Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2018

Luka Menuju Makkah

“Ahlan wasahlan, ya ukhti!”

Sayyidah Khumairah menyapaku ketika pak Rosyad mengenalkanku kepadanya. Binar matanya menyuguhkan keramahan dan kehangatan yang meluap ke dalam kalbuku. Kegugupan yang sedari awal mencengkramku perlahan surut. Seolah Aku bukan orang asing yang baru saja menjejakkan kaki di rumahnya. Kutatap suaminya Sayyid Kamil. Tak ada beda. Mereka sama-sama hangat penuh kerendahhatian.

Luka Menuju Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)
Luka Menuju Makkah (Sumber Gambar : Nu Online)

Luka Menuju Makkah

“Semoga nak Sarifa nyaman bekerja di sini,” ucap Sayyid Kamil.

Aku hanya tersenyum tanpa berucap sepatah kata pun dalam ta’aruf ini. Lalu Sayyidah Khumairah menjelaskan tugas-tugasku bekerja di rumahnya. Terhitung ringan karena mereka tidak mempunyai anak. Ia juga berulang kali mengucapkan terima kasih pada pak Rosyad yang telah mengantarkan pembantu baru di rumahnya.

PKS Piyungan Taubat

Ya, Aku bekerja hanya sebagai pembantu rumah tangga biasa di negeri para nabi ini. Tak peduli, apapun pekerjaanku asalkan halal dan bisa membantu biaya pendidikan Naya, adikku nun di tanah air sana, serta menyampaikanku pada angan yang tak henti membara. Kuliah di Makkah adalah mimpi yang sekian tahun terjaga lekuk hidup. Tekad dan ketawakalanlah yang menyanggaku menata hidup baru, bersama kesendirian, dekapan rindu kepada keluarga dan kerabat-kerabatku di tanah air. Semoga mesir jalan awalku menggamit mimpi di kota ka’bah ini.

PKS Piyungan Taubat

Cairan hangat menapaki kedua pipiku tatkala pak Rosyad pamit pulang dan tak menemaniku lagi. Ia masih banyak urusan terkait profesinya sebagai agen visa dan pengkoordinir TKW dari indonesia. Meski kami baru mengenal dalam beberapa hari, namun sungguh saat ini hanya dia orang yang setanah air denganku.

“Jaga dirimu baik baik, sepertinya Sayyidah Khumairah menyukaimu hingga ia begitu hangat, dan jaga pula kepercayaannya,” pesan pak Rosyad.

Aku mematung dijalari kegugupan. Oh tuhan..., bukan main saat ini aku benar-benar sendiri di negeri orang. Sering kudengar kisah kisah tragis tentang nasib para pengembara dari tanah air terutama pekerja rumah tangga sepertiku. Sebagian dari mereka didera permasalahan serius, majikan yang tak memberi gaji, pekerjaan rumah yang sangat berat, siksaan majikan perempuan yang dipicu kecemburuan kepada suaminya karena menggoda atau terlibat hubungan istimewa dengan khodimahnya.

Lalu seperti apakah nasibku ke depan? Akankah tak ada beda dengan nasib kawan kawanku yang berujung duka? Ataukah didera rindu pada tanah air yang tiada henti menjamah lorong kalbuku?

***

Goresan waktu menyadarkanku bahwa tak ada satu pun sikap yang menggundahkan jiwaku dari Sayyidah Khumairah atau Sayyid Kamil. Semakin hari rasa sayang mereka benar-benar menenangkanku. Mereka tak pernah memberi pekerjaan yang berat untukku, sewajarnya saja. Bahkan tiap pekan kami berlibur ke tempat tempat bersejarah di Mesir. Ah, andai saja Sayyidah Khumairah mengajakku singgah di Makkah, kota pemangku mimpiku, pastilah rindu dan ketidaksabaran ini sedikitnya terobati meski tidak dengan tujuan kuliah.

Makkah, kau semakin meliuk-liuk di dasar hatiku menawarkan sejuta kenyamanan kalbu kala gema adzan membahana. Nikmatnya shalat berjama’ah di Masjidil Haram, tiap langkah tertata rahmat dari-Nya. Apalagi sambil menimba ilmu. Sungguh, Makkah tunggullah aku meraup ilmu-ilmu di tempat nabi kita mendakwahkan syi’ar-syi’ar agung agama islam.

“Sarifa, tolong kamu jaga Abi! Dia sakit. Aku harus menghadiri acara yang sangat penting,” perintah Sayyidah Khumairah. Ia tampak tergesa gesa keluar rumah.

Pengembaraanku pada Makkah seketika buyar. Aku tercenung mencerna ucapannya. Sayyid Kamil sakit, hanya Aku yang merawatnya hingga malam nanti. Terus terang hatiku enggan menjaganya. Bukan karena aku tak ingin merawatnya, tapi hatiku berfirasat lain. Mungkin karena gugup berhadapan dengan Sayyid Kamil, apalagi sampai menunggui di kamarnya. Bayangan teh Narti, tetanggaku di Indonesia, berkelebat. Nasib tragis menimpanya ketika ia berdua di rumah majikannya.Hanya berdua dengan majikan laki laki. Si majikan bersikeras menjamah tubuh teh Narti hingga tubuhnya dipenuhi luka pukulan dan kembali ke tanah air tanpa mengantongi uang serupiah pun. Aku bergidik ngeri mengingat nasibnya berakhir luka.

Perlahan kuseret kakiku ke tempat tidur Sayyid Kamil ia nampak terkulai dalam balutan selimut tebal. Aku hanya mematung di pintu kamar tak berani menanyakan sakit yang ia derita atau sekedar menawarkan air hangat.

“Sarifa, kemarilah!” ujarnya seraya melambaikan tangan. Seketika tenggorokanku tercekat . Tak ada sepatah kata pun yang terlontar dari mulutku untuk mengiyakan atau segera menyeret langkahku ke arahnya.

“Kemarilah!” pintanya kembali ketika aku masih bergeming. Dengan segala ketawakalan, perlahan kakiku melangkah dan kini berada di sampingnya.

“Duduk!” perintahnya seraya menunjuk ke sampingnya.

Dadaku bergemuruh, bertalu-talu seakan satu kata yang ia lontarkan bagai dentuman keras yang menanggalkan kekuatanku. Mau tak mau aku pun terduduk di sampingnya. Ia beringsut dan mensejajari posisi dudukku.

Huuhhh.... dadaku semakin tak karuan. Lalu, kurasakan sesuatu tengah menggerayang di punggungku. Kontan aku bangkit dengan perasaan amat mencekam.

“Diam atau kau mati!” kecamnya begitu buas.

Langkahku tersekat menuju kamarku. Seketika tangisku memecah. Lututku terasa berat melemah dan akhirnya ambruk.

“Ya Allah........tolong Aku!” pekik hatiku.

Ia beranjak mendekatiku, ia tersenyum penuh kegetiran. Tubuhku bergetar hebat, keringatku bercampur air mata yang kini jadi isakan yang sejadinya.

Sayyid Kamil yang begitu ramah kini menjelma hewan buas.

“Diam! Jangan menangis! Aku tidak akan mengapa-apakanmu. Kalau kamu bisa memenuhi keinginanku,” bentaknya. Bengis. Tepat di telingaku.

“Sayyid kalau mau makan atau air hangat saya akan bawakan sekarang,” tawarku tetap dengan tangis membuncah dan suara yang nyaris lenyap.

“Aku tak butuh itu. Lagi pula aku tidak sakit. Bagaimana kamu bersedia menemaniku menikmati surga duniawi?”

Aku menyeret kakiku kuat-kuat. Sial! Mengapa begitu kaku dan berat. Sedangkan dia terus mendekatiku. Tak mau menyerah.

“Tap...!” ia mencengkram kedua bahuku.

Aku meronta, memukulnya sekuat mungkin. Ia semakin tertantang malah. Jilbab dan penutup wajahku dengan kasar dijambak hingga tak sehelai kain pun yang menutupi kepalaku.

Lagi-lagi ia tersenyum penuh kemenangan. Tubuhku diseret dan diempaskan begitu saja ke atas ranjang.

Ia mendekati tubuhku. Sementara aku tak henti menepisnya, meski tubuhku semakin melemah.

“ Ya Allah, tak ada yang mampu menolongku selain Kau!” batinku menjerit menunggu pertolongan-Nya .

“Abii!” seketika bentakan keras menghentakkan Sayyid Kamil yang tengah membabi-buta. Ia menoleh ke belakang.

Tampak Sayyidah Khumairah berdiri menahan lonjakan amarah. Ia berlalu tanpa melontarkan satu kata pun. Sayyid Kamil berlari memburunya. Dan entahlah yang mereka lakukan. Sejurus kemudian terdengar suara pecahan beling bersahutan.

Aku selamat! Terimakasih, ya Allah! Tangisku meledak sambil memeluk kedua lututku. Sebutir cairan menjatuhi tanganku, memerah. Kuusap, darah bersimbah dari sudut bibirku. Ah, aku terisak sejadi-jadinya.

***

Tiga hari berlalu dari kejadian itu, selama itu Sayyidah Khumairah tampak jengah di depanku. Hingga aku tak tahan. Akhirnya aku memutuskan mengemasi barang-barangku.

Malam tadi sudah kuceritakan semua kejadian kepada Pak Rosyad. Ia sangat kaget dan menyuruhku untuk segera pergi dari rumah ini. Ia juga akan menjemputku beberapa saat lagi. Terakhir kutatap gambar ka’bah yang menggantung di dinding kamarku. Aku terisak sambil beranjak berniat menata langkah baru di luar sana.

“ Tunggu perempuan penggoda!”

“Plakk...” tamparan keras mendarat di wajahku. Tubuhku seketika terpelanting.

Aku terbangun gelagapan. Tampak di depanku Sayyidah Khumairah dengan wajah bengis. Matanya membulat. Kudengar deru nafas memburu di dadanya.

“Sayyidah, sungguh saya tidak pernah menggoda Sayyid Kamil,” ujarku merajuk bercucuran air mata.

Ia tak menggubris. Malah menyungkurkanku ke lantai.

Aku meringis.

Ketika aku bangkit, sebuah benturan keras mengambrukkan tubuhku. Seketika butir-butir cahaya hitam menyergap retinaku. Bumi terasa berputar mengelilingiku. Cairan hangat membasahi kepala. Ah, tubuhku ringan melayang-layang.

Sunyi menyungkupi tubuhku.

Hai! Apa itu? Ka’bah tampak terbang seolah akan menjemputku yang tengah melayang. Lalu itu! Riuh mahasiswi Makkah memasuki sebuah gedung. Namun, mengapa ada seorang perempuan yang tersenyum kepadaku. Dan herannya, perempuan itu adalah aku! ?

Dan cahaya Makkah begitu jelas menyemburat. Gema adzan menyusuri relung-relung hatiku. Namun, tiba-tiba senyap. Ka’bah seketika hilang tak adalagi suara suara yang menangkupi telingaku.

Kemana?

Senyap!

Kombongan, 3 Maret 2013

SITI ROHMAH adalah santriwati Pondok Pesantren Nuruh Huda, Cisurupan, Garut, Jawa Barat. Ia masih tercatat sebagai siswi Madrasah Aliyah Nurul Huda.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Berita, Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Kamis, 15 Februari 2018

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir

Moskow, PKS Piyungan Taubat. Direktur Institut Orientologi Akademi Sains Nasional Armenia Ruben Safrastyan, dengan mengacu pada sifat program nuklir damai Iran, mengatakan tidak ada bukti mengenai upaya Teheran untuk membangun senjata nuklir.

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)
Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir (Sumber Gambar : Nu Online)

Tak Terbukti Iran Buat Senjata Nuklir

Dalam satu wawancara dengan situs Rusia Regnum pada Jumat, Safrastyan mengatakan bahwa tidak ada organisasi intelijen di dunia yang memiliki bukti yang menunjukkan bahwa Iran sedang membuat senjata nuklir.

Ia menambahkan bahwa informasi dari semua organisasi intelijen menunjukkan bahwa Iran belum mampu mencapai tingkat pengayaan uranium untuk memungkinkan membuat senjata nuklir.

PKS Piyungan Taubat

Direktur Institut Orientologi Armenia melanjutkan bahwa Iran tidak melanggar program deklarasi nuklir damainya dan inspeksi dari para ahli Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) telah membuktikan kenyataan ini beberapa kali.

PKS Piyungan Taubat

Analis Armenia mengatakan bahwa Iran belum membuat keputusan politik untuk membuat senjata nuklir, dan menambahkan bahwa mempertimbangkan upaya damai Iran di wilayah tersebut, mereka tidak akan membuat senjata atom.

Ia mengatakan bahwa ancaman-ancaman AS dan militer rezim Zionis dan propaganda media mengenai kemungkinan serangan militer terhadap Iran merupakan bagian dari perang psikologis terhadap Iran, dengan tujuan menciptakan ketidakpuasan dan kekhawatiran di kalangan rakyat Iran.

Redaktur : Hamzah Sahal

Sumber   : Antara

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul Ulama, Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 10 Februari 2018

Keharaman Menunda Pelaksanaan Zakat Harta

Harta yang telah memenuhi segala persyaratan wajib zakat, seperti nisab (jumlah minimum wajib zakat) dan haul (mencapai setahun) harus segera dikeluarkan zakatnya. Seperti dijelaskan pada tulisan sebelumnya, secara umum aset zakat harta/kekayaan (zakat mal) meliputi hewan ternak, emas dan perak, bahan makanan pokok, buah-buahan, dan mal tijarah (aset perdagangan). Berbeda dari zakat fitrah, kewajiban zakat mal adalah wajib faur (harus segera dilaksanakan), tidak boleh ditunda-tunda, ketika syarat wajib telah terpenuhi.

(Baca: Dua Jenis Zakat yang Wajib Ditunaikan)Menunda pembayaran zakat mal sebab menunggu momen tertentu seperti bulan Ramadhan atau yang lainnya, hukumnya haram. Hal ini disebabkan kebutuhan para mustahiq zakat (orang yang berhak menerima zakat) tidak bisa ditunda. Syekh Zakariya al-Anshari berkata:

Keharaman Menunda Pelaksanaan Zakat Harta (Sumber Gambar : Nu Online)
Keharaman Menunda Pelaksanaan Zakat Harta (Sumber Gambar : Nu Online)

Keharaman Menunda Pelaksanaan Zakat Harta

? ? ? ? ? ? ? ? ?  ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

“Membayar zakat pada waktunya ketika sudah memungkinkan hukumnya wajib dengan segera karena hal itu diperintahkan seiring kebutuhan para mustahiq zakat yang mendesak.”(Zakarya al-Anshari, Asna al-Mathalib, Beirut, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, jilid IV, halaman 481)

Kecuali penundaan yang dilakukan sebab ada alasan yang dibenarkan, seperti tidak ditemukan mustahiq zakat, menunggu kerabat yang akan diberi zakat, menunggu kedatangan tetangga yang membutuhkan, atau menunggu orang yang lebih membutuhkan. Syekh Zainuddin al-Malibar berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Jika penundaan karena menunggu kerabat, tetangga, orang yang lebih membutuhkan atau orang yang lebih soleh, maka tidak berdosa.” (Zainuddin al-Malibar, Fathul Mu’in, Semarang, Toha Putra, cetakan ke tiga, 2001, halaman 76)

Ini pun jikalau para mustahiq zakat yang telah ada tidak dalam kondisi sangat mendesak (darurat). Jika sangat mendesak, maka tidak boleh ditunda lagi. Sayyid BakriibnSyatha  berkata:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Bolehnya menunda sebab menunggu kerabat, orang yang lebih membutuhkan atau tetangga yang membutuhkan jika memang kondisi para mustahiq zakat yang ada tidak sangat mendesak. Jika kondisinya sangat mendesak, maka haram ditunda, karena sesungguhnya menolak bahaya dari mereka (para mustahiq zakat yang telah ada) hukumnya wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan hanya karena untuk meraih fadlilah (kesunnahan).”(Sayyid Bakri ibn Syatha, I’anatuth Thalibin, Beirut, Dar al-Fikr, cetakanpertama, 1997, jilid II, halaman:200)

(Baca juga: Ancaman bagi Orang yang Tidak Membayar Zakat)Pada prinsipnya, setelah harta yang dizakati memenuhi persyaratan, maka harus segera dibayarkan tidak boleh ditunda lagi jika telah terkumpul tiga perkara:

1. Harta yang dizakati berada di tempat muzakki (orang yang membayar zakat) atau di tempat yang mudah dijangkau oleh muzakki.

2. Para mustahiq zakat, baik semua atau sebagian, telah ditemukan.

3. Jatuh tempo untuk harta zakat yang diutang dan bisa ditagih seketika itu.

Sedangkan untuk harta piutang (harta yang diutang orang lain) yang belum jatuh tempo, berada pada orang yang ingkar terhadap tanggungan utangnya, atau berada pada orang yang tidak mampu membayar maka hukumnya seperti harta yang hilang atau dicuri, yaitu waktu pembayaran zakatnya saat harta-harta tersebut telah berada dalam kekuasaannya (lihat SayyidBakriibnSyatha, I’anatuth Thalibin, Beirut, Dar al-Fikr, cetakanpertama, 1997, jilid II, halaman: 201-202)

Waallahu a’lam.





(Moh. Sibromulisi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Daerah, Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Rabu, 07 Februari 2018

17 Penghafal Quran Pesantren Yanbu Diwisuda

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Keceriaan terlihat dari wajah 17 santri Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Desa Krandon, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Pada Senin (10/6) lalu, mereka diwisuda sebagai  tanda lulus menghafal Al-Quran 30 juz pada haflatul hidzaq.

17 Penghafal Quran Pesantren Yanbu Diwisuda (Sumber Gambar : Nu Online)
17 Penghafal Quran Pesantren Yanbu Diwisuda (Sumber Gambar : Nu Online)

17 Penghafal Quran Pesantren Yanbu Diwisuda

Haflatul Hidzaq (wisuda) dibuka pengasuh Pesantren Yanbuul Quran KH Ulil Albab Arwani, sementara doa dan pemberian sanad kepada khotimin (santri yang sudah khatam menghafal) diserahkan langsung oleh KH Mc Ulinnuha Arwani. Acara dihadiri para orang tua dan disaksikan para kiai, antara lain KH Arifin Fanani, KH Mashum AK, dan KH Munfaat.

Pimpinan Pesantren Yanbuul Quran KH A Ainun Naim dalam sambutannya memberikan apresiasi atas jerih-payah dan kesungguhan para santrinya dalam menghafal al-Quran selama di pesantren, “Para khotimin patut bersyukur atas rahmat yang diberikan Allah SWT. Namun ini masih permulaan,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Ainun Naim berpesan supaya para santri ke depan tetap giat belajar dan mengaji, agar hafalannya semakin baik. Tidak sekadar baik dalam bacaan (tahsin tilawah), tetapi sesuai dengan tahsin dalam aturan membacanya, seperti baik tajwidnya.

"Yang terpenting, apapun cita-cita panjenengan semua, tetaplah menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan menjadi generasi Qurani yang berpegang teguh pada nilai-nilai dan ajaran Al-Quran, tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

 

Redaktur: Abdullah Alawi

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Minggu, 04 Februari 2018

Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah

Mojokerto, PKS Piyungan Taubat. Akhir-akhir ini marak adanya kelompok yang sering membidah-bidahkkan dan suka mengkafir-kafirkan kelompok lain. Hal itulah yang membuat tidak kondusifnya ukhuwah Islamiyah.

Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Hadiri Kongres Pergunu, Rhoma Irama Ingatkan Pentingnya Ukhuwah Islamiyah

Demikian dikatakan oleh H Rhoma Irama dalam kegiatan “Semarak Kongres II Persatuan Guru Nahdlatul Ulama” di halaman Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, Rabu (26/10) malam.

Pria yang juga dikenal dengan sebutan Raja Dangdut itu menyayangkan terjadinya suasana tidak kondusif pada jalinan ukhuwah Islamiyah.?

Melalui sebuah syair Rhoma lalu mengungkapkan, "Tuhan kita sama, Nabi kita sama, kiblat kita sama. Kenapa harus saling mengkafirkan? Shalat kita sama, puasa kita sama, zakat kita sama, haji kita sama. Kenapa harus saling membidahkan?”

PKS Piyungan Taubat

Ia menambahkan, perbedaan yang tidak penting jangan dipermasalahkan. Bina rasa persaudaraan bukan permusuhan. Semua harus diwujudkan.

Semarak Kongres II Pergunu merupakan kegiatan Pra-Kongres. Selain peserta Kongres, acara ini juga dibanjiri santri dan warga sekitar. Sebelumnya pengunjung dihibur dengan penampilan grup nasid dan kasidah. (Kendi Setiawan/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Islam, Pondok Pesantren, Kiai PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles

Dalam kesempatan sambutan ketika silaturrahim ke Pondok Pesantren Al-Asyariah Kalibeber Wonosobo, Jawa Tengah tahun 2000, Gus Dur yang waktu itu sedang menjabat sebagai Presiden RI menceritakan bahwa pada tahun 1979 dirinya pernah berkunjung ke Maroko.?

Di salah satu masjid negara setempat ia mendapati sebuah kitab terjemahan arab, yaitu kitab etika karangan Aristoteles, seorang filsuf Yunani kuno.?

Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles

Kitab yang berisi tentang materi etika atau akhlak tersebut terletak di sebuah bejana kaca ruang hampa udara. Itu dimaksudkan supaya bisa tahan lama, karena kitab dimaksud ada sejak zaman permulaan Islam.

Menyaksikan kitab langka yang berada di bejana kecil itu, Gus Dur menangisinya. Melihat Gus Dur menangis terharu, imam masjid setempat bertanya:

"Kenapa anda menangis,” tanya sang imam masjid.

PKS Piyungan Taubat

"Kalau bukan karena kitab ini, saya tidak akan jadi muslim," jawab Gus Dur.

Lewat cerita di atas Gus Dur menyimpulkan bahwa akhlaknya para kiai dan ulama Indonesia yang selama ini dipraktikkan itu bersumber tidak hanya diambil dari nilai-nilai saja, melainkan juga diambil dari nilai-nilai dan etika sebelumnya. Dia mencontohkan, Aristoteles lahir 1200 tahun sebelum Islam. Kalau tidak karena kitab ini, kata Gus Dur, dirinya tidak akan jadi seorang muslim.

Karena menurut Gus Dur, seorang muslim adalah yang menerapkan nilai-nilai dan etika Islam yang ditujukan untuk mewujudkan kebaikan bersama dan keadilan di tengah masyarakat. Bukan muslim yang hanya menonjolkan simbol-simbol Islam, tetapi jauh dari nilai dan etika Islam rahmatan lil alamin.

Pada kesempatan pidato itu Gus Dur juga bercerita, dirinya ? sering ditanya orang tentang perbedaan Islam di Indonesia dengan Islam di negara lain. Menurut Gus Dur, Islamnya sama, tetapi perwujudan dan manifestasinya itu yang lain-lain.

"Yang membedakan adalah adanya tradisi keulamaan (di Indonesia) yang diambil dari Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir, yaitu tradisi LSM yang bergerak di luar pemerintahan. Dalam istilahnya Taufik Abdullah yaitu tradisi multikratonik," jelas Gus Dur.

PKS Piyungan Taubat

"Ada kraton pusat yang memegangi satu tata nilai, namun tidak sampai mematikan tata nilai di pondok-pondok pesantren, di padepokan-padepokan kejawen, dan di pasturan," tambahnya.?

Dengan kata lain, menurut Gus Dur, hal semacam itu adalah ungkapan dari apa yang kita miliki bersama sebagai bangsa Indonesia. Dan ini menjadi inti dari keputusan muktamar NU tahun 1935 di Banjarmasin, sepuluh tahun sebelum Indonesia merdeka.

Karena itu, dalam pandangan Gus Dur, Islam di Indonesia dapat berkembang dengan baik, tanpa harus melalui bermacam-macam hal. Sedangkan sekarang (tahun 2000) terpampang di hadapan kita, adanya bahaya kalau agama dijadikan alat politik untuk mencapai sesuatu. Maka jadinya seperti di Maluku, saat terjadi konflik hebat bermuatan SARA.

"Karena itu, kita harus berhati-hati jangan sampai agama jadi alat politik. Partai politik berdasar agama boleh-boleh saja. Tetapi partai politik harus mendasarkan programnya ? pada kepentingan nyata masyarakat. Bukan pada ajaran agama yang resmi. Jadi agama dalam pelaksanaanya bukan dalam perumusannya,” tutur Gus Dur. (M Haromain)

Disarikan dari:

Tabloid POLES, edisi 09 (10 September 2000)

Elis Suyono dan Samsul Munir Amin,? Biografi KH Muntaha Alhafidz: Ulama Multidimensi,? Penerbit UNSIQ Wonosobo dan Pesantren Al-Asyariah Kalibeber. ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam, Pondok Pesantren, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

Kisah Imam Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili dan Karma Seekor Burung

Dalam dunia Tasir, ulama dan intelektual muslim tidak asing lagi dengan nama ini, Abu al-Qosim Mahmud bin Umar az-Zamakhsyari al-Khowarozmi al-Mu’tazili yang lahir Rabu 27 Rajab 467 H atau 18 Maret 1075 M.

Dia juga memperoleh gelar Jaarullah (tetangga Allah) penamaan itu diberikan karena beliau lama tinggal berdekatan dengan Makkah.

Dia merupakan ulama produktif dalam menulis dengan berbagai tema, terutama bahasa, kalam, dan tafsir. Dia juga ulama yang terbuka dengan berbagai corak pemikiran kala itu.

Kisah Imam Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili dan Karma Seekor Burung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Imam Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili dan Karma Seekor Burung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Imam Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili dan Karma Seekor Burung

Dia juga pembesar Mu’tazilah dan terbuka dan tanpa tedeng aling-aling dalam bermu’tazilah. Dikatakan saat dia bertamu ke rumah sahabatnya, ia selalu berkata:

? ? : ? ?  ? 

Tiada orang hebat lahir tanpa bisa kita pelajari kehidupannya. Sudah, populer bahwa Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili tidaklah tumbuh dengan fisik yang lengkap. Dia termasuk ulama difable (kaki patah, red) yang bermental baja.

PKS Piyungan Taubat

Keadaan tersebut terjadi akibat kecelakaan saat dia seumuran remaja. Peristiwa terjadi pada saat ia menempuh perjalanan untuk keperluan studi. Latar belakang difable terungkap,  karena ada sebagian ulama menanyakan tentang kondisi difable beliau.

Az-Zamakhsyari menjawab:

“Pada masa kecil, aku pernah menangkap seekor burung, dan aku juga mengikat kakinya dengan benang, selanjutnya aku pun melepaskan dia dari tanganku dan kemudian burung tersebut masuk ke lubang, dan aku menarik kakinya yang terikat dengan benang, hingga aku menyebabkan kakinya patah.

Kemudian ibuku memarahiku dan berkata kepadaku:

PKS Piyungan Taubat

? : ? ? ? ? ? ? ?

Ibu berkata: Semoga Allah memutuskan kaki yang jauh sebagaimana engkau memutuskan kakinya (si burung).

Lanjut Az-Zamkhsyari bercerita, “maka pada saat aku menempuh perjalanan ke Bukhoro untuk menuntut ilmu, aku terjatuh dari kendaraanku kemudian pecahlah (patah, red) kakiku”.

Versi lain dikatakan, “musim dingin menimpa dirinnya saat masih berada di tengah perjalanan, dan saking dinginnya membuat dia menggigil dan tersungkur jatuh ke tanah, hingga membuat kaki beliau patah. Dan dia memakai alat bantu kayu sebagai gantinya”.

Demikian, kenang beliau tentang kisah yang membuat ibunya marah-marah. Sehingga menerima peringatan Allah langsung melalui ibunya. Beliau selain terkenal dengan karangan al-Kasysyaf, juga karangan lain seperti wa Athwaqu adz-Dzahab, wa Nawabighul Kalam, wa Rabi’ul al abror, wa Asas al Balaghoh dan lain-lain. (? ? ?)

Ali Makhrus, Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Diolah dari:

Al-Allamah Jaarullah Abi al-Qosim Mahmud bin Umar Az Zamakhsyari, Al Kasysyaf: Haqoiq Ghowamid at-Tanzill wa ‘Uyun al-Aqowil Fi Wujuh at-Ta’wil, tahqiq: Adil Ahmad Abdul Maujud; Ali Ahmad Mughowwish; Fathi Abdur Rahman Ahmad Hijazi, Juz 1, (Riyadh: Maktabah al ‘Abikan, 1998 M/1418 H), hal 11-19.

Muhammad Abu al-Yusr Abidin, Hikaya Shufiyah, cet 7 (Damaskus: Dar Al Basyair, 2001 M /1421 H), hal. 178-179.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Kamis, 18 Januari 2018

Mari Beribadah Umrah di Ramadhan Bersama ASBIHU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Bulan Ramadhan menjadi momentum berharga bagi setiap Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan juga menawarkan begitu banyak keutamaan dan kemuliaan karena ibadah yang dijalankan akan mendapat pahala yang berlipat.?

Mari Beribadah Umrah di Ramadhan Bersama ASBIHU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mari Beribadah Umrah di Ramadhan Bersama ASBIHU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mari Beribadah Umrah di Ramadhan Bersama ASBIHU

Salah satu amalan istimewa di Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah. Dalam sebuah hadist dijelaskan, “Umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersama Rasulullah” (HR. Bukhari).

Karenanya banyak umat Islam yang menginginkan dapat melakukan ibadah umrah pada bulan Ramadhan.

Memenuhi niat suci umat Islam di Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan, ASBIHU Tour and Travel membuka paket perjalanan umrah Ramadhan. Perjalanan umrah Ramadhan dijadwalkan pada 28 Mei 2017. Umrah Ramadhan bersama ASBIHU adalah paket sembilan hari.

Ada keistimewaan dalam pelaksanaan umrah bersama ASBIHU, di antaranya pelaksanaan manasik yang sesuai ajaran ahlussunah wal jamaa dan ziarah ke makam-makam sahabat Nabi.?

PKS Piyungan Taubat

Dengan layanan maksimal dan mengacu pada kepuasan jamaah, Umrah Ramdhan ASBIHU dilaksanakan selama sembilan hari. Pesawat yang digunakan adalah Oman Air, dengan rute Jakarta-Madinah. Biaya yang diperlukan untuk paket Umrah Ramadhan terbilang sangat terjangkau, yakni hanya sebesar Rp24 juta rupiah.

Masyarakat yang ingin mengikuti umrah Ramadhan bersama ASBIHU dapat mendaftarkan diri melalui kantor pusat ASBIHU di Jalan Basuki Rahmad No 12 Balimester-Jakarta Timur, atau menghubungi nomor telepon 021-8590-0265 dan 0812-1881-2972. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren, Makam PKS Piyungan Taubat

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional

Situbondo, PKS Piyungan Taubat



Setelah bersaing ketat dengan 142 Film Indie terpilih dari seluruh Nusantara, akhirnya film karya Andi Ahmad Miskil Khitam dinobatkan sebagai film terfavorit dalam ajang Moviestival 2016 di Bandung, Jawa Barat. Acara ini diselenggarakan oleh PT Pos & Komunitas Film Pendek Indonesia (KFPI) dengan tema "Nurani Bangsaku: Filmkan Nuranimu untuk Indonesia yang Lebih Baik”.

Akil , sapaan akrab Andi Ahmad Miskil Khitam, yang merupakan santri Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah Situbondo, mengalahkan finalis lain dari berbagai kota di Indonesia seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Palembang, Pekanbaru, Malang, Bengkulu, dan kota lainnya.?

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Situbondo Menang di Ajang Film Nasional

“Saya tidak menyangka karya wong ndeso asli Sukorejo Situbondo bisa menang di ajang yang sangat bergengsi ini. Ini semua berkat dukungan dan kerja keras dari semua tim yang terlibat dalam pembuatan film ini,” kata Akil.

Film yang berjudul “Jika Salah Karena Aku Berbeda" itu diumumkan sebagai film terfavorit dalam Malam Penghargaan Moviestival 2016 pada 27 Oktober 2016 di Graha Pos Indonesia, Jalan Banda Nomor 30, Bandung. Sebagian cerita dalam film ini diangkat dari kisah nyata.

Video ini, jelasnya, mengandung pesan moral yang sangat dalam untuk menghargai perbedaan. “Karena setiap orang terlahir unik dan berbeda. Maka jadikanlah perbedaan itu indah, dengan segala dimensi maknanya. Karena nurani bangsa kita merangkul semua perbedaan," lanjut Akil.

PKS Piyungan Taubat

Akil yang merupakan tim Internet Cerdas Indonesia sebelumnya juga pernah membuat Situbondo bangga lewat video parawisata yang dibuatnya. Berkat video promosi tersebut, parawisata Situbondo lebih dikenal oleh netizen Indonesia.?

Rahmat Saputra, pendiri Internet Cerdas Indonesia, mengatakan, prestasi ini tentu sangat membanggakan Situbondo. Karena, menurutnya, walaupun pemuda desa, Akil mampu bersaing di tingkat nasional. Salah satunya berkat teknologi internet, di mana kita bisa belajar dari mana saja dan dari siapa saja. Prestasi ini juga membanggakan dunia pesantren, apalagi kita baru saja memperingati hari santri 22 Oktober lalu.?

PKS Piyungan Taubat

“Saat ini, pesantren tidak hanya melahirkan tokoh-tokoh agama, tapi juga seniman besar. Ini seperti cita-cita KHR As’ad Syamsul Arifin, pendiri Pondok Pesantren Sukorejo dan mediator berdirinya organisasi NU: ‘Saya bercita-cita agar santri saya seperti santrinya Sunan Ampel, ada yang menjadi fuqaha, seniman, negarawan dan waliyullah’. Cita-cita itu mungkin telah terwujud sekarang. Ada banyak nama-nama seniman besar yang ada di Situbondo seperti Bapak Syamsul A Hasan, Bapak Zainul Walid, Ahmad Sufiatur Rahman, Muhammad Nur Taufiq, dan lain-lain,” ujarnya. ?

Di samping film “Jika Salah Karena Aku Berbeda", banyak karya lainnya yang bisa dilihat di chanel Youtube Mr Akil Angelo. Saat ini Akil sedang dikontrak eksklusif untuk membuat video dokumenter Serikat Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren, Kiai PKS Piyungan Taubat

Kamis, 11 Januari 2018

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Wisuda IV Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta akan digelar Selasa, (29/9/2015) di Gedung Sasono Langen Budoyo, TMII Jakarta Timur. Tahun 2015 ini, STAINU Jakarta berhasil mencetak lulusan mahasiswa Pascasarjana Program Magister Kajian Islam Nusantara untuk pertama kalinya. Lulusan angkatan pertama untuk konsentrasi ini sebanyak 45 mahasiswa.

“Sebanyak mahsiswa tersebut telah melalui rangkaian penelitian serius tentang khazanah Islam di Nusantara di berbagai daerah,” ujar Asisten Direktur Pascasarjana STAINU Jakarta, Dr Muhammad Ulinnuha Husnan, MA, Jum’at (25/9) di Jakarta.

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda IV, STAINU Jakarta Cetak Lulusan Mahasiswa Islam Nusantara Pertama

Ulinnuha juga menerangkan, seluruh hasil riset mahasiswa ini dibukukan dengan mendapat ISBN dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI). “Sehingga bisa dipublikasikan dan diakses secara luas,” terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, dari tingkat D3 dan S1, STAINU Jakarta juga berhasil mencetak lulusan sebanyak 333 mahasiswa dari tiga program studi (prodi), yakni Pendidikan Agama Islam (PAI), Perbankan Syariah, dan Ahwalul Syaksiyah.

“Rinciannya, prodi Perbankan Syariah 57 orang, Ahwalul Syaksiyah 19 orang, sedangkan PAI sebanyak 265 orang. Jadi Wisuda Diploma, Sarjana, dan Magister tahun 2015 ini total meluluskan 386 mahasiswa,” ujar salah satu dosen STAINU Jakarta, Fariz Alniezar, M.Hum.

PKS Piyungan Taubat

Dalam acara wisuda nanti, lanjut Fariz, akan dihadiri oleh Ketua Umum PBNU, Prof Dr KH Said Aqil Siroj serta orasi ilmiah dari Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag RI, Prof Dr Kamaruddin Amin, dan tokoh-tokoh penting lainnya. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pemurnian Aqidah, Pondok Pesantren, Ulama PKS Piyungan Taubat

Rabu, 10 Januari 2018

Mengenal Konsep ‘Hilah’, Menyiasati Hukum Fiqih

Pada tulisan yang lalu, penulis mengupas soal akad tawarruq dalam praktik jual beli konvensional. Sebenarnya penulis terikat dengan janji untuk mengupas praktik tawarruq ini dalam perbankan syari’ah. Namun, sebelum masuk ke pembahasan mengenai hal tersebut, tampaknya penulis terlebih dahulu harus mengupas konsep hiyal (bentuk plural dari hîlah; siasat, rekayasa) menurut pandangan fiqih. Mengapa?

(Baca: Mengenal Akad Tawarruq dalam Hukum Islam, Halal atau Haram?) Ada sebuah kaidah tentang hiyal dan terkenal di di kalangan ushuliyyin fiqih transaksi, yaitu: 

Mengenal Konsep ‘Hilah’, Menyiasati Hukum Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Konsep ‘Hilah’, Menyiasati Hukum Fiqih (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Konsep ‘Hilah’, Menyiasati Hukum Fiqih

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

“Setiap strategi hukum yang menghilangkan yang benar dan menguatkan yang salah/bathil, maka hukumnya adalah haram.”

Kaidah ini merupakan hasil pengembangan dari kaidah yang menyatakan bahwa segala washilah yang menuju pada terlaksananya perkara yang diharamkan, maka hukum washilah tersebut adalah haram juga.

Sebuah ilustrasi kasus, misalnya adalah jual beli barang najis hukumnya adalah haram. Sebagaimana hal ini pernah disinggung oleh Syeikh Ibrahim al Bajury dalam kitab Hasyiyah al Bajury: 1/352. Beliau mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Tidak sah jual beli barang najis meskipun ada kemungkinan barang tersebut berubah menjadi suci karena adanya perubahan wujud ‘ain, misalnya khamr dan kulit bangkai, atau memang sama sekali tidak bisa berubah menjadi wujud lain, seperti pupuk (dari kotoran) atau anjing.”

Sebagaimana umum berlaku di masyarakat bahwa jual beli kotoran adalah tidak diperuntukkan untuk dikonsumsi. Masyarakat sudah mafhum dalam mengetahui manfaat kotoran tersebut adalah dipergunakan untuk kemaslahatan tanaman mereka. Bahkan, berlaku di beberapa daerah yang tanahnya sudah lama dikelola dan dibudidayakan, tanahnya harus setiap tahunnya diberikan kotoran hewan sebagai pupuk dan mengembalikan kesuburan tanah kembali. Untuk itu, manfaat dari kotoran hewan menjadi sebuah kebutuhan yang berujung pada kemaslahatan. Namun, kendalanya dalam hukum fiqih, jual beli kotoran (benda najis) hukumnya adalah haram. Dengan demikian, bolehkah mengatur siasat (hiyal) dalam fiqih tersebut sehingga petani tetap bisa memanfaatkan fungsi kotoran sebagai penyubur tanah namun terhindar dari keharaman jual beli benda najis? Inilah yang menjadi persoalan.

Para ulama dari kalangan madzhab Hanbali menyatakan hukumnya tidak boleh adanya hiyal. Karena bagaimanapun juga hukum asal adalah panduan justifikasi fiqih yang harus tetap dijaga. Larangan untuk melakukan hiyal adalah sama dengan upaya saddu al-dzari’ah (menutup keburukan), karena kalangan fuqaha’ menetapkan kaidah saddu al-dzari’ah ini adalah dalam rangka menutup segala cara untuk mencapai hasil akhir yang diharamkan. Sementara hiyal merupakan tindakan yang dapat membuka cara-cara mendapatkan perkara yang diharamkan tersebut menjadi diperbolehkan. Pendapat semacam ini banyak diikuti oleh kalangan ulama dari madzhab Hanbali. Makanya kemudian berlaku kaidah fiqhiyah di kalangan madzhab ini bahwa:

? ? ? ?

“Segala proses yang menuju pada pembolehan perkara haram adalah harus dicegah.”

Bagaimana dengan pandangan fiqih dari kalangan Syafi’iyah? Dalam fiqih Syafi’iyah dikenal adanya kaidah mashlahatul mursalah. Kaidah ini adalah berangkat dari spirit sebuah QS Thaha: 1-3:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? 

“Thâhâ. Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini kepadamu (Muhammad) agar engkau menjadi susah; melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah)”

Imam at-Thabary dalam kitab tafsirnya menjelaskan tentang ta’wil ayat ini sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Wahai laki-laki, Kami tidak menurunkan Al-Qur’an ini untuk tujuan menyudutkanmu dalam masyaqqah (kesulitan). Tiada ia Kami turunkan kepadamu sehingga Kami bebani kamu dengan sesuatu yang tiada mampu kamu tanggung dalam beramal.”

Berangkat dari spirit bahwa Al-Qur’an sebagai induk hukum utama, diturunkan oleh Allah SWT tidak dalam rangka menyulitkan manusia inilah kemudian para fuqaha’ kalangan Syafi’iyah ini menangkap semangat maslahatu mursalah ini yang berisikan bahwa tujuan utama risalah kenabian adalah kemaslahatan bagi umat manusia. Selanjutnya, apa hubungannya dengan hiyal muamalah jual beli kotoran sebagaimana kasus di atas? 

Jual beli pada hakikatnya adalah yang disepakati sebagai yang dihalalkan dalam syari’at. Salah satu syarat barang yang menjadi objek jual beli (al-ma’qud ‘alaih) adalah bahwa barang tersebut harus memiliki nilai manfaat bagi pembeli, memiliki kemaslahatan, dan bukan terdiri dari benda najis. Karena ‘ain kotoran adalah merupakan benda najis, maka diperlukan cara lain. Cara lain ini merupakan hiyal.

Suatu misal ada seorang tuan rumah yang rumahnya penuh dengan kotoran kelelawar. Bolehkah si tuan rumah tadi menyuruh orang lain yang bukan pembantunya untuk membersihkan dan mengeluarkan kotoran tersebut dari rumah? Tentu saja, jawabnya adalah boleh. Kalau begitu akadnya termasuk akad apa? Dan uang yang diberikan kepada orang yang membersihkan tersebut disebut uang apa? Pasti jawabnya adalah bahwa akad tersebut adalah akad ijarah (gaji menggaji). Uang yang diberikan adalah berupa gaji (ujrah). Bagaimana misalnya tempat pembuangan kotoran tadi berada di tanah orang lain yang dengan senang hati menerima tempatnya sebagai tempat pembuangan kotoran? Bahkan akan sangat bersyukur bila tempatnya dijadikan pembuangan kotoran.

Konsep pemindahan tempat pembuangan dari tempatnya si tuan rumah ke tempat orang yang dengan suka rela dan senang hati tanahnya dipakai sebagai tempat akhir pembuangan ini adalah masyhur disebut sebagai konsep naqlu al-yad (pengalihan kuasa). Kuasa atas apa? Tentu kuasa atas barang najis tersebut. Konsep ini dipandang boleh di kalangan madzhab Syafi’i. Sebagaimana hal ini dikutip oleh Syeikh Ibrahim al Bajury dalam kitab beliau Hasyiyah al Bajury: 1/356:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Boleh melakukan pemindah kuasa (naqlu al-yad) atas barang najis dengan upah dirham sebagaimana hal ini sering terjadi dalam beberapa pekerjaan yang caranya dilakukan dengan jalan si pemilik (tuan rumah) berkata kepada orang yang siap menanggung: ‘Aku terbebas dari hakku atas benda ini lho ya dengan upah sebesar ini!? Kemudian orang lain yang menerima tanggungan tersebut menjawab: ‘Oke’.”

Adakah yang bertentangan dengan syari’at bentuk proses hiyal seperti di atas khususnya terkait dengan pemindahan barang najis? Jawabnya adalah tidak. Mengapa? Karena akadnya bukan lagi jual beli, melainkan akadnya adalah ijarah dan pengalihan tanggungan (dlamman) atas suatu ‘ain al-najasah (benda najis). 

Bagaimana bila hiyal semacam diberlakukan pada akad transaksi ribawi? Misalnya pertukaran jagung antara kedua belah pihak namun pihak yang satu memiliki jagung dengan kualitas yang baik sementara yang satu lagi memiliki jagung dengan kualitas yang jelek. Bolehkah langsung menukar kedua jagung tersebut dengan pertimbangan yang berbeda? Misalnya, pemilik jagung dengan kualitas baik, menerima pertukaran berupa jagung dengan kualitas jelek, namun dengan risiko bahwa jagung dengan kualitas jelek tersebut harus ditambah takaran timbangannya? 

Jawab dari kasus di atas, adalah tentu saja tidak boleh disebabkan adanya beda takaran dan timbangan. Perbedaan takaran dan timbangan ini dalam kasus fiqih disebut sebagai riba al-fadl, yaitu riba yang terjadi karena ada unsur lebih dalam takaran di salah satu pihak yang saling melakukan akad/transaksi. Jika demikian, bolehkah misalnya salah satu pihak menjual dulu jagung yang dimilikinya, kemudian setelah mendapat uang, ia membeli jagung yang dikehendakinya tersebut? Jawabnya di sini adalah tentu saja boleh. Mengapa? Karena ada unsur jual beli yang dianggap sah secara syariatnya. 

Wallahu a’lam bis shawab

Muhammad Syamsudin, Pegiat Kajian Fiqih Terapan dan Pengasuh PP Hasan Jufri Putri P. Bawean, Kab. Gresik, Jatim

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Kamis, 28 Desember 2017

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Wakil Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH A Mustofa Bisri ikut berduka dan menyampaikan belasungkawa yang dalam khususnya kepada keluarga korban Tsunami di Mentawai dan korban meletusnya Gunung Merapi. “Diiringi doa semoga korban-korban yang meninggal arwahnya diterima Allah dan ditempatkan di tempat yang layak,” ujar Gus Mus melalui pesan singkatnya kepada PKS Piyungan Taubat (27/10).

Ia juga mengajak warga NU untuk mendoakan korban-korban yang terluka semoga segera sembuh. “Semoga keluarga korban diberi kesabaran dan menerima cobaan ini dengan tabah dan ikhlas,” tambahnya.

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus: Jadikan Musibah Sebagai Pengingat Solidaritas Antar Sesama

Semenjak tsunami di Aceh beberapa tahun lalu, akhir-akhir ini musibah bencana alam terus menerus terjadi Indonesia. Dan pada hari yang bersamaan (26/10) terjadi musibah tsunami dan letusan gunung berapi. Gus Mus mengingatkan bahwa musibah-musibah itu adalah takdir Allah SWT. “Musibah yang menimpa saudara-saudara kita di Mentawai dan lereng Gunung Merapi seperti musibah-musibah lain di tempat-tempat lain di tanah air, adalah musibah kita semua yang sudah ditakdir Allah,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Gus Mus juga mengajak masyarakat untuk bersama membantu para korban bencana alam di Mentawai dan Merapi sesuai dengan kadar kemampuan masing-masing. “Karena itu, kita –khususnya warga NU- perlu melakukan sesuatu seukur dengan kemampuan kita. Minimal dengan berdoa. Mari kita jadikan musibah-musibah ini pengingat bagi solidaritas kita antar sesama hamba Allah. Akhirnya, mari terus mendekatkan diri kepada Allah,” pungkas Gus Mus. (bil)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren, AlaSantri, Syariah PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

Minggu, 10 Desember 2017

Pemerintah Diminta Serius Angkat CPNS dari guru Honorer

Bandung, PKS Piyungan Taubat

Belum lama ini publik dihebohkan dengan berita penahanan Mashudi, guru honorer di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, setelah dilaporkan sekretaris pribadi Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi atas tuduhan ancaman kepada Menteri Yuddy melalui pesan singkat atau SMS.

Sekretaris Pimpinan Wilayah Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat H Saepuloh berpendapat, perbuatan tersebut dilakukan Mashudi lantaran rasa kesal dan kecewa karena guru honorer itu tidak kunjung diangkat sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), padahal dia telah mengabdi selama 16 tahun dengan gaji Rp 350 ribu per bulan.

Pemerintah Diminta Serius Angkat CPNS dari guru Honorer (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Diminta Serius Angkat CPNS dari guru Honorer (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Diminta Serius Angkat CPNS dari guru Honorer

Saepuloh mengaku kecewa ada media, tokoh pendidikan, dan masyarakat yang cendrung menyudutkan Pak Mashudi. “Kami yakin Pak Mashudi tidak ada niat untuk melakukan perbuatan tersebut. Apakah layak, apa yang dilakukan oleh Menteri Yuddy kepada Pak Mashudi dengan melaporkan kepada Polisi sehingga berujung penahanan?” ujarnya di sela-sela diskusi bersama Lakpesdam NU Jawa Barat di Ruang Sekretariat PWNU Jawa Barat, Jalan Terusan Galunggung, Bandung, Sabtu (12/3).

PKS Piyungan Taubat

“Apakah kita akan ikut menyudutkan Pak Mashudi? Kita bisa membaca, bisa menulis dan bisa seperti ini, apakah itu bukan karena jasa guru yang tidak ada lelahnya memberikan bimbingan dan pembelajaran kepada kita? Apakah Pak Menteri Yuddy lupa bahwa dia bisa membaca dan menulis juga karena jasa seorang guru?” tambahnya.

Ia mengimbau agar guru-guru honorer bisa menahan diri dan lebih sabar menghadapi ketidakpastian status pengangkatan CPNS. Permerintah, dalam hal ini Menpan-RB, harus serius dalam proses pengangkatan CPNS dari guru honorer. Proses pengangkatan CPNS tersebut harus terbuka dan memenuhi rasa keadilan.

PKS Piyungan Taubat

Menurut Saepuloh, semestinya pemerintah sudah memikirkan standarisasi penggajian guru honorer, karena tidak sedikit guru honorer yang gajinya masih sangat jauh dari UMR (Upah Minimum Regional). Bahkan besaran gaji guru honorer itu hanya tergantung dari kemauan yang punya sekolah/lembaga pendidikan. Oleh karena itu, guru honorer tidak mempunyai daya tawar yang kuat dalam hal penentuan besar gaji yang diterimanya. Padahal pemerintah sudah menggelontorkan dana yang besar kepada lembaga pendidikan, baik dari APBD maupun APBN.

“Mari kita merenung, apakah yang bisa kita lakukan agar tidak terjadi Pak Mashudi-Pak Mashudi yang lainnya. Sudah jatuh tertimpa tangga pula,” tuturnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Senin, 02 Oktober 2017

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU!

Pekalongan, PKS Piyungan Taubat



Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (PP GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas memberikan semangat kepada para kader Gerakan Pemuda Ansor, yang di masa mendatang bakal menjadi para pemimpin NU.

Hal tersebut disampaikan Gus Tutut pada Konferwil GP Ansor Jawa Tengah 2017 di Gedung Pertemuan Umum (GPU) Kajen Kabupaten Pekalongan, Ahad (12/11).

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU! (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Tutut: Ansor Itu Masa Depan NU!

“Ansor itu masa depan NU. Kita harus optimis, NU ke depan adalah NU yang luar biasa!” kata Gus Tutut disambut sorak-sorai ribuan peserta Konferwil.

Ia juga meminta kepada kader Ansor untuk tidak takut kepada kelompok-kelompok radikal, memaksakan paham, dan kelompok anti-Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

PKS Piyungan Taubat

“Saya meyakini ketika kiai-kiai mendirikan Nahdlatul Ulama tujuannya adalah untuk mendirikan Indonesia. Ketika ada orang yang ingin merubuhkan Indonesia, kita tidak peduli siapa pun, harus kita lawan,” tandas Yaqut.

Gus Tutut menyerukan agar para kader NU, utamanya GP Ansor dan Banser untuk melawan gerakan radikal itu. Ansor tidak perlu takut dengan gerakan mereka saat ini yang memang menguasai media sosial. Dengan media sosial itu juga kaum radikal tersebut menjadikan Islam sebagai alat politik.

PKS Piyungan Taubat

Pada kesempatan itu, ia juga mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat agar berani menyuarakan keberanian melawan kelompok radikalisme, yang notabene berjumlah sedikit dibandingkan kelompok yang menginginkan perdamaian. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren, Lomba PKS Piyungan Taubat

Kamis, 28 September 2017

STISNU Nusantara Beri Pendampingan Pengembangan Metodologi Guru Ngaji

Tangerang, PKS Piyungan Taubat. Implementasi program pengabdian masyarakat, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Nahdlatul Ulama (STISNU) Nusantara Tangerang, Banten melaksanakan kegiatan pendampingan pengembangan metodologi bagi guru ngaji Taman Pendidikan Al Quran, Taman Pendidikan Agama (TPA), majelis taklim, dan madrasaha diniyah takmiliyah di Desa Kiara Payung Kecamatan Pakuhaji Kabupaten Tangerang.?

Mamun Supriyadi, ketua panitia seminar menjelaskan bahwa kegiatan digagas dalam rangka pengabdian kampus dalam mengembangkan skill dan metodologi ter-update dalam belajar membaca dan memahami al-Quran bagi para ustadz dan guru ngaji di kampung kampung, khususnya di Desa Kiara Payung.

STISNU Nusantara Beri Pendampingan Pengembangan Metodologi Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
STISNU Nusantara Beri Pendampingan Pengembangan Metodologi Guru Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

STISNU Nusantara Beri Pendampingan Pengembangan Metodologi Guru Ngaji

"Kami berharap, kegiatan ini bisa diterapkan dan bisa menjadi alternatif metode pengajaran al Quran. Setidaknya, tidak terkesan belajar membaca Quran dan memahaminya bagi anak-anak ? sulit dan menjenuhkan, akan tetapi menarik dan menyenangkan. Mimpinya, generasi yang akan datang wajib bisa dan fasih membaca al Quran,” jelas Supriyadi, Ahad (28/8).

Bagi ustadz atau guru ngaji yang ingin lebih mendalami metode KB3Q, tambahnya, pihaknya siap melakukan pendampingan atau terjun ke madrasah atau majelisnya. “Sebab, kami sudah mempelajarinya selama enam bulan dari narasumber,” ucapnya.

KH. Arif Hidayat, narasumber dan pencetus metode KB3Q menjelaskan bahwa KB3Q kepanjangan dari kartu belajar, bermain, dan bercerita al Quran. Metode ini didesain untuk mempermudah anak menguasai dan memahami kandungan makna surat atau ayat dari al Quran sembari bermain kartu. Jadi, dikartu kartu yang ada terdapat ulasan singkat tentang makna dan subtansi dari tema surat dan ayat.

PKS Piyungan Taubat

Kyai yang juga menjabat Katib Syuriah NU Kota Tangerang menambahkan, harapannya anak terstimulus, mau mengaji, mau mempelajari al Quran. Belajar al Quran tidak membosankan, bahkan menarik dan menyenangkan.?

Hadir dalam kegiatan tersebut para guru ngaji, ustadz musholla, guru PAUD, guru TK dan perwakilan remaja masjid se-Desa Kiara Payung. Acara diselenggarakan oleh mahasiswa STISNU Nusantara Tangerang di SMP al-Ikhlas Desa Kiara Payung dalam rangkaian kuliah kerja mahasiswa. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Lomba, Tegal, Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Selasa, 27 Juni 2017

Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Pertentangan terkait apakah pelajaran pendidikan agama itu perlu atau tidak diajarkan di sekolah atau kampus terus muncul. Masing-masing memiliki argumentasinya masing-masing. Tapi satu hal yang pasti, sampai saat ini pelajaran agama masih terus diajarkan di sekolah-sekolah.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Kamaruddin Amin mengatakan, tujuan diajarkannya pelajaran pendidikan agama di sekolah ada dua. Pertama, membentuk pribadi yang saleh dan bertakwa kepada Tuhan. 

“Kedua bagaimana (pendidikan agama) bisa menjadi instrumen perekat sosial, memperkuat nasionalisme,” kata Kamaruddin di Hotel Le Meridien Jakarta, Rabu (8/11).

Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Alasan Pendidikan Agama Tetap Diajarkan di Sekolah

Ia berpendapat bahwa tujuan-tujuan tersebut sudah terakomodasi dan terfleksikan di dalam konsep kurikulum 2013.   

Meski demikian, dia mengakui untuk mencapai dua tujuan utama diadakannya pelajaran agama di sekolah atau kampus tersebut ada hambatan dan tantangannya. Pertama, kekurangan guru yang profesional dan berkualitas. Untuk menerjemahkan visi pendidikan agama di sekolah diperlukan, maka diperlukan guru atau dosen yang benar-benar berkualitas dan kompeten. Bagaimana agama diajarkan sebagai sebagai pembentuk pribadi yang saleh dan menciptakan kesalehan sosial.

PKS Piyungan Taubat

“Ini benar-benar menjadi tantangan kita. Kita kekurangan guru agama profesional untuk pendidikan agama itu sekitar dua puluh satu ribu,” tegasnya.

Dia menerangkan, saat ini tidak sedikit guru yang tidak berlatar belakang pendidikan agama menjadi guru agama di sekolah-sekolah.

“Seperti guru biologi mengajarkan agama dan seterusnya,” ucap lulusan Madrasah Aliyah Asadiyah Sengkang itu.

PKS Piyungan Taubat

Kedua, waktu yang sedikit. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa pelajaran agama di sekolah itu hanya dua hingga tiga jam seminggi di sekolah. Sedangkan, untuk mendalami pelajaran agama yang mendalam tentu waktu dua hingga tiga jam seminggu itu sangat lah tidak cukup.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan itu, saat ini Pendidikan Agama Islam Kemenag RI sedang melakukan pelatihan kepada sepuluh ribu guru agama. Mereka dipersiapkan sebagai upaya untuk mengarusutamakan pemahaman keagamaan yang moderat dan toleran. 

“Kita sudah melakukan upaya-upaya kreatif untuk bisa mengantisipasi potensi penetrasi radikalisme di lingkungan sekolah,” jelasnya. (Muchlishon Rochmat)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Rabu, 08 Maret 2017

Lakpesdam NU Mataram Gelar Lomba Film Pendek Bagi Pelajar-Mahasiswa

Mataram, PKS Piyungan Taubat. Lakpesdam NU Kota Mataram akan menggelar lomba pembuatan film pendek bagi pelajar dan mahasiswa se-Pulau Lombok. Lomba pembuatan film pendek mengangkat tema toleransi dan perdamaian sebagai bagian dari bentuk komitmen Nahdlatul Ulama Kota Mataram dalam menjaga kerukunan dan kedamaian di tengah masyarakat.

Lakpesdam NU Mataram Gelar Lomba Film Pendek Bagi Pelajar-Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Lakpesdam NU Mataram Gelar Lomba Film Pendek Bagi Pelajar-Mahasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Lakpesdam NU Mataram Gelar Lomba Film Pendek Bagi Pelajar-Mahasiswa

Ketua PC NU Kota Mataram Fairus Zabadi, SH menyambut baik ide Lakpesdam NU yang akan melaksanakan lomba ini.?

“Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini, saya berharap teman-teman Lakpesdam NU Mataram lebih serius menyiapkan segala sesuatu untuk acara ini, cara-cara seperti inilah yang kita butuhkan dalam mengelola dan memahamkan masyarakat akan pentingnya hidup bertoleransi dan menjaga perdamaian,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu, Jay, penanggung jawab kegiatan ketika ditanya terkait teknis dan persiapan lomba, panitia menjelaskan saat ini sedang menyiapkan pengumuman dan formulir pendaftaran bagi para peserta. Pihaknya telah mencetak poster dan formulir bagi para peserta, dan oleh panitia nantinya akan disebar ke semua sekolah dan perguruan tinggi se-Pulau Lombok. ?

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, lomba ini kita adakan untuk memberi kesempatan kepada seluruh sineas muda khususnya para pelajar dan mahasiswa ? di Lombok. kami berkayakinan banyak pelajar dan mahasiwa yang kratif dalam dunia perfilman, namun tidak ada ruang mengekspresikan serta menunjukkan hasil karya dan ide kreatif mereka. ?

Ketentuan lomba

Kriteria lomba:

1. Durasi film 5 – 10 menit

2. Karya bebas, bisa berupa fiksi, cerita dan maupun dokumenter.

3. Inspiratif, mendidik, dan berwawasan.

4. Merupakan karya orisinil dan belum pernah dipublikasikan.

5. Tidak pernah mengikuti lomba film sebelumnya.

Persyaratan peserta:

1. Pelajar dan mahasiswa

2. Menyerahkan Kartu Pelajar dan Kartu Mahasiswa

3. Mengisi formulir pendaftaran

4. Formulir pendaftaran dapat diambil di Kantor PC Lakpesdam NU Mataram?

Adapun pendaftaran peserta dimulai tanggal 1-10 September 2015, pengambilan/pembuatan film 11-30 September 2015, penyerahan hasil karya 1-5 Oktober 2015, dan pengumuman pemenang tanggal 10 Oktober 2015. Kontak person resmi panitia, dapat menghubungi, Jay (081917026119), Cul (081916593452), Mustar (087865121040), dan Lia (081803752894).?

(Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Rabu, 18 Mei 2016

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah

Oleh KH Abd Nashir Fattah



Ketertarikan lelaki kepada wanita itu sudah tercipta dan terbentuk semenjak manusia itu masih berada di Surga. Saat itu, Allah SWT menempatkan abul basyar, Adam ‘alaihissalâm di Surga. Dia sendirian. Dia berjalan ke sana kemari tanpa ada yang menemani. Akhirnya dia tertidur. Pada saat dia tidur, Allah SWT menciptakan Hawa dari tulung rusuk pendek Adam sebelah kiri. Ketika terbangun dari tidurnya, dia melihat di sampingnya ada seorang wanita. Dia tertarik (dan hendak menyentuhnya). Kemudian Malaikat menegurnya: "Wahai Adam, tidak boleh (engkau menyentuhnya), sebelum engkau menyerahkan maharnya terlebih dahulu."

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah (Sumber Gambar : Nu Online)
Apa Pun, Cinta itu Milik Allah (Sumber Gambar : Nu Online)

Apa Pun, Cinta itu Milik Allah

Adam ‘alaihissalâm bertanya: "Apa maharnya?" Malaikat menjawab: "(Maharnya adalah) membaca shalawat kepada Muhammad shallallâhu ‘alaihi wasallam sebanyak tiga atau dua puluh kali."

Allah Swt berfirman:

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaannya kepada apa-apa yang diingini, yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)." (Q.S. al Imran: 14)

Dalam kehidupan di dunia ini, manusia dihiasi dengan beraneka macam perhiasan, kenikmatan dan segala hal yang diingini, disenangi, dan dicintai. Namun yang pertama kali disebutkan oleh Allah subhanahu wata‘âlâ berkaitan dengan perhiasan ini adalah "wanita", hal ini dikarenakan fitnah (ujian, red) yang ditimbulkannya lebih berat dan dahsyat dibandingkan yang lainnya.

Baginda Rasul Saw bersabda:

? «? ? ? ? ? ? ? ? ? ?» [? ? ? ? ?1 ?120

"Tidak aku tinggalkan atas umatku suatu fitnah yang lebih membahayakan bagi lelaki selain wanita.”

Meskipun demikian, jika seorang lelaki menikahi wanita dengan tujuan agar dirinya terhindar dari perbuatan zina dan bermaksud untuk mempunyai banyak keturunan, maka hal yang demikian ini adalah dianjurkan, disunnatkan bahkan bisa jadi wajib hukumnya, sebagaimana banyak hadits yang menunjukkan, menjelaskan, dan menganjurkan hal tersebut.

Abdullah Ibnu Masud Ra. berkata: Rasulullah Saw. bersabda kepada kami:

? [? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»[? ? ? ?: ?7 ?3? ? ? ?: ?2 ?1082

"Wahai anak-anak muda, barangsiapa di antara kalian telah mampu berkeluarga hendaknya dia nikah, karena nikah itu dapat menundukkan (memejamkan) mata dan memelihara kemaluan. Barangsiapa belum mampu nikah, hendaknya dia berpuasa, sebab puasa itu dapat mengendalikannya.”

Anas Ibnu Malik RA berkata: Rasulullah memerintahkan kami berkeluarga dan sangat melarang kami membujang. Beliau bersabda:

? [? ? ? ? ? ? ? ? ? [? ? ? "? ?"? ?7 ?131

"Nikahilah perempuan yang penyanyang dan subur, sebab aku akan berbangga dengan jumlah kalian yang banyak, di hadapan para Nabi besuk pada hari kiamat.”

Allah SWT menetapkan dan memberlakukan Syariat Islam itu pasti sejalan dengan fithrah manusia. Manusia mempunyai fithrah mencintai dan dicintai oleh lawan jenisnya. Untuk menyalurkannya, Allah SWT mensyariatkan pernikahan.

Dengan cinta kasih, pernikahan menjadi lebih indah, tenteram dan memberikan rasa tenang bagi keduanya. Apalagi cinta yang mendalam merupakan salah satu kekuatan yang bisa melanggengkan hubungan (mu’asyarah) antara seorang lelaki dengan wanita dalam mengarungi kehidupannya berumah tangga.

Seorang mukmin, baik lelaki maupun wanita, sesempurna dan setinggi apa pun ke imanannya, setinggi apa pun tingkat keshalehannya, dia tetaplah manusia biasa. Sifat-sifat kemanusiaanya tetap melekat kepadanya. Dia bisa memiliki cinta kasih yang mendalam dan tulus. Dia bisa memiliki rasa rindu yang sangat akan hadirnya seorang pendamping hidup yang dicintai dan mencintainya sepenuh hati. Dia bisa mempunyai keinginan untuk mendapatkan pendamping yang saling memahami dan mengerti kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Karena itu, seorang lelaki shalih dan wanita shalihah tidak akan sembarangan dalam memilih pendamping hidupnya, meski mengatasnamakan "cinta" yang fithri. Sebab di atas "cinta" yang fitri, masih ada cinta yang lebih tinggi dan agung yang patut dijadikan pertimbangan utama, yaitu cinta kepada Allah SWT, Rasul-Nya dan berjuang di jalan-Nya.

Cinta kepada Allah SWT dan Rasul-Nya akan mendorong seseorang untuk menyandarkan segala pilihan calon pendampingnya diatas ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Termasuk dalam hal ini adalah pilihan untuk menentukan lelaki atau wanita yang mana, yang bagaimana dan yang seperti apa yang akan dijadikan pendamping hidupnya. Semuanya akan dia sandarkan kepada ketentuan-ketentuan Allah SWT dan Rasul-Nya. Tidak cukup dengan hanya didasarkan pada, atau bermodal "cinta" yang sifatnya fitri.

"Cinta" itu bisa datang dan pergi, kepada siapa saja, dari siapa saja, kapan saja dan di mana saja, karena memang "cinta" itu adalah milik Allah SWT. Karenanya, baginda Rasulullah SAW berdoa:

? «? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

"Ya Allah, inilah qasmi (menggilirku) dalam hal-hal yang aku miliki, maka jangan Engkau siksa aku dalam hal-hal yang tidak aku miliki.”

Dalam riwayat yang lain:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

?

"Ya Allah, inilah qismah-ku (menggilirku) dalam hal-hal yang aku miliki, maka jangan Engkau cela aku dalam hal-hal yang Engkau miliki dan (hal-hal yang) tidak aku miliki.”

Yang dimaksud dengan "Dalam hal-hal yang tidak aku miliki" adalah "cinta dan kecenderungan yang lebih kepada salah satu istri-istri Rasulullah SAW", demikian kata Imam as Suyuthi. Wallahu alam bisshawab.

Penulis adalah Rais Syuriyah PCNU Jombang



Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Rabu, 11 Mei 2016

Warga Korban Lapindo Adukan Nasibnya ke PBNU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Warga Perum Tanggulangin Sejahtera (TAS) I Sidoarjo, Jawa Timur, yang juga korban semburan lumpur panas Lapindo, Selasa (17/4) sore mendatangi Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Jakarta. Mereka mengadukan kepada PBNU tentang nasibnya yang hingga saat ini belum jelas.

Dua perwakilan korban bencana lumpur yang sebelumnya juga turut berunjuk rasa di depan Istana Merdeka itu, Hari Purnomo dan Sukarto, diterima langsung oleh Ketua Umum PBNU Dr KH Hasyim Muzadi. Keduanya menyampaikan keluhan akan sikap pemerintah yang seakan tidak tegas dalam menangani para korban.

Warga Korban Lapindo Adukan Nasibnya ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Korban Lapindo Adukan Nasibnya ke PBNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Korban Lapindo Adukan Nasibnya ke PBNU

Tuntutan warga tentang pembayaran ganti rugi secara tunai langsug (cash and carry) oleh PT Lapindo Brantas, hingga saat ini hanya janji belaka. Padahal, saat ini mereka telah kehilangan segalanya, tidak saja rumah, tapi juga pekerjaan. Karenanya, mereka meminta kepada Hasyim agar membantu menyelesaikan persoalan tersebut.

“Permintaan kami sederhana, ganti rugi sebesar Rp 200 juta itu harus dibayar. Ada sekitar 7500 rumah yang harus mendapat ganti rugi. Pembayaran itu harus jelas tanggal berapa, bulan apa. Jangan cuma janji-janji saja. Kami sudah lama mendapat janji-janji itu, tapi tidak jelas juga,” tegas Hari Purnomo kepada Hasyim.

Purnomo yang juga warga Perum TAS I blok AA7/26 itu menambahkan, penderitaan warga saat ini sangat banyak. Selain kehilangan rumah, mereka juga kehilangan pekerjaan atau mata pencaharian. Akibatnya, pengangguran pun tak terelakkan. “Tukang-tukang ojek, sekarang sudah tidak bekerja lagi. Saya sendiri juga sudah tidak bekerja,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Bencana lumpur tersebut, menurutnya, juga telah mengakibatkan tingginya tingkat perceraian. “Seorang istri meninggalkan suaminya, bukan hal asing lagi. Alasannya jelas, suaminya sudah tidak punya pekerjaan dan penghasilan lagi. Belum lagi ada yang jadi gila, di RT kami sudah ada 50 orang yang jadi gila karena lumpur itu,” terangnya.

Kepada Hasyim, Purnomo juga mengungkapkan alasan warga menolak relokasi. Menurutnya, relokasi itu bukan solusi yang tepat, karena tempat yang disiapkan untuk relokasi itu pun tidak jelas. Karenanya, warga meminta ganti rugi secara tunai langsung agar persoalannya menjadi lebih mudah.

“Kata ahli geologi, lumpur itu akan terus menyembur sampai 32 tahun. Nah, kalau lokasinya di sekitar sumber semburan itu, 32 tahun lagi pasti akan kena. Makanya kita minta cash and carry, biarkan kami sendiri yang cari rumah dan penghidupan lainnya,” urai Purnomo.

Dalam kesempatan itu, pria asal Jombang, itu menyesalkan sikap aparat kepolisian yang mencoba menghalang-halangi keinginan warga untuk berangkat dan berunjuk rasa di Jakarta. Menurutnya, aparat terlalu berlebihan.

PKS Piyungan Taubat

Sebelumnya, Purnomo bersama 300-an warga lainnya menyerbu Istana Merdeka untuk menemui Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. meski Presiden tidak bersedia menemui, namun semangat warga tidak surut. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren, Kajian PKS Piyungan Taubat

Selasa, 29 Maret 2016

Fatayat NU Depok Gelar Festival Barzanji

Depok, PKS Piyungan Taubat?

Pimpinan Cabang Fatayat NU Depok, Jawa Barat menggelar Festival Barzanji di Kompleks Arhath Sport Center, Jl.H Nawi Malik, Pondok Petir, Bojongsari, Selasa (28/3). Festival itu diikuti 25 tim itu. Setiap tim berisi 10 orang membacakan Maulid ? Diba, Rawi Syarofal Anam dan Barzanji.

Fatayat NU Depok Gelar Festival Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Depok Gelar Festival Barzanji (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Depok Gelar Festival Barzanji

Menurut Ketua Fatayat NU Depok Hj. Yuminah antusias masyarakat dalam pembacaan maulid cukup tinggi di kota Depok. Namun, panitia membatasi peserta hanya 25 tim.?

"Antusias masyarakat cukup tinggi dalam mengikuti lomba festival barzanji. Tradisi keagamaan ini harus terus dilestarikan," ujarnya seusai acara.

Ia menambahkan, saat penampilan setiap tim dibolehkan menggunakan alat musik (rebana atau marawis-red) selama 15 menit. "Kita sangat bangga dengan penampilan peserta yang sangat bagus. Apalagi, banyak pesertanya cowok dan cewek. Ini bukti bahwa maulid membumi di Depik,"terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Dia menambahkan, setelah menjalani ? penilaian terpilih sebagai ? juara I Raudhatul Jannah Cipayung, juara II ? Asshriyah Nurul Iman Bojongsari dan juara III Baiturrahman Cimangis serta harapan I Annuriyah Cimanggis.?

Dirinya mengungkapkan total hadiah uang tunai Rp 5 juta, tropi bergilir, tropi tetap, setifikat, dan beragam ? souvenir menarik dari sponsor. "Acara ini merupakan acara tahunan dan otomatis yang juara Kecamatan Cipayung tahun depan tuan rumah. Kita ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah ikut mensukseskannya,"tandasnya.?

Wakil Rais Syuriah PC NU Depok KH Abdul Mujib mengungkapkan bahwa pembacaan barzanji atau maulid sudah menjadi tradisi NU. Menurutnya, NU selama ini fokus pada pelestarian tradisi yang baik dan menerima hal baru yang baik juga.?

PKS Piyungan Taubat

"Ini juga bagian dari dakwah NU ke masyarakat melalui seni dengan pembacaan Barzanji diiringi musik. Semoga bisa tetap memberikan manfaat bagi masyarakat," harapnya.?

Dalam acara itu juga dimeriahkan dengan bazar. Tampak hadir dalam festival tersebut Kepala Kesbangpol Depok, perwakilan ? Dispora, Disdik, Ketua MUI Depok, Wasekjen PBNU, ? PCNU Depok, para pengurus Banom NU, Ketua DPD Golkar Depok dan lainnya. (Aan Humaidi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren, Pendidikan, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock