Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kajian Sunnah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Maret 2018

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren

Cirebon, PKS Piyungan Taubat. Berpulangnya seniman sekaligus dalang, Ki Slamet Gundono meninggalkan segenap kesan dan kenangan yang mendalam di hati para sahabatnya, termasuk para santri pesantren di Cirebon. ?

Hubungan dalang suket itu dengan beberapa pesantren Cirebon terbilang akrab, begitu tutur Baequni Mohammad Haririe, penggiat Komunitas Seniman Santri (KSS) Cirebon kepada PKS Piyungan Taubat.

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Cirebon: Slamet Gundono Jembatan Seni Tradisi dan Pesantren

Baequni mengisahkan,? peran almarhum? sangat kuat dalam menjembatani dialog antara seni tradisi dan pesantren. Hal itu, Baequni menambahkan, terjadi saat Ki Slamet Gundono berkenan untuk mementaskan wayang suketnya dalam Musyawarah Besar (Mubes) NU di Pesantren Babakan Cirebon pada tahun 2004.

PKS Piyungan Taubat

“Andai waktu itu Ki Slamet Gundono tak jadi tampil, kesenian tradisi akan terabaikan dari habitatnya, yakni pesantren,” ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Pria yang kerap disapa Kang Ubay ini pun menjelaskan, hubungan seni tradisi dan pesantren memang cukup renggang dan terkesan dingin pada saat-saat itu. Namun keberadaan Ki Slamet Gundono yang berlatar belakang pesantren sekaligus sebagai seniman mampu mencairkan hubungan kedua hal tersebut.

Kesan yang cukup mendalam juga dikenang oleh Mahrus El-Mawa, salah satu peneliti di IAIN Syekh Nurjati Cirebon sekaligus filolog di Pusat Studi Budaya dan Manuskrip ISIF Cirebon. Menurutnya, Ki Slamet Gundono merupakan kreator wayang rakyat yang sangat memiliki keserupaan dengan nilai-nilai pesantren.

“Apa yang disampaikan Ki Slamet tidak ada bedanya dengan da’i NU, hanya media dakwahnya saja yang berbeda,” ujar Mahrus.

Kedekatan Ki Slamet Gundono dengan tradisi pesantren di Cirebon mengundang rasa kehilangan yang mendalam. Muzayyin Haris, mantan Ketua PC PMII Kabupaten Cirebon merasakan belum ada yang mumpuni ihwal kehangatan Ki Slamet di mata para santri Cirebon.

“Selamat jalan Ki Slamet, kami yang di Cirebon tentu merasa sangat kehilangan dan berduka Kami selalu mengenang pesanmu, bahwa berpikir dalam segala hal, mesti bijaksana,” pungkas Zayin.

Seperti yang diiberitakan sebelumnya, Slamet Gundono dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Islam (RSI) Yarsis Solo, Ahad pagi (5/1). Slamet Gundono merupakan seorang dalang asal Tegal, Jawa Tengah, yang bermukim di Solo. (Sobih Adnan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaSantri, Budaya, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 21 Februari 2018

Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa

Grobogan, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda (GP) Ansor H Yaqut Cholil Qoumas, mengunjungi kediaman almarhum Miftahul Huda (Kang Huda), di Desa Tahunan, Kecamatan Grobogan, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Selasa (23/1) malam.

Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jamin Pendidikan Anak Almarhum Miftahul Huda Sampai Dewasa

Miftahul Huda adalah seorang kader Banser yang meninggal akibat kecelakaan lalulintas di jalan tol Banyumanik Semarang, Senin (22/1) kemarin.

Gus Yaqut, datang didampingi sejumlah pengurus PP GP Ansor, dan Pimpinan Wilayah GP Ansor Jawa Tengah, Pimpinan Cabang GP Ansor Kabupaten Grobogan, serta ratusan personel Banser dari Kabupaten Grobogan dan sekitarnya.

Ia mengatakan, secara pribadi dirinya tak mengenal langsung Almarhum Miftahul Huda, akan tetapi dari cerita yang disampaikan rekan-rekan dan ayahnya, bahwa Huda adalah kader yang luar biasa.

"Khidmahnya ke NU ini juga total, tapi karena Allah berkehendak lain ya kita harus menerima. Kita juga sampaikan ke keluarga juga demikian," katanya saat berkunjung di kediaman Miftahul Huda.

PKS Piyungan Taubat

Almarhum meninggalkan seorang istri dan anak berusia 1,5 tahun. Maka, Gus Yaqut juga menegaskan, Ansor akan menanggung biaya pendidikan anaknya sampai dewasa.

"Untuk anaknya yang masih 1,5 tahun itu, Insyaallah Ansor nanti akan menanggung biaya pendidikannya. Tadi sudah kita atur, dia mau sekolah sampai jenjang apa, PC Ansor Kabupaten Semarang yang akan meng-handle," katanya.

PKS Piyungan Taubat



Gus Yaqut mencium kening putra almarhum Kang Huda. (Foto: twitter.com)

Menurutnya, PC Ansor Kabupaten Semarang memiliki lembaga pendidikan yang cukup baik. Hal ini sebagai ungkapan kepedulian GP Ansor terhadap kadernya yang telah mengabdi pada organisasi secara total.

"Bapaknya Almarhum mau berembug dulu dengan keluarga, tentu keputusan sepenuhnya diserahkan ke keluarga," ujarnya.

Gus Yaqut, juga mengungkapkan, bahwa ada hikmah di balik peristiwa ini. Sesuai janji pendiri Nahdlatul Ulama KH Hasyim Asyari, bahwa siapapun yang ngurusi NU maka dianggap sebagai santrinya dan didoakan ketika meninggal masuk surge.

"Saya kira, Huda ini menjadi salah satu contoh bagaimana kader ini berkhidmah ngurusi NU meski lewat Ansor-Banser, dan saya yakin Mbah Hasyim akan menepati janjinya," ujarnya.

Bagi kader Ansor dan Banser di berbagai daerah di Indonesia yang kini masih mengabdi, dapat mengambil pelajaran atas hal tersebut. "Kita lihat kan gelombang rasa ikut berduka nggak berhenti, mengalir terus, tentu melihat totalitas almarhum," katanya.

Saat mengunjungi keluarga almarhum, Gus Yaqut juga memberikan tali asih ke keluarga dan mendoakan agar anak almarhum kelak menjadi orang yang berguna untuk agama, bangsa dan negara.

Sebelumnya, Miftahul Huda meninggal akibat kecelakaan di jalan tol Banyumanik Semarang, saat perjalanan pulang dari mengikuti Pendidikan Kepemimpinan Lanjutan (PKL) dan Kursus Banser Lanjutan (Susbalan) Muadalah di Ungaran Kabupaten Semarang. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Islam, Internasional, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 18 Februari 2018

Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sidoarjo menyatakan anti korupsi sebagai bagian dari gerakan antisipasi dan pencegahan terhadap kejahatan korupsi di Sidoarjo. Sebelumnya mereka menggelar halaqah bertajuk Pemantapan Integritas Menuju Sidoarjo Bebas dari Korupsi digelar di gedung LP Maarif Sidoarjo, Kamis (27/10).

Ketua panitia Haris Aliq mengajak organisasi masyarakat (ormas) dan masyarakat Sidoarjo untuk mencegah dan mengawal kasus korupsi bila terbukti ada yang terlibat dalam kasus tersebut.

Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Dorong Sidoarjo Bersih, PMII Deklarasikan Antikorupsi

"Mari bersama-sama konsisten mencegah kasus korupsi di Sidoarjo dan mengawal tindak pidana karena hal ini bentuk cinta kita kepada Sidoarjo," kata Haris.

Sementara itu Ketua PMII Sidoarjo Muhammad Mahmuda mengatakan, deklarasi antikorupsi ini merupakan upaya PMII mencegah agar pejabat di Sidoarjo tidak ada yang terlibat korupsi.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, sosialisasi tentang bahaya praktek korupsi sangat penting guna meningkatkan intensitas pengawasan baik dari sisi internal maupun eksternal, serta memperbaiki mental dan moral pejabat tinggi negara.

Mahmuda berharap kepada penegak hukum yang berada di Sidoarjo khususnya terus mengawasi dan mengawal para pejabat yang terindikasi melakukan tindak pidana korupsi.

PKS Piyungan Taubat

"Mencegah terjadinya praktik korupsi diperlukan peran aktif dari semua elemen baik dari media, masyarakat, maupun ormas kepemudaan. Karena mencegah korupsi tidak hanya diserahkan kepada penegak hukum, institusi pemerintah maupun legislatif, namun semua pihak harus ikut andil," jelasnya.

Hadir pada acara itu, Fatayat, IPNU IPPNU, PMII se-Sidoarjo, Karang Taruna, Pemuda Pancasila dan narasumber dari Polresta Sidoarjo serta Kejaksaan Negeri Sidoarjo. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sholawat, Nahdlatul, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 14 Februari 2018

PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan dukungannya terhadap rencana pemilihan daerah yang dilakukan oleh DPRD, bukan pilihan langsung oleh masyarakat karena mudharatnya atau kerugiannya? lebih besar.?

“Sesuai dengan hasil musyawarah nasional dan konferensi besar NU di Cirebon kami mendukung pelaksanaan pemilihan kepala daerah oleh DPRD,” katanya kepada PKS Piyungan Taubat, Rabu (10/9).

PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Dukung Pemilukada Oleh DPRD

Ia menegaskan, pemilihan langsung rawan terjadinya konflik horisontal antar masyarakat sebagaimana yang sering terjadi selama ini.?

PKS Piyungan Taubat

Meskipun demikian, diakui bukan berarti pemilukada oleh DPRD bebas dari politik uang. “Kan ada KPK, PPATK atau institusi hukum lainnya yang bisa melakukan pengawasan,” katanya.

Dijelaskannya, disamping figur-figur yang sukses memerintah dari pemilihan langsung seperti Walikota Surabaya Tri Rismaharini, Abdullah Azwar Anas di Banyuwangi Ridwan Kamil di Bandung dan lainnya, banyak sekali pemimpin daerah yang terpilih karena memiliki uang banyak.

“Ada calon baik-baik yang kalah sama penyanyi, karena kalah populer dan kalah uang,” tegasnya.

PKS Piyungan Taubat

Untuk menjadi kepala daerah, kata Kiai Said, dibutuhkan dana yang sangat besar. Untuk bupati, bisa puluhan milyar sedangkan untuk tingkat gubernur, mencapai ratusan milyar. Dan tentu saja, mereka akan berusaha mengembalikan modal tersebut dengan segala cara setelah terpilih.?

Wakil sekjen PBNU Masduki Baidlawi menambahkan, proses pilkada saat ini merupakan bagian dari upaya pematangan politik, baik pemilihan langsung maupun oleh DPRD akan sama-sama menimbulkan politik uang.

“Kalau pemilihan oleh DPRD, maka kontrol masyarakat terhadap lembaga ini harus diperkuat,” tegasnya.

Berikut hasil bahtsul masail maudluiyyah pemilukada dalam perspektif Islam dalam Munas NU Cirebon, 15-17 September 2012

1. Pemilukada yang didasarkan pada UU No. 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah memiliki tujuan yang sangat mulia, antara lain:

a. Melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat luas dalam memilih pemimpin di daerahnya. Dengan demikian, ini merupakan pendidikan politik bagi masyarakat dalam berdemokrasi.

b. Terpilihnya kepala daerah yang aspiratif yang memahami betul problematika masyarakat dan pemecahannya.

Tujuan mulia ini dapat disebut dengan kemaslahatan (mashlahah) yang hendak diraih dengan pemilukada.

2. Dalam praktek pelaksanaan pemilukada selama ini, dampak positif (mashlahah) yang diharapkan tidak selalu terbukti. Bahkan sebaliknya, dampak negatif (mafsadah), baik dalam proses maupun dalam produknya, telah terjadi dalam skala yang sangat mencemaskan.

3. Pendidikan politik yang diberikan kepada rakyat melalui pemilukada bukanlah pendidikan politik yang sehat, melainkan pendidikan politik yang buruk, antara lain berupa merebaknya money politics (risywah siyasiyyah). Biaya pemilukada menjadi sangat mahal, bukan hanya bagi negara, tetapi juga bagi para kandidat. Hal ini sangat potensial untuk menimbulkan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Banyaknya kepala daerah yang terlibat kasus korupsi, membuktikan kebenaran hal ini.

4. Harapan untuk memperoleh kepala daerah yang terbaik (ashlah) melalui pemilukada, lebih sering tidak terwujud dalam kenyataan. Sementara itu konflik horizontal akibat pemilukada telah menjadi kenyataan yang sangat memprihatinkan.

5. Mengingat mafsadah pemilukada merupakan mafsadah yang sudah nyata terjadi (muhaqqaqah), sedangkan mashlahahnya lebih sering maslahat semu (wahmiyyah), maka pemilukada wajib ditinjau kembali. Hal ini sesuai dengan kaidah fiqhiyyah:

? ? ? ? ? ?

“Menghilangkan kerusakan lebih utama daripada meraih kemaslahatan.” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1403 H, h. 87).

6. Pemilihan kepala daerah (Pilkada) gubernur, bupati dan walikota melalui lembaga perwakilan (DPRD tingkat I dan DPRD tingkat II) layak untuk diberlakukan kembali, karena terbukti mafsadahnya lebih kecil daripada mafsadah pemilukada. Hal ini sejalan dengan prinsip hukum Islam tentang ditempuhnya madharat yang lebih ringan di antara dua madharat (irtikab akhaff al-dlararain) yang didasarkan pada kaidah fiqhiyyah:

? ? ? ? ? ? ? ?

“Apabila ada dua mafsadah saling bertentangan maka harus diperhatikan mafsadah yang lebih besar bahayanya dengan memilih mafsadah yang lebih ringan madlaratnya” (Abdurrahman bin Abi Bakr as-Suyuthi, al-Asybah wa an-Nazha`ir, Bairut-Dar al-Kutub al-„Ilmiyyah, 1403 H, h. 87). (mukafi niam)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Rabu, 07 Februari 2018

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (Munas-Konbes NU) 2017 yang diselenggarakan di Lombok, Nusa Tenggara Barat telah menghasilkan berbagai rekomendasi. 

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Bentuk Tim Khusus Terkait Reforma Agraria

Ketua Panitia Munas Konbes NU 2017 H Robikin Emhas saat ditemui PKS Piyungan Taubat di Gedung PBNU, Jakarta Pusat, Senin (15/1) mengatakan bahwa PBNU tengah menindaklanjuti hasil Munas Konbes NU 2017 tersebut. 

Menurut Robikin, ada beberapa hal yang sedang dipersiapkan, seperti sosialisasi baik ke internal NU dan badan otonomnya secara struktural, serta sosialisasi ke eksternal seperti eksekutif, legislatif dan para pemangku kebijakan lainnya. 

Sementara untuk mewujudkan rekomendasi hasil Munas Konbes NU 2017, khususnya terkait reforma agraria, Robikin mengatakan PBNU tengah menyusun tim khusus.

PKS Piyungan Taubat

"Karena berkaitan langsung dengan kebutuhan warga," katanya. 

PKS Piyungan Taubat

Adapun susunan sementara tim khusus terdiri atas Ketua KH Mochammad Maksum Machfoedz, Wakil Ketua H Robikin Emhas, dan Sekretaris Masduki Baedowi. 

Menurut Robikin, selain internal PBNU, tim khusus juga akan melibatkan pihak-pihak lain yang mempunyai perhatian terhadap persoalan reforma agraria seperti Institut Pertanian Bogor (IPB). 

"Mereka (IPB) juga akan kita libatkan," katanya. (Husni Sahal/Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ahlussunnah, Kajian Sunnah, Nahdlatul PKS Piyungan Taubat

Rabu, 24 Januari 2018

Kisah Imam Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili dan Karma Seekor Burung

Dalam dunia Tasir, ulama dan intelektual muslim tidak asing lagi dengan nama ini, Abu al-Qosim Mahmud bin Umar az-Zamakhsyari al-Khowarozmi al-Mu’tazili yang lahir Rabu 27 Rajab 467 H atau 18 Maret 1075 M.

Dia juga memperoleh gelar Jaarullah (tetangga Allah) penamaan itu diberikan karena beliau lama tinggal berdekatan dengan Makkah.

Dia merupakan ulama produktif dalam menulis dengan berbagai tema, terutama bahasa, kalam, dan tafsir. Dia juga ulama yang terbuka dengan berbagai corak pemikiran kala itu.

Kisah Imam Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili dan Karma Seekor Burung (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Imam Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili dan Karma Seekor Burung (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Imam Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili dan Karma Seekor Burung

Dia juga pembesar Mu’tazilah dan terbuka dan tanpa tedeng aling-aling dalam bermu’tazilah. Dikatakan saat dia bertamu ke rumah sahabatnya, ia selalu berkata:

? ? : ? ?  ? 

Tiada orang hebat lahir tanpa bisa kita pelajari kehidupannya. Sudah, populer bahwa Az-Zamakhsyari Al-Mu’tazili tidaklah tumbuh dengan fisik yang lengkap. Dia termasuk ulama difable (kaki patah, red) yang bermental baja.

PKS Piyungan Taubat

Keadaan tersebut terjadi akibat kecelakaan saat dia seumuran remaja. Peristiwa terjadi pada saat ia menempuh perjalanan untuk keperluan studi. Latar belakang difable terungkap,  karena ada sebagian ulama menanyakan tentang kondisi difable beliau.

Az-Zamakhsyari menjawab:

“Pada masa kecil, aku pernah menangkap seekor burung, dan aku juga mengikat kakinya dengan benang, selanjutnya aku pun melepaskan dia dari tanganku dan kemudian burung tersebut masuk ke lubang, dan aku menarik kakinya yang terikat dengan benang, hingga aku menyebabkan kakinya patah.

Kemudian ibuku memarahiku dan berkata kepadaku:

PKS Piyungan Taubat

? : ? ? ? ? ? ? ?

Ibu berkata: Semoga Allah memutuskan kaki yang jauh sebagaimana engkau memutuskan kakinya (si burung).

Lanjut Az-Zamkhsyari bercerita, “maka pada saat aku menempuh perjalanan ke Bukhoro untuk menuntut ilmu, aku terjatuh dari kendaraanku kemudian pecahlah (patah, red) kakiku”.

Versi lain dikatakan, “musim dingin menimpa dirinnya saat masih berada di tengah perjalanan, dan saking dinginnya membuat dia menggigil dan tersungkur jatuh ke tanah, hingga membuat kaki beliau patah. Dan dia memakai alat bantu kayu sebagai gantinya”.

Demikian, kenang beliau tentang kisah yang membuat ibunya marah-marah. Sehingga menerima peringatan Allah langsung melalui ibunya. Beliau selain terkenal dengan karangan al-Kasysyaf, juga karangan lain seperti wa Athwaqu adz-Dzahab, wa Nawabighul Kalam, wa Rabi’ul al abror, wa Asas al Balaghoh dan lain-lain. (? ? ?)

Ali Makhrus, Mahasiswa Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Diolah dari:

Al-Allamah Jaarullah Abi al-Qosim Mahmud bin Umar Az Zamakhsyari, Al Kasysyaf: Haqoiq Ghowamid at-Tanzill wa ‘Uyun al-Aqowil Fi Wujuh at-Ta’wil, tahqiq: Adil Ahmad Abdul Maujud; Ali Ahmad Mughowwish; Fathi Abdur Rahman Ahmad Hijazi, Juz 1, (Riyadh: Maktabah al ‘Abikan, 1998 M/1418 H), hal 11-19.

Muhammad Abu al-Yusr Abidin, Hikaya Shufiyah, cet 7 (Damaskus: Dar Al Basyair, 2001 M /1421 H), hal. 178-179.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Pondok Pesantren PKS Piyungan Taubat

Minggu, 21 Januari 2018

Menkopolhukam Minta NU Kawal Tiga Hal Ini

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Binsar Panjaitan, menemui Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj di ruangannya lantai 3 Gedung PBNU, Senin sore (29/2).

Luhut meminta PBNU untuk mendorong kiai-kiai NU dan nahliyyin dari pusat hingga daerah sampai ranting untuk mengawal tiga hal penting demi bangsa ini. Ketiga hal tersebut adalah terorisme atau radikalisme agama, narkoba, dan dana desa.

Menkopolhukam Minta NU Kawal Tiga Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Menkopolhukam Minta NU Kawal Tiga Hal Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Menkopolhukam Minta NU Kawal Tiga Hal Ini

“Kita ingin menggandeng NU yang memiliki jaringan yang sangat luas ini untuk ikut mengawal, berpartisipasi, dan terlibat langsung program-program terkait dengan terorisme, narkoba, dan pendampingan dana desa,” papar Luhut.

Apa yang sudah dibicarakan tersebut, jelas Luhut, jangan hanya mentok pada wacana dan pembicaraan. Ia berharap apa yang dibahas tersebut bisa terlaksana karena ia ingin mendisiplinkan bangsa Indonesia dari paham-paham yang berusaha menggerogoti kesatuan Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

“Kita ingin itu masuk program pemerintah. Jadi tidak hanya sekedar omong-omong saja. Kan ujung-ujungnya harus ada program. Kita pengen kerja cepet, tapi juga benar,” jelas mantan Menteri Perindustrian dan Perdagangan RI era Gus Dur tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Said menyambut hangat tawaran dan permintaan Menkopulhukam tersebut. Ia mengaku siap dan bersedia untuk menggerakkan seluruh warga NU untuk ikut serta dalam menangkal radikalisme dan terorisme, perang melawan narkoba, dan mendampingi dana desa.

Menurut dia, contoh bibit-bibit radikalisme agama ada juga pada khotbah-khotbah Jumat atau ceramah cenderung provokatif. Dan anehnya, kadang khotbah semacam itu ada di institusi pemerintahan dan perusahaan-perusahaan.

“Kalau di daerah-daerah itu bisa kita handle lah. Tapi kadang masalahnya kan khotbah-khotbah yang ada di institusi pemerintahan dan perusahaan,” kata Kiai Said.

Lebih lanjut, pengasuh pesantren As Tsaqofah tersebut memaparkan bahwa banyak program-program islami di televisi diisi oleh kelompok-kelompok yang tidak moderat. Menanggapi hal tersebut, Luhut sangat setuju dengan Kiai Said.

Sampai saat ini, ada beberapa program Menkopolhukam dan PBNU yang sudah terlaksana di antaranya adalah santri bela negara, apel ke-bhinneka-an di lapangan Banteng, dan kampanye pemusnahan narkoba. (Ahmad Muchlishon/Abdullah Alawi)? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Hikmah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Hukum Peringatan Maulid Nabi SAW Menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi

Hari lahir Nabi Muhammad SAW memiliki keistimewaan sendiri bagi umat Islam. Pada hari kelahiran ini, umat Islam di berbagai belahan dunia merayakannya dengan berbagai macam acara yang pada intinya mengingat kembali perjuangan dan suri teladan yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi dalam Al-Hawi lil Fatawa, perayaan maulid Nabi SAW besar-besaran dilakukan pertama kali oleh Raja Mudzafar, penguasa wilayah Irbil. Ia seorang raja pemberani, pahlawan, alim, dermawan, dan adil. Sampai sekarang tradisi baik ini terus berlanjut dan tetap dipertahankan oleh sebagian besar umat Islam, khususnya Indonesia.

Hukum Peringatan Maulid Nabi SAW Menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Peringatan Maulid Nabi SAW Menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Peringatan Maulid Nabi SAW Menurut Syekh Jalaluddin As-Suyuthi

Syekh Jalaluddin al-Suyuthi pernah ditanya terkait hukum perayaan maulid Nabi Muhammad SAW. Dalam kitabnya Al-Hawi lil Fatawa dijelaskan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKS Piyungan Taubat

Artinya, "Menurut saya, hukum pelaksanaan maulid Nabi, yang mana pada hari itu masyarakat berkumpul, membaca Al-Qur’an, dan membaca kisah Nabi SAW pada? permulaan perintah Nabi SAW serta peristiwa yang terjadi pada saat beliau dilahirkan, kemudian mereka menikmati hidangan yang disajikan dan kembali pulang ke rumah masing-masing tanpa ada tambahan lainnya, adalah bid’ah hasanah. Diberi pahala orang yang memperingatinya karena bertujuan untuk mengangungkan Nabi SAW serta menunjukkan kebahagiaan atas kelahiran Beliau.”

Sebab itu, perayaan maulid tidak tepat dikatakan bid’ah sayyiah (bid’ah tercela), sebab tidak ada unsur maksiat sedikitpun dalam pelaksaannya. Hampir semua aktivitas yang terdapat dalam peringatan maulid Nabi SAW memiliki landasan syariatnya. Tidak ada satupun ulama yang mengatakan baca Al-Qur’an, mendengar ceramah keagamaan, membaca kisah perjalanan Rasulullah SAW, dan berbagi makanan itu adalah bid’ah dan haram dilakukan. Ulama sepakat aktivitas di dalam peringatan maulid tidak mengandung satu kemunkaran pun.

PKS Piyungan Taubat

Seluruh aktivitas yang terdapat di dalam maulid Nabi SAW tidak bertentangan dengan syariat. Sebab itu, Syekh Jalaluddin As-Suyuthi berpendapat bahwa orang yang memperingati maulid Nabi SAW diberi pahala oleh Allah SWT, karena Syekh Jalaluddin melihat kandungan positif dari peringatan tersebut. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 02 Januari 2018

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan

Sumenep, PKS Piyungan Taubat. Pengelola Baitul Mal wat Tamwil Nuansa Umat (BMT NU) Cabang Bluto dikukuhkan langsung oleh Manager BMT NU Pusat Gapura, Masyudi, di Bluto, Rabu (9/1).

“Apakah saudara siap dilantik sebagai pengelola BMT NU Cabang Bluto?” tanya Masyhudi sebelum membacakan naskah pelantikan.

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pengelola BMT NU Bluto Dikukuhkan

Empat karyawan BMT NU Cabang Bluto yang akan dilantik dengan kompak menjawab, “Iya.”

PKS Piyungan Taubat

Karyawan BMT NU Cabang Bluto yang dilantik Hakiki menjabat ketua cabang, Anwar Nuris menjabat bagian pembayaran, Badrul Ulum menjabat bagian keuangan, dan Wizaratul Ma’arifah menjabat teller.

Prosesi pelatikan disaksikan Wakil Rais Syuriah PCNU Sumenep sekaligus Mantan Bupati Sumenep KH. Moh. Ramdlan Siraj, Ketua PCNU Sumenep H. A. Pandji Taufiq, Rais Syuriah MWC NU Bluto KH. Sufyan Nawawi, Ketua MWC NU Bluto Ahmad Wari, Pengurus Lembaga dan Badan Otonom NU Bluto, Kepala Bidang Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Sumenep Akhmad Zaini, Kapolsek Bluto Mamat Rachmat, Sekretaris Camat Bluto Wahyu Kurniawan Pribadi, Kepala Sekolah ke Kecamatan Bluto dan puluhan siswa berprestasi.

PKS Piyungan Taubat

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Kajian Sunnah, Hadits PKS Piyungan Taubat

Kamis, 28 Desember 2017

Peran Kepemimpinan di Lembaga Pesantren

Jakarta, PKS Piyungan Taubat

Secara institusional pesantren merupakan salah satu corak lembaga pendidikan yang berkembang di segenap penjuru Nusantara. Eksistensinya, baik secara historis maupun sosiologis, secara legal formal menjadi bagian integral dari berbagai corak lembaga pendidikan yang diakui Negara (UU No. 20 Tahun 2003).

Presiden keempat RI, Gus Dur, secara sosiologis mewacanakan pesantren sebagai subsistem dari sistem pendidikan di negeri ini. Secara kultural pun demikian. Walau tidak dalam pola-pola tertentu yang seragam dan masif, kultur pesantren ikut mewarnai kultur masyarakat di sekitarnya, dalam relasi pesantren-masyarakat yang mengalami pasang-surut sesuai dengan dinamika kehidupan yang dialami. 

Peran Kepemimpinan di Lembaga Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Peran Kepemimpinan di Lembaga Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Peran Kepemimpinan di Lembaga Pesantren

Sepanjang Republik Indonesia ini ada, maka sepanjang itu pula barangkali tak perlu kekhawatiran yang berlebihan tentang eksistensi pesantren berdampingan dengan lembaga pendidikan formal, atau lembaga pendidikan sejenis lainnya. Persoalan eksistensi pesantren dapat menjadi isu krusial yang menguras perhatian apabila ditinjau dari aspek kultural-sosiologisnya. 

Pesantren sebagai subkultur bangsa ini, sebagaimana kultur bangsa secara keseluruhan, sedang berhadapan dengan arus globalisasi kultural dan sosiologis. Globalisasi menjadi harapan sekaligus tantangan bagi eksistensi pesantren di masa-masa yang akan datang. 

Persoalan-persoalan yang dialami lembaga pendidikan corak apapun di negeri ini terkait dengan globalisasi, yaitu: sumber daya, kepemimpinan, motivasi, dan kebangsaan. Dalam hal ini, sumber daya dapat di-breakdown menjadi sumber daya manusia dan sumber daya sarana-prasarana. Jikalau sumber daya-sumber daya ini relatif kuat dan berkualitas, niscaya ia akan mampu menghadapi dan melampaui tantangan global. 

PKS Piyungan Taubat

Dalam konteks manajerial suatu lembaga pendidikan—apapun coraknya, kemampuan melampaui tantangan global tersebut tentu saja tidak dapat dilepaskan dari peran-peran kepemimpinan dalam lembaga tersebut. 

Peran-peran kepemimpinan dapat ditinjau dari aspek bagaimana suatu kepemimpinan dilakoni, dan terindikasi sebagai gaya (style) seorang pemimpin memimpin lembaganya, memimpin dan mengelola sumber daya manusia dan sumber daya sarana-prasarana.

Di samping itu, tentu saja bagaimana seorang pemimpin dalam peran dan fungsi manajerialnya sehari-hari mengambil keputusan dan mencari solusi atas berbagai permasalahan dalam lembaga pendidikan yang dipimpinnya. Dalam konteks pesantren tentu saja yang dimaksud adalah profil kiainya. 

PKS Piyungan Taubat

Sistem nilai yang dibangun bersama dalam suatu lembaga pendidikan juga ikut menentukan sejauh mana lembaga pendidikan mampu melampaui tantangan global. Sistem nilai sebagai identitas lembaga juga mengartikulasikan kemampuan lembaga tersebut untuk bertahan (survive ability). 

Motivasi sumber daya manusia internal lembaga, utamanya tenaga pendidik—dalam hal ini ustadz dalam pesantren, memiliki posisi kunci walau tidak sentral, dalam ikut membentuk sikap terhadap tradisi dan perubahan global. 

Terkait kemampuan dan kemauan lembaga pendidikan melampaui tantangan global adalah penanaman dasar dan pilar kebangsaan. Dampak dari penyelenggaraan suatu lembaga pendidikan—apapun coraknya—termasuk pesantren adalah memperkuat dan membangun spirit kebangsaan, minimal terhadap para santri, alumni, dan masyarakat di sekitar pesantren tersebut. (Kendi Setiawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, RMI NU, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Selasa, 19 Desember 2017

GP Ansor Pegiringan Keliling Desa Bantu Korban Puting Beliung

Pemalang, PKS Piyungan Taubat 

Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor Pegiringan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah menggalang dana untuk warga yang tertimpa musibah angin puting beliung. 

GP Ansor Pegiringan Keliling Desa Bantu Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pegiringan Keliling Desa Bantu Korban Puting Beliung (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pegiringan Keliling Desa Bantu Korban Puting Beliung

Angin puting beliung menerjang Desa Bojongnangka dan Desa Tambakrejo, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, pada Ahad 31 Desember 2017. Akibatnya, sekira 100 rumah di dua desa tersebut rusak. 

Berdasarkan data yang dihimpun dari BPBD Pemalang di RW 05 Desa Bojongnangka terdapat 30 rumah rusak berat dan ringan. Sementara di RW 06 Desa Bojongnangka terdapat 29 rumah yang mengalami rusak berat. Lalu di Desa Tambakrejo terdapat 41 rumah warga yang mengalami kerusakan akibat bencana ini.

Sekarang ini masyarakat korban bencana puting beliung membutuhkan bantuan logistik, pakaian, material bangunan, serta bantuan lainnya. 

PKS Piyungan Taubat

GP Ansor mulai bergerak melakukan penggalangan dana pada hari Jumat-Sabtu (5-6/01). Penggalangan dana dilakukan dengan keliling mendatangi rumah-rumah warga.

Ketua ranting GP Ansor Pegiringan Slamet Riyadi mengatakan aksi ini sebagai bentuk kepedulian Ansor dan Banser Pegiringan terhadap korban puting beliung di desa Bojongnangka dan sekitarnya. 

“Hasil pengalangan dana, akan kami salurkan langsung sekaligus kami akan memberangkatkan anggota Banser untuk kegiatan Baksos dilokasi pada Minggu, 7 Januari 2018,” ucap Slamet. (Red: Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Habib, Kajian Sunnah, Tokoh PKS Piyungan Taubat

Minggu, 10 Desember 2017

Sambut "Hari Perempuan Internasional" Kader PMII Berlatih Tari

Yogyakarta, PKS Piyungan Taubat. Kader perempuan PMII Rayon Ashram Bangsa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Kalijaga mulai melenturkan diri dengan latihan tari di area parkir bagian barat kampus, Jum’at (21/2). Mereka tengah bersiap menyambut Hari Perempuan Internasional yang jatuh pada Sabtu (8/3).

Selain perempuan yang tergabung dalam Kapash (Komunitas Perempuan Syariah dan Hukum), kader laki-laki PMII juga mengikuti latihan tari. Latihan tari ini dipandu Pesang dari Sanggar SangArt.

Sambut Hari Perempuan Internasional Kader PMII Berlatih Tari (Sumber Gambar : Nu Online)
Sambut Hari Perempuan Internasional Kader PMII Berlatih Tari (Sumber Gambar : Nu Online)

Sambut "Hari Perempuan Internasional" Kader PMII Berlatih Tari

“Latihan tari ini sebenarnya sudah digelar mulai beberapa hari lalu, tapi tempatnya bukan di sini. Latihan ini merupakan persiapan untuk pementasan acara yang akan kami adakan dalam memperingati Hari perempuan Internasional di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga,” terang Ketua Kapash Naya Rukunuddin di sela-sela latihan.

PKS Piyungan Taubat

Acara yang mengangkat tema “Woman To Be Creative” itu nantinya tidak hanya mementaskan penampilan dari kader-kader Kapash saja. Rayon-rayon yang ada di UIN Sunan Kalijaga juga diundang untuk meramaikan acara.

PKS Piyungan Taubat

Penampilan anak-anak TK se-DIY nantinya, sambung Naya, juga akan menjadi serangkaian acara yang akan di gelar Sabtu (8/3) mendatang.

“Kami berharap nanti saat pementasan berlangsug kader-kader Kapash sudah siap tampil luar dalam. Maka dari itu latihan ini kami gelar setiap malam. Kami menginginkan mereka memberikan penampilan terbaik saat pementasan yang berlangsung sehari semalam nanti,” tutur kader Kapash, Eka Oktaviani. (Abdul Rahman Wahid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Pahlawan, RMI NU PKS Piyungan Taubat

Senin, 04 Desember 2017

Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Qur’an dan Hadits

Mataram, PKS Piyungan Taubat. Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengungkapkan, munculnya gerakan-gerakan radikal yang mengatasnamakan Islam adalah akibat kesalahan mereka dalam menafsirkan Al-Quran dan dan Hadits Nabi Muhammad SAW.

Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Qur’an dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)
Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Qur’an dan Hadits (Sumber Gambar : Nu Online)

Kelompok Radikal Salah Pahami Al-Qur’an dan Hadits

Demikian disampaikannya dalam seminar nasional “Menangkal Ideologi Radikal  dengan Paham Ahlussunnah wal Jamaah Ala Indonesia” di Mataram, Rabu (29/4) kemarin. Kegiatan diadakan oleh Lembaga Takmir Masjid PWNU NTB yang dibuka oleh Wakil Gubernur setempat.

Menurut KH Malik Madani, sebenarnya kelompok radikal itu ingin mengamalkan Al-Quran dan Al-Hadits secara kaffah, namun mereka salah jalan.

PKS Piyungan Taubat

“Akibat salah jalanya itu mereka berprilaku seperti orang-orang Khawarij yang mengkafirkan orang-orang yang tidak segolongan. Tidak hanya itu, mereka pun menghalalkan darah orang-orang yang merekakafirkan,” tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Karena itu untuk menangkal merebaknya ideologi ini, menurutnya, pemahaman terhadap Ahlusunnah wal Jamaah (Aswaja) yang genuine harus didakwahkan di tengah-tengah masyarakat. Aswaja yang asli mengajarkan toleransi, keseimbangan, musyawarah, keadilan dan persamaan derajat.

Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat KH Cholil Nafis dalam kesemapatan itu juga menegaskan bahwa gerakan radikalis teroris yang mengatasnamakan Islam adalah akibat tidak paham dengan istilah negara Islam.

Menurut Cholil, Islam tidak menentukan model negara. “Asal dalam negara itu ada kesatuan dan kemaslahatan bagi umat beragama adalah negara Islam. Al-Quran mengatakan bahwa Islam adalah agama wasathi.  yaitu menjadikan umat pilihan yang adil, dan pertengahan dari ekstrim kanan dan ekstrim kiri," paparnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai Islam senantiasa humanistik dan tasamuh (toleran). Karena itu, kalau ada gerakan Islam yang anti kemanusiaan dan memaksakan kehendak dengan kekerasan destruktif, jelas itu bukan gerakan Islam. Karena itu jangan diikuti.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB dalam paparannya menyampaikan bahwa pesantren-pesantren yang berbasis budaya lokal telah terbukti mengajarkan Islam rahmatan lil alamin dan telah menjadi penopang berdiri tegaknya NKRI.

Ia juga menegaskan, kemenag telah membuat regulasi  agar pesantren tidak mengajarkan radikalisme agama karena itu pesantren yang diberi izin operasional adalah pesantren yang kurikulumnya tidak mengajarkan radikalisme.

Ketua PWNU NTB Tgh. Ahmad Taqiuddin Manshur, menyerukan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh pemahaman-pemahaman provokatif yang mengatasnamakan Islam. Karena itu, ia menghimbau agar masyarakat memahami betul ajaran Aswaja yang diajarkan di Indonesia.

Acara ini ditutup oleh doa yang dibacakan oleh Ulama Kharismatik NTB Tgh. Lalu Muhammad Turmudzi Badaruddin. Dalam doanya  Tgh. Turmudzi memohon kepada Allah SWT agar umat Islam senantiasa ditunjukan pada pemahaman agama yang benar dan pemahaman agama agama yang dapat mengantarkan kebahagiaan di dunia dan akhirat. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Quote PKS Piyungan Taubat

Selasa, 21 November 2017

Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menyesalkan aksi persekusi terhadap pasangan muda-mudi berinisial R dan MA yang dituduh berbuat mesum di Cikupa, Kabupaten Tangerang, Sabtu (11/11) lalu. 

Terlebih setelah ditelusuri, didapati fakta bahwa kedua remaja itu tidak terbukti melakukan perbuatan asusila. Warga salah paham lantaran mendapati pasangan itu berada dalam rumah kontrakan pada malam hari.

Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa (Sumber Gambar : Nu Online)
Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa (Sumber Gambar : Nu Online)

Menteri Sosial Sesalkan Aksi Persekusi Pasangan Remaja di Cikupa

Menurut Khofifah, aksi penganiyaan tersebut dapat berdampak psikologis berat terhadap dua korban. Bukan tidak mungkin, keduanya mengalami trauma, stress bahkan depresi akibat kejadian tersebut. 

"Menelanjangi dan mengarak tertuduh mesum tidak dapat dibenarkan di negara hukum. Apapun alasannya," tegas Khofifah kepada PKS Piyungan Taubat di Jakarta, Kamis (16/11).

PKS Piyungan Taubat

Khofifah mengatakan, Kementerian Sosial akan melakukan pendampingan psikososial terhadap keduanya. Jika mereka setuju, keduanya akan dipindahkan terlebih dahulu ke Safe House milik Kementerian Sosial agar proses pendampingan psikososial berjalan efektif.

"Tim sudah bertemu korban dan akan lakukan assesment terlebih dahulu. Baru setelah itu, ditentukan tindakan seperti apa yang akan diberikan," imbuhnya. 

Sebelumnya, video aksi main hakim sendiri terhadap sepasang kekasih yang dituduh berbuat mesum beredar luas di media sosial.

PKS Piyungan Taubat

Dalam video berdurasi sekitar 53 detik itu, sejumlah orang memaksa sepasang remaja, untuk melepaskan pakaian yang melekat di tubuh mereka.

Orang-orang itu bahkan sempat melakukan penganiayaan. Usai membuka pakaian kedua remaja itu, sekelompok orang mengaraknya keliling kampung. Remaja perempuan yang berteriak histeris karena pakaiannya dilucuti.

Mensos Khofifah menilai apa yang terjadi di Tangerang tersebut sebagai tindakan tidak terpuji dan tidak berperikemanusiaan. Menurutnya, kita punya kewajiban menjaga norma sosial, agama, dan lingkungan. Tetapi pelaksanaannya harus penuh tanggung jawab dengan didahului tabayyun atau klarifikasi. Sehingga, apapun dalihnya tidak dibenarkan aksi main hakim sendiri . 

Apalagi, lanjut dia, terduga yang melakukan penganiayaan adalah ketua RT dan RW setempat yang seharusnya memberi contoh dan keteladanan serta perlindungan kepada warganya. 

"Saya kira motif pelaku penggerebekan dan penganiayaan bukan lagi memberi pelajaran kepada kedua remaja tersebut, lantaran aksi penelanjangan dan pengarakan itu direkam dan disebarluaskan lewat media sosial," tuturnya.

Oleh karena itu, Khofifah meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Termasuk diantaranya, pelaku yang memprovokasi dan juga penyebar video tersebut ke media sosial. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Hadits, Kiai PKS Piyungan Taubat

Minggu, 05 November 2017

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan

Pekalongan, PKS Piyungan Taubat. Pengurus PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah masa khidmah 2016-2020 resmi dilantik oleh Pimpinan Pusat GP Ansor, Ahad (25/9) di Aula PCNU Pekalongan. Pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah janji pengurus oleh Gus Mujibur Rohman, Ketua PP GP Ansor sekaligus Korwil Jateng-DIY mewakili Ketua Umum. Pada kesempatan yang sama juga dilakukan pengukuhan Satkorcab Banser, Rijalul Ansor dan Departemen-departemen oleh PW GP Ansor Jawa Tengah.

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Expo dan Seminar Wirausaha Meriahkan Pelantikan GP Ansor Pekalongan

Hadir dalam pelantikan tersebut jajaran Pimpinan Pusat GP Ansor, PW GP Ansor Jawatengah, PC GP Ansor se-eks Karesidenan Pekalongan, PCNU Kab. Pekalongan beserta segenap pengurus Badan Otonomnya (Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU dan PMII). Hadir pula anggota DPR RI FPKB H. Bisri Romly, beberapa Organisasi Kepemudaan, Dinporapar, Kadin Kabupaten Pekalongan serta ratusan kader GP Ansor dari PAC se-Kabupaten Pekalongan.

Menurut Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan, M. Azmi Fahmi, Kepengurusan periode ini mengusung visi "Pemberdayaan Potensi Ekonomi Menuju Kemandirian Kader dan Organisasi". Untuk itu sebagai langkah awal, pada momen pelantikan ini juga digelar Ansor Expo dan Seminar Kewirausahaan.?

“Hal ini sebagai wujud komitmen dan kesiapan PC GP Ansor Pekalongan menyambut Gerakan dan Program Kemandirian Kader dan Organisasi yang dicanangkan PP GP Ansor,” ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutan pengarahannya, Mujiburrohman dari PP GP Ansor mengatakan bahwa PC GP Ansor Pekalongan sebagai wilayah basis Ansor masuk kategori Cluster 1A yang merupakan daerah percontohan, karena itu tantangan yang dihadapi semakin berat dan pelik. Salah satunya adalah masalah kemiskinan dan ekonomi kader. Ia menambahkan bahwa dari 70 juta penduduk miskin mayoritas adalah orang pedesaan dimana sebagian besar kader Ansor berada.?

PKS Piyungan Taubat

“Untuk itu pengurus Ansor bertanggung jawab bagaimana mengangkat taraf hidup kader sehingga bisa menghidupi organisasi secara mandiri,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Sedangkan dari arena Ansor Expo yang berlangsung di halaman PCNU Kab. Pekalongan tampak meriah diikuti 19 stand PAC GP Ansor se-Kab. Pekalongan yang menampilkan berbagai potensi ekonomi kader GP Ansor se-Kab. Pekalongan antara lain, Koperasi, ? usaha konveksi, perbatikan, percetakan, aneka produk makanan dan minuman, berbagai produk kerajinan tangan, berbagai produk jasa serta beragam industri kreatif lainnya. Direncanakan kegiatan ini akan ditindaklanjuti dengan pelatihan pemasaran secara online bagi peserta serta menjadi cikal bakal dibentuknya pusat bisnis Ansor.

Selesai momen pelantikan panitia juga menggelar Seminar kewirausahaan dengan menghadirkan 2 orang pembicara yaitu, Sumantri Suwarno, Ketua Bidang Ekonomi PP GP Ansor dan Aminudin Aziz dari Kadin Kabupaten Pekalongan. Peserta seminar mendapatkan pencerahan dari diskusi dengan narasumber antara lain pentingnya mengenali potensi ekonomi dan bagaimana belajar bisnis dari orang yang sudah sukses. Hal lain yang penting untuk memulai usaha adalah jangan terlalu lama berfikir dan cenderung bertele-tele dalam berwacana tetapi segera mengeksekusi setiap gagasan/ ide bisnis dengan aksi nyata dengan prinsip learning by doing. (Alim Mustofa/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Internasional, Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 16 September 2017

Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Para pelajar yang tergabung dalam Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) mendapat pujian dari Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE. Menurut dia, pelajar NU pantang menyerah.

“Saya bangga, memiliki generasi muda yang pantang menyerah. Walaupun hujan, gerimis atau lebat kalian tetap semangat,” ujar Bupati usai menerima bendera kirab dalam rangka Hari Lahir (Harlah) IPNU ke-60 dan IPPNU ke-59 di alun-alun Brebes, Sabtu sore (1/3).

Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Brebes: Pelajar NU Pantang Menyerah

Bupati berharap, pelajar NU harus terus mengobarkan semangat belajar, berjuang dan bertakwa. Kirab bendera ini membuktikan ada upaya napak tilas sebagai pelajar yang mengobarkan semangat belajar berjuang dan bertakwa. “Kalau tidak ada tekad yang kuat, maka mencapai garis finis hanyalah mimpi-mimpi yang terwujud,” ujar Idza Priyanti mengingatkan.

PKS Piyungan Taubat

Tetapi dengan semangat belajar, berjuang dan bertakwa bisa mencapai garis finis dalam keadaan sehat, senang dalam satu kesatuan pelajar NU se Kabupaten Brebes.

PKS Piyungan Taubat

Ketua Pimpinan Cabang (PC) IPNU Kab Brebes Ahmad Zacky Al Anam menjelaskan, kirab mengambil star dari depan Gedung PCNU jalan Yos Sudarso 36 Brebes, dilanjutkan ke jalan KH Ahmad Dahlan, jalan Moh Yamin dan finis di alun-alun.

Sebanyak 1000 pelajar NU dari 297 ranting se-Kabupaten Brebes turut memeriahkan kirab bendera. Ikut menyaksikan Wakil Bupati Brebes Narjo, Wakil Ketua PC NU Brebes Drs H Sodikin Rachman, Ketua PC IPNU Kota Tegal Azis, Muspika Brebes dan undangan lainnya. (Wasdiun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 08 Agustus 2017

IKA UINSA Siap Sinergikan Program dengan Pemkab Jombang

Jombang, PKS Piyungan Taubat - Kepengurusan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (IKA UINSA) di Jombang Jawa Timur dikukuhkan Sabtu (24/12). Menteri Pemuda dan Olahraga RI, bupati dan ketua DPRD Jombang serta sejumlah tokoh hadir di acara yang berlangsung di pendopo setempat.

Dalam sambutannya, Ketua IKA UINSA Koordinator Daerah Jombang, Mokhammad Fakhruddin Siswopranoto mengemukakan bahwa tugas yang harus diemban kepengurusan ini adalah bagaimana mampu berkiprah secara baik di masyarakat. "Salah satu yang akan dilakukan adalah bersinergi dengan Pemerintah Kabupaten Jombang sebagai bentuk khidmat kepada masyarakat," katanya, Sabtu (24/12).

IKA UINSA Siap Sinergikan Program dengan Pemkab Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)
IKA UINSA Siap Sinergikan Program dengan Pemkab Jombang (Sumber Gambar : Nu Online)

IKA UINSA Siap Sinergikan Program dengan Pemkab Jombang

Di hadapan Bupati Jombang, Fakhruddin mengemukakan bahwa ada ribuan alumni UINSA yang kini berada di Jombang. "Kalau sinergi tersebut dapat terbangun dengan baik, maka cita-cita Pemkab Jombang untuk menyejahterakan rakyat dapat berjalan lebih baik," ungkapnya.

PKS Piyungan Taubat

Dengan kelebihan jaringan dan banyaknya alumni yang memiliki berbagai disiplin ilmu dan keahlian, maka tidak menutup kemungkinan sinbergi tersebut bisa segera dirintis dan dicarikan formula terbaiknya.

"Saya salut dengan kepengurusan IKA UINSA di Jombang ini yang telah mampu menyelenggarakan Festival Patrol Nusantara," kata H Imam Nahrawi saat memberi sambutan.

Bagi Ketua Umum IKA UINSA Pusat tersebut, musik patrol merupakan bagian dari kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia terutama di Jombang yang dikenal sebagai kota santri. Sehingga tradisi tersebut bisa dilestarikan. "Ini perlu dilestarikan. Sebab budaya musik patrol bisa menjadi alternatif hiburan khususnya saat pada bulan Ramadhan," katanya sebelum melepas peserta yang berjumlah 28 kontingen tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Karenanya Menpora juga berharap festival tersebut bisa menjadi agenda tahunan sekaligus kalender nasional. "Saya berharap, Menteri Pariwisata untuk melihat budaya ini sebagai menjadi hal penting untuk dijadikan kalender tahunan," ujar Imam.

Karenanya upaya yang dilakukan IKA UINSA Jombang layak ditiru kepengurusan di berbagai koordinator daerah. "Ini membuktikan bahwa pengurus bisa bersinergi dengan pemerintah dalam melestarikan kekayaan tradisi di masyarakat," ungkapnya.

Menpora juga berharap agar kepengurusan berjalan kompak sehingga bisa berkhidmat secara lebih optimal. "Tunjukkan bahwa kita bisa berkontribusi kepada masyarakat," tandasnya.? (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Rabu, 12 Juli 2017

Muslimah Pertama Terpilih jadi Anggota Parlemen Jerman

Berlin, PKS Piyungan Taubat. Seorang wanita Turki kelahiran Jerman membuat sejarah dalam pemilihan Jerman, yang menjadi Muslimah pertama di parlemen yang didominasi oleh partai pimpinan Angela Merkel.

“Saya berterima kasih pasa partai saya dan mereka yang memilih saya, yang menjadikan saya kesempatan untuk membuat sejarah,” kata Cemile Giousouf pada Hurriyet Daily News.

Muslimah Pertama Terpilih jadi Anggota Parlemen Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimah Pertama Terpilih jadi Anggota Parlemen Jerman (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimah Pertama Terpilih jadi Anggota Parlemen Jerman

Giousouf dipilih di bagian barat kota Hagen, yang menjadi bagian dari 11 keturunan Turki yang menjadi anggota parlemen.

Selama beberapa tahun, partai Merkel, Christian Democratic Union (CDU) hanya mendapat sedikit dukungan dari komunitas Turki Jerman yang biasanya mendukung kelompok sayap kiri Social Democrats (SPD).

PKS Piyungan Taubat

Namun demikian, dalam beberapa tahun ini, terlihat peningkatan trend dukungan terhadap (CDU).  Giousouf  (35) dilahirkan di Jerman oleh imigran Turki yang tergerak oleh pemilihan putri mereka.

PKS Piyungan Taubat

“Anak saya yang Muslim akan membawa kita semakin dekat dengan teman-teman Kristen,” katanya.

Jerman merupakan negara Eropa dengan populasi Muslim terbesar kedua setelah Perancis, dan Islam merupakan agama ketiga setelah kedatangan Protestan dan Katolik.

Sekitar 3.8-4.3 Muslim hidup di Jerman atau sama dengan 5 persen dari total 82 juta populasi Jerman, menurut hasil penelitian komisi pemerintah.

Namun demikian, saat ini di Jerman  telah tumbuh permusuhan dalam perdebatan atas kehadiran imigran Muslim di negeri mereka.

Sebuah survey yang dilakukan oleh Munster University menemukan bahwa orang Jerman melihat Muslim dengan lebih negatif dibandingkan dengan negara tetangga Eropa lainnya. (onislam.net/mukafi niam)

Foto: ruhrnachrichten.de

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Hadits, Kajian Sunnah, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Jumat, 30 Juni 2017

Membumikan Humor

Oleh Aswab Mahasin

Masyarakat kita sebenarnya mempunyai selera tinggi dalam “humor”. Buktinya, acara-acara humor di televisi seringkali booming, seperti: Extravaganza, Opera Van Java, dan Lenong. Selain itu, kebanyakan acara sekarang, musik, talk show, dan sejenisnya dikemas dengan selingan humor. Humor di Indonesia merupakan pasar yang menarik, buktinya film dengan penonton terbanyak adalah Warkop DKI Reborn.

Dalam hal acara tv saya tidak akan membahas acara tv itu bermutu atau tidak dan humornya cerdas atau tidak. Yang ingin saya munculkan dalam tulisan iniialah humor itu penting bagi kesehatan politik kita, humor penting bagi kesehatan kesatuan kita, dan humor juga penting untuk mendidik pegiat Medsos agar tidak spaneng.

Membumikan Humor (Sumber Gambar : Nu Online)
Membumikan Humor (Sumber Gambar : Nu Online)

Membumikan Humor

Sesungguhnya Presiden Joko Widodo sudah memancing-mancing masyarakatnya untuk membumikan humor sebagai salah satu alat komunikasi dari kegetiran zaman medsos ini. Pak Jokowi pada salah satu sesi sudah mencontohkannya dengan mengeluarkan kata-kata, “Dua aset berharga kita telah diambil oleh Asing”. Maksud dari Pak Jokowi adalah dua artis cantik Indonesia telah dinikahi oleh pria keturunan Asing (bukan Indonesia).

Selain itu, kalau kita mau memaknainya lebih rilek lagi, ujaran-ujaran di Medsos itu humor, seperti; golongan satu memberi label pada kelompok yang cepat terbakar amarah dengan sebutan “sumbu pendek”. Yang katanya ‘sumbu pendek’ membalasnya dengan kata-kata “masih mending ana punya sumbu, daripada antum sumbu pun tak punya, langsung kompor bledug”. Kalau kita cermati, bahasa-bahasa tersebut bahasa humor, coba deh liat bagaimana orang guyonan, mirip seperti itu.

PKS Piyungan Taubat

Lain lagi, belum lama ini Ustadz Arifin Ilham yang ramai di Medsos, gara-gara mem-posting istri ke-tiga-nya, yang konon belum lama dinikahi. Orang-orang ramai menceramahi, menghujat, bahkan menanggapinya dengan serius, sampai jadi viral. Sebenarnya, yang harus di viralkan bukanlah Ustadz Arifin, tetapi mereka para jomblo, yang sama sekali belum dapat satu pun. Kasihan para jomblo (kaum proletar asmara), harus meratapi efek dari borjuis asmara, ini jelas penindasan terhadap kaum jomblo. Ya, ini hanya sekedar humor.

 

Mengutip Anis Sholeh Baasyin, “Bangsa ini hilang selera humor, makanya sering berselisih, lanjut Habib Anis, orang suka humor adalah orang bijak, mampu melihat dari luar realitas. Dengan begitu orang yang penuh humor menyadari tidak ada orang yang sempurna. Hal itu kemudian yang membuatnya tidak mudah marah apalagi sampai terjadi perselisihan. Karena sadar sama lemahnya, akhirnya perlu saling menguatkan”. 

(Baca: Bangsa Ini Hilang Selera Humor, Makanya Sering Berselisih)

Benar kata Habib Anis, hilangnya humor jaman now, menjadi susah memaknai humor di jaman now. Humor jaman now itu sepihak, bukan bertujuan saling menguatkan, akan tetapi menunjukan kekuatan, yang tertawa hanya menertawakan, Anda bisa memaknainya sendiri bagaimana kondisi politik kita sekarang, siapa yang menang ia yang tertawa dan menertawakan, dan yang ditertawakan mencari celah untuk menertawakan, begitu seterusnya, satu sama lain ingin menertawakan, alias menjatuhkan.

PKS Piyungan Taubat

Di sinilah membumikan humor dirasa penting, humor jangan hanya dimaknai sebagai aktivitas cengengesan belaka, tidak. Humor sebagai sifat lain dalam diri manusia agar tidak kaku dalam menerima hal apapun. Entah itu berupa informasi yang menjatuhkan, berita yang menyulut kebencian, atau bahkan dituding kafir.

Anda pasti sering mendengar Cak Nun selalu menanggapi tudingan-tudingan kafirnya dengan nyeleneh, “Cak Nun, kafir!” Cak Nun menanggapinya, “Lho, kamu baru tahu kalau saya kafir?” dan Cak Nun juga sering ditanya, “Cak, kalau habis sholat salaman boleh apa tidak?” dan Cak Nun menjawab, “bukan hanya salaman, langsung ngising (BAB) saja boleh.” Kemudian Gus Dur selalu menyatakan, “Gitu aja kog repot”.

Kita sering mendengung-dengungkan “Islam ramah bukan Islam marah”—definisi lain dari Islam ramah itu Islam humor, seperti dalam salah satu riwayat Rasulullah Saw pernah bergurau dengan Nenek yang datang kepadanya, dan berkata, “Doakan aku kepada Allah supaya aku dimasukkan ke surga”.

Nabi Saw berkata kepadanya, “Wahai Ummu Fulan, sesungguhnya surga itu tidak dimasuki orang yang sudah tua.” Maksudnya, ketika nenek itu masuk surga, tidak sebagai nenek-nenek, melainkan berubah menjadi muda belia dan cantik. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (wanita-wanita surga) itu dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya”. (QS: Al-Waqiah: 35-37)

Kita juga bisa mengambil kisah humor hikmah dari dua orang sufi yang masyhur di Media Online, kedua sufi itu bertukar fikiran, satu menyatakan, “semoga majelis kita ini banyak berkahnya.” Namun, satu-nya lagi berpandangan lain, “saya malah takut, kalau majelis kita tidak berkah dan banyak dosa.” “Lho kenapa?” Ia pun menerangkan, “karena pembicaraan kita berdua satu sama lain saling menghias kata-kata, dan saling menunjukan ke-aku-an, saya dan Anda sama-sama menunjukan diri dan saling berbasa-basi, apalagi kalau di depan banyak orang, kita semua saling unjuk gigi. Sungguh ini hakikat riya dan bagian dari kemunafikan.”

Dalam dunia yang semakin menegang sekarang, humor itu memiliki fungsi untuk mengendorkan saraf dan otot yang kaku, fungsi humor sebagai kritik terhadap mundurnya dunia pendidikan kita, yang disampaikan sama sekali tidak menyinggung siapapun namun ‘nonjok’ seperti yang dipernah dikatakan Cak Lontong, “Dulu Indonesia banyak mengirim guru untuk Malaysia, namun sekarang Indonesia lebih banyak mengirim Pembantu ke Malaysia. Ini bukan karena pendidikan Indonesia yang tidak berkembang, melainkan selera Malaysia yang turun, dulu sukanya guru, sekarang sukanya pembantu.”

Ada juga kritik mengenai praktik korupsi yang dilakukan oleh pejabat, “Sebenarnya koruptor itu tidak ada. Lho kog bisa? Koruptor itu ada kalau ada yang ketangkap korupsi, kalau tidak ada yang ketangkap, tidak mungkin ada koruptor.”

Begitupun dengan kebiasaan kita dalam menanggapi tudingan-tudingan bid’ah, “Ini-itu di zaman Rasulullah tidak ada.” Dan kita sering menjawab, “Sendok, garpu di zaman Rasul juga tidak ada, makan bakso yang panas itu harus pakai tangan. Zaman Rasul tidak ada pesawat, naik haji pakai onta.”

Sering juga kita mendengar, “Ziarah kubur itu haram hukumnya, karena punya “potensi” syirik, karena itu makam-makam harus dihancurkan. Pihak lain menanggapinya dengan santai dan lucu, kamu punya kelamin bukan? Dia menjawab, “Iya”. “Sini, kelamin kamu saya potong, karena kelamin kamu itu punya “potensi” maksiat.” Bukankah keduanya sama-sama punya potensi buruk? Kalau kita hanya memandang buruk terhadap sesuatu.

Itu hanya beberapa contoh saja, masih banyak pemahaman-pemahaman lain di luar realitas ini, yang sejatinya memiliki nilai lebih dari sekedar realitas. Karena itu humor harus dibumikan di Indonesia, karena humor sekarang sudah terlalu tinggi untuk digapai, mungkin sudah berada di awang-awang, kita bumikan lagi, kita pulangkan ke tempat asalnya, yaitu bumi pertiwi.

Anda pasti ingat juga, bagaimana cara Gus Dur membangun komunikasinya dengan pendekatan humor dan anekdot yang berwawasan, sampai-sampai Mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton tertawa lebar saat ngobrol berduaan bersama Gus Dur. Begitupun dengan Raja Arab Saudi, Raja Fahd sampai ngakak gara-gara gaya komunikasi Gus Dur dan itu baru pertama kali Raja Arab tertangkap ketawa terbahak-bahak. Dan Gus Dur berhasil juga melepaskan TKI yang akan dihukum pancung.

Gaya komunikasi seperti itulah yang harus dimiliki oleh para pemimpin kita, entah itu pemimpin negara, pemimpin agama, pemimpin organisasi, dan pemimpin dalam level/kategori apapun—sebagai carabergaul akrab dengan rakyatnya, massa-nya, dan anggotanya. Yang harus digarisbawahi adalah humor berbeda dengan ngelawak. Humor itu penuh wawasan dan kecerdasan.

Perdana Mentri Indira Gandhi, pernah ditanya mengapa dia tidak mau bertemu dengan Presiden Pakistan Yahya Khan. Gandhi Menjawab, “Kita kan tidak bisa bersalaman dengan tangan terkepal.” Khan yang kerap mengirimkan isyarat perang, memang seringkali menunjukkan perilaku bermusuhan. Namun tanggapan Gandhi yang selalu ‘asyik’ membuat emosi Pakistan turun, sehingga terjadi pertemuan antara Pakistan dan India—merundingkan perdamaian. Dalam berbagai era sejarah, humor sering dilakukan sebagai cara pemimpin melakukan pendekatan dengan pemimpin lain untuk mengurai hal-hal yang sulit diurai. 

Maka, inilah kesempatan kita bertanya dan mecoba menjawab kembali: mengapa disetiap tradisi keagamaan, kebudayaan, dan kemasyarakatan kita selalu ada humor? Apa hubungannya dengan realitas komunikasi sosial kita? lantas kenapa kita sekarang menjadi gagap untuk memaknai perbedaan kita sebagai humor, demi pendekataan persatuan? Padahal hidup kita sendiri adalah humor, Tuhan menyuruh Anda untuk menggoda dan menertawakan hidup Anda sendiri, karena Tuhan menyuruh Anda untuk selalu bersyukur dan ikhlas. 

Penulis adalah Pembaca Setia PKS Piyungan Taubat.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Meme Islam PKS Piyungan Taubat

Senin, 14 November 2016

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Bangsa Indonesia akan menapaki usia 71 tahun sejak diproklamasikan kemerdekaannya tahun 1945. Tujuh belas Agustus dipilih oleh founding fathers bukan tanpa pertimbangan, mereka ingin membangun Indonesia dengan 17 rakaat sesuai dengan bilangan shalat sehari semalam.

Hadratussyekh KH Muhammad Hasyim Asyari mengatakan, “Nasoinalisme dan agama bukanlah dua hal yang bertentangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan dan keduanya saling menguatkan”. Bung Karno suatu ketika juga mengatakan “Nasionalisme yang sejati, nasionalismenya itu bukan copie atau tiruan dari nasionalisme Barat, akan tetapi nasionalisme timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan”.

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU: HUT RI Momentum Mengejar Ketertinggalan Bangsa

Memasuki usia 71 tahun kemerdekaan Indonesia, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mencatat beberapa catatan reflektif kaiatannya dengan kondisi kebangsaan terkini:

PKS Piyungan Taubat

Momentum kemerdekaan ini hendaknya harus kita jadikan momentum untuk memperbaiki segala aspek kebangsaan dan ketertinggalan kemajuan dari segi apa pun terutama pada aspek kemandiran sebagai sebuah bangsa dan negara.

Sebagai negara maritim yang luas dua pertiga wilayahnya berupa lautan sudah menjadi sebuah keharusan untuk lebih meningkakan pendapatan sektor kelautuan. Pembangunan berbasis laut juga harus menjadi landasan pemerintah dalam mengambil setiap kebijakannya.

Sebagai negara agraris, Pada 2016 target produksi padi di seluruh Indonesia sebanyak 80,29 juta ton. Angka ini naik dari produksi tahun lalu yang mencapai 75,36 juta ton. Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2015 merilis data produksi beras Indonesia mencapai 73,17 juta ton. Perlu diingat bahwa produksi beras di Indonesia paling banyak dipengaruhi cuaca. Jika kondisi cuaca tidak stabil sebagaimana yang terjadi saat ini, maka produksi beras akan menurun. Pemerintah harus mulai mengkaji diversifikasi pangan.

PKS Piyungan Taubat

Dalam sektor ekonomi peringkat kemudahan berusaha di Indonesia masih tertinggal di kawasan Asia Tenggara (ASEAN). Dalam rilis hasil survei Ease of Doing Business (EoDB), Bank Dunia menempatkan Indonesia di posisi 109 dari 189 negara. Posisi Indonesia kalah telak dibandingkan Singapura yang menduduki peringkat satu, Malaysia 18, Thailand 49, Vietnam 90, dan Filipina 103.

Di luar itu semua, momentum 71 tahun kemerdekaan ini kita dikejutkan dengan sebuah peristiwa yang sangat mengejutkan. Peristiwa penujukan seorang menteri yang diduga berkewarganegaraan asing sangat menggangu stabilitas politik dan semangat nasionalisme. Pemerintah dan juga terutama menteri terkait harus segera memperjelas status kewarganegaraanya dan sekaligus membeberkan kapada masyarakat luas. Langkah ini sangat perlu dilakukan agar publik tidak termakan isu dan kabar yang simpang siur serta tidak terjatuh dalam kubangan prasangka buruk yang dilarang oleh ajaran agama.

Merujuk pada Undang-undang Nomor 12 Tahun 2016 Pasal 23 (1) Warga negera Indonesia kehilangan kewarganegarannya jika yang bersangkutan: memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. Dalam UU Nomor 39 tahun 2008 tentang Kementerian Negera pada pasal BAB V Pasal 22 ayat (2) juga dijelaskan bahwa “untuk diangkat menjadi menteri, seorang harus memenuhi syarat: warga negara Indonesia.

Berpindah kewargangeraan adalah ujung akhir dari kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia. Olah karenanya, sebagai wujud serta ejawantah dari semangat nasionalisme dan loyalitas kepada Negara, setiap pejabat negara harus berkewarganegaraan Indonesia. Semangat nasionalisme itulah yang dari dahulu dibangun oleh founding fathers NKRI seperti Ir. Soekarno, Mohammad Hatta, KH. M Hasyim Asyari, Wahid Hasyim dkk.

Merdeka!

Jakarta, 16 Agustus 2016

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian Sunnah, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock