyar MWCNU Pacet, dan anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Partai Kebangkitan Bangsa. 

Kemudian pada Mei 2017 peletakkan batu pertama pembangunan sekretariat itu oleh Rais Syuriyah MWCNU Pacet KH Masluh Sakandari didampingi Ketua MWCNU Pacet KH Abdul Ghani. 

Pada waktu itu, MWCNU hanya memiliki uang Rp 4,5 juta, sisa biaya Muskercam. Uang itu kemudian langsung dibelikan untuk bahan bangunan seperti besi, semen, pasir, dan paralon. 

“Waktu itu kami nekat saja dengan uang 4, 5 juta. Tapi saat ini telah menghabiskan dana kurang lebih 153 juta Rupiah. Bangunan itu rencananya dua lantai, baru terlaksana 30 persen, baru pengecoran lantai pertama,” jelas Ketua Pelaksana Pembangunan MWCNU Pacet itu.  





(Baca: Tak Banyak, Tiga Program MWCNU Pacet Ini Sukses Terlaksana)

Uang sebesar itu didapat dari para pengurus dan simpatisan, serta warga NU sendiri dari 13 Ranting melalui iuran pengajian rutin. Warga NU dari Ranting itulah merupakan penyumbang terbesar pembangunan itu, yaitu sekitar Rp 110 juta. 

Lebih lanjut, Engan menambahkan, pembangunan itu terus digenjot, kecuali pada Juli dan Agustus karena memasuki bulan puasa. Selepas puasa, pembangunan kembali dilanjutkan. 

“Ketika mengecor, para santri, Ansor, Banser, banom-banom NU lain dan masyarakat turut serta membantu, termasuk Ketua MWCNU Kang Haji Deni,” lanjutnya. 





(Baca: Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi)





(Baca: Ribuan Santri Pacet Ngariung di Lapangan Cipeujeuh)

Wakil Sekretaris MWCNU Pacet A. Hasan Nurhuda menambahkan, nantinya gedung sekretariat itu akan menjadi pusat kegiatan dan kaderisasi NU dan menjadi kantor banom-banomnya. Malahan akan disediakan satu kamar untuk tamu menginap.

“Ada ruang musyawarah di lantai dua,” pungkasnya. 

Ketua MWCNU Pacet KH Abdul Ghani mengucapkan terima kepada seluruh pengurus NU beserta banom-banomnya, serta seluruh warga NU kecamatan Pacet yang telah mengulurkan tangan dalam pembangunan sekretariat itu. 

“Pembangunan ini masih panjang karena baru 30 persen dan biaya yang harus dikeluarkan masih banyak, sekitar 300 jutaan. MWCNU mengharapkan para dermawan, baik warga NU di kecamatan Pacet maupun di luar kecamatan Pacet untuk membantu penyelesaian pembangunan itu,” harapnya. (Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Kajian, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 05 Desember 2017

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Puluhan siswa dan siswi dari Madrasah Aliyah Zainul Hasan (MA Zaha) 1 Genggong Probolinggo melakukan studi banding di Madrasah Aliyah Unggulan KH Abd Wahab Hasbulloh atau MAUWH Tambakberas Jombang. Dengan didampingi kepala madrasah dan guru, rombongan ingin mendapatkan masukan terkait penulisan karya tulis ilmiah bagi peserta didik, serta keunggulan lain.

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)
MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas (Sumber Gambar : Nu Online)

MA Zaha 1 Genggong Lakukan Studi Banding di MAUWH Tambakberas

"Kunjungan kami ke madrasah ini untuk belajar lebih banyak bagaimana melahirkan para siswa dan siswi dengan kemampuan menulis karya tulis ilmiah," kata KH Ahsan Maliky, Kamis (11/9). Demikian pula bagaimana mengarahkan peserta didik sehingga mampu membuat tugas akhir, termasuk pengelolaan kurikulum pembelajaran, lanjutnya.

Kepala MA Zaha 1 Genggong tersebut mengemukakan bahwa kemampuan menulis menjadi hal penting agar semakin banyak potensi pesantren yang dapat digali. Yang juga tidak kalah penting adalah bagaimana para penulis potensial dari pesantren, juga mampu berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

Ada sejumlah keunggulan yang selama ini dijaga di MAUWH. Di samping kemampuan? menulis karya ilmiah atau paper, juga kemahiran dalam berbahasa asing.?

PKS Piyungan Taubat

Faizun Amir selaku kepala MAUWH menyadari bahwa kemampuan bahasa asing adalah di antara hal yang menjadi perhatian madrasah ini. "Karenanya, sejumlah ikhtiar kami lakukan sebagai upaya agar para peserta didik memiliki kemampuan bahasa yang dapat diandalkan," kata alumnus pascasarjana Universitas Islam Malang tersebut.

Lebih lanjut, Ustadz Miftakhul Arif selaku Wakil Kepala bagian Kurikulum MAUWH mengemukakan, ada program kemitraan yang digunakan untuk mengoptimalkan kemampuan bahasa asing. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.

"Juga kemitraan dengan Pesantren Darul Lughah wad Dakwah di Bangil untuk memantapkan kemampuan Bahasa Arab para siswa," kata Ustadz Arif, sapaan akrabnya. Hal tersebut juga ditambah dengan pembinaan kemampuan bahasa Inggris di Intens English Course Pare Kediri.

PKS Piyungan Taubat

Dan hal ini berbuah manis karena para siswa dan siswi pilihan di MAUWH dipercaya membimbing kemampuan bahasa asing bagi MTs Negeri Tambakberas dan MTs Plus Bahrul Ulum.

Khusus untuk tugas akhir atau paper, peserta didik yang telah memasuki kelas XI dibekali secara lebih intensif terkait kemampuan ini. "Dari mulai bimbingan teknis, pemilihan judul, pembimbing isi serta bahasa, hingga saat ujian," jelas kandidat doktor UIN Sunan Ampel Surabaya tersebut.

Kegiatan dipungkasi dengan dialog dan pemberian cindera mata antar kedua belah pihak. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian PKS Piyungan Taubat

Ilmuwan Rusia Simpulkan Yasser Arafat Meninggal Alamiah

Moskow, PKS Piyungan Taubat. Mantan pemimpin Palestina Yasser Arafat meninggal dunia karena sebab alami, bukan karena racun radiasi, kata kepala forensik Rusia yang menyelidiki jenasah Arafat seperti dikutip kantor berita Interfax.

Ilmuwan Rusia Simpulkan Yasser Arafat Meninggal Alamiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmuwan Rusia Simpulkan Yasser Arafat Meninggal Alamiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Ilmuwan Rusia Simpulkan Yasser Arafat Meninggal Alamiah

Kesimpulan Rusia ini bersesuaian dengan kesimpulan para pakar Prancis yang belum lama bulan ini bahwa Arafat, yang meninggal dunia pada 2004, tidak kehilangan nyawa akibat unsur radioaktif polonium.

PKS Piyungan Taubat

"Yasser Arafat meninggal dunia bukan akibat radiasi namun karena sebab-sebab alami," kata Vladimir Uiba, kepala Biro Medis Biologi Federal  (FMBA).

Arafat, yang menandatangani Perjanjian Damai Oslo 1993 Oslo dengan Israel meninggal dunia pada usia 75 tahun di sebuah rumah sakit Prancis, empat pekan setelah jatuh sakit setelah memakan daging di kediamannya di Ramallah yang dikepung tank-tank Israel.

PKS Piyungan Taubat

Waktu itu para dokter Prancis mengaku tak bisa menentukan penyebab sakitnya Arafat.

Tapi bulan lalu para pakar forensik Swiss mengumumkan bahwa setelah menguji sampel darah Arafat maka itu konsisten dengan polonium.

Sampel-sampel darah Arafat itu pada November 2012 dibawa oleh para pakar Swiss, Prancis dan Rusia, setelah video dokumenter Al Jazeera menyebutkan bahwa pakaian Arafat menunjukkan kandungan tinggi polonium, demikian Reuters. (antara/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Kajian PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat

Sehari setelah dikukuhkan pada Ahad (19/6), pengurus NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) Kabupaten Pringsewu segera bergerak cepat untuk menyosialisasikan dan meluncurkan program-program di 9 kecamatan yang ada di Bumi Jejama Secancanan Bersenyum Manis tersebut.

Kecamatan yang menjadi tempat kunjungan pertama tim LAZISNU pada Senin (20/6) adalah Kecamatan Pardasuka dan Pagelaran. Pada kunjungan tersebut, Ketua LAZISNU Kabupaten Pringsewu Khairuddin menyampaikan presentasi di hadapan seluruh jajaran pengurus MWCNU Kecamatan Pardasuka dan 8 Ranting NU yang hadir di Kantor MWCNU Setempat.

Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Sosialisasi Program, LAZISNU Pringsewu “Road Show” ke 9 Kecamatan

Dalam pemaparannya Heru, begitu ia biasa dipanggil, mengimbau kepada warga NU agar menyalurkan zakat, infaq dan shadaqah (ZIS) melalui lembaga yang sudah memiliki legalitas dari Pemerintah seperti LAZISNU. "Salah satu tugas LAZISNU adalah membentuk Unit Pengelola ZIS di masjid, musholla dan sejenisnya sehingga legalitasnya jelas," jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Selain itu, menurut Heru LAZISNU juga memiliki tugas menyalurkan dan mendata hasil zakat yang dihimpun. "Setelah disalurkan dan didata berdasarkan laporan UP ZIS, LAZISNU akan merekapitulasi hasil pengimpulan zakat yang ada di daerah sehingga akan terlihat potensi zakat yang ada," jelasnya.

Menurut Heru ada 3 mekanisme penyetoran ZIS ke LAZISNU Kabupaten Pringsewu. Pertama, dengan menyetorkan langsung ke Kantor LAZISNU Kabupaten Pringsewu yang berada di Lantai 3 Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu.

PKS Piyungan Taubat

Yang kedua, lanjutnya, melalui Rekening LAZISNU Kabupaten Pringsewu pada BRI Cabang Pringsewu dengan nomor 035801016988536 untuk zakat dan di nomor 035801016989532 untuk infaq dan shadaqah.

"Mekanisme yang ketiga dengan menggunakan fasilitas layanan Jemput ZIS dengan menelpon atau SMS di nomor 081369718849," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Quote, Kajian PKS Piyungan Taubat

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir

Pandeglang, PKS Piyungan Taubat. Tingginya intensitas hujan yang turun selama berhari-hari mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah di Indonesia termasuk sebagian besar wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) Pandeglang melalui program NU’Care ikut peduli membantu meringankan beban masyarakat yang terkena dampak banjir di kabupaten tersebut.

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Pandeglang Santuni 3000 Korban Banjir

Kali ini diwujudkan dengan mengunjungi langsung dan menyerahkan bantuan berupa barang-barang kebutuhan pokok dan Pengobatan Gratis untuk 3000 warga

3000 korban banjir di lima Kecamatan, yaitu Patia, Sobang, Sukaresmi, Saketi Pulosari, Banten terima layanan pengobatan gratis yang digelar LAZISNU Kabupaten Pandeglang, Kamis, (17/1). Layanan didukung oleh BAZNAS cuma-cuma, dan 500 Paket Sembako.

PKS Piyungan Taubat

Meski pemeriksaan dan konsultasi tidak di dalam ruangan khusus, warga tetap antusias datang berobat menerima layanan pengobatan gratis ini.

“Kita berikan pengobatan untuk jenis penyakit yang sering menghinggapi warga yang menjadi korban banjir. Seperti gatal-gatal, kutu air, batuk dan pilek,” ungkap H M. Munirul Ikhwan Ketua LAZISNU Pandeglang.

PKS Piyungan Taubat

Ia menjelaskan, banjir kali ini menggenangi hampir seluruh Kecamatan di Pandeglang yaitu 28 Kecamatan dari 35 Kecamatan, ? merendam permukinan di daerah tersebut, sehingga aktivitas masyarakat setempat terhenti total.

"Tidak ada masyarakat yang beraktivitas, semuanya terfokus pada penyelamatan diri serta harta benda agar tidak terbawa arus banjir, bahkan rumah saya termasuk yang menjadi korban banjir kali ini" katanya.

Banjir, kata dia, juga merendam ratusan hektare sawah miliki petani setempat, dan dipastikan seluruh tanaman padi rusak.

Lima kecamatan yang menjadi target bantuan pengobatan gratis adalah wilayah terparah yang terkena dampak banjir. di Kecamatan Patia. Sedikitnya 10 desa terendam, yaitu Desa Idaman, Surianen, Patia, Rahayu, Cimoyan, Babakan Keusik, Ciawi, Pasirgadung, Turus, dan Simpang Tiga.

Di Kecamatan Sukaresmi juga ada 10 desa yang terkena banjir, yaitu Desa Karyasari, Perdana, Sukaresmi, Kubangkampil, Sidamukti, Cibungur, Weru, Cikuya, Pasirkadu, dan Seuseupan.?

LAZISNU Pandeglang ikut prihatin atas musibah yang terjadi dan berharap dengan bantuan yang di berikan dapat meringankan beban para korban banjir di Kabupaten Pandeglang, yang mayoritas warga nahdliyyin

“Dengan kehadiran pihak LAZISNU Pandeglang untuk mengunjungi dan memberikan bantuan kebutuhan sehari-hari untuk warga yang mengungsi di sini, sangat membantu dan bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan kami sehari-hari,”kata Ketua MWCNU Kecamatan Sukaresmi Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten KH. Burhanudin.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : LAZISNU Pandeglang

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Budaya, Kajian PKS Piyungan Taubat

Senin, 27 November 2017

PMII Lintang Songo UNU Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Gresik, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Komisariat Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PK PMII) Lintang Songo Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo (Unusida) memberikan santunan kepada panti asuhan penyantun yatim piatu dan dhuafa Mutiara Ihlas Kota Baru Driyorejo Kecamatan Driyorejo Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

"Kami mengajak kepada sahabat-sahabati serta pengurus PK PMII Lintang Songo Unusida untuk bersosial dan mengajarkan solidaritas sebagai tanggung jawabnya. Selain itu, mengimplementasikan dan mengaplikasikan salah satu nilai dasar pergerakan yakni Hablum Minannas (hubungan sesama manusia)," kata ketua PK PMII Lintang Songo Unusida Moch Zakariya Dimas Prata, Sabtu (19/12).

PMII Lintang Songo UNU Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Lintang Songo UNU Sidoarjo Santuni Yatim Piatu (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Lintang Songo UNU Sidoarjo Santuni Yatim Piatu

Melalui santunan itu diharapkan dapat membentuk kader- kader yang memiliki rasa solidaritas dan loyalitas untuk bergerak dalam hal sosial. Bukan hanya sebagai mahasiswa atau kader hedonis (hanya penggembira saja), namun bisa menjadi kader yang ideologis dan bisa mempertanggung jawabkan tugas sosial nya.

PKS Piyungan Taubat

"Terutama peduli dengan masyarakat sekitar yang lebih membutuhkan uluran tangan kita. Karena kami adalah uluran tangan dan penyambung lidah masyarakat," imbuh Dimas.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu ketua yayasan panti asuhan penyantun yatim piatu dan dhuafa Mutiara Ihlas, Machmudi berharap kepada generasi muda agar bisa selalu aktif pada dunia sosial. Karena sebagian besar anak sekarang hanya apatis akan sosial. Padahal hidup bersosial itu penting.

Machmudi menjelaskan, di panti asuhannya memiliki 96 anak asuh yatim, piatu dan dhuafa. Pihaknya menaruh harapan besar agar para anak asuhnya bisa terfasilitasi penuh. Ia juga mengharapkan uluran tangan dari masyarakat dengan ikhlas untuk perkembangan panti asuhannya. Pasalnya, saat ini panti tersebut masih mempunyai bangunan kecil yang tak cukup dibuat tidur oleh para anak yatim.

"Di sini bukan hanya membantu secara pendananaan saja, melainkan pembentukan skill dan prestasi anak-anak. Beberapa prestasi yang pernah diperoleh anak kami diantaranya pernah menjadi 10 besar pidato bahasa Inggris tingkat Nasional, harapan olimpiade Matematika," jelas Machmudi.

Ia menambahkan, salah satu anak telah menjadi penulis dan telah menerbitkan satu novel yang berjudul One Quantum. Novel itu diterbitkan di Jogjakarta dan sudah beredar dibeberapa toko buku.

Panti asuhan penyantun yatim piatu dan dhuafa Mutiara Ihlas 7.2 No.19 Jl. Penca Warna II B / U.19 itu memiliki visi membentuk anak-anak yang bertaqwa, beriman, intelektual dan siap bersaing. Di panti itu sendiri mempunyai kegiatan ekstra antara lain pencak silat dan pernah beberapa kali menyabet juara umum di tingkat kabupaten. Tak hanya itu saja, beberapa anak asuh nya juga berhasil membawa prestasi medali di tingkat Jawa Timur hingga se-Jawa Bali. (Moh Kholidun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Jumat, 24 November 2017

Syahdunya Maulid Nabi di Turki

"Ya Nabi salam alaika

Ya Rasul salam alaika

Ya Habib salam alaika

Syahdunya Maulid Nabi di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)
Syahdunya Maulid Nabi di Turki (Sumber Gambar : Nu Online)

Syahdunya Maulid Nabi di Turki

Shalawatullah alaika"

Bunyi rebana menggaung disetiap sudut ruang. Mulut yang mengalunkan sholawat berpacu dengan hati yang khusyuk. Mereka yang hadir merapal puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW. Ahad (26/1) menjadi hari istimewa bagi warga Nahdliyin di Turki. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki melangsungkan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW.

PKS Piyungan Taubat

Acara yang dilaksanakan di dalam gedung PASIAD, Istanbul, ini dihadiri Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Istanbul Abdullah Hariadi Kusumaningprang, perwakilan PASIAD Mucahit Bey, serta perwakilan organisasi kemitraan di Istanbul.

Dalam sambutannya, Abdullah Hariadi menyatakan dukungan terhadap kegiatan-kegiatan mahasiswa Indonesia di Istanbul selama itu bernilai positif. Ke depan ia berjanji akan mengadakan perayaan-perayaan Islam lain. “Tolong diingatkan kalau saya lupa,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Datang pula memenuhi undangan “saudara jauh” dari PCINU Mesir. Dalam kesempatan ini, Ustadz Farid dari PCINU Mesir bersama Ustad Ulin Nuha dari PCINU Turki berkolaborasi membacakan barzanji. Kesyahduan bertambah ketika Ustadz Ulin membacakan arti lafal-lafal barzanji secara menggebu dari bait ke bait.

“Mereka yang anti dengan barzanji ini berarti belum memahami isi dari barzanji,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut Ustad Ahmad Ginanjar Sya’ban, pengurus Syuriah PCINU Mesir, berkenan membagikan ilmunya tentang maulid. Menurut dia, momen maulid Nabi ini sungguh tepat dilaksanakan di bumi Turki, mengingat barzanji juga berasal dari Kurdi, salah satu etnis penyusun bangsa Turki.

Saat itu barzanji dibacakan untuk membakar semangat tentara Islam menghadapi pasukan salib. Barzanji yang berisikan sirah nabawi dan syair pujian kepada Nabi Muhammad SAW terbukti ampuh mengobarkan semangat jihad di dada tentara muslim. Setahun setelah pembacaan barzanji, tentara yang dipimpin oleh Salahuddin Al Ayyubi tersebut memenangi pertempuran.

Ustad Ginanjar juga menggambarkan keadaan di awal perkembangan Islam. Waktu itu bangsa arab dikenal sebagai bangsa tanpa peradaban. Bangsa yang jahil, amoral dan dipandang sebelah mata dibanding dengan dua kekuatan besar yang berkuasa, Romawi dan Persia. Kedatangan Nabi Muhammad benar-benar membalikkan keadaan. Hingga akhirnya dua negeri adi daya tersebut jatuh dalam kekuasaan islam.

Dia lalu mengibaratkan dengan keadaan sekarang. “Maaf, bukannya rasis. Misal saja di Papua terlahir seorang pembaharu.” Sontak hadirin tertawa. Pasalnya di sampingnya duduk wakil syuriah PCINU Turki yang lahir di Papua. “Kemudian Papua menjadi kuat hingga melahap kawasan-kawasan di sekitarnya. Australia, Filipina, hingga China menjadi propinsi di bawah Papua. Bahkan kemudian bahasa-bahasa mereka digantikan dengan bahasa Papua. Demikian lah keadaan Arab pada waktu itu.”

Acara maulid Nabi ini juga disiarkan melalui radio online PCINU Turki di www.pcinuturki.com/radio. (Ridho Ash-Shiddiqy/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Kajian PKS Piyungan Taubat

Senin, 13 November 2017

Bupati Bondowoso Ajak Nahdliyin Melek IT

Bondowoso, PKS Piyungan Taubat?

Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan, warga Nahdlatul Ulama saat ini wajib melek teknologi informasi. Menurut dia, melek artinya bukan sekadar Fecebookkan, tetapi harus turut serta memproduksi dan menyebarkan pikiran-pikiran Islam Ahlussunnah wal-Jama’ah.

Bupati Bondowoso Ajak Nahdliyin Melek IT (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Bondowoso Ajak Nahdliyin Melek IT (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Bondowoso Ajak Nahdliyin Melek IT

Tak hanya itu, ia juga meminta untuk menyebarkan gagasan-gagasan tentang Islam rahmatan lilalamin, untuk menyebarkan pikiran-pikiran cerdas bagaimana mempersatukan Indonesia yang Bhineka Tunggal Ika.

Mustasyar PCNU Bondowoso ini menambahkan, jika tidak menyediakan dan menyebarkan konten-konten tersebut sebagian warga akan mengkonsumsi konten yang disampaikan ISIS, tentang khilafah.

Menurut dia, sejak dari awal para ulama telah menjadi bagian pendirian bangsa ini dengan bentuk dan dasar yang telah mereka sepakati.?

"Tidak harus mengerek bendara yang bertulis negara Islam. Tidak harus menyatakan negara Islam Indonesia," tegasnya pada Halal Bihalal dan Silaturahim Keluarga Besar Nahdlatul Ulama Bondowoso yang diselenggarakan di masjid PCNU Bondowoso, Jawa Timur Selasa (11/7) malam.

PKS Piyungan Taubat

Menurut dia, formalitas seperti bendera Islam itu tidak penting. Justru yang lebih penting adalah bagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal-Jama’ah yang diajarkan ulama bisa terus diajarkan, diwariskan, diamalkan generasi-genarasi yang akan datang dalam suasana nyaman.

PKS Piyungan Taubat

Sementara Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam mengatakan, momentum halal bihalal adalah untuk mengintropeksi diri dalam kehidupan berkebangsaan dan bernegara.

“Indonesia didera dengan berbagai macam problema kebangsaan, problema kebersamaan dan kalau kita tidak mampu memenej perbedaan-perbedaan ini, bukan tidak mungkin negara kita bisa terpecah belah," lanjutnya pada kegiatan yang dihadiri Rais Syuriah PCNU Bondowoso KH Asyari Phasa dan Nahdliyin. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, News PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock