Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Khutbah. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Februari 2018

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Assalamualaikum wr.wb

Redaksi Bahtsul Masail PKS Piyungan Taubat yang dirahmati Allah. Saya punya teman perempuan di tempat bekerja. Ia berhias sedemikian rupa. Yang saya tanyakan, bolehkah merapikan alis? Kalau alis dicukur habis bagaimana? Apakah itu termasuk mengubah ciptaan Allah? Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamualaikum wr.wb. (Syukur/Jakarta)

Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Menata Alis hingga Tipis (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Menata Alis hingga Tipis

Jawaban

Assalamu’alaikum wr. wb

Penanya yang budiman, semoga Allah merahmati Anda di mana pun berada. Bentuk dan gaya berhias mengalami perubahan yang sangat cepat. Gaya berhias ditentukan kadang oleh mode yang sedang tren, kenyamanan yang bersangkutan, atau motif lainnya.

PKS Piyungan Taubat

Penanya yang budiman, alis sebagaimana tubuh secara keseluruhan merupakan perhiasan wajah yang Allah karuniakan kepada manusia. Karenanya kita diwajibkan merawat perhiasan yang telah Allah berikan. Di samping perawatan kita juga harus merapikan anugerah-Nya.

Namun demikian ada sejumlah rambu-rambu yang mesti dipatuhi dalam hal merawat tubuh. Misalnya seperti hadits Rasulullah SAW sebagai berikut.

PKS Piyungan Taubat

«? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?»

Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut, perempuan yang membantu menyambung rambut, perempuan yang menajamkan gigi, perempuan yang membantu menajamkan gigi, perempuan yang menato tubuh, perempuan yang membantu menato tubuh, perempuan yang mencabut alis, perempuan yang merenggangkan gigi demi berhias yang mana mengubah ciptaan Allah.”

Perihal hadits di atas, ada baiknya kita menyimak pandangan Syekh Ahmad bin Ghanim yang bermadzhab Maliki. Menurutnya, mencukur bulu alis harus dibedakan dari “menyambung rambut” seperti disebutkan di dalam hadits.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? ? -: «? ? ? ? ? ?» ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? - ? ? ? - ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

Dari keterangan larangan menyambung rambut ini, kita dapat memahami ketidakharaman untuk menghilangkan bulu sebagian alis atau alis secara keseluruhan. Ini yang disebut tarjih, tadqiq, tahfif. Berikut ini tambahan keterangannya.

Ibnu Rusyd mengatakan, pendapat yang membolehkannya ditolak karena menyalahi dalil. Dalil yang mengharamkannya jelas disebut di dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Allah melaknat perempuan yang menyambung rambut....” “Mencabut alis” adalah mencabut bulu alis hingga tipis dan indah. Tetapi riwayat dari Sayidatina Aisyah RA membolehkan penghilangan bulu alis dan bulu di wajah. Pendapat terakhir ini sesuai dengan keterangan yang lalu yaitu pendapat yang mu‘tamad membolehkan pencukuran seluruh bulu perempuan kecuali rambut. Larangan di dalam hadits ini bisa dimengerti bagi perempuan yang dilarang untuk berhias seperti perempuan yang ditinggal wafat suaminya dan perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana.

Khalil berkata, perempuan yang ditinggal wafat suaminya meskipun belum dewasa, meskipun ahli kitab, perlu meninggalkan aktivitas berhias. Demikian juga perempuan yang suaminya tanpa kabar entah di mana. Tiada halangan untuk menakwil dalil yang memiliki sejumlah kemungkinan makna ketika ada isyarat yang mencegah salah satu makna. Mencabut bulu alis di sini tidak bisa dikatakan sebagai kategori “mengubah ciptaan Allah”. Hemat kami, tidak semua “mengubah ciptaan Allah” itu dilarang. Coba perhatikan, sesuatu yang memang fitrahnya seperti berkhitan, memotong kuku, mencukur rambut, mengebiri hewan yang boleh dimakan, dan banyak lagi contoh lainnya, diperbolehkan. (Lihat Ahmad bin Ghanim An-Nafrawi Al-Azhari Al-Maliki [wafat 1126 H], Al-Fawakihud Dawani ala Risalah Ibni Zaid Al-Qairuwani, Darul Fikr, Beirut).

Pada prinsipnya Islam memang tidak mengharamkan laki-laki maupun perempuan untuk berhias. Karena Allah memang menitipkan tubuh kita sebagai anugerah-Nya untuk dijaga dan dirawat. Sejauh tidak melanggar rambu-rambu yang disebutkan oleh Rasulullah SAW, berhias sangat dianjurkan karena Islam menyukai kerapian baik rambut, kuku, kumis, dan lain sebagainya. Hanya saja untuk masalah mencukur bulu alis untuk kerapian perlu juga mempertimbangkan aspek kepantasan. Jangan sampai melebihi batas seperti mencukur habis alis hingga bulu di atas mata itu yang menjadi perhiasan wajah kehilangan fungsinya. Bukan kerapian yang didapat, justru keburukan keburukan yang ada.

Demikian jawaban singkat yang dapat kami kemukakan. Semoga jawaban ini bisa dipahami dengan baik. Kami selalu terbuka untuk menerima masukan dan saran dari para pembaca.

Wallahul muwaffiq ila aqwamith thariq

Wassalamu’alaikum wr. wb


(Alhafiz Kurniawan)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, RMI NU, Humor Islam PKS Piyungan Taubat

Minggu, 11 Februari 2018

Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi

Bandung, PKS Piyungan Taubat 

Lembaga Dakwah PBNU bersilaturahim kepada pesantren tua di kabupaten dan kota Bandung Jumat lalu (8/9). Pesantren pertama yang dikunjungi adalah Baitul Arqom, Lemburawi, Kecamatan Pacet. Pesantren tersebut didirikan KH Muhammad Fakih (Mama Fakih) bin KH Muhammmad Salim sekitar tahun 1922. 

Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi

Rombongan diterima salah seorang pengasuh pesantren tersebut, KH Athoillah. Setelah rehat dan berbincang, kemudian berziarah ke kompleks pemakaman keluarga pesantren. Di kompleks pemakaman, Kiai Athoilah mengatakan, nasab leluhurnya masih bersambung dengan Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Mama Faqih merupakan keturunan ke-17 dari wali Cirebon tersebut. 

Saat ini Baitul Arqom memiliki sekitar 1.500 santri. Mayoritas berasal dari kabupaten-kabupaten di Jawa Barat. Namun, hampir dari setiap provinsi, dari Aceh hingga Papua, ada yang mondok di pesantren itu. Jika ditambahkan dengan mahasiswa dan mahasiswi di STAI pesantren, bisa mencapai 2.500 orang. 

Menurut Kiai Athoillah, salah satu faktor adanya santri dari berbagai wilayah adalah karena jejaring para kiai pendahulu yang merupakan dai keliling ke daerah-daerah. KH Ali Imron dan KH Yusuf Salim adalah dai populer yang tak henti-hentinya menyebarkan ajaran Islam. 

KH Yusuf Salim sering berdakwah hingga ke luar Jawa. Selepas berdakwah itulah, ada orang tua yang menitipkan anaknya di Baitul Arqom.

PKS Piyungan Taubat





PKS Piyungan Taubat

Terispirasi dari Sahabat Nabi

Sebagaimana umumnya pesantren tua, kiai pendiri hampir tidak menamakan pesantren secara khusus. Pesantren hanya dikenal dengan nama kampungnya. Di Jawa Barat misalnya dikenal Pesantren Gentur (sebuh tempat di Cianjur) Gunung Puyuh (di Sukabumi).

Di Jawa juga seperti itu, pesantren Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari  lebih dikenal nama kampung tempat pesantren itu berdiri, Tebuireng. Baitul Arqom, masa kepemimpinan Mama Faqih hanya dikenal sebagai Pesantren Lemburawi. 

Pada tahun 1964, Mama Faqih wafat meninggalkan sembilan keturunan, buah pernikahannya dengan Hj. Maryamah. Putra-putrinya adalah Hj. Anisah Mabruroh, H. Rd Sofwan, Hj.Nyimas Qona’ah, KH Ali Imron, KH Taufiq Abdul Hakim, Hj. Neng Kholishoh Kamilah, Neng Endah Zainab, KH Yusuf Salim Faqih, KH Madani Sulaiman. Kepemimpinan Pesantren Lemburawi dillanjutkan menantu Mama Faqih, KH Ubaidillah. 

Pada tahun 1970, Pesantren Lemburawi berubah nama menjadi Baitul Arqom Al-Islami. Menurut KH Athoillah, nama itu terinspirasi dari nama sahabat Nabi Muhammad SAW, Arqom bin Arqom. Sahabat Arqom tergolong beriman pada masa awal Nabi Muhammad SAW menyampaikan risalah Islam. 

Pada masa sulit dengan dakwah sembunyi-sembunyi itu, Arqom merelakan rumahnya menjadi, untuk istilah sekarang semacam basecamp untuk berdakwah Nabi Muhammmad dengan sahabat-sahabat. Baitul Arqom sama dengan rumahnya Arqom dengan fungsi pusat dakwah. 

KH Ubaidillah wafat 11 Februari 1986. Karena ia tidak memiliki keturunan, kepemimpinan pesantren dilanjutkan putra keempat Mama Faqih, KH Ali Imron. Pada masa dia, pesantren dikelola bersama saudara dan keponakanya, KH Taufiq Abdul Hakim, KH Yusuf Salim, Kiyai Madani Sulaiman, KH Sulaeman Ma’ruf,  KH Abdul Khobir Hasan, KH Fuad Musthofa Hanan, dan para asatidz lainya.

KH Ali Imron adalah menantu KH Ruhiat, tokoh NU Tasikmalaya, pendiri Pondok Pesantren Cipasung. Dengan demikian, KH Ali Imron merupakan adik ipar dari KH Ilyas Ruhiat, Rais ‘Aam PBNU (1994-1999) masa Ketua Umum PBNU KH Abdurrahman Wahid. 

KH Ali Imron wafat pada Juni 2005. Kepemimpinan Baitul Arqom dilanjutkan KH Yusuf Salim yang wafat pada Juli 2009. Kini, Pesantren Baitul Arqom, pesantren pusat dakwah itu, dilanjutkan kiai-kiai muda dari keturunan Mama Faqih. Salah seorang di antaranya KH Athoillah. (Abdullah Alawi)       

  

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 07 Februari 2018

Umat Islam di Papua Siap Khatamkan 2000 Al-Quran

Jakarta, PKS Piyungan Taubat - Ribuan umat Islam yang berada di Orivinai Papua akan ikut menyukseskan Gerakan Nusantara Mengaji (GNM). Salah seorang koordinator GNM Indrajaya menyatakan, kurang lebih tiga belas daerah akan ikut menyukseskan Nusantara Mengaji.

"Kita Papua insya Allah akan melangsungkan 2000 hataman yang akan tersebar di beberapa daerah di Provinsi Papua seperti Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Sarmi, Jayawijaya, Timika, Nabire, Yapen, Biak, Kerom, Wamena, Merauke, Bufendigul, dan Asmat," kata Indrajaya saat ditemui di Masjid Al-Askar Entrop.

Umat Islam di Papua Siap Khatamkan 2000 Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam di Papua Siap Khatamkan 2000 Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam di Papua Siap Khatamkan 2000 Al-Quran

Untuk di Jayapura, menurut Indrajaya, Walikota sendiri akan mengunjungi titik-titik yang menyelenggarakan Nusanara Mengaji.

"Program Nusantara Mengaji ini bertujuan mengajak umat Islam khususnya di Jayapura untuk berdoa bersama bagi keselamatan, kesejahteraan, dan keberkahan bangsa dan rakyat Indonesia. Jadi walikota Jayapura sangat mendukung kegiatan ini. Insya Allah Walikota selain mengunjungi titik-titik yang mengadakan Nusantara Mengaji, ia juga akan hadir dalam acara pembukaan Nusantara Mengaji yang akan dilaksanakan di Masjid Asolihin, Abepura Ahad malam," tambah Indrajaya.

PKS Piyungan Taubat

Abdul Wahab selaku koordinator Kantor Berita Aswaja (KBA) Provinsi Papua mendukung kegiatan Nusantara Mengaji. Menurut Wahab, pihaknya juga akan membantu dalam hal dokumentasi.

PKS Piyungan Taubat

"Ini momen yang bagus untuk menunjukkan bahwa Papua itu indah penuh toleransi, kami berniat ingin ikut mempublikasikan secara live acara pembukaan Nusantara Mengaji yang akan dilaksanakan nanti malam melalui aplikasi Nutizen," tutur Abdul Wahab. (Red Alhafiz K)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah PKS Piyungan Taubat

Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak?

Oleh Syafiq Hasyim

Banyak kalangan santri, termasuk saya sendiri, yang tidak tahu menahu atau belum tahu tentang bagaimana sejarah sebuah kitab itu menjadi bentuk buku, terutama proses menjadikan manuskrip (ma?t) ke dalam bentuk kitab yang tercetak, sebagaimana yang kita nikmati setiap hari di pesantren kita.

Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak? (Sumber Gambar : Nu Online)
Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak? (Sumber Gambar : Nu Online)

Bagaimana Manuskrip Jadi Kitab Cetak?

Seingat saya, di pesantren-pesantren NU memang diwasiatkan tentang pentingnya menjaga sanad guru (rangkain) ketika mengaji sebuah kitab, tapi sayangnya tidak diajarkan bagaimana sesungguhnya sebuah kitab itu sampai ke percetakan dan lalu bisa kita baca pada forum santri.

Mengetahui sejarah pembukuan kitab itu penting sekali, sebab berbeda dengan Al-Qur’an yang kita hafalkan, kitab-kitab ini ditransmisikan kepada para murid lebih banyak lewat tradisi tulisan.

PKS Piyungan Taubat

Zaman dulu,ketika masih ngaji di pesantren, saya juga hanya memikirkan dan menikmati kitab-kitab yang sudah“jadi” mulai dari terbitan Menara Kudus sampai Dar al-Fikr.? Pada masa itu, terasa lega sekali jika sudah mampu membeli kitab, apalagi kitab-kitab yang biasa menjadi pegangan kitab NU.

Kitab besar pertama yang saya beli dari hasil honorarium mengajar di Madrasah Diniyyah Awwaliyah adalah I?y?’?Ul?m al-D?n, versi yang 4 jilid. Ketika itu saya berada di kelas 3 Madrasah Tsanawiyyah. Setiap sore, pada waktu lepas, sebelum ngaji, kitab ini saya tengok dan sedikit-sedikit diberikan makna gandul atasnya. Kertas kuning dan cetakan huruf Arab yang indah yang mengadopsi temuan Johannes Gottenberg, seorang inventor teknologi mesin cetak dari Jerman, senantiasa menarik minat saya untuk membuka kitab-kitab tersebut.

PKS Piyungan Taubat

Sampai suatu hari saya mendapatkan rezeki nomplok dimana seorang tetangga yang bekerja di Saudi Arabia membelikan kitab Fathul Bari 13 jilid sebagai hadiah untuk saya. Saya menerimanya dengan senang hati dan tersanjung. Baru pertama kali dalam hidup saya mempunyai kitab cetakan luar negeri. Keterpesonaan pada kulit muka kitab yang solid, sangat beda dengan versi cetakan Menara Kudus, serta kertas putihnya yang sangat indah itu tidak ada habisnya.

Bagi saya, melihat Fathul Bari masa itu, tidak ada kata lain kecuali mengaguminya. Tapi tetap saja kekaguman saya berhenti hanya sampai pada batas keindahan cover, kertas dan sudah barang tentu isinya.

Dan terasa aneh, ketika itu, saya tidak menaruh minat untuk tahu sama sekali tentang bagaimana sejarah kitab mewujud menjadi buku yang indah seperti ini. Bahkan saya tidak tertarik sama sekali membaca catatan editornya(mu?aqqiq) yang biasa dicantumkan di halaman depan. Sama sekali saya tidak memikirkan peran muhaqqiq-nya (editor) dalam mewujudkan manuskrip Fathul Bari atau kitab-kitab besar lainnya ke dalam bentuk edisi kitab tercetak (printededition). Padahal dalam setiap kitab terutama yang dicetak belakangan, proses editing dari manuskrip menjadi printed edition biasanya didedahkan. Misalnya, sang editor akan menyatakan jika edisi kitab ini didasarkan pada manuskrip yang tersimpan di perpustakaan mana, soal variant readingnya dlsb.

Terus terang, hal yang demikian tidak menjadi perhatian ketika ngaji sebuah kitab, minimal saya tidak mengalaminya.Untuk pengarang kitab-kitab tersebut pastilah terlintas di benak saya, karena sebelumnya sudah mendengar soal mereka dari para kyai di pondok, tapi editor saya tidak pernah mendengar. Mata saya mulai terbuka ketika mendapatkan kesempatan melihat secara langsung manuskrip-manuskrip kitab-kitab besar yang tersimpan dengan rapi di banyak perpustakaan besar di dunia dari mulai Timur Tengah, Asia Tengah, Amerika, sampai Eropa.

Setelah melihat manuskrip-manuskrip itu, saya mulai menyadari soal dunia penulisan kitab pada masa dimana Johannes Gutternberg belum menemukan mesin cetaknya. Menurut sejarah, Johannes Gutternberg baru menemukan mesin cetak sekitar tahun 1439 M dan ini berarti proses kepengarangan sudah melampaui zaman puncak keesaman Islam. Artinya, di dunia Islam, sudah banyak jutaan buku atau kitab yang beredar. Rezim al-Makmun saja mulai proyek penerjemahan buku-buku berbahasaYunani pada sekitar abad 8 M. Belum kitab-kitab yang ditulis oleh para penulis Muslim sendiri, dari rentang abad 7-14 M.

***

Mengetahui sejarah dan proses pengalihan versi manuskrip ke dalam versi cetak ini cukup penting bagi kita pertama untuk mendapatkan kesadaran betapa sulitnya menghadirkan versi cetak sebuah kitab. Pada masa pra-mesin cetak, semua kitab ditulis dengan tangan, lalu dikumpulkan dan dijilid. Seorang mu?allif (author) bisa menuliskan buah pikirnya dengan cara menyalinnya sendiri, namun tidak jarang yang meminta tangan murid atau sahabatnya untuk menyalinkannya.

Kitab-kitab yang berjilid-jilid itu tidak hanya membutuhkan pikiran, tenaga dan waktu, namun juga uang yang besar untuk mewujudkannya. Pada masa di mana kertas seperti yang kita lihat sekarang belum ditemukan, orang menulis di atas kertas yang terbuat dari olahan kulit domba atau hewan sejenis, di mana satu jilid kitab bisa menghabiskan ratusan kulit domba.Mushaf Qur’an San’a yang tersimpan di Perpustakaan National Berlin misalnya, konon bisa menghabiskan 300 domba lebih.

Sekali lagi, ini artinya untuk menulis sebuah kitab butuh orang kaya yang mampu menfasilitasi penulisan dan penggandaannnya. Di sinilah, saya jadi mengerti kenapa sebuah kitab sering berkaitan dengan permintaan seorang raja atau penguasa karena merekalah yang memiliki uang untuk membiayai penulisan sebuah kitab itu. Sebuah fragmen hubungan pengarang penguasa yang butuh dipahami lain dari hanya sekadar relasi kuasa dari yang kuat terhadap yang lemah.

Selain itu, mengetahui sejarah dan proses manuskrip juga berguna untuk menengarai tuduhan-tuduhan soal tahrif (pendistorsian redaksi asli) oleh kelompok tertentu atas sebuah kitab. Sebelum jatuh pada kesimpulan adanya ta?r?f, kita sebaiknya membaca dulu muqaddimah yang diberikan oleh editornya dulu. Seorang editor yang baik adalah yang menjelaskan tentang metodologi ta?q?qnya, termasuk menjelaskan asal usul manuskrip yang dia kerjakan. Perlu diketahui bahwa sebuah kitab bisa memiliki lebih dari satu salinan manuskrip. Penyalin ini pun sendiri terkadang hidup pada zaman yang berbeda dengan pengarang atau penyalin-penyalin lainnya. Atau sebuah kitab bisa saja ditulis oleh pengarangnya hanya satu saja, lalu dari yang satu ini ditulis lagi oleh murid dan sahabat-sahabatnya. Dari proses menulis inilah bisa saja terjadi kekurangan atau hal-hal yang ketelingsep dan ini hal yang manusiawi saja. Ibn Taymiyyah misalnya, karena tulisannya tangan jelek sekali dan sulit dibaca oleh orang lain, maka beliau meminta orang lain untuk menuliskan ulang tulisannya (copy).

Kita mungkin bisa jatuh pada kesimpulan tentang terjadi ta?r?f pada sebuah printed edition, jika sumber manuskrip yang digunakannya sama persis dan kita menemukan perbedaannnya di sana. Itu pun itu harus melihat kredibilitas editornya dulu. Hal ini perlu kita ketahui agar jika benar terjadi distorsi, maka apakah distorsi tersebut itu disebabkan oleh cara metodologi muhaqqiq dalam membaca dan mengedit manuskripnya berbeda atau disebabkan oleh kepentingan ideologis tertentu dari sang mu?aqqiq. Sudah barang tentu,? untuk mengetahuinya secara pasti butuh studi yang mendalam. Judgment atau prejudice tidak akan membantu kita banyak kecuali memproduksi kecurigaan-kecurigaan baru. Kecurigaan sangat penting dalam tradisi pengembangan ilmu pengetahuan, namun jika kecurigaan bukan perwujudan kebencian yang ideologis. (Waall?hu ‘alamu bi al-?aw?b).

SYAFIQ HASYIM, Rais Syuriah PCINU Jerman, meraih Dr. Phil dari Berlin Graduate School Muslim Cultures and Societies, FreieUniversität, Berlin)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Nahdlatul, Khutbah, RMI NU PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Kiai Idham Tak Mau Dimakamkan di Kalibata

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. KH Idham Chalid yang sempat menjabat wakil perdana menteri, ketua DPR RI, Ketua MPR RI serta beberapa kali menjadi menteri berpesan kepada putra-putrinya untuk tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Ia meminta untuk dimakamkan di komplek pendidikan Darul Qur’an, Cisarua, Bogor yang menjadi tempat pengabdiannya setelah usai dari pentas politik, selain Yayasan Perguruan Darul Ma’arif, Cipete, Jakarta Selatan.

Demikian disampaikan putra ke-5 KH Idham Chalid, Saiful Hadi, di sela-sela menerima para tamu yang bertakziyah di rumah, Ahad (11/9) siang. Di komplek Darul Qur’an pun saat ini tidak ada pemakaman. Kiai Idham Chalid adalah orang pertama yang dimakamkan di tempat itu.

Kiai Idham Tak Mau Dimakamkan di Kalibata (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Idham Tak Mau Dimakamkan di Kalibata (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Idham Tak Mau Dimakamkan di Kalibata

“Beliau berpesan untuk dimakamkan di Darul Qur’an yang didirikan pada sekitar tahun 1967. Kalau Darul Ma’arif didirikan beliau pada sekitar tahun 1958,”katanya.

PKS Piyungan Taubat

Dua lembaga pendidikan itulah yang terutama menjadi tempat KH Idham Chalid berkiprah. Beberapa kader dua lembaga ini kelak muncul sebagai tokoh seperti Hamzah Haz dan Zainuddin MZ.

Menurut Saiful, semenjak ‘lengser’ dari pentas politik, tak ada upaya yang ditempuh untuk kembali lagi. “Setelah selesai dari politik beliau mengurus pesantren saja. Pernah juga aktif dalam organisasi tarekat,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Idham meninggal dunia setelah sekitar 12 tahun berada di pembaringan. Pada tahun-tahun terakhir pun tokoh NU asal Kalimantan Selatan ini sudah tidak dapat berkomunikasi dengan keluarga dan para tamu.

Sementara sejumlah tokoh nasional yang bertakziyah Ahad siang itu langsung duduk dan berdoa untuk Kiai Idham. Antara lain, Ketua PBNU KH Slamet Effendi Yusuf, Mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, Wakil Ketua MPR Lukman Hakim Saifuddin, dan Ketua Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Presiden SBY juga berencana bertakziyah ke rumah duka.

Jenazah akan dimakamkan secara umum pada Senin pukul 09.00 WIB besok. Pada pukul 10.00 WIB, jenazah akan diberangkatkan ke Darul Qur’an Cisarua dan dimakamkan selepas shalat dzuhur yang didahului upacara kenegaraan. (nam)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah PKS Piyungan Taubat

Senin, 29 Januari 2018

Santri Juara III OASIS Ini Suka Pelajaran Sejarah. Kenapa?

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Membaca sejarah perjuangan bangsa Indonesia menjadi penyemangat bagi siswa SMP Bustanul Ulum (BU NU) Jatirokeh Songgom, Kabupaten Brebes Sulistiono Ardianto. Menurut Siswa kelas 9 C ini memandang, di dalam pelajaran sejarah ada nilai-nilai yang bisa dipetiknya sebagai langkah terbaik menapaki kehidupan sebagai seorang santri.?

"Sejarah menambah semangat karena di dalamnya ada pergolakan dan nilai-nilai juang merebut dan mempertahankan ibu pertiwi," kata pemenang ke-3 Olympiade Al-Quran dan Sains (OASIS) bidang IPS tingkat Jawa Tengah, awal 2016 lalu, saat ditemui PKS Piyungan Taubat di ruang Kepala Sekolah, Selasa (8/11)

Santri Juara III OASIS Ini Suka Pelajaran Sejarah. Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)
Santri Juara III OASIS Ini Suka Pelajaran Sejarah. Kenapa? (Sumber Gambar : Nu Online)

Santri Juara III OASIS Ini Suka Pelajaran Sejarah. Kenapa?

Ketika membaca sejarah, santri Al Falah Asalafi Desa Jatirokeh ini merasa terbawa ke suasana dahulu kala yang penuh heroik.?

Tio, demikian panggilan akrabnya, tidak bisa membayangkan bagaimana para pejuang bangsa melepaskan diri dari cengkeraman penjajah. Ketika sudah merdeka pun, para pejuang bangsa harus mengorbankan kembali harta dan nyawa demi mempertahankan NKRI.?

Anak kelahiran Brebes 1 Juli 2001 mengaku belum bisa mengejawantahkan nilai nilai kejuangan sebagaimana yang diperbuat para pejuang untuk bangsa dan Negara. Namun dirinya berharap yang dikerjakan saat ini antara lain dengan kerja keras belajar yang nyaris 24 jam di pondok pesantren menjadi nilai ibadah. “Kepada orang tua saja, saya belum bisa berbuat yang terbaik, apalagi untuk bangsa dan negara,” kata anak dari pasangan Duman dan Seneah.

Tio, yang berasal dari desa Kradenan Kecamatan Kersana ini berangkat mondok sejak tiga tahun yang lalu tepatnya ketika menginjak usia SMP. Di dalam pondok, merasa betah karena mendapatkan teman yang banyak dalam bilik bisa saling asah asih dan asuh. “Keakraban dan kekeluargaan di dalam pondok terpatri hingga ke hati, kita satu keluarga,” ungkapnya.?

PKS Piyungan Taubat

Di pondok, kata Tio yang demen banget sama nasi goreng ini karena ? banyak temen juga banyak belajar, bukan banyak main. Di pondok, kalau libur, paling main sepak bola. ? Pelajaran di sekolah dan pondok, juga saling melengkapi. “Awalnya, saya takut masuk pondok tapi setelah diperjuangkan, ternyata makin asyik dan bisa mandiri,” kata Tio.

PKS Piyungan Taubat

Kepala SMP Bustanul Ulum HM Abud Abdad Jangki Daosat SH mengaku bangga dengan prestasi yang telah ditorehkan. Menurut Gus Abud, demikian sapaan akrabnya Tio telah menunjukan nilai nilai kepahlawanan. Sebagai siswa, dia telah mengharumkan nama sekolah sekaligus pondok pesantren lewat OASIS.?

Anak-anak pesantren, menurut saya telah menjadi pejuang bagi dirinya dan keluarganya juga agama. Karena Mereka telah meninggalkan keluarga demi mencari ridlo Allah, memenuhi kewajibannya menuntut ilmu. “Anak-anak santri, dalam pandangan saya adalah pejuang dan pahlawan yang tengah meneruskan ilmu dari para alim dan ulama,” pungkas Gus Abud yang juga anak Mutasyar PC NU Brebes KH Mas Mansyur Tarsudi. (wasdiun/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Jadwal Kajian, Daerah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 23 Januari 2018

Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur

Pringsewu, PKS Piyungan Taubat



Dalam hadits yang tertulis pada Kitab Daqoiqul Akhbar Rasulullah menjelaskan bahwa alam kubur memberikan peringatan kepada makhluk di dunia khususnya manusia tentang apa yang harus dipersiapkan untuk menghadapinya.

Kehidupan seputar alam kubur tersebut dibahas oleh Ketua MWCNU Kecamatan Adiluwih Pringsewu H Basirun Nasir saat menjadi pemateri Ngaji Ahad Pagi (Jihad Pagi) di Gedung PCNU Kabupaten Pringsewu, Ahad (24/4).

Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)
Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur (Sumber Gambar : Nu Online)

Inilah Lima Peringatan dari Alam Kubur

"Ada lima peringatan yang diberikan oleh alam kubur kepada manusia dan harus dipersiapkan agar dalam alam kubur kita mendapat ketenangan," katanya.

Yang pertama alam kubur mengingatkan bahwa kita manusia akan sendiri selama di dalam kubur. "Yang bisa menemani dan menghibur kesendirian tersebut adalah bacaan Al-Quran yang telah kita baca selama hidup di dunia," jelasnya.?

Selain bacaan Quran yang dilakukan sendiri, bacaan dan doa dari orang yang ditujukan kepada si mayit juga akan dapat menerangi semasa di alam kubur, katanya menambahkan.

PKS Piyungan Taubat

Yang kedua lanjutnya, alam kubur merupakan rumah yang sangat gelap dan yang dapat meneranginya adalah shalat malam. "Shalat malam di sini bukan hanya tahajud saja namun shalat shalat seperti tarawih dan witir juga merupakan shalat malam," terangnya

PKS Piyungan Taubat

Yang ketiga, alam kubur merupakan rumah tanah tanpa alas dan yang dapat menjadi alas para ahli kubur adalah amal shaleh selama di dunia.

Yang keempat, alam kubur merupakan tempat penuh dengan siksa yang diibaratkan dengan kalajengking.?

"Untuk menghindari siksa kubur Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk banyak banyak membaca lafadz Basmalah khususnya di setiap kegiatan yang akan kita lakukan," katanya.

Dan yang terakhir, alam kubur merupakan tempat di mana Malaikat Munkar dan Nakir menanyakan ketauhidan. "Agar kita dapat menjawab pertanyaan para malaikat, perbanyaklah membaca tahlil berupa Lailaaha illallah," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Fragmen, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 14 Januari 2018

Doa Takziah di Hadapan Keluarga Jenazah

Hidup dan mati merupakan sebuah kewajaran bagi makhluk hidup. Hanya saja manusia dianjurkan untuk menghibur mereka yang tengah mengalami musibah sebab kemataian salah satu anggota keluarganya. Berikut ini doa yang bisa dibaca saat bertakziah.

? ? ? ? ? ? ?

Doa Takziah di Hadapan Keluarga Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)
Doa Takziah di Hadapan Keluarga Jenazah (Sumber Gambar : Nu Online)

Doa Takziah di Hadapan Keluarga Jenazah

A‘zhamallâhu ajrakum, wa ahsana ‘azâ’akum, wa ghafara limayyitikum.

PKS Piyungan Taubat

Artinya, “Semoga Allah besarkan pahalamu, Dia perbaiki perihal kematianmu, dan semoga Dia ampuni jenazahmu,” (Lihat Sayid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-‘Aidrus, Jakarta).

Takziah sangat dianjurkan oleh agama. Orang yang bertakziah ke rumah tetangga yang mengalami musibah kematian akan mendapatkan ganjaran pahala di sisi Allah SWT. Selain mendoakan, orang yang bertakziah juga dianjurkan mengurangi beban mereka. (Alhafiz K)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Kajian Islam, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Rabu, 10 Januari 2018

Pemerintah Kerdilkan Pendidikan Pesantren

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Budayawan Mohammad Sobary berpendapat bahwa kebijakan pemerintah terhadap pesantren selama ini malah mengerdilkan keberadaan pesantren. Mereka diminta mengikuti model pendidikan dan mengabdi pada sistem pendidikan nasional.

Demikian diungkapkannya dalam orasi kebudayaan pada peluncuran Majalah Mata Air yang diterbitkan oleh Komunitas Mata Air yang diasuh oleh Gus Mus di Jakarta Kamis malam.</font>

“Pendidikan pesantren yang berlangsung selama 24 jam selain mengajarkan tata cara beribadah juga mengajarkan kerendahan hati. Sekarang ini banyak orang pintar, tapi kita susah mencari orang yang berakhlak,” tandasnya.

Pemerintah Kerdilkan Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemerintah Kerdilkan Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemerintah Kerdilkan Pendidikan Pesantren

Menurutnya pengaturan terhadap pendidikan pesantren dalam dalam aspek tertentu memang dibenarkan, namun hal ini telah mematikan pendidikan gaya pesantren. Pengerdilan terhadap pesantren ini sudah berlangsung selama 50 tahun terakhir. Akibat sistem pendidikan yang tidak berakar dari tradisi bangsa sendiri dan mengarah pada pendidikan yang berorientasi teknis dan praktis, akhirnya terjadi kedangkalan pendidikan.

“Setiap orang sebenarnya sudah cerdas, guru hanya mengantarkan saja dan “diputihkan” dipesantren yang memberi kemuliaan,” imbuhnya.

Mantan Pemimpin Umum Antara ini juga mengingatkan agar tidak terlalu fanatis dalam memandang kebenaran. Fanatisme membuat pikiran menjadi picik karena hanya mengakui kebenaran kelompok yang pastinya tak sempurna, bukan kebenaran sejati.

PKS Piyungan Taubat

Direktur Partnership ini berpendapat meskipun saat ini umat Islam merupakan mayoritas di dunia, namun menjadi terbelakang karena masalah pendidikan dan kebudayaan. Dalam hal ini pendidikan yang dikembangkan oleh umat Islam haruslah menyentuh ranah kemanusiaan.

“Dunia ini kekurangan orang yang adil. Ilmu dan teknologi yang dikembangkan tak berbicara pada keadilan. Lalu siapa yang bisa bicara tentang keadilan?” tanyanya. Dalam hal ini tradisi-tradisi lokal, tembang, sampai dengan puisi lebih banyak berbicara masalah keadilan.

Selanjutnya Kang Sobary juga meminta agar kebudayaan Islam yang dibangun lebih berorientasi pada dunia riil yang tak terlalu ideologis. “Jika terlalu ideologis, nantinya aspek politik lebih menonjol sehingga lupa pada keharusan social seperti mengatasi masalah kemiskinan,” tandasnya. (mkf)



PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, AlaSantri PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 06 Januari 2018

RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri

Pati, PKS Piyungan Taubat. Asosiasi pesantren NU atau Rabithah Maahid Islamiyyah Nahdlatul Ulama (RMINU) Jawa Tengah bersama Yayasan Pantau Jakarta dan Perpustakaan Al-Mutamakkin Kajen menggelar kelas menulis santri (KMS) selama tiga hari, 14-16 Januari 2015.

RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

RMINU Jateng Gelar Kelas Menulis Santri

Acara yang berlangsung di Perpustakaan Al-Mutamakkin ini diikuti santri dari berbagai pesantren di beberapa kabupaten, seperti Kudus, Rembang, Lasem dan Pati. Hadir sebagai narasumber Ketua Yayasan Pantau Imam Shofwan; aktivis muda NU, Munawir Aziz; dan wartawan Suara Merdeka, Zaky Amali.

Para peserta disuguhi sejumlah materi dasar jurnalistik, antara lain cara meliput peristiwa, teknik wawancara, menuliskan liputan, artikel, dan opini. Selain teori, para santri tersebut juga mendapatkan pengalaman praktik lapangan, termasuk kunjungan ke kantor redaksi Jawa Pos Grup. Kunjungan pada akhir KMS ini akan menunjukkan kepada santri bagaimana news room itu dikelola, rapat redaksi dan proses keredaksian di sebuah media.

PKS Piyungan Taubat

Ketua RMINU Jateng KH. Abdul Ghaffar Rozien menjelaskan, memasuki suasana perang wacana (ghazwatul fikr), penting bagi para santri untuk mengikuti kelas kali ini. "Ini permulaan sebuah program yang lebih besar dan perlu kita jaga kontinuitasnya ke depan. Kami memiliki harapan yang besar atas output pelatihan ini," ungkap Gus Rozien, sapaan akrabnya.

Menurut Imam, kelas menulis tiga hari tersebut ikut merangsang santri untuk membaca dan menulis di dunia jurnalistik. Imam mengaku kembali ke dunia pesantren setelah 10 tahun mengabdikan diri di Jakarta. Pelatihan ini merupakan KMS yang pertama dari rangkaian kelas-kelas berikutnya dalam dua bulan ke depan, yakni ke Yogyakarta, Pasuruan, Jombang dan Guluk-guluk.

PKS Piyungan Taubat

Hal ini, tambah Imam, sebagai balas budinya atas dunia pesantren yang telah mengenalkannya dengan dunia jurnalistik. Ia berharap, setelah KMS selesai para santri di masing-masing pesantrennya bisa membuat komunitas kecil untuk mengembangkan dunia jurnalistik dan sebagai tambahan bekal ilmu ketika telah kembali kepada masyarakat.  

KMS ini juga merupakan kegiatan untuk menyemarakkan peringatan haul pertama almaghfurullah KH MA. Sahal Mahfudh. (M. Zulfa/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Quote, Daerah PKS Piyungan Taubat

Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana

Bondowoso, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur mengadakan Halal Bihalal dan Saresehan Kebangsaan bertema" Optimalisasi Peran Ormas Islam Dalam Menjaga Keutuhan NKRI. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Kantor Pariwisata Bondowoso Jumat (29/7).

Ketua Panitia, Sukandar, dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut menjadi penegas bahwa kultur PMII yang selama ini dibangun telah menyumbang banyak hal untuk kemajuan di masyarakat pada umumnya.? “Perlu kiranya tanggapan dari kita atau perhatian dari kita sebagai alumni PMII untuk kembali tidak henti-hentinya menyumbangkan ide, pikiran dan segala macam untuk senang tiasa PMII mewarnai, paling tidak di kabupaten Bondowoso,” katanya.

Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Bondowoso Sayangkan PMII Belum Ada Distribusi Kader Terencana

Ia berharap dari kegiatan dan pertemuan organisasi yang didirikan 17 April 1960 akan menghasilkan rumusan-rumusan strategis untuk pengembangan PMII ke depan di Bondowoso pada khususnya. “Terkait agenda-agenda tadi, sampai hari ini barang kali belum terselesaikan salah satu contohnya mungkin yang menjadi? cita-cita bersama ialah sekretariat permanen. Mudah-mudahan melalui kegiatan halal bihalal ini ada rumusan-rumusan untuk segera terealisasinya cita-cita bersama ini," imbuhnya.

PKS Piyungan Taubat

Bupati Bondowoso H Amin Said Husni mengatakan, organisasi pergerakan ini sudah lumayan tua dan matang. Alumninya pun sudah ribuan atau bahkan puluhan ribu tersebar dari ujung barat di Aceh sampai ke ujung timur di Papua. Di Bondowoso sendiri sudah banyak alumni PMII. Hal ini merupakan potensi yang mestinya dirajut dan dimaksimalkan agar apa yang digubah oleh pencipta mars PMII dan gagasan-gagasan besar yang dihasilkan para pendiri bisa diwujudkan setidak-tidaknya di Bondowoso.

Namun demikian, bupati yang pernah Pengurus Besar PMII menyayangkan, kader-kader yang demikian banyak tersebut belum disertai adanya mekanisme organisatoris baik di NU atau Ansor. “Saya juga pernah aktif di PMII. Sampai saat ini belum ada mekanisme bagaimana ditrisbusi kader, bagaimana promosi kader yang by design, direncakan, dirancang, dikawal, digiring pula sampai gol. Belum ada,” jelasnya.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan tersebut dihadiri Ketua PCNU Bondowoso KH Abdul Qodir Syam, Pengurus IKA PMII Bondowoso, alumni PMII dari luar daerah seperti Jember, Malang, Probolinggo, Pengurus Komesariat (PK) PMII STAI AT-Taqwa, PK PMII Unibo Bondowoso, PK PMII Akom Bondowoso. (Ade Nurwahyudi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Pemurnian Aqidah, AlaNu PKS Piyungan Taubat

Senin, 25 Desember 2017

Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU

Sumenep, PKS Piyungan Taubat 

Rais Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Miftahul Akhyar mengatakan, pemilihan pucuk pimpinan NU melalui sistem Ahlul Halli Wal Aqdi adalah cara terbaik.

"Ahlul halli wal aqdi adalah jati diri NU," paparnya saat memberikan tausyiah pada Konferensi Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumenep di PP Al Ihsan di Desa Jaddung Kecamatan Pragaan, Ahad (26/7).

Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Syuriyah Jatim: Ahlul Halli wal Aqdi Jati Diri NU

Menurutnya, pada masa KH. Hasyim Asy’ari penentuan pucuk pimpinan pengurus NU melalui musyawarah mufakat atau Ahlul halli wal aqdi, bukan melalui sistem pemilihan langsung.

PKS Piyungan Taubat

"Konferensi NU Sumenep akhir pemilihan rais syuriyah melalui pemilihan langsung. Oleh karena itu, gunakan sebaik mungkin," imbaunya.

Pemilihan pucuk pimpinan melalui sistem musyawarah juga sudah digunakan partai politik "Dan tercantum dalam Pancasila," paparnya.

PKS Piyungan Taubat

Sistem ini dinilai lebih baik dibandingkan pemilihan langsung karena lebih kuat kekompakannya. "Pemilihan langsung lebih kuat individualitasnya," ujanya.

Namun, ia sadar rentan ada penumpang gelap. Bahkan, menurutnya, sejak pemilihan melalui sistem AHWA diembuskan, banyak penumpang gelap.

"Pemilihan melalui sistem AHWA sejak di atas angin sudah mulai ada penumpang gelap, sehingga harus diwaspadai betul," katanya. (M Kamil Akhyari/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Sejarah, Hadits, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel

Makassar, PKS Piyungan Taubat. Ketua Tanfidiziyah PCNU Makassar Abd Wahid Thahir resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Sulawesi Selatan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Auditorium HM. Rasjidi, Gedung Kemenrterian Agama RI Jl. MH Thamrin, Rabu (4/3).

Setelah dilantik, pria yang dikenal dekat dengan para ulama dan warga nahdliyin tersebut, secara khusus mendatangi Anregurutta KH Sanusi Baco di Lailatul Ijtima NU Sulsel di kediaman Prof Dr dr Dali Amiruddin, Kamis (5/4).

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel

Dalam sambutannya di acara itu, Wahid Thahir mengucapkan rasa syukur atas atensi dan doanya yang diberikan warga nahdliyin, khususnya Anregurutta Kiai Sanusi Baco sehingga mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Kantor Kemenag Sulsel.

PKS Piyungan Taubat

Pria yang pernah menjadi aktivis IPNU dan PMII tersebut berkomitmen mwndukung ormas keagamaan. Wahid Thahir berjanji akan membangun sinergitas program pemberdayaan umat beragama.

PKS Piyungan Taubat

Karena menurutnya program ini, akan melahirkan komunikasi yang intens antarsesama umat beragama.

Anregurutta Sanusi Baco memintanya untuk menjalankan amanah dengan baik dan tentunya memberikan manfaat kepada umat beragama di Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Makam, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 06 Desember 2017

Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat

Bandung, PKS Piyungan Taubat 



Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Pacet sedang membangun gedung sekretariat di Desa Pangauban sejak enam bulan lalu atau pada Mei tahun ini. Hingga saat ini, pembangunan masih terus berlangsung dan masih belum rampung.  

Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)
Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat (Sumber Gambar : Nu Online)

Nekat, Begini Cara MWCNU Pacet Membangun Sekretariat

Sekretaris MWCNU Engan Abdul Wahid menceritakan, pembangunan gedung tersebut dimulai masa kepengurusan periode 2015-2020 di bawah kepemimpinan Rais Syuriyah MCNU KH Masluh Sakandari dan Ketua MWCNU KH Abdul Ghani. 

“Sebelumnya, MWCNU mengontrak sebuah rumah di Wanir, desa Maruyung, sebagai sekretariat. Kemudian pada Konferensi Wakil Cabang tahun 2015, para pengurus NU Pacet bertekad untuk membuat sekretariat milik sendiri,” katanya ketika ditemui di lokasi sekretariat itu, Desa Pangauban, Sabtu (18/11). 

(Baca: Sowan PBNU, NU Pacet Rencanakan Pelatihan Muharrik Masjid)

PKS Piyungan Taubat

Lalu, pada Musyawarah Kerja MWCNU di pondok pesantren Asyiroji Sinapeul, beberapa bulan setelah Konfercam, para pengurus memutuskan hanya memprioritaskan tiga program, pertama, membangun gedung sekretariat, kedua, merestrukturiasi kepengurusan, ketiga, turba ke Ranting-Ranting melalui pengajian. 

Tokoh NU Pacet, lanjut Engan, yaitu KH Didin Saepudin Ibad merespon cita-cita pembangunan kantor dengan mewakafkan tempatnya seluas 280 m persegi beberapa bulan selepas Muskercam. 

PKS Piyungan Taubat

“Beliau memang selalu support untuk NU Pacet,” tambahnya menjelaskan Kiai Didin yang merupakan pimpinan pondok pesantren Baiturrosyad, Mustasyar MWCNU Pacet, dan anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Partai Kebangkitan Bangsa. 

Kemudian pada Mei 2017 peletakkan batu pertama pembangunan sekretariat itu oleh Rais Syuriyah MWCNU Pacet KH Masluh Sakandari didampingi Ketua MWCNU Pacet KH Abdul Ghani. 

Pada waktu itu, MWCNU hanya memiliki uang Rp 4,5 juta, sisa biaya Muskercam. Uang itu kemudian langsung dibelikan untuk bahan bangunan seperti besi, semen, pasir, dan paralon. 

“Waktu itu kami nekat saja dengan uang 4, 5 juta. Tapi saat ini telah menghabiskan dana kurang lebih 153 juta Rupiah. Bangunan itu rencananya dua lantai, baru terlaksana 30 persen, baru pengecoran lantai pertama,” jelas Ketua Pelaksana Pembangunan MWCNU Pacet itu.  





(Baca: Tak Banyak, Tiga Program MWCNU Pacet Ini Sukses Terlaksana)

Uang sebesar itu didapat dari para pengurus dan simpatisan, serta warga NU sendiri dari 13 Ranting melalui iuran pengajian rutin. Warga NU dari Ranting itulah merupakan penyumbang terbesar pembangunan itu, yaitu sekitar Rp 110 juta. 

Lebih lanjut, Engan menambahkan, pembangunan itu terus digenjot, kecuali pada Juli dan Agustus karena memasuki bulan puasa. Selepas puasa, pembangunan kembali dilanjutkan. 

“Ketika mengecor, para santri, Ansor, Banser, banom-banom NU lain dan masyarakat turut serta membantu, termasuk Ketua MWCNU Kang Haji Deni,” lanjutnya. 





(Baca: Baitul Arqom Terinspirasi dari Basecamp Dakwah Nabi)





(Baca: Ribuan Santri Pacet Ngariung di Lapangan Cipeujeuh)

Wakil Sekretaris MWCNU Pacet A. Hasan Nurhuda menambahkan, nantinya gedung sekretariat itu akan menjadi pusat kegiatan dan kaderisasi NU dan menjadi kantor banom-banomnya. Malahan akan disediakan satu kamar untuk tamu menginap.

“Ada ruang musyawarah di lantai dua,” pungkasnya. 

Ketua MWCNU Pacet KH Abdul Ghani mengucapkan terima kepada seluruh pengurus NU beserta banom-banomnya, serta seluruh warga NU kecamatan Pacet yang telah mengulurkan tangan dalam pembangunan sekretariat itu. 

“Pembangunan ini masih panjang karena baru 30 persen dan biaya yang harus dikeluarkan masih banyak, sekitar 300 jutaan. MWCNU mengharapkan para dermawan, baik warga NU di kecamatan Pacet maupun di luar kecamatan Pacet untuk membantu penyelesaian pembangunan itu,” harapnya. (Abdullah Alawi) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Cerita, Kajian, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Minggu, 26 November 2017

Isi Liburan, 90 Pelajar Ikuti Kaderisasi

Purworejo, PKS Piyungan Taubat. Momentum liburan sekolah dimanfaatkan PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Bruno Purworejo menyelenggarakan Masa Kesetiaan Anggota (Makesta) sekaligus pembentukan Ranting Karangrejo.

Kegiatan yang diikuti sedikitnya 90 peserta itu digelar di Madrasah Diniah Miftakhul Ulum Dukuh Karang Rejo Kelurahan Bunorejo, Sabtu-Ahad (29-30/12). Tema yang diangkat: “Filtrasi Ideologi Membangun Kader Berwawasan Keilmuan Bernilai Islami.” Kegiatan tersebut mendapat antusias baik dari peserta maupun masyarakat sekitar.

Isi Liburan, 90 Pelajar Ikuti Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Isi Liburan, 90 Pelajar Ikuti Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Isi Liburan, 90 Pelajar Ikuti Kaderisasi

Menurut ketua PAC IPPNU Kecamatan Bruno, Aniroh, kegiatan ini merupakan pelaksanaan program kerja yang sudah dibahas dalam rapat kerja beberapa waktu lalu.

PKS Piyungan Taubat

“Makesta sekaligus pembentukan ranting ini sengaja kita realisasikan di waktu libur, agar peserta bisa lebih maksimal dalam mengikutinya. Alhamdulillah, dari sesi ke sesi peserta antusias mengikuti pemaparan materi dari senior-senior IPNU dan IPPNU,” kata siswi kelas XII MA Takhasus Bruno tersebut.

Sedangkan menurut ketua PAC IPNU Bruno Nur Arifin, pemateri pelatihan tersebut diambil dari tim kaderisasi IPNU dan IPPNU Bruno dibantu pengurus cabang.

PKS Piyungan Taubat

“Atas nasihat senior IPNU, pemateri dari internal, maka kita siapkan tim kaderisasi. Alhamdulillah, mereka bisa membawakan materi mulai dari Aswaja, ke-NU-an, ke-Organisasi-an dan beberapa materi kaderisasi. Ini sebagai wahana belajar yang sesungguhnya,” ujar santri pesantren Jangkrikan Kepil Wonosobo tersebut.

Kegiatan berjalan dengan lancar dan tertib seperti yang diagendakan panitia. Selain pengenalan materi, juga ditambah kegiatan yang bersifat santai sebagai hiburan seperti jalan-jalan pagi dan bernyanyi bersama. Salah seorang peserta, Aziz, mengaku senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan tersebut.

“Saya senang bisa mengikuti kegiatan ini, karena menambah wawasan kebangsaan dan keislaman. Kedepan, saya ingin pembinaan pemuda semacam ini bisa terus dilaksanakan, karena besar sekali manfaatnya,” ujarnya dalam pesan dan kesan yang dibagikan panitia di akhir acara. (Imam Choiri/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, AlaNu, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Rabu, 22 November 2017

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Tasikmalaya menggelar konferensi cabang NU di Cipasung, Kamis-Jumat (29-30/12). Setelah melalui beberapa rangkaian akhirnya Konfercab XVI mengamanahkan KH Atam Rustam sebagai Ketua Tanfidziyah dan KH Abun Bunyamin Ruhiyat Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021.

KH Atam Rustam terpilih sebagai ketua dalam pemilihan langsung di putaran kedua. Kiai asal Sukamanah ini terima amanah forum konferensi untuk memimpin PCNU Kabupaten Tasikmalaya periode 2016-2021.

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Konferensi Amanahkan KH Atam dan KH Abun Pimpin NU Tasik

Cucu pahlawan nasional KH Zainal Musthafa Sukamanah ini bertekad melaksanakan aqidah, syariah, dan akhlaq Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyyah dari berbagai bidang secara menyeluruh dari yang terkecil sampai terbesar.

PKS Piyungan Taubat

Insya Allah dengan bantuan semua pihak akan terlaksana,” kata Pengasuh Pesantren Sukamanah Kiai Atam.

Sebelumnya tim Ahlul Halli wal Aqdi yang terdiri atas lima kiai yaitu H Abun Bunyamin Ruhiyat Cipasung, KH Anwar Nasihin Leuwisari, KH Ee Sulaeman Rajapolah, KH Abdul Mu‘in Salopa, dan KH Acep Amin Bantarkalong menggelar musyawarah terbatas.

PKS Piyungan Taubat

Tim ini selanjutnya memutuskan Pimpinan Pesantren Cipasung KH Abun Bunyamin Ruhiyat sebagai Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Tasikmalaya. (Husni Mubarok/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kiai, Khutbah, Nasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 17 November 2017

Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan

"Tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong seberat dzarroh (atom yang paling kecil)." Lantas ada seseorang yang berkata: Sesungguhnya ada laki-laki yang suka berpakaian indah dan bersandal bagus. Nabi saw bersabda: “sesungguhnya Allah itu Indah dan suka keindahan. Sombong adalah menentang kebenaran dan memandang rendah orang lain (al-Hadits).

? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ?, . ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kesombongan dan Dua Sumber Kemaksiatan

Maasyiral Muslimin Rahimakumullah

PKS Piyungan Taubat

Marilah kita bersama-sama meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah swt. sungguh hanya dengan taqwalah kita dapat mengisi kehidupan ini dengan segala sifat-sifat kebaikan dan menghindar dari sifat tercela. Diantara sifat tercela yang tidak terampuni dan merupakan waisan iblis adalah kesombongan. Apakah sombong itu? Rasulullah saw bersabda ? ? ? ? ? sombong adalah menolak kebenaran dan memandang rendah orang lain.

PKS Piyungan Taubat

Meskipun jelas bahwa mausia adalah tempatnya kesalahan dan kealpaan sebagaimana ucapan ‘al-Insan mahallul khatha’ wan nisyan’ tetapi menjadi kewajiban manusia itu sendiri berusaha menghindarkan diri dari kesalahan. Terkadang manusia merasa amat berat dalam mengekang diri dari kemaksiatan karena bisikan nafsu yang tiada henti berhembus seperti angin yang terus mengelilingi kehidupan ini. Ketika itu hendaklah manusia meminta pertolongan kepada Allah swt untuk menundukkan kebiadaban nafsu yang ada dalam diri manusia sendiri. Karena hanya Allahlah yang dapat dengan mudah menyelesaikan permasalahan nafsu ini. Namun demikian, jikalau kemaksiatan sudah tidak terhindar lagi maka bersegeralah memohon pengampuanan kepada-Nya yang disertai dengan penyesalan setulus hati.? ?

Akan tetapi jikalau kemaksiatan yang tidak terhindar itu hadir tanpa ada penyesalan karena memandang remeh suatu kemaksiatan atau rasa sombong atas tindakan kemaksiatan itu, maka sesungguhnya orang itu telah terperosok ke lubang kesalahan dua kali. Lubang pertama adalah kesalahan itu sendiri dan lubang kedua adalah kesalahan atas keberaniannya menyengaja mengerjakan sebuah kesalahan. Inilah maksiat kepada Allah yang paling besar. Inilah kedurhakaan yang pernah dilakukan oleh Iblis kepada Allah, yaitu dengan sengaja membangkang apa yang diperintahkan-Nya, padahal iblis mengerti sepenuhnya bahwa melawan perintah-Nya berarti melakukan kemakaran kepada-Nya. Inilah jenis maksiat yang tidak bisa diharapkan ampuanan dari Allah swt. na’udzubillah min dzalik

Hadirin Jama’ah Jum’at yang Dimuliakan Allah.

Itulah dua macam kemaksiatan sebagaimana diterangkan oleh Sufyan as-Tsauri bahwa:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Setiap maksiat yang terlahir karena dorongan nafsu, sesungguhnya masih ada harapan ampunan dari-Nya. Namun setiap maksiat yang lahir karena dorongan rasa sombong, sungguh tidak ada harapan pengampuanan dari-Nya. Karena demikianlah kedurhakaan yang dilakukan iblis berawal dari rasa sombong dan kesalahan yang dilakukan oleh Nabi Adam (dengan memakan buah huldi) berawal dari dorongan syahwat.

Dari mutiara Sufyan as-Tsauri ini hendaknya diambil pelajaran bahwa kesombongan merupakan sumber kemaksiatan yang tidak dapat diampuni. Karena kesombongan itu pada hakikatnya hanyalah milik-Nya.

? ? ? ? ? : ? ? ? - ? ? ? ? - :? ( ? ? ? ? : ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? )? ? ? ? ? ?)

Sifat sombong itu selendang-Ku, keagungan adalah busana-Ku. Barang siapa yang merebut salah satu dari-Ku, akan Ku lempar ia ke neraka. Dan Aku tidak peduli.

Oleh karenanya Allah dalam surat luqman ayat 18 dengan jelas-jelas menyatakan ketidak suakaan-Nya kepada orang yang sombong:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.

Jelas sekali ayat di atas bahwa Allah tidak menyukai orang yang sombong. Jika demikian dapat dibayangkan bagaimana posisi orang-orang yang tidak disukai Allah di akhirat kelak, sedangkan alam ini (dunia dan akhirat) adalah milik-Nya? pastilah Allah swt memberinya tempat yang buruk.

Sebuah hadits dari Abdullah bin Mas’ud menjelaskannya

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? (?) ? ? ? ?.

Demikianlah khutbah kali ini bahwasannya kemaksiatan lahir melalui dua sumber kemungkinan. Pertama melalui nafsu syahwat dan kedua melalui perasaan sombong. Sesungguhnya kemaksiatan yang lahir dari kesombongan tidak dapat lagi diharapkan ampunan dari-Nya.Dari Abdullah bin Mas’ud dari Rasulillah Saw berkata: tidak akan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sifat sombong seberat dzarroh (atom yang paling kecil). Lantas ada seseorang yang berkata: sesungguhnya ada laki-laki yang suka berpakaian indah dan bersandal bagus. Nabi saw bersabda “sesungguhnya Allah itu Indah dan suka keindahan. Sombong adalah menentang kebenaran dan memandang rendah orang lain.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Khutbah II

? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ! ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah PKS Piyungan Taubat

Senin, 13 November 2017

Histeria Grup Musik Debu di Induk Pesantren Indonesia

Kebumen, PKS Piyungan Taubat. Grup musik Debu tampil di depan puluhan ribu jamaah pesantren tertua di Jawa Tengah, Alkahfi Somalangu Kebumen. Lantunan khas Debu pun sontak membuat para penonton berdiri bermaksud mengikuti irama khasnya, hingga kemudian pihak panitia meminta para penonton agar tetap duduk di tempat masing-masing.

?

Histeria Grup Musik Debu di Induk Pesantren Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Histeria Grup Musik Debu di Induk Pesantren Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Histeria Grup Musik Debu di Induk Pesantren Indonesia

Vokalis Debu, Mustafa mengaku sangat gembira bisa tampil di pesantren Alkahfi yang menurutnya sebagai induk dari seluruh pesantren yang ada di Indonesia. Terlebih bisa bersua dengan puluhan ribu jamaah pesantren paling bersejarah di negeri ini.

?

"Kami sangat senang, jadi kami akan tampilkan yang terbaik," kata Mustafa saat akan memulai memainkan alat musiknya di Pesantren Alkahfi Somalangu, Kebumen, Ahad (29/5) malam.

PKS Piyungan Taubat

?

Debu tampil di pesantren Alkahfi Somalangu melalui biaya Debu sendiri. Hal ini diakui Mustafa sebagai wujud menghormati sejarah pesantren tertua yang dinilainya tidak lelah dan terus eksis ikhlas melayani umat dari generasi ke generasi.?





PKS Piyungan Taubat

Salah satu penonton asal Wonosobo, Jawa Tengah, Fikri mengaku gembira melihat secara langsung penampilan Debu.

?

"Debu melantunkan lagu dengan membawa nilai-nilai historis. Tatkala saat ini banyak yang melupakan sejarah, seperti anak lupa dengan kakeknya, namun penampilan Debu mengingatkan kita," papar Fikri.

Pada acara siang harinya, dalam diskusi out door, M. Fathul Maskur (Hubungan Internasional PP GP. Ansor) berharap pesantren Alkahfi Somalangu Kebumen sebagai pesantren tertua yang telah menginspirasi hadirnya pesantren-pesantren di Indonesia dengan menggelar kegiatan Alkahfi Intercultural Fair telah memberikan edukasi tambahan pada seluruh pesantren yang ada saat ini.

Sekarang ini, lanjut Maskur, banyak orang menilai keras ajaran Islam, pesantren tertua ini dengan acara AIF menegaskan sebaliknya. Pesantren Alkahfi menampilkan berbagai budaya dari berbagai negara dengan para penampilnya beragama non-Islam.

?

"Pesantren Alkahfi sebagai pesantren tertua ini saat ini memperlihatkan apabila ajaran Islam itu seperti yang ditampailkan dalam acara AIF ini. Ratusan orang non-Muslim berjoged di panggung pesantren tertua ini. Inilah Islam," paparnya.

?

Penulis buku Islam Nusantara, Ahmad Baso berharap, nilai-nilai kepesantrenan bisa tersiar dalam pentas global. Mengingat, nilai-nilai kepesantrenan sebagai wujud Islam Nusantara.

?

"Nilai-nilai kepesantrenan seharusnya tersebar ke seluruh dunia," harapnya.

?

Pembicara lain, Hariqo Wibawa Satria (Koordinator Komunitas Peduli ASEAN) menilai, sudah saatnya santri menjadi generasi uploader bukan downloader. Generasi santri produktif bukan konsumtif. Ia juga beranggapan, dengan era internet saat ini, setiap santri dituntut untuk menjadi diplomat.

?

"Setiap santri adalah diplomat. Jadi harus bisa memanfaatkan internet sebaik-baiknya," katanya.

?

Debu dalam penampilannya merupakan penutup dari serangkaian acara Alkahfi Intercultural Fair yang diselenggarakan oleh pesantren Alkahfi Somalangu Kebumen. Setelah pagi sebelumnya tampil sembilan budaya dari sembilan negara. (Septika Wahyu Diananda/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah PKS Piyungan Taubat

Selasa, 07 November 2017

Ulama Dokumentator itu Meninggalkan Kita

KH Aziz Masyhuri ngobrol dengan sejumlah anak muda NU ketika pada 2013 lalu berkunjung ke Pojok Gus Dur yang terletak di Lantai I Gedung PBNU, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta. Sambil duduk santai ia mengutakan niatnya menerbitkan buku tentang sejarah dan profik tarekat-tarekat mu’tabarah.

Penampilannya cukup sederhana. Dengan mengenakan peci hitam dan kemeja putih, pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah Denanyar memberi motivasi tentang pentingnya orang NU, terutama anak mudanya, mendokumentasikan sejarahnya sendiri.

Ulama Dokumentator itu Meninggalkan Kita (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Dokumentator itu Meninggalkan Kita (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Dokumentator itu Meninggalkan Kita

Sejarah dan profil tarekat-tarekat mu’tabarah yang ia tulis juga termasuk karya langka. Nyaris tidak ada buku yang menjelaskan secara khusus dan utuh tentang itu. Buku inilah yang kemudian terbit dengan judul “Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf”.

Ia tampak tak puas karena hanya berhasil menulis 22 aliran tarekat. Namun ia berkomitmen akan terus menelusuri data-data lain untuk melengkapi tulisan tersebut. Usianya yang bertambah boleh menurunkan kondisi fisiknya, tapi tidak akan memadamkan semangatnya dalam berkarya. Motivasinya sederhana, ia ingin meninggalkan “warisan”.

PKS Piyungan Taubat

Kiai Aziz merupakan sebagian kecil dari kiai NU yang sangat produktif menghasilkan karya tulis. Antropolog asal Belanda, Martin van Bruinessen menyebutnya sebagai “sang kiai ahli dokumentasi”.

PKS Piyungan Taubat

Ia tekun mengoleksi dokumen-dokumen peristiwa penting NU seperti Muktamar, Munas Alim Ulama, Musyawarah Besar Jam’iyyah Ahlith Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman), atau forum-forum lainnya. Arsip berita seputar ulama, NU, dan pesantren yang terekam media massa juga rajin ia kumpulkan. Tak hanya dari arsip-arsip mati, perburuan informasi bahkan ia gali dari wawancara para saksi hidup. Dokumen-dokumen itulah yang menjadi sumber data dari ratusan karya tulisnya.

Lebih dari 200 karya buku, baik berupa tulisan sendiri, ikhtishar (ringkasan), atau terjemahan. Buku-buku tersebut sebagian ditulis dalam bahasa Indonesia, sebagian lain dalam bahasa Arab. Beberapa karyanya antara lain, “Ensiklopedi 22 Aliran Tarekat dalam Tasawuf”, “99 Kiai Kharismatik Indonesia dan 99 Kiai Pondok Pesantren Nusantara”, terjemah kitab 5karya KH Muhammad Faqih Maskumambang, dan lain sebagainya.

Yang unik, seluruh karyanya melalui proses tulis tangan sendiri, bukan mesin ketik atau komputer. Ia mengaku menikmati gaya menulisnya ini. Seluruhnya tersusun rapi lembar demi lembar. Hingga dalam proses kreatifnya itu selesai, ia akan meminta santrinya untuk mengetik ulang menjadi file digital dan bisa dicetak menjadi buku.

Hari ini, Sabtu 15 April 2017, Kiai Aziz Masyhuri mengembuskan napas terakhir di kediamanya, kompleks Pengasuh Pondok Pesantren Al-Aziziyah Denanyar, Jombang, Jawa Timur, pada usia 75 tahun. Nahdliyin dan umat Islam berduka atas kepulangannya ke Hadirat Ilahi. Beruntunglah Kiai Aziz telah meninggalkan karya, warisan yang tak hanya dinikmati anak cucunya tapi juga warga NU dan bangsa Indonesia secara umum. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat AlaNu, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Jumat, 03 November 2017

Hasyim: Penghargaan Salman Rushdie Serangan Terencana pada Islam

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi menilai, pemberian penghargaan ksatria Salman Rusdhie oleh Ratu Inggris Elizabeth II merupakan ‘serangan’ pada Islam telah dilakukan secara terencana.

"Kita tersinggung dengan cara itu, tapi umat Islam sebaiknya meyakini bahwa hal itu (penghargaan) merupakan serangan by design (terencana)," ujar Hasyim seperti ditulis Antara, Kamis (21/6).

Ia mengemukakan hal itu menanggapi pemberian penghargaan "ksatria" dari Ratu Inggris Elizabeth II kepada Salman Rushdie atas jasanya dalam dunia sastra, khususnya buku "The Satanic Verses" (Ayat-ayat Setan) yang dinilai menghina Islam.

Hasyim: Penghargaan Salman Rushdie Serangan Terencana pada Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Penghargaan Salman Rushdie Serangan Terencana pada Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Penghargaan Salman Rushdie Serangan Terencana pada Islam

Pengasuh Pesantren Al-Hikam Malang, Jawa Timur, itu, serangan kepada Islam tersebut dapat dikatakan "by design" karena dilakukan terus-menerus secara beruntun.

"Saya tidak bisa menunjukkan siapa di balik itu, tapi hal itu tampaknya merupakan konspirasi yang sengaja ingin menampilkan citra Islam yang buruk," ungkapnya.

Menurutnya, serangan terencana itu dapat dilihat dari pelecehan terhadap Islam, Nabi Muhammad SAW, Al-Quran, masjid/mushala, dan sasaran lain yang memang menggugah emosi mulai dari Indonesia hingga ke luar negeri.

PKS Piyungan Taubat

Namun, kata mantan Ketua Pengurus Wilayah NU Jatim itu, umat Islam tidak perlu menanggapinya dengan emosional karena mereka akan justru bersorak dan masalahnya tidak akan selesai.

PKS Piyungan Taubat

"Kalau kita protes, saya kira sebaiknya disampaikan kepada Menlu sebagai ungkapan ketersinggungan, agar semua agama di dunia saling hormat, tapi lebih dari itu kita harus melawan serangan dalam bentuk opini itu dengan opini pula, bukan dengan kekerasan," tegasnya.

Umat Islam, katanya, harus menampilkan citra tentang Islam yang ramah, demokratis, damai, dan tidak sejelek yang mereka gambarkan secara terencana tersebut.

Reaksi keras terhadap sikap Ratu Elizabeth II itu juga muncul di Pakistan dan Iran (19/6) dengan pemanggilan Duta Besar Inggris yang diberitahu bahwa penghargaan keksatriaan untuk pengarang Salman Rushdie menunjukkan Inggris tidak peka dan berlawanan dengan usaha membina pengertian di antara agama.

Sementara itu, satu kelompok di Iran (17/6) dengan keras mengutuk tindakan Inggris memberi penghargaan kepada penulis Inggris kelahiran India yang selama bertahun-tahun menjadi sasaran hukuman mati Iran. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Halaqoh PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock