Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makam. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 10 Maret 2018

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang

Sawahlunto, PKS Piyungan Taubat. Menteri Sosial Republik Indonesia, Khofifah Indar Parawansa mengatakan Peraturan Pemerintah Penggnti Undang-undang (Perppu) tentang hukuman kebiri bagi pelaku kekerasan seksual segera disahkan menjadi Undang-Undang (UU).

"Proses pembahasan di tingkat fraksi sudah selesai dilaksanakan, tinggal menunggu pengesahan yang diperkirakan selesai pada Agustus 2016," kata dia di Sawahlunto, usai melantik Laskar Anti Narkoba Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Barat (Sumbar) di Sawahlunto, Kamis (4/8).

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah: Perppu Kebiri Segera Disahkan Menjadi Undang-Undang

Setelah disahkan, jelasnya, maka pelaku kejahatan seksual yang korbannya mengalami trauma sangat dalam atau mengalami infeksi saluran hingga menyebabkan hilangnya nyawa korban akan diberikan hukuman tambahan berupa penghilangan fungsi ereksi organ vital atau biasa disebut dengan kebiri.

Hukuman tersebut juga akan diberlakukan jika pelaku kejahatan tersebut merupakan orang-orang terdekat korban atau orang yang memiliki profesi terhormat seperti pendidik atau oknum pejabat publik.

"Selain hukuman tambahan, pelaku kekerasan seksual juga dapat diberikan hukuman pemberatan seperti hukuman mati dan kurungan seumur hidup yang seluruhnya akan ditentukan oleh putusan majelis hakim sesuai tingkat kejahatan yang dilakukannya," tambah dia.

PKS Piyungan Taubat

Menurutnya, proses pemberian hukuman pemberatan dan hukuman tambahan tersebut sangat tergantung pada proses pembuktian oleh penyidik, antara lain kondisi korban serta latar belakang pelakunya.

Selain hukuman kebiri, lanjutnya jenis hukuman tambahan yang bisa dijatuhkan dapat berupa pengumuman identitas pelaku kekerasan seksual kepada khalayak ramai serta pemasangan alat deteksi keberadaan pelaku dimana saja berada.

"Sehingga masyarakat dapat mewaspadai kehadirannya dan bisa melapor jika tindakan pelaku sudah mengarah pada perbuatan kekerasan seksual, disamping menimbulkan efek jera bagi pelaku-pelakunya," ujar dia.

PKS Piyungan Taubat

Disinggung mengenai kegiatan Laskar Anti Narkoba yang ia lantik tersebut, dia mengatakan hal itu merupakan bentuk kepedulian organisasi Muslimat NU dalam menyikapi status darurat narkoba di negara ini.

"Laskar tersebut akan bekerja secara aktif dalam membantu tugas-tugas lembaga pemerintah yang mengurusi penyalahgunaan narkoba, salah satunya dengan memberikan penyuluhan serta deteksi dini indikasi penyalahgunaannya mulai dari lingkungan keluarga masing-masing," jelasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit pada kesempatan itu mengemukakan pihaknya mencatat sebanyak 30 persen korban penyalahgunaan narkoba di provinsi itu, berasal dari kalangan anak-anak usia sekolah.?

Disamping itu, jelasnya, fakta lain yang tidak kalah mengejutkan adalah terjadinya peningkatan jumlah penderita HIV/AIDS akibat berkembangnya prilaku lesbian gay biseksual dan trangender (LGBT) di Sumatera Barat.

Berdasarkan penelitian ahli, lanjutnya, prilaku tersebut mampu menularkan virus mematikan itu lebih cepat dari penggunaan narkoba memakai jarum suntik.

"Jika menggunakan narkoba menggunakan jarum suntik membutuhkan waktu lima tahun menularkan virus kepada pengguna, maka prilaku LGBT bisa menularkan dalam waktu lebih singkat," kata dia. (Antara/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Ubudiyah, Makam, Pesantren PKS Piyungan Taubat

Minggu, 25 Februari 2018

“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi”

Jember, PKS Piyungan Taubat

Anggota Banser tidak boleh takut dengan ancaman dan pantang surut karena rintangan. Lebih-lebih yang terkait dengan upaya-upaya penentangan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan penolakan Pancasila. Sebab, selain NKRI dan Pancasila merupakan konsensus bersama dari seluruh elemen anak bangsa, NU mempunyai keterkaitan sejarah dalam perumusan keduanya.

“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi” (Sumber Gambar : Nu Online)
“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi” (Sumber Gambar : Nu Online)

“Tak Sejengkal Tanah Pun Boleh Lepas dari Bumi Pertiwi”

Kasatkorwil Banser Jawa Timur H. Umar Usman mengungkapkan hal itu dalam upacara Pembukaan Pendidikan Dan Latihan (Diklatsar) Banser angkatan XXVII di lapangan PT Kaliandra Concern, Perkebunan Karet dan Kopi Kalijompo, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Jember, Jawa Timur, Sabtu (10/9).

Menurutnya, dewasa ini cukup banyak organisasi yang secara terang-benderang menentang NKRI dan tidak mengakui Pancasila sebagai ideologi negara. Mereka bertopeng agama dan selalu membangun opini bahwa NKRI tak akan pernah memberikan kesejahteraan dan keadilan bagi rakyatnya. “Gerakan-gerakan itu harus dan wajib kita lawan dengan segala kemampuan yang ada,” tuturnya.

PKS Piyungan Taubat

Umar berharap anggota Banser tak sedikit pun mempunyai keraguan untuk membela dan mempertahankan NKRI. Banser harus menjadi banteng sekaligus benteng untuk mempertahankaan NKRI dan Pancasila dari pengacau-pengacau yang selalu mengatasnamakan agama. “Tak sejengkal tanah pun boleh lepas dari bumi pertiwi ini,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris PC GP Ansor Jember Kholidi Zaini menuturkan bahwa Diklatsar Banser yang diikuti lebih 300 orang tersebut berlangsung hingga Senin dini hari. Selain diisi dengan penyampaian materi, juga ada penggemblengan fisik.

PKS Piyungan Taubat

Yang tersulit dari rangkaian diklatsar ini adalah saat sesi pengambilan topi baret. Di ujung acara setiap peserta diwajibkan mengambil topi baret, melalui jalan setapak dengan medan yang sangat menantang di keheningan malam pula.

“Ini sesi yang paling berat. Butuh nyali sekaligus tenaga ekstra. Tapi ini memang harus dijalankan. Kalau belum bisa mengambil baret, peserta belum dikatakan lulus diklatasar,” jelas Kholidi. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Makam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 15 Februari 2018

Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Kekuatan pondok pesantren yang tidak dimiliki oleh lembaga pendidikan lain adalah adanya keseimbangan antara ilmu dengan amaliah. Artinya ada keseimbangan mental spiritual dan fisik dari peserta didiknya.

Demikian disampaikan, Pengasuh Pesantren Denanyar KH Abdussalam Sokhib pada Diskusi dan Bedah Buku ‘Pesantren ? Akar Pendidikan Islam Nusantara’ yang ditulis A Helmy Faishal Zaini, di panggung utama Stand Ekspo Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, Ahad (2/8).

Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Paling Lantang Jaga Keutuhan NKRI

Dikatakan Abdussalam, dengan adanya keseimbangan antara ilmu dan amaliah tersebut, sesuai dengan literatur yang ada di kitab-kitab kuning yang diajarkan di pesantren. Kitab tersebut menjelaskan adanya syariah, tarekat dan hakikat.

PKS Piyungan Taubat

Harus diakui, kata Abdussalam, tantangan pesantren saat ini dan ke depan sangat berat. Akhir-akhir ini marak gerakan radikalisme. "Selama ini pesantren yang paling lantang menjaga keutuhan NKRI. Pesantren sudah teruji bagaimana tetap menjaga keutuhan NKRI. Sehingga pesantren menjadi musuh dari gerakan radikalisme itu sendiri," kata Abdussalam.

Pesantren selama ini memang tidak bergeming pada siapapun. Meski ditekan dari berbagai pihak, pesantren tetap eksis dan mandiri. Tidak mengherankan pesantren menolak berbagai bantuan yang diberikan pemerintah karena dinilai mengikat dan mengintervensi.

PKS Piyungan Taubat

"Pasca reformasi banyak pesantren yang dibantu oleh pemerintah karena mulai paham bagaimana eksistensi pesantren. Tapi masalahnya, justru pesantren sendiri tidak siap karena memang tidak pernah dibantu," katanya.

Tidak heran, lanjutnya, ketika ada ratusan pesantren yang akan menerima bantuan dari pemerintah tidak bisa membuat atau menyiapkan proposal. Bahkan stempel pun mereka tidak punya.

Diskusi dan bedah buku ini selain menampilkan Abdussalam, juga penulisnya Helmy Faishal Zaini yang juga Ketua Fraksi PKB DPR RI, intelektual muda NU Syafiq Hasyim, PhD dan Direktur Pembinaan SMK Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Mustaghfirin Amin. (Armaidi Tanjung/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Halaqoh, Makam, Nusantara PKS Piyungan Taubat

Rabu, 31 Januari 2018

Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles

Dalam kesempatan sambutan ketika silaturrahim ke Pondok Pesantren Al-Asyariah Kalibeber Wonosobo, Jawa Tengah tahun 2000, Gus Dur yang waktu itu sedang menjabat sebagai Presiden RI menceritakan bahwa pada tahun 1979 dirinya pernah berkunjung ke Maroko.?

Di salah satu masjid negara setempat ia mendapati sebuah kitab terjemahan arab, yaitu kitab etika karangan Aristoteles, seorang filsuf Yunani kuno.?

Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketika Gus Dur Menangis Lihat Kitab Etika Aristoteles

Kitab yang berisi tentang materi etika atau akhlak tersebut terletak di sebuah bejana kaca ruang hampa udara. Itu dimaksudkan supaya bisa tahan lama, karena kitab dimaksud ada sejak zaman permulaan Islam.

Menyaksikan kitab langka yang berada di bejana kecil itu, Gus Dur menangisinya. Melihat Gus Dur menangis terharu, imam masjid setempat bertanya:

"Kenapa anda menangis,” tanya sang imam masjid.

PKS Piyungan Taubat

"Kalau bukan karena kitab ini, saya tidak akan jadi muslim," jawab Gus Dur.

Lewat cerita di atas Gus Dur menyimpulkan bahwa akhlaknya para kiai dan ulama Indonesia yang selama ini dipraktikkan itu bersumber tidak hanya diambil dari nilai-nilai saja, melainkan juga diambil dari nilai-nilai dan etika sebelumnya. Dia mencontohkan, Aristoteles lahir 1200 tahun sebelum Islam. Kalau tidak karena kitab ini, kata Gus Dur, dirinya tidak akan jadi seorang muslim.

Karena menurut Gus Dur, seorang muslim adalah yang menerapkan nilai-nilai dan etika Islam yang ditujukan untuk mewujudkan kebaikan bersama dan keadilan di tengah masyarakat. Bukan muslim yang hanya menonjolkan simbol-simbol Islam, tetapi jauh dari nilai dan etika Islam rahmatan lil alamin.

Pada kesempatan pidato itu Gus Dur juga bercerita, dirinya ? sering ditanya orang tentang perbedaan Islam di Indonesia dengan Islam di negara lain. Menurut Gus Dur, Islamnya sama, tetapi perwujudan dan manifestasinya itu yang lain-lain.

"Yang membedakan adalah adanya tradisi keulamaan (di Indonesia) yang diambil dari Sultan Hadiwijaya atau Jaka Tingkir, yaitu tradisi LSM yang bergerak di luar pemerintahan. Dalam istilahnya Taufik Abdullah yaitu tradisi multikratonik," jelas Gus Dur.

PKS Piyungan Taubat

"Ada kraton pusat yang memegangi satu tata nilai, namun tidak sampai mematikan tata nilai di pondok-pondok pesantren, di padepokan-padepokan kejawen, dan di pasturan," tambahnya.?

Dengan kata lain, menurut Gus Dur, hal semacam itu adalah ungkapan dari apa yang kita miliki bersama sebagai bangsa Indonesia. Dan ini menjadi inti dari keputusan muktamar NU tahun 1935 di Banjarmasin, sepuluh tahun sebelum Indonesia merdeka.

Karena itu, dalam pandangan Gus Dur, Islam di Indonesia dapat berkembang dengan baik, tanpa harus melalui bermacam-macam hal. Sedangkan sekarang (tahun 2000) terpampang di hadapan kita, adanya bahaya kalau agama dijadikan alat politik untuk mencapai sesuatu. Maka jadinya seperti di Maluku, saat terjadi konflik hebat bermuatan SARA.

"Karena itu, kita harus berhati-hati jangan sampai agama jadi alat politik. Partai politik berdasar agama boleh-boleh saja. Tetapi partai politik harus mendasarkan programnya ? pada kepentingan nyata masyarakat. Bukan pada ajaran agama yang resmi. Jadi agama dalam pelaksanaanya bukan dalam perumusannya,” tutur Gus Dur. (M Haromain)

Disarikan dari:

Tabloid POLES, edisi 09 (10 September 2000)

Elis Suyono dan Samsul Munir Amin,? Biografi KH Muntaha Alhafidz: Ulama Multidimensi,? Penerbit UNSIQ Wonosobo dan Pesantren Al-Asyariah Kalibeber. ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam, Pondok Pesantren, Anti Hoax PKS Piyungan Taubat

Senin, 29 Januari 2018

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Surabaya, PKS Piyungan Taubat. Ikatan Mahasiswa Alumni Bahrul ‘Ulum Tambakberas Jombang yang berada di Surabaya (IMABAYA) bekerja sama dengan Jam’iyyah Al-Islah megadakan pengajian di daerah Jemurwonosari, Surabaya, Jawa Timur.

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga Apresiasi Alumni Tambakberas Adakan Pengajian

Perngajian pada (22/11) tersebut merupakan kemasan untuk memperingati hari lahir (harlah) kedua lembaga tersebut. IMABAYA memperingati harlah yang ke-29 sementara Jam’iyyah Al-Islah harlah ke-2. Di samping itu dikaitkan juga dengan peringatan Tahun Baru Hijriyyah 1436 H.

Wakil Ketua Jam’iyyah Al-Islah, Supardi, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurut sepengetahuannya, kegiatan bareng antara mahasiswa dan warga Jemurwonosari, nyaris tidak pernah dilakukan.

PKS Piyungan Taubat

Padahal, kata dia, setiap hari warga selalu berbaur dengan mahasiswa yang kuliah di UIN Sunan Ampel, baik yang kost di rumah-rumah penduduk maupun yang nyantri di Pesantren An-Nuriyyah, An-Nur, Darul Arqom, Al-Jihad, dan Luhur Al-Husna.

Secara rinci, Supardi melaporkan kegiatan Jam’iyyah Al-Islah yang sudah dua tahun berjalan, mulai dari majelis zikir, majelis ta’lim, peringatan hari-hari besar Islam (PHBI) sampai wisata religi ke makam para wali, para kiai dan ke beberapa pesantren.

PKS Piyungan Taubat

“Demi peningkatan kualitas warga, Supardi mengharap dan terima kasih jika para mahasiswa bisa hadir di tengah-tengah kami dengan peran mereka yang barang tentu bermanfaat bagi warga,” pintanya.  

Apalagi, kata dia, mahasiswa yang hadir di sini adalah para mutakharrij/alumni pondok-pondok pesantren, utamanya pondok pesantren Tambakberas Jombang, yang pendirinya dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional, yaitu KH. Abdul Wahab Chasbullah.  

Kehadiran IMABAYA seperti malam ini, kata dia, semoga tidak berhenti sampai di sini, tapi

berlanjut di waktu-waktu lain dan bisa bekerja sama di bidang-bidang tertentu, seperti memberikan penyuluhan di majelis ta’lim dan majelis zikir.

“Kami siap sebagai ansor untuk menerima dan membantu mahasiswa sebagai muhajirin, sebagaimana misi hijrah Rasullullah, saling bahu membahu antara muhajirin dan ansor,” katanya.

Dalam acara yang bertajuk ”Dengan Semangat Hijrah Kita Tingkatkan Ukhuwwah Islamiyah” ini dihadiri sekitar 400 warga Jemuwonosari dan para mahasiswa yang tergabung dalam IMABAYA.

Hadir pula salah seorang Pengasuh Pesantren Bahrul ’Ulum Tambakberas KH. Fadhlullah Malik, Msi. Dalam ceramahnya Gus Fad, panggilan akrabnya, menguak perjuangan dan pengorbanan para Muhajirin yang berhijrah bersama Rasulullah Saw.

Ia juga memberikan taushiah tentang manfaat berorganisasi, apalagi organisasi yang sifatnya pengabdian kepada masyarakat seperti IMABAYA.

”Salah satu tujuan IMABAYA didirikan adalah untuk mengabdikan diri kepada masyarakat demi mewujudkan nilai-nilai Islam yang berpijak pada Aswaja dengan budaya NU (Nahdlatul Uama) yang ada,” katanya.  

Maka, kata dia, di sinilah para almuni pesantren tidak hanya pintar saja, tapi juga harus mencari dan mengejar bagaimana agar kepintarannya itu bermanfaat dan berbarakah baik untuk dirinya sendiri maupun masyarakat lingkungannya. (Ma’ruf Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat IMNU, Makam, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Jumat, 26 Januari 2018

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj mengatakan saat ini toleransi yang ada di dunia sedang menghadapi cobaan. Karena itu, NU terus berjuang untuk menumbuhkan toleransi baik antar agama maupun diantara aliran dalam satu agama.



Toleransi sedang Menghadapi Cobaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Toleransi sedang Menghadapi Cobaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Toleransi sedang Menghadapi Cobaan

Hal ini disampaikannya ketika memberikan sambutan pada puncak acara Global Peace Festival yang berlangsung di Gelora Bung Karno, Ahad (17/10).

“Toleransi harus ditumbuhkan antara muslim dengan non muslim maupun antara muslim dengan muslim lainnya,” katanya.

PKS Piyungan Taubat

Ia mengisahkan KH Wahid Hasyim, ayah Gus Dur merupakan salah satu dari tim sembilan yang merumuskan pembentukan negara ini. Mereka sepakat untuk membentuk negara bangsa yang tidak didasarkan atas agama, meskipun umat Islam mayoritas di Indonesia.

PKS Piyungan Taubat

Sementara itu Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan pemerintah sangat mendukung kampanye perdamaian, baik antara sesama manusia maupun perdamaian antar negara.

Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menyatakan rakyat Indonesia sepakat membentuk sebuah negara karena ingin hidup dalam damai, lepas dari penjajahan bangsa lain.

“Para pendiri negara ini, sebagaimana tercermin dalam UUD 1945 sepakat ikut melaksanakanketertiban dunia berdasarkan perdamaian abadi,” katanya.

Karena itu, UUD memberi jaminan kepada warga negara untuk melaksanakan keyakinannya, serta memiliki berbagai macam hak lainnya yang dilindungi UU. “Tak ada tempat yang tak toleran dalam konstitusi kita,” tegasnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Tokoh, Pendidikan, Makam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 18 Januari 2018

Mari Beribadah Umrah di Ramadhan Bersama ASBIHU

Jakarta, PKS Piyungan Taubat



Bulan Ramadhan menjadi momentum berharga bagi setiap Muslim untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bulan Ramadhan juga menawarkan begitu banyak keutamaan dan kemuliaan karena ibadah yang dijalankan akan mendapat pahala yang berlipat.?

Mari Beribadah Umrah di Ramadhan Bersama ASBIHU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mari Beribadah Umrah di Ramadhan Bersama ASBIHU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mari Beribadah Umrah di Ramadhan Bersama ASBIHU

Salah satu amalan istimewa di Ramadhan adalah melaksanakan ibadah umrah. Dalam sebuah hadist dijelaskan, “Umrah di bulan Ramadhan seperti berhaji bersama Rasulullah” (HR. Bukhari).

Karenanya banyak umat Islam yang menginginkan dapat melakukan ibadah umrah pada bulan Ramadhan.

Memenuhi niat suci umat Islam di Indonesia yang ingin melaksanakan ibadah umrah di bulan Ramadhan, ASBIHU Tour and Travel membuka paket perjalanan umrah Ramadhan. Perjalanan umrah Ramadhan dijadwalkan pada 28 Mei 2017. Umrah Ramadhan bersama ASBIHU adalah paket sembilan hari.

Ada keistimewaan dalam pelaksanaan umrah bersama ASBIHU, di antaranya pelaksanaan manasik yang sesuai ajaran ahlussunah wal jamaa dan ziarah ke makam-makam sahabat Nabi.?

PKS Piyungan Taubat

Dengan layanan maksimal dan mengacu pada kepuasan jamaah, Umrah Ramdhan ASBIHU dilaksanakan selama sembilan hari. Pesawat yang digunakan adalah Oman Air, dengan rute Jakarta-Madinah. Biaya yang diperlukan untuk paket Umrah Ramadhan terbilang sangat terjangkau, yakni hanya sebesar Rp24 juta rupiah.

Masyarakat yang ingin mengikuti umrah Ramadhan bersama ASBIHU dapat mendaftarkan diri melalui kantor pusat ASBIHU di Jalan Basuki Rahmad No 12 Balimester-Jakarta Timur, atau menghubungi nomor telepon 021-8590-0265 dan 0812-1881-2972. (Kendi Setiawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Pondok Pesantren, Makam PKS Piyungan Taubat

Selasa, 09 Januari 2018

Di Depan Camat, Pelajar NU Pangkah Presentasikan Profil Organisasi

Brebes, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Anak Cabang IPNU–IPPNU Pangkah kabupaten Tegal menunjukan potensi SDM kepada Camat Pangkah Saidno Ap. Potensi SDM yang dimiliki pelajar NU Pangkah ini, dipaparkan saat buka puasa bersama dan audiensi dengan camat Pangkah di gedung Pertemuan Among Dwijo Pangkah, Tegal, Rabu (8/7).

Di Depan Camat, Pelajar NU Pangkah Presentasikan Profil Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Depan Camat, Pelajar NU Pangkah Presentasikan Profil Organisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Depan Camat, Pelajar NU Pangkah Presentasikan Profil Organisasi

“Kami tidak tedeng aling-aling terhadap kemampuan para anggota sehingga kerja sama yang dijalin dengan pihak kecamatan nanti sesuai dengan kemampuan kami,” tutur Ketua IPNU Pangkah Mohammad Naenul Rizqoni.

Paparan ini juga disaksikan pimpinan ormas kepemudaan yang ada di kecamatan Pangkah. Naenul berharap audiensi dan buka puasa ini bisa menjadi wahana silaturahmi yang membawa kemaslahatan bersama.

PKS Piyungan Taubat

Ia menjelaskan keberadaan pelajar NU di kecamatan Pangkah mulai dari pimpinan ranting, komisariat sampai pimpinan anak cabang sendiri.

PKS Piyungan Taubat

Secara detil Naenul menceritakan  sejarah berdirinya IPNU-IPPNU di Pangkah, sepak terjang di masyarakat, agenda kegiatan, prestasi yang telah dicapai.

“Alhamdulillah IPNU-IPPNU menjadi pusat perhatian masyarakat secara luas karena prestasi yang ditorehkannya,” paparnya.

Naenul mengibaratkan IPNU-IPPNU sebagai taman kota yang sangat indah dan nyaman. Karena terbukti IPNU–IPPNU menjadi organisasi yang unggul dalam segala bidang.

Paparan Naenul mendapat apresiasi IPNU-IPPNU Tegal yang diwakili Susy Priyatin. Susy menyampaikan bahwa IPNU–IPPNU Pangkah telah menampakan eksistensinya di hadapan khalayak dengan penuh tanggung jawab dan penuh komitmen.

Hal senada disampaikan Mas’atun dari Fatayat NU Pangkah. Ia menyampaikan bangga melihat semangat kader-kader muda NU. Gelora semangat yang dikobarkan dengan menggalang persatuan dan kekompakan menguatkan kelanjutan kaderisasi.

Pembina IPNU Pangkah Ajat Sudrajat menyampaikan rasa syukur atas bangkitnya kader-kader NU. Keberadaannya diharapkan bisa tampil sesuai dengan perkembangan zaman.

“Jangan lupa tetap kritis, mengikuti kemajuan IPTEK dan IMTAK dengan selalu membaca situasi dan peluang di masa yang akan datang,” pesan ajat.

Camat Pangkah Saidno sangat berharap IPNU-IPPNU bisa bersama-sama membangun dari tingkat desa hingga kecamatan. Ia mengajak bersama dirinya membangun daerah Pangkah menuju Pangkah Bersahaja.

“Mari satukan tekad membangun Pangkah dengan penuh semangat,” ajak Camat. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam PKS Piyungan Taubat

Kamis, 04 Januari 2018

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja

Bogor, PKS Piyungan Taubat. Bekerja sama dengan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU), sejumlah mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Jakarta dan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Indonesia mengikuti Training Leadership Dakwah Transformatif Aswaja.

Kegiatan yang berlangsung Selasa-Kamis, (12-14) ini menghadirkan narasumber diantaranya, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, KH Mujib Qulyubi, MH, Pembantu Ketua IV STAINU Jakarta, Aris Adi Leksono, KH Wafiudin Sakam, dan Nugroho Ramadhan.

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa UNU Indonesia dan STAINU Ikuti Pelatihan Dakwah Transformatif Aswaja

Dalam keterangannya, KH Mujib Qulyubi mengatakan, kegiatan ini penting untuk mempertajam sisi spiritualitas mahasiswa STAINU Jakarta dan UNU Indonesia sebagai sebuah keunggulan tersendiri.

PKS Piyungan Taubat

“Selain itu, leadership juga menjadi modal penting untuk pengembangan potensi diri. Karena kedisiplinan, kreativitas, serta kemampuan berkomunikasi yang baik merupakan dampak dari jiwa kepemimpinan yang terbentuk melalui pelatihan secara berkelanjutan,” papar Mujib.

PKS Piyungan Taubat

Katib Syuriyah PBNU ini juga menuturkan, dengan modal ketajaman spiritual dan leadership tersebut, mahasiswa dari kedua kampus kepunyaan NU itu akan mampu berperan sebagai penggerak Aswaja di tengah masyarakat. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Kajian, Makam, Jadwal Kajian PKS Piyungan Taubat

Senin, 25 Desember 2017

IPNU dan IPPNU Pesanggaran Tingkatkan Kualitas Pengurus

Banyuwangi,PKS Piyungan Taubat

Kinerja pengurus dalam organisasi setiap tahun selalu ada perubahan. Baik penuruan maupun kenaikan kualitas. Guna mengantisipasi penurunan kualitas pengurus, PAC IPNU dan IPPNU Pesanggaran menggelar up grading pengurus pada Sabtu (10/12) malam.

IPNU dan IPPNU Pesanggaran Tingkatkan Kualitas Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU dan IPPNU Pesanggaran Tingkatkan Kualitas Pengurus (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU dan IPPNU Pesanggaran Tingkatkan Kualitas Pengurus

Bertempat di Gubuk pinggir pantai Pulau Merah, kegiatan tersebut diisi beberapa pengurus dari Pimpinan Cabang IPNU IPPNU Banyuwangi, Imam Rofingi, Syaifuddin Zuhri, Fikri dan lainnya.

Imam Rofingi mengatakan, beberapa materi yang diajarkan seperti pada umumnya. Namun, grade/tingkatannya agak dinaikkkan.

PKS Piyungan Taubat

"Materi-materi yang kami ajarkan, seperti job description, administrasi, analisis sosial, keorganisasian dan kepemimpinan," kata Imam yang juga Wakil Sekretaris 1 IPNU Banyuwangi

"Ke depannya, para pengurus diharapkan mampu mengemban tugas organisasi yang telah didirikan oleh tokoh-tokoh besar bangsa ini," harap Imam.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan yang diikuti oleh pengurus PAC IPNU dan IPPNU Pesanggaran, ditutup dengan bakti sosial, bersih-bersih pantai Pulau Merah pada pagi keesokan harinya (Ahad, 11/12). (M. Sholeh Kurniawan/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Habib, Makam, Daerah PKS Piyungan Taubat

LTNNU Klaten Siapkan Pendirian Radio dan Perpusling

Klaten, PKS Piyungan Taubat

Meski baru dibentuk, berbagai ide sudah disiapkan para pengurus Lajnah Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTNNU) Kabupaten Klaten Jawa Tengah. Demikian dipaparkan Ketua LTNNU Klaten, Minardi, usai rapat pertemuan beberapa lajnah dan lembaga NU di Kantor PCNU Klaten, Ahad (27/3) malam.

LTNNU Klaten Siapkan Pendirian Radio dan Perpusling (Sumber Gambar : Nu Online)
LTNNU Klaten Siapkan Pendirian Radio dan Perpusling (Sumber Gambar : Nu Online)

LTNNU Klaten Siapkan Pendirian Radio dan Perpusling

“Beberapa program jangka dekat yang sudah kami rencanakan, yakni pembuatan buku khutbah jumat, buletin jumat, dan buku amaliyah NU,” terang Minardi.

Menurut Minardi, program-program tersebut akan disinergikan dengan program yang ada di LDNU Klaten.

“Kami akan terus berkoordinasi secara intensif dengan LDNU Klaten soal itu, khususnya tentang kebutuhan pembuatan buku khutbah jumat dan buletin jumat yang sangat mendesak,” papar Minardi.

Pembuatan buku dan buletin ini, lanjut dia, juga sebagai wujud respon terhadap keluhan takmir masjid NU. mereka kesulitan mendapatkan buku khutbah NU. Selama ini buku-buku khutbah masih didominasi dari non-NU.

PKS Piyungan Taubat

Ditambahkan Minardi, selain itu pihaknya juga telah membuat rencana untuk jangka panjang, yakni pembuatan radio NU dan perpustakaan keliling (perpusling). “Untuk jangka panjang, kami memimpikan NU Klaten memiliki radio dan perpustakaan keliling,” ungkap dia. (Ajie Najmuddin/Fathoni)

PKS Piyungan Taubat

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam PKS Piyungan Taubat

Minggu, 24 Desember 2017

Aplikasi Android Kitab Rawi Diluncurkan

Jakarta, PKS Piyungan Taubat. Komunitas Persaudaraan Profesional Muslim Aswaja (PPM Aswaja NU) kembali melahirkan produk baru berupa aplikasi Kitab Rawi bagi warga NU pengguna ponsel android. Dengan aplikasi ini, warga NU dengan mudah mengakses di mana pun kitab yang memuat riwayat hidup Nabi Muhammad SAW.

Aplikasi Android Kitab Rawi Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Aplikasi Android Kitab Rawi Diluncurkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Aplikasi Android Kitab Rawi Diluncurkan

Ketua PPM Aswaja NU Hari Usmayadi kepada PKS Piyungan Taubat, Selasa (3/6) menyatakan, “Komunitas ini akan terus berupaya membuat dan membangun aplikasi lain yang dirasa perlu dan dibutuhkan warga NU.”

Ia juga menunggu ? saran, ide, kritik, dan dukungan dari seluruh pembaca atau pengguna. Semua itu, menurutnya, akan sangat membantu komunitas PPM Aswaja NU dalam mengembangkan beberapa aplikasi lainnya.

PKS Piyungan Taubat

Kitab Rawi dalam aplikasi ini terdiri atas Rawi Adhiya’ul Lami’, Rawi Burdah, Rawi Barzanji, Rawi ‘Azab, Rawi Diba’, dan Rawi Simthud Durror. Kita ini dilengkapi dengan terjemahan dan panduan cara membacanya.

Sementara developer aplikasi berbasis android dari PPM Aswaja NU Ichwanul Muslim menambahkan, “Sementara, aplikasi ini hanya memiliki terjemahan berbahasa Indonesia. Kalau ingin mendukung untuk penerjemahan ke bahasa lain, pengunjung bisa mengirimkan donasi dengan info selengkapnya di www.ppmaswaja.org.” (Mukhlisin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat

PKS Piyungan Taubat Daerah, Makam PKS Piyungan Taubat

Jumat, 15 Desember 2017

Wasiat Terakhir KH Abdul Karim Lirboyo Jelang Wafat

Menjelang wafat, pendiri Pesantren Lirboyo yang juga termasuk dalam tiga tokoh Lirboyo, KH Abdul Karim, menyampaikan nasihat terakhirnya.

"Mengko yen aku wis mati, aku tulung didungakno, yo! (nanti kalau aku sudah meninggal, tolong aku tolong didoakan, ya!),” pesannya dengan dengan nada rendah.

Wasiat Terakhir KH Abdul Karim Lirboyo Jelang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)
Wasiat Terakhir KH Abdul Karim Lirboyo Jelang Wafat (Sumber Gambar : Nu Online)

Wasiat Terakhir KH Abdul Karim Lirboyo Jelang Wafat

Susana hening. Sanak famili yang sedari tadi menunggui Mbah Karim diam seribu bahasa, menyimak pesan terakhir kiai kharismatik tersebut. Sejurus kemudian, Mbah Karim kembali melanjutkan wasiat terakhirnya yang justru di luar kebiasaan orang pada umumnya.

"Aku tulung dungakno ben diakoni santrine Mbah Kholil (aku tolong didoakan supaya diakui santrinya Mbah Kholil).”

PKS Piyungan Taubat

Kiai Kholil, Bangkalan, Madura adalah guru Mbah Karim serta kiai-kiai besar lain di berbagai pelosok negeri. Kiai Kholil termasuk pencetak generasi ulama besar Nusantara.

PKS Piyungan Taubat

Subhanallah, pribadi yang begitu masyhur kealimannya, yang memiliki ribuan santri, dengan rendah hatinya tetap minta dididoakan agar diakui sebagai santri. Allahummanfana bibarkatih. Amin. (Ulin Nuha Karim)





* Cerita ini disampaikan oleh KH. Muhammad Shofi Al Mubarok Baedlowie dari Allahu yarham KH Abdul Aziz Manshur dari Pacul Gowang, Jombang saat acara Ramah Tamah Purna MHM lirboyo 2007.

(Baca Juga: Kisah KH Abdul Karim Lirboyo Jadi Kuli Santri Barunya)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam, Lomba PKS Piyungan Taubat

Minggu, 10 Desember 2017

KOPRI Jombang Gelar Aksi Tolak Gizi Buruk

Jombang, PKS Piyungan Taubat. Memperingati Hari Gizi Nasional, puluhan kader Korps PMII Putri (KOPRI) Jombang menyatakan keprihatinannya atas buruknya gizi warga Indonesia. Mereka membagikan sari kedelai sebagai simbol makanan sarat gizi kepada pengguna jalan Wahid Hasyim di simpang masjid Ar-Raudhah, Jombang, Jumat (25/1).

KOPRI Jombang Gelar Aksi Tolak Gizi Buruk (Sumber Gambar : Nu Online)
KOPRI Jombang Gelar Aksi Tolak Gizi Buruk (Sumber Gambar : Nu Online)

KOPRI Jombang Gelar Aksi Tolak Gizi Buruk

Mereka berkumpul di lokasi aksi pukul 08.00. Mereka segera menyebar ke empat sisi persimpangan. Di bawah lampu merah mereka melangsungkan aksinya di mana tempat berhentinya pengguna jalan.  

Aksi kerakyatan ini menjadi bentuk kepedulian KOPRI Jombang kepada masyarakat khususnya anak-anak usia balita dan dan pekerja berat seperti sopir becak. Karena, anak-anak merupakan elemen terpenting untuk diberikan perhatian khusus dalam mencegah kekurangan gizi.

PKS Piyungan Taubat

Koordinator aksi Anis Witanti mendesak pemerintah Indonesia berusaha keras untuk mencegah dan mengatasi kekurangan gizi yang masih dialami warganya, “khususnya anak-anak sebagai penerus bangsa.”

Sementara salah satu pengendara yang anaknya mendapat sari kedelai, Harmono menyatakan apresiasinya atas aksi KOPRI Jombang. Ia menilai aksi ini menyadarkan pemerintah dan juga warga untuk memerhatikan gizi makanan.

PKS Piyungan Taubat

Setelah 500 bingkisan sari kedelai hasil sumbangan kader PMII Jombang habis dibagikan pada 10.30, Ketua PC PMII Jombang Mahmudi menyudahi aksinya dengan orasi singkat. Ia menyeru pemerintah dan warga untuk mewaspadai gizi buruk dan tetap membiasakan pola hidup sehat dengan makanan sarat gizi. (Romza MG/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam PKS Piyungan Taubat

Jumat, 08 Desember 2017

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel

Makassar, PKS Piyungan Taubat. Ketua Tanfidiziyah PCNU Makassar Abd Wahid Thahir resmi dilantik sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Sulawesi Selatan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin di Auditorium HM. Rasjidi, Gedung Kemenrterian Agama RI Jl. MH Thamrin, Rabu (4/3).

Setelah dilantik, pria yang dikenal dekat dengan para ulama dan warga nahdliyin tersebut, secara khusus mendatangi Anregurutta KH Sanusi Baco di Lailatul Ijtima NU Sulsel di kediaman Prof Dr dr Dali Amiruddin, Kamis (5/4).

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketua PCNU Makassar Resmi Jabat Kakanwil Kemenag Sulsel

Dalam sambutannya di acara itu, Wahid Thahir mengucapkan rasa syukur atas atensi dan doanya yang diberikan warga nahdliyin, khususnya Anregurutta Kiai Sanusi Baco sehingga mendapatkan amanah baru sebagai Kepala Kantor Kemenag Sulsel.

PKS Piyungan Taubat

Pria yang pernah menjadi aktivis IPNU dan PMII tersebut berkomitmen mwndukung ormas keagamaan. Wahid Thahir berjanji akan membangun sinergitas program pemberdayaan umat beragama.

PKS Piyungan Taubat

Karena menurutnya program ini, akan melahirkan komunikasi yang intens antarsesama umat beragama.

Anregurutta Sanusi Baco memintanya untuk menjalankan amanah dengan baik dan tentunya memberikan manfaat kepada umat beragama di Sulawesi Selatan. (Andy Muhammad Idris/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Fragmen, Makam, Khutbah PKS Piyungan Taubat

Kamis, 23 November 2017

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN

Solo, PKS Piyungan Taubat. Tak mau kalah dengan kota lain, di Bulan Mei ini, Gerakan Pemuda (GP) Ansor Solo bekerjasama dengan MataAir telah menyiapkan program Bimbingan Pasca Ujian Nasional (BPUN). Kegiatan ini nantinya merupakan suatu pendampingan pelajar untuk masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Solo Siapkan Program BPUN

“Sedianya sudah kita mulai di Bulan April. Tapi berhubung mepet waktunya, takut mengganggu konsentrasi siswa yang akan menghadapi UN,” terang Ketua GP Ansor Solo, Muhammad Anwar, Selasa (30/4) kemarin.

Menurut Anwar, program yang sudah berlangsung sejak tahun 2007 ini akan mulai diselenggarakan 10 Mei – 3 Juni 2013 di Pondok Pesantren Al-Muayyad Windan Makamhaji.

PKS Piyungan Taubat

“Harapannya dengan diasramakan di pesantren, para peserta akan lebih mengenal kultur pesantren dan mendapatkan nilai-nilai keagamaan yang khas di pesantren,” imbuhnya.

Selain memberi pendampingan untuk masuk ke PTN, para peserta program BPUN ini juga akan dibekali materi soft skill dan pengarahan untuk mendapat beasiswa studi di PTN. Khususnya bagi para pelajar yang kurang mampu, agar mereka juga dapat merasakan pendidikan di bangku kuliah.

PKS Piyungan Taubat

Untuk pendaftaran, sudah dimulai di akhir April lalu dan sampai hari ini (1/5) masih terbuka pendaftarannya. Bagi para pelajar atau anda yang memiliki putra yang akan masuk PTN, dapat segera mendaftarkan diri ke panitia. Tentang syarat mengikuti BPUN ini bisa menghubungi sahabat Warsito (0857 2561 5186) atau sahabat Wisnu (0899 5231 785), atau bisa langsung datang ke sekretariat BPUN Solo di Jl Jambu Raya RT 6/3 Jajar Laweyan Solo.

Redaktur   : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam, Warta PKS Piyungan Taubat

Senin, 20 November 2017

Saat Bocah 8 Tahun Ini Merengek Ingin Jadi Ansor

Tasikmalaya, PKS Piyungan Taubat. Gelak tawa pecah saat Pengajian Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar PCNU Kota Tasikmalaya, Jawa Barat di Masjid Agung, Ahad (15/1).

Saat Bocah 8 Tahun Ini Merengek Ingin Jadi Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)
Saat Bocah 8 Tahun Ini Merengek Ingin Jadi Ansor (Sumber Gambar : Nu Online)

Saat Bocah 8 Tahun Ini Merengek Ingin Jadi Ansor

Anak usia delapan tahunan merengek ingin mengenakan seragam Ansor yang dikenakan salah satu peserta pengajian. Sontak saja sang ayah melarangnya karena selain seragam tersebut dikenakan orang lain, juga dijamin terlalu kebesaran.

"Atuh yah hoyong acuk eta (Ayah ingin baju itu)," kata anak tersebut yang diketahui bernama Masyika Anwari (8) ketika disebelah dia ada anggota Ansor yang sedang ngobrol bersama sahabat-sahabatnya.

Ayah sang anak yang juga putra bungsu dari Pendiri Pondok Pesantren Bahrul Ulum Awipari Tasikmalaya itu, Aos Mahrus langsung tertawa lebar. Pasalnya baru pertama kali anaknya merengek keras ingin memakai Seragam Ansor.

PKS Piyungan Taubat

"Hahaa... dieu (sini) atuh hab (hab panggilan kepada Abdul Wahab yang mengenakan seragam Ansor) nginjeum sakeudeung (pinjam sebentar)," ujar Aos sambil langsung memberikan seragam tersebut kepada anaknya.

Masyika Anwari pun dengan girangnya memakai seragam Ansor tersebut. Sambil senyum riang, sesekali melihat dan memegang logo dan pin Ansor yang menempel di baju mirip jas berwarna hijau itu.

"Yah hoyong jadi Ansor (Ayah ingin jadi Ansor)," ucapnya serius. Aos pun mengiyakan bahwa Masyika yang akrab dipanggil Akok akan langsung jadi Ansor. "Muhun, Akok mah Ansor Junior nyak (Iya, Akok Ansor junior ya)," ujar Aos.

Menurut Aos, tak menyangka anak semata wayangnya memendam rasa berkeinginan besar jadi Ansor. Pasalnya kalau dia ingin sesuatu pasti bilang. Dan keinginan itu dipendam sejak lama sejak melihat Ansor yang kerap berlalu lalang di Kantor PCNU Kota Tasikmalaya.

PKS Piyungan Taubat

"Pantesan lamun saya kaluar sok nanya. Ayah mau kemana? Mau ke NU, ngopi (Pantas saja kalau saya mau keluar rumah suka bertanya mau ke mana), ucapnya. Dan Anaknya pun selalu ingin ikut karena nongkrong di NU, katanya, bakal mendapat berkah.

"Kan pernah nanya kenapa ayah suka ngopi di Kantor NU. Kata Akok biar dapat barokah ya yah," tuturnya.

Selesai pengajian, Akok tak mau melepas seragam ansor. Hingga pulang ke rumah, Akok tetap memakai baju itu dan ingin disimpan kemudian digantung dikamar dia.

"Hab eungke we dibikeun deui seragamna (Hab nanti dikembalikan lagi seragamnya)," kata Aos sambil berlalu meninggalkan Masjid Agung. (Nurjani/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Lomba, Makam PKS Piyungan Taubat

Sabtu, 18 November 2017

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Cirebon, PKS Piyungan Taubat. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC. IPNU) dan Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (PC. IPPNU) Kab. Cirebon menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Rapat Kordinasi Cabang (Rakorcab), Sabtu 09 Januari 2016 di Sekretariat PC. IPNU-IPPNU Kab. Cirebon.?

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cirebon Peringati Maulid Nabi

Acara tersebut dihadiri lebih dari seratus orang yang terdiri dari perwakilan setiap Pimpinan Anak Cabang (PAC), Pimpinan Komisariat (PK), Pimpinan Ranting (PR) dan pengurus Pimpinan Cabang.?

Seperti biasanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak lain adalah Marhabanan (pembacaan shalawat dan Barzanji). Hal ini yang membuat ramai dan lebih semangat serta antusias yang diiringi oleh group hadrah dari Pimpinan Komisariat IPNU-IPPNU SMAN 1 Plumbon Cirebon.?

PKS Piyungan Taubat

Setelah Marhabanan itu selesai dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan makan-makan. Baru kemudian agenda beralih pada Rapat Koordinasi Cabang (Rakorcab).

Moehammad Mu’min sebagai ketua pelaksana acara tersebut, menyatakan sangat senang karena acara ini bisa berjalan dengan lancar dan memuaskan. “Terlebih, saya sedikit kaget serta tidak menyangka bahwa acara ini didatangi lebih dari seratus orang, yang sebelumnya diperkirakan hanya kurang dari seratus orang,” kata Mu’min.?

PKS Piyungan Taubat

Sementara, Nur Aida Fajriyanti sebagai ketua PC. IPPNU Kab. Cirebon berkata, “Kami sebagai umat Nabi Muhammad Saw, sudah seharusnya memperingati maulidnya. Walaupun acaranya hanya sederhana, yang terpenting adalah cara memakanainya. Terlebih saya berharap kegiatan marhabanan ini tidak hanya dilakukan pada peringatan Maulid saja, tapi dilakukan rutin ? setiap minggunya,” tandas Aida. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam, Internasional PKS Piyungan Taubat

Jumat, 17 November 2017

PCNU Kudus Launching Radio Buana Kartika FM

Kudus, PKS Piyungan Taubat. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) ? Kudus ? me-launching Radio Buana Kartika (RBK) FM di aula kantor NU Kudus Sabtu (19/1) kemarin. Mustasyar PBNU KH.Sya’roni Ahmadi, Waketum PBNU H. As’ad Said Ali, Bupati Kudus H. Musthofa dan Rais PCNU KH Ulil Albab Arwani menandatangani prasasti peresmian radio komunitas yang berfrekwensi 107.5 FM ini.

PCNU Kudus Launching Radio Buana Kartika FM (Sumber Gambar : Nu Online)
PCNU Kudus Launching Radio Buana Kartika FM (Sumber Gambar : Nu Online)

PCNU Kudus Launching Radio Buana Kartika FM

Direktur RBK FM H Fathul Anam mengatakan radio komunitas ini untuk mensyiarkan informasi dan dakwah Islam dalam upaya penguatan ideologi Ahlussunnnah wal Jamaah dan wawasan kebangsaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“RBK akan menitikberatkan pada penyiaran nada dan dakwah sehingga bisa dinikmati warga masyarakat dan Nahdliyyin khususnya,” ujarnya.

PKS Piyungan Taubat

Ia menjelaskan perangkat exciter pemancar RBK FM ini telah tersertifikasi oleh kementrian komunikasi dan informasi di Jakarta.?

PKS Piyungan Taubat

“Dengan tersertifikasi ini, kita akan semakin mantap mengembangkan radio ini untuk kepentingan Nahdlatul Ulama,” tandas Fathul Anam.?

Ia mengajak stakeholder PCNU mulai lembaga, banom dan warga NU bisa memanfaatkan radio komunitas yang ? dipancarkan dari jl Pramuka no 20 Kudus ini.

“Silahkan warga NU memanfaatkan radio ini untuk kebaikan kita bersama,” tambahnya.

Ketua PCNU KH Chusnan Ms mengatakan pendirian RBK FM ini merupakan realisasi dari impian dan program kerja NU Kudus.?

“NU bisa membuktikan busa mendirikan radio komunitas dari NU untuk semua,” tandasnya.

Ia menambahkan radio ini akan menjadi media dakwah, media pendidikan dan media pembangunan dan peningkatan sumber daya manusia khususnya warga NU.

“Dengan dorongan para kiai, kita optimis radio ini akan mampu meningkat dan memberi manfaat bagi orang lain,” tegasnya.

Pada acara tersebut Mustasyar PBNU KH Sya’roni ? hadir menyampaikan Mauidhah Hasanah sementara Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali dan Bupati Kudus H Musthofa mencoba siaran di ruang Studio RBK FM. Keduanya mengucapkan selamat dan selamat atas berdirinya radio komunitas Buana Kartika FM.

Dalam ceramahnya KH Syaroni Ahmadi mengajak dalam mensyiarkan kebaikan tidak disampaikan secara berlebihan. Dengan demikian masyarakat akan selalu senang terhadap kebaikan tersebut.

“Sampaikan dengan kalem-kalem saja, jangan muluk-muluk nanti bisa keweleh (kecele) di kemudian hari,” ujarnya.?

KH.Sya’roni mengatakan sudah banyak kejadian para tokoh pejabat yang terlalu berlebihan akhirnya kecele di hadapan masyarakat. Ulama kharismatik ini mencontohkan seorang menteri yang memamerkan mobil secara berlebihan yang kemudian mengalami kecelakaan. ?

Dalam kesempatan itu, mbah Sya’roni menyampaikan kiat agar selalu disenangi masyarakat. Ia menuturkan Nabi Muhammad memberi pengarahan supaya berlaku zuhud kepada dunia yang fana, pasti dicintai Allah dan tidak memiliki keinginan terhadap ? sesuatu yang disenangi masyarakat.

“Tidak usah kepinginan, nanti akan dicintai masyarakat,” tandas pengasuh pengajian Jum’at pagi Masjid Al Aqsho Menara Kudus ini seraya mengutip sebuah hadits nabi.

Selain itu, Mbah Sya’roni berpesan dalam penyiaran berita yang ringan-ringan saja. Bila ada berita atau hikmah yang bagus sertailah dengan kalimat “Insya Allah”.

“Misal berita dari NU akan mendapat mobil, kita harus menyampaikannya dengan Insya Allah NU akan menerima mobil,” selorohnya memberi contoh yang disambut gerr pengunjung.

Meski meminta ? kalem, mbah Sya’roni tidak melarang penyampaian secara intermezo atau guyon. Dalam kitab Albarjanji, kutipnya, Nabi pernah menyampaikan dengan guyon tetapi apa yang disampaikan pasti benar.

“Boleh intermezo asal tidak menyimpang,” tegas ulama kharismatik asal Kudus ini.

Mbah Sya’roni bercerita pada suatu hari Nabi ketemu seorang ? ibu tua sekali yang berharap ingin masuk surga bersamanya. Namun Nabi menjawab dalam guyon surga tidak ada orang sepuh seperti ibu.

“Tentu saja kaget ibu tua tadi. Tapi Nabi menimpali lagi bahwa di surga tidak ada orang sepuh, tapi ibu bisa masuk surga kembali menjadi muda lagi,” tuturnya lagi.

Ia mengapresiasi berdirinya radio Buana kartika yang berjargon ‘Dari NU untuk semua’. “Kita harus bersyukur supaya radio ini diberkahi oleh Allah dan dicintai masyarakat,” harapnya di depan semua pengurus yang hadir.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor : Qomarul Adib

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Makam, IMNU PKS Piyungan Taubat

Rabu, 01 November 2017

Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol

Sidoarjo, PKS Piyungan Taubat. SMK Plus NU Sidoarjo, Jawa Timur, mengadakan lomba musik patrol untuk memperingati Dies Natalis SMK NU Sidoarjo yang ke-5, Ahad (3/5). Musik patrol berasal dari peralatan bambu atau lainnya yang biasa digunakan untuk membangunkan orang sahur.

Dalam perlombaan musik patrol itu, panitia membatasi jumlah peserta sebanyak 27 grup musik patrol dari kalangan pelajar dan umum yang ada di Sidoarjo.

Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)
Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol (Sumber Gambar : Nu Online)

Dies Natalis, SMK NU Sidoarjo Gelar Lomba Patrol

Kepala SMK NU Sidoarjo M Fathul Jinan menjelaskan, meski dibuka untuk umum, seluruh peserta harus melewati seleksi.

PKS Piyungan Taubat

“Masyarakat Sidoarjo sebetulnya banyak yang antusias. Bahkan banyak pendaftar yang kami tolak karena kuota sudah penuh. Karena panitia membatasi kuota sampai 27 saja. Kenapa demikian, karena jika 2 + 7 sama dengan 9, itu merupakan jumlah bintang yang ada di lambang Nahdlatul Ulama," katanya.

Diselenggarakannya lomba musik patrol ini, sambung Fathul Jinan, juga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan dan sekaligus melestarikan budaya bangsa. "Kalau puasa itu pasti setiap sahur ada pemuda yang main musik patrol untuk membangunkan warga. Nah untuk itu kita lestarikan kesenian musik patrol ini," terangnya.

PKS Piyungan Taubat

Kegiatan ini diharapkan mampu mencegah adanya perbuatan negatif dari para pelajar dan pemuda–pemudi. "Musik patrol ini juga bisa dijadikan ajang mengasah kreativitas seni bagi pemuda, dan menjauhkan perbuatan yang negatif bagi pelajar dan pemuda," ungkapnya.

Dalam perlombaan itu, panitia mengambil tiga juara utama yang nantinya akan mendapatkan uang pembinaan sekaligus tropi dari panitia.

"Juara pertama akan mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 1 juta rupiah plus tropi, juara kedua mendapatkan uang sebesar Rp. 750 ribu rupiah plus tropi dan juara ketiga mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp. 500 ribu rupiah plus tropi," tutupnya. (Moh Kholidun/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKS Piyungan Taubat Khutbah, Makam, Hadits PKS Piyungan Taubat

Nonaktifkan Adblock Anda

Perlu anda ketahui bahwa pemilik situs PKS Piyungan Taubat sangat membenci AdBlock dikarenakan iklan adalah satu-satunya penghasilan yang didapatkan oleh pemilik PKS Piyungan Taubat. Oleh karena itu silahkan nonaktifkan extensi AdBlock anda untuk dapat mengakses situs ini.

Fitur Yang Tidak Dapat Dibuka Ketika Menggunakan AdBlock

  1. 1. Artikel
  2. 2. Video
  3. 3. Gambar
  4. 4. dll

Silahkan nonaktifkan terlebih dahulu Adblocker anda atau menggunakan browser lain untuk dapat menikmati fasilitas dan membaca tulisan PKS Piyungan Taubat dengan nyaman.

Jika anda tidak ingin mendisable AdBlock, silahkan klik LANJUTKAN


Nonaktifkan Adblock